Anda di halaman 1dari 6

0

Lainnya

Blog Berikut

Buat Blog

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah
terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d
Assalamualaikum rekan-rekan.
ini ada aplikasi untuk dapat pulsa gratis. Alhamdulillah saya sudah dapat pulsa. Download aplikasinya lewat link ini :
http://id-api.fsnasia.net:40404/api/landing/google_play_store/?referrer=200639992

LAPORAN PENDAHULUAN ABORTUS APLIKASI


NANDA, NOC, NIC
A. Definisi
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh sebab- sebab tertentu)
pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan
belum mampu untuk hidup di luar kandungan.
Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa umum untuk
masalah ini adalah keguguran atau miscarriage.
Abortus buatan adalah abortus yang terjadi akibat intervensi tertentu yang
bertujuan untuk mengakhiri proses kehamilan. Terminologi untuk keadaan ini
adalah pengguguran, aborsi, atau abortus provokatus.
B. Etiologi
Hal hal yang menyebabkan abortus adalah :
1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, karena beberapa factor :
Kelainan kromosom seperti trisomi, poliploidi dan kemungkinan
kelainan kromosom seks.
Lingkungan endometrium kurang sempurna sehingga pemberian zat
makanan pada hasil kkonsepsi terganggu
Pengaruh dari luar seperti radiasi dan obat.
2. Kelainan plasenta
Endarteritis pada vili korialismenyebabkan oksigenasi plasenta terganggu
3. Penyakit ibu.
Berbagai penyakit ibu dapat menimbulkan abortus
misal : Infeksi acut yang berat (pneumonia, typus dll), toksin, virus, bakteri atau
plasmodium dapat melalui plasenta masuk kejanin sehingga menyebabkan janin
meninggal dan terjadi abortus.
4. Kelainan endrokin (kekurangan progresteron atau dysfungsi kelenjar gondok).
5. Trauma (lapanatonic atau kecelakaan)
6. Sebab sebab psikosomatik
Stress dan emosi yang kuat diketahui dapat mempengaruhi fungsi uterus lewat
system hipotalamus hipofise.
7. Kelainan alat kandungan.
a Hipoplaria.
b Tumor uterus (mioma uteri)
c Servik yang pendek
d Retoflexio uteri incar cerata
e Kelainan endometrium
C. Patogenesis

PROFIL SAYA

Rizki Kurniadi
Ikuti

382

Lihat profil lengkapku

Entri Populer

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN


DENGAN FEBRIS
MACAM-MACAM SUARA NAFAS
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NANDA DALAM 9 POLA
KEBUTUHAN KESEHATAN DASAR
MANUSIA
ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG
DEMAM PADA An. R DI MELATI 2
INSKA RSUP DR. SARDJITO
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
Ny. SR DENGAN POST PARTUM DI

Masuk

Pada awal abortus terjadi perdarahan desidua basalis di ikuti nekrosis


jaringan sekitar menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing
dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing
tersebut. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu vili korialis belum menenmbus
desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya. Pada
kehamilan 8-4 minggu penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak
dilepaskan secara sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan. Pada
kehamilan lebih dari 14 mingu janin dikeluarkan lebih dahulu dari pada plasenta.
Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk seperti kantong kosong amnion atau
benda kecil yang tak jelas bentuknya (blighted ovum). Janin lahir mati atau janin
lahir hidup.
D. Manifestasi Klinis
1. Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu
pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak lemah atau kesadaran
menurun, tekanan darah normal atau meningkat.
2. Perdarahan pervaginam mungkin disertai keluarnya jaringan hasil
konsepsi
3. Rasa mulas atau kram perut di daerah atas simpisis sering disertai nyeri
pinggang akibat kontraksi uterus.
4. pemeriksaan ginekologi:
inspeksi vulva : perdarahan pervaginam ada / tidak jaringan hasil
konsepsi tercium / tidak bau busuk dari vulva.
Inspekulo : perdarahan dari kavum ueri, ostium uteri terbuka atau sudah
tertutup, ada / tidak jaringan keluar dari ostium, ada / tidak
cairan/jaringa yang berbau busuk dari ostium.
Colok vaginam : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba / tidak
jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari
kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri saat perabaan
adneksia, kavum Doughlast tidak menonjol dan tidak nyeri.

