Anda di halaman 1dari 41

2

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada
penyusun untuk dapat menyelesaikan laporan praktikum bor kayu. Adapun maksud dari
penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah laboratorium mesin jurusan
Teknik Mesin Universitas Pancasila dan untuk memberikan gambaran mengenai praktikum bor
kayu yang telah selesai dilaksanakan.
Laporan ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan dukungan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu penyusun menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberi semangat dalam
pembuatan laporan ini.
Semoga laporan praktikum ini dapat menjadi bahan evaluasi dan tolak ukur dalam
pelaksanaan praktikum bor kayu jurusan Teknik Mesin Universitas Pancasila Jakarta dan menjadi
bahan perbaikan untuk kedepannya.

Jakarta, Nopember 2015

Wicky Marteen
(NPM: 4315210122)

Laporan Bor Kayu|2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................... 1
1.2 Maksud dan Tujuan............................................................................................................. 1
BAB II LANDASAN TEORI................................................................................................................. 2
2.1 Definisi Bor........................................................................................................................... 2
2.2 Fungsi Mesin Bor................................................................................................................. 2
2.3 Jenis-jenis Mesin Bor........................................................................................................... 4
2.4 Bagian-bagian Utama Mesin Bor........................................................................................11
2.5 Jenis-jenis Mata Bor............................................................................................................18
2.6 Pengerjaan Pengeboran.......................................................................................................24
2.7 Perawatan Mesin..................................................................................................................26
2.8 Pemegang dan Penjepit Benda Kerja.................................................................................27
2.9 Prinsip Pengeboran..............................................................................................................27
2.10 Kecepatan Potong Pengeboran.........................................................................................27
2.11 Pemakanan Pengeboran....................................................................................................29
2.12 Keselamatan Kerja............................................................................................................30
BAB III JURNAL PRAKTIKUM..........................................................................................................31
3.1 Maksud dan Tujuan.............................................................................................................31
3.2 Alat dan Bahan.....................................................................................................................31
3.3 Langkah Kerja.....................................................................................................................31
3.4 Skema Gambar.....................................................................................................................32
3.5 Kesimpulan...........................................................................................................................33
BAB IV PERTANYAAN DAN JAWABAN...........................................................................................34
4.1 Pertanyaan............................................................................................................................34
4.2 Jawaban................................................................................................................................34
BAB V PENUTUP...................................................................................................................................38
5.1 Kesimpulan...........................................................................................................................38
5.2 Saran.....................................................................................................................................38
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................39

Laporan Bor Kayu|1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mesin perkakas adalah alat mekanis yang ditenagai, biasanya digunakan untuk
mempabrikasi komponen metal dari sebuah mesin. Kata mesin perkakas biasanya digunakan
untuk mesin yang digunakan tidak dengan tenaga manusia, tetapi mereka bisa juga di gerakan
oleh manusia bila dirancang dengan tepat. Para ahli sejarah teknologi berpendapat bahwa
mesin perkakas sesungguhnya lahir ketika keterliabtan manusia dihilangkan dalam proses
pembentukan atau proses pengecapan dari berbagai macam peralatan.
Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh mesin perkakas adalah:
a. Kebutuhan akan daya kerja.
b. Efisiensi yang tinggi baik secara teknis maupun ekonomis.
c. Performance.
d. Kualitas kerja.
e. Kekakuan static dan dynamic.
f. Deformasi mekanis yang mungkin terjadi.
g. Gaya-gaya yang terjadi pada saat operasi.
Mesin perkakas biasanya berhubungan dengan suatu industri yang pada dasarnya alat
tersebut sangat membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan
industry tersebut terutama pada logam atau plat, Mesin perkakas pada dunia industri sangat
banyak antara lain: mesin bubut, mesin frais, gerinda dan gergaji mesin terutama pada
bengkel industri dan pabrik-pabrik. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu
untuk pemahaman lebih lanjut tentang mesin bor.

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dibuatnya laporan praktikum bor kayu ini adalah untuk mengetahui
lebih dalam lagi tentang mesin bor baik dalam pengertian, jenis-jenis bor, macam-macam
mata bor, prisip kerja bor dan yang lainnya.

