Anda di halaman 1dari 1

Terapi Farmakologis

Terapi farmakologis pasien menggunakan prinsip 4T 1W


1. Tepat indikasi
Berdasarkan assement tersebut diketahui bahwa pasien terindikasi diare akut.
Sehingga perlu diberikan terapi untuk indikasi diare akut. Pilihan terapi yang
digunakan untuk indikasi diare antara lain antimotilitas, adsorbents, antisekretori,
antibiotic, enzim, dan mikroflora intestinal (Dipiro, ).
Obat-obat yang mampu

2. Tepat Obat
Terapi diare pada pasien menurut algoritma terapi tersebut, pasien mengalami
gejala diare akut, diare < 3 hari, selanjutnya dilakukan pemeriksaan apakah disertai
dengan demam atau tidak. Suhu badan panas tetapi belum mencapai kriteria
demam. Apabila masuk dalam kategori demam maka dilakukan pemeriksaan
kandungan feses. Keluhan pasien mencantumkan bahwa feses yang dikeluarkan
terdiri dari ampas dan air tanpa disertai darah dan lendir. Hal tersebut menunjukkan
hasil yang negatif terhadap demam, darah dan lendir, sehingga alur terapi yang
digunakan adalah terapi simtomatik. Terapi simtomatik yaitu dengan
urutan
memberikan pengganti elektrolit tubuh, pemberian antidiare dan melakukan diet
(Dipiro,).
Pemberian penggantian elektrolit tubuh pada pasien ini dengan pemberian cairan
intravena Ringer Lactat atau NaCl 0,9 % (Kemenkes, 2011). Pemilihan cairan
intravena dilakukan karena pasien mengalami vomiting profus, sehingga apabila
diberikan ORS (Oral Rehidrasi Solution) menjadi kurang efektif. Vomiting profus yang
terjadi karena pasien mengalami hipermotilitas pada usus sehingga digunakan obat
antimotilitas seperti Loperamide dan Difenoksilat, akan tetapi karena pasien
tersebut merupakan pasien pediatric berusia 18 bulan penggunaan kedua obat
tersebut tidak dianjurkan. Hal tersebut karena obat jenis ini dapat menghambat
pergerakan usus sehingga racun (yang dikeluarkan oleh kuman penyebab diare)
yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh menjadi tertahan sehingga dapat
membahayakan tubuh (Anonim, 2013). Oleh sebab itu, dilakukan penggantian obat
antimotilitas dengan menggunakan Zinc yang terbukti lebih aman dan baik untuk
pengobatan diare, serta untuk mempercepat penyembuhan (Kemenkes, 2011).

Atia AN, Buchman AL. Oral rehydration solutions in non-cholera diarrhea: A review. Am J Gastroenterol.
2009;104:2596-604