Anda di halaman 1dari 8

0

Lainnya

Blog Berikut

Buat Blog

CiciLia BanGeuD

Myspace Fun Flash Comments

Senin, 07 Mei 2012

Search Here!!!

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWADARURATAN PADA


SYOK HIPOVOLEMIK

Go

welcome

A. Pengertian
Syok adalah suatu keadaan dimana oksigenasi jaringan dan perfusi jaringan tidak adekuat
yang disebabkan karena adanya gangguan sirkulasi.
Syok adalah proses patofisiologi kompleks yang sering berasal dari syindrom disfungsi
dan kematian beberapa organ.
Syok yaitu hambatan di dalam peredaran darah perifer yang menyebabkan perfusi
jaringan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sel akan zat makanan dan membuang sisa
metabolisme ( Theodore, 93 ), atau suatu perfusi jaringan yang kurang sempurna.
Syok merupakansuatu keadaan klinis akibat perfusi ajringan yang tidak adekuat.
B. Patofisiologi
Syok menunjukkan perfusi jaringan yang tidak adekuat. Hasil akhirnya berupa lemahnya
aliran darah yang merupakan petunjuk yang umum, walaupun ada bermacam-macam
penyebab. Syok dihasilkan oleh disfungsi empat sistem yang terpisah namun saling berkaitan
yaitu ; jantung, volume darah, resistensi arteriol (beban akhir), dan kapasitas vena. Jika salah

Get Your Own Hi5 Scroller Here

Masuk

satu faktor ini kacau dan faktor lain tidak dapat melakukan kompensasi maka akan terjadi
syok. Awalnya tekanan darah arteri mungkin normal sebagai kompensasi peningkatan isi
sekuncup dan curah jantung. Jika syok berlanjut, curah jantung menurun dan vasokontriksi
perifer meningkat.
Menurut patofisiologinya, syok terbagi atas 3 fase yaitu : 5,10
1. Fase Kompensasi
Penurunan curah jantung (cardiac output) terjadi sedemikian rupa sehingga timbul gangguan
perfusi jaringan tapi belum cukup untuk menimbulkan gangguan seluler. Mekanisme
kompensasi dilakukan melalui vasokonstriksi untuk menaikkan aliran darah ke jantung, otak
dan otot skelet dan penurunan aliran darah ke tempat yang kurang vital. Faktor humoral
dilepaskan untuk menimbulkan vasokonstriksi dan menaikkan volume darah dengan
konservasi air. Ventilasi meningkat untuk mengatasi adanya penurunan kadar oksigen di
daerah arteri. Jadi pada fase kompensasi ini terjadi peningkatan detak dan kontraktilitas otot
jantung untuk menaikkan curah jantung dan peningkatan respirasi untuk memperbaiki
ventilasi alveolar. Walau aliran darah ke ginjal menurun, tetapi karena ginjal mempunyai cara
regulasi sendiri untuk mempertahankan filtrasi glomeruler. Akan tetapi jika tekanan darah
menurun, maka filtrasi glomeruler juga menurun.
2. Fase Progresif
Terjadi jika tekanan darah arteri tidak lagi mampu mengkompensasi kebutuhan tubuh. Faktor
utama yang berperan adalah jantung. Curah jantung tidak lagi mencukupi sehingga terjadi
gangguan seluler di seluruh tubuh. Pada saat tekanan darah arteri menurun, aliran darah
menurun, hipoksia jaringan bertambah nyata, gangguan seluler, metabolisme terganggu,
produk metabolisme menumpuk, dan akhirnya terjadi kematian sel.
Dinding pembuluh darah menjadi lemah, tak mampu berkonstriksi sehingga terjadi bendungan
vena, vena balik (venous return) menurun. Relaksasi sfinkter prekapiler diikuti dengan aliran
darah ke jaringan tetapi tidak dapat kembali ke jantung. Peristiwa ini dapat menyebabkan
trombosis kecil-kecil sehingga dapat terjadi koagulopati intravasa yang luas (DIC =
Disseminated Intravascular Coagulation).
Menurunnya aliran darah ke otak menyebabkan kerusakan pusat vasomotor dan respirasi di
otak. Keadaan ini menambah hipoksia jaringan. Hipoksia dan anoksia menyebabkan
terlepasnya toksin dan bahan lainnya dari jaringan (histamin dan bradikinin) yang ikut
memperjelek syok (vasodilatasi dan memperlemah fungsi jantung). Iskemia dan anoksia usus
menimbulkan penurunan integritas mukosa usus, pelepasan toksin dan invasi bakteri usus ke
sirkulasi.
Invasi bakteri dan penurunan fungsi detoksikasi hepar memperjelek keadaan. Dapat timbul
sepsis, DIC bertambah nyata, integritas sistim retikuloendotelial rusak, integritas mikro
sirkulasi juga rusak. Hipoksia jaringan juga menyebabkan perubahan metabolisme dari
aerobik menjadi anaerobik. Akibatnya terjadi asidosis metabolik, terjadi peningkatan asam
laktat ekstraseluler dan timbunan asam karbonat di jaringan.

