Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
Ibu hamil sangat peka terhadap terjadinya infeksi dari berbagai
mikroorganisme. Secara fisiologik sistem imun pada ibu hamil menurun,
kemungkinan sebagai akibat dari toleransi sistem imun ibu terhadap bayi yang
merupakan jaringan semi-alogenik, meskipun tidak memberikan pengaruh secara
klinik. Bayi intrauterin baru membentuk sistem imun pada umur kehamilan
sekitar 12 minggu, kemudian meningkat dan pada kehamilan 26 minggu hampir
sama dengan sistem imun tubuh pada ibu hamil itu sendiri.1
Infeksi dalam kehamilan

adalah

infeksi yang terjadi saat kehamilan

berlangsung, bisa didapatkan saat sebelum kehamilan terjadi atau didapatkan saat
kehamilan. Besarnya pengaruh infeksi tersebut tergantung dari virulensi agennya,
umur kehamilan serta imunitas ibu bersangkutan saat infeksi berlangsung.2
Penyakit-penyakit intrauterin atau yang didapat pada masa perinatal yang
sering menyebabkan dampak yang berbahaya pada janin yaitu Penyakit TORCH.
Infeksi TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Others (Sifilis), Rubella,
Cytomegalovirus dan Herpes Simplex sudah lama dikenal dan sering dikaitkan
dengan hal-hal di atas.2,3,4
Banyak penyakit infeksi intrauterin maupun yang didapat pada masa
perinatal yang berakibat sangat berat pada janin maupun bayi, bahkan
mengakibatkan kematian sehingga diperlukan diagnosa yang cepat dan tindakan
pengobatan serta pencegahan baik yang dapat dilakukan oleh wanita hamil, suami,
keluarganya maupun dari pemerintah sehingga diharapkan menurunkan angka
kematian ibu maupun bayi.3