Anda di halaman 1dari 13

1.

Seorang ibu datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan dengan gejala gatal di
sela-sela jari dan pergelangan tangan. Kemudian analis melakukan pemeriksaan dengan
mengambil sampel pada kulit pasien, namun pada pemeriksaan mikroskopis tidak
ditemukan spesies yang di duga menyebabkan gejala tersebut. Karena ragu ibu tersebut
melakukan pemeriksaan ulang ke laboratorium lain dan ditemukan spesies Sarcoptes
scabiei.
Dalam kasus diatas yang berperan dalam pemantapan mutu (Quality Control) internal
adalah ?
a Penanganan sampel
b Kualitas reagen
c Pelaporan hasil
d Kalibrasi alat
2. Pada suatu saat, seorang analis melakukan pemeriksaan malaria dengan menggunakan
metode rapid test dengan sampel darah kapiler. Setelah dilakukan pemeriksaan,
didapatkan hasil terdapat garis pada strip p.v (Plasmodium vivax) akan tetapi tidak
terdapat garis pada C(control).
Dari kasus diatas, apa yang harus dilakukan sebagai seorang analis yang berkompeten?
a. Melaporkan hasil pemeriksaan positif Plasmodium vivax
b. Melakukan uji ulang, karena hasil invalid
c. Memanipulasi hasil
d. Hasil dianggap valid

3. Analis 1 mengerjakan sampel serum dari 2 pasien yang bernama Tuan Dana dan Tuan
Danar untuk pemeriksaan kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah Tuan Dana adalah
420 mg/dl, sedangkan kadar glukosa darah Tuan Danar adalah 150 mg/dl. Pada saat
pengeluaran hasil, Analis 1 (yang mengerjakan) tidak ada ditempat dan saat itu Pak Danar
Datang untuk mengambil hasil glukosa darahnya. Karna kurangnya informasi dari Analis
1 sehingga pengeluaran hasil tertukar yang dilakukan oleh Analis 2 yaitu kadar glukosa
darah Tuan Danar yang seharusnya normal menjadi abnormal (melebihi batas normal
kadar glukosa darah mg/dl serum).
Dari kasus diatas yang menyebabkan tertukarnya hasil yaitu karna tidak adanya
komunikasi antara Analis 1 dan Analis 2. Yang berperan dalam Pemantapan Mutu
(Quality Control) Internal dalam hal ini adalah....
a Pengambilan Spesimen
b Pencatatan hasil
c Penanganan Spesimen
d Pelaporan hasil
4. Pada suatu hari, seorang analis mendapatkan sampel feses dengan ciri-ciri tidak berbau
dan berwarna merah muda. Kemudian analis tersebut melakukan pemeriksaan dengan

menggunakan metode sediaan langsung pewarnaan eosin 2 %. Setelah diperiksa dibawah


mikroskop ternyata tidak ditemukan adanya parasit.
Dari kasus diatas dalam pemantapan mutu internal ada kemungkinan kesalahan dari segi
non teknik dalam pemeriksaan, yaitu berupa
a. Random error
b. Systematic error
c. Sampling error
d. Clerical error
5. Seorang analis kesehatan di laboratorium atas rekomendasi dokter melakukan
pemeriksaan widal metode slide dari pasien dengan gejala demam tinggi, sakit kepala
berat, tubuh menggigil, mual dan muntah-muntah. Karena terlalu banyak sampel yang
dikerjakan sehingga analis tersebut lupa untuk meletakkan reagen pada suhu ruang dan
langsung melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil
dengan tidak terbentuk aglutinasi.
Dari kasus diatas menunjukkan hasil negatif palsu. Seharusnya didapatkan hasil yang
positif sesuai dengan gejala yang diketahui. Yang berperan dengan Quality Control (QC)
dalam hal ini adalah ...
A Pengambilan Sampel
B Persiapan Reagen
C Penanganan Sampel
D Kualitas Reagen
6. Dengan mulut berbusa seorang mahasiswa dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat

