Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL CARE

PERSALINAN NORMAL
A. Pengertian
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup
bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir, dengan bantuan atau tanpa
bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 1998 : 157).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu; sehat dan sempurna, tumbuh dengan panjang 48-50
cm dengan berat badan 2750-4000 gram), lahir spontan dengan janin letak memanjang dan
presentasi belakang kepala, yang disusul dengan pengeluaran plasenta dan seluruh proses
kelahiran itu berlangsung dalam 141/2 jam pada primipara dan 73/4jam pada multipara,
tanpa tindakan ataupertolongan buatan dan tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada
janin (Wiknjosastro, 2006).
Persalinan adalah proses untuk mendorong keluar (ekspulsi) hasil pembuahan yaitu janin,
plasenta dan selaput ketuban keluar dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar
(Farrer,1999). Persalinan normal adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm (bukan
premature atau postmatur), mempunyai onset yang spontan (tidak diinduksi), selesai setelah
4 jam dan sebelum 24 jam sejak saat awitannya, mempunyai janin tunggal dengan presentase
puncak kepala, terlaksana tanpa bantuan artificial, tidak mencakup komplikasi, plasenta lahir
normal.
Menurut Mochtar (1998), Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi
(janin + uri), yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan
lain. Persalinan normal disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada letak
belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu
dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Persalinan dimulai (inpartu) pada
saat uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis)
dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap.

B. Istilah yang Ada Hubungannya Dengan Partus


1. Menurut cara persalinan

Partus biasa (normal) disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada
letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak
melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

Partus luar biasa (abnormal) ialah persalinan per vaginam dengan bantuan alat-alat
atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea.

Persalinan anjuran ialah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru
berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitosin atau prostaglandin.

2. Menurut tua/umur kehamilan


a. Abortus/keguguran
b. Terhentinya dan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup di luar
c.
d.
e.

f.

g.

h.

kandungan
Umur hamil sebelum 28 minggu
Berat janin kurang dari 1.000 gram
Persalinan prematuritas
Persalinan sebelum umur hamil 28-36 minggu
Berat janin kurang dari 2.499 gram
Persalinan aterm
Persalinan antara umur hamil 37-42 minggu
Berat janin di atas 2.500 gram
Persalinan serotinus
Persalinan melampaui umur hamil 42 minggu
Pada janin terdapat tanda post maturitas
Persalinan presipitatus adalah partus yang berlangsung cepat kurang dari 3 jam

(Manuaba. 1998 : 157-158)


i. Persalinan percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh
bukti tentang ada atau tidaknya diproporsi sefalo pelvik (Mochtar. 1998 : 91)

C. Sebab sebab yang Menimbulkan Persalinan (Mochtar, 1998)


Apa yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanya
merupakan teori teori kompleks antara lain :
1. Teori penurunan hormone
Terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron pada 1-2 minggu sebelum
partus dimulai. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan
2

menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron
turun.
2. Teori plasenta menjadi tua
Hal tersebut akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang
menyebabkan kekejangan pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
3. Teori distensi rahim
Rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim,
sehingga mengganggu sirkulasi utero-plasenter.
4. Teori iritasi mekanik
Di belakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus Frankerhauser). Bila ganglion ini
digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus.
Induksi partus (Induction of labour)
Partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :
Gagang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis srvikalis dengan tujuan
merangsang fleksus Frankerhauser
Amniotomi : pemecahan ketuban
Oksitosin drip : pemberian oksitosin menurut tetesan per infus
Tanda-Tanda Permulaan Persalinan (Rustam Mochtar, 1998)
Sebelum terjadinya persalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki
bulannya atau minggunya atau harinya yang disebut kala pendahuluan (preparatory
stage of labor). Ini memberikan tenda-tanda sebagai berikut :
1. Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul
terutama pada primigravida. Pada multipara tidak begitu kentara.
2. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.
3. Perasaan sering-sering atau susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian
terbawah janin.
4. Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari
uterus, kadang-kadang disebut false labor pains.
5. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah bisa bercamput
darah (bloody show).
Tanda tanda Inpartu
Inpartu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan. Tanda-tanda inpartu
adalah:
1. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
2. Keluar lender bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil
pada serviks.
3. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
3

4. Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan pembukaan telah ada.


