Anda di halaman 1dari 112

9/30/2016

PERENCANAAN
PENYELIDIKAN TANAH
( Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)

9/30/2016

Perencanaan Penyelidikan
Tanah
1. Harus direncanakan sesuai dengan kebutuhan masalah
geoteknik
2. Jumlah, lokasi , dan kedalaman harus direncakan
dengan baik
3. Dibutuhkan kerjasama antar pemilik proyek, konsultan
dan kontraktor untuk fleksibilitas program penyelidikan
tanah agar dapat memperoleh informasi yang cukup apabila
ditemui lapisan tanah yang sangat bervariasi.
4. Dalam hal ini, dibutuhkan engineer yang selalu
memantau hasil penyelidikan tanah hari demi hari dan
mengajukan program tambahan atau deviasi dari program
semula apabila ditemukan hal-hal yang perlu diselidiki lebih
seksama.

9/30/2016

Program Penyelidikan Tanah


( Berdasarkan Draft SNI Geoteknik yang sedang digodok)
Program penyean lidik lapangan harus meliputi:
1. Rencana lokasi titik penyelidikan termasuk jenis
penyelidikan;
2. Kedalaman penyelidikan;
3. Jenis contoh yang akan diambil termasuk spesifikasi
untuk jumlah dan kedalaman;
4. Spesifikasi pengukuran air tanah;
5. Jenis peralatan yang akan digunakan
6. Standar yang akan diterapkan.

9/30/2016

Lokasi dan Kedalaman


Titik Penyelidikan
( Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)
Lokasi dan kedalaman titik penyelidikan harus dirancang
berdasarkan:
Kondisi geologi dan stratifikasi tanah dari informasi awal
yang terhimpun
Dimensi struktur dan masalah teknis yang akan dihadapi;
Pengaruh penyebaran tegangan tanah dari jenis pondasi
yang akan dipakai
Pengaruh dari lingkungan sekitar misalkan adanya lereng
atau galian atau gedung tetangga
Potensi pengaruh pada lingkungan sekitar akibat dari
strukur yang akan dibangun

9/30/2016

JUMLAH MINIMUM
PENYELIDIKAN TANAH
( Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)

9/30/2016

Jumlah Minimum Penyelidikan Tanah


(Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)
Jenis stru ktu r
Gedung tinggi 8 Lantai
keatas

Gedung dengan 4 sampai


dengan 7 Lantai

Gedung kurang dan 4


Lantai atau bangunan
pabrik (diluar rumah
tinggal)
Bangunan kurang dari 4
lantai dengan tapak sangat
luas > 25,000m2

Jurniah minimum penyelidikan tanah


- Satu titik setiap 300m2 dalam pola grid dengan jarak 10 m sampai 30 m
dengan minimum 3 titik per blok menara.
- Dalam hal beberapa menara terletak berdekatan, dijadikan satu kesatuan
dan digunakan kaidah yang sama.
- Tambah titik apabila hasil investigasi menunjukkan anomali lapisan tanah
- Satu titik setiap 400m2 dalam pola grid dengan jarak 15 m sampai 40 m
dengan minimum 2 titik per gedung.
- Dalam hal beberapa gedung terletak berdekatan, dijadikan satu kesatuan
dan digunakan kaidah yang sama.
- Tambah titik apabila hasil investigasi menunjukkan anomali lapisan tanah
- Satu titik setiap 600m2 dalam pola grid dengan jarak 25 m sampai 50 m
dengan minimum 1 titik per gedung.
- Dalam hal beberapa gedung terletak berdekatan, dijadikan satu kesatuan
dan digunakan kaidah yang sama.
- Tambah titik apabila hasil investigasi menunjukkan anomali lapisan tanah.
- Satu titik setiap 2500m2 dalam pola grid dengan jarak 50 m sampai 100
m.
- Tambah titik untuk dapat menghasilkan potongan tanah pada orientasi.

9/30/2016

Jumlah Minimum Penyelidikan Tanah


(Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)
Struktur memanjang (jalan
raya, rel kereta, kanal,
tanggul, runway clan
taxiway)

_ Satu titik per 50 sampai 200m, kecuali runway/taxiway jarak maximum


dibatasi 100rn. Jarak yang besar dapat dipakai pada investigasi awal.
- Tambah titik diantaranya apabila hasil investigasi awal menunjukkan
adanya variasi tanah yang perlu diinvestigasi lebih detil.

Terowongan transpoitasi

- Satu titik setiap 10 sampai 75m pada daerah pemukirnan dan 20 sampai
200m pada daerah terbuka. Jarak yang besar dapat dipakai pada
investigasi awal.
- Tambah titik diantaranya apabila hasil investigasi awal menunjukkan
adanya variasi tanah yang perlu diinvestigasi lebih detil.
- Pada setiap portal minimum 1 titik.

