Anda di halaman 1dari 25

Human papillomavirus atau HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan kutil di berbagai

bagian tubuh. Virus HPV hidup pada sel-sel kulit dan memiliki lebih dari 100 jenis. Ada sekitar
60 jenis HPV penyebab kutil yang biasanya menginfeksi bagian-bagian tubuh seperti kaki dan
tangan, sementara 40 di antaranya memicu munculnya kutil kelamin.

Infeksi HPV dapat terjadi jika seseorang bersentuhan langsung dengan kulit pengidap atau benda
yang terkontaminasi virus HPV. Hubungan seksual juga dapat menjadi sarana penularan virus
HPV pada kelamin. Misalnya kontak langsung dengan kulit kelamin, membran mukosa atau
pertukaran cairan tubuh, dan seks oral atau anal.
Meski jarang terjadi, seorang ibu berpotensi menularkan HPV pada bayinya saat menjalani
persalinan.
Tidak semua HPV dapat menyebabkan kanker, tapi ada beberapa jenis HPV kelamin yang dapat
memicu kanker leher rahim atau serviks, serta kanker pada anus dan penis. WHO (World Health
Organisation) memperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks berhubungan dengan
infeksi HPV pada genital.

Gejala-gejala Infeksi HPV


HPV cenderung tidak menimbulkan gejala sehingga jarang disadari oleh pengidap. Sistem
kekebalan tubuh kita juga biasanya akan memberantas infeksi HPV sebelum virus ini
menyebabkan gejala sehingga tidak membutuhkan penanganan.
Jika infeksi HPV sampai pada tahap menimbulkan gejala, indikasi utama adalah tumbuhnya
kutil. Jenis kutil terbagi ke dalam empat kategori, yaitu kutil biasa, kutil kelamin, kutil plantar
atau mata ikan, dan kutil pipih. Tekstur kulit yang ditumbuhi kutil akan terasa kasar, keras, dan
agak menonjol.
Kutil kelamin dan kutil pipih umumnya tidak terasa sakit. Kutil kelamin hanya terasa gatal. Kutil
plantar yang tumbuh pada telapak kaki sering menimbulkan rasa sakit terutama saat berjalan.
Jika kutil yang Anda derita terasa sakit, gatal atau mengganggu penampilan, hubungilah dokter
untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain menyebabkan kutil, terdapat dua jenis infeksi HPV pada kelamin yang menjadi pemicu
utama kanker serviks yaitu HPV 16 dan 18. Jenis HPV ini umumnya tidak menumbuhkan kutil
atau gejala-gejala lain sehingga sulit disadari oleh para wanita.
Faktor Risiko Dalam Infeksi HPV
Infeksi HPV sangat mudah menular dan dapat terjadi pada siapa saja. Terdapat beberapa faktor
yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena virus ini.

Sering berganti pasangan. Berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan akan
mempertinggi risiko Anda.

Berbagi barang pribadi, misalnya handuk, saputangan, atau kaus kaki.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya mengidap HIV/AIDS atau menjalani
kemoterapi.

Kulit yang rusak, misalnya luka terbuka karena digaruk.

Usia. Kutil biasa umum diderita oleh anak-anak, sementara kutil plantar dan kelamin
lebih sering terjadi pada remaja dan kalangan dewasa muda.

Tidak menjaga kebersihan, misalnya ke kamar mandi umum tanpa mengenakan alas kaki.

Proses Diagnosis dan Pengobatan Infeksi HPV


Diagnosis infeksi HPV yang utama adalah melalui pemeriksaan kutil. Sedangkan untuk bagian
genital, dokter akan menganjurkan tes larutan asam asetat dan tes Pap smear.

Kulit di bagian genital yang terinfeksi virus HPV akan berubah menjadi putih setelah diolesi
larutan asam asetat sehingga mudah terdeteksi. Sedangkan dalam tes Pap smear, dokter akan
mengambil sampel sel-sel dari serviks dan vagina untuk diperiksa di laboratorium. Tes Pap
smear juga dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan sel serviks yang dapat berubah
menjadi kanker.
Setelah diagnosis positif, terdapat dua metode medis yang dapat Anda pilih, yaitu penanganan
dengan obat atau prosedur operasi.
Penanganan melalui obat umumnya menggunakan obat oles dan membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk menghilangkan kutil. Beberapa contoh obat oles untuk mengatasi kutil adalah:

Asam salisilat yang berfungsi mengikis lapisan kutil secara bertahap.

Asam trikloroasetat yang akan membakar protein dalam sel-sel kutil.