RUANG DDS RSUP DR SARDJITO


JOGJAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN POST OP
SECTIO CAESARIA TERHADAP NY.
S DI POLI KEBIDANAN RSU
BANYUMAS JAWA TENGAH
APLIKASI NANDA, NOC, NIC
ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA
DENGAN NANDA, NOC, NIC
MAKALAH ASUHAN
KEPERAWATAN JIWA
HALUSINASI PENDENGARAN
ASUHAN KEPERAWATAN STROKE
DENGAN NANDA, NOC, NIC
MAKALAH ASUHAN
KEPERAWATAN ANAK DENGAN
DIARE

Arsip Blog

16 (432)
12 (1422)
Desember (76)
November (51)
Oktober (50)
September (6)
Juni (23)
Mei (91)
April (39)
Maret (673)

E. Pemeriksaaan Penunjang
1.

Tes kehamilan : positif bila janin masih hidup, bahkan 2-3


minggusetelah abortus
2. Pemeriksaan doppler atau usg untuk menentukan apakah janin masih
hidup
3. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion
F. Macam macam Abortus
1. Abortus Iminens
Perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu, tanpa
ada tanda tanda dilatasi servik meningakat.
Tandanya : perdarahan melalui ostium uteri eksterna (OUE), mules
sedikit atau tidak sama sekali, uterus membesar sama dengan usia
kehamilan, serviks belum membuka, kehamilan positif.
2. Abortus Insipiens
Perdarahan dari uterus pada kehamilan kurang dari 20 minggu dengan
adanya dilatasi serviks tetapi hasil konsepsi masih didalam uterus. Tanda :
mules makin sering dan perdarahan bertambah
3. Abortus incomplit
Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan kurang dari 20
minggu dengan adanya sisa hasil konsepsi tertinggal di uterus.
Tandanya : kanalis servikalis terbuka jaringan dapat teraba dalam kavum
uteri atau sudah menonjol di OUS, perdarahan sangat banyaksehingga dapat
terjadi syok.
4. Abortus Complit
Semua hasil konsepsi sudah keluar.
Tandanya : perdarahan sedikit, osteum uteri menutup, uterus sudah
banyak mengecil.
5. Abortus Servikalis
Hasil konsepsi pengeluarannya terhalang oleh OUE yang tidak membuka
sehingga terkumpul dikanalis servikalis dan serviks uterus menjadi besar,
kurang lebih bundan dengan dinding menipis. Pada pemeriksaan ditemukan
serviks membesar dan diatas OUE teraba jaringan.
6. Abortus Habitualis
Abortus spontan yang terjadi 3x berturut turut
7. Missed Abortus

31 Mar (6)
30 Mar (29)
29 Mar (2)
28 Mar (13)
27 Mar (9)
26 Mar (63)
24 Mar (20)
22 Mar (6)
21 Mar (9)
20 Mar (51)
19 Mar (20)
18 Mar (16)
17 Mar (7)
16 Mar (32)
15 Mar (12)
14 Mar (44)
11 Mar (9)
10 Mar (17)
09 Mar (7)
08 Mar (65)
07 Mar (76)
06 Mar (26)
ASUHAN KEPERAWATAN
NIFAS APLIKASI NANDA,
NOC, NIC
Format Pengkajian
Keperawatan
ASUHAN KEPERAWATAN
PERSALINAN NORMAL
APLIKASI NAND...
ANALISIS JURNAL EVALUASI
PELAKSANAAN
PERAWATAN LUK...