Laporan Bor Kayu|2

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Mesin Bor
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah
pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan
Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja
dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.

2.2 Fungsi Mesin Bor


A. Pembuatan Lubang
Mengumpan mata bor pada suatu benda kerja untuk membuat lubang.

Gambar 2. 1 Pembuatan Lubang

Laporan Bor Kayu|3

B. Pembesaran Lubang
Mengumpan mata bor pada benda kerja yang telah memiliki lubang sebelumnya guna
untuk memperbesar diameter lubang pada benda kerja.

Gambar 2. 2 Pembesaran Lubang

C. Chamfer
Chamfer adalah suatu proses untuk menghilangkan sisi tajam dari sebuah bentuk slindris.
Chamfer pada proses counter sink yang dimaksudkan ada beberapa macam penggunaan,
antara lain :
a. Chamfer untuk membersihkan chip / bram.
b. Chamfer untuk pembuatan ulir.
c. Chamfer untuk dudukan kepala baut konus.
d. Chamfer untuk dudukan paku keling.

Laporan Bor Kayu|4

Gambar 2. 3 Chamfer

2.3 Jenis-jenis Mesin Bor


A. Mesin Bor Meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan
untuk membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter
16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros
mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai
pemegang mata bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi
rack yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.

Gambar 2. 4 Mesin Bor Meja

Laporan Bor Kayu|5

B. Mesin Bor Tangan (pistol)

Gambar 2. 5 Mesin Bor Tangan

Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan
tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi
kayu, tembokmaupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat
lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena
dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran,
bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing.

Laporan Bor Kayu|6

C. Mesin Bor Radial

Gambar 2. 6 Mesin Bor Radial

Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar
dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang
secara permanen pada landasan atau alas mesin. Pada mesin ini benda kerja tidak bergerak.
Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama yang digeser
kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui perputaran batang berulir.

Laporan Bor Kayu|7

D. Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine)

Gambar 2. 7 Mesin Bor Tegak

Digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar, dimana
proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun. Pada
proses pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun sesuai kebutuhan. Meja dapat
diputar 3600 , mejanya diikat bersama sumbu berulir pada batang mesin, sehingga mejanya
dapat digerakkan naik turun dengan menggerakkan engkol.

Laporan Bor Kayu|8

E. Mesin Bor Koordinat

Gambar 2. 8 Mesin Bor Koordinat

Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya.
Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat
digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan diameter
lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk
mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat
diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian
dan ketepatan ukuran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi
0,001mm.

Laporan Bor Kayu|9

F. Mesin Bor Berporos


Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan
empat spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga
lebih cepat untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala
penggerak.

L a p o r a n B o r K a y u | 10

G. Mesin Bor Lantai

Gambar 2. 9 Mesin Bor Lantai

Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai
disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang
mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk
pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.

L a p o r a n B o r K a y u | 11

2.4 Bagian-bagian Utama Mesin Bor


1. Base (Dudukan)

Gambar 2. 10 Base (Dudukan)

Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling
bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan
mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.

L a p o r a n B o r K a y u | 12

2. Column (Tiang)

Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang
digunakan untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau
rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.

L a p o r a n B o r K a y u | 13

3. Table (Meja)

Gambar 2. 11 Table (Meja)

Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja
dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda
atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada
tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros
ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga
agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit benda kerja agar diam
menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.

4. Drill (Mata Bor)

L a p o r a n B o r K a y u | 14

Gambar 2. 12 Mata Bor

Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering
digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram)
yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang
menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang
bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis
singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
5. Spindle

L a p o r a n B o r K a y u | 15

Gambar 2. 13 Spindle

Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam


mata bor.
6. Spindle Head

Gambar 2. 14 Spindle Head

Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan
sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
7. Drill Feed Handle

L a p o r a n B o r K a y u | 16

Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja
(memakankan).

8. Kelistrikan

L a p o r a n B o r K a y u | 17

Penggerak utama dari mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai
dari kabel power dan kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan
saklar pengatur kecepatan.

