Anda di halaman 1dari 5

A.

Definisi Manajemen Usaha Tani


1. Arti Perkata
a. Arti Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan. (Stoner)
b. Arti Usaha Tani
Usahatani adalah suatu organisasi produksi dimana petani sebagai
pelaksana mengorganisasi alam, tenaga kerja dan modal ditunjukkan
pada produksi di sektor pertanian, baik berdasarkan pada pencarian
laba atau tidak. Keadaan alam serta iklim juga mempunyai pengaruh
pada proses produksi. Untuk mencapai hasil produksi diperlukan
pengaturan yang cukup intensif dalam penggunaan biaya, modal dan
faktor-faktor lain dalam usahatani (Hernanto, 1996).
2. Arti Secara Umum
Manajemen Usahatani adalah kemampuan petani
mengorganisir,

dan

mengkoordinasi

faktor-faktor

menentukkan,
produksi

yang

dikuasainya sebaik-baiknya dan mampu memberikan produksi pertanian


sebagaimana yang diharapkan. Ukuran dari keberhasilan pengelolaan itu
adalah produktivitas dari setiap faktor maupun produktivitas dari
usahanya. (Hernanto, 1996).
B. Ruang Lingkup
Ilmu usahatani merupakan upaya penelaahan tritunggal yaitu manusia
(petani), lahan dan tanaman/hewan, maka ruang lingkup ilmu ini menyangkut
aspek manusia (sosial), lahan (kimia, fisika) serta tanaman/hewan (aspek
budidaya). Menurut Timmer (1947) mengatakan bahwa ilmu usahatani itu
merupakan penghubung antara ilmu teknik pertanian dengan sosialekonomi
pertanian.
Dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini:

Ilmu Sosial dan Ekonomi

Ilmu Usahatani

Ilmu Teknik Perta

Ilmu Sosiologi
Manusia petani

Ilmu Tanah, pemupukan, klimatologi, p


Lahan

Ilmu Tataniaga
Ilmu Ekonomi Pertanian
Pembiayaan usahatani

Tanaman/ternak/
ikan

Ilmu organisasi
Ilmu hama penyak

Gambar 1 . Hubungan Ilmu Usahatani dengan ilmu yang lainnya


Dalam analisis ilmiah konvensional, usahatani dibagi dalam berbagai macam
disiplin dan dipandang dengan sudut profesional dari ahli agronomi, nutrisi,
ternak, ekonomi, sosial dan lain-lain. Sebaliknya, petani justru tidak memiliki
bidang keahlian khusus, mereka menganggap usahatani sebagai suatu
keselurahan , jika kita ingin memahami bagaimana usahatani berfungsi dan
bagaimana keputusan usahatani diambil, kita harus melihat usahatani sebagai
suatu sistem. Usahatani bukanlah sekadar kumpulan tanaman, hewan,
peralatan, tenaga kerja, namun merupakan suatu jalinan yang kompleks
dengan pengaruh-pengaruh lingkungan dan input-input yang harus dikelola
petani sesuai dengan kemampuannya.
C. Sejarah Usaha Tani
1. Sejarah Usaha Tani di Dunia

Sejarah pertanian/ usaha tani diawali pada era neolitik di daerah Timur
Tengah di lembah sungai Nil (Tigris - Euphrates) sekitar 10.000- 12.000
tahun yang lalu yang kemudian menyebar ke Eropa ( 6000 tahun SM),
Sudan dan Mesir (3000-4000 SM) sedangkan di Asia Tenggara dan Asia
Timur sekitar 2500-3000 SM. Di daerah Timur Tengah sistem irigasi
dikenal di delta sungai Tigris sekitar tahun 4500 SM dan sejak tahun 3000
SM bajak sudah dikenal di Mesir dan lrak. Di Timur Tengah sebelum
bertani dan beternak mereka berburu binatang dulu, tetapi di lndonesia
dimulai dengan bercocok tanam dulu baru kemudian berburu binatang.
Negeri Cina merupakan sentral utama pertanian Asia Timur dimana sistem
irigasi telah ada sejak tahun 150 SM dan bajak sudah dikenal sekitar tahun
200 SM. Di Amerika, pusat pertanian tertua adalah Meksiko Selatan yang
berkembang sekitar tahun 6000 SM yang menjadi perintisnya adalah orang
lndian.
2. Sejarah Usaha Tani di Indonesia
a. Ladang Berpindah
Ladang berpindah yaitu jika tanah pertaniannya mulai merosot
kesuburannya, maka seluruh kelompok tersebut berpindah lahan
pertanian, sehingga berpindah pula tempat bermukim. Setiap tiga tahun
mereka berpindah, sistem pertanian tersebut dikenal dengan nama
berladang yang berpindah-pindah (shifting cultivation). Lahan yang
ditinggalkan dijadikan belukar agar kembali subur.
b. Sistem Bersawah dan Ladang (Menetap)
Kemudian sistem bersawah di temukan, orang mulai bermukim
ditempat yang tetap. Pada persawahan ini belum mengenal bajak,
pengolahan tanah dikenal dengan cara menginjak-injak tanah basah
sampai menjadi lumpur.
Walaupun usaha tani persawahan sudah dimulai, namun usaha tani
secara berladang yang berpindah-pindah belum ditinggalkan, selain
dengan persawahan masyarakat mengusahaan jenis tanaman yang
dilakukan disekeliling tempat tinggal sehingga dengan demikian lahir
sistem usaha tani pekarangan, sedangkan yang semula diusahakan
secara berladang mulai dijadikan tegalan yang permanen.

