Anda di halaman 1dari 8

Bismillahirrahmaanirrahiim..

INFEKSI PARASIT PADA GINJAL DAN CAIRAN TUBUH

Parasit yang akan dibahas pada materi kali ini adalah :


-

Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
Wuchereria bancrofti
Schistosoma haematobium

trofozoi
t

Ini lho schizont

Kenalan dulu ya satu-satu... tak kenal maka kenalan...

Plasmodium falciparum
Parasit ini termasuk jenis yang paling patogen pada
manusia diantara teman-temannya sesama Plasmodium. Ia
mampu menginfeksi 30-40% sel darah merah manusia.
Siklus hidup parasit pada manusia itu terdiri dari :

Primary exoerythrocytic schizogony

Erythrocytic schizogony pada fase ini Plasmodium


falciparum terdapat di kapiler organ internal (limpa,
sumsum tulang, otak, ginjal, usus halus, hati, dan
plasenta)

Gametogony

Secondary exoerythrocytic schizogony

Nah, sekarang cerita tentang kisah hidup si Plasmodium sp.


Plasmodium itu sebuah protozoa yang memiliki dua fase
hidup, yaitu fase seksual dan aseksual. Fase aseksual
terdapat di manusia sedangkan fase seksualnya terdapat di
nyamuk Anopheles betina.
Fase aseksual dimulai ketika nyamuk Anopheles betina
yang telah terinfeksi menginjeksi saliva ke kapiler darah
manusia (ketika manusia digigit nyamuk). Saat itu,
sporozoite masuk ke dalam sistem sirkulasi tubuh
kemudian ke hati dan menginfeksi sel-sel hati. Lalu,
sporozoit mengalami pembelahan secaara aseksual yang
disebut schizogony (schizo = membelah, gone = benih).
Schizont memiliki sifat intinya cepat membelah yang
kemudian akan membentuk merozoite. Karena cepat
membelah, maka schizont pun pecah dan merozoite pun

keluar dan memasuki aliran darah. Fase yang terdapat di


hati dapat disebut Exo-erythrocytic Cycle. Pada
Plasmodium vivax dan P. Ovale, ada fase dorman di hati
yang disebut hypnozoite dan akan aktif kembali pada
beberapa minggu, bulan bahkan tahun pasca infeksi
primer.

menembus gut epithelial cells dan berkembang menjadi


ookista. Pada ookista terdapat replikasi secara aseksual
sehingga menghasilkan sporozoite. Sporozoite pun
menginvasi saliva dan siklus pun terulang kembali. Fase ini
disebut Sporogonic Cycle.

Merozoite menginvasi eritrosit. Didalam eritrosit,


merozoite membentuk vakuola berbentuk cincin (ring
form),kadang-kadang ameboid dan berinti tunggal yang
disebut tropozoite. Tropozoite pun membesar dan intinya
membelah dan akan berubah menjadi schizont matang.
Schizont

pun pecah dan mengeluarkan merozoite lagi. Hal itu akan


terus berulang. Fase ini disebut Erythrocytic Cycle.
Setelah 2 atau 3 generasi erythrocytic cycle, beberapa
tropozoite akan berkembang menjadi gametosit, dimana
akan terbentuk gamet jantan dan gamet betina. Gametosit
terdapat di dalam eritrosit dan ketika nyamuk Anopheles
betina menghisap darah, maka gametosit pun masuk ke
tubuh nyamuk. Gametosit membelah menjadi makrogamet
dan mikrogamet. Terjadi fertilisasi, kemudian menghasilkan
zigot yang berkembang menjadi ookinet. Ookinet

Hospes definitif : Nyamuk Anopheles betina


Hospes perantara : manusia

Patogenesis Plasmodium falciparum


-

kemampuan beramplifikasi sehingga menyebabkan


parasitemia mencapai 30% menginfeksi sel darah
merah. sel darah merah yang awalnya fleksibel
namun setelah terinfeksi plasmodium falciparum
akan menjadi rigid dan akhirnya merusak organorgan yang banyak pembuluh darahnya. Stadium
matang dapat mengubah permukaan eritrosit yang
terinfeksi sehingga dapat bersequestrasi pada
jaringan vaskular.

Sequestration
Dalam 24 jam setelah merozoite menginvasi
eritrosit, tropozoite metur dan schizont
menghilang/sequester dari darah perifer.
Sequestration dari aliran darah perifer menunjukkan
pasien dengan infeksi yang tinggi dan jumlah parasit
yang sedikit di aliran darah perifer.

Cytoadherens

1. Menemukan parasit di dalam urin/darah

Tropozoite matur dan schizont membentuk knobs.