L a p o r a n B o r K a y u | 18

2.5 Jenis-jenis Mata Bor


A. Twist Bits
Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya. Bisa
digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin bor duduk baik secara horisontal
maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau
logam. Biasanya tersedia dalam ukuran 4 - 12 mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat
menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini ketika anda menggunakan mesin
bor tangan.

Gambar 2. 15 Twist Bits

L a p o r a n B o r K a y u | 19

B. Masonry Bits

Gambar 2. 16 Masonry Bits

Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan
dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan
pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam
4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).

L a p o r a n B o r K a y u | 20

C. Spur Bits

Gambar 2. 17 Spur Bits

Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian
tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi
untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan
dengan yang sama. Ukuran yang tersedia sekitar 6-15mm.

L a p o r a n B o r K a y u | 21

D. Countersink Bits

Gambar 2. 18 Countersink Bits

Mata bor ini bersudut 90 pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang
45 terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala
sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada
juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.

L a p o r a n B o r K a y u | 22

E. Foster Bits

Gambar 2. 19 Foster Bits

Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling baik
apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih stabil. Karena apabila
menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan kestabilan posisi mata bor
dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas. Diameter yang tersedia mengikuti standar
diameter engsel sendok, dari 15, atau 35 mm.

L a p o r a n B o r K a y u | 23

F. Hole Saw Bits

Gambar 2. 20 Hole Saw Bit

Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang
seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berdiameter
antara 25 - 60mm.

L a p o r a n B o r K a y u | 24

2.6 Pengerjaan Pengeboran


Jenis cutting tool (mata bor) yang digunakan dalam proses pengeboran antara lain:
1.Drilling
Proses yang digunakan untuk membuat suatu lubang pada benda kerja yang solid.
2.Step drill
Proses yang digunakan untuk pembuatan lubang dengan diameter bertingkat.
3.Reaming
Reaming adalah cara akurat pengepasan dan finishing lubang yang sudah ada sebelumnya.
4.Boring
Proses memperluas sebuah lubang yang sudah ada dengan satu titik pahat. Boring lebih
disukai karena kita dapat memperbaiki ukuran lubang, atau keselarasan dan dapat
menghasilkan lubang yang halus..
5.Counter Bore
Operasi ini menggunakan pilot untuk membimbing tindakan pemotongan. Digunakan
untuk proses pembesaran ujung lubang yang telah dibuat dengan kedalaman tertentu, untuk
mengakomodasi kepala baut.
6.Countersink (bor benam)
Khusus pembesaran miring berbentuk kerucut pada akhir lubang untuk mengakomodasi
sekrup versink. Kerucut sudut 60 , 82 , 90 , 100 , 110 , 120
7.Tapping
Tapping adalah proses dimana membentuk ulir dalam. Hal ini dilakukan baik oleh tangan
atau oleh mesin.
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut ;
1. Pemasangan Benda Kerja
a. Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran
benda tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah
benda kerja ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum
tidak turut bergerak, ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b. Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan
menggunakan dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok
penahan yang sesuai.

L a p o r a n B o r K a y u | 25

c. Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah
balok V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan
menggunakan balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
d. Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan
menggunakan batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan
diikat dengan mur baut pengikat agar tidak merusak ragum.
2. Pemasangan Mata Bor pada chuck
a. Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin
bor, tidak boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur
menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang
distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper tidak digunakan untuk memegang
tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan menggunakan soket.
Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan dibawahnya, sehingga mata
bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b. Bor dengan tangkai selinder diguanakan Pemegang bor berkonsentrasi sendiri
dengan dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan
tidak selip pada saat berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan
dengan tangakai mata bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
c. Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis
(universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau
menjepit dengan sendirinya (otomatis).
d. Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat
sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam
ukuran.
e. Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan
menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur
spiral bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus
tempat bahan pendingin.
3. Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar
handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di
sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.

L a p o r a n B o r K a y u | 26

4. Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada
saat ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
5. Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan
memakan benda kerja.
6. Gunakan cairan pendingin bila perlu
7. Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin
8. Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.

2.7 Perawatan Mesin


Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan
yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.


Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran
Hindari pakaian longgar
Perlindungan khusus untuk mata

2.8 Pemegang dan Penjepit Benda Kerja


1. Ragum Tangan
Ragum tangan dapat dibuka dan dikunci dengan kekuatan tangan. Benda kerja yang dapat
dijepit oleh ragum tangan harus berukuran kecil dan terbatas sampai pada diameter 6
mm.
2. Ragum Mesin

L a p o r a n B o r K a y u | 27

Benda kerja yang besar tidak dapat dipegang oleh tangan karena gaya pemotongannya
semakin besar, maka digunakan ragum mesin.
3. Meja Mesin
Penjepitan benda kerja pada meja mesin umumnya dilakukan apabila benda kerja tidak
mungkin di jepit oleh ragum. Teknik penjepitan benda kerja menggunakan baut pengunci
T yang mana baut ini dimasukkan ke dalam alur meja mesin bor.
4. Tangan
Pemegangan benda kerja dengan tangan dapat dilakukan untuk benda kerja yang kecil dan
panjang serta lobang yang dibuat tidak dalam dan berdiameter kecil.

2.9 Prinsip Pengeboran


Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, maka mesin bor dapat berfungsi untuk
membuat lobang silindris dan bertingkat, membesarkan lubang, memcemper lubang dan
mengetap. Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah
pada saat menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter.

2.10 Kecepatan Potong Pengeboran


Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung berdasarkan
putaran mesin per menit. Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa kecepatan potong
adalah panjangnya bram yang terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan berbeda-beda.
Dalam pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan kecepatan potong logam. Bila
kecepatan potongnya tidak tepat, mata bor cepat panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul
atau bisa patah.

Kecepatan potong ditentukan oleh:


-

Jenis bahan yang akan dibor

Efesiensi pendinginan

Jenis bahan mata bor

Cara/teknik pengeboran

Kualitas lobang yang

Kapasitas mesin bor

diinginkan
BAHAN
Alumunium Campuran

KECEPATAN POTONG (m/menit)


60 100

L a p o r a n B o r K a y u | 28

Kuningan Campuran

30 100

Perunggu Tegangan Tinggi

25 30

Besi Tuang Lunak

30 50

Besi Tuang Menengah

25 30

Besi Tuang Keras

10 20

Tembaga

20 30

Baja Karbon Rendah

30 50

Baja Karbon Sedang

20 30

Baja Karbon Tinggi

15 20

Baja Perkakas

10 30

Baja Campuran

15 25

Untuk mendapatkan putara mesin bor per menit ditentukan berdasarkan keliling
mata bor dalam satuan panjang . Kemudian kecepatan potong dalam meter per menit dirubah
menjadi milimeter per menit dengan perkalian 1000. akhirnya akan diperoleh kecepatan
potong pengeboran dalam harga milimeter per menit.
Dalam satu putaran penuh, bibir mata bor (Pe) akan menjalani jarak sepanjang garis
lingkaran (U). Oleh karena itu, maka
Dimana:
U

= Keliling bibir mata potong bor

= Diameter mata bor

= 3.14

Jarak keliling pemotongan mata bor tergantung pada diameter mata bor.

Waktu pemotongan juga menentukan kecepatan pemotongan. Oleh karena itu jarak
yang ditempuh oleh bibir pemotong mata bor harus sesuai dengan kecepatan putar mata bor.
Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling bibir pemotongan mata bor (U) selama n
putaran per menit dapat dihitung dengan rumus:
U=pxdxn
Dimana:
U

= keliling bibir potong mata bor

L a p o r a n B o r K a y u | 29

= Diameter mata bor

= putaran mata bor per menit


Biasanya kecepatan potong dilambangkan dengan huruf V dalam satuan meter per

menit. Jarak keliling yang ditempuh mata bor adalah sama dengan jarak atau panjangnya
bram yang terpotong dalam satuan panjang per satuan waktu.
Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling yang ditempuh mata potong bor (U)
sama dengan panjangnya bram terpotong dalam satuan meter per menit. Berarti kecepatan
potong sama dengan jarak keliling pemotongan mata bor. Maka:
V = U jadi, V= p x d x n (m/menit)

