Anda di halaman 1dari 61

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini pelayanan kefarmasian telah berubah paradigmanya dari
pelayanan yang berorientasi pada obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang
berorientasi pada pasien (patient oriented) yang mengacu kepada Pharmaceutical
Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula terfokus pada pengelolaan
obat sebagai komoditi menjadi sebuah bentuk pelayanan yang komperhensif
dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan adanya perubahan
tersebut, apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan
kemampuan berkomunikasi dengan pasien agar dapat memberikan pelayanan
yang baik. Adanya interaksi antara apoteker dengan pasien ini diharapkan mampu
mendukung tercapainya tujuan terapi (Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1027/ Menkes/SK/IX/2004, 2004).
Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselengggarakan secara
sendiri dan bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan

menyembuhkan penyakit serta

memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat.


Dalam menyelenggarakan upaya tersebut maka diperlukan sarana kesehatan yang
mendukung.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


1

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Puskesmas merupakan salah satu sarana kesehatan yang berfungsi untuk


melakukan pelayanan kesehatan dasar. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis
dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas menyelenggarakan
konsep

kesatuan

upaya

kesehatan

yaitu

promotif

(promotif),

preventif

(pencegahan), kuratif (penyembuhan) dan rehabilitatif (pemulihan). Dalam


menyelenggarakan upaya tersebut puskesmas perlu ditunjang dengan pelayanan
kefarmasian yang bermutu termasuk pengelolaan obat yang baik.
Pelayanan kefarmasian yang dilakukan di puskesmas meliputi pengelolaan
sumber daya (sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sediaan farmasi, dan
perbekalan kesehatan serta administrasi) dan pelayanan farmasi klinik
(penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat, dan
pencatatan atau penyimpanan resep). Hal ini dengan memanfaatkan tenaga,
dana,prasarana, sarana, dan metode tatalaksana yang sesuai dalam mencapai
tujuanyang ditetapkan. Dengan kata lain, peranan apoteker dalam pelayanan
kefarmasian, salah satunya meliputi pelayanan informasi obat (PIO), pemberian
konseling dan pengelolaan obat (perencanaan, pengadaan, penyimpanan,
pendistribusian, dan pelaporan obat).
Mengingat akan pentingnya tugas dan fungsi seorang apoteker
dipuskesmas serta tuntutan kemampuan sebagai apoteker yang profesional
dankompeten di bidangnya, maka calon apoteker perlu dibekali praktek kerja.
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) ini dilakukan untuk memberikan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


2

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

kesempatan

calon

apoteker

dalammeningkatkan

pengetahuan

penerapan

pelaksanan kegiatan kefarmasian disarana kesehatan, khususnya puskesmas, baik


dalam hal pelayanan kesehatan (khususnya pemberian informasi obat) maupun
pengelolaan

obat.

PKPA dapat

diartikan

sebagai

salah

satu

bentuk

pengintergrasian kegiatan di lingkungan kerja dan pendidikan.

B. Tujuan Praktek kerja Profesi Apoteker di Dinas Kesehatan Kota,


Instalasi Farmasi, dan UPTD Puskesmas
1. Tujuan umum
a) Mahasiswa

dapat

memberikan

gambaran

mengenai

organisasi

kelembagaan yang ada, struktur organisasi, cara-cara yang dilakukan untuk


melaksanakan kegiatan, situasi dan kondisi kerja dari Dinas Kesehatan
Kota, Instalasi Farmasi, dan UPTD Puskesmas.
b) Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai fungsi, peran dan tugas
seorang apoteker dalam melaksanakan pekerjaan secara profesiaonal,
handal dan mandiri serta mampu menjawab tantangan yang ada.
2. Tujuan khusus
Calon apoteker mampu mengerti dan memahami tugas-tugas yang diberikan
kepada seorang apoteker, wewenang sebagai apoteker, struktur organisasi yang
ada di Dinas Kesehatan Kota, Instalasi Farmasi, dan UPTD Puskesmas di Kota
Surakarta. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat menghasilkan apoteker yang
professional sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing, berpegamg teguh

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


3

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pada perundang-undangan dan kode etik yang berlaku, kreatif, inovatif, mampu
berlaku sebagai sumber informasi mengenai obat dan mempunyai tekad untuk
selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan dan kemandirian profesi serta citra profesi apoteker.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


4

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Dinas Kesehatan Kota Surakarta


1.

Gambaran Umum Dinas Kesehatan Kota


Dinas kesehatan Kabupaten/Kota merupakan unsur pelaksana otonomi

daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi. Dinas kesehatan


Kabupaten/Kota dipimpin oleh seorang kepala dinas yang bertanggung jawab
kepada

Bupati/Walikota.

Setelah

otonomi

diberlakukan

di

Indonesia

membawa perubahan terhadap tatanan penyelenggaraan pemerintah di daerah


dimana pemerintah daerah dituntut lebih profesional didalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Perubahan tersebut membawa konsekuensi
terhadap kewenangan daerah dalam menentukan berbagai kebijakan sebagai
manifestasi otonomi daerah luas dan bertanggung jawab untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri sesuai kondisi dan
potensi daerah.
2.

Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Surakarta


Visi. Pembangunan Kesehatan kota Surakarta yang ingin dicapai adalah

terwujudnya masyarakat Surakartan yang sehat, mandiri dan berbudaya sesuai


dengan tugas pokok dan fungsinya maka Dinas Kesehatan Kota Surakarta adalah
penggerak pembangunan kesehatan guna terwujudnya masyarakat Surakarta yang
sehat, mandiri dan berbudaya.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


5

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Misi. Misi Dinas Kesehatan Kota Surakarta adalah:


1. Mengoptimalkan

pelayanan

kesehatan

yang

paripurna,Disamping

berperan sebagai dinamisator, maka Dinas Kesehatan juga melakukan


pembangunan kesehatan yang meliputi: upaya kesehatan perorangan dan
upaya kesehatan masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Kesehatan.
3. Meningkatkan sistem kewaspadaan dini penanggulangan penyakit
Pengumpulan, pengolahan dan analisa data pengamatan penyakit sebagai
upaya untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa dan wabah
penyakit.
4.

Memantapkan

manajemen

kesehatan

yang

efektif,

efisien

dan

akuntabel.Peningkatan kinerja dan mutu upaya kesehatan dilakukan oleh


Dinas Kesehatan melalui pengembangan kebijakan pembangunan
kesehatan, yang meliputi kebijakan manajerial, kebijakan tehnis serta
pengembangan standar dan pedoman berbagai upaya kesehatan. Dengan
terciptanya manajemen kesehatan yang akuntabel di lingkungan Dinas
Kesehatan, diharapkan fungsi-fungsi administrasi kesehatan dapat
terselenggara secara fektif dan efisien yang didukung oleh sistem
informasi kesehatan, IPTEK serta hukum kesehatan.
5. Meningkatkan upaya promotif preventif untuk mewujudkan budaya hidup
bersih dan sehat serta kemandirian masyarakat Lebih mengedepankan
upaya promotif preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


6

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

rehabilitatif. Upaya promotif preventif lebih efisien dibanding upaya


kuratif dan rehabilitatif.
6. Menggerakkan kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang
kesehatan, Keberhasilan pembangunan berwawasan kesehatan tidak
hanya semata-mata hasil usaha keras sektor kesehatan saja, tetapi sangat
dipengaruhi oleh kontribusi dari berbagai sektor pembangunan lainnya.
3.

Tugas Dan Fungsi Dinas Kesahatan Kota


Dalam penyelenggaraan pelaksanaan kesehatan di Kota Surakarta
maka Dinas Kesehatan Kota Surakarta melaksanalan tugas pokok dan fungsi,
dimana Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) tersebut menjadi andalan dalam
pelaksanaan tugas pekerjaan bagi setiap pegawai di Dinas Kesehatan serta di
bawahnya. Tugas pokok dan fungsi akan dijabarkan lebih lanjut.
a. Tugas Pokok Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok antara lain :
1) Melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan yang
diserahkan kepada pemerintah daerah.
2) Melaksanakan kewenangan Kabupaten/Kota di bidang kesehatan
yang bersifat lintas Kabupaten/Kota.
3) Melaksanakan kewenangan Kabupaten/kota di bidang kesehatan
yang dikerjasamakan dengan atau diserahkan kepada Propinsi yang
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4) Melaksanakan kewenangan dekonsentrasi yang dilimpahkan kepada

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


7

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

gubernur dan tugas pembantuan di bidang kesehatan sesuai dengan


peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Fungsi Dinas Kesehatan
Adapun fungsi Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas ada
empat belas fungsi, fungsi yang dimaksud adalah :
1) Penyelenggaraan tata usaha dinas
2) Penyusunan rencana program pengendalian, evaluasi dan pelaporan
3) Pembinaan teknis rumah sakit dan kesehatan khusus
4) Pengawasan dan pengendalian kefarmasian, makanan, minuman
dan obat tradisional
5) Penyelenggaraan registrasi, akreditasi dan ijin praktek
6) Pencegahan dan pemberantasan penyakit
7) Peningkatan kesehatan lingkungan
8) Peningkatan kesehatan masyarakat dan peran serta masyarakat,
peningkatan kesehatan ibu, anak dan gizi keluarga
9) Pembinaan kesehatan reproduksi dan usia lanjut
10) Penyelenggaraan penyuluhan
11) Pembinaan tenaga profesional
12) Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
13) Penyelenggaraan penyakit dan penyehatan lingkungan.
4.

