Anda di halaman 1dari 11

RMK AKUNTANSI KEPERILAKUAN

SAP 6
ASPEK KEPERILAKUAN PADA
PENGAKUMULASIAN DAN PENGENDALIAN BIAYA

OLEH :
Kadek Ayu Windaswari

(1406305044)

Ni Wayan Oka Srimaheni

(1406305045)

Ni Kadek Yuliari

(1406305055)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN
2016
0

I.

BIAYA DAN FUNGSI MANAJEMEN


Dalam perusahaan manufaktur, biaya menjadi dua kategori utama berdasarkan aktivitas

fungsionalnya menjadi biaya manufaktur dan biaya non-manufaktur yang sering juga disebut
biaya operasi. Biaya manufaktur terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik. Sedangkan biaya non-manufaktur (biaya operasi) dibagi menjadi dua yaitu
biaya penjualan dan biaya umum serta biaya administrasi.
II. PENTINGNYA MANAJEMEN BIAYA
Kebanyakan pendapatan penjualan dalam suatu perusahaan dihasilkan dengan
mengeluarkan biaya. Oleh karena itu, manajemen biaya adalah penting. Anggaran biaya dan
analisis biaya adalah salah satu cara mengendalikan dan mengatur biaya guna memperbaiki
laba bersih.
Adapun cara lain untuk memperbaiki laba bersih adalah dengan mengurangi biaya yang
dikeluarkan tanpa menghiraukan konsekuensinya. Contohnya jika biaya iklan dirasa terlalu
tinggi perlu dilakukan pengurangan pada biaya iklan, sebab jika tidak beriklan juga akan
menimbulkan masalah, yakni produk yang dimiliki tidak dikenal oleh pasar.
III. SISTEM BIAYA TRADISIONAL VERSUS BIAYA STANDAR
A. Tujuan dan Penggunaan Sistem Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya mengidentifikasi, menguantifikasi, mengakumulasikan, dan
melaporkan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi barang atau
penyerahan jasa. Akuntansi biaya memiliki dua tujuan, yaitu: 1) Melalui akumulasi
biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan laba, akuntansi biaya melayani
kebutuhan pengguna eksternal seperti pemegang saham, kantor pemeriksaan pajak, dan
kreditor dan; 2) Menyediakan manajemen dengan informasi biaya yang tepat waktu dan
relevan. Akuntansi biaya membantu dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi
aktivitas operasional harian dan orang yang bertanggung jawab untuk itu. Data biaya
juga memainkan peranan dalam analisis dan penilaian profitabilitas relatif atau tingkat
diinginkannya suatu alternatif keputusan.
Pendekatan dan sistem yang digunakan dalam menyediakan informasi biaya
sebaiknya harus berbeda satu sama lain. Dengan begitu, setiap pendekatan dan sistem
yang digunakan akan memiliki aspek keperilakuan yang berbeda pula. Hal ini akan
mempengaruhi respon manusia yang dapat berdampak negatif jika diabaikan.
B. Sistem Biaya Tradisional (Historis)
Istilah tradisional (historis) mengacu pada sistem biaya yang membatasi input pada
biaya historis dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan variabel oleh
unit produk atau jasa. Sistem biaya tradisional memfokuskan pada identifikasi dan
1