(IGD) RSUD Banjarbaru karena diduga keracunan obat obatan terlarang. Untuk
mengetahui jenis obat yang dikonsumsinya dilakukan lah pemeriksaan NAPZA dengan
metode strip test. Namun setelah ingin mengeluarkan hasil diketahui jika alat yang
digunakan sudah kadaluarsa walaupun hasil masih menunjukkan positif.
Apa yang harus dilakukan analis tersebut ?
A. Mengeluarkan hasil negative
B. Mengeluarkan hasil dengan catatan
C. Tetap mengeluarkan hasil seadanya
D. Tidak mengeluarkan hasil, dan mengulang pemeriksaan dengan alat yang
baru

7. Seorang analis melakukan pemeriksaan urine, pertama analis melakukan pemeriksaan


dengan mencelupkan strip test, dari hasil strip test menunjukan leukosit positif +++,
ketika urine diperiksa dibawah mikroskop ternyata tidak terdapat sel leukosit.

Hal yang menyebabkan perbedaan hasil dari kasus diatas disebabkan karena keteledoran
Analis yang terlalu lama mendiamkan strip test di dalam urine. Yang berperan dalam
Pemantapan Mutu (Quality Control) dalam hal ini adalah
a. Pengambilan sampel
b. Penanganan sampel
c. Pelaporan hasil
d. Pelaporan hasil
8. Seorang pasien datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap.
Tetapi sebelum pengambilan sample pasien melakukan puasa dan menkonsumsi obat
adiktif
Dari kasus diatas sebagai seorang analis apa yang anda lakukan terhadap sample
tersebut ?
a. menolak sampel dan tidak melakukan pemeriksaan
b. menerima sampel dan melakukan pemeriksaan
c. menolak sampel dan menjelaskan sebelum dilakukan sampling
d. menerima sample, melakukan pemeriksaan, dan dilembar form order diberi
keterangan kondisi pasien
9. Pada proses pra analitik untuk melakukan pemeriksaan darah rutin di labolatorium
hematologi ada beberapa orang yang harus bertanggung jawab terhadap mutu bahan
specimen dan harus memahami pentingnya tahap pra analitik serta mengenali
kemungkinan penyebab kesalahan dan juga konsekuensi mereka untuk hasil pemeriksaan
tersebut. Komunikasi mereka harus terjalani baik ditempat kerja ataupun diluar kerja.
Orang yang terlibatdalam proses pra analitik adalah
A.Pasien, analis, dan dokter
B.Dokter penanggung jawab laboratoriumdan para medis
C.Petugas pelayanan transpotasi
D.A, B, dan C benar
10. Seorang analis mendapatkan permintaan dari dokter untuk memeriksa darah lengkap
seorang pasien agar hasil yang didapatkan sesuai dengan keadaan pasien yang
sebenarnya.
Maka yang harus dilakukan oleh analis pada pre analitik dalam penjaminan mutu adalah
A.Memastikan spuit telah dicek
B.Menyiapkan jumlah EDTA yang sesuai dengan jumlah darah yang diambil
C.Memastikan ketersediaan alcohol 70%
D.Memastikan bahwa pasien bersedia untuk disampling