Basement dan/atau dinding


penahan tanah
- Tinggi < 6m
- Tinggi 2 6m
Jembatan

1 titik setiap 15 sampai 40m


1 titik setiap 10 sampai 30m
- Untuk jernbatan konvensional dengan bentang < 50 m: minimum 1 titik
pada tiap abutmen dan pilar per 2 lajur lalulintas
- Untuk jernbatan kusus dengan bentang 50 m atau jembatan dilaut:
ditentukan oleh tenaga ahii geoteknik

9/30/2016

Jumlah Minimum Penyelidikan Tanah


(Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)
Konstruksi Khusus
(Menara, Fondasi Mesin
Berat, Tangki)
Bendungan besar

Sahibs Lereng, Dalian


Dalam, dan Timbunan
Tinggi dengan ketinggian >
6m untuktanah normal dan
> 3m pada tanah lunak
Reklamasi

1 per 300m2 tapak konstruksi, dengan minimum 1 titik.

- Pada tahap perencanaan awal, minimal 5 titik, 3 pada sumbu bendungan


dan 2 titik, masing-masing di hula dan hilir.
- Pada tahap perencanaan deli!, penambahan titik bar disesuaikan kondis
geologi yang ditemukan pada penyelidikan tahap perencanaan. Minimal 1
titik setiap 50m sepanjang sumbu dam.
- Tambahkan titik pada pintu air, terowongan pengelak, spillway, outlet,
power house, dll.
- 3 sarnpai 5 titik pada potongan kritis untuk menghasilkan model untuk
dilakukan analisis. Jumlah potongan lifts tergantung tingkat
masalah stabilitas.
Untuk kelongsoran yang masih aktif, minimal satu titik pada sisi
alas lereng yang longsor.
1 per 1000 m' luas tirnbunan

10

9/30/2016

KEDALAMAN
PENYELIDIKAN TANAH
( Berdasarkan Draft SNI Geoteknik)

11

9/30/2016

TEKNIK
PENGEBORAN
TANAH

18

9/30/2016

Teknik Pengeboran yang Umum


Terdapat 2 teknik umum dipakai di
Indonesa: rotary wash drilling, dan core
drilling.
Perusahaan bor di Bandung lebih sering
menggunakan core drilling pada proyek
pemerintah seperti dam dan pembangkit
listrik.
Perusahaan bor di Jakarta lebih sering
menggunakan rotary wash drilling untuk
proyek gedung swasta.

19

9/30/2016

Fish tail bit for rotary wash boring

Rotary Drilling Rig Single Core Barrel for Core Drilling

20

9/30/2016

Teknik Pengeboran yang Umum


Terdapat pandangan umum yang salah bahwa core drilling lebih
superior dari pada rotary wash boring

Core drilling tidak baik untuk tanah lunak yang sensitif terhadap
gangguan, karena penararikan core barrel dari lubang bor
berperilaku sebagai piston yang menyebabkan sedotan ( akibat
proses vakum) yang akan berakibatkan gangguan serius pada
contoh tanah. Jadi dianjurkan untuk tanah sedang sampai tanah
keras saja.
Rotary wash drilling dapat digunakan untuk segala jenis tanah
namun tidak dapat memperoleh contoh tanah sehingga tidak
bisa mengidentifikasi secara fisik seperti pada teknik core
drilling. Hal ini dapat diatasi dengan mengambil contoh tanah
dengan SPT atau tabung dengan frekwensi lebih rapat.

Lihat Tabel untuk penggunaan dan limitasi teknik pemboran

21

9/30/2016

Rangkuman Teknik Pengeboran


Type of Drilling
Procedure
Rotary Drilling Borehole is advanced by
rotating and pushing a drilling
bit into the soil and
transporting the soil cuttings to
the ground surface by
circulating drilling fluid

Suitability
- Suitable for various soil types
- Recommended especially for
soft and sensitive clay
- Relatively not disturbing soil
structure
when
operated
properly

Limitation
- Unable to identify soil type
- Not suitable for drilling in
rocks
- Drilling quality largely
depend on the skill of
drilling master

Core Drilling Borehole is advanced by


rotating and pushing a core
barrel into the soil and
withdraw the core barrel with
soil cuttings inside barrel

- Suitable for relatively


firm and not sensitive
soil
- May be used in rock formation
- Able to identify soil type
physically

- Not suitable for soft and


sensitive soil - May induce
liquefaction in sand
formation if water in borehole
is not
maintained to high
level
- Drilling quality largely
depend on the skill of
drilling master

22

9/30/2016

PENGAMBILAN
CONTH O TANAH
ASLI

23

9/30/2016

Pengambilan contoh tanah


Pengambilan contoh tanah dan jumlahnya didasarkan pada:

tujuan penyelidikan tanah;


geologi lapangan ;
kompleksitas struktur geoteknik
Untuk identifikasi dan klasifikasi tanah, sedikitnya satu lubang
bor (atau galian uji) dengan pengambilan contoh tanah harus
tersedia. Contoh tanah harus diperoleh dari setiap lapisan tanah
yang dapat mempengaruhi perilaku struktur.
Pengambilan contoh tanah dapat diganti dengan uji lapangan
jika terdapat pengalaman setempat yang cukup tentang korelasi
uji lapangan dengan kondisi tanah untuk memastikan
interpretasi yang tidak ambigu terhadap hasilnya.