Seuntai Kisah
Cicilia Uzumaki
Just be MySelf....!!!!!!
Lihat profil lengkapku

FoLLoWww My BloG...
Pengikut (32) Berikutnya

Ikuti

All about....

3. Fase Irrevesibel/Refrakter
Karena kerusakan seluler dan sirkulasi sedemikian luas sehingga tidak dapat diperbaiki.
Kekurangan oksigen mempercepat timbulnya ireversibilitas syok. Gagal sistem
kardiorespirasi, jantung tidak mampu lagi memompa darah yang cukup, paru menjadi kaku,
timbul edema interstisial, daya respirasi menurun, dan akhirnya anoksia dan hiperkapnea.
C. DerajatSyok
Menentukan derajat syok
1. Syok Ringan
Penurunan perfusi hanya pada jaringan dan organ non vital seperti kulit, lemak, otot
rangka, dan tulang. Jaringan ini relatif dapat hidup lebih lama dengan perfusi rendah,
tanpa adanya perubahan jaringan yang menetap (irreversible). Kesadaran tidak terganggu,
produksi urin normal atau hanya sedikit menurun, asidosis metabolik tidak ada atau
ringan.
2. Syok Sedang
Perfusi ke organ vital selain jantung dan otak menurun (hati, usus, ginjal). Organ-organ
ini tidak dapat mentoleransi hipoperfusi lebih lama seperti pada lemak, kulit dan otot.
Pada keadaan ini terdapat oliguri (urin kurang dari 0,5 mg/kg/jam) dan asidosis
metabolik. Akan tetapi kesadaran relatif masih baik.
3. Syok Berat
Perfusi ke jantung dan otak tidak adekuat. Mekanisme kompensasi syok beraksi untuk
menyediakan aliran darah ke dua organ vital. Pada syok lanjut terjadi vasokontriksi di

Pimp-My-Profile.com - Build a
Slideshow

semua pembuluh darah lain. Terjadi oliguri dan asidosis berat, gangguan kesadaran dan
tanda-tanda hipoksia jantung (EKG abnormal, curah jantung menurun).

BanGeuD's Time

D. TahapanSyok
Tahapan syok
1. Tahap awal

Aktivitas sistim saraf simpatis melawan sistim saraf parasimpatis.

Ditandai oleh vasokonstriksi selektif: ginjal, otot, kulit dan splanknik -> memperbaiki
sirkulasi otak dan jantung

Penurunan aliran darah koroner mengakibatkan metabolisme anaerob dan dilatasi arteri

Ginjal melepaskan hormon epinefrin, merepinefrin, glikokortikoid, renin angiotensin


aldosteron

Pituitari anterior yang menyebabkan sekresi ADH

Peningkatan produksi energi, volume sirkulasi, dan konstraktilitas menyebabkan


peningkatan CO

2. Tahap lanjut
Bila kompensasi awal gagal, vasokonstriksi berlanjut dengan penurunan MPA
menyebabkan perfusi jaringan tidak adekuat dan hipoksia. Metabolisme anaerob sistemik
memproduksi asam laktat sehingga menyebabkan asidosis metabolik. Penurunan produksi
ATP menyebabkan gangguan transpor membran sehingga terjadi edema sel dan ruptur

