Anda di halaman 1dari 10

PENERAPAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN DENGAN

FUNGSI PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI


APPLICATION OF BIOCLIMATIC ARCHITECTURE ON BUILDING WITH
FUNCTION AS PROVINCE PUBLIC LIBRARY
Nadia Arista
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
Alamat e-mail : ndiaarista@gmail.com

ABSTRAK
Perkembangan global tidak dapat dilepaskan dari perkembangan pendidikan. Maka dengan membangun
fasilitas berupa perpustakaan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan. Perpustakaan
yang dibutuhkan yang lebih representatif terhadap kemajuan zaman serta mengikuti perkembangan
masyarakat. Yaitu perpustakaan yang berbasis teknologi informasi serta memberikan berbagai macam
fasilitas rekreatif. Pemilihan konsep arsitektur bioklimatik tidak lepas dari fakta lingkungan semakin hari
mengalami penurunan kualitas sehingga membutuhkan bangunan dengan metoda hemat energi yang
memperhatikan iklim setempat. Kajian diawali dengan tinjauan pustaka mengenai perpustakaan umum
provinsi dan konsep arsitektur bioklimatik yang kemudian di terapkan pada bangunan perpusatkaan umum
provinsi
Kata kunci: Perpustakaan Umum, Arsitektur Bioklimatik

ABSTRACT
Global development can not be separated from the development of education. So by building facilities such
as libraries can assist the government in improving education. Libraries needed more representative of the
progress of the times and follow the development of society. That library is based on information technology
and an assortment of recreational facilities. Selection of bioclimatic architecture concepts can not be
separated from the fact the environment increasingly deteriorated so requires buildings with energy-efficient
method that takes into account local climate. Assessment begins with a literature review of the provincial
public libraries and bioclimatic architecture concepts are then applied to the provincial public library
building
Keyword: Public Library, Bioclimatic Architecture

A. PENDAHULUAN

akademik maupun non akademik dan

A.1 Latar Belakang

memperbaiki manajemen pendidikan agar

Untuk

dapat

persaingan

global

dilepaskan

dari

pengetahuan

yang

menghadapi

produktif

tidak

dapat

perkembangan

ilmu

masyarakat

maka

pendidikan.

dan

teknologi

kebijakan pendidikan nasional harus dapat


meningkatkan

lebih

mutu

pendidikan,

baik

dan

efisien

serta

memberikan akses seluas-luasnya bagi


untuk

Sementara

mendapatkan
itu,

fenomena

kenakalan remaja seperti tawuran kerap


1

kali menjadi masalah serius. Hal ini

tentang

penerapan

konsep

arsitektur

disebabkan tidak adanya fasilitas yang

bioklimatik pada bangunan dengan fungsi

dapat mewadahi minat dan bakat remaja

perpustakaan umu provinsi.

agar remaja dapat mengekspresikan diri


dan menggali potensi diri secara positif.

A.2 Metodologi Penulisan

Dari berbagai permasalahan diatas

Dalam penyusunan karya tulis ini dilalui

maka pemerintah mencanangkan program-

dengan beberapa tahapan yaitu studi

program

mutu

literature dan studi banding. Proses analisa

adalah

maslah dengan menggunakan metode

meningkatkan minat baca. Maka dengan

analisa dari Robert G. Hershberger, proses

membangun fasilitas berupa perpustakaan

desain dengan mengan menggunakan

dapat

metode dari Kathryn H. Anthony.

untuk

pendidikan

meningkatkan

salah

membantu

satunya

pemerintah

dalam

meningkatkan minat baca masyarakat.


Oleh sebab itu dibutuhkan suatu
perpustakaan

modern

yang

hanya

PERPUSTAKAAN

memiliki

konsep baru, yang tidak hanya menjadikan


perpustakaan

B.

sebagai

UMUM

PROVINSI
B.1

Pengertian

tempat

Perpustakaan

Umum

Provinsi

membaca dan mencari buku, namun

Kata perpustakaan berasal dari

sebagai tujuan rekreatif dengan fasilitas-

kata pustakayang berarti buku/kitab,

fasilitas

sedangkan

yang

disesuaikan

dengan

kebutuhan pengguna. Selain itu dengan

berarti

membudayakan

disediakan

membaca

sejak

dini,

kata

tempat/

perpustakaan
gedung/

untuk

sendiri

ruang

yang

pemeliharaan

dan

anak-anak diajarkan untuk membiasakan

penggunaan koleksi buku dan sebagainya

diri

(Kamus

kedalam

kegiatan-kegiatan

yang

positif.