24

9/30/2016

Pengambilan Contoh Tanah Tak


Terganggu Undisturbed
Ada 3 jenis cara umum dan alat untuk pengambilan
contoh tanah di Indonesia:
1. Stationary fixed pison t samper l : untuk very soft to
soft clay (SPT N < 4) dengan cara ditekan
2. Open - drive thin -walled tube sampler:untuk medium
stiff clay (N=4~8) dengan cara ditekan, thick-walled tube
untuk stiff clay (N=8~15) dengan cara dipukul
3. Doueble / Tripe l tubes core samper (Denison, Pitcher,
Mazier sampler) : untuk stiff to hard clay, dan juga
claye/silty sand ( N>15) dengan cara diputar, ditekan,
dan dibilas potongan tanah dengan aliran air.

25

9/30/2016

26

9/30/2016

Fixed Piston Sampler


Drain hole

Piston rod

Rod coupling
Sampler head
Spring Ballcone clamp

Sampler head

Spring
Sampler
head

Ballcone clamp

Spider
Adapter

Sampler head

Spider

Pressure cylinder

Floating
piston

Sampling tube
attaching screw

Adaptor
Hollow
piston rod

Sampling tube

Water return
circulation
Water under
pressure
Floating piston

Litter

1
Floating

(b) Bell cone clamp


Inside diameter

Fixed piston

Shoe
Fixed
piston

Outside diameter
Piston rod

0""
ps
iton1K'tai

Fixed piston
So il s a m p le.
Soil sample
-Shoe
Vertical guide

Inside clearance ratio: 0%


Edge taper angle: 6
Section A-A

Air vent bolt


Packing set screw
P i s t o n

(a) Sampler in drill hole


ready for sampling
(not to scale}

(b) Sampler being driven


into soil

(c) Sampler with full


stroke, pressure
release, and
vacuum breaker

Piston base
(a) A longitudinal section of the 75
mm piston sampler

Fig. 23 Japanese type, 75-mm. fixed-piston sampler (after Japanese


Society of Soil Mechanics and Foundation Engineering, 1977)

Area ratio: 183/4


Edge taper angle: 7
Wall thickness: I intm

Fig. 21 Osterberg hydraulic piston sampler (after Osterberg, 1973)

27

9/30/2016

Cara kerja Fixed Piston Sampler


Drill rod..

. Piston rod
Ground surface

Wall of_ .
borehole
Drilling mud

Piston rod
Drill rod

Vacuum
breaker rod
inside the
piston rod
Piston rod
damp

Drilling mud

Sampling
cube

(a) Start of (b) End of


penetration penetration

Vent
Piston
Cavity filled
by flow of
surrounding
materials

(c) Withdrawal

28

9/30/2016

Open Drive Tube Samplers


5
Rod
Groundsurface

Drillrod
Rodcoupling
Reamed and
cleaned drill hole

Samplerhead
Ballvalve
Valveholder

Samplerhead

--Thin-walled tub*
(1.3.2.0mm thick)

Samplingtube

Before penetration
(a)

At the left the sampler is shown


in position to start sampling and
at the right the sampler has been
penetrated and is toady to be After penetration
withdrawn
75-123mm

(b)

Fig. 36 Thin walled, open drive sampler

a) Schematic thick-walled open-tube sampler

Fig. 37 Sampling with thin-walled, open-drive sampler, 10I-D-334


(after U.S. Bureau of Reclamation, 1974, p. 364)

29

9/30/2016

Thin-walled Tube Sampler


Length os Specified in Method

Detil Pentin

age as
S. 'Ned

a,
Inside Clearance Ratio

De

dim (min)
Mounting Holes
I

hicrrs 1Minimum of two mounting holes on opposite sides for 2 to 3'4 M. sampler.
NOTE 2Minimum of four mounting holes spaced at 90'' for samplers 4 in. aro
larger. NOTE 3Tube herd with hardened screws.
Nore 4Two-inch outside-diameter tubes are specified with an 18-gage wall thickness to comply with area ratio criteria accepted for "undisturbed samples: Users are
advised that such tubing is difficult to locate and can be extremely expensive in small quantities. Sixteen-gage tubes are generally readily available.