Knobs ini memiliki afinitas untuk menempel di
vaskular endotelium dan sistem organ. Eritrosit yang
telah dapat menempel di eritrosit yang belum
terinfeksi. Setelah menempel akan menghasilkan
sumbatan sehingga menghambat pembuluh darah
kapiler.
-

Plasmodium falciparum merupakan satu-satunya


Parasit penyebab malaria yang juga menyebabkan
gagal ginjal akut. Karena sequestration terjadi di
glomerulus dan interstitial maka hal terseut
menurunkan aliran darah renal dan transportasi
oksigen pada Pf malaria. Apabila hemolisis
intravaskularberlebihan,akan terjadi manifestasi
klinis berupa kencing hitam atau blackwater fever.
Plasmodium dapat meningkatkan kekuatan
patogenitasnya dengan cara meningkatkan

Diagnosis :

2. Serum kreatinin >256 atau urine output < 400


ml/hari
3. Imuno-serology
4. PCR
Untuk Terapi yang dilakukan
-

Transfusi darah

Venovenous haemofiltration untuk dialisis ginjal

Obat anti malaria (quinine, derivat artremisinine)


tapi di Indonesia, obat anti malaria yaitu Pil KINA

Plamodium malariae
Pada P. malariae hanya terdapat satu generasi aseksual
dalam hati sebelum masuk ke dalam siklus erythrocytic.

Stadium erythrocytic yang menetap dalam sirkulasi


mikrokapiler jaringan,menyebabkan short term relaps
(rekrudesensi). Fase pra-eritrosit berlangsung selama 12-16
hari. Fase eritrosit 72 jam. Pada P. malariae (Pm) dan P.
falciparum (Pf) tidak terdapat hipnozoit karena :
-

Pada infeksi Pf dan Pm dapat disembuhkan dengan


obat schizontisida darah saja karena schyzont pada
fase erythrocytic harus dimusnahkan, kalau tidak ia
akan mengeluarkan merozoite lagi dan akan
menginfeksi eritrosit lagi dan siklus akan terus
berulang.

Tidak ditemukan schizont exo-erythrocytic dalam


hati, karena schyzont exo-erythrocytic telah ruptur
dan pada fase exo-erythrocytic hanya terdapat satu
generasi aseksual saja di dalam hati.

Parasit menetap di dalam darah dalam waktu lama,


karena fase exo-erythrocytic dalam darah
berlangsung secara terus-menerus.

Patologi
-

Masa inkubasi Pm selama 18 atau 20-30 hari, dapat


terjadi demam karena merozoite yang menginfeksi
eritrosit. Eritrosit yang dipilih cenderung yang lebih
tua/ lebih matang. Serangan demam lebih teratur
dan terjadi di sore hari. Kelainan ginjal yang terjadi
bersifat menahun dan progresif dengan gejala yang
berat. Jika sudah kronik, maka dapat menyebabkan
sindrom nefrotik dan gagal ginjal.

Diagnosis dan terapi sama seperti Pf.

Wuchereria bancrofti
Merupakan spesies filaria limfatik yang hidup di saluran
kemih. Cacing dewasa hidup dijarigan limfa. Sedangkan
mikrofilaria (anak dari filaria) hidup di sistem limfa, aliran
darah dan urin. Jadi gangguan pada fungsi ginjal dan
saluran kemih merupakan aktifitas dari mikrofilaria.
Siklus hidup

Oiya, cacing ini melahirkan ya bukan bertelur.. kan


namanya aja viviparous microfilariae. Vivipar = melahirkan.
Filaria pada saluran kemih memiliki dua fase:
1. Fase akut
Dari 3 bulan setelah larva masuk, Pm akan
menyerang sistem limfatik dan kejadian ini akan
berulang. Dan pada fase akut ini. Pasien akan
mengalami Chyluria (kencing berwarna keruh
karena terdapat lemak yang berasal dari sistem
limfatik)
2.

Fase kronik
Terjadi orchitis (radang pada testis), epididimitis
(radang pada epididimis), funiculitis (radang pada
funiculus), urethritis (radang pada uretra), dysuria
(sulit dan nyeri saat berkemih), dan chyluria
(terdapat lemak dalam urin).