2.11 Pemakanan Pengeboran


Pemakanan adalah jarak perpindahan mata potong bor ke dalam lobang/benda kerja
dalam satu kali putaran mata bor. Besarnya pemakanan dalam pengeboran dipilih
berdasarkan jarak pergeseran mata bor dalam satu putaran, sesuai dengan yang diinginkan.
Pemakanan juga tergantung pada bahan yang akan dibor, kualitas lobang yang
dibuat, kekuatan mesin yang ditentukan berdasarkan diameter mata bor.
Diameter Mata Bor

Besarnya Pemakanan Dalam Satu Kali Putaran

(mm)
-3

(mm)
0.025 0.050

36

0.050 0.100

6 12

0.100 0.175

12 25

0.175 0.375

25 dan seterusnya

0.375 0.675

2.12 Keselamatan Kerja


Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak
disengaja serta tiba-tiba dan dapat menimbulkan baik harta maupun jiwa manusia.
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang
melakukan pekerjaan disuatu tempat kerja. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan,
keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan

L a p o r a n B o r K a y u | 30

budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada
khususunya.
Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja
adalah :
a.
b.
c.
d.
e.

Mencegah terjadinya kecelakaan kerja


Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan
Mencegah/mengurangi kematian
Mencegah/mengurangi cacat tetap
Mengamankan material, kontruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat-alat

kerja, mesin-mesin, instalasi dan lain sebagainya


f. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin
produktifnya.
g. Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat dan sumber-sumber produksi
lainnya
h. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, aman dan nyaman sehingga dapat
menimbulkan kegembiraan semangat kerja
i. Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta
pembangunan
j. Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja di tujukan bagi :
Manusia (pekerja dan masyarakat)
Benda (alat, mesin, bangunan dll)
Lingkungan (air, udara, cahaya, tanah, hewan dan tumbuh-tumbuhan)

L a p o r a n B o r K a y u | 31

BAB III
JURNAL PRAKTIKUM
3.1 Maksud dan Tujuan
a.
b.
c.
d.

Mahasiswa dapat mengoperasikan alat bor kayu dengan baik dan benar.
Mahasiswa mengerti fungsi dari alat bor kayu.
Mahasiswa mampu menggunakan alat ukur dengan benar.
Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
akademik teknik mesin.

3.2 Alat dan Bahan


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Bor tangan
Mata bor
Jangka sorong
Triplek
Balok dudukan
Masker
Sarung tangan
Kaca mata

3.3 Langkah Kerja


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Siapkan alat dan bahan.


Mempersiapkan tempat kerja.
Pasang mata bor sesuai diameter yang diinginkan.
Taruh triplek di atas balok dudukan.
Bor pada bagian yang ingin dilubangi.
Bersihkan triplek atau benda kerja dari serpihan.
Membersihkan area kerja.
Membersihkan alat dan bahan.
Merapikan alat dan bahan.

L a p o r a n B o r K a y u | 32

3.4 Skema Gambar

L a p o r a n B o r K a y u | 33

3.5 Kesimpulan
1.
2.
3.
4.
5.

Mahasiswa dapat memahami praktikum bor kayu dengan baik.


Mahasiswa mengetahui cara kerja bor kayu.
Mahasiswa mengetahui alat dan bahan yang digunakan.
Mahasiswa mengetahui jenis-jenis bor mesin.
Mahasiswa mengetahui jenis-jenis mata bor.

L a p o r a n B o r K a y u | 34

BAB IV
PERTANYAAN DAN JAWABAN
4.1 Pertanyaan
1.
2.
3.
4.

Gambarkan skema mesin bor kayu dan tuliskan bagian-bagian mesin bor kayu!
Ceritakan cara kerja mesin bor kayu!
Sebutkan jenis-jenis mata bor dan kegunaannya!
Bagaimana cara mendapatkan hasil pengeboran yang halus dan presisi?