Virtual Pet Cat for Myspace

sel. Respon renal berlanjut sehingga memperburuk fungsi jantung. Keadaan ini
menyebabkan penurunan CO.
3. Tahap irreversible
Kompensasi tidak mampu mempertahankan perfusi otak jantung. Depresi fungsi miokard
berlanjut. Iskemia otak menyebabkan depresi fungsi neuron sehingga kehilangan
mekanisme kompensasi neuronal sentral. Vasokonstriksi mikrosirkulasi menyebabkan
penurunan veneus return.

SyokHivopolemik
a. Definisi
Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling umum ditandai dengan penurunan
volume intravascular. Cairan tubuh terkandung dalam kompartemen intraselular dan
ekstraseluler. Cairan intra seluler menempati hamper 2/3 dari air tubuh total sedangkan cairan
tubuh ekstraseluler ditemukan dalam salah satu kompartemen intravascular dan intersisial.
Volume cairan interstitial adalah kira-kira 3-4x dari cairan intravascular.
Syok hipovolemik terjadi jika penurunan volume intavaskuler 15% sampai 25%.
Hal ini akanmenggambarkan kehilangan 750 ml sampai 1300 ml pada pria dgn berat badan
70 kg. Paling sering, syok hipovolemik merupakan akibat kehilangan darah yang cepat (syok
hemoragik).
b. Etiologi

Kehilangan darah

Dapat akibat eksternal seperti melalui luka terbuka


Perdarahan internal dapat menyebabkan syok hipovolemik jika perdarahan ini
diodalam thoraks, abdomen, retroperitoneal atau tungkai atas

Kehilangan Plasma merupakan akibat yang umum dari luka bakar, cidera berat
atau inflamsi peritoneal

Kehilangan cairan dapat disebabkan oleh hilangnya cairan secara berlebihan


melalui jalur gastrointestinal, urinarius, atau kehilangan lainnya tanpa adanya
penggantian yang adekuat.

c. PatofiasiologiSyokHipovolemik

Tubuh manusia berespon terhadap perdarahan akut dengan mengaktivasi


sistem fisiologi utama sebagai berikut: sistem hematologi, kardiovaskuler, ginjal, dan
sistem neuroendokrin.
Sistem hematologi berespon terhadap kehilangan darah yang berat dan akut
dengan mengaktivasi kaskade koagulasi dan vasokonstriksi pembuluh darah (melalui
pelelepasan tromboksan A2 lokal). Selain itu, platelet diaktivasi (juga melalui
pelepasan tromboksan A2 lokal) dan membentuk bekuan darah immatur pada sumber
perdarahan. Pembuluh darah yang rusak menghasilkan kolagen, yang selanjutnya
menyebabkan penumpukan fibrin dan menstabilkan bekuan darah. Dibutuhkan waktu
sekitar 24 jam untuk menyempurnakan fibrinasi dari bekuan darah dan menjadi bentuk
yang sempurna.

