Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH EVOLUSI TUMBUHAN

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Ketika kita memandang bentang alam yang dipenuhi tumbuhan yang subur dan lebat,
seperti pemandangan hutan, sangat sulit memandang tanah yang subur menjadi tandus, yang
secara keseluruhan tidak dihuni oleh kehidupan makroskopik. Kehidupan sebelumnya lahir di
lautan dan kolam, dan disanalah kehidupan berevolusi selama 3 miliar tahun. Para ahli
paleobiologi baru-baru menemukan fosil sianobakteri yang kemungkinan telah melapisi tanah
lembap sekitar 1,2 miliar tahun silam, akan tetapi perziarahan evolusioner yang panjang dari
organisme yang lebih komplek sehingga mencapai daratan masih belum dimulai hingga
sekitar 475 juta tahun silam. Komunitas daratan yang dimulai oleh tumbuhan mengubah
biosfer. Misalnya, bahwa manusia tidak akan ada jika rantai kejadian evolusi, yang dimulai
ketika pertama kali turunan alga tertentu mendiami daratan, tidak terjadi.
Sejarah evolusi kingdom tumbuhan adalah suatu kisah adaptasi terhadap kondisi daratan
yang berubah-ubah. Semua tumbuhan eukariota multiseluler merupakan autotrof fotosintetik.
Akan tetapi, tidak semua organisme dengan karakteristik seperti itu disebut tumbuhan;
karekteristik tersebut juga berlaku bagi alga, termasuk bagi alga laut coklat raksasa yang
diklasifikasikan sebagai protista. Untuk lebih detailnya akan dibahas di makalah kami, yaitu
evolusi tumbuhan.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana asal mula tumbuhan ?
2. Bagaimana proses evolusi tumbuhan ?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui asal mula tumbuhan
2. Untuk mengetahui proses evolusi tumbuhan

BAB II
PEMBAHASAN
EVOLUSI TUMBUHAN
A. Asal mula tumbuhan
Tumbuhan adalah eukariota multiseluler yang bersifat autotrof fotosintetik. Sel-sel
tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa, dan tumbuhan menyimpan
kelebihan karbohidratnya dalam bentuk pati. Akan tetapi, karakteristik yang sama juga
dimiliki oleh alga. Bahkan tumbuhan memiliki lebih bannyak karakteristik yang sama dengan
kerabat terdekat tumbuhan dari kelompok alga yaitu alga hijau.
Namun demikian, tumbuhan dapat dibedakan dengan alga multiseluler. Tumbuhan hampir
semuanya merupakan organisme daratan, meskipun beberapa tumbuhan, seperti teratai, telah
kembali secara sekunder ke air selama evolusinya. Hidup di darat menimbulkan
permasalahan yang sangat berbeda dibandingkan dengan hidup di air, dan kumpulan adaptasi