11. 1.Seorang pasien ingin memeriksa darah rutin, pada pengambilan darah vena pasien
terjadi tekanan tourniquet yang terlalu lama menyebabkan analit keluar dari jaringan dan
masuk dalam darah, terjadi hemokosentrasi(peningkatan nilai hematokrit dan elemen sel)
2. suatu ketika laboratorium menerima tiga specimen darah dari pasien yang berada pada
tiga tempat berbeda . dalam tabung yang berisi natrium florida ,tabung yang berisi oksalat
dan dalam spuit tanpa anticoagulant. Dalam ketiga sempel tersebut ,darah tabung berisi
florida dan oksalat mengalami hemolysis sedangkan pada spuit tidak mengalami
hemolisis
3.Ditemukan hasil pemeriksaan laboratorium Hb seorang pasien 6 gr/dl.
Soal
Sebagai seorang analis apa yang dilakukan agar tidak terjadi hemokosentrasi tersebut
upaya menunjang mutu pemeriksaan
A. tidak usah menggunakan tourniquet
B. lakukan pembendungan ternouquet dengan tekanan sedang sampai spuit dicabut
C. lakukan pembendungan berdekatan dengan vena yang diambil
D. lepaskan tourniquet pada jika sudah lebih dari satu menit
E. lepas tourniquet saat darah masuk jarum spuit
Dalam hal persiapan sampel .hemolisis yang terjadi dikarenakan
A. pengocokan darah dan anticoagulant didalam tabung yang terlalu keras
hingga sel darah merah pecah
B. tabung dalam keadaan kering
C. pemasangan tourniquet yang benar
D. penarikan belakang spuit dengan perlahan
E. penusukan vena pada posisi yang tepat
12. Seorang analis di minta melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit atas permintaan
dokter pada sampel darah EDTA. Pemeriksaan trombosit menggunakan alat hitung
otomatis dengan hasil 80.000 sel/l darah. Untuk memastikan hasil tersebut, analis
melakukan verifikasi dengan pemeriksaan darah tepi.
Pada sampel darah di atas , alasan apakah yang paling tepat dilakukannya verifikasi alat?
A Alat hitung otomatis tidak sensitif terhadap gumpalan trombosit
B Alat hitung otomatis tidak sensitif terhadap giant trombosit
C Alat hitung otomatis tidak sensitif terhadap satellite trombosit
D Alat hitung otomatis tidak sensitif terhadap fragmentasi eritrosit
E Alat hitung otomatis tidak sensitif terhadap fragmentasi trombosit

13. Seorang analis disebuah laboratorium akan melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit
dengan cara membuat apusan darah menggunakan pengecatan wrights.

Seorang analis disebuah laboratorium akan melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit
dengan cara membuat apusan darah menggunakan pengecatan wrights.
a Penyaringan reagen pewarnaan terlebih dahulu
b Menyimpan reagen pewarnaan dalam suhu kamar
c Melakukan Cek kada luarsa pada reagen
d Pembuatan apusan dengan darah vena yang disesuaikan
14. Seorang analis melakukan pemeriksaan Masa Protrombin plasma (PT), adapun cara
kerjanya, yaitu :
a Reagen tromboplastin 200 l dimasukkan dalam tabung 1
b Plasma sitrat 200 l dimasukkan dalam tabung 2
c Tabung 1 dan 2 diinkubasi selama 3 menit dalam inkubator yang bersuhu 370C
d Ambil plasma 100 l pada tabung 2, masukkan dalam tabung 1
e Jalankan stopwatch, aduk amati hingga terjadi bekuan
f Hentikan stopwatch ketika sudah tampak bekuan fibrin
g Tes diulang pada plasma control
Dari kasus diatas, apa yang harus dilakukan jika analis tersebut kurang sewaktu memipet
reagen tromboplastin sebanyak 200 l ?
a Mengurangi jumlah plasma
b Menambah sedikit lagi
c Mengulang pemeriksaan
d Membiarkan saja
15. Seorang ATLM ingin membuat apusan darah tepi dengan menggunakan darah EDTA yang sudah
didiamkan lebih dari 2 jam, Setelah diperiksa banyak ditemukan sel eritrosit mengalami

perubahan bentuk dan kerusakan sel.


Pada tahapan apakah kesalahan tersebut terjadi ?
a Pra analitik
b Analitik
c Pasca analitik
d Benar semua
16. Seorang analis disebuah laboratorium akan melakukan pemeriksaan sperma pada pasien
yang akan melangsungkan pernikahan, pengambilan sampel sudah di jelaskan kepada
pasien agar analis menerima sampel yang memenuhi syarat pemeriksaan kimia klinik
Apa salah satu hal yang harus dilakukan seorang analis untuk memastikan mutu sampel
yang akan diperiksa ?
A. Menerima sampel seadanya dan diperiksa langsung secara mikroskopis untuk
mengetahui mutu sampel
B. Mengidentifikasi secara makroskopis terlebih dahulu sebelum menerima
sampel
C. Membicarakan terlebih dahulu kepada pasien bahwa akan ada pengulangan apabila
sampel tidak memenuhi syarat

