Anda di halaman 1dari 25

PT.

Coca Cola Amatil masuk ke dalam kuadran I dalam klasifikasi BINTANG


atauSTAR. PT. Coca Cola Amatil memiliki pangsa pasar yang tinggi dan
persaingan dipasar juga sangat tinggi. PT. Coca Cola Amatil tetap bisa bertahan
karena peminat atau konsumennya banyak dan telah terkenal keseluruh dunia.
Selain itu, PT. Coca Cola Amatil telah memiliki banyak produk yang telah banyak
terjual di seluruh dunia.
2. SWOT
a. PT. Coca Cola Amatil (CCA)

STRENGTH

WEAKNESS

1. Manajemen

Dari segi harga lebih


pemasaran teratur tinggi disbanding produk
lainnya yang sejenis
2. Variasi produk
banyak
3. Promosi yang

bagus

OPORTUNITIES

1. Banyak anak

muda yang
menginkan
inovasi baru atau
variasi baru
2. Banyak yang

memerlukan
sponsorship

THREAT

1. Memiliki strategi

1. Tidak bisa

menepis isu yang


melekat di
masyarakat
2. Masyarakat tetap

percaya walaupun
ada isu yang
negative tenntang
produk

1. Penggunaan yang

promosi yang
baik
2. Memiliki cabang

perusahaan
diberbagai
wilayah

Persaingan dengan
industry lain dari segi
harga

berulang-ulang
pada kemasan
botol
2. Ramuannya

(Coke) tidak
diproduksi di
Indonesia harus
didatangkan dari
luar negeri

Banyak produk tiruan

Minuman Coca Cola banyak dinikmati konsumen yang mengininkan produk


minuman yang berasa khas dan memiliki harga yang terjangkau. Coca Cola
mendapatkan kepercayaan dari masyarkat walaupun banyak isu yang beredar untuk
menjatuhkan Coca Cola. PT. Coca Cola Amatil, dengan promosi yang baik Coca
Cola mampu berkembang dan bersaing dengan produk saingan
Saran untuk PT. Coca Cola Amatil adalah tetap mempertahankan rasa khas
Coke dan mengembagkan inovasi baru yang belum ada dipasaran.
Hasil analisis metode SWOT pada PT. Coca Cola Amatil, kekuatan intermal yang
dimiliki adalah manajemen pemasaran yang dimilikinya teratur dan tertata,
promosi produknya baik dengan memanfaatkan media elektronik dan media massa,
memiliki cabang perusahaan yang tersebar diseluruh dunia, dan varian produk
yang dimiliki banyak sehingga masyarakat dapat memilih produk yang sesuai.
Kekuatan yang bisa menjadi peluang adalah perusahaan ini adalah banyaknya anak
muda yang menginginkan inovasi baru dan banyaknya kegiatan anak muda yang
membutuhkan sponsorship sehingga perusahaan ini tetap dapat konsumen.

Kekuatan yang dapat memunculkan ancaman adalah harganya lebih mahal dari
produk sejenis, jadi konsumen memilih produk yang murah.
Kelemahannya internal, harga yang ditawarkan lebih tinggi dari produk
sejenisnya, sehingga persaingan harga sangat tinggi apalagi konsumen lebih
memilih produk yang harganya murah. Kelemahan yang dapat memunculkan
peluang adalah masyarakat tetap percaya walaupun ada isu yang negative tentang
produk ini. Kelemahan yang dapat memunculkan ancaman eksternal adalah bahan
dasar pembuatan Coca Cola tidak diproduksi di Indonesia sehingga sulit untuk
mendapatkannya, banyak sekali produk tiruan yang beredar dipasar, dan
penggunaan botol yang berulang-ulang.

http://nunnamea.wordpress.com/2012/04/18/acara-4-manajemen-bisnis/

ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN COCA COLA


v Strength (Kekuatan)

Riset and Development yang intensif

SDM yang terlatih

Harga Produk Yang Kompetitif

Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar

Harga Produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih

Sebagai inovator dalam industri soft drink

Strategi pemasaran yang baik

System informasi yang baik

Kemasan produk yang menarik

Loyalitas Konsumen

Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia

Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis
produk yang paling inovatif dan atraktif

v Weakness (Kelemahan)

Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan
pasar

Sebagai perusahaan beverage memiliki kontrak ekskulisif kepada Pepsi Company

Ketersediaan bahan baku

Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain

Biaya produksi yang tinggi

v Opportunity (Peluang)

Kestabilan Struktur Harga dan Perkembangan Produk

Bahan pendukung utama produk coca-cola dapat diganti dengan produk yang lain

Respon Terhadap Promosi

Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat

Kerjasama dengan berbagai pihak

Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT Coca Cola

Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan

v Threat (Ancaman)