Besar

Berbahasa

Indonesia,

2004). Sementara itu, Basuki (1991)


Sementara itu lingkungan semakin

menyebutkan

bahwa

perpustakaan

hari mengalami penurunan kualitas seperti

diartikan sebuah ruangan atau gedung

kondisi udara semakin memburuk dan

yang digunakan untuk menyimpan buku

suhu bumi semakin panas. Dengan iklim

dan

tropis

menerapkan

disimpan menurut tata susunan tertentu

bangunan dengan metoda hemat energi

yang digunakan pembaca bukan untuk

yang memperhatikan iklim setempat. Oleh

dijual.

seharusnya

dapat

karena itu karya ilmiah ini mengkaji


2

terbitan

lainnya

yang

biasanya

Berdasarkan UU No. 43 tahun


2007

Perpustakaan

umum

b)

adalah

Jenis

koleksi

mengakomodasikan

perpustakaan yang diperuntukkan bagi

kebutuhan

masyarakat

luas

termasuk

pembelajaran

sepanjang

sebagai

sarana

hayat

tanpa

membedakan umur, jenis kelamin, suku,

perpustakaan
semua
masyarakat,
kebutuhan

penyandang cacat.
c)

Perpustakaan

menyediakan

ras, agama, dan status sosial-ekonomi.

koleksi

Perpustakaan umum diselenggarakan oleh

koleksi muatan lokal.

Pemerintah,

pemerintah

terbitan

lokal

dan

provinsi,

d) Koleksi perpustakaan terdiri dari

pemerintah kabupaten/kota, kecamatan,

berbagai disiplin ilmu sesuai

dan desa, serta dapat diselenggarakan oleh

kebutuhan masyarakat.

masyarakat. Dari pengertian diatas dapat


diartikan

bahwa

perpustakaan

umum

e) Komposisi dan jumlah masingmasing

jenis

koleksi

provinsi merupakan perpustakaan yang

disesuaikan dengan kebutuhan

diperuntukkan

masyarakat

dengan

bagi

tugas

masyarakat

pokok

luas

elaksanakan

pengembangan dan layanan di suatu


wilayah provinsi tanpa terkecuali.

dan

kebijakan

pembangunan daerah.
2.2 Sarana dan prasarana
Berdasarkan

SNP

(standard

Nasional Perpustakaan) sarana dan


B.2 Kriteria Perpustakaan Umum Provinsi

prasarana yang perlu dimiliki oleh

2.1 Jenis koleksi

perpustakaan umum tingkat provinsi

Berdasarkan
Nasional

SNP

(standard

Perpustakaan)

syarat

yaitu :
a. Ruang perpustakaan

koleksi yang harus dimiliki oleh

Ruang perpustakaan sekurang-

perpustakaan umum tingkat provinsi

kurangnya

yaitu :

referensi, ruang koleksi, ruang

a)

Perpustakaan

memiliki

jenis

terdiri

dari

ruang

baca, ruang kepala perpustakaan,

koleksi anak, koleksi remaja,

ruang

dewasa, koleksi referensi anak,

pengolahan, ruang serba guna,

koleksi

remaja/

ruang teknologi informasi dan

dewasa, koleksi khusus, surat

komunikasi serta multi media,

kabar, majalah, dan koleksi non

gudang, area publik (mushola dan

referensi

kerja

staf,

ruang

cetak.
3

toilet tidak berada didalam ruang


koleksi).
b. Sarana layanan dan sarana kerja

perpustakaan adalah sekitar 200


lux.
Cahaya matahari tidak boleh

langsung

Perpustakaan mempunyai sarana


layanan

menyebabkan

majalah (5 buah); rak audio

rusak.
Penggunaan

(3

buah);

rak

buku

mendung

laci katalog (4 buah); kursi baca

c. Penyediaan komputer internet


Persyaratan

Kenyamanan

pada

Perpustakaan
Kenyamanan pengguna merupakan
syarat penting. Berikut ini adalah
aspek

yang

berkaitan

dengan

kenyamanan pengguna :
1. Pencahayaan

Ruang

perpustakaan

membutuhkan

pencahayaan

yang merata pada seluruh area,


baik pada area koleksi maupun
pada area membaca. Secara
umum pencahayaan minimum
yang diperlukan untuk ruang
4

atau

hujan.