struktural, kimiawi, dan reproduksi terhadap kehidupan darat inilah yang membedakan
tumbuhan dari alga.
Selama beberapa dekade, para ahli sistematika telah mengakui bahwa alga hijau adalah
protista fotosintetik yang paling dekat kekerabatannya dengan tumbuhan. Karena terdapat
keanekaragaman yang besar pada alga hijau, penelitian terbaru memfokuskan pada kelompok
organisme akuatik yang merupakan kerabat alga terdekat kingdom tumbuhan. Sekarang
banyak sekali bukti yang mengarah pada alga hijau yang disebut karofita. Dengan
membandingkan ultra struktur sel, biokimia, dan informasi hereditas (DNA dan RNA serta
produk proteinnya), para peneliti telah menemukan homologi antara karofita dan tumbuhan,
di antaranya:
1. Kloroplas yang homolog. Diantara semua protista fotosintetik, hanya alga hijau yang
menyamai tumbuhan dalam hal memiliki klorofil b dan betakaroten sebagai pigmen
asesoris. Kloroplas alga hijau juga mirip dengan kloroplas tumbuhan dalam hal
terdapatnya membran tilakoid yang menumpuk sebagai grana. Ketika para ahli
sistematika molekuler membandingkan DNA kloroplas dari berbagai macam alga
hijau dengan DNA kloroplas pada tumbuhan, kesamaan yang paling dekat terdapat
antara karofita dan tumbuhan.
2. Kemiripan biokimiawi. Selulosa adalah komponen struktural dinding sel pada
sebagian besar alga hijau, suatu karakteristik yang juga dimiliki tumbuhan. Di antara
alga hijau, karofita adalah yang paling mirip dengan tumbuhan dalam komposisi
dinding sel, yaitu selulosanya menyusun 20-26% dari total bahan pembentuk dinding
sel baik pada tumbuhan maupun karofita. Karofita juga merupakan satu-satunya alga
yang memiliki peroksisom yang komposisi enzimnya sama dengan peroksisom pada
tumbuhan.
3. Kemiripan dalam mekanisme mitosis dan sitokinesis. Selama pembelahan sel pada
karofita dan tumbuhan, seluruh selubung nukleus menyebar selama akhir profase, dan
gelendong mitotik tetap bertahan sampai sitokinesis dimulai. Pada beberapa karofita,
seperti tumbuhan, sitokinesis melibatkan kerja sama dengan mikrotubul,
mikrofilamen aktin, dan vesikula dari pembelahan suatu lempengan sel.
4. Kemiripan dalam ultrastruktur sperma. Dalam rincian ultrastruktur sperma, karofita
lebih mirip dengan tumbuhan tertentu daripada dengan alga hijau lainnya.
5. Hubungan genetik. Para ahli sistematika molekuler telah memeriksa gen nukleus
tertentu dan RNA ribosom pada karofita dan tumbuhan, dan data tersebut sesuai
dengan bukti-bukti lainnya yang menempatkan karofita sebagai kerabat terdekat
tumbuhan.
Tubuh tumbuhan yang kompleks menunjukkan derajat spesialisasi struktural yang
beranekaragam pada organ-organ yang berada di bawah tanah, yaitu akar, dan di atas
permukaan tanah-tunas yang akan menjadi daun. Pada sebagian besar tumbuhan, pada daun
terdapat pori mikroskopik (stomata) yang berperan sebagai tempat pertukaran karbondioksida
dan oksigen. Adaptasi darat struktur tumbuhan dilengkapi dengan adaptasi kimiawi seperti
lapisan lilin pada daun yang berfungsi sebagai pelindung.
B. Evolusi pada tumbuhan
Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam
konteks biologi yang modern, evolusi berarti perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam

suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menjadi
dasar dari evolusi dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup.
Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi, transfer gen antar populasi, seperti
dalam migrasi, atau antar spesies seperti yang terjadi pada bakteria, serta kombinasi gen
melalui reproduksi seksual.
Munculnya sel fotosintetik tampaknya mengubah kondisi bumi yang semula tanpa
oksigen menjadi beroksigen, terbentuknya lapisan ozon, dan kemudian menimbulkan
perubahan pada prokariotik yang anaerob. Salah satu akibatnya adalah sel prokariotik
melakukan simbiosis sehingga muncullah sel yang memilki inti yang disebut sebagai sel
eukariotik. Eukariotik berevolusi selama jutaan tahun sehingga terbentuklah keanekaragaman
protista, yaitu eukariot awal. Perkembangan protista menjadi beberapa kelompok yang
mempunyai ciri khas menyebabkan perkembangan sel eukariot uniselular, multiselular,
hingga sel makroselular. Oleh karena itu sistem klasifikasi juga berkembang seiring dengan
kemajuan secara molekuler. Dari sistem 5 kingdom menjadi 8 kingdom, dan kemudian
muncul calon-calon kindom baru, sehingga terbentuklah sistem 3 domain. Salah satu kindom
tersebut adalah Plantae yang terdiri dari Alga Hijau dan Tumbuhan.

1)
2)
3)

4)

1)
2)