Tingginya harga bahan mentah

Ada banyak minuman subsitusi dari produk minuman yang lain

Inovasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola

Peningkatan biaya per unit akibat keterbatasan bahan baku

Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola

Sumber : http://www.coca-colabottling.co.id/ina/ourcompany/index.php

Analisis Teori Michael Porter Pada PT Coca Cola


Sabtu, 20 Maret 2010

Saat ini persaingan di bidang bisnis di seluruh dunia sudah tidak dapat di prediksi lagi,
maka sebelum mendirikan sebuah perusahaan seorang perlu memprediksi apa yang akan
terjadi di kemudian hari. Untuk melihat prediksi tersebut maka diperlukan strategi dalam
pelaksanaannya yang harus di lakukan oleh para Manajer Puncak. Menurut Stephanie K
Marrus yang dikutip Sukristono Strategi adalah sebagai suatu proses penentuan rencana para
pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, di sertai penyusunan
suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut tercapai.
Inti dari sebuah Strategi adalah untuk mengatasi para kompetitor. kompetitor tidak hanya
berasal dari perusahaan sejenis namun dapat berasal dari luar seperti
1. Pembeli ( Costumer )
2. Pemasok ( Supplier )
3. Barang Pengganti ( Subtitute Produk )
4. Pendatang Baru ( New Entry )
5. Kompetitor

five Forces Governing Competition an Industy M Porter


Menurut Porter jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang ketat
perusahaan harus memilikh prinsip bisnis, Harga yang tinggi, Produk dengan biaya yang
rendah, dan bukan kedua - duanya. Berdasarkan prinsip tersebut maka Porter Menyatakan ada
tiga Strategi Generik yaitu : Differentiation, Overall Cost Leadership dan Fokus. Menurut
Porter strategi perusahaan unutk bersaing dalam suatu industri dapat berbeda - beda dan
dalam berbagai dimensi, Porter mengemukakan tiga belas dimensi yang biasanya digunakan
oleh perusahaan dalam bersaing, yaitu : Sepesialisasi, Identifikasi Merk,Dorongan Versus

Tarikan, Seleksi Saluran, Mutu Produk, Kepeloporan Teknologis, Integrasi Vertikal, Posisi
Biaya, Layanan,Kebijakan Harga, Leverage, Hubungan dengan Perusahaan Induk,
Hubungan dengan Pemerintah.
Berikut adalah analisis teori Porter pada PT Coca - Cola Bottling Indonesia.

Aspek Pembeli

Pembeli ( Konsumen ) dari produk Coca - Cola mencakup segala usia dari anak kecil, remaja,
dan orang dewasa. Yang hampir di konsumsi oleh segala usia dan Produk Coca Cola dapat
dinikmati di seluruh dunia.
Manajemen Strategi Perusahaan :

Pelayanan yang Baik supaya para Pembeli tidak berpaling pada produk yang lain

Produk yang berkualitas dengan Harga yang Rendah dan dapat dijangkau oleh semua
kalangan

Promosi

Pemberian Hadiah / Mengadakan Kompetisi.

Aspek Pemasok

Setiap proses produksi sebuah perusahaan memerlukan sebuah input yang berupa bahan
baku, tenaga kerja yang dipasok oleh para Suppliers. oleh karena itu para perusahaan harus
mempunyai relasi yang baik pada para suppliers supaya bahan baku dapat tercukupi tepat
waktu dan sistem pembayaran yang lebih fleksibel.
Manajemen Strategi Perusahaan:

Perusahaan harus mempunyai hubungan yang baik pada para relasi

Perusahaan harus tepat waktu dalam waktu pembayran kepada para suppliers

Subsitusi

barang subsitusi dari Produk Coca Cola adalah

AQua

Es Tee

Teh Botol Sosro

Mizone

Ultra Milk

Dan Lain - Lain

Manajemn Strategi

Peusahaan harus Meyakinkan kepada pelanggan bahwa produk Coca - Cola tetap
minuman bersoda no 1 di dunia

dan perusahaan mempertahankan kualitas produk supaya para pelanggan tidak


berpaling ke produk yang lain

Pendatang Baru ( New Entry )

Pendatang baru pada minuman Coca - Cola adalah seperti Mizone, Pocari Sweet, dan lain
sebagainya,
Manajemen Startegi :

Maka sebaiknya suatau perusahaan harus menerapkan strategi Portee yaitu,


Diferensiasi

Harga Yang murah dari produk pendatang baru tersebut.

Loyalitas Perusahaan Kepada para konsumen

Kompetitor

kompetitor dari produk Coca - Cola adalah

7up

Mirinda

Pepsi

Dan Lin - lain.

Manajemen Strategi:

Harga Yang terjangkau

Kualitas yang lebih baik lagi

Inovasi Produk

Fokus pada satu produk yaitu minuman bersoda No 1 di Dunia.