Dasar Hukum

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


8

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

a. UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran


b. UU No. 32 tahun 2004 : Pemerintahan Daerah ( LNRI No.125 Tahun
2004, Tambahan LNRI No 4437 sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan UU No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU No.
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( LNRI Tahun 2008 No. 59
Tambahan LNRI No. 4844 )
c. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
d. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
e. PP No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
f. PP No. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat
Kesehatan
g. PP No. 51 tahun 2009 tentang Pelayanan Kefarmasian
h. Perda No. 14 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Perda No. 6 Tahun
2008 : SOTK

B. Instalasi Farmasi
1. Gambaran Umum Instalasi Farmasi
Pengelolaan obat merupakan salah satu pendukung penting dalam

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


9

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pelayanan kesehatan. Demikian juga halnya pengelolaan obat di pelayanan


kesehatan dasar mempunyai peran sangat signifikan dalam pelayanan
kesehatan di puskesmas. Oleh karena itu pengembangan dan penyempurnaan
pengelolaan obat di kabupaten/kota harus dilakukan secara terus menerus.
Hal ini perlu dilakukan agar dapat mendukung kualitas pelayanan kesehatan
dasar. Perbaikan secara menyeluruh di semua aspek pelayanan kesehatan
dasar diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin
meningkat.
Penerapan Undang - Undang nomor 22 tahun 1999 yang diperbaharui
dengan UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah membawa pengaruh
terhadap bentuk organisasi kesehatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Sebelum penerapan Otonomi Daerah seluruh Kabupaten/Kota mempunyai
organisasi

pengelolaan

obat

yang

disebut

GFK

(Gudang

Farmasi

Kabupaten/Kota), maka dengan diserahkannya Gudang Farmasi kepada


pemerintah daerah, organisasi tersebut tidak selalu eksis di setiap
Kabupaten/Kota.
Untuk Kabupaten/Kota yang masih mempertahankan Gudang
Farmasi, minimal pengelolaan obat berjalan sebagaimana semula. dalam
artian ada penanggung jawab, personal terlatih, sistem pengelolaan obat,
sarana baik gedung, komputer maupun kendaraan roda empat. Berbeda
dengan Kabupaten/Kota yang melikuidasi Gudang Farmasi, kemungkinan
pengelolaan obat tidak berjalan sebagaimana mestinya relatif lebih besar

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


10

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

dibanding dengan adanya Gudang Farmasi Kabupaten/Kota (GFK), karena


personal

terlatih

dipindahtugaskan,

sarana

diubah

peruntukkannya,

mekanisme pengelolaan obat tidak sesuai dengan standar yang berlaku.


Dengan adanya PP Nomor 41 Tahun 2007 Organisasi Perangkat
Daerah diharapkan organisasi pengelolaan obat publik dan perbekalan
kesehatan sudah berbentuk UPT. Namun, saat ini bentuk organisasinya masih
sangat beragam mulai dari seksi, UPTD, GFK, Instalasi dan sebagainya.
Untuk

lebih

meningkatkan

keberadaan

gudang

farmasi

Kabupaten/Kota dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,


di dalam KONAS tahun 2005 disebutkan bahwa keberadaan gudang farmasi
Kabupaten/Kota dirubah namanya menjadi Instalasi Farmasi Kabupaten Kota
(IFK).
2. Visi dan Misi Instalasi Farmasi
Visi

: Kecukupan Sediaan Farmasi dalam pengobatan rasional

Misi

: Memberikan pelayanan prima dengan tersedianya SDM yang


berkualitas didukung informasi data sediaan farmasi yang akurat
sehingga kebutuhan obat, alkes dan reagensia terpenuhi dalam
mencapai pengobatan rasional.

Program dari Instalasi Farmasi Kota Surakarta :


a. Penyimpanan
b. Pendistribusian

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


11

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

c. Sistem informasi ketersediaan obat


d. Memonitoring dan evaluasi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kota
Surakarta.
e. Ketatausahaan.
3. Tugas dan Fungsi Instalasi Farmasi
Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 610/Menkes/SK/ XI/81
tahun 1981 tentang Organisasi dan Tata Kerja Gudang Perbekalan Kesehatan
di Bidang Farmasi di Kabupaten/Kotamadya antara lain ditetapkan mengenai
tugas dan fungsi instalasi farmasi yang meliputi :
a.

Melakukan penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian

b.

Melakukan pencatatan dan pelaporan mengenai persediaan dan


penggunaan obat, reagen, alat kesehatan dan perbekalan farmasi

c.

Melakukan pengamatan terhadap mutu/khasiat obat secara umum


baik pengadaan dalam persediaan maupun yang akan didistribusikan

d.

Melakukan urusan Ketata Usahaan.

C. UPTD Puskesmas Nusukan


1. Gambaran Umum
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dari Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan. Puskesmas merupakan
Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016
12

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat


menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat,
dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh
pemerintah dan masyarakat.
Konsep puskesmas yang merupakan tulang punggung pelayanan
kesehatan tingkat pertama. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika
dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) I di Jakarta.
Rakerkesnas I membicarakan upaya mengorganisir sistem pelayanan kesehatan
di tanah air yang untuk pelayanan kesehatan tingkat I dirasakan kurang
menguntungkan.
Rakerkesnas I menimbulkan gagasan untuk menyatukan semua pelayanan
kesehatan tingkat I ke dalam satu pengorganisasian. Organisasi ini di beri nama
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas pada Rakerkesnas I
dibedakan menjadi 4 macam yaitu Puskesmas Tingkat Desa, Puskesmas Tingkat
Kecamatan, Puskesmas Tingkat Kawedanan dan Puskesmas Tingkat Kabupaten.
Rakerkesnas II dilangsungkan tahun 1969 untuk memperbarui pembagian
Puskesmas menjadi 3 macam yaitu : Puskesmas type A Puskesmas yang dipimpin
oleh dokter penuh, Puskesmas type B Puskesmas yang dipimpin oleh dokter
tidak penuh dan Puskesmas type C Puskesmas yang dipimpin oleh tenaga
paramedik.
Rakerkesnas III dilangsungkan tahun 1970 yang menetapkan hanya ada

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


13

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

satu macam Puskesmas, dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatu
daerah dengan jumlah penduduk antara 30.000-50.000 jiwa.
2. Visi dan Misi Puskesmas
Visi

: Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.


Masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau

pelayanankesehatan yang bermutu

secara adil dan merataserta memiliki derajat kesehatan yg setinggitingginya.


Misi

: Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas adalah


mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional dalam
rangka mewujudkan masyarakat mandiri dalam hidup sehat, meliputi :

a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan


b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
c. Memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
d. Memelihara dan meningkatakan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat,
dan lingkungannya.
3. Tujuan Puskesmas
Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas.
4. Fungsi Puskesmas

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


14

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

a. Sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan


Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah
kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan
kesehatan.
Aktif

memantau

dan

melaporkan

dampak

kesehatandari

penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya.


Mengutamakan

pemeliharaan

dan

pencegahan

penyakit

tanpa

mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.


b. Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan
kesehatan
Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan
masyarakat untuk hidup sehat.
Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk
pembiayaan.
Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan
program kesehatan.
c. Sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama (Pelayanan kesehatan
perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat).