D. Menambahkan sampel dengan suatu bahan tertentu apabila sampel tidak


memenuhi syarat
17. Seseorang ingin memeriksa kadar SGOT dan SGPT, tenyata sebelum pengambilan
sampel untuk pemeriksaan tersebut pasien melakukan aktivitas fisik yang berat.
Sebagai seorang analis apa yang anda lakukan terhadap sampel tersebut?
a. Menerima sampel dan melakukan pemeriksaan
b. Menolak sampel dan melakukan pemriksaan
c. Menerima sampel dan tidak melakukan pemeriksaan
d. Menolak sampel dan tidak melakukan pemeriksaan
e. Menolak sampel dan memberi penjelasan sebelum dilakukan sampling
18. Data hasil pengukuran enzim SGOT/AST didapatkan kadar -15u/l. terlihat adanya flag
pemeriksaan tidak linear dan grafik pengukuran terlihat menurun patah seperti huruf L.
Dari data hasil pemeriksaan terlihat ada hal yang tidak wajar serta menimbulkan
pertanyaan bagi analis tersebut. Linearitas pengukuran kit merk yang digunakan 600u/l.
serum yang tersisa hanya 400ul dan alat dapat mengukur bila 500ul serum tersedia
Apa yang harus dilakukan oleh Analis untuk kasus diatas
A. Pengerjaan sampel tidak dapat dilakukan karena sampel kurang
B. Serum diencerkan 10x lalu diperiksa, hasilnya dikali 10
C. Tetap melakukan pemeriksaan dengan 400ul sampel tanpa pengenceran
D. Tidak melaporkan hasil yang ada
E. Semua jawaban benar
19. Suatu laboratorium dengan pemeriksaan menggunakan alat otomatis, salah satu
diantaranya yaitu untuk pemeriksaan kimia klinik dimana pengecekan kontrol dilakukan
sebelum pemeriksaan sampel pasien setiap harinya.
Disaat suatu pemeriksaan menunjukkan mengalami kesalahan karena melampaui batas
(limit) linear alat karena kadar nya yang sangat tinggi. Apa tindakan anda sebagai analis
jika terjadi hal demikian, kecuali...
A. Mengecek expired date kontrol sera yang digunakan
B. Mengkonsultasikan hasil pemeriksaan dengan staff ahli laboratorium
C. Mengecek kondisi dan volume reagen serta prosedur yang dianjurakan pabrik
D. Mengulangi hasil pemeriksaan langsung dengan pertimbangan sendiri

20. Disuatu Rumah Sakit, ada sampel tinja dengan ciri makroskopis warna merah tua, pH
asam, bau menyengat, positif pada darah, lendir, dan bakteri. Analis menduga pasien
terinfeksi Entamoeba dan terkena amebiasis, tetapi pada saat pemeriksaan tinja

tersebut tidak ditemukan amoeba ataupun parasit lainnya. Setelah ditelusuri pada
pasien menunjukkan gejala BB menurun, badan lemah, demam, tidak nafsu makan
disertai pembesaran yang nyeri bila ditekan dan pada pemeriksaan darah
menunjukkan adanya leukositosis.
Apa jenis pemeriksaan yang tepat dilakukan analis untuk meyakinkan dugaannya ?
A Memeriksa berulang tinja pasien tersebut
B Melakukan tes serologi untuk Amoeba
C Melakukan tes radiologi
D Melakukan tes darah
21. Pada suatu kasus, ada pasien melakukan pemeriksaan dengan gejala anemia,
gangguan gizi, nausea, sakit perut, lesu, pucat dan disertai diare dengan tinja
berwarna merah hitam. Dalam pemeriksaan mikroskopis telur cacing ini sering di
kacaukan oleh telur Ascaris lumbricoides
Dari kasus di atas dapat di simpulkan bahwa parasite yang menginfeksi pasien adalah
a. Enterobius vermicularis
d. Ancylostoma braziliensis
b. Trichuris trichiura
e. Ancylostoma duodenale
c. Trichinella spiralis
22. Pada suatu saat ada seorang pasien ingin melakukan pemeriksaan dengan gejala
umum demam tinggi yang lama, batuk berdarah selama 3 hari, BB menurun, dan
perasaan tidak enak. Dari gejala tersebut diduga sang pasien menderita TBC,
sehingga pasien di anjurkan mengambil sampel sputum untuk pemeriksaan, sputum
yang dianjurkan adalah sputum yang kental kuning kehijauan sebanyak 3-5 cc dengan
waktu pengambilan ialah sputum sewaktu. Tetapi setelah si analis ingin melakukan
pemeriksaan ternyata sampel sputum tidak sesuai dengan yang diminta.
Dari kasus diatas, apa yang akan anda lakukan untuk menjamin mutu pemeriksaan
jika hal di atas terjadi saat anda bekerja?
a.Melanjutkan pemeriksaan dengan sampel tersebut