Sumber :http://zizima.wordpress.com
A. Hitt, Michael. Manajemn Strategis.2001

Umar, Husein. Strategic Management,2003. Jakarta

2.2.2
Analisis SWOT yang digunakan Coca Cola Company

Kekuatan (Strengths-S)
1. Menguasai pangsa pasar dunia2. Menjadi perusahaan minuman terbesar sedunia3. Sebagai
inovator dalam industri soft drink 4. Melakukan bottling investment dengan beberapa
investee5. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik 6. Memiliki CSR yang baik 7.
Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
Menurut analisa kami strategi SO yang harus dilakukan adalah:
Melakukan promosi di kantor-kantor, tempat fitness/olahraga,di mall-mall, di kegiatan ibuibu PKK/demo dirumah-rumah. Membantu para agen dalam pasokan produk coca cola.
Kelemahan (Weakness-W)
1. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan
pasar2. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor
lain3. Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada
Peluang (Opportunities-O)
1. Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink 2. Pendistribusian produk
yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan3. Masih terbukanya peluang untuk
melakukan kerjasama dengan berbagai pihak
4. Pengembangan produk baru jenis makanan5. Pertumbuhan iklan di internet karena
penggunaan internet telah meningkat
Menurut analisa kami strategi WO yang harus dilakukan adalah:
Mengurangi iklan yang berlebihan dengan memanfaatkan keberadaan agen & distributor.
Mulai melakukan pemasaran produk ke daerah-daerah yang belum dijangkau oleh
produk coca-cola.
Ancaman (Threats-T)
1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi2. Di beberapa
Negara seperti India melarang penjualan coca-cola3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi
penjualan coca-cola4. Tingginya harga bahan mentah5. Kesulitan mengatur seluruh anak
perusahaan sedunia6. Banyaknya pesaing dalam usaha sejenis
Menurut analisa kami strategi WT yang harus diperhatikan adalah:
Tidak menjual/memasarkan produk di negara yang melarang penjualan coca cola,
namunmenggencarkan pemasaran ke negara lain yang tidak melarang penjualan coca cola,
terutamadi negara-negara tropis. Bermain di Strategi Kepemimpinan Harga dimana
perusahaan berusaha menjadi perusahaanyang berbiaya rendah karena semakin tingginya
tingkat persaingan
Menurut analisa kami strategi ST yang harus dilakukan adalah:
Mulai menciptakan produk baru jenis makanan untuk menghadapi pesaing sejenis.
Mengurangi minuman berkarbonasi dengan menciptakan produk minuman yang sehat
sertamenciptakan produk baru untuk makanan.

http://www.scribd.com/doc/91823676/Tugas-Manajemen-Strategi-CocaCola-Company

Kekuatan atau kompetensi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah Riset and Development
yang intensif, , Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan distribusi dan pangsa pasar, dan
SDM yang besar dan terlatih.
1.Brand image yang sudah dikenal luas
Coca-cola memiliki brand image yang kuat di pasaran Indonesia. Status coca-cola sebagai
produsen minuman bersoda besar di Indonesia menjadi jaminan mutu bagi kesetiaan dan
loyalitas konsumen.
2.Riset and Development yang intensif
Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin
besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi
untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru
yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri.
Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam
Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan
produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk
memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola
meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif
dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea,
teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta
menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut Fanta Oranggo,
setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, CocaCola Indonesia meluncurkan Sunfill produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah.
Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu
memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan
desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea
dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea
dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003,
Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada
tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih
ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus
dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.
Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif.
Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik
melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan
TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling
efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola
juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan
memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil
dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.
Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan

baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola
Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah
lingkungan.
Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling
Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji
3.ramuan rahasia yang tidak dimiliki produk lain
Sari rasa untuk coca-cola dibuat di pabrik-pabrik the coca-cola company dan sampai sekarang
tetap merupakan rahasia dagang terbesar didunia
4.Sumberdaya manusia yang besar dan terlatih
Pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu focus utama manajemen dalam
menyiapkan tenaga kerja yang handal, dinamis dan penuh dedikasi. Sasaran PT. Coca cola
tak lain ialah memberi layanan yang prima dan memuaskan kepada lebih dari 200 juta
konsumen melalui sekitar 400,000 pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.
PT. Coca cola menyadari bahwa untuk meraih semua peluang yang ada, memberikan
layanan yang terbaik kepada para pelanggan, dan untuk dapat mengahadapi tantangan
lingkungan bisnis yang kompetitif, tim-tim PT. Coca cola perlu dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta sikap yang tepat.
Selama sejarah keberadaan Coca-Cola di Indonesia yang cukup lama, PT. Coca cola tetap
menyelenggarakan berbagai pelatihan serta mengembangkan SDM untuk menjamin bahwa
kemampuan bisnis perusahaan senantiasa memenuhi tuntutan pasar, dan para karyawan
mampu menghasilkan apa yang diharapkan dari mereka. Sementara itu, PT. Coca cola juga
secara berkesinambungan merekrut tenaga-tenaga muda berpotensi untuk menduduki posisiposisi penting di masa mendatang.
PT. Coca cola memiliki satu tim khusus yang bertugas meningkatkan keterampilanketerampilan fungsi teknis, bidang manajemen dan kepemimpinan karyawan. Tim tersebut
didukung dan disertifikasi oleh sejumlah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM
internasional. Diantaranya terdapat The Coca-Cola Company, Coca-Cola Amatil dan
beberapa lembaga internasional lainnya. PT. Coca cola menghadirkan kelompok fasilitator
baik dari dalam organisasi sendiri, maupun dari lingkungan luar yang memiliki kepiawaian
bisnis yang tajam, pengalaman kerja langsung dalam bidang-bidang terkait, serta yang jauh
lebih penting, menjiwai pendidikan.
5.Pelayanan terhadap pelanggan dan consumen
Coca-cola bottling Indonesia menyediakan layanan National contact centre (NCC), yaitu
pusat layanan bagi pelanggan dan konsumen diseluruh Indonesia. NCC berfungsi sebagai
media bagi pelanggan atau konsumen untuk mendapatkan layanan dan informasi yang terkait
denan perusahaan dan produk Coca-cola.
Layanan NCC meliputi
1. layanan pelanggan yang mencakup permohonan menjadi pelanggan, alat pendingin,
pemesanan produk, serta hal lain yang terkait dengan distribusi dan penjualan
2. Layanan Konsumen yang meliputi informasi produk, kualitas produk dan kemasan,
kegiatan promosi produk.
3. Pertanyaan umum yang mencakup penelitian, praktek kerja dan lowongan.
6.Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Coca-cola memiliki cirri khas tersendiri yang unik dan kreatif. Berbagai
program promosi diadakan sesuai even yang sedang berlangsung. Baik melalui konser musik,
pameran, promo penukaran tutup botol. Hadiah kejutan maupun iklan tv

