Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PEMBARDAYAAN MASYARAKAT

RRA (Rapid Rural Appraisal)

Kelompok 1
RARA FITREKA MURNAPUTRI

1601410001

EDI SULEMAN

1601410006

RUT EKA SEPTYAWATI

1601410013

BAGAS IMAN BAHREISY

1601410018

BAYU ARI WICAKSONO

1601410031

SRI ROHAYU

1601410033

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
D4 KEPERAWATAN PERIOPERATIF
SEPTEMBER 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang mengembangkan dan
memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses
pembangunan yang berlangsung secara dinamis sehingga masyarakat dapat
menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan secara
bebas (independent) dan mandiri. Proses pemberdayaan masyarakat (community
empowerment) merupakan upaya membantu masyarakat untuk mengembangkan
kemampuannya sendiri sehingga bebas dan mampu untuk mengatasi masalah dan
mengambil keputusan secara mandiri. Proses pemberdayaan tersebut dilakukan
dengan memberikan kewenangan (power), aksesibilitas terhadap sumberdaya dan
lingkungan yang akomodatif.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan dalam
pembangunan secara partisipatif kiranya sangat sesuai dan dapat dipakai untuk
mengantisipasi timbulnya perubahan-perubahan dalam masyarakat beserta
lingkungan strategisnya. Sebagai konsep dasar pembangunan partisipatif adalah
melakukan upaya pembangunan atas dasar pemenuhan kebutuhan masyarakat itu
sendiri sehingga masyarakat mampu untuk berkembang dan mengatasi
permasalahannya sendiri secara mandiri, berkesinabungan dan berkelanjutan.
Keputusan untuk meneliti suatu masyarakat dengan tujuan untuk
mendatangkan perbaikan ke dalam masyarakat itu, melalui antara lain
pemberdayaan masyarakat, sudah merupakan suatu hasil evaluasi. Untuk
melaksanakan evaluasi apakah proyek yang telah dilaksanakan selama jangka
waktu tertentu telah sungguh mendatangkan perbaikan yang sesuai dengan
harapan warga masyarakat, perlu dilakukan suatu penelitian. Metode penelitian
evaluatif yang bersifat bottom-up adalah rapid rural appraisal (RRA).

B. Rumusan masalah
1. Untuk memahami pengertian RRA ?
2. Memahami metode konsep RRA ?
3. Mengetahui teknik penilaian RRA ?
4. Untuk memahami prinsip-prinsip RRA ?
5. Mengetahui keunggulan dan kelemahan metode RRA ?
C. Tujuan
Tujuan ditulisnya makalah ini agar mahasiswa mampu mengetahui metode
RRA yang digunakan dalam melakkan pemberdayaan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
RRA (Rapid Rural Appraisal) merupakan metode penilaian keadaan desa
secara cepat, yang dalam praktek, kegiatan RRA lebih banyak dilakukan oleh
orang luar dengan tanpa atau sedikit melibatkan masyarakat setempat. Meskipun
sering dikatakan sebagai teknik penelitian yang cepat dan kasar/kotor tetapi RRA
dinilai masih lebih baik dibanding teknik-teknik kuantitatif klasik.
Menurut Beebe James (1995), metode RRA menyajikan pengamatan yang
dipercepat yang dilakukan oleh dua atau lebih pengamat atau peneliti, biasanya
dengan latar belakang akademis yang berbeda. Metode ini bertujuan untuk
menghasilkan pengamatan kualitatif bagi keperluan pembuat keputusan untuk
menentukan perlu tidaknya penelitian tambahan dalam merencanakan dan
melaksanakan kegiatan.
Pada dasarnya, metode RRA merupakan proses belajar yang intensif untuk
memahami kondisi perdesaan, dilakukan berulang-ulang, dan cepat. Untuk itu
diperlukan cara kerja yang khas, seperti tim kerja kecil yang bersifat multidisiplin,
menggunakan sejumlah metode, cara, dan pemilihan teknik yang khusus, untuk
meningkatkan pengertian atau pemahaman terhadap kondisi perdesaan. Cara kerja
tersebut tersebut dipusatkan pada pemahaman pada tingkat komunitas lokal yang
digabungkan dengan pengetahuan ilmiah.
B. Metode konsep RRA
Metode RRA memiliki tiga konsep dasar yaitu;
1) Perspektif sistem,
2) Triangulasi dari pengumpulan data,
3) Pengumpulan data dan analisis secara berulang-ulang (iterative).

C. Teknik penilaian RRA


Sebagai suatu teknik penilaian RRA menggabungkan beberapa teknik yang terdiri
dari :
1) Review/telaahan data sekunder, termasuk peta wilayah dan pengamatan
lapang secara ringkas
2) Observasi/pengamatan lapang secara langsung
3) Wawancara dengan infirman dan kunci lokarya.

4)
5)
6)
7)
8)

Pemetaan dan pembuatan diagram


Studi kasus sejarah local dan biografi.
Kecendrungan-kecendrungan
Pembuatan kuesioner sederhana yang singkat
Pembuatan laporan lapang secara cepat.