dicapai dengan menggunakan

(10 unit); alat baca tunanetra (10

lemari penitipan tas (4 buah).

cahaya

Pencahayaan yang merata dapat

(200 buah); perangkat computer

kabar (4 buah); jaringan internet;

sumber

cepat

saat tertentu, misalnya saat hari

(200 buah); meja kerja (40 buah);

buku baru (2 buah); rak surat

koleksi

buatan dapat diterapkan pada

referensi (10 buah); meja baca

unit) ; AC (3 buah); rak display

koleksi

perpus takaan, karena akan

sekurang-kurangnya

meliputi: rak buku ( 50 buah); rak


visual

2.2

menyinari

jenis lampu TL.


2. Penghawaan
Idealnya

sebuah

perpustakaan

memiliki

ruang
suhu

ruang 20-24C dan kelembaban


berkisar 40-60%, namun kondisi
ini sangat sulit dicapai pada iklim
tropis di Indonesia hanya dengan
mengandalkan

pengudaraan

alami.

itu

maka

buatan

dapat

Untuk

pengudaraan

diterapkan juga untuk mencapai


mencapai

kenyamanan

pengudaraan

ruang

bagi

pengguna.
3. Warna

Warna

yang

dipilih

harus

sesuai dengan jiwa pengguna


perpustakaan.
umum

Perpustakaan

digunakan

oleh

pengguna

dari

berbagai

kelompok usia, Pada bagian


untuk

anak-anak

dari iklim pada kesehatan dan aktifitas


sehari-hari (Yeang, 1994:28)

dapat

Pengertian Arsitektur Bioklimatik

digunakan warna-warna yang

adalah Seni merancang bangunan dengan

cerah. Sementara pada bagian

metoda hemat energi yang memperhatikan

untuk remaja dan umum dapat

iklim setempat dan memecahkan masalah

digunakan

iklim dengan menerapkannya pada elemen

warna

yang

memberikan kesan lebih serius

bangunan.

tetapi tetap menyenangkan.


Warna-warna
yang
perlu

C.2 Prinsip Arsitektur Bioklimatik

dihindari adalah warna-warna

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam

yang

terlalu

menyilaukan,
mengganggu

terang

atau

mendesain

bangunan

karena

akan

bioklimatik

strategi pengandalian iklim

kenyamanan

dalam membaca. Selain itu


warna-warna

yang

gelap atau coklat tua juga


sebaiknya dihindari, karena
akan membuat kesan ruang
yang lebih sempit dan suasana
yang muram.

Pengertian

Bioklimatik:diambil

Memperhatikan

keuntungan

matahari

Meminimalkan perlakuan aliran


panas

Meminimalkan

pembesaran

bukaan /bidang terhadap matahari

Memperhatikan ventilasi

Memperhatikan

C. ARSITEKTUR BIOKLIMATIK
C.1 Pengertian Arsitektur Bioklimatik

tema

seperti :

terlalu

gelap seperti hitam, abu-abu

dengan

penguapan

pendinginan
Konsep bioklimatik yang dicetuskan oleh
Yeang

(1994:28-31)

tolak

dari bahasa asing Bioclimatology Menurut

perancangan perpustakaan yaitu :

Kenneth Yeang Bioclimatology is the

1. Orientasi Bangunan

ukur

study of the relationship between climate

Orientasi pada bangunan bioklimatik

and life,particulary the effect of climate

dioptimalkan pada sisi selatan dan utara

on the health and activity of living things

yang memberikan keuntungan dalam

Artinya: ilmu yang mempelajari hubungan

penggunaan ventilasi itu sendiri. Untuk

antara iklim dan kehidupan terutama efek

bangunan di daerah tropis, Yeang

(1994:28)

menyebutkan

orientasi

yang

paling

bahwa

baik

ialah

diagonal kiri dari arah utara-selatan.

banyak

energy

listrik,

sedangkan

passive mode merupakan ruang-ruang


yang

dapat

memaksimalkan

pencahayaan dan penghawaan alami.