7.Sistem informasi yang memadai


pengembangan pendekatan manajemen system informasi yang terarah pada organisasi
merupakan bentuk pengaruh evolusi tekhnologi terhadap dunia usaha dewasa ini
Referensi :
http://strategik.fe.uns.ac.id/wp-content/uploads/2009/05/analisis-kasus-coca-colacompany.pdf
http://www.coca-colabottling.co.id
A. ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MINUMAN RINGAN COCA-COLA
PADA PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA DENGAN
MENGGUNAKAN MATRIK BCG
Oleh : DIA YULIA KUSHARYANTI
Matrik pertumbuhan pangsa pasar ini dikembangkan dan
dipopulerkan oleh sebuah konsultan manajemen terkemuka yaitu
Boston Consulting Group (BCG). Pendekatan BCG memerlukan
penilaian terhadap semua penilaian penawaran organisasi dengan
memakai dua dimensi, yaitu pertumbuhan pasar dan pangsa pasar.
Pertumbuhan pasar merupakan angka pertumbuhan tahunan pasar
yang bersangkutan, tempat penawaran dipasarkan. Pangsa pasar
relatif merupakan kinerja organisasi (contohnya penjualan) relatif
terhadap pesaing terkenal, yang dinyatakan sebagai rasio. Matrik
pertumbuhan bagian pasar dibagi dalam empat kotak, masingmasing menunjukkan jenis bisnis yang berbeda. Metode analisis
BCG Growth/ Share Matrix merupakan metode yang berdasarkan
pada posisi kompetitif relatif (Market Share) dan tingkat
pertumbuhan segmen pasar (Market Segment Growth Rate) yang
dinyatakan dengan The Stars, Question Mark, Cash Cow, dan The
Dogs. Bisnis pada posisi The Stars menghadapi pertumbuhan pasar
yang sangat cepat dengan pangsa pasar yang sangat besar.
Perusahaan dalam kondisi Question Mark menghadapi masalah
pangsa pasar yang rendah dan terjadi justru dalam kondisi
pertumbuhan yang tinggi. Pada posisi Cash Cows, pasar dalam
kondisi telah dewasa dan tingkat pertumbuhan relatif rendah.
Perusahaan dalam kondisi The Dogs menghadapi pangsa pasar
yang sangat rendah, yang terjadi pada pertumbuhan yang lamban.
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar
dan pangsa pasar relatif.

http://deniriansah.blogspot.com/2010/06/bcg-bostonconsulting-gruop.html
1. ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MINUMAN COCA-COLA PATA PT.
COCA COLA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MATRIK BCG
Oleh: DIA YULIA KUSHARYANTI, ZUHAD ICHYANUDIN, SE, MBA
Matriks pertumbuhan pangsa pasar dikembangkan dan

dipopulerkan oleh seorang terkemuka manajemen konsultan yang


adalah Boston Consulting Group (BCG). BCG memerlukan
pendekatan penilaian dari semua organisasi menawarkan penilaian
menggunakan dua-dimensi, yaitu pertumbuhan pasar dan pangsa
pasar. pertumbuhan pasaradalah laju pertumbuhan tahunan pasar
yang relevan, di mana penawaran pasar. Relatif pangsa pasar
adalah kinerja organisasi (misalnya penjualan) relatif terhadap
terkenal pesaing, dinyatakan sebagai rasio. Pertumbuhan pasar
matriks dibagi menjadi empat kotak, masing-masing mewakili jenis
bisnis yang berbeda. BCG metode analisis Pertumbuhan / Share
Matrix merupakan metode yang didasarkan pada relative posisi
kompetitif (Pasar Saham) dan laju pertumbuhan segmen pasar
(Pasar Segmen Laju Pertumbuhan) yang dinyatakan dengan Stars,
Question Mark, Kas Sapi, dan The Anjing. Bisnis dalam posisi
Bintang menghadapi tumbuh pangsa pasar sangat cepat dengan
pasar yang sangat besar. Perusahaan dalam kondisi dari Mark
Pertanyaan menghadapi masalah pangsa pasar rendah dan
menempatkannya di kondisi pertumbuhan tinggi. Kas Sapi pada
posisi yang, pasar telah tumbuh di kondisi dan tingkat pertumbuhan
yang relatif rendah. Perusahaan dalam kondisi Anjing menghadapi
pangsa pasar sangat rendah, yang terjadi pada pertumbuhan yang
lambat. Analisis ini dilakukan untuk menentukan tingkat
pertumbuhan pasar dan relatif pangsa pasar.
sumber :www.google.com

