Anda di halaman 1dari 3

Digitalis, (Inggris: Foxglove, Jerman: Fingerhut) adalah genus dari sekitar 20 spesies

tumbuhan dua tahunan atau tahunan, yang dahulu digolongkan ke keluarga Scrophulariaceae.
Menurut penelitian ilmiah baru dalam bidang genetika, tumbuhan ini dapat digolongkan
dalam keluarga Plantaginaceae. Bunga dari tumbuhan ini berbentuk seperti lonceng kecil dan
warnanya berbeda menurut species dari ungu, merah muda, putih atau kuning. Tumbuhan ini
berasal dari Eropa, Asia bagian barat dan tengah, serta Afrika utara.
Spesies yang paling dikenal adalah Digitalis purpurea. Ini adalah tumbuhan dua tahunan dan
sering dikembang biakkan sebagai tanaman hias karena bunganya yang ungu. Tahun pertama,
saat tanaman ini tumbuh, menghasilkan daun-daun dasar, sedangkan tahun kedua tumbuh
daun-daun serta tangkai yang panjangnya menyampai 0,5 - 2,5 meter.
Nama "digitalis" juga digunakan untuk obat penyakit jantung, terutama digoksin yang
diekstraksi dari tanaman ini.

Daftar isi

1 Kegunaan sebagai obat

2 Reaksi sebagai racun

3 Galeri

4 Pranala luar

Kegunaan sebagai obat


Kegunaan ekstrak dari Digitalis purpurea sebagai obat diperkenalkan pertama kali oleh
William Withering. Sebagai obat, glikosida dari tanaman ini digunakan untuk memperkuat
kerja jantung (positif inotrop). Ekstrak dari digitalis biasanya diambil dari daun-daun
tanaman yang tumbuh pada tahun kedua. Bagian-bagian yang murni dari tanaman ini juga
dikenal dengan nama digoksin atau digitoksin.
Digitalis bekerja di tubuh dengan cara menghalangi fungsi enzim natrium-kalium ATPase
sehingga meningkatkan kadar kalsium di dalam sel-sel otot jantung. Meningkatnya kadar
kalsium di dalam otot sel-sel jantung inilah yang menjadi sebab meningkatnya kekuatan
kontraksi jantung.

Reaksi sebagai racun


Apabila digunakan secara berlebihan, digitalis dapat berfungsi sebagai racun. Seluruh bagian
tumbuhan ini mengandung glikosida, yang dapat menyebabkan keracunan. Reaksi-reaksi
keracunan yang pertama mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, halusinasi, sakit kepala
hingga delirium. Tergantung pada tingkat keracunan, korban keracunan juga mempunyai
denyut nadi yang lemah, tremor, xanthopsis (apa yang dilihat terlihat kuning), kejang-kejang
dan bahkan dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang mematikan.

Kandungan kimia daun digitalis


Kemampuan daun digitalis dalam mengobati penyakit jantung lemah, tidak
terlepas dari kandungan kimia didalamnya. Zat dan senyawa yang terdapat pada
daun digitalis antara lain: glikosida jantung (digoxin, digitoxin, gitaloxin, gitoxin,
dan lanatoside), flavonoid, saponin, dan anthraquinone.

Manfaat daun digitalis sebagai obat lemah jantung


Daun digitalis menghasilkan rasa pahit, berkhasiat sebagai peluruh kencing dan
memperkuat kontraksi jantung. Ekstrak dari daun digitalis mampu menghambat
fungsi dari enzim natrium-kalium ATPase sehingga dapat meningkatkan kalsium
dalam sel-sel otot jantung. Peningkatan kadar kalsium dalam sel-sel otot jantung
dapat memperkuat kontraksi jantung.

Dua senyawa glukosida yang paling berperan sebagai obat penyakit jantung
yaitu digitoxin dan digoxin. Digitoxin berperan dalam memperkuat denyut
jantung. Digoxin dapat merangsang jantung anda berdetak lebih kuat, lambat
dan teratur tanpa memerlukan oksigen berlebih. Digoxin juga dapat
meningkatkan produksi urine sehingga dapat membantu menurunkan volume
darah. Normalnya volume darah menjadikan kerja jantung menjadi ringan dalam
memompa darah.

Pengolahan daun digitalis sebagai obat herbal lemah jantung


Pengolahan dan pemanfaatan daun digitalis sebagai obat herbal jantung lemah,
harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh para spesialis herbal. Hal ini
dikarenakan seluruh tanaman mengandung racun yang cukup tinggi. Kelebihan
dosis akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh, seperti mual, muntah,
menurunkan nafsu makan, gangguan pada penglihatan, denyut nadi lambat, dan
pingsan. Berikut resep herbal yang bisa anda buat untuk mengatasi penyakit
lemah jantung.

Siapkan 50 gram daun digitalis segar, cuci bersih lalu rebus dengan 2 gelas air
sekitar 15 menit. Angkat dan dinginkan. Saring air rebusan lalu bagi menjadi dua
bagian. Minum pagi dan sore @ gelas.