cReate yOuR Own Message


AnimatiOn

Sistem kardiovaskuler pada awalnya berespon terhadap syok hipovolemik


dengan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan kontraktilitas miokard, dan
vasokonstriksi pembuluh darah perifer. Respon ini terjadi akibat peningkatan
pelepasan norepinefrin dan penurunan ambang dasar tonus nervus vagus (diatur oleh
baroreseptor di arcus caroticus, arcus aorta, atrium kiri, dan penbuluh darah pulmonal).
Sistem kardiovaskuler juga berespon dengan mengalirkan darah ke otak, jantung, dan
ginjal dengan mengurangi perfusi kulit, otot, dan traktus gastrointestinal.
Sistem renalis berespon terhadap syok hemoragik dengan peningkatan sekresi
renin dari apparatus juxtaglomeruler. Renin akan mengubah angiotensinogen menjadi
angiotensin I, yang selanjutnya akan dikonversi menjadi angiotensin II di paru-paru
dah hati. Angotensin II mempunyai 2 efek utama, yang keduanya membantu perbaikan
keadaan pada syok hemoragik, yaitu vasokonstriksi arteriol otot polos, dan
menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron bertanggungjawab
pada reabsorbsi aktif natrium dan akhirnya akan menyebabkan retensi air.
Sistem neuroendokrin berespon terhadap syok hemoragik dengan meningkatan
Antidiuretik Hormon (ADH) dalam sirkulasi. ADH dilepaskan dari glandula pituitari
posterior sebagai respon terhadap penurunan tekanan darah (dideteksi oleh
baroreseptor) dan terhadap penurunan konsentrasi natrium (yang dideteksi oleh
osmoreseptor). Secara tidak langsung ADH menyebabkan peningkatan reabsorbsi air
dan garam (NaCl) pada tubulus distalis, duktus kolektivus, dan lengkung Henle.

Sosok Yg Kan Slalu


dirinDukan

Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa


rakyat. Aku besar karena rakyat,
aku berjuang karena rakyat dan
aku penyambung lidah rakyat.
[Menggali api Pancasila, hlm. 11]
Seringkali aku merasakan
badanku seperti akan lemas,
nafasku akan berhenti, apabila
aku tidak bisa keluar dan bersatu
dengan rakyat jelata yang
melahirkanku. [Bung Karno
penyambung lidah rakyat, hlm. 13 ]

Jendela UzuMaKi
BanGeud...

d. Tanda-tanda Klinis

Status mental
Perubahan dalam sensorium merupakan tanda khas dari stadium syok. Ansietas,
tidak tenang, takut, apatis, stupor, atau koma dapat ditemukan. Kelainan-kelainan
ini menunjukkan adanya perfusi cerebal yang menurun.

Tanda-Tanda Vital

Tekanan darah
Perubahan awal dari tekanan darah

akibat Hipovolemia adalah adanya

pengurangan selisih antara tekanan siastolik dan sistolik. Ini merupakan akibat
adanya peningkatan tekanan diastolic yang disebabkan oleh vasokontraksi atas
rangsangan simpatis. Tekanan sistolik dipertahankan pada batas normal sampai
terjadinya kehilngan darah 15-25 %.
Denyut Nadi
Takikardi postural dan bahkan dalam keadaan berbaring adalah karakteristik
untuk syok. Tatikardi dapat tidak ditemukan pada pasien yang diobati dengan
beta bloker.
Pernafasan
Takipneu adalah karakteristik, dan alkalosis respiratorius sering ditemukan pada
tahap awal syok.

Kulit

Kulit dapat terasa dingin, pucat, dan berbintik-bintik. Secara keseluruhan mudah
berubah menjadi pucat.
Vena-vena ekstremitas menunjukkan tekanan yang rendah ini yang dinamakan
vena perifer yang kolaps. Tidak ditemukan adanya distensi vena jugularis.

Gejala Lain
Pasien mengeluh mual, lemah atau lelah. Sering ditemukan rasa haus yang
sangat.

e.

Tahap Syok Hipovolemik


Tahap I :

terjadi bika kehilangan darah 0-10% (kira-kira 500ml)

Terjadi kompensasi dimana biasanya Cardiak output dan tekanan darah


masih dapat Dipertahankan
Tahap II:

terjadi apabila kehilanagan darah 15-20%

tekanan darah turun, PO2 turun, takikardi, takipneu, diaforetik, gelisah,


pucat.
Tahap III

f.

bila terjadi kehilengan darah lebih dari 25%

terjadi penurunan : tekanan darah, Cardiak output,PO2, perfusi jaringan


secara cepat

terjadi iskemik pada organ

terjadi ekstravasasi cairan

Penatalaksanaan

a.