Imiquimod yang dapatmeningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap HPV.

Podophyllotoxin yang bekerja dengan menghancurkan jaringan pada kutil kelamin.

Selain obat oles, kutil juga dapat diatasi dengan langkah operasi yang meliputi cryotherapy,
bedah elektro, operasi pengangkatan, dan bedah laser.
Jika tidak diobati, infeksi HPV dapat menyebabkan munculnya luka pada mulut dan saluran
pernapasan atas. Beberapa jenis HPV bahkan dapat memicu perubahan abnormal pada sel-sel
serviks. Perubahan yang tidak segera terdeteksi dan ditangani ini bisa berkembang menjadi
kanker serviks. Kanker pada penis serta anus juga termasuk komplikasi yang dapat ditimbulkan
infeksi HPV.
Langkah Pencegahan Infeksi HPV
Kutil memang dapat hilang tanpa penanganan khusus, tapi bukan berarti virus HPV juga ikut
lenyap. Virus ini akan tetap bersembunyi dalam tubuh pengidap dan dapat menularkannya
kepada orang lain.
Langkah pencegahan infeksi HPV yang dapat diambil adalah vaksinasi. Vaksin bernama Gardasil
adalah salah satu vaksin HPV yang terbukti efektif untuk mencegah kutil kelamin serta kanker
serviks.
Vaksin HPV umumnya dianjurkan untuk remaja perempuan. Vaksin ini dibagi dalam tiga dosis.
Jarak antara dosis pertama dan kedua adalah dua bulan, sedangkan jarak antara dosis
pertama dan ketiga adalah enam bulan.
Di samping vaksinasi, terdapat metode-metode pencegahan yang mungkin berguna, seperti:

Hindari menyentuh kutil secara langsung.

Segera mencuci tangan dengan sabun jika tidak sengaja menyentuh kutil.

Jangan berganti-ganti pasangan dan setialah pada pasangan Anda.

Gunakan kondom tiap kali berhubungan seks. Meski tidak sepenuhnya efektif, langkah
ini dapat mengurangi risiko penularan.

Menjaga kebersihan, misalnya mengenakan alas kaki di tempat umum yang lembap
seperti tepi kolam renang dan memakai kaus kaki yang bersih.

Jangan berbagi barang pribadi, misalnya pisau cukur atau gunting kuku.

Ketahanan Nasional DI Bidang Sosial Budaya

KETAHANAN NASIONAL DIBIDANG SOSIAL


BUDAYA

Disusun Oleh:
Nama : Andi Pamelya Rifhadini
NPM : 10211740
Kelas: 2EA14

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN


UNIVERSITAS GUNADARMA
2012/2013

KETAHANAN NASIONAL DIBIDANG SOSIAL


BUDAYA

Disusun Oleh:
Nama : Andi Pamelya Rifhadini
NPM : 10211740
Kelas : 2EA14
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Tugas Dan Ujian
Program Studi
Pendidikan Kewarganegaraan

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN


UNIVERSITAS GUNADARMA
2012/2013
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Politik & Strategi Nasional ini dengan lancar. Penulisan makalah ini
bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu
matakuliah Pancasila Bpk.JUMHARIJINIS.

Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh
dari buku panduan yang berkaitan dengan Kewarganegaraan, serta infomasi dari
media massa yang berhubungan dengan Politik & Strategi Nasional, tak lupa
penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Kewarganegaraan atas
bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan
mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita
semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Kewarganegaraan
yang ditinjau dari Politik & Strategi Nasional, khususnya bagi penulis. Memang
makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Depok, 13 Mei 2013

Penulis,
Andi Pamelya Rifhadini

Kata Pengantar.

Daftar Isi ...

ii

Bab I Pendahuluan ..
1.1 Latar Belakang

4
4

1.2 Perumusan Masalah


1.3 Tujuan .

5
5

1.4 Manfaat ...

1.5 Sistematika Penulisan .


Bab II Landasan
Teori ...............................................................................................

5
7

2.1 Ketahanan Nasional ....

2.2 Falsafah Ketahananan Nasional ..

2.3 Sifat-Sifat Ketahanan Nasional ...

2.4 Macam-Macam Ketahanan Nasional ......

10

Bab III Metode Analisis ..


3.1 Objek Analisis ..
3.2 Dasar Pemilihan Objek ....

11
11
11

3.3 Teknik dan Alat Pengumpul Data ....

11

3.3.1 Teknik Pengumpul Data

11

3.3.2 Alat Pengumpul Data ...

11

3.4 Metode Analisis ...


Bab IV Pembahasan

12
13

4.1 Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya ..