Figure 4 Detail of Thin-Walled Tube (ASTM)

30

9/30/2016

Double / Triple Tube Sampler


Denison Sampler
Model Lama

Fixed Inner tube


Tanpa liner =
double tube
Dengan liner =
triple tube

31

9/30/2016

Triple Tube Sampler


Mazier Sampler
Model Baru
Retractable Inner
tube dengan per
diatas
Sesuai untuk segala
kekerasan tanah

32

9/30/2016

Masalah Umum Pengambilan


Contoh Tanah di Indonesia

Kebanyakan perusahaan penyelidikan tanah hanya


memiliki open-drive sampler, dan dipakai untuk segala
jenis tanah.
Dengan demikian tidak dapat memperoleh contoh
tanah dengan kwalitas baik.
Dan sering kali tidak mampu mengambil contoh tanah
yang dalam yang sering berkonsistensi agak keras namun
data tanah dibutuhkan untuk gedung tinggi.
Kondisi diatas sering tidak disadari oleh pemilik
proyek, dan juga civil engineer (non-geoteknik) yang
membuat spesifikasi penyelidikan tanah.

33

9/30/2016

Beberapa Detil Teknis yang sering


tidak diperhatikan oleh Juru Bor
Menggunakan tabung tidak seamless, atau penyok , atau
oval, atau masih terdapat tanah kering dalam tabung sisa
proyek terdahulu yang tidak dibersihkan.

Ujung tabung yang tidak mengkerucut, tidak tajam,


bahkan rusak mengerigi

Tebal tabung tidak sesuai rasio area yang disyaratkan


standar, misalkan ASTM

Ball valve pada kepala sampler hilang, atau karatan, atau


buntu sehingga fungsi ventilasi tidak bekerja

Memaksa menurunkan samler p pada lubang bor mengecil.

Banyak endapan namun tetap diambil contoh tanah

Menekan tabung berkali-kali atau memukul masuk

Penetrasi tabung berlebihan

Akibatnya: CONTOH TANAH SERING TERGANGGU

34

9/30/2016

UJI LAPANGAN

35

9/30/2016

36

9/30/2016

UJI SPT

37

9/30/2016

Standard Penetration Tests

Merupakan cara paling sederhana dan umum


untuk uji lapangan

Untuk mengukur secara kuantitatif kekakuan


tanah liat dan kepadatan pasir

Hasil uji memberikan beberapa korelasi empiris


untuk sifat indeks dan mekanis

Sering digunakan pada p erhitunan g daa


ydukung
pondasi tiang pancang secara empiris

Contoh tanah yang diambil dapat digunakan


untuk identifikasi tanah dan uji indeks laboratorium
38

9/30/2016

Standard Penetration Tests


Nilai N-SPT menunjukkan kekakuan atau kepadatan sbb:
Tanah Pasiran Tanah Liat atau Lanau
SPT N Relative Density SPT N Consistency
0 4 Very loose 0 2 Very soft

4 10 Loose 2 4 Soft

10 30 Medium dense 4 8 Medium stiff


30 50 Dense 8 15 Stiff
> 50 Very dense 15 30 Very stiff
> 30 Hard

41

9/30/2016

Hubungan SPT-N dengan


Undrained Shear Strength

Lihat gambar korelasi Nilai SPT -N dengan


undrained shear strengths (su) untuk tanah liat

Untuk tanah yang dalam, su = 6.25 N (kPa) [ Terzaghi


and Peck] boleh dipakai.
For tanah yang dangkal, korelasi dapat lebih besar, su
=
7 to 10 N (kPa)

Lihatjuga gamar bk oreas l i Nia l i SPT-N dengan


effective friction angle for pasir.

42

9/30/2016

Korelasi SPT-N untuk Tanah Liat


Secara umum:
Untuk tanah yang
dalam, su = 6.25 N
(kPa) [Terzaghi and
Peck] boleh dipakai .

- Untuk tanah dangkal; su


= 7 to 10 N (kPa)

43

9/30/2016

Korelasi SPT-N untuk Pasir

44

9/30/2016

Faktor mempengaruhi SPT-N

Nilai SPT -N dipengaruhi banyak faktor, misalkan jenis


hammer, kedlaman uji, ukuran batang bor and lubang bor,
dll dan juga jenis tanah dan sangat site specific.
Korelasi empiris harus digunakan secara hati - hati dan
harus berdasarkan pengalaman setempat.
Factor lain yang mempengaruhi kwalitas SPT:
Berat hammer yang non-standar
Tinggi jatuh yang non-standard
Tabung SPT yang cacat akibat buatan lokal dari besi lunak SPT
dilakukan pada lubang bor yang tidak bersih

Lubang bor tidak dipenuhi air sehingga memberi nilai N kecil pada
lapisan pasir akibat boiling akibat rembesan air tanah masuk
kedaam l lubang

45

9/30/2016

Beberapa Contoh Masalah SPT

46

9/30/2016

Kiso-Jiban Consultants Co Ltd

47

9/30/2016

Catatan pada SPT

Mudah dan ekonomis : sebaiknya dilakukan


pada interval dekat, katakanlah 1 sampai 1.5m.
Kurang bijak menurunkan frekwensi SPT,
misalkan 2 to 3 m . Hal ini dapat menyebabkan
variasi tanah tidak terdeteksi.
SPT kurang sensitif untuk tanah liat alluvium
muda yang sangat lunak. Field vane shear tests atau
electric cone penetration tests merupakan pilihan
lebih baik.
Fleksibilitas untuk menggunakan beberapa cara
penyelidikan tanah sangat dianjurkan dari pada
menggunakan TOR yang kaku yang selama ini
sering terjadi dalam praktek.

