Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN BARRU

DINAS KESEHATAN
UPTD KESEHATAN PUSKESMAS PEKKAE
Jalan Sultan Hasanuddin No. 52 Pekkae, Kec. Tanete Rilau Kab.Barru 90761

KERANGKA ACUAN PELAPORAN EWARS


A. PENDAHULUAN
Early Warning Alert and Respons System (EWARS) atau Sistem Kewaspadaan Dini dan
Respons (SKDR) adalah sebuah sistem yang berfungsi dalam mendeteksi adanya ancaman
atau indikasi KLB penyakit menular. Beberapa jenis penyakit yang bisa menjadi peringatan dini
KLB hanya dengan 1 kasus antara lain tersangka flu burung pada manusia, tersangka campak,
tersangka difteri, tersangka pertussis, AFP, kasus gigitan hewan penular rabies, tersangka
antrax, tersangka leptospirosis, tersangka kolera, tersangka tetanus neonatum, tersangka
tetanus dan tersangka HFMD. Apabila ditemukan ada indikasi KLB dengan 1 kasus pada jenis
penyakit tersebut maka puskesmas harus segera melaporkannya ke Dinas Kesehatan.
B. LATAR BELAKANG
Penyakit menular masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia,
disamping mulai meningkatnya masalah penyakit tidak menular (Kepmenkes, 2003).
International Health Regulation (IHR) tahun 2005, menyatakan bahwa suatu negara harus
mengembangkan, memperkuat, dan memelihara kemampuan untuk mendeteksi, menilai,
dan melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) (Wahyuni, 2008). Berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1116 / MENKES / SK / VIII / 2003 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan, laporan W2 merupakan laporan
epidemi yang wajib dilaporkan seminggu sekali oleh puskesmas ke Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Laporan ini digunakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk
Pemantauan Wilayah Setempat terutama untuk penyakit menular yang berpotensi untuk KLB
(Budi, 2014).
Output yang dihasilkan dari EWARS ini adalah alert atau peringatan adanya peningkatan
kasus melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah. Oleh karena itu, pelaksanaan program
EWARS berbasis puskesmas di Kabupten Barru sangat diperlukan kelengkapan dan ketepatan
datanya setiap minggu sehingga Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mingguan
dapat dianalisis dan menjadi informasi yang cepat akurat dan tepat.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk menyelenggarakan pelaporan data secara teratur dan sistematis serta
tersedianya data penyakit yang akurat dan tepat waktu.
2. Tujuan Khusus
a. Menyelenggarakan Deteksi Dini KLB bagi penyakit menular
b. Stimulasi dalam melakukan pengendalian KLB penyakit menular
c. Meminimalkan kesakitan/kematian yang berhubungan dengan KLB
d. Memonitor kecenderungan penyakit menular
e. Menilai dampak program pengendalian penyakit yang spesifik
f.

Adanya respon cepat terhadap potensi Kejadian Luar Biasa

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan Pokok
a. Pelaporan EWARS dari Pustu ke Puskesmas
b. Pelaporan EWARS dari Puskesmas ke Dinas Kesehata Kabupaten Barru
2. Rincian Kegiatan
a. Sebelum kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu membuat kerangka acuan sebagai
pedoman dalam melaksanakan kegiatan.
b. Petugas kesehatan yang akan bertugas mengisi format mingguan berdasarkan buku
register harian
c. Petugas surveilans mengumpulkan laporan register BPJS / Umum
d. Data yang dikumpulkan kemudian diteliti, diolah dan dikoreksi
e. Data diinput kedalam format laporan mingguan
f.

Pencatatan dan pelaporan ke Dinas Kesehatan Kab. Barru

g. Arsip
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Pelaporan EWRAS dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Pelaporan data dimulai dari
pustu melalui bidan desa yang melaporkan data ke petugas surveilans puskesmas melalui
pesan singkat. Selanjutnya petugas surveilans puskesmas merekap laporan yang diterima dari
bidan desa selanjutnya hasil rekapan laporan EWARS dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten
melalui lembaran hasil rekapitulasi dari petugas surveilans.
F. SASARAN
Petugas pustu dan petugas surveilans puskesmas pekkae
G. JADWAL
Kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai tanggal yang sudah di tentukan
H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan dievaluasi setiap bulan
I.

PENCATATAN DAN PELAPORAN


Pencatatan dan pelaporan diisi pada format yang telah disediakan dan dilaporkan setiap bulan
ke Dinas Kesehatan Kota Barru.

J. BIAYA
Biaya dibebankan pada dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Pekkae
Tahun 2016. Adapun rincian biaya dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. 4 orang x 12 kali x 1 tahun x Rp. 30.000 = Rp. 1.440.000
2. 1 orang x 12 kali x 1 tahun x Rp. 120.000 = Rp. 1.440.000