Pemantauan
Parameter dibawah ini harus dipantau selama stabilisasi dan pengobatan : denyut
jantung, Frekuensi pernafasan, tekanan darah, tekanan vena sentral (CVP) dan
pengeluaran urin. Pengeluaran urin yang kurang dari 30ml/jam (atau 0,5
ml/kg/jam) menunjukkan perfusi ginjal yang tidak adekuat

Penatalaksanaan pernafasan
Pasien harus diberikan aliran oksigen yang tinggi melalui masker atau
Kanula. Jalan napas yang bersih harus dipertahankan dengan posisi kepala dan
mandubula yang tepat dan aliran pengisapan darah dan sekret yang sempurna.
Penentuan gas darah arterial harus dilakukan untuk mengamati ventilasi dan
oksigenasi. Jika ditemukan kelainan secara klinis atau laboratorium analisis gas
darah, pasien harus diintubisi dan diventilasi dengan ventilator yang volumenya
terukur. Volume tidal harus diatur sebesar 12 sampai 15 ml/kg, frekuensi
pernapasan sebesar 12-16 permenit. Oksigen harus diberikan untuk
mempertahankan PO2 sekitar 100mmHg. Jika pasien melawan terhadap
ventilator, maka obat sedatif atatu pelumpuh otot harus diberikan. Jika cara
pemberian ini gagal untuk menghasilkan oksigenase yang adekuat, atau jika fungsi
paru-paru menurun harus menambahkan 3-10 cm tekanan ekspirasi akhir positif

Pemberian cairan
Penggantian cairan harus dimulai dengan memasukkan larutan ringer laktat atau
larutan garam fisiologis secara cepat. Umumnya paling sidikt 1-2 liter larutan RL
harus diberikan dalam 45-60 menit pertama atau bisa lebih cepat lagio bila
dibutuhkan. Jika hipotensi dapat diperbaiki dan tekanan darah tetap stabil, ini
merupakan indikasi bahwa kehilangan darah sudah minimal. Jika hipotensi tetap
berlangsung harus dilakukan tranfusi darah pada pasien ini secepat miungkin dan
kecepatan serta jumalah yang diberikan disesuaikan dari respon yang dipantau.

b. Celana militer anti syok (MAST = Military Antishock Trousers)


Tekanan berlawanan eksternal dengan pakaian MAST bermanfaat sebagai terapi
tambahan pada terapi penggantian cairan. Pakaian MAST ini dikenakan pada kedua
tungkai atau abdoomen pasien, dan masing-masing ketiga kompartemen individual ini
dapat dikembungkan. Pakaian ini meristribusikan darah dari ekstremitas bawah ke
sirkulasi sentral dan mengurangi darah arterial ke tungkai dengan memprkecil
diameter pembuluh darah.

Kontari indikasi pemakaian MAST


Edema paru yang bersamaan
Kehamilan . Ini hanya ber4laku pada kompartemen abdomen

Hal yang peerlu diperhatikan

Pakaian mast dapat meningkatkan kejadian perdarahan karena cidera


diafragmatik.

Pemakaian yang lama (24-48 jam) pada tungkai yang cedera dapat
menyebabkan timbulnya sindrom kompartemen pada fascia.

Vasopresor
Pemakain vasopresor pada penangan syok hipovolemik akhir-akhir ini kurang
disukai alasannya adalah bahwa ha ini akan lebih megurangi perfusi jaringan.
Vasopresor dapat diberikan sebagai tindakana sementara untuk meningkatkan
tekanan darah sampai mendapatkan cairan pengganti yang adekuat. Hal ini

GO...GO...GO...TIMNAS!!

terutama bermanfaat bagi pasien yang lebih tua dengan penyakit koroner atau
penyakit pembuluh darah otak yang berat, hal yang digunakan adalah
Norepineorin 4-8 Mg yang dilarutkan dalam 500 ml 5% dekstrosa dalam air (

My Visitors

D5W, atau metaraminor, 5-10 ml yang dilarutkan dalam 500ml D5W yang
bersifat pasokonstriktor predominan dengan efek yang minimal pada jantung.
Dosis harus disesuaikan dengan tekanan darah.