Faktor-faktor Persalinan
Faktor-faktor yang terlibat dalam persalinan menurut Farrer (1999), adalah:
1. Power (kekuatan yang mendorong janin keluar):
His (kontraksi uterus): gerakan memendek dan menebal otot-otot rahim yang terjadi

untuk sementara waktu.


Retraksi: pemendekan otot-otot rahim yang menetap setelah terjadi kontraksi
Tenaga sekunder (mengejan): kontraksi otot-otot dinding perut dan diafragma serta
ligmentous action terutama ligament rotundum

2. Passages (jalan lahir): tulang panggul, serviks, vagina dan dasar panggul
3. Passenger (janin): kepala janin, plasenta, selaput dan cairan ketuban.
D. Mekanisme Persalinan
Kala Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu :
1. Kala I
Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga mencapai
pembukaan lengkap (10 cm).
2. Kala II
Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.
3. Kala III
Dimulai sejak lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban.
4. Kala IV
Dimulai dari setelah lahirnya plasenta sampai 1-2 jam pertama post partum.
Fisiologi Persalinan
1. Kala I (kala pembukaan)
Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga mencapai
pembukaan lengkap (10 cm). Persalinan kala satu dibagi menjadi 2 fase yaitu :
a. Fase laten
Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks
secara bertahap. Pada fase ini pembukaan serviks berlangsung lambat, mulai 0-3 cm
berlangsung dalam 7-8 jam.
b. Fase aktif

Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat/
memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama
40 detik atau lebih. Serviks membuka dari 3 ke 10 cm, biasanya dengan kecepatan 1 cm
atau lebih perjam dan terjadi penurunan bagian terbawah janin. Dapat dibedakan menjadi
tiga fase :
Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, dari pembukaan 3 cm 4 cm
Periode dilatasi maksimal : berlangsung 2 jam, perbukaan berlangsung cepat menjadi

9 cm
Periode deselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan berlangsung lambat menjadi 10
cm/lengkap

Fase-fase yang dikemukakan di atas dijumpai pada primi gravida. Bedanya dengan multi
gravida ialah :
Primi

Serviks mendatar (effacement) dulu baru dilatasi


Berlangsung 13-14 jam

Multi

Mendatar dan membuka bisa bersamaan


Berlangsung 6-7 jam.

Perubahan pada kala I :


a. Perubahan keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim
Dalam persalinan perbedaan antara segmen atas rahim dan segmen bawah rahim
tampak lebih jelas lagi.
1) Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya
bertambah tebal dengan majunya persalinan
2) Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis dengan
majunya persalinan karena diregang
b. Perubahan bentuk rahim
Pada tiap kontraksi sumbu panjang rahim bertambah panjang sedangkan ukuran yang
melintang maupun ukuran muka belakang berkurang.
c. Perubahan faal ligamentum rotundum
Ligamentum rotumdum otot-otot polos dan kalau uterus berkontraksi. Otot-otot
ligamentum rotundum ikut berkontraksi hingga ligamentum rotundum menjadi
pendek.
d. Perubahan pendataran dari serviks