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


15

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

5. Dasar Hukum Puskesmas


a. Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
b. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
c. Keputusan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

128/MENKES/SK/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan


Masyarakat
d. Peraturan

Menteri

Kesehatan

2556/MENKES/PER/XXI?2011

Republik

tentang

indonesia

Petunjuk

Teknis

Nomor
Bantuan

Operasional Kesehatan
e. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 41 tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerjan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kota Surakarta
f. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 4-A tahun 2010 tentang Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.
6. Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas
Upaya kesehatan wajib harus diselenggarakan olehsetiap Puskesmas
yang ada di wilayah Indonesia.
Upaya kesehatan wajib tersebut meliputi :
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana
c. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


16

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

d. Upaya Kesehatan Lingkungan


e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
f. Upaya Pengobatan.
7. Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas
Upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang
ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan
Puskesmas.
Upaya kesehatan pengembangan tersebut meliputi :
a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Olah Raga
c. Upaya Kesehatan Kerja
d. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
e. Upaya Kesehatan Jiwa
f. Upaya Kesehatan Mata
g. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
h. Upaya Kesehatan Pengobatan Tradisional.
Upaya

pelayanan

penunjang

dari

setiap

upaya

wajib

dan

upaya

pengembangan puskesmas antara lain upaya laboratorium medis sederhana dan


upaya laboratorium kesehatan masyarakat serta upaya pencatatan pelaporan.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


17

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

BAB III
TINJAUAN TEMPAT
PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

A. Dinas Kesehatan Kota Surakarta


Dinas Kesehatan Kota Surakarta terletak di jalan Jendral Sudirman No. 2
Surakarta. Dalam melaksanakan kegiatannya Dinas Kesehatan Kota Surakarta
mempunyai visi dan misi.
Visi Dinas Kesehatan Kota Surakarta adalah Terwujudnya Masyarakat Surakarta
Yang Sehat, Mandiri dan Berbudaya. Misi Dinas Kesehatan Kota Surakarta
yaitu:
Mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan yang Paripurna
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Kesehatan
Meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini Penanggulangan Penyakit
Memantapkan Manajemen Kesehatan Yang Efektif, Efisien Dan Akuntabel
Meningkatkan Upaya Promotif Preventif Untuk Mewujudkan Budaya
Hidup
Bersih Dan Sehat Serta Kemandirian Masyarakat
Menggerakkan Kemitraan dan Peran Serta Masyarakat Di Bidang
Kesehatan
1. Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kota Surakarta

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


18

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

a. Kepala
b. Sekretariat, meliputi :
Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan :
Sub Bagian Keuangan.
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan,
meliputi :
Seksi Promosi Kesehatan, Reproduksi Remaja, Lanjut Usia dan Usaha
Kesehatan Sekolah.
Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan.
Seksi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan.
d. Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, meliputi :
Seksi Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa.
Seksi Pengendalian Penyakit.
Seksi Penyehatan Lingkungan.
e. Bidang Upaya Kesehatan, meliputi :
Seksi Sumber Daya Kesehatan.
Seksi Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Perbekalan Kesehatan.
Seksi Akreditasi dan Registrasi.
f. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, meliputi :
Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


19

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat.


Seksi Pelayanan Kesehatan.
g. UPTD.
h.

Kelompok Jabatan Fungsional.

2. Uraian Tugas Kepala Dinas & Bidang Kesehatan Kota Surakarta


a. Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan
dibidang kesehatan, urainnya sebagai berikut :
Menyusun rencana strategis dan program kerja tahunan dinas sesuai
dengan program pembangunan daerah (Propeda).
Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang agar tercipta pemerataan
tugas.
Memberi petunjuk dan arahan kepada bawahan guna kejelasan
pelaksanaan tugas.
Mengawasi

pelaksanaan

tugas

bawahan

agar

tidak

terjadi

penyimpangan.
Memeriksa hasil kerja bawahan untuk mengetahui kesulitan dan
hambatan serta memberikan jalan keluarnya.
Menilai bawahan secara periodik guna bahan peningkatan kinerja.
Merumuskan kebijakan teknis dan pembinaan terhadap urusan bina
program, upaya kesehatan, pencegahan penyakit, dan penyehatan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


20

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

lingkungan, penggerakan peran serta masyarakat dan kesehatan


keluarga
Mengelola tata usaha dinas.
Menyelenggarakan pembinaan unit pelaksanaan teknis dinas (UPTD)
dan kelompok jabatan fungsional.
Menginventarisasi permasalahan-permasalahan guna menyiapkan bahan
petunjuk pemecahan masalah.
Menyelenggarakan tertib administrasi, membuat laporan berkala dan
tahunan.
Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait guna kelancaran
pelaksanaan tugas.
Memberikan usul dan saran kepada atasan dalam rangka kelancaran
pelaksanaan tugas.
Melaporkan

hasil

pelaksanaan

tugas

kepada

atasan

sebagai

pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas.


Melaksanakan tugas lain dari atasan.
b. Sekretaris
Bidang Sekretariat terdiri dari :
Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan
Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


21

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pengkoordinasian, penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan


administrasi, dan pelaksanaan di bidang perencanaan, evaluasi dan
pelaporan, meliputi : koordinasi perencanaan, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di lingkungan Dinas.
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian,
penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan
pelaksanaan di bidang keuangan, meliputi : pengelolaan keuangan,
verifikasi, pembukuan dan akuntasi di lingkungan Dinas.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian


Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
penyiapan

bahan

perumusan

kebijakan

teknis,

pembinaan,

pengkoordinasian, penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan


administrasi, dan pelaksanaan di bidang umum dan kepegawaian,
meliputi : pengelolaan administrasi kepegawaian, hokum, humas,
organisasi dan tatalaksana, ketatausahaan, rumah tangga dan
perlengkapan di lingkungan Dinas.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


22

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Bidang Promosi Kesehatan


Adapun bidang Promosi Kesehatan terdiri dari :

Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan


Seksi
mempunyai
kebijakan

Pemberdayaan

Masyarakat

dan

Kemitraan

tugas

melakukan

penyiapan bahan

perumusan

teknis,

pembinaan

dan

di

pelaksanaan

bidang

pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, meliputi : menggerakkan


peningkatan peran serta masyarakat, organisasi sosial, organisasi
profesi, institusi pendidikan dan dunia usaha serta memacu
tumbuhnya upaya kesehatan bersumber daya masyarakat.

Seksi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan


Seksi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang manajemen informasi
kesehatan, meliputi : pengembangan sistem informasi kesehatan
dan kehumasan.

Seksi Promosi Kesehatan, Reproduksi Remaja, Lanjut Usia dan


UKS
Seksi Promosi Kesehatan, Reproduksi Remaja, Lanjut Usia
dan UKS mempunyai tugas yaitu melakaukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


23

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pengembangan promosi kesehatan, meliputi pemberian fasilitas


dan mengembangkan kegiatan advokasi, promosi kesehatan
reproduksi remaja lanjut usia dan UKS demi terwujudnya perilaku
hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan terdiri
dari :

Seksi Pencegahan Penyakit Dan Penanggulangan Kejadian Luar


Biasa
Seksi Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar
Biasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan

teknis,

pembinaan

dan

pelaksanaan

di

bidang

pencegahan penyakit dan penanggulangan kejadian luar biasa,


meliputi : penyelenggaraan survailans epidemiologi penyakit
menular dan tidak menular, penyelidikan epidemiologi kejadian
luar biasa.

Seksi Pengendalian Penyakit


Seksi Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pelaksanaan

di

bidang

pengendalian

penyakit,

meliputi

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


24

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

penyelenggaraan upaya pengendalian penyakit menular, upaya


pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.

Seksi Penyehatan Lingkungan


Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pelaksanaan

di

bidang

penyehatan

perijinan,

kelayakan,

pengawasan dan akreditasi terhadap upaya penyelenggaraan sarana


pelayanan kesehatan (medik dan penunjang medik) dan tenaga
kesehatan, usaha farmasi, industri rumah tangga pangan dan usaha
lain di bidang kesehatan serta pemberian rekomendasi perijinan
rumah sakit.
Bidang Bina Kesehatan Masyarakat
Bidang Bina Kesehatan Masyarakat terdiri dari :

Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan KB


Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan KB mempunyai tugas
melakukan

penyiapan

bahan

perumusan

kebijakan

teknis,

pembinaan dan pelaksanaan di bidang kesehatan ibu, anak dan KB,


meliputi

penyelenggaraan

pembinaan,

bimbingan

dan

pengendalian upaya pelayanan kesehatan ibu, anak dan keluarga


berencana.

Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


25

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Seksi
melakukan

Perbaikan

Gizi

penyiapan

bahan

Masyarakat
perumusan

mempunyai

tugas

kebijakan

teknis,

pembinaan dan pelaksanaan di bidang perbaikan gizi masyarakat,


meliputi : penyelenggaraan upaya perbaikan gizi keluarga,
masyarakat dan institusi.

Seksi Pelayanan Kesehatan


Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pelayanan
kesehatan, meliputi: penyelenggaraan pembinaan, bimbingan dan
pengendalian upaya Kesehatan remaja, kesehatan usia lanjut dan
usaha kesehatan sekolah.