akumulasi biaya per unit produk atau jasa. Sistem ini digunakan untuk menghitung nilai
persediaan dan data biaya harga pokok penjualan atau jasa yang diberikan untuk
pelaporan keuangan eksternal.
Salah satu kelemahan utama dari sistem biaya tradisional adalah bahwa persyaratan
akuntansi keuangan menuntut agar biaya per unit produk atau jasa memperhitungkan
semua biaya, baik yang dapat ditelusuri ke suatu produk atau jasa maupun yang terjadi
untuk satu periode waktu tertentu atau untuk lebih dari satu objek biaya.
Kelemahan utama lainnya yang berkaitan dengan penggunaan sistem biaya
tradisional untuk tujuan pengendalian adalah ketika membandingkan kinerja saat ini
dengan periode sebelumnya. Hal tersebut dapat cukup menyesatkan karena tidak ada cara
untuk mengetahui apakah biaya dari periode sebelumnya terlalu tinggi, terlalu rendah,
atau hampir tepat. Kelemahan terbesar adalah bahwa sistem tersebut berbahaya karena
mendorong respons yang tidak diinginkan dan destruktif ketika digunakan dalam
mengevaluasi kinerja dari individu yang diberikan tugas untuk melaksanakan berbagai
aktivitas dalam batasan anggaran tersebut.
IV. SISTEM BIAYA STANDAR
Mengakui kelemahan dari sistem biaya tradisional, banyak organisasi mengadopsi
sistem biaya standar. Sistem biaya standar mencerminkan pencampuran yang potensial
efektif dari akuntansi dengan konsep pengendalian dan teori organisasi modern. Biaya
standar adalah sasaran biaya per unit produk atau jasa yang ditentukan sebelumnya secara
ilmiah, yang dikembangkan melalui studi teknik dan akuntansi. Aspek pengendalian yang
melekat dari perhitungan biaya standar adalah kemampuannya untuk membandingkan,
sebagai bagian dari arus data reguler, kinerja aktual dengan standar yang ditentukan
sebelumnya dan untuk menyoroti varians (menguntungkan atau tidak menguntungkan) antara
kedua tingkat biaya tersebut. Untuk menghasilkan manfaat pengendalian yang optimal dan
untuk mempertahankan relevansi, biaya standar harus diperbaharui secar kontinu.
A. Sistem Biaya Standar dan Anggaran Fleksibel
Penganggaran fleksibel dengan sistem biaya standar memiliki hubungan yang
penting. Anggaran fleksibel adalah anggaran biaya per unit dikalikan dengan jumlah unit
aktual. Taksiran sistem biaya standar sebenarnya menginventarisasi sepanjang periode
pada jumlah anggaran fleksibel. Sistem biaya standar dalam laporan laba rugi dan neraca
akan terlihat jika biaya-biaya dan input per unit harus direncanakan dengan tepat pada
tingkat output aktual yang dicapai (unit yang dibuat dan unit yang dijual).
B. Kompatibilitas dengan Konsep Teori Organisasi Modern
2

Dalam mengembangkan kerangka kerja untuk sistem biaya standar yang sesuai
dengan konsep teori organisasi modern, berikut langkah-langkah pengendalian
sebagaimana dijelaskan oleh Edwin Caplain, yaitu :
1. Penetapan tujuan organisasi.
2. Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi kepada
setiap organisasi.
3. Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang
memiliki kemampuan, motivasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk
melakukan fungsinya.
4. Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit organisasi
lainnya, serta dimana perlu, lingkungan eksternal.
5. Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang mencukupi,
relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.
6. Desain dan implementasi mekanisme pengendalian yang mengukur dan
mengevaluasi kinerja dalam hal tujuan organisasi dan memberikan umpan balik
mengenai penyesuaian yang diperlukan dalam tujuan dan atau kinerja.
Sistem biaya standar dirancang untuk berfungsi secara simultan sebagai suatu
sumber informasi, jalur komunikasi, serta alat pengendalian dan evaluasi kinerja.
Sebagai sumber informasi untuk pusat pertanggungjawaban, sistem biaya standar
menginformasikan kepada individu yang bertanggung jawab mengenai harapan mereka
dalam hal biaya. Sebagai jalur komunikasi, sistem biaya standar menyebarkan tingkat
biaya yang diharapkan dan pencapaiannya. Sistem biaya standar memiliki potensi untuk
digunakan sebagai alat bantu dalam meningkatkan motivasi dan keselarasan tujuan dan
sebagai alat untuk mencapai tingkat pengendalian yang otokratis dan koersif.
V. PERHITUNGAN BIAYA LANGSUNG ATAU VARIABEL
A. Filosofi yang mendasari
Metode akuntansi biaya tradisional mengabaikan fakta bahwa biaya overhead
tertentu akan tetap konstan tanpa memedulikan kuantitas dari unit yang dihasilkan atau
jasa yang diserahkan, sementara biaya overhead yang lainnya berfluktuasi terhadap
volume. Untuk mengatasi hal ini, penyusunan anggaran fleksibel dan analisis biayavolume-laba diperkenalkan.
Untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dan pengendalian biaya tanpa perlu
untuk menyusun laporan pelengkap yang menghabiskan banyak waktu, suatu filosofi
perhitungan biaya baru diperkenalkan sejak tahun 1930 yang disebut metode
perhitungan biaya langsung atau biaya variabel yang dianggap memberikan hasil yang