4. Penggunaan Balkon
Menurut Yeang penempatan teras pada
bagian dengan tingkat panas yang
tinggi dapat mengurangi sisi panas
Gamb
ar 1. Orientasi terbaik bangunan

tanaman

menjauhkan

yang

Menurut

dijadikan

Yeang

yang didapat dari

(1994:30),

bukaan-bukaan

tumbuhan

dan

bangunan.

lansekap

tidak

Yeang

(1994:29)
sebaiknya

dapat

5. Lansekap

matahari

bukaan

Karena

pembayang sinar yang alami.

bangunan

Menurut

kaca.

mudah membuat taman dan menanam

Umumnya

Gambar 2. Bukaan
Sumber : Yeang,
1994:29

jendela
menghadap

utara

atau

selatan.

hanya

memenuhi

faktor

estetika

namun

juga

sebagai

ekologi

Gambar 3. Lansekap
Sumber : Yeang,
1994:30

bangunan,

3. Penempatan ruang

menurutnya, ketika terjadi integrasi

Penempatan servis core bukan hanya

antara elemen biotik (tanaman) dan

sebagai bagian struktur, tapi juga

elemen

mempengaruhi

memberikan

kenyamanan

termal.

abiotik

(bangunan)

efek

dingin

dapat
pada

Selain itu Ken yeang membagi ruang

bangunan, membantu penyerapan O2

dengan berbagai fitur (contohnya pada

dan pelepasan CO2.

bangunan

perpustakaan

nasional

Singapura) yaitu full mode dan passive


mode. Full mode merupakan istilah
bagi ruang-ruang yang menggunakan
6

menggunakan

adanya teras-teras yang lebar akan

2. Bukaan Jendela

radiasi

yang

6. Menggunakan Alat

kearah selatan yang terdapat jalan

Pembayang Pasif
Pembayangan
matahari

utama yaitu Jalan Urip Sumoharjo


sinar

2. Bukaan

adalah
pembiasan

Bentuk massa bangunan berbentuk

sinar matahari pada

persegi yang pipih yang bertujuan

dinding

untuk memaksimalkan pencahayaan

esensi

yang

dan penghawaan pada bangunan.

menghadap matahari
secara

langsung

Gambar 4.
Pembayang pasif
Sumber : Yeang,
1994:31

(pada daerah tropis


berada di sisi timur
dan barat).
D.

PENERAPAN

ARSITEKTUR

BIOKLIMATIK

Gambar 6 Standar ukuran ruang berdasarkan


bukaan

PADA

PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI

Dengan

orinetasi

mengarah
1. Orientasi Bangunan

ke

bangunan

selatan,

maka

yang
sisi

terpanjang bangunan mengarah ke


selatan

sehingga

mengarah

ke

arah

bukaan-bukaan
selatan-utara

sehingga mengurangi cahaya langsung


dari arah timur-barat. Selain itu, dengan
terdiri dari dua massa bangunan, ruang
yang tercipta diantara kedua massa
tersebut menjadi ruang aliran angin,
sehingga memaksimalkan bukaan pada
Gambar 5. Orientasi Bangunan

Berdasarkan

konsep

sisi tersebut.

bioklimatik,

orientasi terbaik yaitu mengahadap


arah utara-selatan untuk menghindari
sisi bangunan yang terkena cahaya
matahari langsung dari arah timurbarat.
Pada rancangan ini, orientasi mengarah
7

peletakan rak buku berada

ditengah

sehingga tidak terkena panas matahari


dan ruang diantara rak yang fokus
terkena cahaya matahari. Semntara itu,
area baca diposisikan dekat jendela
sehingga mendapat cahaya yang cukup
di utara-selatan. Sedangkan yg barattimur diletakkan dekat dengan balkon