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)


Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) terdiri dari :

UPTD Puskesmas
Kepala UPTD Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan
pengelolaan pusat kesehatan masyarakat sesuai dengan kebijakan
teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Uraian tugas yang dimaksud
adalah sebagai berikut :
a) Membuat program kerja UPTD Puskesmas sesuai dengan program
kerja Dinas Kesehatan dan skala prioritas sebagai dasar
pelaksanaan tugas.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


26

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

b) Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang agar tercipta


pemerataan tugas.
c) Memberi petunjuk dan arahan kepada bawahan guna kejelasan
pelaksanaan tugas.
d) Mengawasi pelaksanaan tugas bawahan agar tidak terjadi
penyimpangan.
e) Memeriksa hasil kerja bawahan untuk mengetahui kesulitan dan
hambatan serta memberikan jalan keluarnya.
f) Menilai hasil kerja bawahan secara periodik guna bahan
peningkatan kinerja.
g) Melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
h) Menyusun dan melaksanakan perencanaan kegiatan pelayanan
kesehatan

dasar,

meliputi

promosi

kesehatan,

kesehatan

lingkungan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, gizi,


pemberantasan penyakit menular dan pengobatan.
i) Melaksanakan kegiatan rujukan medik dan rujukan kesehatan yang
menyangkut masalah kesehatan masyarakat secara luas dan yang
berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang diminta oleh
masyarakat.
j) Menginventarisasi, permasalahan-permasalahan guna menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


27

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

k) Melaksanakan tertib administrasi serta membuat laporan berkala


dan tahunan.
l) Melaksanakan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan tugas.
m) Memberikan usul dan saran kepada atasan dalam rangka
kelancaran pelaksanaan tugas.
n) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
o) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

UPTD Instalasi Farmasi


Kepala

UPTD

Instalasi

Farmasi

mempunyai

tugas

melaksanakan pengelolaan instalasi farmasi sesuai dengan kebijakan


teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Uraian tugas yang dimaksud
di atas adalah sebagai berikut :
a) Membuat program UPTD Instalasi Farmasi sesuai dengan program
kerja Dinas Kesehatan dan skala prioritas guna dasar pelaksanaan
tugas.
b) Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugas agar tercipta
pemerataan tugas.
c) Memberi petunjuk dan arahan kepada bawahan guna kejelasan
pelaksanaan tugas.
d) Mengawasi pelaksanaan tugas bawahan agar tidak terjadi
penyimpangan.
Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016
28

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

e) Memeriksa hasil kerja bawahan untuk mengetahui kesulitan dan


hambatan serta memberikan jalan keluarnya.
f) Menilai hasil kerja bawahan secara periodik guna bahan
peningkatan kinerja.
g) Melaksanakan pembinaan kefarmasian.
h) Menerima, menyimpan, memelihara dan mendistribusikan obat,
alat kesehatan dan perbekalan kefarmasian.
i) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan mengenai ketersediaan
dan penggunaan obat, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan.
j) Melaksanakan pengamatan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap
mutu obat, alat kesehatan dan perbekalan farmasi sesuai dengan
standar yang ditetapkan.
k) Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan,
penggunaan dan pendistribusian obat, alat kesehatan dan
perbekalan farmasi.
l) Melaksanakan penghapusan obat yang kadaluarsa dan pemusnahan
alat kesehatan yang sudah tidak memenuhi standar ketentuan
peraturan perundangan yang berlaku.
m) Menginventarisasi permasalahan-permasalahan guna menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
n) Menyelenggarakan tertib administrasi, membuat laporan berkala
dan tahunan.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


29

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

o) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait guna kelancaran


pelaksanaan tugas.
p) Memberikan usul dan saran kepada atasan dalam rangka
kelancaran pelaksanaan tugas.
q) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
r) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Uraian Tugas Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Dinas terdiri dari :
Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Perawat, Asisten Apoteker, Pranata
Laboratorium Kesehatan, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Sanitarian,
Nutrisionis, Bidan dan Perawat gigi. Uraian Tugas Kelompok Jabatan
Fungsional mengikuti pedoman uraian tugas sesuai ketentuan peraturan
perundangan yang berlaku.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


30

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

B. Instalasi Farmasi Kota Surakarta Kota


Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi Kota Surakarta
bertempat di Jl. Tentara Pelajar Kandangsapi RT 1 RW 35, Kelurahan Jebres,
Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Sebelum adanya otonomi daerah namanya
adalah Gudang Farmasi Kota Surakarta.
Visi dan Misi Instalasi Farmasi Kota Surakarta adalah :
Visi

Kecukupan sediaan farmasi dalam pengobatan rasional untuk


mencapai Solo Sehat.

Misi

: Memberikan pelayanan prima dengan tersedianya sumber daya


manusia yang berkualitas didukung informasi data sediaan farmasi
yang akurat sehingga kebutuhan obat, alat kesehatan dan reagensia
terpenuhi dalam mencapai pengobatan rasional.

Kegiatan di Instalasi Farmasi Kota Surakarta adalah :


a. Perencanaan
b. Penerimaan
c. Penyimpanan
d. Pendistribusian
e. Pencatatan dan Pelaporan
f. Monitoring dan evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas
g.

Ketatausahaan

1. Organisasi Instalasi Farmasi


Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016
31

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi dipimpin oleh


seorang Kepala Instalasi Farmasi yang berada di bawah Kepala Dinas
Kesehatan dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota
Surakarta.
2. Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi
a. Perencanaan
Obat-obat yang diterima oleh Instalasi Farmasi adalah hasil perencanaan
yang dikerjakan oleh tim perencana obat Dinas Kesehatan Kota Surakarta
yang terdiri dari :
1)

Tim Perencana Tingkat Puskesmas


Tim Perencana Tingkat Puskesmas terdiri dari pengelola obat
Puskesmas, Laboratorium Kesehatan dan Instalasi Farmasi.
Bertugas merencanakan kebutuhan obat, alat kesehatan habis
pakai, obat gigi dan reagen. Hasil dari Tim Perencana Tingkat
Puskesmas diserahkan kepada Tim Perencana Tingkat Kota.

2)

Tim Perencana Tingkat Kota


Tim Perencana Tingkat Kota terdiri dari Bidang di Dinas
Kesehatan, Laboratorium Kesehatan, Instalasi Farmasi, serta
perwakilan Puskesmas Rawat Inap dan Rawat Jalan.

Dasar pertimbangan pemilihan obat :


1) Obat dipilih berdasarkan efek terapi lebih baik dibandingkan risiko
Efek samping

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


32

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

2) Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin


3) Menghindari penggunaan obat kombinasi
4) Memiliki rasio manfaat / biaya yang paling menguntungkan
b. Penerimaan
Penerimaan adalah suatu proses dalam menerima obat-obat dari
pemasok ke Instalasi Farmasi dalam rangka memenuhi pesanan atau
permintaan obat. Tujuannya supaya obat yang diterima baik jenis dan
jumlahnya sesuai dengan dokumen yang menyertainya. Pemeriksaan obat
disesuaikan

dengan

adanya

dokumen

yang

jelas

dan

diperiksa

kelengkapannya. Kelengkapan dokumen meliputi nama pabrik, penandaan,


waktu kadaluwarsa, no. batch, bentuk sediaan dan jumlah. Obat yang tidak
sesuai dengan persyaratan akan dikembalikan untuk diganti dengan yang
memenuhi syarat.
c. Penyimpanan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan pengamanan dengan cara
menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman.
Tujuan penyimpanan adalah untuk memelihara mutu obat, menghindari
penggunaan yang tidak bertanggung jawab, menjaga kelangsungan
persediaan, serta memudahkan pencarian.
Obat di Instalasi Farmasi dikelompokkan berdasarkan sumber dana
yaitu dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, serta disusun secara

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


33

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

alfabetis mengikuti sistem FIFO (first in first out) dan FEFO (first expiry
fist out)
Obat di Instalasi Farmasi disimpan pada kondisi cukup sinar, cukup
sirkulasi udara, tidak lembab dan aman. Obat tersebut ditempatkan di rak
dan/atau palet dengan jarak tembok dan rak + 0,2 meter, kulkas untuk
vaksin dan reagen, almari narkotika untuk codein. Setiap item obat
dilengkapi kartu stok/steling untuk mencatat setiap mutasi.
d. Distribusi
Distribusi adalah suatu rangkaian kegiatan dalam rangka
pengeluaran dan pengiriman obat-obatan dari Instalasi Farmasi untuk
memenuhi permintaan unit-unit pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah
terlaksananya penyebaran obat secara merata dan teratur dan dapat
diperoleh pada saat dibutuhkan serta terjaminnya mutu, ketepatan,
kerasionalan dan efisiensi penggunaan.
Pendistribusian obat untuk 17 Puskesmas dilaksanakan satu bulan
sekali. Apabila dalam keadaan KLB (kejadian luar biasa), puskesmas dapat
mengajukan permintaan tambahan.
Alur pendistribusian obat adalah :
a) Puskesmas menyerahkan LPLPO (Laporan Pemakaian dan Lembar
Permintaan Obat) ke Instalasi Farmasi
b) LPLPO diteliti kelengkapannya.
c) Dialokasikan pemberian obat

