Anda di halaman 1dari 1

Analisis Pola Data Historis

PT PPST Manufacturing memproduksi 3 jenis dongkrak, yaitu Dongkrak A, Dongkrak B, dan Dongkrak
C. Untuk melakukan peramalan permintaan ketiga jenis dongkrak, terlebih dahulu harus dianalisis pola
data historis permintaan. Hal ini dilakukan karena pola data akan berpengaruh terhadap pemilihan metode
peramalan. Setelah dilakukan plot data awal, dapat dilihat bahwa Dongkrak A memiliki pola data
horizontal, Dongkrak B memiliki pola seasonal, dan Dongkrak C memiliki pola data tren.
Dongkrak A dikatakan memiliki pola data horizontal karena persebaran data permintaan terletak disekitar
garis rata-rata dan nilainya cenderung konstan. Untuk menghasilkan hasil peramalan yang horizontal
dibutuhkan metode peramalan yang mengitung rata-rata data historis. Metode yang menggunakan prinsip
perhitungan rata-rata data historis adalah Single Moving Average, Weighted Moving Average, dan Single
Exponential Smoothing. Pebedaan diantara ketiga metode tersebut adalah ada tidaknya pembobotan. Pada
Single Moving Average, semua data demand historis memiliki bobot yang sama sedangkan pada Weighted
Moving Average data demand terbaru dan sebelumnya memiliki bobot yang berbeda. Adapun Single
Exponential Smoothing berusaha melakukan penyesuaian berdasarkan data peramalan periode
sebelumnya. Meski perhitungan ketiga metode ini berbeda, prinsip ketiganya tetaplah sama yaitu
peramalan berdasarkan nilai rata-rata.
Dongkrak B memiliki pola data seasonal. Hal ini dilihat dengan adanya pola yang berulang setiap 6
periode pada plot data. Pola data permintaan Dongkrak B juga memiliki kecenderungan (tren) naik.
Untuk meramalkan permintaan pola data ini, digunakan metode Holts Winter Method atau Triple
Exponential Smoothing. Metode ini mengatasi pola data tren dan seasonal dengan menggunakan tiga
jenis parameter yaitu ,, dan . Dengan tiga parameter tersebut dilakukan tiga tahap smoothing, yaitu :
1. Series dengan konstanta smoothing
2. Tren dengan konstanta smoothing
3. Seasonal dengan konstanta smoothing .
Dari plot data awal, dapat dilihat bahwa Dongkrak C memiliki pola data tren. Pola data tren ini memiliki
perubahan data yang cenderung naik atau turun. Pada kasus dongkrak C, kecenderungan yang dimiliki
adalah naik seiring dengan berjalannya waktu. Terdapat dua metode yang digunakan untuk melakukan
peramalan dengan pola data historis tren, yaitu Double Exponential Smoothing (Holts Method) dan
Linear Regression. Kedua metode ini merupakan jenis metode Multiple Step Forecast yang dapat
meramalkan permintaan untuk beberapa periode kedepan. Metode Double Exponential Smoothing
memiliki dua parameter yaitu dan . Parameter mempertimbangkan faktor tren pada data. Linear
Regression bertujuan untuk mengestimasi garis lurus berdasarkan perubahan titik-titik data yang ada.
Garis tersebut terdiri atas intercept dan slope.