Pendataran terutama nampak pada portio yang makin pendek dan akhirnya rata
dengan majunya persalinan dan serviks yang pendek (lebih dari setengahnya telah
merata) merupakan tanda dari serviks yang matang.
e. Pembukaan dari serviks
Yang dimaksud dengan pembukaan serviks ialah pembesaran dari ostium eksternum
yang tadinya berupa suatu lubang dengan diameter beberapa milimeter menjadi
lubang yang dapat dilalui anak kira-kira 10 am diameternya.
f. Perubahan pada vagina dan dasar panggul
Dalam kala I ketuban ikut meregangkan bagian atas vagina mengalami perubahan
menjadi bertambah meregang sehingga dapat dilalui anak. Setelah ketuban pecah
segala perubahan terutama pada dasar panggul ditimbulkan oleh bagian depan anak.
Oleh bagian depan yang maju itu, dasar panggul diregang menjadi saluran dengan
dinding yang tipis.
g. Perubahan pada anus
Dari luar, peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan
menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka.
2. Kala II
Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan
berakhir dengan lahirnya bayi. Kala dua dikenal juga sebagai kala pengeluaran. Ada
beberapa tanda dan gejala kala dua persalinan :
Ibu merasakan keinginan meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi
Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rectum dan atau vaginanya.
Perineum terlihat menonjol
Vulva-vagina dan sfingter ani terlihat membuka
Peningkatan pengeluaran lender dan darah
Diagnosis kala dua persalinan dapat ditegakkan atas dasar hasil pemeriksaan dalam yang
menunjukkan :
Pembukaan serviks telah lengkap
Terlihatnya bagian kepala bayi pada introitus vagina
Perubahan/gerakan anak pada persalinan :
1) Turunnya kepala
Turunnya kepala dapat dibagi dalam :
a. Masuknya kepala dalam pintu atas panggul
Pada primi gravida sudah terjadi pada bulan terakhir dari kehamilan tetapi pada
multigravida biasanya baru terjadi pada permulaan persalinan.
b. Masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis
melintang dan dengan fleksi yang ringan
6

c. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah-tengah jalan lahir, ialah tepat diantaranya
symphysis dan promontorium, maka dikatakan kepala dalam synclitsmus
d. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphisis atau agak ke belakang
mendekati promontorium, maka kita hadapi asynclitismus
Asynclitismus posterior
Kalau sutura sagitalis mendekati symphisis dan os parietale belakang lebih

rendah dari os parietale depan.


Asynclitismus anterior
Kalau sutura sagitalis mendekati promontorium sehingga os parietale depan

lebih rendah dari os parietale belakang.


2) Majunya kepala
Pada primi gravida majunya kepala terjadi setelah kepala masuk ke dalam rongga
panggul dan biasanya baru mulai pada kala II. Pada multi gravida sebaliknya majunya
kepala dan masuknya kepala dalam rongga panggul terjadi bersamaan.
3) Fleksi
Dengan majunya kepala biasanya juga fleksi bertambah hingga ubun-ubun kecil jelas
lebih rendah dari ubun-ubun besar. Fleksi ini disebabkan karena anak didorong maju
dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu atas panggul, serviks, dinding
panggul atau dasar panggul. Akibat dari kekuatan ini ialah terjadinya fleksi karena
momen yang menimbulkan fleksi lebih besar dari momen yang menimbulkan
defleksi.
4) Putaran paksi dalam
Ialah putaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari
bagian depan memutar ke depan ke bawah symphisis. Putaran paksi dalam tidak
terjadi tersendiri tetapi selalu bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi
sebelum kepala sampai ke Hodge III, kadang-kadang baru setelah kepala sampai di
dasar panggul.
5) Ekstensi/defleksi
Disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan
dan atas, sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya. Setelah sub
occiput tertahan pada pinggir bawah symphisis maka lahirlah berturut-turut pada
pinggir atas perineum ubun-ubun besar, dahi, hidung, mulut, dan akhirnya dagu
dengan gerakan ekstensi.
6) Putaran paksi luar
Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak
untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam.
7