Gambar 7. Aliran Angin pada Bangunan

3. Organisasi ruang
Penenpatan

ruang

dapat

mempengaruhi kenyaman

thermal

pada bangunan, maka ruang-ruang


service ditempatkan di daerah yang

Gambar 8. Area service dibagian barat

terkena cahaya matahari langsung yaitu


barat-timur
penting

sehingga

terhindar

ruang-ruang

dari

sisi

panas

tersebut.
Ruang-ruang

pada

bangunan

Gambar 9.Layout perbotan perpustakaan

dibagi menjadi fitur full mode dan


passive mode. Fitur full mode atau
menggunakan energy listrik diterapkan

Pada massa bangunan perpustakaan

pada ruang koleksi dan baca, karena

dirancang

buku-buku agar tetap awet diperlukan

tercipta balkon-balkon yang bermanfaat

penaturan

Fitur

sebagai ruang baca luar juga sebagai

memanfaatkan

pembayang cahaya matahari secara

pencahayaan dan penghawaan alami

alami. Balkon ini juga dimanfaatkan

diterapkan pada massa bangunan retail,

untuk lansekap.

passive

suhu
mode

yang
atau

tepat.

kantor dan selasar.


Ruang-ruang yang membutuhkan
kenyamanan lebih di letakkan di arah
utara-selatan.
8

4. Penggunaan balkon

Pada

ruang

baca

maju-mundur

sehingga

Gambar 10 Massa bangunan maju-mundur

Gambar 12 Fasad Bangunan

Gambar 11 Pemanfaatan balkon

5. Lansekap
Gambar 13 Tampak Bangunan

Balkon

yang

bermanfaat

diberi

untuk

penghijauan
meminimalkan

E. KESIMPULAN

radiasi panas pantulan sinar matahari,

Pada

menyerap CO2 dan polusi udara dan

bioklimatik pada perpustakaan provinsi

menyerap suara. Selain itu adanya

dapat

lansekap

perancangan Ken Yeang berupa orientasi,

juga

memperindah

fasad

bangunan.
6. Penggunaan Alat Pembayang Pasif

penerapan

konsep

menggunakan

bukaan,organisasi

arsitektur

prinsip-prinsip
ruang,penggunaan

balkon, lansekap, dan penggunaan alat


pembayang pasif. Prinsip-prinsip tersebut

Alat pembayang pasif atau sun-shading

membuat perpustakaan dapat merespon

diletakkan disisi-sisi bangunan yang

iklim

terkena cahaya matahari. Penggunaan

pencahayaan)

sun shading dapat mengurangi radiasi

Pada penerapan konsep penghawaan alami

dan cahaya matahari yang menyilaukan

pada bangunan perpustkaan tidak dapat

langsung masuk kedalam bangunan.

diterapkan karena kriteria perpustakaan

berupa

matahari
dan

(suhu

dan

angin.(penghawaan)

yaitu ruang koleksi yang memerlukan


suhu ruang yang sesuai untuk menjaga
ketahanan koleksi-koleksi yang ada.

F. DAFTAR RUJUKAN

Lucy Bullivant (2007) Ken Yeang : Eco


Skyscraper Volume 2. Australia :

Sulistyo Basuki(1993) Pengantar ilmu

The Images Publishing Group Pty

Perpustakaan. Jakarta : Gramedia

Ltd,

PustakaUtama.
Sri Sumekar (2011) Standar Nasional
Perpustakaan (SNP). Jakarta

uilding.aspx

Perpustakaan Nasional RI
Atmodiwirjo Paramita, dkk

www.nlb.gov.sg/VisitUs/NationalLibraryB

www.designboom.com/architecture/novabiblioteca-student-proposal-for-

(2009)

bioclimatic-library-in-brazil-10-

Pedoman Tata Ruang dan Perabot

01-2013

Perpustakaan Umum. Jakarta :


Perpustakaan Nasional RI
Yeang,

Ken.

1994,

Bioclimatic

www.anakui.com
www.archdaily.com

skyscrapers, London: Artemis


Ken Yeang (2006) Ecodesign : Manual for
Ecology Design, New Jersey :
John Willey & Sons, Inc

10