b.Bertanya kepada senior apa yang harus anda lakukan selanjutnya


c.Meminta sampel kembali dari pasien dan menjelaskan
pengambilannya
d.Menolak sampel dan membatakan pemeriksaan

cara

23. Seorang analis diminta customer untuk melakukan hitung jumlah bakteri pada sampel
air minum. Analis tersebut mengerjakan sampel tersebut sesuai dengan standar
prosedur mulai dari pra-analitik, analitik dan pasca-analitik, setelah diinkubasi
ditemukan banyak sekali koloni bakteri yang tumbuh. Sedangkan pada control tidak
ada koloni sama sekali. Maka dinyatakan bahwa sampel tidak layak dikonsumsi.
Karena tidak terima dengan hasil tersebut customer menganggap pemeriksaan yang
dilakukan analis tersebut tidak benar

Bagaimana cara pembuktian analis tersebut bahwa pengerjaan yang dilakukannya


sudah benar ?
a. Menunjukkan Standar Prosedur Dan Control
b. Mengulangi Pengerjaan Yang Dilakukan
c. Merujuk Pemeriksaan Ke Laboratorium Lain
d. Meminta kesaksian analis lain
24. Bakteri tahan asam (BTA) adalah bakteri yang mempertahankan zat warna karbolfuchsin meskipun dicuci dengan asam klorida dalam alkohol. Bakteri ini bersifat
aerob berbentuk batang yang tidak membentuk spora. Pada suatu pemeriksaan
mikroskopis tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang.
Apakah yang akan anda lakukan ?
a. melaporkan hasil negatif
b. memeriksa ulang preparat
c. membuat kembali preparat baru
d. melanjutkan pemeriksaan hingga >100 LP
25. Seorang Analis disebuah laboratorium akan melakukan pemeriksaan TPC pada
makanan jajanan pinggir jalan disebuah kota, sampel diambil secara steril dan aseptis
dengan memenuhi persyaratan pemeriksaan mikrobiologi.
Apa salah satu hal yang harus dilakukan seorang analis untuk memastikan mutu
media yang akan digunakan ?
A. Menginkubasi media yang akan digunakan selama satu malam untuk
memastikan sterilitas media
B. Membuat media berlebih untuk menghindari kesalahan
C. Membawa media ke tempat pengambilan sampel
D. Menambahkan pengawet pada media agar
26. Seorang Analis melakukan pemeriksaan BTA dengan pewarnaan Zeihl-Neelsen di
laboratorium Puskesmas, dari banyaknya slide yang diperiksa sering ditemukan slide
positif maupun negatif pada pemeriksaan ini.
Sebagai langkah penjaminan mutu dan ketepatan pemeriksaan, apa yang harus
dilakukan Analis tersebut setelah melakukan pemeriksaan
A. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku register hasil laboratorium dan segera
membuang slide pemeriksaan.
B. Mencatat hasil pemeriksaan pada buku register hasil laboratorium dan
menyimpan slide pemeriksaan untuk dilakukan cross check.
C. Memberikan obat anti tuberculosis pada pasien
D. Menyimpan bahan pemeriksaan untuk dilakukan cross check.