7) Ekspulsi
Setelah putaran paksi luar, bahu depan sampai di bawah symphisis dan menjadi
hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan
selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paks jalan lahir.
Lamanya kala II pada primi 1 - 2 jam dan pada multi - 1 jam.
3. Kala III (kala pengeluaran uri)
Kala tiga persalinan dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta.
1) Fisiologi kala tiga
Otot uterus berkontraksi mengikuti berkurangnya ukuran rongga uterus secara tiba
tiba setelah lahinya bayi. Penyusutan ukuran rongga uterus ini menyebabkan
berkurangnya ukuran tempat implantasi plasenta. Karena tempat implantasi menjadi
semakin kecil, sedangkan ukuran plasenta tidak berubah maka plasenta akan
menekuk, menebal kemudian dilepaskan dari dinding uterus. Setelah lepas plasenta
akan turun ke bagian bawah uterus atau bagian atas vagina.
2) Tanda tanda lepasnya plasenta
Perubahan ukuran dan bentuk uterus
Tali pusat memanjang
Semburan darah tiba tiba
Kala III terdiri dari 2 fase :
1) Fase pelepasan uri
Cara lepasnya uri ada beberapa cara :
Schultze :lepasnya seperti kita menutup payung, cara ini paling sering terjadi.
Yang lepas duluan adalah bagian tengah lalu terjadi retroplasental hematoma yang
menolak uri mula-mula pada bagian tengah kemudian seluruhnya. Menurut cara

ini perdarahan ini biasanya tidak ada sebelum uri lahir.


Duncan: lepasnya uri mulai dari pinggir, jadi pinggir uri lahir duluan. Darah akan
mengalir keluar antara selaput ketuban. Atau serempak dari tengah dan pinggir

plasenta.
2) Fase pengeluaran uri
Kustner: dengan meletakkan tangan disertai tekanan pada/di atas simfisis. Tali
pusat diteganggangkan maka bila tali pusat masuk artinya belum lepas, bila diam
atau maju artinya sudah lepas.

Klein: sewaktu ada his, rahim kita dorong, bila tali pusat kembali artinya belum

lepas. Diam atau turun artinya lepas.


Strassman : tegangkan tali pusat dan ketok pada fundus, bila tali pusat bergetar

artinya belum lepas. Tak bergetar artinya sudah lepas.


4. Kala IV
Kala empat persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir selama 2 jam. Kala
IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan postpartum paling sering
terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan, antara lain :
Tingkat kesadaran ibu
Pemeriksaan TTV : tekanan darah, nadi, pernafasan
Kontraksi uterus
Terjadinya perdarahan
Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400 500 cc.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
Primi
Multi
Kala I
13 jam
7 jam
Kala II
1 jam
jam
Kala III
jam
jam
Lama persalinan : 14 jam
7 jam
(Mochtar, 1998 : 97)
E. Jalannya Persalinan Secara Klinis/Penatalaksanaan
Kala I
Persalinan kala I mempunyai tenggang waktu panjang yang memerlukan kesabaran
parturien dan penolong. Mental penderita perlu dipersiapkan agar tidak cepat putus asa
dalam situasi menunggu disertai sakit perut karena his yang semakin lama makin
bertambah kuat.
Tindakan yang perlu dilakukan adalah :
1. Memperhatikan kesabaran parturien
2.

Melakukan pemeriksaan tekanan darah, nadi, temperatur dan pernapasan berkala


sekitar 2-3 jam

3. Pemeriksaan djj setiap - 1 jam


4. Memperhatikan keadaan kandung kemih agar selalu kosong
5. Memperhatikan keadaan patologis :

Meningkatnya lingkaran Bandle


9

Ketuban pecah sebelum waktu atau disertai bagian janin yang menumbung
Perubahan djj
Pengeluaran mekonium pada letak kepala
Keadaaan his yang bersifat patologis
Paerubahan posisi atau penurunan bagian terendah janin

6. Parturien tidak diperkenankan mengejan


(Manuaba, 1998 : 175)
Kala II
Ada beberapa tanda dan gejala kala II persalinan :

Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi


Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rektum dan atau vaginanya
Perineum menonjol
Vulva, vagina dan spincter ani membuka
Peningkatan pengeluaran lendar darah