lebih berarti bagi manajemen dan bagi mereka yang berhadapan dengan pengambilan
keputusan sehari-hari berdasarkan hasil akuntansi biaya.
B. Dorongan keperilakuan
Konsep, prinsip, dan praktik akuntansi mempengaruhi pengukuran kinerja
menajerial dan konsekuensinya, keputusan manajemen.
Hawkins menyatakan bahwa konsep, prinsip, dan praktik akuntansi adalah bagus
secara keperilakuan maupun teknis jika konsep, prinsip, atau praktik tersebut :
1. Menghambat manajer dari pengambilan berbagai tindakan operasi yang tidak
menguntungkan guna membenarkan adopsi atas suatu alternative akuntansi
2. Menghambat adopsi atas praktik akuntansi oleh perusahaan yang hanya
menciptakan ilusi kinerja.
VI. PENGENDALIAN BIAYA
Membagi biaya ke dalam komponen variable dan tetap memberikan dasar yang lebih
baik untuk pengendalian biaya.
Biaya teknik meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead variabel
Biaya tetap yang dikomitmenkan atau biaya kapasitas adalah seluruh baiay organisasi
dan pabrik yang terus terjadi dan yang tidak dapat dikurangi tanpa merugikan kompetensi
organisasi untuk memenuhi tujuan jangka panjang.
Biaya diskresioner yang muncul dari keputusan periodic yang tidak memiliki hubungan
optimum yang dapat ditunjukkan antara input dan output
VII. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengetahuan akan biaya diferensial atau biaya variabel serta margin kontirbusi akan
mempengaruhi perilaku manajer dan mengarahkan mereka pada pengambilan keputusan yang
lebih baik. Beberapa situasi pengambulan keputusan yang umum akan dijelaskan berikut ini.
Keputusan bauran produk. Keputusan mengenai bauran produk, manajer penjualan
yang mengetahui margin kontribusi dari produk produknya akan jauh lebih mampu
untuk memutuskan produk mana yang akan didorong dan mana yang harus dikurangi
atau ditolerir hanya karena penjualannya menguntungkan produk lain.
Penentuan harga produk baru. Produk baru umumnya diterima dipasar stelah diuji
coba secara ekstensif oleh perusahaan yang memiliki reputasi dal;am industry
tersebut.

Penghapusan produk. Margin kontribusi akan membantu manajemen dalam


menentukan apakah akan menghentikan suatau produk atau hanya berhenti
menjualnnya dipasar tertentu.
Pesanan khusus. Dalam pemesanan khusus terdapat dua jenis situasi pemesanan
khusus. Situasi tersebut dapat melibatkan akomodasi untuk pelanggan istimewa atau
persyaratan khusus untuk ukuran. Metode pengiriman, atau pengepakan.
Kampanye iklan dan promosi. Untuk meningkatkan volume penjualan saat ini,
perusahaan dapat meluncurkan kampaye ikalan dan promosi khusus. Semakin tinggi
margin kontribusi dari produk yang dipromosikan atau diiklankan, maka semakin
bersar manfaat bersih potensialnya , semakin rendah margin kontribusinya, maka
semakin banyak tambahan unit yang harus dijual menutupi tambahan biaya.
Keputusan mengurangi biaya. Pengetahuan ini akan mendorong manajemen untuk
sangat waspada terhadap biaya dan juga memperkenalkan alat dan prosedur untuk
menghemat biaya.
VIII. ASPEK KEPRILAKUAN DARI LANGKAH AKUNTANSI BIAYA YANG
DIPILIH
A. Penetapan standar
Elemen yang paling berpengaruh dalam menetukan keberhasilan atau kegagalan
sistem biaya adalah standar yang digunakan sebagai kriteria kinerja . Standar memiliki
fungsi ganda yaitu berfungsi sebagai tujuan untuk memotivasi pengendalian biaya dan
sebagai alat evaluasi kinerja.
B. Partisipasi dalam penetapan standar
Dalam salah satu studi empiris mereka, mereka menggunakan teori disonansi
kognitif untuk mendapatkan lebih banyak wawasan mengenai kenapa partisipasi lebih
efektif dalam penetapan standar kinerja.
Dalam konteks penetapan standar, teori ini mengimplikasikan bahwa jika
manajemen menginginkan komitmen yang pasti terhadap standar maka individu yang
dikendalikan harus memiliki pilihan.

C. Standar yang ketat vs standar yang longgar


Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang digunakan haruslah tidak terlalu
ketat dan tidak terlalu longgar. Standar yang ketat akan lebih sering tidak tercapai
daripada dipenuhi. Variasi yang dihasilkan mungkin tidak secara adil berhubungan
dengan kinerja yang buruk dan tidak diidentifikasikan sebagai sesuatu yang disebabkan
oleh standar yang ketat. Standar yang ketat berguna bagi mandor atau manajer saja yang
5

akan termotivasi oleh kebutuhan akan prestasi yang luar biasa. Sementara itu, standar
yang longgar tidak memberikan manfaat motivasional apapun karena standar begitu
mudah dicapai, sehingga mandor dan manajer mengabaikan standar tersebut karena
dianggap tidak berarti.
Tingkat keketatan yang diharapkan haruslah dievaluasi dalam setiap situasi
berdasarkan jenis proses produksi, produkatau