Keterangan gambar
Gambar di atas menjekaskan empat periode utama dalam evolusi tumbuhan, yaitu :
Periode pertama, evolusi dihubungkan dengan asal mula tumbuhan dari nenek moyang
akuatik, selama masa Ordovisium pada zaman Paleozoikum, sekitar 475 juta tahun silam.
Periode kedua, diversifikasi tumbuhan vaskuler selama masa Devon awal, sekitar 400 juta
tahun silam. Di mana tumbuhan vaskuler pertama tidak memiliki biji, dan keadaan ini masih
ditemukan pada paku-pakuan.
Periode ketiga, dimulai dengan kemunculan biji, dimana tumbuhan vaskuler biji pertama
muncul sekitar 360 juta tahun silam, dekat dengan masa Devon. Tumbuhan berbiji awal,
bijinya tidak terbungkus dalam ruang khusus, seperti pada berbagai jenis gimnospermae
termasuk conifer seperti pinus dan tumbuhan konus.
Periode keempat, munculnya tumbuhan berbunga selama awal masa Krestaseus pada zaman
Mesozoikum, sekitar 130 juta tahun silam.
Studi evolusi tumbuhan didasarkan pada kesamaan bukti dan pada umumnya memiliki
keterbatasan yang secara umum hampir sama dengan studi evolusi pada hewan, yaitu adanya
kenyataan berikut ini:
Tumbuhan tinggi tidak dapat berpindah tempat sehingga kecil kemungkinan terjadinya
fosilisasi apabila tumbuh ditempat yang tidak memungkinkan terjadinya proses fosilisasi.
Tumbuhan cenderung menggugurkan bagian-bagiannya, seperti daun, batang, bunga,
dan biji. Jadi daun dan polen yang mengalami fosilisasi mungkin dapat dinyatakan sebagai
spesies yang berbeda, karena sepintas lalu tidak tampak adanya hubungan organik satu sama
lain. Meski pada kenyataannya berasal dari tumbuhan yang sama.

1)

2)
3)

4)

Bila kita telusuri lebih lanjut ternyata tumbuhan yang sudah memiliki sistem pembuluh
(floem dan xilem) sudah ada sejak periode Silur, 425 10 juta tahun yang lalu, yaitu pada
akhir periode Devon, muncul empat kelompok tumbuhan yang keturunannya masih dapat kita
temui pada masa sekarang. Kelompok tumbuhan tersebut adalah psilopsida, spenhopsida, dan
pteropsida, serta gymnosperma primitif yang dikenal dengan sebutan paku biji.
Keturunan jenis paku biji yang dapat kita jumpai pada saat ini adalah pakis dan ginkgo.
Jenis gimnosperma terus berevolusi, dan pada akhir periode Trias 230 10 juta tahun yang
lalu mulai muncul konifer. Kemudian pada periode Jura 180 5 juta tahun yang lalu
tumbuhan angiosperma yang pertama mulai terdapat di daratan.
Evolusi selanjutnya menghasilkan jenis angiospermae modern yang mulai mendominasi
dunia tumbuhan sejak awal periode Kreta 70 tahun yang lalu. Sejak periode tersebut jenisjenis angiosperma dapat dijumpai dengan mudah hampir di setiap habitat. Angiosperma
dibagi kedalam 2 kelas, yaitu dikotil dan monokotil berdasarkan jumlah kotiledon yang
terdapat di dalam biji. Tumbuhan jenis dikotil muncul lebih dahulu dipermukaan bumi dan
kemudian diikuti oleh tumbuhan monokotil.
Keberhasilan tumbuhan angiosperma mendominasi dunia tumbuhan didukung oleh
perkembangan yang sangat baik pada beberapa bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun,
dan adanya bunga serta buah yang merupakan adaptasi untuk menunjang penyerbukan dan
penyebaran biji.
Menurut Campbell dkk (2003), berdasarkan catatan fosil yang ada, sejarah adaptasi
daratan oleh tumbuhan terdapat empat periode utama evolusi tumbuhan. Periode tersebut
merupakan radiasi adaptif yang mengikuti evolusi struktur bagi peluang kehidupan di darat.
Keempat periode adalah sebagai berikut:
Periode pertama
Evolusi, yaitu selama masa Ordovisian, zaman palaeozoikum, sekitar 475 juta tahun yang
silam, asal mula tumbuhan diduga berasal dari nenek moyang akuatik. Adaptasi terhadap
kehidupan darat (terrestial) dibuktikan oleh adanya sporopolenin dan gametangia berlapis
yang melindungi gamet dan embrio. Adaptasi ini terjadi pada briofita yang merupakan
tumbuhan darat pertama. Briofita atau tumbuha lumut ini berkembang menjadi berbagai
variasi dalam kelompoknya. Jaringan pembuluh yang terdiri atas sel-sel membentuk
pembuluh untuk mengangkut air dan zat hara ke seluruh tubuh tumbuhan. Evolusi briofita
merupakan evolusi yang relatife dini dalam sejarah tumbuhan. Oleh karena sebagian besar
briofita tidak memiliki jaringan pembuluh maka briofita disebut sebagai tumbuhan yang non
vaskuler atau tumbuhan tidak berpembuluh. Namun ada sebagian kecil briofita yang
memiliki jaringan pembuluh pengangkutan air, dengan demikian pengelompokan briofita
sebagai tumbuhan non vaskuler tidak seluruhnya benar.
Periode kedua, diversifikasi tumbuhan vaskuler selama masa Devon awal, sekitar 400 juta
tahun silam. Di mana tumbuhan vaskuler pertama tidak memiliki biji, dan keadaan ini masih
ditemukan pada paku-pakuan.
Periode ketiga, dimulai dengan kemunculan biji, yaitu struktur yang mempercepat kolonisasi
daratan dengan cara melindungi embrio tumbuhan dari kekeringan dan ancaman lainnya.
Tumbuhan vaskuler biji pertama muncul sekitar 360 juta tahun silam, dekat dengan masa
Devon. Tumbuhan berbiji awal, bijinya tidak terbungkus dalam ruang khusus, seperti pada
berbagai jenis gimnospermae termasuk konifer seperti pinus dan tumbuhan konus. Tumbuhan
ini hidup bersama tumbuhan lainnya mendominasi bentang alam selama lebih dari 200 juta
tahun.
Periode keempat, evolusi tumbuhan terjadi pada masa Kreta, zaman Mesozoikum sekitar 130
juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan kemunculan tumbuhan berbunga yang
memiliki struktur reproduksi yang agak rumit dimana biji dilindungi oleh ruangan yang