Kematian janin yang berusia kurang dari 20 minggu tetapi tidak


dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih.
Ditandai abortus imminens yang hilang sppontan atau dengan
pengobatan, kehamilan menghilang, mammae mengendor lagi, uterus tidak
membesar malah mengecil, tes kehamilan negative.
G. Penatalaksanaan
1. Abortus Imminens
Istirahat tirah baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan
rangsang mekanik berkurang.
Periksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari bila pasien tidak
panas dan tiap 4 jam bila pasien panas.
Tes kehamilan dapat dilakukan, bila hasil negative, mungkin janin
sudah mati. Pemeriksaan USG untuk menentukan apakah janin
masih hidup.
Berikan obat penenang biasanya Fenobarbital 3 x 300 mg. berikan
preparat hematinik misalnya sulfas ferosus 600-1000mg.
Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C.
Bersihkan vulva minimal dua kali sehari dengan cairan antiseptic
untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan
coklat.
2. Abortus Insipiens
Bila perdarahan tidak banyak, tunggu terjadinya abortus spontan
tanpa pertolongan selama 36 jam dengan diberikan morfin.
Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, yang biasanya disertai
perdarahan tangani dengan pengosongan uterus memakai kuret
vacuum atau cunam abortus, disusul dengan kerokan memakai kuret
tajam. Suntikan ergometrin 0,5 mg intramuskuler.
Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan infuse oksitosin 10 IV
dalam dekstrose 5% 500 ml dimulai 8 tetes/menit dan naikkan sesuai
kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit.
Bila janin sudah keluar, tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara manual.
3. Abortus Inmcomplit
Bila disertai syok karena perdarahan, berikan infuse cairan Na Cl
fisiologis atau RL dengan selekas mungkin ditransfusi darah.
Setelah syok diatasi, lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu
suntikkan ergometrin 0,2 mg intramuskuler.
Bila janin sudah keluar, tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara manual.
Berikan antibiotic untuk mencegah infeksi
4. Abortus Complit
Bila kondisi pasien baik, berikan ergomterin 3 x 1 tablet selama 3-5
hari
Bila pasien anemia, berikan hematinik seperti sulfas ferosus /
transfuse
Anjurkan pasien diit tinggi protein, vitamin dan mineral
5. Missed Abortus
Bila kadar fibrinogen normal, segera keluarkan jaringan konsepsi
dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam.
Bila kadar fibrinogen rendah, berikan fibrinogen kering atau segar
sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan konsepsi.
Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, lakukan pembukaan serviks
dengan gagang laminaria selama 12 jam lalu dilakukaan dilatasi
servik dengan dilatator Negar. Kemudian hasil konsepsi diambil
dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam.
Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan dietil stilbestrol 3 x 5
mg lalu infuse oksitosin 10 IV dalam dekstrose 5% sebanyak 500 ml
mulai 20 tetes/menit dan naikkan dosis sampai ada kontraksi uterus.
Oksitosin dapat diberikan sampai 100 IV dalam 8 jam. Bila tidak
berhasil, ulang infuse oksitosin setelah pasien istirahat satu hari.
6. Abortus Septik
Abortus septic harus dirujuk ke rumah sakit.
Penanggulangan infeksi:
Obat pilihan pertama : penisilin prokain 800.000 IU IM tiap 12 jam
ditambah klorampenikol 1g peroral selanjutnya 500 mg peroral tiap 6
jam.

ASUHAN KEPERAWATAN
POST PARTUM APLIKASI
NANDA, NOC...
SATUAN ACARA
PENYULUHAN (SAP)
PERAWATAN PAYUDARA ...
SATUAN ACARA
PENYULUHAN
MEMANDIKAN BAYI BARU
LAHIR...
ASUHAN KEPERAWATAN
POST OP SECTIO
CAESARIA TERHAD...
ASUHAN KEPERAWATAN
HIPEREMESIS
GRAVIDARUM
Asuhan Keperawatan Neoplasia
Servikal Intraepiteli...
JURNAL ANTIDEPRESSANT
PENCEGAH TEKANAN /
DEPRESI ...
ASUHAN KEPERAWATAN
ANTENATAL APLIKASI
NANDA, NOC, ...
TINJAUAN TEORI ABORTUS
PERUBAHAN PSIKOLOGIS
IBU POST PARTUM
PERUBAHAN SISTEM SARAF
PADA USIA LANJUT
SATUAN ACARA
PENYULUHAN PADA IBU
POST PARTUM DI PU...
LAPORAN PENDAHULUAN
ABORTUS APLIKASI
NANDA, NOC, N...
RENCANA KEPERAWATAN
MATERNITAS
LAPORAN PENDAHULUAN
POST NATAL CARE
LAPORAN PENDAHULUAN
PERSALINAN NORMAL
LAPORAN PENDAHULUAN
Ny. S DENGAN CISTOMA
OVARII D...
LAPORAN PENDAHULUAN
DAN ASUHAN
KEPERAWATAN
LENGKAP...
PERBANDINGAN
EFEKTIVITAS DAN
PENERIMAAN IMPLAN
LE...
ASUHAN KEPERAWATAN
EKSTRAKSI VAKUM
CEDERA SPINAL DAN KORD
SERVIKAL
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA NY. A DENGAN DI
RUNG ANGGR...
03 Mar (38)
02 Mar (59)
01 Mar (37)
Februari (380)
Januari (33)
11 (62)

Obat piliha kedua : ampisilin 1g peroral selanjutnya 500mg tiap 4 jam


ditambah metronidazol 500mg tiap 6 jam
Tingkatkan asupan cairan.
Bila perdarahan banyak, lakukan transfuse darah.

Pengikut (80) Berikutnya

H. Komplikasi
Perdarahan (Hemorrhage)
Perforasi : sering terjadi sewaktu dilatasi dan kuretase yang dilakukan
oleh tenaga yang tidak ahli
Infeksi dan tetanus
Gagal ginjal akut
Syok pada abortus dapat disebabkan oleh :
1. perdarahan yang banyak
2. infeksi berat/sepsis disebut Syok Septik Endoseptik
I. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul
1. Nyeri b.d agen injuri biologis
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam nyeri
terkontrol dengan criteria hasil :
o Mampu mengontrol nyeri
o Mengungkapkan rasa nyaman
o Melaporkan bahwa nyeri berkurang
2. Cemas b.d perubahan status kesehatan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam cemas
terkontrol dengan criteria hasil :
o Mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
o Menunjukkan tehnik mengontrol cemas
3.