jasa yang akan diserahkan, dan

kepribadian dari orang-orang yang terlibat didalamnya. Tanpa memperdulikan partisipasi


dan keketatanny, setelah standar ditetapkan , maka standar itu harus diperbarui sehingga
dapat mempertahankan relevansinya.
D. Penyerapan Overhead
Bidang lain yang penuh dengan dorongan disfungsional adalah penyerapan
overhead. Praktik umum untuk membebankan overhead manufaktur tetap dan variabel ke
produk pada tarif estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah ditentukan
sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan yang telah
ditentukan sebelumnya, maka varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah
akan terjadi.
E. Alokasi Biaya Tidak Langsung
Literatur mengenai alokasi biaya tidak langsung kebanyakan berhubungan dengan
aspek perhitungan alokasi. Literatur tersebut benar-benar mengabaikan sensitivitas
keperilakuan yang merupakan komponen terbesar ketika digunakan sebagai evaluasi
kinerja dan pengambilan keputusan. Satu-satunya rekomendasi yang ditawarkan oleh
peneliti dan pendidik adalah bahwa perusahaan harus menghindari untuk membebankan
kepada pusat pertanggungjawaban biaya terhadap mana pusat pertanggungjawaban
tersebut tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung.
IX. ANALISIS VARIANS
Unsur utama dari pengendalian biaya adalah perbandingan secara periodik antara biaya
aktual dengan sasaran biaya yang sudah ditentukan sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran
maupun standar. Perbandingan tersebut juga akan menghasilkan sejumlah varians karena
mustahil bahwa biaya aktual yang terjadi akan setara dengan standar atau anggaran dari
elemen operasional yang dikendalikan. Varians tersebut dapat merupakan hasil dari berbagai
penyebab, beberapa diantaranya dapat dijelaskan dan dikendalikan, sementara yang lain tidak
dapat dijelaskan maupun dikendalikan.
A. Keputusan investigasi varians

Ada beberapa metode keputusan yang direkomendasikan, tetapi tidak ada satupun
diantaranya digunakan secara luas dalam membuat keputusan investigasi. Sebaliknya
manajemen masih menggunakan penilaian subjektif dan aturan-aturan berdasarkan
pengalaman ketika memutuskan apakah investigasi dan tindakan perbaikan diinginkan
atau dibenarkan secara ekonomi.
B. Aspek keperilakuan
Semua model akuntansi untuk investigasi varians biaya didasarkan pada pandangan
pengendalian struktural. Komponen khusus dari kebijakan pengendalian dapat
memengaruhi respon manusia adalah faktor-faktor seperti :
1. Batas pengendalian
Kisaran hasil kinerja yang dianggap dapat diterima oleh manajer adalah batasan
pengendalian. Batasan ini menetukan seberapa mudah atau sulit bagi seseorang yang
dikendalikan untuk berkinerja dalam kisaran yang dapat diterima dan berapa banyak
ruang yang mereka miliki untuk gagal sekali waktu. Tingkat toleransi ini dapat
memengaruhi kinerja aktual mereka.
2. Hasil umpan balik
Umpan balik mengenai kinerja manusia akan menimbulkan perasaan
keberhasilan atau kegagalan dalam diri individu yang dikendalikan.
Umpan balik yang positif akan memberitahu mereka bahwa mereka ada pada
jalur yang tepat dan secara tidak langsung juga akan memotivasi mereka untuk
mengulangi usaha yang sama.
Sedangkan umpan balik yang negative, tidak akan secara langsung mendorong
mereka untuk melakukan usaha yang lebih besar, tetapi hal tersebut akan secara
perlahan menurunkan tingkat aspirasi mereka serta mengikis tingkat usaha atau
kinerja mereka.
3. Keketatan pemaksaan
Pemaksaan yang ketat atas kebijakan pengendalian akan menimbulkan tekanan
dalam diri individu yang dikendalikan namun pemaksaan yang longgar akan
menurunkan motivasi individu untuk berjuang bagi pencapaian tujuan.
4. Struktur penghargaan
Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku mereka yang tidak diinginkan
ketika mereka memandang bahwa perubahan atau pengulangan perilaku tersebut
disertai dengan penghargaan intrinsik maupun ekstrinsik.
X. RISET
A. Penerapan akuntansi Pertanggungjawaban dengan Anggaran sebagai alat
pengendalian Biaya (Athena Adharawati 2010)
Akuntansi pertanggungjawaban berperan sebagai alat pengendalian biaya, hal ini
dapat dilihat dari:
7

1.