48

9/30/2016

UJI SONDIR

49

9/30/2016

Sondir Mekanis

51

9/30/2016

Uji Sondir Mekanis


.

Yang paling umum berkapasitas 2.5 ton

Ringan , mudah , dapat digunakan pada medan


yang sulit.
Faktor unum yang sering menyebabkan hasil
yang kurang teliti:
Dimensi konus tidak standar.
Konus dan batang dorong bagian dalam dari baja
lunak sering bengkok.
Celah antara batang dalam dan luar tidak bersih dan
menyebabkan friksi besar.
Rasio area yang seringkali salah dipakai akibat
tidak standarnya konus.
Koreksi berat batang dorong dalam tidak
dihitung , terutama untuk tanah lunak.
52

9/30/2016

Sondir Elektrik

53

9/30/2016

Sondir Electrik / Piezocone

Sondir Elektrik lebih superior dari pada Sondir


Mekanis
Lebih sensitif, akurat dan memberi hasil yang
nyaris kontiniu.
Respon tekanan air pori dapat memberi informasi
tambahan yang dapat memberi informasi jenis
tanah lebih akurat.
Uji dissipasi memberi sifat konsolidasi dalam hal
koefisien konsolidasi.
Sondir electrik sangat dianjurkan pada
penyelidikan tanah untuk reklamasi dengan tanah
aluvial muda yang sangat lunak.

54

9/30/2016

55

9/30/2016

Development of CPT

Terdapat Konus Seismik untuk mengukur


Shear Wave Velocity (Vs)

56

9/30/2016

57

9/30/2016

Marine CPT Jenis Menara

58

9/30/2016

Marine CPT Jenis Barge

59

9/30/2016

Kendala pada Sondir Electrik /


Piezocone

Mahal
Sangat peka sehingga mudah rusak dimana
perbaikan biasanya hanya bisa dilakukan
diluar negeri.
Butuh operator yang berpengalaman untuk
persiapan konus terutama proses
penjenuhan filter keramik untuk memperoleh
hasil yang bisa dipercaya .

Perlu penetrometer hidrolis dengan


kecepatan dorong yang konstan. Operasi
secara manual tidak dianjurkan.
60

9/30/2016

Guna dari Sondir / CPT

Identifikasi jenis tanah

Mendapatkan kuat geser tak alir


(undrained shear strength )

Estimasi daya dukung fondasi tiang


pancang

61

9/30/2016

62

9/30/2016

Identifikasi Jenis Tanah


Sondir Elektronik
1000
T2

Fr

4a

FRICTION RA140

4.4 p.0 1.2

PORE PRESSURE R.4.710. aq


MR11124,11.114114E

(a) After Senneset and janbu (1984)

(b) Miter Jones and Rust (OK)

I a WA 4,114. fe14 SIC

1 WL.14 .141111k

I. 1
d L.0. NI,. 0,1 14 CI,.

fa k 170a14-1 111.1 IN Val, OAT

!.f M.Ed! I f I. .1 Ti [Lain T a Li.


2 .3 4/L1, saw TN 1.11411 t61
i 4 LW, . an rd raw

I 11.1b

a puvivo. WC 10 we.

11 1 MO [11/4 ,..XL 414146, 1.1


14 3 t.1.45 14 C... WC I.
NI irr....ta 1.1 14-1 4r. .w4144.

(e) After Robertson et aL (1986)

63

9/30/2016

Penentuan Kuat Geser Tak Alir


dari Sondir Mekanis
su = (qc vo) / Nc

Dimana :
su = Kuat geser tak alir
qc = Nilai Konus
Nc = Faktor empiris konus, dapat diambil
16 untuk estimasi awal
vo = Tekanan overburen d total

64

9/30/2016

65

9/30/2016

UJI BALING-BALING

66

9/30/2016

Field Vane Shear Test


(Uji Baling-Baling)

Mengukur kuat geser tak alir tanah secara


langsung
Sangat dianjurkan untuk very soft to soft and
sensitive clay.
Alat vane borer yang direkomendasikan:
Geonor Vane dari Norweian g Geotechnical Institute,
atau SGI vane dari Swedish Geotechnical Institute,
yang ada pipa pelindung terhadap stang balingbaling.
Jenis stang baling-baling terbuka dengan
menggunakan kunci torsi tidak dianjurkan karena
sensitivitas rendah dan terdapat friksi sepanjang
stang.