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


34

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

d) Ditandatangani Kepala UPTD Instalasi Farmasi


e) Penandatanganan di Dinas Kesehatan
f) Permintaan dilayani sesuai dengan nomor urut.
g) Pada waktu pengambilan, obat diperiksa oleh petugas Instalasi Farmasi
bersama dengan petugas puskesmas.
Setiap item obat dilengkapi kartu stok/steling untuk mencatat setiap
mutasi. Pada akhir bulan dilakukan stock opname untuk mencocokkan
jumlah obat di kartu steling dengan jumlah fisik obat.
e. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dan pelaporan merupakan rangkaian kegiatan dalam
rangka penatausahaan obat-obatan secara tertib, baik obat yang diterima,
disimpan, dan didistribusikan ke puskesmas.
Pencatatan dan pelaporan merupakan sarana perhitungan dalam
rangka pertanggungjawaban obat-obatan yang berada di Instalasi Farmasi
dan merupakan sarana informasi dalam rangka pengendalian persediaan,
perencanaan pengadaan dan perencanaan pendistribusian. Tujuannya yaitu
tersedianya data mengenai jenis dan jumlah penerimaan, persediaan,
pengeluaran atau penggunaan dan data mengenai waktu dari seluruh
rangkaian kegiatan mutasi obat. Jumlah item obat dan mutasi dicatat,
dilaporkan kemudian di evaluasi dan pada akhimya digunakan untuk
perencanaan yang akan datang. Laporan ketersediaan obat dilakukan tiap
bulan dan akhir tahun.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


35

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

f. Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Obat


Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap pengelolaan obat di
Puskesmas/Puskesmas Pembantu, meliputi perencanaan, permintaan,
penyimpanan, penggunaan, pencatatan dan pelaporan.

C. UPTD Puskesmas Nusukan


1. Gambaran Umum Puskesmas Nusukan
a. Sejarah Singkat
Puskesmas Nusukan berdiri pada tahun 1968, pemerintah
merencanakan untuk mendirikan Puskesmas sebagai wadah pelayanan
kesehatan masyarakat, yang saat itu hanya merupakan balai pengobatan
dimana pelaksanaannya merupakan program tunggal satu sama lain berdiri
sendiri. Tahun 1976 telah dioperasikan Puskesmas induk Nusukan yang
berlokasi di Jl. Nusukan No. 88 wilayah Kecematan Banjarsari Kota
Surakarta. Dipimpin oleh dr. Sri Rahayu. Tahun 1980 ada mutasi
kepegawaian dr. Sri Rahayu pindah tugas di Puskesmas Serengan,
kedudukkannya diganti oleh dr. Kusumawardani dari Puskesmas Sragen.
Setelah berjalan lama, Puskesmas induk dikembangkan menjadi 2
dengan Puskesmas baru Manahan dan diresmikan oleg Bapak Walikota
Kodya Dati II Surakarta pada tanggal 22 Mei 1981 yang dipimpin oleh dr.
Lestari Andriani. Pada tanggal 26 Desember 1987, Puskesmas Nusukan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


36

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pindah alamat ke prawit RT 03/II Nusukan jalan Sriwijaya utara III / 5


sedangkan Puskesmas yang lama untuk perluasan pasar Nusukan.
2. Visi dan Misi Puskesmas Nusukan
Visi

Terwujudnya nusukan sehat dengan pelaayanan prima,


kesadaran dan kemandirian masyarakat dibidang kesehatan.

Misi

Tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu dengan cara

a. Meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.


b. Meningkatkan promosi kesehatan di masyarakat.
c. Mendorong

kemandirian

dan

kesadaran

masyarakat

berPHBS.
d. Meningkatkan kopetensi SDM yang profesional.
e. Memelihara dan menjaga hubungan kerja sama lintas
sektoral.
f. Menjalin dan menjaga kemitraan dengan pihak swasta.
g. Menjalin dan menjaga sarana dan prasarana kesehatan.
3. Data Tenaga Kerja UPTD Puskesmas Nusukan
No
1

Jenis Ketenagaan

Jumlah

Status Kepegawaian

PNS

Kepala Puskesmas
(Dokter Gigi)

Ka Subbag Tu

PNS

Dokter Umum

PNS

Dokter Gigi

PNS

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


37

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Apoteker

PNS

Bidan

PNS

Perawat

PNS

Perawat Gigi

PNS

Tenaga Teknis
Kefarmasian

10

Pelaksana Gizi

PNS

11

Sanitarian

PNS

12

Analis
Laboratorium

13

Penyuluhan (SKM)

PNS

14

Staf

PNS

PNS

PNS

4. Kebijakan Mutu

Memberikan pelayanan cepat, tepat, akurat

Memberikan

peyuluhan

secara

komphrehensif

kepada

pasien

(menggunakan gambar).

Mengadakan

pelatihan

kemampuan

SDM

secara

rutin

dan

berkesinambungan

Meningkatkan koordinasi terpadu lintas sektoral dan pihak swasta

Memelihara dan mengadakan sarana dan prasarana yang menunjang


pelayanan kesehatan

5. Geografi Puskesmas Nusukan


a. Letak Wilayah Puskesmas Nusukan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


38

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Puskesmas Nusukan lama dipindahkan ke Prawit RT. 03/II Nusukan


Jalan Sriwijaya Utara III/5 Telp. (0271) 717726.
b. Batas Daerah Puskesmas Nusukan
Sebelah Utara

: Kelurahan Kadipiro dan Mojosongo

Sebelah Selatan

: Kelurahan Glingan dan Manahan

Sebelah Timur

: Kelurahan Kadipiro dan Mojosongo

Sebelah Barat

: Kelurahan Banyuanyar dan Sumber

6. Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan


Wilayah kerja Puskesmas Nusukan hanya ada 1 (satu) Kelurahan
yaitu Kelurahan Nusukan dengan luas 206.250 Ha yang berupa daratan
dengan jumlah penduduk sebesar 29.764 jiwa yang terdiri dari laki-laki 14.390
jiwa dan perempuan 15.374 jiwa dengan ketinggian permukaan laut 92 m2.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


39

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

7. Pembagian Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan


Wilayah Kerjas Puskesmas Nusukan terdiri daari 1 kelurahan, yang
berada di Kecamatan Banjarsari yang terdiri dari 24 RW dan 143 RT sebagai
berikut :
No. Desa
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14

Nama Desa
Tegalmulyo
Prawit
Tapen
Praon
Minapadi
Cangakan
Distrikan
Nusukan
Nayu Barat
Bonorejo
Nayu Timur
Cengklik
Bibis Luhur
Bibis Baru

Jumlah RT/RW
2/10
2/10
2/8
2/15
1/7
1/5
1/6
1/6
2/6
3/20
1/7
2/7
2/12
1/14

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


40

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

8. Fasilitas Penunjang
a. Puskesmas Pembantu (Pustu)
Puskesmas Pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang
sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup
wilayah yang lebih kecil. Puskesmas Nusukan sebagai Puskesmas Induk
mempunyai 2 Puskesmas Pembantu yaitu Puskesmas Pembantu Cengklik
dan Puskesmas Pembantu Minapadi.
b. Puskesmas Keliling (Pusling)
Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan roda empat maupun roda dua, pelayanan
komunikasi, juga tenaga yang berasal dari Puskesmas. Puskesmas Keliling
berfungsi sebagai penunjang dan membatu melaksanakan kegiatankegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh
pelayanan kesehatan.
Adapun kegiatan Puskesmas Keliling adalah :
a) Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah yang
tidak terjangkau oleh pelayanan Puskesmas atau Puskesmas Pembantu
dengan waktu pelayanan setiap hari sama dengan Puskesmas Induk.
b) Dapat dipergunakan sebagai alat transport penderita dalam rangka
rujukan bagi kasus darurat gawat. Melakukan penyelidikan tentang
kejadian luar biasa.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


41

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

c) Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audio


visual.
c. Posyandu
Posyandu merupakan kegiatan keterpaduan antara puskesmas dan
masyarakat di tingkat desa. Semula posyandu adalah pusat kegiatan
masyarakat dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan
KB dan kesehatan, selanjutnya dikembangkan dengan dibina menjadi
forum komunikasi dan pelayanan di masyarakat, antara sektor yang
memadukan kegiatan pembangunan sektoral dengan kegiatan masyarakat,
untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memecahkan
masalah.
Posyandu direncanakan dan dikembangkan oleh kader kesehatan
kelurahan bersama kepala kelurahan dan LKMD (seksi KB-kesehatan dan
PKK) dengan bimbingan tim pembina LKMD tingkat kecamatan.
Penyelenggaraan dilakukan oleh kader-kader terlatih di bidang KBkesehatan yang berasal dari PKK, tokoh masyarakat, pemuda dan lain-lain
dengan bimbingan tim pembina LKMD tingkat kecamatan.
Posyandu dapat melayani semua anggota masyarakat, terutama ibu
hamil, ibu menyusui, bayi dan balita serta Pasangan Usia Subur (PUS).
Posyandu sebaiknya berada pada tempat yang mudah di datangi
masyarakat dan ditentukan oleh masyarakat sendiri
9. Pengelolaan Obat di Puskesmas Nusukan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