Diagnosis kala II persalinan dapat ditegakkan atas dasar hasil pemeriksaan dalam yang
menunjukkan :
Pembukaan seviks telah lengkap atau
Terlihatnya bagian kepala bayi pada introitus vagina (APN, 2002)
Kala III
Setelah lahirnya bayi, otot uterus miometrium berkontraksi mengikuti berkurangnya
ukuran rongga uterus secara tiba-tiba. Penyusutan ukuran rongga uterus ini menyebabkan
berkurangnya ukuran tempat implantasi plasenta, sedangkan ukuran plasenta tidak
berubah, maka plasenta akan menekuk, menebal, kemudian dilepaskan dari dinding
uterus.
Tanda-tanda pelepasan plasenta :
1. Perubahan bentuk dan tinggi fundus uteri
2. Tali pusat memanjang
3. Semburan darah tiba-tiba
Manajemen aktif kala III
Keuntungan manajemen aktif kala III :
1. Kala III persalinan lebih cepat
2. Mengurangi jumlah kehilangan darah
3. Mengurangi kejadian retensio plasenta
10

Langkah utama manajemen aktif kala III :


1. Pemberian oksitosin
Letakkan kain bersih di atas perut ibu dan periksa uterus untuk memastikan tidak

ada bayi yang lain


Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik
Selambat-lambatnya dalam waktu 2 menit setelah bayi lahir segera suntikkan

oksitosin 10 unit IM pada sepertiga paha kanan bagian luar


2. Lakukan penegangan tali pusat terkendali
Satu tangan diletakkan pada korpus uteri tepat di atas symphisis pubis
Tangan yang lain memegang tali pusat dekat vagina dan melakukan tarikan tali

pusat terus menerus dalam tegangan yang sama selama kontraksi


Begitu plasenta terlepas, keluarkan dari jalan lahir dengan menggerakkan tangan

atau klem pada tali pusat ke arah bawah, lurus dan ke atas
Setelah plasenta terlihat di vagina, kita tanggap dan perlahan memutar plasenta

searah jarum jam untuk mengeluarkan selaput ketuban


3. Pemijatan fundus uteri
Dengan lambat tapi mantap, gerakkan tangan secara memutar pada fundus uteri
sehingga uterus berkontraksi
Macam-macam pelepasan plasenta :
1. Secara Schultzel
Pelepasan dimulai dari bagian tengah plasenta, bagian plasenta yang nampak pada
vulva ialah bagian fetal. Perdarahan tidak ada sebelum plasenta lahir.
2. Secara Duncan
Pelepasan mulai dari pinggir plasenta, plasenta lahir dengan pinggirnya terlebih
dahulu, yang nampak di vulva ialah bagian maternal. Perdarahan sudah ada sejak
bagian dari plasenta terlepas.
Perasat untuk mengetahui lepasnya plasenta :
1. Kustner
Dengan meletakkan tangan disertai tekanan di atas symphisis, tali pusat ditegangkan,
maka bila tali pusat masuk berarti belum lepas, diam atau maju atau bertambah
panjang berarti sudah lepas.
2. Klein
Sewaktu ada his rahim kita dorong sedikit pada daerah fundus, bila tali pusat kembali
masuk berarti belum lepas, diam atau turun atau bertambah panjang berarti sudah
lepas.
3. Stassman
11

Tegangkan tali pusat dan ketok pada fundus uteri, bila tali pusat bergetar berarti
belum lepas, tidak bergetar berarti sudah lepas (Mochtar. 1998 : 107-108).
Kala IV
Kala IV dimulai dari lepasnya plasenta dan selaput ketuban. Observasi yang ketat
dilakukan selama 2 jam post partum.
Observasi yang dilakukan :
1. Kesadaran penderita
2. Pemeriksaan yang dilakukan
Tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan
Kontraksi rahim
Perdarahan
Kandung kemih
F. Faktor-faktor yang Berperan Dalam Persalinan
1. Passage
Adalah jalan lahir yang meliputi rangka panggul, dasar panggul, uterus dan vagina. Agar
passanger yaitu isi uterus dapat melalui jalan lahir tanpa rintangan maka jalan lahir
tersebut harus normal.
2. Passanger
Adalah anak, air ketuban dan plasenata sehingga isi dari uterus yang akan dilahirkan agar
persalinan berjalan dengan lancar maka faktor passanger harus normal.
3. Power
Adalah tenaga untuk melahirkan yaitu kontraksi uterus atau his dari tenaga mengedan ibu
untuk mengadakan persalinan yang normal, maka tenaga ibu harus normal juga.
4. Psikologi ibu
Keadaan emosi ibu, suasana hatinya, adanya konflik, anak diinginkan atau tidak.
5. Penolong
Dokter atau bidan yang menolong persalinan dengan pengetahuan dan ketrampilan dan
seni yang dimiliki (Mochtar.1998 : 75).