http://ryankumara.blogspot.com/
Penerapan BCG pada PT COCA-COLA
Pt coca-cola memiliki pabrik pusat di Negara Amerika Serikat. Namun minuman ini sudah
dikenal diseluruh dunia termasuk Indonesia. PT coca cola berdiri di indonesia sejak tahun
1932, pada tahun 1999 konsumen dari produk coca cola di indonesia mencapai 85%,
penikmat coca-cola mencakup berbagai kalangan dari anak kecil sampai orang dewasa dapat
mengkonsumsi minuman ini. Para konsumen mengalami kenaikan setiap tahunnya, dan
perusahaan minuman no 1 didunia ini selalu melakukan inofasi dalam pendistribusian
produknya, contohnya sekarang minuman coca-cola dapat diperoleh di pinggir jalan dengan
alat pendingin yang telah disediakan oleh perusahaan.
Coca-cola memiliki berbagai pengklasifikasian minuman seperti Energy Drinks, Tea dan
Coffee, sport Drink, Soft Drink, juice, water, dan lain-lain. PT Coca- Cola memiliki beberapa
jenis produksi seperti Fanta, Coca-Cola Zero, Coke, Pocari Sweet, Coca-Cola, Thums Up,
Limce, Pulpy Orange, Maaza, Kinley, Goergia. Para konsumen minuman bersoda di
Indonesia masih dikatakan rendah dibanding dengan neraga lainnya seperti Singapura,

Malaysia, dan Filifina. Namun konsumsi coca-cola di Indonesia mencapai 60%, dan sisa nya
didominasi dengan minuman the botol.
Matrix BCG Coca-Cola

Diversifikasi produk merupakan salah satu cara untuk meningkatkan volume penjualan yang
dapat dilakukan oleh perusahaan terutama jika perusahaan tersebut telah berada dalam tahap
kedewasaan. Dengan diversifikasi produk, suatu perusahaan tidak akan bergantung pada satu
jenis produknya saja. Tetapi perusahaan juga dapat mengandalkan jenis produk lainnya
(produk diversifikasi). Karena jika salah satu jenis produknya tengah mengalami penurunan,
maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
dapat mengetahui hubungan antara diversifikasi produk dengan volume penjualan, dan sejauh
mana diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh perusahaan dapat mempengaruhi tingkat
volume penjualan perusahaan tersebut. Penelitian yang dilakukan penulis adalah di CocaCola Sales Center yang berlokasi di Bogor. Pt. Coca-Cola Sales Center merupakan distributor
produk minuman berkarbonasi dengan merek dagang Coca-Cola. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Coca-Cola dalam hal ini telah melaksanakan diversifikasi produk, tetapi
tidak berjalan dengan baik, sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat volume penjualan
perusahaan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor penyebab, diantaranya
yaitu; keadaan ekonomi dalam negeri, banyaknya pesaing, serta kurangnya promosi yang
dilakukan terhadap produk diversifikasi tersebut. Deskripsi Alternatif : Diversifikasi produk
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat dilakukan oleh

perusahaan terutama jika perusahaan tersebut telah berada dalam tahap kedewasaan. Dengan
diversifikasi produk, suatu perusahaan tidak akan bergantung pada satu jenis produknya saja.
Tetapi perusahaan juga dapat mengandalkan jenis produk lainnya (produk diversifikasi).
Karena jika salah satu jenis produknya tengah mengalami penurunan, maka akan dapat
teratasi dengan produk jenis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui
hubungan antara diversifikasi produk dengan volume penjualan, dan sejauh mana
diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh perusahaan dapat mempengaruhi tingkat volume
penjualan perusahaan tersebut. Penelitian yang dilakukan penulis adalah di Coca-Cola Sales
Center yang berlokasi di Bogor. Pt. Coca-Cola Sales Center merupakan distributor produk
minuman berkarbonasi dengan merek dagang Coca-Cola. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Coca-Cola dalam hal ini telah melaksanakan diversifikasi produk, tetapi tidak berjalan
dengan baik, sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat volume penjualan perusahaan.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor penyebab, diantaranya yaitu;
keadaan ekonomi dalam negeri, banyaknya pesaing, serta kurangnya promosi yang dilakukan
terhadap produk diversifikasi tersebut.
DIVERSIFIKASI produk ditujukan untuk membuat produk tahan lebih lama, mengarah
kepada produk siap konsumsi / digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan
konsumen, memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member
nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.
Untuk divesifikasi produk ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau
komunikasi pemasaran, bantuan dari pemerintah untuk usaha kecil dan menegah.
Diversifikasi produk artinya menganeka ragaman produk. Jadi diawal satu produk utama
dapat dibuat berbagai produk. Contoh mudahnya adalah pisang. Pisang yang dimakan segar
atau dibat makanan basah dapat diversifikasi, menjadi pisang sale, kripik pisang, tepung
pisang. Kripik pisang dideversifikasi lagi dengan berbagai varian bentuk, seperti bulat kecil,
lembaran panjang tunggal atau berbentuk stikc. Keripik pisang dikembangkan lagi dari sisi
rasa, seperti rasa tawar, rasa asin, rasa coklat, rasa bawang goring dan macam-macam lagi.
Dari sisi pembungkus, pertama dijual dalam bentuk curah, kemudian dengan bungkus plastic,
kaleng, bungkus plastic dalam kotak, bungkus aluminium foil dengan isi nitrogen. Dari
ukuran, juga ada variannya dari beberapa gram dalam satu kemasan sampai hitungan kilo.
STRATEGI DIVERSIFIKASI PRODUK
New products Setiap strategi punya kelebihan dan kekurangan, sehingga perusahaan perlu
mereview terlebih dahulu strategi mana (saja) yang bisa digunakan dan layak untuk situasi
yang dihadapinya saat ini. Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks
implikasinya , karena bagi perusahaan, ini akan menjadi pengalaman baru, baik dari segi
pasarnya (new market), maupun dari segi produknya (new products). Pada dasarnya
keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi.
Perusahaan harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu, misalnya
saja apakah channel distribusi yang baru akan cukup mendukung karena distribusi menjadi
faktor utama keberhasilan produk.
Demikian pula harus diyakini bahwa produk baru tersebut memang sesuai dengan minat
konsumen dimana perusahaan bisa memproduksinya dengan kualitas yang sama baiknya
dengan produk-produk lamanya. Untuk mengurangi resiko kegagalan, biasanya dilakukan
test market terlebih dahulu, artinya produk baru ini dicoba dipasarkan di kota tertentu sambil
dimonitor sejauh mana penerimaan pasar/konsumennya. Setelah mempelajari hasil test
market dan modifikasi produk apabila diperlukan, barulah produk dipasarkan di pasar yang