27. Seorang Analis disebuah laboratorium melakukan pemeriksaan demam thypoid


menggunakan TUBEX TF, reagen TUBEX TF diketahui masih baru, dan masih dalam
tanggal kadaluarsa serta tidak menunjukkan perubahan apapun.
Dalam keadaan ini, kapan Analis tersebut harus melakukan pemeriksaan Quality Control
dengan Kontrol Positif dan Kontrol Negatif ?
A. Memeriksa control positif dan negative saat reagen pertama kali
dibuka/digunakan.
B. Hanya gunakan control negative sebelum pemeriksaan dan control positif apabila
hasil pemeriksaan tidak jelas
C. Setiap sebelum pemeriksaan dengan memeriksa control positif dan control
negative
D. Memeriksa control positif dan negative saat terjadi perubahan warna pada reagen
untuk mengetahui apakan reagaen masih dapat digunakan
28. Sebuah laboratorium A melakukan pemeriksaan kehamilan dengan metode
immunochromatography strip test dimana hasil menunjukan hanya muncul 1 garis merah
pada daerah contol (C). Padahal sebelumnya dengan uji aglutinasi positif. Sehingga
dilakukan pemeriksaan ulang karena dicurigai ini dipengaruhi oleh Prozone (antibodi
yang berlebih). Sehingga dilkukan pencampuran specimen dengan air demineral dengan
perbandingan 1:1 dan dilakukan pengujian kembali. Ternyata hasilnya positif.
Dari kasus tersebut ternyata penyebab hasil negatif palsu adalah adalah kadar HCG yang
sangat tinggi (>500.000 IU/ml) . sehingga terjadi kesalahan pembacaan hasil pada alat
rapid test.
Yang berperan dalam quality control (QC) dalam hal ini adalah
a Built-in control
b Tradisional control
c Stock culture
d working control
29. Dewi (26 tahun) mengeluh sudah 2 hari demam tinggi, tidak nafsu makan, lemah, mual,
muntah, sakit kepala, dan mengalami pendarahan pada hidung. Setelah memeriksakan
diri ke dokter dianjurkan untuk melakukan rapid tes Ns1 dengue dan Antidengue IgG
IgM. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil negatif (-) pada kedua parameter
pemeriksaan tersebut. Kemudian dilakukan duplo pemeriksaan dengan menggunakan
merk rapid test yang berbeda dan hasil nya kembali menunjukkan negative (-).
Menurut diagnosa dokter pasien mengalami demam berdarah dengue (DBD). Namun dari
hasil pemeriksaan Ns1 dengue dan Antidengue IgG dan IgM nya didapatkan hasil
negative (-) (tidak ada nya infeksi virus dengue). Apa yang harus dilakukan seorang
analis sebagai langkah penjaminan mutu dan ketepatan pemeriksaan setelah melakukan
pemeriksaan tersebut?

A. Melaporkan hasil pada atasan / dokter patologi klinik untuk dilakukan


validasi dan menyimpan bahan pemeriksaan.
B. Melaporkan hasil pada atasan / dokter patologi klinik untuk dilakukan validasi
dan segera membuang bahan pemeriksaan.
C. Melaporkan hasil pada petugas administrasi dan menyimpan bahan pemeriksaan.
D. Melaporkan hasil langsung pada pasien dan menyimpan bahan pemeriksaan.
30. Seorang analis baru di sebuah laboratorium, sedang melakukan pemeriksaan HbsAg pada
satu sampel serum, setelah melakukan pemeriksaan, didapatkan hasil invalid. Ternyata
cassete test yang digunakan sudah melewati tanggal kadaluarsa. Hal tersebut dikarenakan
analis tersebut tidak membaca kit pemeriksaan dan tidak bertanya pada rekannya yang
lain.
Kasus diatas terjadi karena tidak adanya pengelolaan informasi. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam penggunakan cassete test, kecuali:
A. Disimpan pada suhu kamar, dan jangan dibekukan
B. Baca instruksi sebelum memulai prosedur
C. Jangan gunakan melebihi tanggal kadaluarsa
D. Jangan buka foil sampai Anda siap untuk menggunakannya
E. Cassete test yang telah digunakan Di simpan untuk kenang-kenangan
31. Seorang analis di sebuah laboratorium sedang melakukan pemeriksaan Anti StreptolisinO pada satu sampel. Analis tersebut melakukan pengerjaan sampel dengan metode
aglutinasi. Setelah melakukan pemeriksaan ditemukan hasil negatif pada sampel dan pada
kontrol positif, seharusnya kontrol positif menghasilkan aglutinasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan antigen dan antisera, kecuali :
A. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk pabrik
B. Setiap akan digunakan,antigen atau antibodi dalam botol harus dikocok terlebih
dahulu dan disesuaikan suhunya dengan suhu ruangan
C. Antigen dan antisera ditambahkan pengencer jika sudah akan habis
D. Simpan pada suhu yang dianjurkan
E. Periksa tanggal kadaluarsa, jangan digunakan bila sudah melewati tanggal
kadaluarsa
32. Seorang anak tiba-tiba menderita sakit demam, menggigil, dan mual-mual setelah
sepulang sekolah. Ibu sang anak langsung membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa.
Di duga anak mengalami keracunan makanan. Sampel yang diambil adalah muntahan
anak yang ditampung dalam wadah sebuah botol bermulut lebar dan tertutup rapat.
Namun setelah dibuka isi botol tersebut muntahan tercampur dengan air
Apa yang harus dilakukan seorang analis terhadap kasus tersebut
A Melakukan pengambilan sampel ulang dngan memastikan wadah bersih dan
kering serta mengambel sampel sisa makanan sebagai bukti lain