67

9/30/2016

Field Vane Shear Test


(Uji Baling-Baling)

Al a t uj i d e d e ra na h

dengan kunci torsi dan

Geonor Vane dengan


pipa pelindung

tanpa pipa pelindung

tidak dianjurkan

68

9/30/2016

Field Vane Shear Test

Perlu konversi Field vane Strength ke


undrained shear strength dengan
menggunakan Bjerrums correction factor
(lihat gambar slide berikutnya)

Faktor yang mempengaruhi :


Dimensi baling-baling yang non-standar atau
rusak

Friksi antara stang baling-baling dengan pipa


pelindung akibat bengkok atau kotor.
Kecepatan memutar baling-baling yang tidak
konstan
69

9/30/2016

Faktor Koreksi Bjerrum


untuk Uji Baling-Baling

70

9/30/2016

UJI
PRESSUREMETER

71

9/30/2016

Uji Pressuremeter

Uji Pressuremeter mengukur kekuatan dan sifat


deformasi tanah dengan mengukur hubungan
tejanan
gas yang diberi dengan ekspansi diameter lubang.
( Lihat gambar slide berikutnya)
Parameter yang didapat:
Initial pressure (po) ~ berhubungan dengan at rest earth

pressure cari Ko
Pressuremeter modulus ( Ep) ~ berhubungan dengan
deformation modulus
Yield pressure (py) ~ berhubungan dengan preconsolidation
pressure (pc) untuk tanah di Jakarta , pc = 0.7 py
limit pressure (pl) or failure pressure (pf)

Sangat dianjurkan untuk memperoleh Modulus


Deformasi ( Eu ) p ada tanah y ang dalam
umumnya,
Eu = 4Ep

72

9/30/2016

Uji Pressuremeter
rRTonk

04,

Took 2

Ton!: .1 Took 3
Regulator
Creep, AH (en])

Gam Cylinder

<7>

Rubber hose
<8>
, <6

Sonde

Pressure gauge (cell pressure)


Pressure gauge (gas pressure)
Tank
Gas pressure control valve
Exhaust valve
Drain valve
Intake of cell pressure (input)
Water supply outlet (output]
Water supply valve (output valve)
Standpipe
Nylon tube
Tank valve
Gas pressure intake (gas input)
Pressure gauge (Supply pressure) 13
Water intake

Instalatiun Diagram

CDOrgimel d3erne.ter of Probe


 11eeoroprezoon
.3.A.LErL conditions
(C.Lineer
me t e s t a g e
lateral Stage

<4>

 ailuee doge

<2
po

<2>
<I> r (cm)
Inflate Radius

Typical Presentation

73

9/30/2016

74

9/30/2016

Perkambangan Pressuremeter
Self-Boring In-Situ Shear Test (SB-IFT)

-r

Gravel bit extended


out, leading the shoe

Shoe leading with bit


contracted

Components of SB-IFT
Kiso-Jiban Consultants Co., Ltd.

75

9/30/2016

Perkembangan Pressuremeter
Self-Boring In-Situ Shear Test (SB-IFT)
Self-Boring In-situ Shear Test, SB-IFT

Self boring

Lower down
rubber probe

Expand rubber Pull up


(pressuremeter) for shear test

Kiso-Jiban Consultants Co_, Ltd_ 24

76

9/30/2016

Keunggulan Self-Boring In-Situ


Shear Test (SB-IFT)
Dengan mengubah tekanan karet dan

diukur gaya dorong, dapat diperoleh c &


lapangan

77

9/30/2016

Uji Dilatometer
Prinsip kerja Perkembangan

78

9/30/2016

UJI
DILATOMETER

79

9/30/2016

Uji Dilatometer
1. Parameters yang dapat diperoleh:

Dilatometer Modulus (ED)


Material Index (ID)
Horizontal Stress Index (KD)
Pore Pressure Index (UD)

2. Korelasi pada Sifat Tanah:

Identifikasi jenis tanah


Deformation modulus
Undrained shear strength of cohesive soil
Other ( , OCR)

80

9/30/2016

Uji Dilatometer
Penguian j jauh lebih mudah dari pada ui j
pressuremeter

Cukup baik untuk mencari deformasi modulus

Perlu dipopulerkan untuk mendapatkan korelasi


lokal

Dapat dipakai untuk mengganti beberapa uji


Pressuremeter karena rposes lebih cepat dan
murah.

Pada Blade tersedia juga sensor seismik


sehinga dapat dipaa k i unu t k down-hoe PS
Logging juga

81

9/30/2016

UJI SEISMIK

82

9/30/2016

Uji Seismik
SNI 1726- 2012 mensyratakan klasifikasi tanah sedalam 30m:
lunak , sedang atau keras.