12

Patofisiologi Penyimpangan KDM Persalinan Normal


KALA I

KALA II

Estrogen / estrogen

Kontraksi uterus semakin meningkat

oxitosin

Serviks dilatasi optimal

Kontraksi uterus

Bagian terendah anak menurun

Iskemia uterus

Menekan pirenium kepala


menonjol di vulvula

Penurunan bagian
terendah janin

Tekanan pada saraf ganglion yang


mengelilingi uterus dan vagina

Penambahan dilatasi
serviks

Rangsangan ke korteks serebri

Peregangan otot polos

nyeri

Menekan ujung saraf


stress
Korteks
serebri
Nyeri
sensoris

primipara

ansietas

Kurangnya
informasi
stressansietas

13

Khawatir

KALA III terhadap

keselamatan
Kontraksi uterus bayinya

Iskemi otot-otot uterus

Miometrium bekas implantasi


plasenta terbuka

Kavum uteri mengecil

Menekan ujung saraf sensori

Korteks serebri
Terjadi perdarahan

Nyeri dipersepsikan
Resiko kekurangan volume cairan

Nyeri

14

KALA IV
Lahirnya janin dan plasenta

Robekan perineum dan hematoma liang vagina

Kontinuitas jaringan terputus

Menekan saraf ganglion yang


mengelilingi uterus dan vagina

Plasenta terlepas

Rangsangan ke korteks serebri

Bekas implantasi plasenta


terbuka

Nyeri

perdarahan

Resiko kekurangan volume


cairan
Kuman pathogen dari luar
15
Reaksi jaringan terhadap
Resiko terhadap infeksi
infiltrasi kuman patogen

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


1. KALA I
Pengkajian
Nama, umur, dan alamat
Gravida dan para
Hari pertama haid terakhir (HPHT)
Riwayat alergi obat
Riwayat kehamilan sekarang: ANC, masalah yang dialami selama kehamilan seperti
perdarahan, kapan mulai kontraksi, apakah gerakan bayi masih terasa, apakah selaput
ketuban sudah pecah? Jika ya, cairan warnanya apa? Kental/ encer? Kapan pecahnya?
Apakah keluar darah pervagina? Bercak atau darah segar? Kapan ibu terakhir makan dan

minum? Apakah ibu kesulitan berkemih?


Riwayat kehamilan sebelumnya
Riwayat medis lainnya seperti hipertensi, pernafasan
Riwayat medis saat ini (sakit kepala, pusing, mual, muntah atau nyeri epigastrium)
Pemeriksaan fisik
- Tunjukkan sikap ramah
- Minta mengosongkan kandung kemih
- Nilai keadaan umum, suasana hati, tingkat kegelisahan, warna konjungtiva,
-

kebersihan, status gizi, dan kebutuhan cairan tubuh


Nilai tanda tanda vital (TD, Nadi, suhu, dan pernafasan), untuk akurasi lakukan
pemeriksaan TD dan nadi diantara dua kontraksi.
Pemeriksaan abdomen
o Menentukan tinggi fundus
16

