Anda di halaman 1dari 4

INTERNAL CONTROL QUESTIONNARE

KAS DAN SETARA KAS


1

ICQ Penerimaan Kas/Bank


A. Kelemahan-kelemahan
1 Dilihat dari jawaban atas pertanyaan poin nomor 3, terdapat kelemahan yang terjadi
dalam proses internal kontrol di bagian penerimaan kas/bank oleh PT. PETA. Dari
hasil kuesioner diperoleh pernyataan bahwa penagih piutang (kolektor) atau orang
yang membuka sampul pengiriman uang tidak membuat suatu daftar cek dan uang
tunai yang diterima. Akibat tidak dibuatnya daftar cek dan penerimaan uang tunai ini,
maka salinan cek untuk bagian akuntansi tidak tersedia serta bagian akuntansi tidak
bisa mencocokan dengan kuitansi yang ada. Tindakan semacam ini akan menjadi
kelemahan yang sangat berpotensi menimbulkan kecurangan-kecurangan yang
2

sifatnya material.
Dilihat dari jawaban atas pertanyaan poin nomor 4, terdapat kelemahan yang terjadi
dalam proses internal kontrol di bagian penerimaan kas/bank oleh PT. PETA. Dari
hasil kuesioner diperoleh pernyataan bahwa perusahaan tidak menggunakan cash
register untuk mengadministrasi penerimaan jika tidak digunakannya kuitansi atau
bon (penjualan). Ini menjadi kelemahan karena akan menyebabkan kekeliruan

pencatatan akibat menghilangkan bukti-bukti transaksi yang terjadi.


Dilihat dari jawaban atas pertanyaan poin nomor 10, terdapat kelemahan yang terjadi
dalam proses internal kontrol di bagian penerimaan kas/bank oleh PT. PETA. Dari
hasil kuesioner diperoleh pernyataan bahwa debit memo dari bank tidak diterima
langsung oleh pejabat tertentu (yang bukan kasir) untuk diinvestigasi. Ini
mengandung kelemahan karena ada kemungkinan debit memo tersebut diterima oleh
kasir yang menyebabkan hilangnya aktivitas investigasi terhadap bukti penyetoran
uang ke bank. Hal ini berpotensi menimbulkan adanya kecurangan-kecurangan.

B. Catatan Lain
1 Diperlukannya pembuatan daftar cek dan daftar uang yang diterima oleh penagih
piutang (kolektor) atau orang yang membuka sampul pengiriman uang. Hal ini
bertujuan untuk memverifikasi penerimaan cek dan uang oleh bagian akuntansi serta
2

menghindari adanya tindakan kecurangan.


Diperlukannya penggunaan cash register jika seandainya perusahaan tidak
menggunakan kuitansi atau bon dalam mengadministrasi penerimaan.

Diperlukan adanya investigasi oleh pejabat tertentu (yang bukan kasir) atas
penerimaan debit memo yang dikirimkan oleh bank

C. Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian atas ICQ Penerimaan Kas/Bank oleh PT. PETA adalah Baik.
D. Revisi Kesimpulan Penilaian (Lampirkan Alasannya)
Kesimpulan penilaian atas ICQ yang telah dibuat PT. PETA atas Penerimaan Kas/Bank
adalah Baik. Hal ini dikarenakan ditemukan sedikit kelemahan atas aktivitas
pengendalian internal penerimaan kas/bank. Kelemahan dan hal yang perlu diperbaiki
sudah disebutkan dan dijelaskan seperti pada bagian Kelemahan dan Catatan Lain.
2

ICQ Pengeluaran Kas/Bank


A Kelemahan-kelemahan:
1

Batas jumlah yang dapat ditandatangani oleh 1 orang tidak dicantumkan.

Stempel disimpan oleh yang menandatangani cek.

Rekening koran tidak langsung dikirim oleh bank kepada orang yang membuat
rekonsiliasi.

B Catatan Lain:
1

Diperlukan aturan yang menjelaskan bahwa pemberi persetujuan penerbitan cek


dibedakan berdasarkan nilai nominalnya. Misalnya: pengeluaran di bawah Rp 1 juta
cukup di approve oleh pegawai setingkat manajer, pengeluaran 1 hingga 10 juta di
approve oleh controller, dan pengeluaran di atas 10 juta harus di approve oleh CFO
atau Direktur Keuangan (jika tidak ada CFO mungkin Direktur Utama). Hal itu
penting dilakukan, karena manajer juga manusia, sehingga jikapun ada manajer yang
gelap mata, jumlahnya menjadi lebih kecil.Pengeluaran dana untuk kas kecil
sebaiknya dicatat oleh yang bukan mencairkan dana untuk kas kecil.

Diperlukannya prosedur dalam pembuatan rekonsiliasi bank secara tertulis. Prosedur


rekonsiliasi bank sebagai salah satu bentuk pengendalian intern kas agar tidak terjadi
tindak kecurangan oleh anggota (karyawan) perusahaan sehingga kekayaan kas
perusahaan tetap aman dan stabil.

Rekening koran sebaiknya dikirim ke orang yang membuat rekonsiliasi dengan


catatan orang yang membuat rekonsiliasi berbeda dengan yang mengerjakan buku
bank.

Diperlukannya aturan pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan bank.

Diperlukan adanya aturan seandainya ada saldo kas dan bank dalam valuta asing,
apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan kurs tengah BI
pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau
dikreditkan ke rugi tahun berjalan.

Selain deposit in transit, outstanding check, dan interbank transfer perlu diperhatikan
adanya kesalahan pencatatan yang dapat dilakukan pihak bank atau pihak perusahaan.

Blanko cek dan giro harus disimpan ditempat yang aman, dihindari penandatanganan
cek dalam bentuk blanko. Penandatanganan cek harus dilampiri bukti pendukung.

Sebaiknya cek dan giro ditulis atas nama, dan ditandatangani oleh 2 orang.

Gunakan kuitansi bernomor urut tercetak.

10 Adanya surat permintaan pengeluaran kas kecil sebagai pendukung pengeluaran kas
kecil.
11 Adanya pemberitahuan kepada pihak bank bila bank telah melakukan kesalahan.
C Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian terhadap kuesioner pengendalian internal untuk pengeluaran cek
adalah sedang.
D Revisi Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian atas kuesioner pengendalian internal yang telah dibuat atas
pengendalian internal dan prosedur audit untuk pengujian kewajaran terhadap
2

pengeluaran cek adalah sedang, karena masih ada beberapa kelemahan dan hal yang
perlu diperbaiki, dimana hal-hal tersebut tidak signifikan mempengaruhi pengeluaran kas
dan tingkat kewajaran kas. Dengan adanya rekonsiliasi bank ini, ketidaksamaan antara
saldo simpanan menurut laporan catatan bank dengan saldo menurut catatan perusahaan
dapat ditemukan sebab-sebab perbedaannya serta penyajian di neraca sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum (presentation and disclosure). Biasanya
rekonsisliasi bank yang dipergunakan adalah rekonsiliasi empat kolom, sebagai
pembuktian atas saldo akhir cash in bank periode berjalan (proof of cash). Empat kolom
yang dimaksud adalah merinci masing-masing saldo akhir cash in bank (baik saldo akhir
menurut catatan bank maupun perusahaan). Rekonsiliasi bank dilakukan dengan tujuan:
1) menentukan saldo kas (bank) yang seharusnya disajikan dalam statemen keuangan
(neraca) dan 2) mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan
adanya penyalahgunaan kas di bank.