4.2 Jawaban
1.

(1) Saklar On/Off

(6) Motor

(2) V-belt

(7) Tuas Penekan

(3) Spindle

(8) Tuas Pengikat

(4) Meja setel

(9) Tiang

(5) Meja kaku


2. Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran:

L a p o r a n B o r K a y u | 35

A. Pemasangan Benda Kerja


e. Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran
benda tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah
benda kerja ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum
tidak turut bergerak, ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
f. Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan
menggunakan dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok
penahan yang sesuai.
g. Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah
balok V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan
menggunakan balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
h. Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan
menggunakan batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan
diikat dengan mur baut pengikat agar tidak merusak ragum.
B. Pemasangan Mata Bor pada chuck
f. Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin
bor, tidak boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur
menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang
distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper tidak digunakan untuk memegang
tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan menggunakan soket.
Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan dibawahnya, sehingga mata
bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
g. Bor dengan tangkai selinder diguanakan Pemegang bor berkonsentrasi sendiri
dengan dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan
tidak selip pada saat berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan
dengan tangakai mata bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
h. Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis
(universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau
menjepit dengan sendirinya (otomatis).
i. Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat
sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam
ukuran.
j. Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan
menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur

L a p o r a n B o r K a y u | 36

spiral bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus


tempat bahan pendingin.
C. Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup
memutar handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja
dan di sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.
D. Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on
(pada saat ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
E. Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan
memakan benda kerja.
F. Gunakan cairan pendingin bila perlu
G. Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin
H. Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke
kiri.
3. A. Twist Bits
Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya. Bisa
digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin bor duduk baik secara horisontal
maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau
logam. Biasanya tersedia dalam ukuran 4 - 12 mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat
menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini ketika anda menggunakan mesin
bor tangan.
B. Masonry Bits
Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan
dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan
pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam
4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).

L a p o r a n B o r K a y u | 37

C. Spur Bits
Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian
tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi
untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan
dengan yang sama. Ukuran yang tersedia sekitar 6-15mm.
D. Countersink Bits
Mata bor ini bersudut 90 pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang
45 terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala
sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada
juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.
E. Foster Bits
Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling baik
apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih stabil. Karena apabila
menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan kestabilan posisi mata bor
dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas. Diameter yang tersedia mengikuti standar
diameter engsel sendok, dari 15, atau 35 mm.
F. Hole Saw Bits
Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang
seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berdiameter
antara 25 - 60mm.
4. Agar mendapatkan hasil pengeboran yang halus dan presisi maka harus digunakan mata
bor yang paling tajam dan mesin bor yang putarannya paling kencang.

L a p o r a n B o r K a y u | 38

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam praktikum ini mahasiswa dapat menyimpulkan :
1. Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah
pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut.
2. Dalam praktikum bor kayu diperlukan kehati-hatian untuk mendapatkan hasil pengeboran
yang halus dan presisi.
3. Dalam praktikum bor kayu ini mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis mesin bor dan
macam-macam mata bor.
4. Dalam praktikum bor kayu ini mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja dari mesin bor.

5.2 Saran
1. Sebaiknya sebelum melakukan praktikum bor kayu disarankan untuk memakai
perlengkapan pelindung diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
2. Kurangnya sarana dalam laboratorium, seperti kotak PPPK yang diperlukan mahasiswa
jika terjadi kecelakaan kerja serta penyediaan alat pelindung diri yang kurang.
3. Mesin bor kayu sudah semestinya diganti dengan yang baru.

L a p o r a n B o r K a y u | 39

DAFTAR PUSTAKA
1. http://riastypurwandari.blogspot.com/2014/05/mesin-bor-dan-gergaji.html diakses
pada tanggal 17 Desember 2015, pukul 20.15
2. http://www.kaskus.co.id/thread/5337b0ac40cb176e328b45da/mengenal-jenis-matabor-amp-kegunaannya/ diakses pada tanggal 17 Desember 2015, pukul 20.18
3. http://kujangjayaangga.blogspot.com/2014/03/makalah-tentang-mesin-bor.html
diakses pada tanggal 17 Desember 2015, pukul 20.20
4. http://goresanpenghayal.blogspot.com/2012/11/pemakaian-mesin-bor.html diakses
pada tanggal 17 Desember 2015, pukul 20.23
5. Bima, Tegar dkk. Jurnal Praktikum Bor Kayu Lab Mesin Universitas Pancasila.
Jakarta. 2015.