o Kontraksi uterus
Palpasi jumlah kontraksi dalam 10 menit, durasi dan lamanya kontraksi
Memantau denyut jantung janin (normal 120-160x/menit)
Menentukan presentasi (bokong atau kepala)
Menentukan penurunan bagian terbawah janin
Pemeriksaan dalam
o Nilai pembukaan dan penipisan serviks
o Nilai penurunan bagian terbawah dan apakah sudah masuk rongga panggul
o Jika bagian terbawah kepala, pastikan petunjuknya.
2. KALA II
Pengkajian
1) Aktivitas /istirahat
adanya kelelahan, ketidak mampuan melakukan dorongan sendiri/ relaksasi.
Letargi.
Lingkaran hitam di bawah mata.
2) Sirkulasi: tekanan darah dapat meningkat 5-10mmHg diantara kontraksi.
3) Integritas Ego
Respon emosional dapat meningkat.
Dapat merasa kehilangan control atau kebalikannya seperti saat ini klien terlibat
mengejan secara aktif.
4) Eleminasi.
Keinginan untuk defikasi, disertai tekanan intra abdominal dan tekanan uterus.
Dapat mengalami rabas fekal saat mengejan.
Distensi kandung kemih mungkin ada , dengan urine dikeluarkan selama upaya
mendorong.
5) Nyeri/ Ketidak nyamanan
Dapat merintih/ meringis selama kontraksi.
Amnesia diantara kontraksi mungkin terlihat.
Melaporkan rasa terbakar/ meregang dari perineum.
Kaki dapat gemetar selama upaya mendorong.
Kontraksi uterus kuat terjadi 1,5 2 mnt masing-masing dan berakhir 60-90 dtk.
Dapat melawan kontraksi , khususnya bila tidak berpartisipasi dalam kelas kelahiran
anak.
6) Pernafasan: peningkatan frekuensi pernafasan.
7) Keamanan
Diaforesis sering terjadi.
Bradikardi janin dapat terjadi selama kontraksi
8) Sexualitas
Servik dilatasi penuh( 10 cm) dan penonjolan 100%.
Peningkatan penampakan perdarahan vagina.
17

Penonjolan rectal/ perineal dengan turunnya janin.


Membrane mungkin rupture pada saat ini bila masih utuh.
Peningkatan pengeluaran cairan amnion selama kontraksi.
Crowning terjadi, kaput tampak tepat sebelum kelahiran pada presentasi vertex
3.
KALA III
Pengkajian
1) Aktivitas/istirahat : Perilaku dapat direntang dari senang sampai keletihan.
2) Sirkulasi
Tekanan darah meningkat saat curah jantung meningkat kemudian kembali ke tingkat
normal dengan cepat.
Hipotensi dapat terjadi sebagai respon terhadap analgesik dan anastesi.
Frekuensi nadi lambat pada respon terhadap perubahan jantung.
3) Makanan/cairan: kehilangan darah normal 200-300ml.
4) Nyeri/ketidaknyamanan: inspeksi manual pada uterus dan jalan lahir menetukan adanya
robekan atau laserasi. Perluasan episiotomi atau laserasi jalan lahir mungkin ada.
5) Seksualitas: darah yang berwarna hitam dari vagina terjadi saat plasenta lepas dari
endometrium, biasanya dalam 1-5 menit setelah melahirkan bayi. Tali pusat memanjang
pada muara vagina. Uterus berubah dari discoid menjadi bentuk globular.
6) Pemeriksaan fisik
Kondisi umum ibu: tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu tubuh), status

mental klien.
Inspeksi: perdarahan aktif dan terus menerus sebelum atau sesudah melahirkan

plasenta.
Palpasi: tinggi fundus uteri dan konsistensinya baik sebelum maupun sesudah
pengeluaran plasenta.