42

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Tujuan pengelolaan obat adalah agar tercapai penggunaan obat yang


rasional dan terciptanya pelayanan obat secara merata. Kegiatan pengelolaan obat
di Puskesmas Nusukan meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan,
pendistribusian, penyimpanan, pelayanan obat, pencatatan, dan pelaporan.
Perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas Nusukan menggunakan metode
konsumsi. Pengadaan obat dipuskesmas Nusukan diperoleh dari Instalasi Farmasi.
Setiap Tahun, Puskesmas Nusukan akan memasukkan perencanaan obat ke dinas
kesehatan dan gudang farmsi kota surakarta mengenai laporan penggunaan selama
18 bulan dan rencana kenbutuhan tahun selanjutnya.
Obat yang diterima oleh puskesmas nusukan dari instalasi farmasi setiap
bulannya berdasarkan pada LPLPO dari Puskesmas. Pendistribusian obat di
puskesmas nusukan meliputi penyerahan obat, alat kesehatan, dan reagensia ke
tempat unit pelayanan lain seperti : puskesmas pembantu minipadi dan crmgklik
dan puskesmas keliling (Pusling).
Penyimpanan obat di puskesmas nusukan disimpan digudang obat sesuai
dengan suhu yang baik bagi stabilitas masing masing obat dan obat diatur sesuai
dengan abjad. Pengecekan suhu ruangan dilakukan setiap minggunya dan dicatat
pada lembar pengecekan suhu ruangan untuk memastikan suhu tetap terjaga.
Pendistribusian obat dari instalasi farmasi ke puskesmas nusukan di kota
surakarta dilakukan setiap sebulan sekali atas dasar permintaan yang dilakukan
sebelumnya.

Penyimpanan obat yang diterima dari Instalasi Farmasi ke

Puskesmas Nusukan dicek jenis barang, bentuk, dan jumlah barang. Penyimpanan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


43

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

obat yang diterima dari instalasi farmasi ditempatkan diruang dengan suhu yang
dapat menjaga stabilitas obat.
Pengeluaran obat di Puskesmas Nusukan berdasarkan sistem FIFO dan
FEFO. Penggunaan obat yang keluar dari gudang obat harus berdasarkan resep
yang masuk untuk menghindari penggunaan obat yang tidak bertanggung jawab.
Pencatatan dan pelaporan bertujuan untuk menertibkan administrasi dalam
pengelolaan obat.
a) Pengelolaan Obat Bahan Medis Habis Pakai
Kegiatan pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di puskesmas
nusukan meliputi
1. Perencanaan kebutuhan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Perencanaan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai di
puskesmas nusukan dilakukan setiap periode. Proses seleksi obat dan
bahan medis habis pakai dilakukan dengan mempertimbangkan pola
penyakit, pola konsumsi obat pada periode sebelumnya, data mutasi obat,
dan rencana pengembangan. Proses seleksi obat dan baham medis habis
pakai juga harus mengacu pada Formularium Nasional. Proses seleksi
harus melibatkan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas nusukan seperti
dokter, doktergigi, bidan, dan perawat serta pengelola program yang
berkaitan dengan pengobatan. Puskesmas Nusukan menyediakan data
permintaan Obat dengan menggunakan Lembar Pemakaian dan Lembar
Permintaan Obat (LPLPO).

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


44

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

2. Permintaas Obat dan Bahan Medis Habis Pakai


Tujuan permintaan

obat dan bahan medis habis pakai adalah

memenuhi kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai di puskesmas


Nusukan, sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah dibuat. Permintaan
diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Surakarta, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
3. Penerimaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Penerimaan obat dan bahan medis habis pakai adlah suatu kegiatan
dalam menerima obat dan bahan medis habis pakai dari instalasi farmasi
kota surakarta sesuai dengan permintaan yang telah diajukan.
Tujuannya adalah agar obat diterima sesuai dengan kebutuhan
berdasarkan permintaan yang diajukan oleh puskesmas Nusukan. Petugas
penerimaan wajib melakukan pengecekan terhadap obat dan bahan medis
habis pakai yang diserahkan, mencakup jumlah kemasan, jenis dan jumlah
obat, bentuk obat sesuai dengan isi dokumen (LPLPO), ditandatangani
oleh petugas penerima, dan diketahui oleh Kepala Puskesmas.
4. Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas
Nusukan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Bentuk dan jenis sediaan
b. Stabilitas
c. Mudah atau tidaknya meledak

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


45

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Tujuan penyimpanan adalah agar mutu obat yang tersedia di


puskesmas

dapat

dipertahankan

sesuai

dengan

persyaratan

yang

ditetapkan.
5. Pendistribusian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Pendistribusian pada sub-sub unit di Puskesmas dan jaringannya
antara lain :
a. Sub unit pelayanan kesehatan di dalam lingkungan puskesmas
b. Puskesmas pembantu
c. Puskesmas keliling
d. Posyandu

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


46

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

b) Pelayanan farmasi klinik


Pelayanan farmasi klinik di puskesmas nusukan meliputi pengkajian resep,
penyerahan obat, dan pemberian informasi obat. Pelayanan Informasi Obat
(PIO) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Apoteker dalam pemberian
informasi mengenai obat yang tidak memihak, dievaluasi dengan kritis dan
dengan bukti terbaik dalam swgala aspek penggunaan obat kepada profesi
kesehatan lain, pasien, atau masyarakat. Kegiatan PIO meliputi membuat/
menyebarkan buletin/ leaflet, penyuluhan, memberikan informasi edukasi
pada pasien, memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada mahasiswa
farmasi yang sedang praktik, melakukan penelitian penggunaan obat,
membuat atau menyampaikan makalah dalam forum ilmiah, melakukan
program jaminan mutu.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


47

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

BAB IV
PEMBAHASAN

Praktek Kerja Profesi Apoteker dilakukan dibeberapa sarana pelayanan


kesehatan antara lain Rumah Sakit, Apotek, Dinas Kesehatan, Instalasi
FarmasidanPuskesmas. Praktek Kerja Profesi Apoteker telah dijadwalkan oleh
pihak Universitas selaku penyelenggara. Mahasiswa Program Profesi Apoteker
Angkatan XXXI Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta melaksanakan
kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Dinas Kesehatan Kota Surakarta pada,
UPTD Instalasi Farmasi Kota Surakarta dan UPTD Puskesmas Nusukan
Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker dimaksudkan agar mahasiswa
mampu mengerti dan memahami tugas, wewenang, tanggung jawab serta struktur
organisasi dan jalur koordinasi lembaga pemerintahanan yaitu Dinas Kesehatan
Kota, Instalasi Farmasi, dan UPTD Puskesmas sehingga diharapkan mahasiswa
dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai Apoteker secara
profesional.

A. Dinas Kesehatan Kota Surakarta


Dinas Kesehatan Kota harus menjamin sistem pengelolaan obat dan
perbekalan kesehatan menjadi lebih baik dan komprehensif. Seluruh proses
manajemen pengelolaan obat mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan
diusulkan menggunakan sistem dan infrastruktur yang sudah tertata dengan baik

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


48

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

dimana dinas kesehatan kota Surakarta memiliki tugas untuk pengalokasian


anggaran kapitasi yang akan digunakan dimana Dinkes kota Surakarta
bertanggung jawab dalam menjamin dan mengendalikan ketersediaan obat di
wilayahnya.
Salah satu bentuk pelayanan kesehatan

yang dilakukan oleh Dinas

Kesehatan Kota Surakarta adalah promosi kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan


untuk meningkatkan pola hidup sehat masyarakat. Langkah-langkah dalam
penyuluhan kesehatan masyarakat (promosi kesehatan) dengan proses belajar dan
alat peraga.
Usaha promosi kesehatan diharapkan dapat memberikan perubahan yang
berarti dalam mensejahterakan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas
hidup masyarakat.Dengan dilakukan promosi kesehatan banyak hal yang dapat
diperoleh masyarakat berkaitan dengan pentingnya kesehatan sehingga program
ini perlu dipertahankan.