1. DiagnosaKeperawatanPadaPasienSyok

DIAGNOSA
Defisit volume cairan

NOC
Pasien akan normovolemik

NIC

Penurunan curah
jantung

Mempertahankan curah jantung 1. kaji dan pantau status


untuk menjamin perfusi jaringan
kardiovaskuler setiap 1-4
jam atau sesuai indikasi ;
warna kulit, denyut nadi,
TD, parameter
hemodinamik, denyut nadi
perifer dan irama jantung
2. Berikan cairan IV sesuai
instruksi
3. Berikan dopamine,
dobutamin atau ephinephrin
sesuai instruksi untuk
mempertahankan TD yang
memadai ( > 90 mmHg
sistolik)
4. Berikan Nipride sesuai
instruksi
5. Pantau Hb dan Ht
6. Pantau Asidosis dengan

1. Kaji status volume cairan (


TD, FJ, FP, suhu, bunyi
jantung) setiap 1 jam
2. Berikan cairan IV sesuai
instruksi
3. Kaji semua data
laboratorium
4. Monitor irama jantng
5. Berikan obat dan elektrolit
sesuai instruksi
6. Berikan pengobatan
-adrenerjik sesuai instruksi

AGd setiap hari


Resiko tinggi terhadap
infeksi

Cegah infeksi nosokomial dan


tangani mikroorganisme yang
teridentifikas

1. Dapatkan biakan darah


sesuai instruksi
2. Dapatkan urin, sputum dan
drainase luka untuk biakan
sesuai indikasi
3. Temani pasien pada
pemeriksaan radiologi
diagnostic
4. Pantau S, VS dan SDP
5. Berikan antibiotic sesuai
instruksi
6. Pantau kadar obat antibiotic
sesuai instruksi
7. Berikan obat-obat lain :
Antihistamin, NSAIDs,

Daftar Tamu
Live Traffic Feed
A visitor from Indonesia
arrived from
www.google.co.id and
viewed CiciLia BanGeuD:
A
visitor from Jakarta,
PEMECAHAN
MASALAH
Indonesia
KESEH... arrived
14 secs from
ago
www.google.com and
viewed
BanGeuD:
A visitorCiciLia
from Indonesia
ASUHAN
arrived from
KEPERAWATAN
STRO...
www.google.co.id and
1
min ago
viewed
CiciLia
BanGeuD:
A visitor from Indonesia arrived
ETNOGRAFI
1 min
from google.co.id
andago
viewed
"CiciLia BanGeuD: ASUHAN
KEPERAWATAN
KEGAWADARURATAN
A visitor from Jakarta, Jakarta
PADA SYOK
Raya arrived from google.co.id
HIPOVOLEMIK" 5 mins ago
and viewed "CiciLia BanGeuD:
TINJAUAN PUSTAKA" 6
A
visitor
mins
ago from Indonesia arrived
from google.com and viewed
"CiciLia BanGeuD: SISTEM
TRIASE
TRIAGE
SYSTEM"
A visitor /from
Indonesia
arrived
7
mins
ago
from
google.co.id
and viewed
"CiciLia BanGeuD: ETIKA
PENELITIAN"
17 minsJakarta
ago
A visitor from Jakarta,
Raya arrived from google.com
and viewed "CiciLia BanGeuD:
ETIKA PENELITIAN" 20 mins
A visitor from Jakarta, Jakarta
ago
Raya arrived from google.com
and viewed "CiciLia BanGeuD:
KERUSAKAN INTEKRITAS
A
visitor 24
from
Indonesia
arrived
KULIT"
mins
ago
from google.com and viewed
"CiciLia BanGeuD:
KEPERAWATAN GAWAT
A
visitor from
Indonesia arrived
DARURAT
: TEKNIK
Real-time view Get Feedjit

antibody monoclonal, steroid


8. Gunakan teknik aseptic yang
ketat saat menangani aliran
infasive, kateter, selangselang dsb

Label
2PM (1)
ASUHAN KEPERAWATAN (73)