B Tetap melakukan pemeriksaan dengan memilah-milah sampel muntahan yang


tercampur dengan air di dalam botol
C Menyisihkan air dengan sampel dari botol muntahan ke wadah lain agar dapat
diperiksa
D Melakukan pemeriksaan dengan menghomogenkan air yang tercampur denga
sampel muntahan di dalam botol

33. Minggu lalu sebanyak 32 PNS di Dinas Pertanian dan Peternakan dilarikan ke Instalasi

Gawat Darurat (IGD) RSUD Banjarbaru karena diduga mengalami keracunan makanan
saat makan siang dalam acara suatu pelatihan. Seseorang mengungkapkan, biasanya
bahan berbahaya yang tercampur di hasil tangkapan ikan adalah formalin atau boraks
sebagai bahan pengawet. .Untuk mengetahui kandungan sampel yang dikonsumsi para
korban keracunan makanan, maka dilakukan pemeriksaan kimia toksikologi klinik dan
didapatkan suatu hasil.
Pertanyaan :Sebelum mengeluarkan suatu hasil apa yang lebih dahulu dilakukan analis
untuk mengetahui data tersebut benar
A. Penge cek an reagen
B. Penge cek an alat
C. Kalibrasi
D. Validasi data
34. Seorang analis akan melakukan validasi untuk menguji keakuratan metode baru dalam
pemeriksaan sianida didalam darah .maka analis tersebut harus memperhatikan apa saja
parameter yang harus dipertimbangkan dalam validasi metode tersebut agar penjaminan
mutu di laboratorium tersebut dapat dipertanggung jawab.
Apa saja parameter yang harus dipertimbangkan didalam validasi metode analisi , kecuali
?
a
b
c
d

Limit of detection(LOD) dan limit Quantification (LOQ)


Limit of detection (LOD) dan Linearitas
Linearlitas , persisi dan akurasi
Spesifisitas dan QC

35. Seorang analis melakukan pemeriksaan pada pasien yang diduga keracunan makanan
pada makanan catering. Analis tersebut melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP. Dan
hasilnya menyatakan bahwa pasien benar keracunan makanan.
Sebagai seorang analis apa yang harus dilakukan setelah pemeriksaan sebagai penjamin
mutu dalam ketepatan melakukan pemeriksaan...
A. Hasil pemeriksaan diberikan kepada pasien yang bersangkutan.