B. Instalasi Farmasi
Instalasi Farmasi kota Surakarta merupakan unit yang menjalankan tugas
penyimpanan, pendistribusian dari perbekalan farmasi, reagensia dan peralatan
kesehatan ke Puskesmas di daerahnya.
Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Instalasi Farmasi adalah
informasi mengenai pengelolaan obat dan melihat secara langsung penyimpanan
perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi. Pengelolaan obat meliputi perencanaan,

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


49

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

penerimaan, distribusi, penyimpanan, penggunaan, dan evaluasi. Metode yang


digunakan dalam perencanaan ada dua, yaitu metode konsumsi, yang berdasarkan
analisis data penggunaan obat tahun sebelumnya dan metode epidemiologi yang
berdasarkan frekuensi penyakit/jenis penyakit. Pengadaan obat tergantung dari
anggaran, baik dari Pemerintah dengan membeli secara langsung maupun
pelelangan, pengadaan perbekalan farmasi dapat dilakukan dengan pemesanan ke
Pabrik/PBF yang resmi dan dapat memberikan sertifikat.
Penerimaan obat harus memperhatikan jenis barang, bentuk barang,
jumlah barang yang sesuai dengan pesanan, ED, serta dilampiri dengan dokumen
yang jelas. Penyimpanan perbekalan farmasi harus memperhatikan kapasitas
gedung, ventilasi, penerangan, suhu keamanan, serta alat-alat yang dibutuhkan
dalam penyimpanaan. Alat-alat yang dibutuhkan antara lain seperti palet (kayu
yang diatur sirkulasi udara sehingga tidak lembab), pengukur kelembapa rak,
almari yang terdiri dari lemari narkotika dan psikotropika, serta kulkas. Dalam
proses penyimpanan tiap item dilengkapi dengan kartu stelling, yang dibedakan
berdasarkan asal pengadaan obatnya misalnya yang berasal dari pemerintah pusat
(DAK), Provinsi dan pengadaan obat yang bersifat darurat atau disesuaikan
dengan Program tertentu (adanya bencana alam, penyakit endemi dan lain-lain).
Dalam penggunaan, yang harus diperhatikan yaitu : harus sesuai dengan resep
yang digunakan, semua resep harus selalu dicatat, yang dicatat harus dilaporkan
dan apa yang dilaporkan harus selalu dievaluasi. Evaluasi dilakukan supaya bisa
lebih baik dari tahun terdahulu dan untuk perencanaan kemudian.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


50

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Dalam perencanaan ada dua metode yang digunakan yaitu metode


konsumsi (berdasarkan analisis data penggunaan obat tahun sebelumnya) dan
metode epidemiologi (berdasarkan frekuensi penyakit/jenis penyakit yang sering
ada). Dalam Penerimaan obat harus memperhatikan jenis barang, bentuk barang,
jumlah barang yang sesuai dengan pesanan, ED, no.batch serta dilampiri dengan
dokumen yang jelas.
Ruang penyimpanan telah memperhatikan ketentuan yang ada yaitu
memiliki pencahayaan yang cukup, kelembaban yang cukup, aman dari hewan
pengerat, tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak kontak langsung dengan
lantai (jaraknya kurang lebih 0,5 meter dari tembok).Tempat penyimpanan antara
lain : rak, allet, kulkas, ruang AC dan almari narkotika dengan sistem yang
digunakan yaitu FIFO (First In First Out) artinya obat yang pertama diterima
yang pertama juga digunakan dan FEFO (First Expired First Out) artinya yang
lebih dekat tanggal kadaluarsanya yang digunakan lebih dulu. Penataan obat di
Instalasi Farmasi dikelompokkan berdasarkan sumber dana PBD Kota, Askes,
APBD Propinsi, Buffer Stok, Program dan DAK) bentuk sediaan dan jenis
sediaan. Dimana setiap akhir bulan dilakukan stock opname.
Pembagian obat dari Instalasi Farmasi dilakukan setiap bulan atas dasar
permintaan yang dilakukan sebelumnya kecuali untuk kejadian luar biasa (KLB).
Penggunaan/pelayanan obat yang keluar dari kamar obat harus didasarkan resep
untuk menghindari penyalahgunaan obat yang tidak bertanggung jawab.
Pencatatan dan pelaporan bertujuan agar terlaksana tertib administrasi dalam

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


51

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

pengelolaan obat, agar tersedia data yang akurat dan tepat waktu, tersedia data
untuk melakukan pengaturan dan pengendalian oleh unit yang lebih tinggi.
Pencatatan dan pelaporan dilakukan secara berkala dalam rangka
pertanggungjawaban obat-obatan yang berada dalam gudang dan merupakan
sarana informasi dalam rangka pengendalian persediaan, perencanaan pengadaan
dan perencanaan pendistribusian. Pencatatan bertujuan agar tersedianya data
mengenai jenis dan jumlah penerimaan, persediaan, pengeluaran atau penggunaan
dan data mengenai waktu dari seluruh rangkaian kegiatan mutasi obat. Jumlah
item obat dan mutasi dicatat, dilaporkan kemudian di evaluasi dan pada akhimya
digunakan untuk perencanaan yang akan datang.

C. UPTD Puskesmas Nusukan


Pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di UPTD
puskesmas Nusukan dilaksanakan mulai tanggal 18 Juli 23 Juli 2016 untuk
kloter I angkatan XXXI dengan anggota yang berjumlah empat orang dan tanggal
25 Juli sampai 30 Juli 2016 untuk kloter 2 angkatan XXXI. Pelayanan di UPTD
Puskesmas Nusukan ini dilakukan mulai pukul 07.30 14.00. UPTD Puskesmas
Nusukan ini mempunyai 2 Puskesmas Pembantu yakni Puskesmas Minapadi dan
Puskesmas Cengklik. Baik Puskesmas Induk maupun Puskesmas Pembantu buka
setiap hari Senin Sabtu, hanya saja waktu pelayanannya berbeda, yaitu di
Puskesmas Pembantu pelayanan hanya dilakukan mulai pukul 08.00 12.00 WIB
saja.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


52

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Puskesmas Nusukan hingga saat ini dipimpin oleh seorang dokter.


Dalam melaksanakan tugas pelayanan terhadap masyarakat, Puskesmas Nusukan
ditangani dan dikelola oleh beberapa orang dokter, farmasis, bidan, perawat dan
staf ahli dibidangnya. Pimpinan puskesmas yang mengkoordinir, menggantikan
dan ikut membantu terlaksananya program program puskesmas dan dibantu oleh
para staf yang ada di Puskesmas Nusukan.
Pemeriksaan di Puskesmas Nusukan meliputi pelayanan umum, gigi,
KIA, KB, laborat, imunisasi, konsultasi gizi, klinik berhenti merokok. Sedangkan
pemeriksaan di Puskesmas Pembantu meliputi pelayanan umum dan KIA.
Adapun kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang
dilakukan adalah mengikuti berbagai program kegiatan yang rutin dilakukan di
Puskesmas Nusukan, misalnya melakukan kegiatan kefarmasian di puskesmas
yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami seluruh kegiatan kefarmasian di
UPTD Puskesmas Nusukan. Kegiatan yang dilakukan diantaranya membaca resep
dari dokter, menyiapkan obat yang diresepkan kemudian menyerahkan kepada
Apoteker sebelum akhirnya menyerahkan obat kepada pasien yang disertai
Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Berikut ini alur pelayanan yang
dilakukan di unit farmasi UPTD Puskesmas Nusukan yaitu pasien menyerahkan
resep dokter kemudian petugas mengambil resep sesuai dengan urutan nomor
resep, selanjutnya Apoteker melakukan skrining resep dilanjutkan dengan
menyiapkan wadah dan menulis etiket yang terdiri atas nama pasien, tanggal,
aturan pakai. Kemudian mengambil dan menyiapkan obat sesuai resep selanjutnya

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


53

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

mengemas obat-obat dan meneliti ulang obat yang diresepkan dan petugas
menyerahkan serta memberikan informasi penggunaan obat kepada pasien.
Selain mengerjakan resep, jumlah obat yang digunakan juga dicatat
dalam lembar pencatatan harian, rekapan maupun SIMPUS (Sistem Informasi
Manajemen Puskesmas). Pencatatan jumlah obat disesuaikan dengan nama obat
yang tertera diresep dan disertakan nama pasien sesuai dengan jenis kartu
puskesmas masing-masing pasien (Umum, JKN BPJS PBI, JKN BPJS non PBI,
dan resep lain lain yaitu untuk resep imunisasi). Resep disimpan sesuai dengan
kelompok sebagai arsip berdasarkan tanggal pembuatan resep. Selanjutnya data
resep tersebut dievaluasi tiap bulan. Semua petugas Puskesmas akan membentuk
kerjasama dan koordinasi mulai dari administrasi pasien hingga pemberian obat di
unit Farmasi, sehingga ada sinkronisasi data pasien antara pendaftaran, Dokter
atau Laboratorium dan Asisten apoteker.
Kegiaatan pengelolaan obat di UPTD Puskesmas Nusukan meliputi :
perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pelayanan obat
(penggunaan), pencatatan dan pelaporan.
Perencanaan obat berdasarkan metode konsumsi. Obat yang diresepkan
setiap hari dimasukkan atau ditulis di C2 yang nantinya akan direkap total
penggunaan obat berdasarkan nama obatnya yang akan menjadi data untuk
pengadaan obat dibulan berikutnya.
Pengadaan obat UPTD puskesmas Nusukan dari Instalasi Farmasi
dengan mengajukan daftar kebutuhan obat melalui LPLPO (laporan pemakaian

