Anda di halaman 1dari 3

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRE

SIKLUS PERSEDIAAN, PENGGUDANGAN, DAN UTANG DAGANG

ICQ - Persediaan
A. Kelemahan kelemahan :
- Orang orang atau pegawai lainnya bebas masuk ke dalam gudang,
seharusnya hanya petugas gudang yang memiliki wewenang untuk masuk ke
dalam gudang untuk menghindari adanya kehilangan atau kerusakan
-

persediaan dalam gudang


Apabila terdapat selisih pada kartu persediaan dan persediaan fisik maka akan
diinvestigasi oleh orang yang menguasai persediaan secara fisik atau
pemegang kartu persediaan. Seharusnya terdapat pemisahan tugas, sehingga
orang yang melakukan investigasi atas selisih tersebut adalah orang yang
berbeda dengan yang menguasai persediaan secara fisik atau pemegang kartu

persediaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kecurangan.


Petugas yang mengawasi / melakukan perhitungan atau menyusun ikhtisar
hasil perhitunga stock opname tidak terlepas dari penguasaan secara fisik atas
barang (penjaga gudang dan sebagainya). Seharusnya terdapat pemisahan
tugas, sehingga orang yang mengawasi/ melakukan perhitungan atau
menyusun ikhtisar hasil perhitungan stock opname tidak boleh orang yang
sama dengan orang yang memiliki penguasaan atas barang. Sehingga penjaga
gudang tidak boleh melakukan stock opname. Hal ini dilakukan untuk
menghindari kecurangan dalam penghitungan yang berisiko terhadap

pencurian persediaan.
Barang yang penjualan lambat, usang, atau rusak tidak dipisahkan. Seharusnya
barang tersebut dipisahkan, untuk menghindari adanya kesalahan dalam
melakukan penjualan. Agar jangan sampai barang yang usang atau rusak
malah terjual sehingga mengecewakan pelanggan. Hal ini juga berkaitan
dengan penilaian persediaan,

karena dapat menyebabkan nilai persediaan

menjadi overstated, padahal barang tersebut sudah usang dan rusak.


Barang barang yang penjualannya lambat, usang, rusak serta kelebihan
persediaan tidak segera dilaporkan ke manajemen. Seharusnya segera

dilaporkan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.


Barang konsinyasi keluar dan konsinyasi yang diterima tidak dikendalikan
dengan baik dan tidak dibukukan sebagaimana seharusnya.

B. Catatan lain :
- Diperlukannya peraturan agar hanya orang yang berwenang yang dapat masuk
-

ke gudang
Diperlukannya pemisahan tugas dalam hal stock opname, kartu persediaan,

penjaga gudang
Diperlukannya pemisahan persediaan yang sudah usang dan rusak dan segera

dilaporkan ke manajemen
Diperlukannya pengendalian dan pencatatan yang sesuai atas barang
konsinyasi keluar dan konsinyasi yang diterima

C. Kesimpulan Penilaian:
- Kesimpulan penilaian Sedang
D. Revisi Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian atas ICQ yang telah dibuat adalah pengendalian internal
atas persediaan tergolong sedang karena masih ada beberapa kelemahan dan hal
yang perlu diperbaiki seperti yang sudah disebutkan pada bagian Kelemahan dan
Catatan Lain.
ICQ Pembelian dan Utang
A. Kelemahan kelemahan:
- Pembelian tidak dikoordinasikan dengan anggaran penjualan. Hal ini
seharusnya dikoordinasikan karena pembelian akan berkaitan dengan HPP
-

sehingga berkaitan dengan anggaran penjualan.


Harga penawaran penjual yang terdaftar (approved) tidak ditinjau secara
berkala. Seharusnya hal ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui bahwa

selalu merupakan harga bersaing. Sehingga dapat menekan biaya.


Bagian penerimaan tidak terpisah dengan bagian penyimpanan. Sebaiknya
bagian ini dipisahkan untuk menghindari adanya kecurangan serta pencurian

persediaan.
Barang yang diterima tidak disertai dengan Surat Keterangan Pengangkut.
Sebaiknya disertai agar terdapat kejelasan sebagai bukti berapa jumlah barang

dan kapan barang tersebut dikirim serta sampai.


Barang yang diterima tidak diberi nomor urut tercetak. Sebaiknya diberi
nomor urut tercetak sehingga akan memudahkan saat penghitungan fisik

sehingga dapat diketahui apabila terdapat pencurian.


Tembusan laporan penerimaan barang tembusannya tidak dikirim ke bagian
pembelian. Sebaiknya dikirimkan sebagai bukti bahwa pesanan telah diterima.

Faktur dari pemasok tidak dicocokkan dengan order pembelian dan laporan
penerimaan barang oleh bagian utang usaha. Sebaiknya dicocokkan untuk

menghindari adanya kesalahan atau kecurangan.


Staf bagian utang usaha tidak terpisah dengan bagian pemesanan pembelian,
bagian penerimaan barang. Sebaiknya terpisah untuk menghindari adanya

kecurangan.
Sistem informasi tidak memuat anggaran biaya, perbandingan antara anggaran
dengan yang sebenarnya, penjelasan tertulis atas penyimpangan yang material.
Sebaiknya sistem informasi memuat hal tersebut untuk memudahkan

penghitungan dan menghindari kesalahan penghitungan.


Perhitungan rasio persentase laba kotor dengan penjualan, persentase biaya

penjualan dengan penjualan, inventory turnover tidak diperiksa secara teratur.


Tidak ada prosedur yang cukup untuk menjamin pertimbangan yang tepat dari
pisah batas pembelian, penyesuaian pendapatan dan biaya, laba yang tidak

direalisasi pada barang.


Detail dari kreditor yang lama belum membayar tidak diteliti sebabnya.
Pemegang buku akun kontrol utang dan buku pembantu utang tidak terpisah.

B. Catatan lain:
- Diperlukanya pemisahan tugas antara bagian penerimaan dan penyimpanan,
-

bagian utang usaha dan pemesanan pembelian, penerimaan barang.


Diperlukannya survey / peninjauan kembali harga penjual yang diterima untuk

mengetahui apakah harga bersaing.


Diperlukannya istem informasi yang memuat anggaran biaya, perbandingan
antara

anggaran

dengan

yang

sebenarnya,

penjelasan

tertulis

atas

penyimpangan yag material.


Diperlukannya perhitungan rasio secara berkala.
Diperlukannya prosedur yang cukup untuk pisah batas pembelian,
penyusuaian pendapatan dan biaya, laba yang tidak direalisasi pada barang.

C. Kesimpulan Penilaian
- Kesimpulan penilaian Sedang
D. Revisi Kesimpulan Penilaian (lampirkan alasannya)
Kesimpulan penilaian atas ICQ yang telah dibuat adalah pengendalian internal
atas pembelian dan utang usaha tergolong sedang karena masih ada beberapa
kelemahan dan hal yang perlu diperbaiki seperti yang sudah disebutkan pada
bagian Kelemahan dan Catatan Lain.