c. Tanam Paksa
Tahun 1830, Van Den Bosch sebagai gubernur Jendral Hindia
Belanda mendapatkan tugas rahasia untuk meningkatkan ekspor dan
muncullah yang disebut tanam paksa. Dengan adanya tanam paksa
para pertani

menanam tanaman bebas, mereka mengusahakan

pertanian di atas tanah yang luas, menggunakan modal besar dan


usahanya ditetapkan di bawah pimpinan yang ahli dengan menikmati
lindungan

dari

pemerintah

Hindia

Belanda.

Maka

tidaklah

mengherankan, bahwa perusahaan perkebunan ini memperoleh


keuntungan yang luar biasa besarnya. Petani-petani Indonesia hanyalah
buruh dengan upah yang sangat rendah. Hal berlangsung terus hingga
zaman penjajahan berakhir.
d. Setelah Indonesia Merdeka
Setelah itu mulailah muncul suatu usaha pertanian yang sehat yang
menguntungkan petani dengan di tandai munculnya undang-undang
agraria, hak atas penggunaan air, dan tanah seperti dalam UUD45
pasal 33, dan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah seperti
irigasi, jalan yang menunjang kelancaran kegiatan pertanian.
Penyuluhan-penyuluhan pertanian, lembaga penelitian pertanian
bermanfaat

bagi

petani

khususnya

dalam

peningkatan

hasil

pertaniannya.
e. Pada Tahun 1970-an
Pada permulaan tahun 1970-an pemerintah Indonesia meluncurkan
suatu program pembangunan pertanian yang dikenal secara luas
dengan program Revolusi Hijau yang dimasyarakat petani dikenal
dengan program BIMAS. Tujuan utama dari program tersebut adalah
meningkatkan produktivitas sektor pertanian
f. Pada Tahun 1990-an
Metodologi penelian sistem usaha pertanian terus diesempurnakan
mencakup: (1) keterlibatan petani dan penyuluh dalam penelitian; (2)
percepatan transfer inovasi teknologi kepada pengguna melalui temu
lapang dan berbagai meda diseminasi serta promosi yang ditetapkan;
(3) studi secara intensif berkaitan dengan adopsi dan dampak dari

penerapan inovasi teknologi; (4) penelitian pengembangan inovasi


teknologi matang yang dilakukan pada skala luas (penelitian sistem
usahatani (SUT) dan sistem usaha pertanian (SUP) dengan perspektif
sistem usahatani yang dilakukan oleh BPTP)
g. Pada Tahun 1998
Pada periode ini usahatani di Indonesia mengalamai keterpurukan
karena adanya krisis. Kredit pertanian dicabut, suku bunga kredit
membumbung tinggi sehingga tidak ada kredit yang tersedia ke
pertanian.
Keterpurukan pertanian di Indonesia akibat krisis moneter
membuat pemerintah dalam hal ini departemen pertanian sebgai Stake
holder pembangunan pertanian mengambil suatu keputusan untuk
melindungi sektor agribisnis yaitu pembangunan sistem dan usaha
agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan
terdesentralisasi.
h. Sekarang
Saat ini di arahkan ke pembangunan pertanian berkelanjutan
(Sustainable Agriculture) pertanian organik.

DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen.Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
Hernanto, F. 1996. Ilmu Usaha Tani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Nurmala, Tati dkk. 2012. Pengantar Ilmu Pertanian. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Shinta, Agustina. 2011. Ilmu Usahatani. Malang: Universitas Brawijaya Press.