lebih luas. Sebelum mengambil keputusan diversifikasi, perlu dipertimbangkan terlebih


dahulu ketiga strategi lainnya. (1)Bagaimanakah potensi produk lama untuk dikembangkan di
pasar lama (market penetration), karena bisa jadi masih banyak yang bisa digarap disana.
Pilihan berikutnya adalah (2)Pengembangan produk yang sudah ada ke pasar baru (market
development), ataupun bila telah siap dengan pengembangan produk baru, (3)Pertimbangkan
juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development).
Tentunya diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bagi perusahaan.
Yang sering dilaksanakan adalah strategi diversifikasi dikombinasi dengan satu dari ketiga
strategi lainnya, apakah itu market penetration/product development/market development. Ini
tergantung dari kesiapan perusahaan dari segi resources (people, money and time).
CONTOH PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN DIFERSIFIKASI:
PT. Coca cola Company
CONTOH PRODUK DARI PT.Coca cola Company :

Fanta

Sprite

Coca cola

Air mineral Ades

Pepsi

Frestea Fruit

A &ampW

Coke Zero

STRATEGI PEMASARAN PRODUK GLOBAL COCACOLA COMPANY


Diposkan oleh dEwi iRiaNty di 12:08

STRATEGI PEMASARAN PRODUK GLOBAL


COCACOLA COMPANY

I. IDENTITAS DAN PROFIL PERUSAHAAN

Address
The Coca-Cola Company
One Coca-Cola Plaza
United States-Map
Phone: 404-676-2121
Fax: 404-676-6792
Web Site : http://www.cocacola.com
www.thecoca-colacompany.com
Details
Index Membership : Dow Jones Composite
Dow Industrials
S&P 100
S&P 500
S&P 1500 Super Comp
Sector : Consumer Goods
Industry : Beverages-Staff Drinks
Full Time Employes : 92.400

Coca-cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. Coca cola


menjual empat dari lima top minuman non alkohol sedunia, diantaranya:
Cocacola, Diet coke, Sprite, dan Fanta. Coca cola mempekerjakan 71.000
orang dilebih dari 200 negara. Coca cola kurang lebih memproduksi 400
merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman. Produk-produk coca
cola didistribusikan melalui restoran dan toko makanan, serta pemasok.
Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John
Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika
Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang
kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat
sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena
berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan.
Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir,
Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Dr. Pemberton menjual

ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan


mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat
ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun
tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun
1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang
kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892. Chandler piawai
dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai
macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Bendabenda
tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang
berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warnawarni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian
cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk
memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan. Upaya
mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong
penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli
Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya
secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian
produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke,
dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular
pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan
periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke
resmi menjadi merek dagang terdaftar.

II. VISI DAN MISI PERUSAHAAN


Visi
Visi kami menyediakan kerangka Roadmap kami dan pedoman setiap
aspek dari bisnis kami dengan menggambarkan apa yang kami butuhkan
untuk menyempurnakan untuk melanjutkan menuju keberhasilan yang
mendukung, kualitas pertumbuhan.
People : Be a great place to work where people are inspired to be the
best they can be.
Portfolio : Bring to the world a portfolio of quality beverage brands that
anticipate and satisfy people's desires and needs.
Partners : Nurture a winning network of customers and suppliers,
together we create mutual, enduring value.
Planet : Be a responsible citizen that makes a difference by helping build
and support sustainable communities.

Profit : Maximize long-term return to shareowners while being mindful of


our overall responsibilities.
Productivity : Be a highly effective, lean and fast-moving organization.

Misi
Our Roadmap starts with our mission, which is enduring. It declares our
purpose as a company and serves as the standard against which we
weigh our actions and decisions.
1. To refresh the world...
2. To inspire moments of optimism and happiness...
3. To create value and make a difference.