B1A4 (5)
B2ST/BEAST (39)
BIGBANG (23)
C.N BLUE (7)
CERITA LUCU (6)
DAVID ARCHULETA (17)
DISASTER NURSING (8)
DOWNLOAD IMAGES (4)
DOWNLOAD MP3 (38)
EMINEM (4)
FAKTA UNIK DAN AMAZING (4)
GARUDA DI DADAKU (11)
GREEN DAY (7)
HEALTHY (3)
ILMU DASAR KEPERAWATAN 5 (9)
ILMU DASAR KEPERAWATAN 6
(15)
ILMU DASAR KEPERAWATAN 7 (5)
IMAGES : BIGBANG (2)

DAFTARPUSTAKA

IMAGES : SUPER JUNIOR (22)


Anonim.
2010.
Memahami
tanada
dan
Gejala
Syok
anafilaktik.
http://www.blogdokter.net/2010/06/20/memahami-tanda-dan-gejala-syok-anafilaktik/.
Diakses tanggal 28 Maret 2011

JASON MIRAZ (1)


JESSE MCCARTNEY (3)
KEPERAWATAN ANAK (10)

Anonim. 2011. Syok.http://nursingbegin.com. Diakses tanggal 28 Maret 2011

KEPERAWATAN DEWASA 1 (18)

Eliastham, Michael. Dkk. Buku Saku Penuntun Kedaruratan Medis (5 ed.).1998. Jakarta. EGC

KEPERAWATAN DEWASA 2 (15)

Jevan, Philip, Beverley ewens, melame Humprays. 2008. Nursing Medical Emergency patiens
( 3 Ed.) Blackwell: United Kingdom

Urden,L. D;Stesi, K.M. &Lough, M.E. (2006). Critical care Nursing: Diagnosis and
management (5 ed.. Misouri: Mosby

KEPERAWATAN DEWASA 3 (20)


KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
(23)
KEPERAWATAN JIWA (16)
KETERAMPILAN DASAR DALAM
KEPERAWATAN (10)
KISAH ABU NAWAS (34)

Youmightalsolike:

KISAH HIKMAH (16)

KOLEKSI KOMIK: CANDY-CANDY (3)

ASUHAN KEPERAWATAN SYOK NEUROGENIK


ASUHAN KEPERAWATAN CIDERA KEPALA
MASALAH PSIKOSOSIAL : STRES DAN KECEMASAN
BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF
RESIKO PERFUSI JARINGAN SEREBRAL TIDAK EFEKTIF

KOLEKSI KOMIK: DEATH NOTE (1)


LIRIK (49)
Linkwithin

MANAJEMEN KEPERAWATAN (2)

Diposkan oleh Cicilia Uzumaki di 10.47


Rekomendasikan ini di Google

Label: ASUHAN KEPERAWATAN, KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


Reaksi:

lucu (0)

menarik (0)

MAHER ZAIN (6)

keren (0)

MY CHEMICAL ROMANCE (15)


NANDA NOC NIC (33)
NARUTO (3)

2 komentar:

NURSING CARE PATIENT WITH


NAPZA HIV/AIDS (2)
NURSING INFORMATIK (2)

VegaKaligis 29 Januari 2016 19.52


dapat membantu, terimakasih

ONE REPUBLICK (1)


OST GOD OF STUDY (2)

Balas

OST YOU'RE BEAUTIFUL (7)


PATIENT SAFETY (3)

VegaKaligis 29 Januari 2016 19.52


dapat membantu, terimakasih

PENDIDIKAN KESEHATAN (8)

Balas

SAINS (2)
SEAMO (1)

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai:

Publikasikan

SEHAT-SAKIT (1)
SEJARAH HIDUP NABI
MUHAMMAD SAW ( Muhammad
Husain Haekal) (14)

Select profile...

SUPER JUNIOR (16)

Pratinjau

Ada kesalahan di dalam gadget ini

ThaNkZ...
Tulis Komentnya Disini yaxc!!!!

Link ke posting ini

WasSaLam...

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru

Beranda

Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Hope U enJoy My BloG

Template PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.