Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM SANITASI

Uji Sanitasi Udara dan Ruangan

Disusun Oleh:
Kelompok 4

Lina Anisah

(2013340005)

Nisrina Khairani (2013340048)


Theresia Vintania (20133400 )

Jurusan Teknologi Pangan


Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
2015

UJI SANITASI UDARA dan RUANGAN


A. TANGGAL PRAKTIKUM : Rabu, 7 Oktober 2015

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui dan menghitung jumlah koloni mikroorganisme di udara dengan
menggunakan media Nutrien Agar (NA) dan Potato Dekstrose Agar (PDA) dan
mengetahui jumlah koloni menggunakan Plate Count Agar (PCA) pada permukaan meja
dengan menggunakan metode RODAC.
C. TEORI SINGKAT
Udara di dalam suatu ruangan dapat merupakan sumber kontaminasi dalam
pengolahan pangan. Udara tidak mengandung mikoflora secara alami, tetapi kontaminasi
dari

lingkungan

di

sekitarnya

mengakibatkan

udara

mengandung

berbagai

mikroorganisme, misalnya dari debu, air, proses aerasi, dari penderita yang mengalami
infeksi saluran pencernaan dan dari ruangan-ruangan yang digunakan dalam proses
fermentasi.

Mikroorganisme

yang

banyak

terdapat

diudara

terutama

adalah

mikroorganisme yang tahan terhadap keadaan kering sehingga lebih lama di udara. Spora
kapang banyak terdapat di udara karena berukuran kecil dan ringan, serta tahan terhadap
keadaan kering. Selain itu spora kapang sukar menjadi basah sehingga tidak cepat
mengendap ke bawah.
Spora bakteri biasanya terdapat di udara dengan caa menempel pada benda padat
(debu) atau di dalam droplet air, sehingga mungkin jarang ditemukan didalam ruangan
yang bebas debu. Bakteri bentuk kokus seperti Bacillus Substilis dapat membentuk spora
yang tahan terhadap kering lebih sering ditemukan di udara dibandingkan bakteri
berbentuk batang.
Khamir, terutama yang membentuk warna dan tidak membentuk spora, hampir
selalu ditemukan di udara. Jika di dalam suatu ruangn banyak terdapat debu dan air,

mikroba yang ditemukan di dalamnya juga bermacam-macam, misalnya mikroba tanah


dan debu, mikroba air dari semprotan air, mikroba dari makanan fermentasi (spora tempe
dan oncom) dan mikroba dari ternak.
Sumber-sumber mikroorganisme yang menyebabkan kualitas udara di dalam
ruangan tercemar mikroorganisme adalah:
1. Pemeriksaaan berkala dari pembersihan sederhana pda kompnen pemanas,
ventilasi, AC (HVAC) ke replacement total pada keseluruhan system pemanas
ruangan,
2. Sistem pemanas yang terkontaminasi
3. Kelembabab yang terkontaminasi

Ada beberapa hal yang memperngaruhi tingkat kepadatan jasad renik yaitu yang
bersifat meningkatkan pertumbuan jasad renik antara lain ruang tertutup dan gelap,
kelembabab udara, dan orang yang tinggal di tempat tersebut sedangkan yang bersifat
mengurangi pertumbuhan jasad renik antara lain adanya sinar matahari, perputaran udara
bebas dengan udara luar, pemberian sinar UV, tindakan aseptic setiap orang di dalamnya
dan suhu udara.
Faktor-faktor yang menguasai kehidupan bakteri antara lain sebagai berikut :

Suhu
Suhu merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan mikroba. Beberapa

mikroba dapat tumbuh pada kisaran suhu yang luas. Berkait dengan pertumbuhan dikenal
suhu minimum, maksimum, dan optimum. Suhu minimum adalah suhu yang paling
rendah dimana kegiatan masih berlangsung. Suhu optimum adalah suhu yang paling baik
untuk kehidupan jasad. Sedangkan suhu maksimum adalah suhu tertinggi yang masih
dapat menumbuhkan mikroba tetapi pada tingkat kegiatan fisiologi yang paling rendah
(Hidayat, 2006).
Bahan Bentuk Gas
Jenis dan konsentrasi gas dalam lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan
mikroorganisme, selain dari jenis-jenis gas yang telah dibicarakan pada bab terlebih
dahulu, seperti oksigen dan karbondioksida yang sangat penting untuk kehidupan bakteri.
Nitrogen dan amonia adalah esensial untuk siklus nitrogen, dan H 2S mengambil peranan
utama dalam siklus sulfur. Tetapi selain gas yang diperlukan untuk pertumbuhan, ada

pula gas-gas toksik yang digunakan sebagai bahan untuk mematikan mikroba, seperti
formalin dan etilenoksida yang sering dipakai untuk bahan disinfeksi (Irianto, 2006).
Tekanan Osmosis
Terjadinya plasmolisis dan plasmoptisis disebabkan karena sel berada dalam
lingkungan dengan tekanan osmosis lebih tinggi atau lebih rendah dari isi sel. Karena itu,
untuk mempertahankan kehidupan sel harus diciptakan tekanan osmosis yang seimbang
antara lingkungan dan isi sel (Irianto, 2006).
Kelembaban dan Pengeringan
Tiap jenis mikroba mempunyai kelembaban optimum tertentu. Pada umumnya
khamir dan bakteri membutuhkan kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan jamur.
Tidak semua air dalam medium dapat digunakan mikroba. Air yang dapat digunakan
disebut air bebas. Banyak mikroba yang tahan hidup dalam keadaan kering untuk waktu
yang lama. Misalnya mikroba yang membentuk spora, spora, dan bentuk-bentuk kista.
Pada proses pengeringan air akan menguap sehingga kegiatan metabolisme terhenti
(Hidayat, 2006).