a.
b.
c.
d.
e.

disebut ovarium. Karena biji terlindung sedemikian rupa maka kelompok ini disebut
tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae (Bhs. Yunani: Angion= wadah; spermae=
benih atau biji) Betapapun juga telah lama diyakini bahwa tumbuhan berevolusi dari alga
hijau, yaitu protista fotosintetik yang hidup di air. Kelompok alga hijau berkembang sangat
pesat sehingga keanekaragamannya juga tinggi. Kini banyak bukti yang mengarahkan
kekerabatan jenis alga hijau yang termasuk karofita degan tumbuhan karena adanya,
Kesamaan DNA kloroplas alga hijau karofita dengan tumbuhan
Kesamaan biokimiawi, yaitu komponen selulosa penyusun dinding sel dan komposisi enzim
peroksisom pada alga dan tumbuhan
Kemiripan dalam mekanisme mitosis dan sitokinesis, yaitu adanya organel-organel
mikrotubul, mikrofilamen aktin dan vesikula pada proses pembelahan sel.
Kemiripan dalam ultra struktur sperma
Adanya hubungan kekerabatan (genetik) berdasarkan kesamaan gen dan RNA. Karofita yang
diwakili oleh ganggang karangan (Characeae) menunjukan bahwa karofita dan tumbuhan
memiliki nenek moyang yang sama. Karofita modern umumnya hidup di perairan dangkal,
sementara karofita primitif diduga juga telah hidup di air dangkal yang mudah terancam
kekeringan. Seleksi alam terjadi sehingga alga ini bertahan hidup di laut dangkal.
Perlindungan terhadap embrio yang berkembang di dalam gametangia merupakan cara
adaptasi terhadap kekeringan, dan ternyata cara ini berguna pada saat mereka hidup di darat.
Walaupun mengenai evolusi tumbuhan tidak ada bukti fosil secara langsung, tetapi diduga
dimulai pada periode Pra Kambrium sebelum era Paleozoic, saat laut bertemu daratan alga
hijau telah mengembangkan ciri-ciri yang memungkinkan bertahan hidup dalam periode
kekeringan yang sebentar-sebentar.

1. Periode Cambrian

Fosil Yuknessia yaitu Makroalgae berdaun tipis seperti daun palem hijau menyerupai
rumput laut modern
2. Periode Ordovician

Munculnya tumbuhan darat pertama seperti Briophyta


3. Periode Silurian

1.
2.
3.
4.
5.