..
13
4.2 Aspek Sosial Budaya
4.2.1 Struktur Sosial di Indonesia ..
4.2.1 Kondisi Budaya di Indonesia

13
13
14

4.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Budaya Indonesia


.
15
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan .
5.2 Saran

17
17
17

Daftar Pustaka .
CV .

18
19

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang
tersebar di pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan
melekat mewarnai keragaman bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya
budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak mengetahui apa saja budaya
yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda terkadang
melupakan budaya daerah kita. Ironis memang, orang Indonesia tetapi tak tahu ciri
khas bangsanya sendiri. Lihat diri kita masing-masing, sebetulnya kita jugalah yang
tidak mau tahu akan keluhuran budaya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin
meluntur juga sangat nampak pada diri generasi muda saat ini. Salah satunya
karena globalisasi.
Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya
di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat
menonjol nampaknya. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus
kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai
budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan
budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap
berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life
style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak sangat buruk dan
dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.
Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin
menjurus ke arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun
semakin memudar. Dari segi iptek, sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita.
Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi. Kemudian, belum ada filterisasi
budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada penyaringan
kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti
perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang
dulu melekat dalam diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah
yang ada dan kita junjung tinggi justru semakin kita abaikan.

1.2 Rumusan Masalah


1.

Apa yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional?

2.

Apa yang dimaksud dengan Sosial Budaya?

3.

Apa kasus dari penganalisisan Sosial Budaya?

1.3 Tujuan
1.

Untuk menyelesaikan syarat tugas dan ujian program studi Kewarganegaraan.

2.

Untuk menambah pengetahuan tentang Ketahanan Nasional di Bidang Sosial

Budaya.
3.

Untuk menganalisis permasalahan di dalam Sosial Budaya di Indonesia.

1.4 Manfaat
1.

Mahasiswa dapat menambah pengetahuan Kewarganegaraan.

2.

Mahasiswa dapat mengetahui permasalahan dalam Sosial Budaya.

3.

Mahasiswa dapat mengetahui keterkaitan antara Ketahanan Nasional dan Sosial

Budaya.

1.5 Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat

1.5 Sistematika Penulisan

Bab II Landasan Teori


2.1 Ketahanan Nasional
2.2 Falsafah Ketahanan Nasional
2.3 SIfat-Sifat Ketahanan Nasional
2.4 Macam-Macam Ketahanan Nasional

Bab III Metode Analisis


3.1 Objek Analisis
3.2 Dasar Pemilihan Objek
3.3 Teknik dan Alat Pengumpul Data
3.3.1 Teknik Pengumpul Data
3.3.2 Alat Pengumpul Data
3.4 Metode Analisis

Bab IV Pembahasan
4.1 Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya
4.2 Aspek Sosial Budaya
4.2.1 Struktur Sosial Budaya
4.2.2 Kondisi Budaya di Indonesia
4.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Budaya Indonesia

Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Ketahanan Nasional


Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus
senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus menerus secara sinergi. Hal
demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga,
masyarakat, bagsa, dan Negara. Dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan
yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.hakikat
Ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Untuk dapat
menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dalam mecapai tujuan nasional.
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia
perlu, kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan
sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu
menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

2.2 Falsafah Ketahanan Nasional


Falsafah dan ideology juga menjadi pokok pikiran. Hal ini tampak dari makna
falsafah dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut:
a. Alinea pertama menyebutkan: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak
segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Maknanya:
Kemerdekaan adalah hak asasi manusia.
b. Alinea kedua menyebutkan: dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah
sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang

merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Maknanya: adanya masa depan yang harus
diraih (cita-cita).
c. Alinea ketiga menyebutkan: Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan
dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang
bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini Kemerdekaannya.
Maknanya: bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan
bernegara harus mendapat ridlo Allah yang merupakan dorongan spiritual.
d. Alinea keempat menyebutkan: Kemerdekaan dari pada itu untuk membentuk
suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan: Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta
dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bagi seluruh rakyat Indonesia.
Alinea ini mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.3 Sifat-Sifat Ketahanan Nasional

Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan


kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak
mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian
bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang
saling menguntungkan dalam perkembangan global.

Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat


ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara, serta
kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian
bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya
peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan
dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang
lebih baik.
Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan
terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara
seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat
manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh
pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya
tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya.
Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak
mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan
dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta
saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian
bangsa.

