Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN TUTORIAL

MODUL 1
KOMUNIKASI EFEKTIF

OLEH
KELOMPOK 5

SKENARIO 1

SUARANYA PELAN SEKALI


Mahasiswa baru di FKG UNAND mengikuti pendidikan dengan Student
Centre Learning. Sistem pembelajarannya menggunakan Problem Based
learning. Pada Tutorial diberikan skenario dan mahasiswa diminta untuk
menyampaikan pendapatnya sesuai dengan prior knowledge.
Tutor mengarahkan mahasiswa supaya menyampaikan pendapatnya
sesuai dengan masalah yang dibahas. Alikha mengalami kesulitan dalam diskusi
dan kalau berbicara selalu menunduk dan suaranya pelan sekali.
Tutor mengetahui bahwa Alikha merupakan mahasiswa dari luar daerah
yang memiliki cara berkomunikasi berbeda. Bagaimana saudara menjelaskan
masalah di atas?
I.

Terminologi

a. Student Centre Learning


Proses proses pembelajaran dimana mahasiswa dituntut aktif dan
mandiri
b. Problem Based learning
Metode pembelajaran berdasarkan dari suatu masalah
c. Prior kowledge
Pengetahuan dasar atau alasan dasar dalam menyampaikan
pendapat
II.
1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi Masalah

Apa saja yang dituntut dalam Student Centre Learning?


Apa yang menyebabkan alikha kesulitan dalam menerapkan SCL?
Apakah cara pembelajaran PBL membuat alikha sulit berkomunikasi?
Bagaimana cara tutor mengarahkan alikha dalam berdiskusi?
Apa solusi dari masalah yang dihadapi alikha?
III.

Analisa Masalah

1. Yang dituntut adalah :


Mahasiswa dituntut untuk aktif dan mandiri
Mahasiwa dituntut juga berfikir kritis
Mahasiswa dapat berkomunikasi efektif
2. Yang menyebabkan adalah :
Masalah logat
Berbicara menunduk sehingga susah dimengerti
Kurang materi
Kurang percaya diri
3. Tidak, karena PBL menunutut mahasiswa untuk aktif
berkomunikasi
4. Tutor mengarahkan secara langsung
5. Solusi nya adalah :
Membiasakan berkomunikasi kepada teman
Mempersiapkan materi dengan matang

dalam

IV.

Meningkatkan percaya diri


Mendapatkan dukungan dari teman teman
Skema
Alikha
mahasiswa
FKG

SCL

PBL

PK

Sulit Berkomunikasi

Penyebab

logat

Bicara
menunduk

Solusi :

Kurang
materi

Mempersiapkan
materi

Kurang
PD

Meningkatkan PD

Komunikasi efektif, menyesuaikan diri


dengan adat minang

V.

Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu memahami apa itu Student Centre
Learning
2. Mahasiwa mampu memahami tentang berkomunikasi
efektif

3. Mahasiswa mampu untuk meningkatkan percaya diri


4. Mahasiswa mampu memahami budaya Minangkabau
URAIAN
1. Student Centre Learning
Merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang kini sangat populer
dalam dunia pendidikan. SCL dipercaya sangat efektif dalam
meningkatkan proses pembelajaran guna meraih hasil belajar yang
optimal. SCL merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada
mahasiswa, dalam pendekatan ini mahasiswa menjadi pelaku aktif dalam
kegiatan belajar.
Definisi lebih rinci tentang SCL disampaikan Rodolfo P. Ang (2001) dari
Loyola School Ateneo de Manila University. Menurutnya, SCL adalah model
pembelajaran yang memfasilitasi para mahasiswa untuk berpartisipasi
aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan ini dilakukan dengan
membaca buku-buku teks, membaca digital book dalam komputer,
mencari bahan dari sumber-sumber online, dan memfasilitasi mereka
untuk secara aktif mencari bahan, termasuk mendiskusikan informasi
yang diperoleh. Selain belajar dengan banyak sumber, proses ini
memungkinkan mahasiswa belajar dengan senang hati dan menikmati
setiap prosesnya, baik di dalam maupun di luar kelas.
Angele Attard dari Education International mengungkapkan, terdapat
banyak manfaat proses belajar dengan pendekatan SCL baik bagi
kalangan mahasiswa maupun dosen. Beberapa manfaat bagi kalangan
mahasiswa, antara lain :
1. Menjadikan para mahasiswa sebagai bagian integral dari komunitas
akademik.
2. Meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
3. Mahasiswa menjadi lebih independen dan bertanggung jawab untuk
terus belajar.
4. Pembelajaran berbasis pada mahasiswa memberi mereka peluang
untuk mempelajari keilmuan yang ditekuninya secara independen dan
tidak terikat dengan bahan ajar yang menjadi fokus kajian teman lain
dari program studi yang berbeda, atau bahkan mungkin dari program
studi yang sama.
Pembelajaran yang inovatif dengan metode SCL memiliki keragaman
model pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif dari mahasiswa.
Metode-metode tersebut diantaranya adalah:
(a). Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara: curah gagasan
(brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kdompok (group
discussion), diskusi panel (panel discussion), simposium, dan seminar
(b). Belajar daripengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi,
bermain peran (roleplay), permainan (game), dan kelompok temu
(c). Pembelajaran melalui Pemecahan Masalah (Problem Solving Based)
dengan cara: Studi kasus, tutorial, dan lokakarya

Metode SCL kini dianggap lebih sesuai dengan kondisi ekstemal masa
kini yang menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mampu mengambil
keputusan secara efektif terhadap problematika yang dihadapinya. Melalui
penerapan SCL mahasiswa harus berpartisipasi secara aktif, selalu
ditantang untuk memiliki daya kritis, mampu menganalisis dan dapat
memecahkan masalah-masalahnya sendiri. Peran dosen dalam pembelajar
berpusat pada mahasiswa bergeser dari semula menjadi pengajar
(teacher) menjadi fasilitator. Fasilitator adalah orang yang memberikan
fasilitasi. Dalam hal ini adalah memfasil tasi proses pembelajaran siswa.
Dosen menjadi mitra pembelajaran yang berfungsi sebagai pendamping
(guide on the side) bagi siswa.
Beberapa hal utama yang perlu disiapkan dalam menerapkan SCL adalah:
1.
2.
3.
4.

Perubahan Sikap dan Peranan Dosen


Perubahan Metode Belajar.
Akses ke Pelbagai Sumber Belajar
Penyediaan Infrastruktur Yang Menunjang