Munculnya tumbuhan vaskular pertama yaitu Cooksonia sp


Pada akhir Silurian, keturunan yang mampu hidup ditanah gersang telah muncul dan mulai
menempati lingkungan yang baru, kelompok itu yang disebut sebagai tumbuhan dengan
syarat, yaitu:
Mengandung klorofil a dan b
Kekurangan daya gerak/ daya berpindah tempat dengan cara pengkerutan serabutnya
Mempunyai tubuh yang tersusun dari banyak sel yang berlainan untuk membentuk jaringan
dan organ
Mempunyai organ seks yang tersusun dari banyak sel tambahan
Menghasilkan keturunan yang disebut embrio yang berkembang sebagian dan dilindungi
serta diberi makan untuk masa tertentu dalam tubuh induknya
Dengan syarat tersebut, Ernest Haeckel menempatkan alga (kecuali Cyanophyta) ke dalam
dunia Protista, karena Alga tidak mempunyai persyaratan 4 dan 5.

4. Periode Devonian

Tumbuhan berkembang dengan cepat dan mengarah pada dominasi tumbuhan pakis
5. Periode Carboniferus
1) Munculnya Calamites sp.
Tumbuhan pada periode ini menggunakan spora sebagai alat reproduksi di lingkungan yang
lembap

Akhir periode ini ditemukan Lycopoda raksasa yang dinamakan Lepidodendron


6. Periode Permian

Tumbuhan yang dominan adalah paku-pakuan

Awal periode ini ditemukan banyak Autunia dan Marattia (paku) serta Walchia ( konifer )

Fossil Autunia

1)

2)

3)

C.

Marattia ( paku)
Munculnya tumbuhan konifer dan ginkgo
Akhir periode ini, Lepidodendron dan Sigillaria jarang ditemukan
Briofita merupakan tumbuhan darat awal yang berevolusi dari jenis yang hidup di air.
Adaptasi ini belum sempurna, sehingga briofita memerlukan tempat hidup yang lembab.
Briofita (Bhs Yunani+ lumut) menunjukkan adaptasi penting dengan kehidupan darat yaitu
adanya, arkegonium (gametangium betina) dan anteridium (gametangium jantan).
Arkegonium menghasilkan satu sel telur (ovum), anteridium menghasilkan sperma
berflagela. Sel telur dibuahi di dalam arkegonium dan kemudian berkembang menjadi zigot.
Zigot kemudian berkembang menjadi embrio di dalam selubung pelindung organ
betina. Sekalipun embrio telah terlindung sedemikian rupa, namun briofita belum sepenuhnya
terbebas dari kehidupan air. Untuk bereproduksi, sperma berflagela (ciri kehidupan air) masih
tetap memerlukan air untuk dapat membuahi sel telur. Briofita juga tidak memiliki jaringan
lignin dan tidak memiliki jaringan vaskuler, sehingga air dari lingkungan berdifusi dan
diserap oleh sel. Tinggi tumbuhan lumut umumnya 1-2cm, namun ada yang mencapai 20 cm.
Briofita terdiri atas 3 divisi, yaitu:
Divisi Lumut Daun (Divisi Briofita)
Lumut daun merupakan briofita yang sangat dikenal, tumbuhan lumut ini hidup berkelompok
seperti hamparan yang lunak yang bersifat menyerap air. Masing-masing tumbuhan memiliki
rhizoid (rhiza= akar;-oid= mirip) sebagai alat untuk melekat pada substrat. Lumut daun
mempunyai bagian yang mirip akar, mirip daun dan mirip batang. Bagian akar, batang,
dan daun ini memang berbeda strukturnya dengan akar, batang, dan daun sejati pada
tumbuhan tinggi. Namun bagian daun nya dapat menyelenggarakan fotosintesis. Lumut
daun berukuran kecil (pendek), meski demikian, hamparan Sphagnum (lumut gambut) yang
sangat tebal dapat menutupi kira-kira 3 % permukaan bumi kita. Sphagnum yang mati di
tanah yang basah menyimpan karbon organik yang tak mudah diuraikan oleh mikroba.
Divisi Lumut hati (Divisi Hepatofita)
Lumut hati banyak tumbuh di hutan tropika yang sarat dengan keanekaragaman disebut lumut
hati karena tubuhnya terdiri dari beberapa lobus yang mengingatkan kita pada lobus hati.
Siklus hidupnya mirip dengan lumut daun yaitu memiliki fase seksual dan aseksual. Secara
aseksual dengan membentuk gemmae yang terdapat di dalam mangkuk dan kemudian
akan terpental ke luar dari mangkuk oleh tetesan air hujan.
Divisi Lumut tanduk (Anthoserofita)
Lumut ini disebut lumut tanduk karena sporofitnya membentuk kapsul yang memanjang
mirip tanduk. Berdasarkan penelitian asam nukleat diperoleh bukti bahwa lumut tanduk
merupakan kelompok briofita yang paling dekat kekerabatannya dengan tumbuhan vaskuler.
Ketiga divisi briofita tersebut telah berhasil hidup di darat dan beradaptasi selama lebih dari
450 juta tahun. Bahkan diyakini bahwa pada 50 juta tahun pertama sejak lahirnya komunitas
darat, lumut merupakan satu-satunya tumbuhan yang mendominasi daratan
Evolusi Tumbuhan Vaskuler