DKI mensyratakan klasifikasi paling sedikit 2 dari 3 parameter:

SPT - N, undrained shear strengths, and shear wave velocity


(Vs).
SPT dilakukan pada umumnya dan menyumbang data cukup
banyak. Namun, cenderung lebih konservatif dibandingkan
Vs.
Lakukan uji seismik, misalkan down hole PS Logging. Untuk
tanah yang dalam, sering dilakukan oleh kontraktor Jepang,
lakukan cross hole atau suspension PS Logging.
Data undrained shear strengths umumnya terbatas.
Korelasi Vs dengan SPT pada lubang yang dilakukan PS
logging dapat digunakan untuk mencari Vs pada lubang lain.

83

9/30/2016

Fig. I. Variations of selocity rrieasurement along a borehole {modified from SEG Japan. 2004

84

9/30/2016

85

9/30/2016

UJI LABORATORIUM

86

9/30/2016

Uji Laboratorium
Sifat Indeks
Unit weight
Specific gravity
Natural moisture content
Liquid and plastic limits (Atterberg limits)
Grain size distribution (Sieve and hydrometer analysis)

Sifat Mekanis
Unconfined compression test
Triaxial Unconsolidated-Undrained Compression tests
Triaxial Consolidated-Undrained Compression tests
One dimensional consolidation tests
Swelling tests

See Table 5 for recommended tests related with


geotecnical problems.

87

9/30/2016

Rangkuman Uji Laboratorium


Geotechnical
Problem
Bearing
Capacity

Required
Information
Short term
bearing
capacity
Long term
bearing
capacity

Table 5 Geotechnical Problems and Required Information


Required
Recommended
,
Parameter
Tests
- Density test
- Unit weight
- Unconfined comp.
- Undrained shear strength
test
- Triaxial UU test
- Density test
- Unit weight
- Drained shear strength

- Permanent Groundwater Table


Empirical
bearing
capacity
Immediate
settlement

Settlement
Long term
settlement

- SPT N-value
- Cone resistance (q,)
- Parameter from in-situ test
- Undrained modulus (En)
. Preconsolidation pressure, p.
- Compression Index, Cc
- Recompression Index, Cr
- Secondary compression index,
Cor,
- Coefficient of Consolidation, c,,
- Radial cod, of consolidationci,
- Preconsolidation pressure, p',

- Triaxial CU test
with pore pressure
measurement
- Triaxial CD test
- Groundwater level
observation
- SPT
- CPT
- Pressuremeter test
- Pressuremeter test
- SPT
- CPT
- Oedometer

- Piezocone test
- Pressuremeter test

Remark

Or information from
relevant authority
Often used for design
of pile foundation

With empirical
correlation

Dissipation test
Recommended for
comoarison

88

9/30/2016

Rangkuman Uji Laboratorium


Geotechnical
Problem

Required
Information
Short term
stability

Slope
Stability

Table 5 Geotechnical Problems and Required Information


Required
Recommended
Parameter
Tests
- Density test
- Unconfined comp.
- Unit weight
test
- Undrained shear strength
- Triaxial LTU test
- Unit weight
- Density test
Drained shear strength

with pore pressure


measurement
- Triaxial CU test - Triaxial CD test
- Groundwater level
Permanent Groundwater Table
observation
lShort term earth
- Density test
lateral
- Unconfined Comp.
Unit
weight
pressure
test
- Undrained shear strength
- Triaxial UU test
- Unit weight
- Density test
- Coef. of Lateral Erath Pressure
- Triaxial CU test
Ko, Ka and Kp estimated
with pore pressure
Long term
from drained shear strength
measurement
lateral earth
and OCR
- Triaxial CD test
pressure
- Oedometer test
- Coef. of Lateral Erath Pressure
- Pressuremeter test
Ko

Remark

Long termstability

Lateral
Earth
Pressure

Or information from
relevant authority

89

9/30/2016

Rangkuman Uji Laboratorium


Geotechnical
Problem
Bearing
Capacity

Required
Information
Short term
bearing
capacity
Long term
bearing
capacity

Table 5 Geotechnical Problems and Required Information


Required
Recommended
,
Parameter
Tests
- Density test
- Unit weight
- Unconfined comp.
- Undrained shear strength
test
- Triaxial UU test
- Density test
- Unit weight
- Drained shear strength

- Permanent Groundwater Table


Empirical
bearing
capacity
Immediate
settlement

Settlement
Long term
settlement

- SPT N-value
- Cone resistance (q,)
- Parameter from in-situ test
- Undrained modulus (En)
. Preconsolidation pressure, p.
- Compression Index, Cc
- Recompression Index, Cr
- Secondary compression index,
Cor,
- Coefficient of Consolidation, c,,
- Radial cod, of consolidationci,
- Preconsolidation pressure, p',

- Triaxial CU test
with pore pressure
measurement
- Triaxial CD test
- Groundwater level
observation
- SPT
- CPT
- Pressuremeter test
- Pressuremeter test
- SPT
- CPT
- Oedometer

- Piezocone test
- Pressuremeter test

Remark

Or information from
relevant authority
Often used for design
of pile foundation

With empirical
correlation

Dissipation test
Recommended for
comoarison

90

9/30/2016

UJI SIFAT INDEKS

91

9/30/2016

Uji Sifat Indeks

Lebih mudah, cepat, murah dari pada uji sifat


mekanis

Berguna untuk menilai kwalitas contoh tanah dan


memberi korelasi dengan sifat mekanis

Karena murah, sangat dianjurkan dilakukan pada


contoh tanah SPT sebanyak mungkin sehingga
mendapatkan cukup data dalam ukuran statistik

Lihat gambar pada slide berikut untuk


menunjukkan penggunaan sifat indeks sebagai
petunjuk stratifikasi.