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


54

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

dan lembar permintaan obat) yang sekalian merupakan pelaporan penggunaan


obat dibulan sebelumnya. obat yang diterima Puskesmas dari Instalasi Farmasi
berasal dari berbagai sumber dana, tetapi dalam pemakaiannya tidak
memperhatikan asal obat tersebut. Laporan pemakaian dan lembar permintaan
obat (LPLPO) setiap bulannya dan dikirim ke instalasi farmasi untuk memesan
obat pada periode selanjutnya. Ketika ada kekosongan obat di pertengahan bulan
puskesmas bisa mengajukan permintaan tambahan di lembar LPLPO tambahan.
LPLPO tambahan dapat dikirim sebelum akhir bulan. Jika permintaan tambahan
obat tersebut sudah tidak ada stoknya di gudang Instalasi Farmasi maka kepala
Instalasi Farmasi akan mengnyetujui dengan penandatanagani surat yang
menyatakan tidak tersedianya obat digudang sehingga diarahkan untuk membeli
di PBF yang direferensikan dari Instalasi Farmasi.
Pengelolaan obat di puskesmas, khususnya cara penyimpanan dan
penataan obat sesuai yang bagaimana mestinya yaitu berdasarkan FEFO dan
FIFO, jenis sediaan, suhu penyimpanan dan sebagainya. Pada setiap jenis obat
atau alat kesehatan terdapat kartu stock untuk memantau jumlah obat yang keluar
dan obat dalam persediaan sehingga dapat menghindari dari stock kosong saat
obat dibutuhkan.
Pendistribusian obat dari instalasi farmasi dilakukan setiap bulan atas
dasar permintaan kecuali untuk kejadian luar biasa (KLB). Penggunaan/pelayanan
obat yang keluar dari kamar obat harus didasarkan resep untuk menghindari
penyalahgunaan obat yang tidak bertanggung jawab.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


55

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Untuk memperlancar administrasi resep yang masuk setiap hari


direkapitulasi dan diklasifikasi berdasarkan jenis pasien yaitu JKN BPJS PBI,
JKN BPJS non PBI, Umum, dan resep lain lain yaitu untuk resep imunisasi.
Laporan pemakaian obat di Puskesmas meliputi laporan harian, bulanan dan
tahunan. Pelaporan pengelolaan obat di Puskesmas bertujuan agar tercapainya
persediaan yang rasional dan untuk pengembangan serta peningkatan pelayanan
obat. Dimana agar tertib administrasi dalam pengelolaaan obat, tersedianya data
yang akurat dan tepat waktu, tersedianya data untuk melakukan pengaturan dan
pengendalian oleh unit yang lebih tinggi. Evaluasi dilakukan agar bisa lebih baik
dengan tahun sebelumnya

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


56

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

D. Kegiatan Mahasiswa PKPA


Penyuluhan merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh
mahasiswa Praktek Kerja Profesi Apoteker di Puskesmas Nusukan. Adapun tujuan
dilakukan Penyuluhan atau Promosi Kesehatan ini yaitu untuk meningkatkan
pengetahuan pasien atau masyarakat tentang kesehatan. Penyuluhan Kesehatan
merupakan gabungan dari berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan
prinsip belajar sehingga harapan kedepannya dengan adanya penyuluhan
kesehatan dapat membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola kehidupan
yang sehat. Sasaran penyuluhan kesehatan yaitu mencakup individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
Adapun metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini yaitu
dengan menggunakan media leaflet serta diskusi singkat yang disampaikan
langsung oleh mahasiswa Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sehingga
dengan harapan masyarakat dapat lebih mengerti dan paham serta sadar akan
pentingnya pola kehidupan yang sehat. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan
dilaksanan pada hari Rabu dan kamis tanggal 20 dan 21 Juli 2016 di Puskesmas
Nusukan, Puskesmas Pembantu Cengklik dan Puskesmas Pembantu Minapadi
yang dilaksanakan secara bersama oleh keempat mahasiswa PKPA yang dimulai
pada pukul 08.00 09.00 WIB. Tema yang diangkat pada penyuluhan kesehatan
ini yaitu DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan Dan Buang) Obat yang Baik
dan Benar. Sasaran dari penyuluhan kesehatan ini yaitu kepada pasien maupun
keluarga pasien yang sedang berobat di Puskesmas Nusukan.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


57

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Jumlah peserta pada penyuluhan ini sejumlah 85 orang yang terbagi


menjadi 3 kelompok yaitu untuk Puskesmas induk diikuti oleh sebanyak 37 orang,
Puskesmas Pembantu Cengklik 21 orang, dan Puskesmas Pembantu Minapadi 27
orang. Dari hasil penyuluhan ini diharapkan masyarakat sadar serta lebih mengerti
cara mendapatkan obat yang benar, cara menggunakan obat yang baik dan benar,
cara penyimpanan obat yang baik dan benar serta cara pembuangan obat yang
baik dan benar jika sudah kadaluarsa atau sudah rusak maupun sudah tidak lagi
terpakai. Selain itu, diharapkan agar masing-masing mahasiswa PKPA di
Puskesmas Nusukan mendapatkan pengalaman untuk melakukan promosi
kesehatan sehingga nantinya dapat diterapkan dalam dunia kerja.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


58

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh selama melaksanakan Praktek Kerja
Lapangan di Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Instalasi Farmasi, dan Puskesmas
Nusukan adalah sebagai berikut :
1. Dinas Kesehatan Kota Surakarta adalah suatu organisasi,
sebagai unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang kesehatan
mempunyai peranan dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan
secara optimal. Kepala Dinas Kesehatan bertanggung jawab
atas terlaksananya kegiatan pelayanan kesehatan di wilayahnya
dan pertanggungan jawabanya disampaikan kepada Walikota.
2. Kegiatan pengelolaan obat di Instalasi Farmasi meliputi
perencanaan,

pengadaan

penyimpanan

dan

atau

penggunaan,

penerimaan,
dimana

distribusi,

masing-masing

kegiatan satu dengan yang lainnya saling berhubungan.


Instalasi Farmasi merupakan pemasok obat di Puskesmas.
Dengan demikian, Instalasi Farmasi merupakan pelaksana
fungsi dari Dinas Kesehatan yang menangani obat-obatan.
Kepala Instalasi Farmasi bertanggung jawab kepada Dinas

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


59

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

Kesehatan.
3. Puskesmas merupakan ujung tombak dari Pelayanan Kesehatan, dimana
kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dilayani oleh
Puskesmas baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Dengan
berdirinya Puskesmas di suatu daerah diharapkan pelayanan kesehatan
terhadap masyarakat dapat terjangkau secara merata, sehingga masyarakat
akan mendapatkan pelayanan secara optimal.
4. Untuk mewujudkan masyarakat dengan tingkat kesehatan yang optimal,
UPTD Puskesmas Nusukan mengarahkan serta melayani masyarakat
melalui peran aktif antar petugas kesehatan dengan masyarakat.
5. Puskesmas menjadi salah satu tempat rujukan ke rumah sakit untuk pasien
yang sudah terdaftar di BPJS dengan kententuan berdasarkan golongan.

B. Saran
1. Penyuluhan kesehatan masyarakat hendaknya lebih
diperhatikan dan ditingkatkan, karena penyuluhan
kesehatan pada masyarakat yang berhasil akan
memberikan dampak yang sangat positif bagi semua
pihak. Salah satu dampak positif tersebut misalnya
masyarakat

dapat

peka

pencegahan

penyakitmelalui

dalam

melakukan

bimbingan

dari

Puskesmas dan masyarakat mendapatkan wawasan

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


60

Laporan PKPA Farmasi Puskesmas Nusukan

tambahan mengenai terapi obat dan non obat.


2. Hubungan kerjasama dan kekompakan yang sudah
terjalin baik antara para petugas Dinas Kesehatan
Kota

(DKK),

Puskesmas

UPTD
hendaknya

Instalasi

Farmasi

dipertahankan

dan
dan

ditingkatkan guna menunjang peningkatan dan


pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Laporan PKPA Puskesmas Nusukan Angkatan XXXI Periode Juni/Juli 2016


61