Di atas telah diuraikan bahwa kelompok briofita telah berhasil beradaptasi dengan
kehidupan darat, sekalipun tidak sepenuhnya dapat hidup ditempat yang kurang air. Pada
bagian daun nya terdapat stomata dan kutikula yang mirip dengan tumbuhan vaskuler.
Keberadaan stomata dan lapisan kutikula ini merupakan tahap evolusi briofita terhadap
kehidupan di darat. Tubuh tumbuhan briofita juga telah mengalami diferensiasi menjadi
bagian-bagian yang mirip akar, mirip batang dan mirip daun. Pada tumbuhan vaskuler,
tubuhnya juga berdiferensiasi menjadi akar, batang, dan daun sejati. Sistem perakaran di
bawah permukaan tanah berfungsi: untuk menyerap air dan zat hara. Sistem tunas di atas
permukaan tanah akan menghasilkan daun yang berfungsi untuk menyelenggarakan proses
fotosintesis. Pada bagian batang terdapat jaringan vaskuler yang membentuk sistem
pembuluh angkut. Sistem pembuluh angkut terdiri atas xylem (pembuluh kayu) dan
floem(pembuluh tapis). Pembuluh kayu yang berbentuk tabung sebenarnya merupakan sel
mati, namun dindingnya masih merupakan sistem pipa kapiler mikroskopis untuk
mengangkut air dan zat hara dari akar kebagian tubuh tanaman. Floem merupakan jaringan
sel hidup yang berfungsi menghantarkan makanan, yang mendistribusikan gula, asam amino,
dan zat-zat lain dari daun ke seluruh bagian tubuh tanaman. Adaptasi terhadap kehidupan
darat lainnya adalah lignin (zat kayu) yang terdapat di dalam matriks selulosa dinding sel,
sifatnya keras, dan berfungsi untuk menyokong batang tumbuhan agar kokoh. Adanya lignin
sangat penting bagi tumbuhan darat, karena lingkungan darat tidak memberikan sokongan
eksternal seperti lingkungan air. Alga yang tumbuh di air tidak memerlukan zat lignin karena
lingkungan sekitarnya menunjang tubuhnya sedemikian rupa.Sel-sel pembuluh kayu
memiliki dinding berlignin yang memiliki dua fungsi yaitu sebagai jaringan vaskuler dan
sebagai penyokong tubuh tanaman. Pada tumbuhan yang kecil dan tak berkayu, maka tekanan
turgo rmembantu agar tumbuhan tetap tegak, namun pada pohon dan tumbuhan yang besar
harus ada lignin agar dapat tegak. Berbagai fosil tumbuhan ditemukan pada lapisan
sedimen masa Silur dan Devon. Tumbuhan ini terfosilkan dengan sangat indahnya, hingga
tampak susunan jaringan mikroskopiknya. Fosil tumbuhan tertua adalah Cooksonia yang
ditemukan di lapisan Silur di Eropa dan Amerika Utara. Temuan di dua benua yang berbeda
ini menunjukkan bahwa dahulu kala kedua benua ini masih bersatu.
Perbedaan Cooksonia dengan briofita adalah pada siklus hidupnya. Pada briofita tahap
gametofit merupakan tahap dominan. Pada tumbuhan vaskuler awal, tahap sporofit-lah yang
dominan, yang ditandai oleh adanya sporangia. Sporofit Cooksonia bercabang, hal ini
menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan sporofit briofita yang tak bercabang.
Percabangan berfungsi untuk meningkatkan jumlah sporangia dan spora yang dihasilkan oleh
tubuh tumbuhan, sehingga dapat lebih banyak menghasilkan keturunan. Percabangan ini juga
merupakan bahan mentah bagi evolusi tumbuhan vaskuler. Daun pada tumbuhan vaskuler
diduga berevolusi dari terbentuknya jalinan jaringan beberapa cabang yang tumbuh
berdekatan. Contoh Divisi Bryofita: Musci (lumut daun), Marchantia (lumut hati),
Anthoceros (lumut tanduk).
D. Tumbuhan vaskuler tak berbiji
Tumbuhan vaskuler atau tumbuhan berpembuluh terdiri atas tumbuhan vaskuler tak
berbiji. Tumbuhan vaskuler tak berbiji dimulai sejak 360 juta tahun silam yaitu pada masa.
Karbon.Filogeninya digambarkan sebagai berikut: Karofita, Briofita Tumbuhan vaskuler tak
berbiji Gimnosperma, Angiosperma.
1)
Filogeni tumbuhan vaskuler tak berbiji
Baik pada Cooksonia maupun tumbuhan vaskuler tak berbiji, siklus hidupnya didominasi
oleh generasi sporofit. Generasi gametofitnya sangat kecil dan terdapat di permukaan tanah.
Berkurangnya dominasi generasi gametofit dalam evolusi tumbuhan merupakan bentuk
kecenderungan tumbuhan untuk beradaptasi dengan kehidupan darat. Pada jenis pakupakuan, ada dua macam tumbuhan sporofit, yaitu paku homospora dan paku heterospora.