B. Hasil pemeriksaan dilaporkan kepada dokter.


C. Hasil pemeriksaan dicatat pada buku register hasil laboratorium sebagai
arsip dan mendokumentasikan hasil.
D. Mengulang hasil pemeriksaan.
36. Seorang Ibu menjalani rawat inap di RS. Melati setelah menyantap kerang hijau yang
baru dibelinya di pasar. Dokter menduga pasien mengalami keracunan merkuri pada
kerang hijau yang disantap pasien. Sehingga dilakukan analisis kualitatif serta kuantitatif
merkuri dilaboratorium,
Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan hasil kerang hijau positif (+) mengandung
merkuri pada analisis kualitatif. Namun, pada analisis kuantitatif tidak ditemukan kadar
merkuri pada kerang hijau. Maka langkah yang harus dilakukan seorang petugas
laboratorium selanjutnya adalah....
a. Melakukan validasi metoda
b. Mengeluarkan hasil seadanya
c. Melakukan pencatatan hasil
d. Melakukan pengambilan spesimen kembali
37. Pada sebuah laboratorium seorang analis 1 akan melakukan pemeriksaan ada nya cyanida
pada sampel muntahan untuk kasus keracunan.Dan di dapatkan hasil Positif Cyanida.
Tetapi pada saat pengambilan hasil Analis 1 tidak ada di tempat. Sehingga yang
meyerahkan hasil adalah Analis 2 yang ada di laboratorium, dan terjadi kesalahan oleh
analis 2 saat menyerahkan hasil sehingga mengakibatkan hasil yang di serahkan
menunjukkan negatif
Berdasarkan kasus di atas yang menyebabkan kesalahan dalam menyampaikan hasil adalah
kurangnya komunikasi antara analis 1 dan analis 2. Yang berperan dalam Pemantapan Mutu
Internal dalam hal ini adalah . . . .

a
b
c
d

Pelaporan hasil
Penangan sampel
Pengambilan sampel
Pencatatan hasil

38. Pak Budi (48 tahun), mengeluh lekas lelah setelah menyapu halaman rumahnya. Keluhan
ini sudah dialaminya selam 3 bulan terakhir. Kemudian beliau memeriksakan diri ke
Laboratorium Klinik Antaluddin. Pada Anamnesa dijumpai hipertensi dan sering kali
kepala pusing serta adanya ikterus di telapak tangan dan bola mata. Hasil pemeriksaan
darah menunjukkan kadar Hb 14 gr/dL dan adanya penurunan masa hidup eritrosit.
Analis mendiagnosa pasien menderita Anemia Hemolitik. Namun kadar Hb normal
(Gejala umum anemia Hb <7 gr/dL). Apa yang harus analis lakukan setelah diulang hasil
tetap sama?
a Melakukan sekali lagi pemeriksaan ulang
b Menyampaikan hasil langsung ke pasien

c Melaporkan hasil apa adanya ke administrasi


d Melaporkan hasil pada dokter atau atasan
39. Seorang analis melakukan pemeriksaan widal di suatu laboratorium rumah sakit,
pemeriksaan dilakukan dengan metode tabung, dan didapatkan hasil negatif (tidak ada
aglutinasi), padahal sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan widal pada sampel ini
dengan metode slide dengan hasil positif (terjadi aglutinasi). Karna hasil yang berbeda,
maka dicurigai hal ini dipengaruhi oleh jumlah bakteri yang terdapat hanya sedikit,
sehingga tidak cukup memicu produksi antibody pada host. sehingga dilakukan pengujian
ulang dengan reagen yang baru. Dan didapatkan hasil positif.
Dari kasus diatas ternyata penyebab hasil negatif palsu adalah kesalahan pada reagen
yang digunakan sudah kadaluarsa, sehingga terjadi kesalahan pembacaan hasil pada
metode tabung. Yang berperan dalam quality control (QC) dalam hal ini adalah :
a Kualitas sampel
b Kesalahan pengerjaan
c Kualitas reagen
d Kesalahan alat
40. Seorang analis memeriksa hb dari pasien dengan gejala kelemahan, kelelahan, napas
pendek karena anemia. pendarahan sebagai akibat dari trombositopenia. demam dan
infeksi berulang akibat dari netropenia. Setelah hasil keluar analis memberikan hasil
kepada atasan dengan menandai hasil agar memudahkan dalam mendiagnosa kalau
pasien mengalami anemia aplastik
Dari kasus diatas sebagai langkah penjaminan mutu dapat disimpulkan perlunya ?
a Komonikasi dan pelaporan hasil yang tepat
b Pengambilan sampel
c Penanganan sampel
d Pencatatan hasil

Anda mungkin juga menyukai