Anda di halaman 1dari 2

Biobriket

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Seiring dengan naiknya harga minyak bumi di pasar global, menjadikan harga minyak
tanah sebagai konsumsi publik yang paling besar, langka dan mahal di pasaran. Kesulitan itu
tidak hanya sampai disitu, kenaikan harga minyak bumi juga menyebabkan seluruh harga
perdagangan barang dan jasa juga naik. Kelangkaan dan kenaikan harga minyak akan terus
terjadi karena sifatnya yang nonrenewable (tak terbarukan). Kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak banyak berdampak terhadap kebutuhan masyarakat untuk mencari energi alternatif
pengganti minyaktanah dan gas. Oleh karena itu, usaha untuk mencari bahan bakar alternatif
yang dapat diperbarui (renewable), ramah lingkungan, melimpah jumlahnya dan murah
harganya harus dilakukan sehingga terjangkau oleh masyarakat luas (Hanandito, 2009).
Salah satu sumber energi alternatif yang digunakan yaitu energi biomassa. Energi
biomassa merupakan sumber energi alternatif

yang

perlu mendapat prioritas dalam

pengembangannya dibandingkan dengan sumber energi yang lain. Di sisi lain, Indonesia
sebagai negara agraris banyak menghasilkan limbah pertanian yang kurang termanfaatkan.
Limbah pertanian tersebut dapat diolah menjadi suatu bahan bakar padat buatan yang
digunakan sebagai pengganti bahan bakar alternatif yang disebut biobriket (Arni, 2014).
Briket arang adalah arang yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket yang
mempunyai penampilan dan kemasan yang lebih menarik dan dapat digunakan untuk
keperluan energi alternatif sehari-hari. Briket arang mempunyai banyak kelebihan yaitu briket
arang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi bila dikemas dengan menarik dan bila
dibandingkan dengan arang kayu, briket mempunyai panas yang lebih tinggi, tidak berbau,
emiliki aroma alami dan segar, serta bersih dan tahan lama. Adapun kelebihan lain dari briket
adalah briket lebih tahan lama waktu simpannya bila dibanding dengan arang biasa. Briket
arang dapat dibuat dari berbagai macam bahan, misalnya sekam padi, kayu, serbuk gergaji,
dan tempurung kelapa. Begitu juga dengan perekat yang digunakan di dalamnya contohnya
tepung kanji, tapioka, mollase, daun tanaman muda dan sebagainya (Hanandito, 2009)
I.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari percobaan biobrikret dari Tempurung Kelapa ini adalah :

LABORATORIUM TEKNOLOGI BIOFUEL, ATSIRI,


NABATI PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI - ITS

I-2

Biobriket
1. Bagaimana cara pembuatan biobriket dari campuran Tempurung Kelapa dan Sekam
Padi?
2. Bagaimana pengaruh komposisi bahan baku terhadap hasil dan kualitas biobriket
dengan melakukan analisa kadar air, kadar abu, densitas, laju pengurangan massa dan
heating value ?
3. Apakah biobriket dari Tempurung Kelapa dan Abu Sekam Padi sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI) briket ?
I.3 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan biobriket dari Tempurung Kelapa ini adalah:
1.

Mengetahui cara pembuatan biobriket dari Tempurung Kelapa dan Sekam Padi.

2.

Mengetahui pengaruh komposisi bahan baku terhadap hasil dan kualitas biobriket
dengan melakukan analisa kadar air, kadar abu, densitas, laju pengurangan massa dan
heating value .

3.

Membandingkan antara biobriket Tempurung Kelapa dan Sekam Padi dengan


Standar Nasional Indonesia (SNI) briket.

I.4 Manfaat Percobaan


Manfaat dari percobaan biobriket ini adalah :
1.

Dapat mengaplikasikan dan mengetahui proses pembuatan biobriket dari Tempurung


Kelapa dan Sekam Padi sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.

2.

Dapat memberikan pengetahuan tentang pengaruh tekanan pengepresan terhadap


kualitas pembuatan biobriket.

3.

Dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi praktikan tentang biobriket


hasil percobaan yang memenuhi standar spesifikasi biobriket Indonesia.

LABORATORIUM TEKNOLOGI BIOFUEL, ATSIRI,


NABATI PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI - ITS

I-2