Akuntansi pertanggungjawaban berperan sebagai alat pengendalian biaya


dengan menghubungkan biaya dengan bagian di mana biaya tersebut
dikeluarkan atau diperoleh oleh manajer yang bertanggungjawab pada bagian

2.

tersebut.
Setiap pusat pertanggungjawaban selalu menetapkan target-target operasional
dan anggaran. Dengan membandingkan realisasi dan dengan anggaran, seorang
manajer pusat pertanggungjawaban dapat mengetahui apakah pengendalian

3.

biaya telah berjalan secara efektif dan telah menggunakan biaya secara efisien.
Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan sebagai tolok ukur penilaian
kinerja manajer pusat pertanggungjawaban, dalam melaksanakan pengendalian
biaya.

Karena

secara

berkala

manajemen

puncak

menerima

laporan

pertangungjawaban dari setiap tingkatan manajemen. Dengan demikian,


akuntansi pertanggungjawaban mendorong manajer untuk mencapai tujuan
pengendalian.
B. Penilaian Keputusan Investigasi Varian : Efet Outcome dan Framing (Jesica
Handoko)
Dalam hal keputusan investigasi varian, diduga penilai kinerja (manajer atas), selain
mamakai expected cost, juga akan mempertimbangkan outcome investigasi (ex post
information). Jika hasil investigasi berhasil menemukan suatu masalah dalam sistem
maka keputusan DM akan dianggap tepat dan akan mengakibatkan pada lebih tingginya
performance rating yang diberikan padanya dibandingkan jika hasil investigasi tidak
berhasil menemukan suatu masalah dalam sistem. Jadi Outcome dari suatu investigasi
varian akan berpengaruh terhadap penilaian kinerja DM, yaitu evaluasi kinerja mereka
akan lebih tinggi saat sistem ditemukan out-of-control daripada saat sistem ditemukan
in-control.
C. Studi praktek estimasi biaya tidak langsung Pada proyek konstruksi (Biemo W.
Soemardi1 dan Rani G. Kusumawardani 2010)
Sebagian besar kontraktor sudah melakukan pengendalian terhadap biaya tidak
langsung dalam bentuk laporan keuangan. Hal ini menunjukan bahwa selain kontraktor
besar, kontraktor menengah dan kecil pun sudah memahami pentingnya pencatatan
pengendalian biaya tidak langsung. Hal ini dilakukan dengan membuat rekapitulasi
pengeluaran dan pemasukan biaya proyek dalam bentuk yang lebih rinci, yaitu berupa
laporan keuangan proyek sebagai bagian dari upaya pemantauan dan pengendalian
terhadap biaya. Keterbatasan jumlah personil merupakan faktor utama mengapa
kontraktor kecil tidak melakukan pengendalian terhadap biaya tidak langsung sedangkan
8

untuk kontraktor menengah karena faktor keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil


wawancara, sebagian besar kontraktor menengah melakukan pengendalian biaya tidak
langsungnya di kantor pusat, dimana besarnya biaya untuk suatu pekerjaan diberikan
pada personil di lapangan. Sebaliknya upaya yang dilakukan oleh kontraktor besar untuk
mengendalikan biaya tidak langsung sudah lebih sistematis. Personil, baik di lapangan
maupun di kantor pusat melakukan evaluasi secara berkala terhadap laporan keuangan
proyek sehingga mengurangi terjadinya penyimpangan yang signifikan.

REFERENSI
Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
http://thequeenparadise.blogspot.co.id/2015/05/aspek-keperilakuan-padapengakumulasian.html/Diakses pada 8 September 2016
http://lukasang46.blogspot.co.id/2014/06/aspek-keperilakuan-padapengakumulasian.html/Diakses pada 8 September 2016
http://meetriascorpncyhyunhwa.blogspot.com/2012/04/akuntansi-perilakuaspekkeprilakuan.html/Diakses pada 8 September 2016

http://desissa23.blogspot.co.id/2013/05/aspek-keperilakuan-pada-pengakumulasian.html/
Diakses pada 9 Oktober 2016
http://dominique122.blogspot.co.id/2015/04/pengendalian-biaya.html/

Diakses

pada

pada

Oktober 2016
https://plus.google.com/111186045034156895668/posts/FvLu1CiXdNf/

Diakses

Oktober 2016
http://anggarbrudien.blogspot.co.id/2011/10/aspek-keperilakuan-pada-pengakumulasian.html/
Diakses pada 8 Oktober 2016

10