Paku homospora= sel telur sporofit, spora gametofit (berukuran sama) (biseksual) sperma.
Sedangkan paku heterospora= megaspora, gametofit, betina, sel telur, sporofit mikrospora,
gametofit, jantan sperma.
paku homospora menghasilkan spora yang sama bentuk dan ukurannya, sementara paku
heterospora menghasilkan dua jenis spora yaitu megaspora dan mikrospora. Megaspora
menghasilkan gametofit betina (arkegonium) sedangkan mikrospora menghasilkan gametofit
jantan (anteridium). Anggota paku heterospora diantaranya ada yang berevolusi kembali ke
air. Tumbuhan vaskuler tak berbiji terdiri atas tiga divisi:
a. Divisi Lycophyta (likofita)
Paku likofita berevolusi selama masa Devon dan mendominasi daratan selama masa Karbon.
Pada masa itu, divisi Lycophyta berevolusi menjadi dua kelompok yaitu:(1) Kelompok yang
berevolusi menjadi pohon berkayu dengan diameter batang 2 meter dan tinggi lebih dari 40
meter. (2) Kelompok yang tetap berukuran kecil, berbentuk herba (tak berkayu),
contohnya Lycopodium (paku lumut, paku kawat,pinus tanah) Spesies Lycophyta raksasa
mendominasi rawa Karboniferous selama jutaan tahun, dan kemudian punah ketika terjadi
perubahan suhu di bumi dan rawa-rawa mengering pada akhir periode Karbon. Spesies
Lycophyta yang berukuran kecil hidup dekat permukaan tanah di dasar hutan atau hidup
sebagai epifit pada pohon lain. Penyebarannya mulai dari hutan beriklim sedang hingga hutan
tropika.
b. Divisi Sphenophyta (paku ekor kuda)
Kelompok sphenophyta dikenal sebagai paku ekor kuda (horse tail), contohnya Equisetum.
Tumbuhan paku ini termasuk kelompok tumbuhan vaskuler primitif yang telah menghuni
daratan sejak masa Devon. Kelompok ini mendominasi daratan pada masa karbon, beberapa
spesies diantaranya mencapai tinggi 15 meter. Paku ekor kuda yang bertahan
hingga masa kini adalah genus tunggal. Equisetum dengan kira-kira 15 spesies yang tersisa.
Hidup di bumi belahan utara hingga daerah tropika di tepian aliran sungai.
Paku ekor kuda merupakan paku homospora.Tumbuhan yang terlihat adalah generasi
sporofit. Pembelahan meiosis terjadi di dalam sporangia dan menghasilkan spora haploid.
Gametofit berkembang dari spora, berukuran sangat kecil hanya beberapa millimeter saja.
Sistematika tumbuhan paku ekor kuda
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Pteridophyta
Kelas
: Equisetopsida
Ordo
: Equisetales
Famili
: Equisetaceae
Genus
: Equisetum
Spesies
: Equisetum telmateia
c. Divisi Pterophyta (Pakis)
Divisi ini sangat beranekaragam, dikenal sebagai pakis dengan jumlah spesies lebih dari
12.000 spesies yang hidup hingga masa kini. Jumlah spesies terbanyak terdapat di daerah
tropika, tetapi ada beberapa spesies yang hidup di daerah beriklim sedang. Daun pakis
berukuran besar, berbeda dengan daun lycophyta. Diduga bentuk daun mengalami evolusi,
setiap daun pakis yang disebut megafil kemungkinan berasal dari beberapa daun-daun kecil
yang berdekatan. Daun pakis merupakan daun majemuk, ketika masih muda menggulung dan
ujungnya membentuk seperti ujung biola, dan kemudian berangsur sempurna seiring dengan
membukanya gulungan daun tersebut. Ada pohon pakis yang berukuran besar yang hidup di
daerah tropika, misalnya pakis haji.
Tumbuhan vaskuler tak berbiji sangat dominan pada masa karboniferous sekitar 290-360
juta tahun silam, dan pada masa kini meninggalkan spesies yang masih hidup dan juga bahan
bakar fosil dalam bentuk batu bara.