92

9/30/2016

9/30/2016

94

9/30/2016

Beberapa Korelasi yang Berguna


dari Sifat Indeks
Plasticity Index vs effective friction angle
( )
Plasticity Index vs Undrained Modulus of
Clay (Eu)
Water content vs compression index (Cc)
Liquid limit vs coefficient of consolidation
(cv)
dll

95

9/30/2016

96

9/30/2016

97

9/30/2016

98

9/30/2016

99

9/30/2016

UJI SIFAT MEKANIS

100

9/30/2016

Mechanical Property Tests


Strength Properties
Unconfined Compression Test
Triaxial Unconsolidated- Undrained Test
Triaxial Consolidated- Undrained Test
Deformation Properties
One Dimensional Consolidation Test
Swelling Test

101

9/30/2016

Unconfined Compression Test


Ui jtermudah untuk mendaatkan p kuat geser
tak alir (undrained shear strengths) dari tanah
liat
Baik untuk digunakan pada contoh tanah
dangkal dan jenuh air (misalkan marine clay)
Cenderung under- estimae tkekuaan ttanah
yang dalam
Untuk fondasi dangkal atau timbunan kecil
dengan pembebanan positip, unconfined
comprin ess o tests bolh edigunkn. a a

102

9/30/2016

Triaxial UnconsolidatedUndrained (UU) Test

Untuk mendapatkan kuat geser tak alir


(undrained
shear strengths) tanah liat.
Untuktanah vulkanikdi Jakarta, cenderung
menghasilkan sudut geser ()
Konsep = 0 hanya berlaku untuk marine clay
yang lunak, misalkan sepanjang pesisir pantai
Jakarta.
Untuk pondasi dangkal atau dalam, atau
stabilitas timbunan dengan pembebanan positip
dimana kondisi kritis terjadi sesaat setelah
dibangun, uji Triaxial UU dapat digunaan.

103

9/30/2016

Triaxial Consolidated-Undrained
(CU) Test
Untuk mendapatkan kuat geser alir atau efektif
(drained shear strengths) tanah liat
Total strength parameters (c and ) dan
effective
strength parameters (c and ) dapat diperoleh
Total stress parameters berguna untuk
mendaatkan p penambahan kekuatan tanah liat
lunak terhadap proses konsolidasi pada proyek
reklamasi.
Kuat geser effective berguna untuk analisa
stabilitas jangka panjang dari lereng galian
akibat pembebanan negatip atau dinding
penahan tanah sementara untuk pembangunan
basement.
104

9/30/2016

Triaxial UnconsolidatedUndrained (CU) Test


Only a very limited laboratories produce
reliable Triaxial CU test results.
The reasons may be the imperfect saturation
process of test specimen preparation and
therefore the pore pressure response during
shearing process is poor.

Triaxial Consolidated - Drained (CD) Tests are


able to obtain drained shear strengths of cohesive
soils. However the tests are seldom performed in
general practice as they are too costly.

105

9/30/2016

Uji Konsolidasi

Parameter Konsolidasi:
Recompression Index (Cr)
Compression Index (Cc)
Preconsolidation pressure (pc)
Coefficient of consolidation (cv)
Untuk contoh tanah dengan kwalitas baik,
mudah
menentukan parameter diatas. (Liat contoh)
Untuk contoh tanah yang terganggu, sulit
menentukan pc secara akurat, dan cenderung
over-estimate Cr, dan under-estimate Cc

106

9/30/2016

107

9/30/2016

108

9/30/2016

109

9/30/2016

Uji Swelling

Tanah liat pada kompleks industri sekitar Jawa Barat sering


menunjukkan sifat kembang yang sangat besar yang sering
menyebabkan kerusakan pada pabrik, terutama lantai.

Potensi swelling dari kandungan mineral dapat dilihat dari sifat

indeks yang dinyatakan dengan activity seperti pada slide


berikutnya.
Namun, tidak semua tanah yang berpotensi swelling akan
mengalami pengembangan karena masih ada faktor lain yang
mempengaruhi, misalkan kepadatan, perubahan kandungan air,
musim saat pengambilan contoh tanah, dll.
Dengan demikian, uji swelling dengan merendam contoh tanah
pada alat konsolidasi dan mengukur pengembnagan secara fisik
dianjurkan untuk memperoleh kesimpulan potensi
pengembangnnya.

110

9/30/2016

111