2.4 Macam-Macam Ketahanan Nasional


1. Ketahanan umum adalah kemampuan dalam melakukan kerja dengan melibatkan
beberapa
kelompok otot atau seluruh kelompok otot, sistem pusat syaraf, neuromusculer, dan
kardiorespirasi dalam jangka waktu yang lama.
2. Ketahanan khusus adalah ketahanan yang hanya melibatkan sekelompok otot
lokal
Ketahanan umum melibatkan seluruh potensi organ dalam tubuh sebagai dasar dari
semua.

BAB III
METODE ANALISIS

3.1 Objek Analisis


Objek analisis ini adalah mengenai Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya,
dalam analisis ini membahas tentang Pengklaiman Malaysia terhadap Budaya
Indonesia.

3.2 Dasar Pemilihan Objek


Objek analisis ini akan membahas tentang Pengklaiman Malaysia terhadap Budaya
Indonesia. Pengklaiman di Indonesia yang dilakukan oleh Malaysia terjadi sejak era
Presiden Soekarno. Hingga beberapa waktu yang baru-baru ini Batik Indonesia di
klaim milik Malaysia.

3.3 Teknik dan Alat Pengumpul Data

3.3.1

Teknik Pengumpul Data


Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data analisis adalah teknik langsung,
artinya peneliti mengumpulkan data melalui bahan-bahan kepustakaan.

3.3.2 Alat Pengumpul Data


Alat pengumpul data yang digunakan adalah buku-buku yang terdapat bahan-bahan
adanya data mengenai Ketahanan Nasional dan Sosial Budaya. Selain itu Media juga
salah satu alat pengumpul data tersebut, sehingga menjadi laporan hasil penelitian.

3.4 Metode Analisis

Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis yaitu


mengidentifikasi permasalahn berdasaran fakta dan data yang ada enganalisis
permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lain nya.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya
Ketahanan dibidang sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman,gangguan,
hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun luar. Yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya
bangsa dan Negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD1945
4.2 Aspek Sosial Budaya
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri hidup bersama
cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang
sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Manusia mengembangkan kebudayaan tidak lain sebagai upaya mempertahankan


kelangsungan hidupnya menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari
lingkungannya untuk kemudian mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena
itulah dapat dikatakan bahwa kebudayaan merupakan wujud tanggapan aktif
manusia terhadap tantangan yang datang dari lingkungan.

Aspek sosial biasanya mengacu pada masalah struktur sosial dan pola hubungan
sosial yang ada di dalamnya, sedangkan kalau kita bicara aspek budaya, mengacu
pada kondisi kebudayaan yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan. Atas
dasar itu, maka hal tersebut akan dibicarakan dalam bahasan berikut.

4.2.1 Struktur Sosial di Indonesia


Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua cirinya yang bersifat unik. Secara
horizontal ditandai oleh adanya kesatuan-kesatuan berdasarkan perbedaan sukubangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan. Secara vertikal struktur

masyarakat Indonesia ditandai oleh perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan


atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
Pluralitas masyarakat Indonesia yang bersifat multi dimensional telah menimbulkan
persoalan tentang bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi secara horizontal,
sementara sratifikasi sosial sebagaimana terwujud pada masyarakat Indonesia akan
memberi bentuk pada integrasi.
Oleh karena itulah maka timbul persoalan yang timbul dari struktur masyarakat
Indonesia yang demikian adalah bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi pada
tingkat nasional sehingga menunjang penciptaan ketahanan nasional yang mantap.
4.2.2 Kondisi Budaya di Indonesia
Lapisan sosial yang berbeda membawa perbedaan perilaku kebudayaan yang
diwujudkan dalam keadaan tertentu seperti bahasa yang digunakan, kebiasaan
berpakaian, kebiasaan konsumsi makanan dan sebagainya. Semua itu menambah
keanekaragaman tampilan budaya masyarakat Indonesia.
Kebudayaan baru yang lebih penting daripada kebudayaan-kebudayaan lain dalam
mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa adalah kebudayaan nasional atau
kebudayaan Indonesia. Kebudayaan ini tidak sama dengan kebudayaan daerah
tertentu tidak sama artinya dengan penjumlahan budaya-budaya daerah di
kepulauan Indonesia.
Apa yang disebutkan kebudayaan bangsa dalam penjelasan UUD 1945 dirumuskan
sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah si seluruh Indonesia.
Perkataan puncak-puncak kebudayaan itu artinya adalah kebudayaan yang diterima
dan dijunjung tinggi oleh sebagian besar suku-suku bangsa di Indonesia dan
memiliki persebaran di sebagian besar wilayah Indonesia.