E. Sistimatika Tumbuhan
Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi
tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan
tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika tumbuhan bantuan ilmu seperti
filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak
mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan
(klasifikasi).
sistematika tumbuhan menjadikan tumbuhan sebagai objek studinya baik tumbuhan yang
sekarang masih hidup maupun tumbuhan dari masa lampau yang sekarang tinggal ditemukan
sisa-sisanya dalam bentuk fosil atau capnya pada batuan. Menghadapi objek yang
sedemikian besarjumlah, macam, dan ragamnya, tentulah kita harus berusaha terlebih dahulu
menyederhanakan objek studi agar lebih mudah penanganannya. Objek yang besar itu
dipilah-pilah, dikelompok-kelompokkan menjadi kelas-kelas atau golongan atau unit-unit
tertentu.unit-unit inilah yang sekarang ini kita sebut dengan istilah takson, dan pembentukan
takson-takson ini kita sebut klasifikasi.
Sistematika tumbuhan:
Kingdom
Divisio
Sub-divisio
Class / Klas
Sub-class / Sub-klass
Ordo / bangsa
Sub-ordo / sub-bangsa
Familia / suku
Genus / marga
Species / jenis
Contoh
1) Sistematika tumbuhan berbiji
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea L.
2) Sistimatika tumbuhan paku-pakuan
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Divisi : Pteridophyta (paku-pakuan)
- Kelas : Pteridopsida
- Sub Kelas : Polypoditae
- Ordo : Polypodiales
- Famili : Polypodiaceae
- Genus : Asplenium
- Spesies : Asplenium belangeri (Bory) Kze

3)
-

Sistimatika tumbuhan lumut


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Bryophyta (Lumut)
Kelas : Bryopsida
Ordo : Polytrichales
Famili : Polytrichaceae
Genus : Pogonatum
Spesies : Pogonatum cirrhatum

BAB III
PENUTUP
Adaptasi tumbuhan daratan dievolusikan saat tumbuhan vaskuler di tuunkan dari nne
moyangyang menyerupai briofita. Sporofit bercabang pada tumbuhan vaskuler
memperbanyak produksi spora dan memungkinkan terbentuknyatubuh yang lebih kompleks,
cooksonia adalah contoh tumbuhan pada masa silur yang memiliki dua percabangan.
Siklus hidup yang didominasi oleh sporofit di evolusikan kepada tumbuhan
vaskuler tak berbiji, suatu variasi dalam siklus hidup adalah kontras antara tumbuhan
homospora dan heterospora. Tiga divisi tumbuhan vaskuleryaitu likofita, ekor kuda dan pakis.
Tumbuhan vaskuler tak berbiji membenruk hutan batu bara selama masa
karboniferus. Batu bara terbentuk dari gambut, badan tumbuhan rawa yang dibusukkan
secara persial.

DAFTAR PUSTAKA
Mitchell, Cambell Recce. 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga
Tjitrsoepomo, Gembong. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatopyta). Yogyakarta: Gadjah
Mada University press
Waluyo, Lud. 2010. Miskopensi dan Kontrovensi Evolusi. Malang: UMM Press
Posted by Muhammad Hasan Basri at 10:04 AM
===http://gembalailmu.blogspot.co.id/2015/07/makalah-evolusitumbuhan.html===