D. Prinsip-prinsip RRA
Prinsip-prinsip yang harus di perhatikan dari metode RRA, yaitu
1) Efektivitas dan efisien, kaitanya dengan biaya, waktu dengan perolehan
informasi yang dapat diperjaya yang dapat digunakan disbanding sekedar
jumlah dan ketepatan serta relevansi informasi yang dibutuhkan.
2) Hindari bias, melalui : introspeksi, dengarkan, tanyakan secara berulangulang, tanyakan kepeda kelompok termiskin.
3) Triangulasi sumber informasi dan libatkan tim multi-disiplin untuk bertanya
dalam beragam perspektif.
4) Belajar dari dan bersama masyarakat.
5) Belajar cepat melalui eksplorasi, cross-check dan jangan terpaku pada
bekuan yang telah disiapkan.
E. Keunggulan dan kelemahan metode RRA
1. Keunggulan dalam metode RRA adalah sebagai berikut :
a) Waktu cepat dan biaya murah dan hasil tidak bias.
b) Dapat melayani policy makers yang ingin memutuskan suatu hal dengan
segera dan mereka memerlukan infirmasi terakhir sebelum keputusan itu
diambil.
c) Mampu memonitor dan mengevaluasi proyek atau program
pembangunan.
d) Mampu melakukan identifikasi dan mendiagnosa masalah atau isu baik
dibidang penelitian maupun perencanaan.
e) Dapat membantu dalam pemecahan cara penyebaran teknologi
( terutama karena kendala social dan ekonomi ) dan bagaimana
mengakomodasi keinginan masyarakat sebagai pengguna teknologi.
f) Mampu memahami suatu permasalahan atau isu dengan perspektif lintas
disiplin.
g) Data membantu dalam menginterprestasikan data kuantitatif yang telah
di kumpulkan sebelumnya.
2. Kelemahan dalam metode RRA adalah sebagai berikut :
a) Metode sampling diabaikan.

b) Realibitas dan validitas informasi dikumpulkan secara cepat. Yang lebih


menonjol adalah expert judgement peneliti.
c) Tidak mampu mengungkapkan data kuantitatif
d) Banyak pengambilan kebijakan lebih tertarik dengan data kongret,
misalnya suatu teknologi telah diadopsi masyarakat sebesar 70%
daripada informasi tentang adopsi teknologi meningkat.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
RRA (Rapid Rural Appraisal) merupakan metode penilaian keadaan desa
secara cepat, yang dalam praktek, kegiatan RRA lebih banyak dilakukan oleh
orang luar dengan tanpa atau sedikit melibatkan masyarakat setempat. Meskipun
sering dikatakan sebagai teknik penelitian yang cepat dan kasar/kotor tetapi RRA
dinilai masih lebih baik dibanding teknik-teknik kuantitatif klasik.
Dan menggunakan metode RRA harus perlu di lakukan atau di perhatikan
pada prinsip-prinsip metode.Suatu metode pasti mempunyai suatu teknik penilaian
terhadap sebuah wawncara, penelitian yang menggunakan metode RRA. Selain
itu juga metode RRA ada keunggulannya yaitu waktu yang cepat dan biaya yang
murah. Dan metode RRA ini ada juga kelemahannya seperti metode sampling di
abaikan.
Pada dasarnya, metode RRA merupakan proses belajar yang intensif untuk
memahami kondisi perdesaan, dilakukan berulang-ulang, dan cepat. Untuk itu
diperlukan cara kerja yang khas, seperti tim kerja kecil yang bersifat multidisiplin,

menggunakan sejumlah metode, cara, dan pemilihan teknik yang khusus, untuk
meningkatkan pengertian atau pemahaman terhadap kondisi perdesaan. Cara kerja
tersebut tersebut dipusatkan pada pemahaman pada tingkat komunitas lokal yang
digabungkan dengan pengetahuan ilmiah.
B. Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
butuh perbaikan. Oleh karena dari itu, penulis meminta kritik dan saran dari
pembaca guna kesempurnaan makalah ini

DAFTAR PUSTAKA
Beebe, James. 1995 Basic Concepts and Techniques of Rapid Appraisal.
Human Organization, vol. 54, No. 1, Spring.
Chambers, R. 1996. Participatory Rural Appraisal: Memahami Desa Secara
Partisipatif. Oxfam Kanisius. Yogyakarta.
Gitosaputro, S. 2006. Implementasi Participatory Rural Appraisal (Pra) Dalam
Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. Lampung.
http://fkmannassri.blogspot.sg/2014/03/materi-metode-pemberdayaan
masyarakat.html
http://malut.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?
option=com_content&view=article&id=179:mengenal-participatory-rural-appraisalpra&catid=28:buku&Itemid=30
http://munabarakati.blogspot.sg/2014/02/makalah-pemberdayaanmasyarakat-pesisir.html
http://widyaastuti-agrittude.blogspot.sg/2011/10/prinsip-prinsip-metode-danteknik.html

Kartasasmita, G. 1997. Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan


Yang Berakar Pada Masyarakat . Disampaikan pada Sarasehan DPD GOLKAR Tk.
I. Jawa Timur.