Metode RODAC (the Replicate Organism Direct Agar Contact Methode)


merupakan metode menghitung jumlah mikrroorganisme, terutama dari suatu permukaan
yang rata

(peralatan, lantai, meja dll) dalam rangka pemantauan

(microbiological monitoring)

mikrobiologis

di lingkungan. Pemantauan tersebut bertujuan untuk

menilai kualitas sanitasi lingkungan (Lukman dan Soejoedo 2009).


Metode hitung cawan didasaarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat
hidup akan berkembang menjadi satu koloni. Jadi jumlah koloni yang muncul pada
cawan merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terkandung
dalam sampel (Hadioetomo,1990)
Mengacu

pada

Surat

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

No.

1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Lingkungan Kerja Perkantoran dan


Industri dimana angka kuman adalah kurang dari 700 koloni/m3 udara dan bebas

dari kuman pathogen dengan suhu 18 280C dan kelembaban 40 60. Sedangkan
menurut standar NH&MRC, total koloni jamur adalah 150 CFU/m3 udara.

Alat

Bahan
1 cawan petri kecil (steril)
1 cawan petri besar (steril)
4 cawan petri sedang (steril)
Incubator
Bunsen
Kapas
Tissue

Data Pengamatan
1. Uji Sanitasi Udara dan Ruangan
Nama ruangan : laboratorium mikrobiologi
Ukuran

: 10 x 7 m2

Tanggal uji

: Rabu, 7 Oktober 2015

Jam uji

: 10.30 s.d 11.00

Media NA
Media PDA
Media PCA
Alcohol

2. Uji Sanitasi Lantai dan Meja


Nama Lantai/Meja
mikrobiologi

: laboratorium

Ukuran

: 1 x 1 m2

Tanggal uji
Oktober 2015

: Rabu, 7

Cara pencucian : alcohol


disemprotkan lalu dilap dengan kapas atau tisu
Nama desinfektan : alcohol 70%
Uji Rodac

Unit koloni =
jumlah rata2
koloni per
cawan x

=4x
=
20,38
koloni/100 cm2

Media NA dan PDA dibiarkan terbuka selama 10


detik di ruang pengamatan (Lab Mikrobiologi)
UJI SANITASI UDARA DAN RUANGAN

Media NA dan PDA dibiarkan terbuka selama 10


detikdi meja praktikum (Lab mikrobiologi)
UJI SANITASI UDARA DAN RUANGAN

Pengamatan media NA dan


PDA setelah di inkubasi
selama 48 jam

Hasil inkubasi media PDA selama 48 jam


UJI SANITASI MEJA DAN LANTAI

GLOSARIUM
1. Mikroorganisme
Mikroorganisme adalah setiap organisme yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Contohnya Protozoa, bakteri, jamur, dan virus.
2. Mikroflora
Mikroflora merupakan biota renik yang tidak dapat dilihat secara langsung, dalam
pengamatannya harus dilakukan dengan bantuan mikroskop.
3. Kontaminasi
Pengotoran atau pencemaran (khususnya karena kemasukan unsur luar)
4. Proses Aerasi
Suatu proses penambahan udara/oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke
dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan air ke udara (air ke dalam udara)

atau dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik


melalui air (udara ke dalam air
5. Droplet Air
Droplet air adalah partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan
ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator
atau shower.
6. Inkubasi
Inkubasi adalah proses pertumbuhan biaakan bakteri atau perbanyakan biakan dengan
menyediakan keadaan lingkungan yang sesuai.
7. Koloni
Koloni bakteri adalah sekumpulan dari bakteri-bakteri yang sejenis yang mengelompok
menjadi satu dan membentuk suatu koloni-koloni.
8. Khamir
Khamir (yeast), yaitu jamur yang bersel satu, ukuranya mikroskopik (renik), umumnya
hanya dapat diamati menggunakan mikroskop, misalnya Saccharomyces cerevisiae.
9. Infeksi
Infeksi adalah suatu keadaan saat tubuh kemasukan bibit penyakit (kuman) sehingga
menimbulkan gejala demam atau panas tubuh sebagai suatu reaksi tubuh menolak antigen
(kuman).
10. Metode RODAC
Metode menghitung jumlah mikrroorganisme, terutama dari suatu permukaan yang rata
(peralatan, lantai, meja dll)