Resiko kekurangan cairan d.f.r. kehilangan cairan melalui rute normal


(perdarahan)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam volume
cairan tubuh terpenuhi dengan criteria hasil :
o Tekanan darah, suhu, nadi dan respirasi dalam batas normal
o Tidak ada tanda tanda dehidrasi (turgor kulit baik, membrane

mukosa oral lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan)


4. Resiko infeksi d.f.r prosedur invasif
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam infeksi
terkontrol dengan criteria hasil :
o Suhu tubuh dalam batas normal
o Tidak tampak kelelahan kronis
o WBC dalam batas normal
J. Intervensi dan Rasionalisasi
Diagnosa
1.

Nyeri b.d agen injuri


biologis

Intervensi
1. Manajemen Nyeri

Lakukan pengkajian nyeri secara


komprehensif termasuk lokalisasi,
frekuensi, durasi, kualitas dan factor
presipitasi

Observasi reaksi non verbal dari


ketidaknyamanan

Gunakan
tehnik
terapeutik
untuk
pengalaman nyeri pasien

Kurangi factor presipitasi nyeri

Ajarkan
tentang
tehnik
farmakologi (tehnik relaksasi)

Berikan analgetik untuk mengurangi


nyeri

Tingkatkan istirahat
Administrasi Analgesik

komunikasi
mengetahui

non

Cek instruksi dokter tentang jenis


obat, dosis dan frekuensi

Pilih rute pemberian secara IV, IM


untuk pengobatan nyeri secara teratur

Berikan analgesic tepat


terutama saat nyeri hebat

waktu

Ikuti

2.

Cemas b.d perubahan


status kesehatan

Evaluasi efektivitas analgesic, tanda


dan gejala (efek samping)

2. Peningkatan Koping

3. Resiko kekurangan cairan


d.f.r. kehilangan cairan
melalui
rute
normal
(perdarahan)
4.

Resiko infeksi
prosedur invasif

Berikan informasi factual meengenai


diagnosis, pengobatan dan prognosis

Dukung penggunaan
koping yang tepat

Gunakan
menenangkan

Dukung pengungkapan secara verbal


tentang perasaan dan ketakutan

mekanisme

pendekatan

yang

Turunkan rangsangan lingkungan


yang dapat diartikan sebagai suatu
d.f.r
ancaman
3. Manajemen Cairan

Monitor status hidrasi

Monitor vital sign

Monitor masukan makanan

Dorong masukan oral


4. Kontrol Infeski

Batasi pengunjung jika perlu

Gunakan sabun anti mikroba untuk


cuci tangan

Cuci tangan sebelum dan sesudah


tindakan

Pertahankan tindakan yang aseptic


selama tindakan perawatan

Berikan terapi antibiotic jika perlu

Tingkatkan intake nutrisi


Perlindungan Infeksi

Monitor tanda dan gejala infeksi


sistemik local

Dorong untuk istirahat

Ajarkan pasien dan keluaraga cara


untuk menghindari infeksi

Berikan perawatan kulit

DAFTAR PUSTAKA
1. Farmer, Helen., 2001. Perawatan Maternitas. Ed 2. EGC. Jakarta.
Johnson, M., et al. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC) 2nd
Edition. Mosby. USA.
3. Mansjoer, A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III, Jilid 2. EGC.
Jakarta.
4. Mc. Closkey, J. C & Bulecheck, G. M. 2000. Nursing Intervention
2.

Clssification (NIC). 2nd Ed. Mosby. USA.


Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri; Obstetri Operatif, Obstetri Sosial. Ed
2. EGC. Jakarta.
6. Ralph, S. S. 2002. NANDA Nursing Diagnoses : Definition & Classification
2005 2006. Philadelphia.
7. Winkjosastro, H. 2002. Ilmu Kebidanan Ed 3. Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo. Jakarta .
5.

Diposkan oleh Rizki Kurniadi Hari Maret 06, 2012


Rekomendasikan ini di Google

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar

Link ke posting ini


Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru

Beranda

Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Rank & Link

Jasa SEO dan Pembuatan Website

Top 100
Health
Health

YouSayToo Revenue Sharing Community

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

pagerank

Template Sederhana. Gambar template oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.