III. DIVISI
Segmen Operasi perusahaan Coca-cola mencakup:
1. Afrika
Afrika merupakan sektor privat dengan jumlah karyawan terbesar yaitu
55.000 karyawan. Pendapatan operasi dari coke pada divisi Afrika turun
dari 4,8 % menjadi 4,6 % pada tahun 2006.
2. Asia Tenggara dan Timur dan Pasifik
Keuntungan divisi dari kesuksesan pada 2006 berasal dari Coca-Cola Zero
pada penjualan di Australia dan Thailand.
3. Uni Eropa
Divisi ini mengalami peningkatan pertumbuhan senilai 6 persen dari tahun
2005 ke tahun 2006. Faktor-faktor keberhasilan wilayah ini diraih dari
kombinasi dari produk-produk baru, pengemasan yang inovatif, dan
kolaborasi dengan para konsumen.

4. America Latin
Tiga pasar terbesar Coke diantaranya ialah United States, Mexico, dan
Brazil. Portofolio minuman mendapatkan poin 7 persen pada tahun 2006
dimana perusahaan melihat pada pengembangan garis produk. Fokus

Coke di Amerika Latin ialah pada penambahan air, jus, dan minuman
olahraga.
5. Amerika Utara
Perusahaan telah mencapai keberhasilan dalam pengimplementasian
produk MyCoke Rewards yang melibatkan sekitar 3,5 juta subjek yang
berpastisipasi, dimana lebih baik dari 1,5 juta penghargaan yang
dinyatakan. Coke menerapkan uji pemasaran kopi/teh dimana Coke
menyalurkan via tekkknologi Far Coast Brand dimana merupakan
konsep toko yang pertama kali dibuka di Toronto, Kanada pada tahun
2006.
6. Asia Utara, Eurasia, dan Timur Tengah
Divisi ini pada tahun 2006 telah memproduksi 11 persen unit volum kasus
meningkat untuk Coke. Coke adalah penjual terbaik minuman non-alkohol
di Rusia dengan 22 persen pertumbuhan volum kasus pada tahun 2006.
7. Bottling Investment
Coke meningkatkan investasi pada bottling investment. Segmen ini
memiliki kinerja yang baik untuk Coke di tahun terakhir. Coke telah
memfokuskan pada desain road to market dan optimisasi pada
infrastruktur operasi bottling di India.

IV. MARKETING MIX PERUSAHAAN


1. Produk
Coca-Cola Company's produk termasuk minuman konsentrat dan sirup,
dengan produk utama minuman. Usaha telah lebih dari 300 merek
minuman di seluruh dunia dengan yang utama menjadi Coke, Fanta, Lift,
Sprite, Frutopia 100% Fruit Juice, and PowerAde. The Coca-Cola Company
packages its beverages into plastic bottles of sizes 2 litres, 1.25 litres,
600mL and 300mL. Coca-Cola Company paket dengan minuman dalam
botol plastik ukuran 2 liter, 1,25 liter, 600ml dan 300ml. These are also
available in aluminium cans of 375mL. Ini juga tersedia dalam aluminium
kaleng 375mL. Coca-Cola adalah merek dagang paling terkenal, diakui
oleh 94 persen dari populasi dunia. Bisnis sangat sukses dan memiliki
reputasi yang sangat baik.
2. Price
Harga Coca-Cola produk bervariasi sesuai dengan merek dan ukuran.
Harga produk utama ditunjukkan di bawah ini.

ProductSizePrices (approx. not on sale prices)


Coke, Fanta, Lift, SpriteCoke, Fanta, Lift, SpriteCoke, Fanta, Lift,
SpriteCoke, Fanta, Lift, SpriteCoca-Cola soft drinksCoca-Cola soft
drinksPowerAde2L bottle1.25L bottle600mL bottle300mL bottle375 x 30
cans375 x 18 cans ---$2.57$1.35$2.10 - $2.30$1.30$17.87$12.98$2.80
3. Promotion
The business uses a range of promotional activities, shown in the table
below. Promotional strategyExplanation of promotional strategy
AdvertisingThe Coca-Cola Company uses advertising as its main source of
increasing consumer awareness. It mainly uses the television. There are
many television advertisements on Coca-Cola products. This source allows
the company's products to reach a large audience.The latest television
advertisement for Coca-Cola soft drinks was the 'You know you want it'
advertisement. One of the older one are ' If you drink it, you get better of
life' The company also uses the radio as another source of advertisement.
This is a cheaper source of approach compared to the television.Recently,
the company benefited from its involvement in the world's celebrated
games such as the Olympics and the FIFA World Cup. Where millions were
watching these games,the business had substantial advertising and
promotions of the company's brands.The cost of advertising over the past
3 years is shown in Fig. (11).Cost ($ mil) YearFig. (11) The Coca-Cola
Company's advertising costs
Personal sellingEvery year, The Coca-Cola Company has a highly trained
sales team, which acts as a representative of the company to the retailers.
This strategy helps to maintain service and product loyalty. It has been
demonstrated bythe business to be highly effective.
Publicity In February 2003, Vanilla Coke was released to the media as a
news brief outlining the huge profit achieved by the business (from the
Sydney Morning Herald 14th February 2003). This helped The Coca-Cola
Company to strengthen the image of the business's products.
4. Place
The Coca-Cola Company sells its products to bottling and canning
operations, distributors, fountain wholesalers and some fountain retailers.
These then distributes them to retail outlets, milk bar and corner stores,
restaurants, petrol stations and newsagents. Wholesalers/distributors,
Retail/corner stores, Restaurants, petrol stations,Consumers.

