Anda di halaman 1dari 5

5.

peraturan yang dipakai 3428 1994/ 3429 1994 mengenai perencanaan


jembatan gantung pejalan kaki dan peraturan perencanaan teknis jembatan
direktorat jendral bina marga
6.perhitugan deck menggunakan system ASD sedangkan pada perhitungan
gelagar melintang dan memanjang menggunakan sitem LRFD.
7. perencanaan jembatan ini tidak termasuk analisa harga satuan dan
rencana anggaran biaya pembanguna dan realisasi.
8. lokasi pembangunan jembatan berada di jalan eksisting dengan memilih
lokasi terpendek.

1.4 Tujuan
Tujuan dari perencana jembatan gantung ini adalah merencenakan demensi
elemen-elemen jembatan gantung yang aman,nyaman dan sesuai denga
kebutuhan masyarakat dan kesesuaian lokasi yang ada.

1.5 Manfaat
Manfaat dari perencanaan jembatan gantung ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai salah satu wujud observasi kelayakan pembangunan infrastruktur
suatu daerah.
2. Menambah ilmu pengetahuan dalam bidang keteknik sipilan tentang struktur
jembatan gantug.
3. Pemanfaatan jembatan gantung sebagai jembatan sederhana yang berguna
terhadap masyarakat sekitar.

1.1 Latar Belakang


Jembatan menurut ilmu sipil merupakan suatu struktur kontruksi yang
memungkinkan menghubungkan suatu rute transportasi yang terpisah oleh
rintangan seprti sungai, lembah, saluran irigasi dan bahkan menghubungkan antar
pulau yang terpisah cukup jauh. Jembatan dibagai menjadi beberapa tipe
yaitujembatan rangka baja, jembatan cable stoyet, jembatan beton, jembatan
gantung dll.
Desa Senduro kabupaten Lumajang merupakan desa yang berada dalam
wilayah kecamatan Senduro berda di kaki gunung Semeru, mempunyai topografi
wilayah perbukitan dengan banyak jurang. Disalah satu dusun Senduro terdapat
sebuah jurang yang curam yang memisahkan 2 desa yaitu desa senduro dan
pandansari. Penduduk sekitar harus turun ke bawah jurang untuk menyebrang
jurang dan mendakinya kembali, aau memilih jalan memutar yang tentuya lebih
jauh. Hal ini tidak terlalu efektif dan membuang banyak waktu. Sehingga
pembangunan jembatan gantung merupakan pilihanyang tepat selain untuk
kelandaian bentang panjang. Jembatan gantung merupakan jembatan yang cukup
efektif untuk beban yang tidak terlalu besar.
Perencanann jembatan gantung yang aman namun cukup ekonomis, perlu
ditentukan pemilihan dimensi yang sesuai ( agraini isyana , 2008 ). Direktorat
jendral binamarga departemen pekerjaan umum telah menerbitkan buku yang
berisi tentang kumpulan jembatan gantung yang telah di bangun di Indonesia,
berikut ketentuan ketentuannyayang mengacu pada SNI 03-3428- 1994 dan SNI 033429-1994.
Jembatan gantung sederhana mempunyai struktur yang ringan, tipis, lebar
terbatas, dan panjang yang sangat rentan terhadap lendutan. Puntir, goyangan,
serta getaran. Goyangan / puntir tersebut terjadi karena tidak meratanya ( asimetris
) beban hidup di karenakan tiupan angin yang terjadi di sisi- sisinya.

3.1.2 Waktu Penelitian


Waktu penelitian dilakukan selam 4 bulan pada bulan maret sampai dengan
bulan juni 2012
3.2 Data yang diperlukan
Data data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain
1. Peta topografi wilayah senduro
Digunakan untuk menentukan lokasi yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan dan keadaan lingkungan sekitar
2. Panjang bentang jembatan rencana
Digunakan untuk menentukan panjang jembatan terpendek yang berguna
pada saat perhitungan pembebanan dan statika. Data ini termasuk data printer
yang didapatkan dengan pengamatan dan pengukuran di lapangan.
3. Elevasi rencana
Digunakan untuk menentukan kemiringan /kelandaian jembatan. Data ini
termasuk data primer yang didapatkan dengan pengamatan dan engukuran di
lapangan.
4. Tinggi muka air jembatan
Digunakan untuk menentukan tinggi jembatan dari muka air sungai yang
mungkin terjadi

3.3 Metode Penelitian


3.3.1 Survei Pendahuluan
Survey pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan menentukan
lokasi yang tepat untuk pembangunan jembatan gantung .

3.3.2 Survei Lapangan


Survei lapangan ini meliputi pengumpulan data lapangan seperti penentuan lokasi,
ketinggian jembatan, bentang kondisi lingkungan.
Survai ini dilakukan menggunakan GPS sebagai alat bantu yang yang
selanjutanya di olah menggunakan GPS. Survei juga yang dilakukan dengan cara
melakukan Tanya jawab dengan penduduk sekitar mengenai tinggi muka air banjir
dan lokasi yang tepat untuk jembatan.

Pengambilan data primer berupa peta topografi wilayah untuk mendukung


penentuan lokasi dilakukan dengan mengajukan kepada dinas yang terkait.
Dilanjutkan dengan membuat sketsa jembatan dan peta situasi wilayah.

3.3.3 Perhitunga perencanaan


a) Perhitungan beban rencana
Perhitungan ini dimulai dengan perhitungan beban rencana yang sesuai dengan
pedoman perencanaan dan peaksanaan kontruksi jembatan gantung untuk pejalan
kaki. Beban hidup yang paling kritis yang dipikul karena pengguna jembatan pejalan
kaki ditujukkan paa tabel 3.1. Dipertimbangkn bahwa beban terpusat 2000 kgf (20
kpa) untuk kendaraan ringan ternak dan beban merata 5kpamemberikan batas
yang cukup untuk keselamatan untuk semua pengguna biasa dari jembatan pejalan
kaki.
Tabel 3.1. Beban hidup yang dan lendutan izin jembatan gantung
Kelas pengguna

Lebar

Beban terpusat

Beban
terdistribusi
merata

Lendut
an izin

Jembatan gantung
20 KN
pejalan kaki kelas 1
1
(hanya ada satu
beban hidup
200
1.8 m
kendaraan berotor
5 KPa
maksimum sampai
ringan pada satu
L
dengan kendaraan
bentang jembatan)
ringan.
Jembatan gantung
pejalan kaki kelas 2
1
(beban hidup
100
1.4 m
4 KPa
dibatasi hanya
L
untuk pejalan kaki
dan sepeda motor
Keterangan
L adalah bentang utama jembatan
Sumber : pedoman perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jembatan
gantung untuk pejalan kaki