4. KALA IV
Pengkajian
1) Aktivitas / Istirahat Pasien tampak berenergi atau keletihan / kelelahan, mengantuk
2) Sirkulasi
Nadi biasanya lambat (50 70x / menit) karena hipersensitivitas vagal
TD bervariasi : mungkin lebih rendah pada respon terhadap analgesia / anastesia,
atau meningkat pada respon terhadap pemeriksaan oksitosin atau hipertensi

karena kehamilan
Edema : bila ada mungkin dependen (misal : pada ekstremitas bawah), atau dapat
juga pada ekstremitas atas dan wajah atau mungkin umum (tanda hipertensi pada

kehamilan)
Kehilangan darah selama persalinan dan kelahiran sampai 400 500 ml untuk
kelahiran per vagina atau 600-800 ml untuk kelahiran sesaria
18

3)

Integritas Ego
Reaksi emosional bervariasi dan dapat berubah-ubah misal : eksitasi atau perilaku
menunjukkan kurang kedekatan, tidak berminat (kelelahan), atau kecewa Dapat
mengekspresikan masalah atau meminta maaf untuk perilaku intrapartum atau

4)

kehilangan kontrol, dapat mengekspresikan rasa takut mengenai kondisi bayi baru
Eleminasi
Hemoroid sering ada dan menonjol
Kandung kemih mungkin teraba di atas simpisis pubis atau kateter urinarius

mungkin dipasang
Diuresis dapat terjadi bila tekanan bagian presentasi menghambat aliran urinarius

5)

dan atau cairan IV diberikan selama persalinan dan kelahiran.


Makanan/Cairan

6)

Dapat mengeluh haus, lapar, mual


Neurosensori
Hiperrefleksia mungkin ada (menunjukkan terjadinya dan menetapnya hipertensi,

7)

khususnya pada pasien dengan diabetes mellitus, remaja, atau pasien primipara)
Nyeri/Ketidaknyamanan
Pasien melaporkan ketidaknyamanan dari berbagai sumber misalnya setelah nyeri,
trauma jaringan / perbaikan episiotomi, kandung kemih penuh, atau perasaan dingin /

8)

9)

otot tremor dengan menggigil


Keamanan
Pada awalnya suhu tubuh meningkat sedikit (dehidrasi)
Perbaikan episiotomi utuh dengan tepi jaringan merapat
Seksualitas
Fundus keras berkontraksi, pada garis tengah dan terletak setinggi umbilicus
Drainase vagina atau lokhia jumlahnya sedang, merah gelap dengan hanya

beberapa bekuan kecil


Perineum bebas dari kemerahan, edema, ekimosis, atau rabas
Striae mungkin ada pada abdomen, paha, dan payudara
Payudara lunak dengan puting tegang
10) Penyuluhan/Pembelajaran
11)

Catat obat-obatan yang diberikan, termasuk waktu dan jumlah


Pemeriksaan Diagnostik
Hemoglobin / Hematokrit (Hb/Ht), jumlah darah lengkap, urinalisis. Pemeriksaan lain
mungkin dilakukan sesuai indikasi dari temuan fisik.

19

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito,

L.

J.

2001.

Diagnosa

Keperawatan

Edisi

8.

Jakarta

EGC.

Doenges & Moorhouse. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi: Pedomaan Untuk


Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien. Jakarta. EGC
Farrer

H.

1999.

Perawatan

Maternitas.

Edisi

2.

Jakarta.

EGC

Hanifa Wiknjosastro, Prof. dr. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Henderson

&

Jones.

2006.

Buku

Ajar

Konsep

Kebidanan.

Jakarta

EGC.

Mochtar R, Prof. dr. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC


NANDA 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan. Jakarta. Prima Medika.
Waspodo, dkk. 2007. Asuhan Persalinan Normal, Buku Acuan. Jakarta : Jaringan Nasional
Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi.
_______. 2013. DIAGNOSIS KEPERAWATAN Definisi dan Klasifikasi 2012-1014. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.\
Prof.Dr. Rustam Mochtar.MPH 1998. SINOPSIS OBSTETRI Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Dr.Taufan Nugruho OBSGYN Cetakan I Penerbit Buku : Nuha Medika.
Wilkinson M. Judith dan Ahern R. Nancy. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
20

http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/4s1kedokteran/207311166ANEH/BAB%20II.pdf

(diakses

pada tgl 8 Juni 2015)


http://www.scribd.com/doc/39629166/askep-ibu-hamil-normal-pada-trimester-pertama

(diakses

pada tgl 8 Juni 2015)

21