Intensive distributionThe Coca-Cola Company uses the intensive


distribution strategy. The business's products are sold in almost every
outlet including: retail outlets small shops restaurants petrol stations
newsagents schools sports and entertainment venuesfrom vending
machines.

V. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN


Kekuatan Perusahaan
1. Menguasai pangsa pasar dunia
2. Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
3. Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
4. Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
5. Perusahaan minuman terbesar sedunia
6. Sebagai inovator dalam industri soft drink
7. Melakukan bottling investment dengan beberapa investee
8. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
9. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat
sedunia
10. Memiliki divisi di beberapa Negara
11. Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam penjualan
minuman teh dan kopi
12. Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan
kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif.
13. Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
14. Memiliki social responsibilities yang sangat baik
15. Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan
operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion

KELEMAHAN PERUSAHAAN

1. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan


memenuhi keinginan pasar.
2. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum
merambah ke sektor lain.
3. Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang
ada.

VI. PENILAIAN EXTERNAL PERUSAHAAN


Identifikasi Pesaing Perusahaan
Pesaing utama dari Coca-cola Company (industri softdrink) adalah
perusahaan PepsiCo. PepsiCo merupakan pesaing yang sangat sengit di
dalam dua pertumbuhan tercepat dalam kategori industri minuman.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1965. PepsiCo memperoleh 60 persen
pendapatannya dari snack division. PepsiCo diperingkat 19 diantara
perusahaan yang paling dikagumi di Amerika. PepsiCo terdiri dari sekitar
168.000 karyawan dan pada tahun 2006 memiliki pendapatann lebih dari
$35 billion. PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin,
Eropa, the Middle East, Africa dan Asia Pasifik. Volume minuman PepsiCo
naik sebesar 7 persen di timur tengah, Argentina, China dan Brazil pada
tahun 2006. Meksiko dan Rusia adalah dua pasar kontribusi yang kuat
untuk PepsiCo. Schweppes Cadbury adalah perusahaan penjualan gula
terbesar sedunia. Mempekerjakan sekitar 60.000 asosiasi. Perusahaan ini
adalah pemenang Britains most admired award company pada tahun
2004.
Pepsi-Cola Company yang berdiri sejak 1898, sudah melakukan ekspansi
bisnis ke beberapa produk makanan. Merger dengan Frito-Lay pada 1965
menandai lahirnya nama PepsiCo, sebagai payung perusahaan. Kemudian
PepsiCo mengakuisisi Tropicana pada 1998, dan 2001 melakukan merger
dengan The Quaker Oats Company, termasuk Gatorade. Hingga sekarang,
PepsiCo sudah mempunyai lima merek besar yaitu Frito-Lay, Pepsi-Cola,
Quaker, Gatorade, dan Tropicana. Merek-merek ini membawahi produkproduk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan konsumen,
dari produk yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme
pemasaran produk PepsiCo dilakukan melalui empat departemennya,
yaitu Frito-Lay North America, PepsiCo Beverages North America (PBNA),
PepsiCo International, dan Quaker Foods North America.

Peluang Perusahaan
1. Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
2. Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya
jaringan
3. Kerjasama dengan berbagai pihak
4. Pengembangan produk baru jenis makanan
5. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah
meningkat

Ancaman Perusahaan
1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
2. Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
4. Tingginya harga bahan mentah
5. Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia
VII. Kesimpulan
Sebagai merek yang umurnya sudah lebih dari satu abad, Coca Cola
membutuhkan penyegaran baru. Strategi pemasaran Coca Cola dinilai
kuno, dengan inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing
dan memenuhi keinginan pasar. Coca-Cola saat ini membutuhkan
penyegaran baru sehubungan dengan beberapa masalah yang
dihadapinya. Salah satunya adalah kelambatan Coca Cola menyesuaikan
keinginan pasar yang mulai meggemari minuman yang lebih sehat.
Permasalahan yang dihadapi Coca Cola saat ini adalah bertahan di tengah
peralihan masyarakat dunia yang mulai meninggalkan minuman
berkarbonasi dan beralih ke jenis-jenis lain yang sedang ngetrend, seperti
teh, jus, minuman olahraga, dan air mineral.
Banyak yang harus dibenahi dalam strategi perencanaan dan pemasaran
Coca Cola agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis. Misalnya
Pengembangan Pasar dimana perusahaan memperkenalkan produk saat
ini ke area geografis yang baru, Diversifikasi Konsentrik dimana
perusahaan menambah produk baru yang masih berkaitan dengan produk
lama dan Strategi Kepemimpinan Harga dimana perusahaan berusaha

menjadi perusahaan yang berbiaya rendah karena semakin tingginya


tingkat persaingan.
Kekuatan merek sebaiknya ditunjang dengan promosi yang kontinuitas,
ekspansi pasar, dan inovasi produk yang terukur.

LAMPIRAN PRODUK
Brand Name: Coca-Cola
Drink Type: Soft DrinkAvailable in the following flavors: Cola, Cola Green
Tea, Cola Lemon, Cola Lemon Lime, Cola Lime, Cola Orange and Cola
Raspberry.
New Coke (den nye og stere
Colan som kom i 1985,
en av tidenes strste flopper).

http://id.scribd.com/doc/81886102/Kelompok-7-power-Point-Coca-Cola