4.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Budaya Indonesia


Pada zaman era presiden soekarno, pengklaiman beberapa wilayah indonesia yaitu
Sipadan Ligitan juga Blok Ambalat oleh Malaysia pernah membuat hubungan antar
kedua negara ini menjadi cukup tegang hingga muncul istilah Ganyang Malaysia.
Seiring dengan redanya isu tersebut, muncul kembali kasus yang membuat negara
indonesia terusik dan teganggu dengan pengklaiman berbagai kebudayaan
indonesia oleh negara tetangga Malaysia. Dahulu kasus pengklaiman wilayah
indonesia tak cukup menjadikan kedua negara ini bermasalah dan beritanya hilang
seiring berjalannya waktu.
Namun, beberapa waktu yang lalu kembali terdengar mengenai pengklaiman
beberapa kebudayaan asli indonesia oleh Malaysia diantaranya adalah batik tulis,
wayang kulit, lagu rasa sayange, angklung, reog ponorogo hingga makanan khas
minang dari salah satu wilayah indonesia yaitu rendang di klaim berasal dari
Malaysia. Sungguh mengherankan bukan, dari mulai wilayah hingga menu makanan
khas Indonesia diklaim sebagai kebudayaan Malaysia. Apakah Malaysia tidak
memiliki kebudayaan, sampai-sampai dalam berbagai aspek kebudayaan indonesia
diklaim sebagai miliknya!!
Lalu kasus Reog Ponorogo, yang waktu itu mengakibatkan terjadinya berbagai
demonstrasi di Indonesia. Salah satunya yaitu demonstrasi yang dilakukan di depan
kedubes malaysia oleh para warok dan para budayawan reog ponorogo yang tidak
terima dengan pengklaiman Malaysia atas Reog Ponorogo dengan nama Barongan.
Kasus ini cukup menarik perhatian dari berbagai pihak dan masyarakat, khususnya
dari pemerintah kabupaten Ponorogo yang tidak terima dengan pengklaiman
tersebut. Karena pemerintah kabupaten Ponorogo sebenarnya telah mendaftarkan
tarian reog ponorogo sebagai hak cipta milik Kabupaten Ponorogo yang tercatac
dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan disaksikan langsung oleh
Menteri Hukum dan HAM RI.
Konon awal mulanya isu ini, kesenian Reog Ponorogo dibawa oleh TKI yang bekerja
di Malaysia yang sering mengadakan pertunjukan tarian Reog Ponorogo untuk
memperkenalkan kebudayaan Indonesia tetapi polisi Malaysia memberikan syarat
jika reog tetap ingin dimainkan maka namanya harus diubah menjadi Singa
Barongan UMNO.

Kasus lain yang cukup menghebohkan, yaitu diklaimnya Batik Tulis kita sebagai
karya seni yang berasal dari Malaysia. Seni batik ini sudah diwariskan oleh nenek
moyang kita dari mulai kerajaan Majapahit dan hingga di gunakan sebagai pakaian
untuk para Raja di dalam kerajaan. Dan Malaysia pun mungkin iri dan ingin memiliki
batik indonesia untuk diperkenalkan kepada dunia bahwa Batik merupakan karya
seni yang berasal dari Malaysia. Hingga pada akhirnya pemerintah indonesia
menetapkan tanggal 02 oktober sebagai hari Batik Indonesia..

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Sebagai seorang mahasiswa, ada satu cara untuk mempertahankan dan
melestarikan budaya kita. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi yang semakin
berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi seperti internet, handphone,
radio maupun televisi, merupakan sarana yang paling efektif dalam upaya
pengenalan seluruh budaya Indonesia pada masyarakat luas khususnya pelajar.
Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya kita dari ancaman pengakuan
budaya oleh negara lain.

5.2 Saran
Sebagai jiwa muda Indonesia, kita wajib mempertahankan dan melestarikan
Budaya-Budaya milik Indonesia. Jangan sampai Negara-Negara lain mengklaim
Budaya kita. Karena banyak sekali di Indonesia ini Budaya-Budaya yang harus kita
ketahui, dan ada banyak sekali Budaya di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Budiardjo,: Pendidikan Kewarganegaraan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,

2005.

Zubaidi, H. Achmad, dkk.2002.PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Yogyakarta:

Paradigma.

Kertapati, Ton, Drs, H. 1988. Ketahanan Nasional Indonesia dalam Penerangan

Pembangunan. Jakarta: Pradnya Paramita

Alkhodiah, sabarti, dkk. 1996. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:

Universitas Terbuka.

Winarno, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta , PT. Bumi

Aksara 2008