Tambahan : kalo W. bancrofti manifestasi klinisnya


bengkak, kalo di ekstremitas itu dari kaki sampai ke
pangkal paha dan bila di tangan maka sampai ke armpit.
selain itu juga bisa sampai ke daerah skrotum. sedangkan,
Brugia malayi udemnya dari kaki sampai ke lutut dan bila
di tangan maka udemnya sampai ke siku.
Patogenesis

Diagnosis filariasis :
-

Menemukan mikrofilaria pada darah atau urin pada


cairan chyluria atau hidrokel

Menggunakan teknik ELISA dan ICT

Terapi
-

Antifilarial drugs administration

Surgical
Kelenjar limfa bisa dibuat bypass sebelum kaki gajah
terbentuk,ketika dibuat bypass maka kelenjar getah
beningnya jadi kempis dan udem teratasi tapi jika

sudah terbentuk kaki gajah maka dilakukan tindakan


operasi, kalo kata dr. Fachri ganti kulit..
-

Personal hygiene

Environment hygiene

Schistosoma haematobium
Parasit ini termasuk golongan trematoda dan nama
penyakitnya disebut Schistosomiasis. Jarang ada di
Indonesia. Ada 4 jenis Schistosoma; S. mansoni, S.
japonicum, S. mekongi yang menyebabkan
schistosomiasis di usus, dan S. haematobium yang
menyebabkan schistosomiasis di saluran kemih.
Schistosomiasis di saluran kemih jika sudah kronik maka
dapat merusak ginjal dan sampai menimbulkan kanker.
Infeksi ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu di
Egypt.

janta
n
betin

Nah, itu tadi bentukan cacingnya.. kata dr. Fachri,


cacing ini tuh termasuk cacing yang paling setia
sehidup semati, gimana gak setia dari kecil sampe mati
mereka berdua terus.. so sweet..
S. haematobium ini endemik di Africa dan Midle East.
180 juta orang hidup di daerah endemis dan 50% nya
terinfeksi parasit ini. 70 juta penduduk yang terinfeksi
menderita karena schistosomal hematuria (WHO).
Transmisinya melalui bulinus (keong air yang mirip
tanduk banteng). Biasanya sering menginfeksi orangorang yang bekerja di air, seperti fishermen, petani
yang bekerja di dekat saluran irigasi, anak-anak yang
berenang.
Siklus hidup

Gradual onset; dysuria, hematuria, obstruksi


urethral, obstruktif neuropathy, anuria, dan
elephantiasis penis.

Late; kanker vesika urinaria (squamous cell


carcinoma)

Periode inkubasi

Fase infektif : serkaria


Host intermediate : snail (genus bulinus)
Reservoir : monkey, baboons, simpanzees, sheep, pigs,
nile rats.
Manifestasi klinis :
-

Early; swimmers itch dan local swelling sejak 24


jam setelah terinfeksi selama 4 hari. satu sampai 2
bulan muali timbul demam, hepatitis, pembesaran
hati, limpa, dan nodus limfatikus dan eosinophilia

24 jam rash

1-2 bulan gejala sistemik

3-6 bulan sampai 1 tahun gejala urinary

Beberapa tahun kanker

Patology
S. haematobium infeksi primer di urinary tract dan
secondary di paru-paru. Cacing dewasa hidup di vesical
vasculature / vena vesicular di ginjal. Telur ada di mucosa
dan submucosa vesika urinaria dan bagian bawah ureter.
Fase akut; tidak ada gejala pada 5-10 minggu setelah
infeksi dan reaksi granulomatous yang menyebabkan
uropati obstrukstif akut.
Fase kronik; calcifying dan deforming dari lesi (sandy
patches), sistitis, uretritis, cancer.
Diagnosis test

Terdapat ova (telur) di urin atau pada biopsi di vesika


urinaria, rektum, atau dinding vagina. Urinalisis terdapat
darah di urin. Terdapat anemia, kadar eosinofil tinggi,
platelet low.
Management dan terapi
Praziquantel (20 mg/kg, oral, 3x/hari) atau
metrifonate (10 mg/kg, 1x week every other week, with a
total of 3 doses).
Corticosteroid fase akut
Jika infeksi terus-menerus dengan inflamasi, chronic
fibrosis, calcification, dan kerusakan jaringan maka
dilakukan tindakan operasi. Transplantasi ginjal diperlukan
bila telah terjadi renal failure. Pada kanker vesika urinaria
dapat diterapi dengan kemoterapi, radiasi, atau surgery.
Prevention
-

Edukasi : dijelaskan mengenai transmisi S.


haematobium pada daerah endemis, dan cara
mencegah kontak dengan air yang mengandung
snail

Molluscide : pembasmi snail

Menaruh hewan pembasmi keong.

Sanitation practice : seperti menyediakan air bersih


untuk memasak, minum dan mandi.

Obat topikal : niclosamide 1% lotion kulit untuk


mengurangi infeksi.

Vaksinasi : tidak ada vaksin yang available untuk S.


haematobium.