Anda di halaman 1dari 19

BIOKIMIA PERAIRAN

METABOLISME NITROGEN DAN SIKLUS UREA

Diajukan untuk memenuhi syarat salah satu tugas mata kuliah Biokimia Perairan

Kelompok 4/Perikanan C
MOHAMMAD RIZKI AKBAR

230110150161

PRAMIATIKA AZIZAH

230110150178

FARRAS FAISHAL

230110150199

QURRATA AYUNI KARIMAH

230110150205

HANA DIMAS KHOIRONNISA

230110150207

MUHAMMAD FARRAS

230110150216

RAHMAYANI

230110157001

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan mata kuliah Biokimia Perairan yang dibina
oleh Ir. Nia Kurniawati, M.Si.
Makalah ini kami susun berdasarkan pembahasan dari beberapa referensi
di internet maupun buku-buku yang ada sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini hingga akhir.
Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini,
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, saran dan
kritik dari pembaca sangat kami butuhkan agar kami dapat memperbaiki makalah
ini maupun makalah selanjutnya.
Akhir kata kami berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
dapat memberikan manfaat dan pengetahuan yang bertambah kepada pembaca.

Jatinangor, 11 November 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB

Halaman
DAFTAR ISI.....................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR.......................................................................iii
DAFTAR TABEL............................................................................iii

PENDAHULUAN
1.1
1.2

II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1
2.1.1
2.1.2
2.1.3
2.1.4
2.2
2.2.1
2.2.2

III

Latar Belakang......................................................................1
Tujuan...................................................................................2

Metabolisme Nitrogen..........................................................3
Siklus Nitrogen.....................................................................4
Proses dalam Daur Nitrogen.................................................5
Perubahan NH4+ menjadi Senyawa Organik.........................7
Fungsi dan Manfaat Nitrogen...............................................9
Siklus Urea..........................................................................10
Tahapan Siklus Urea...........................................................10
Proses Siklus Urea..............................................................13

PENUTUP
3.1
3.2

Kesimpulan.........................................................................14
Saran...................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 15

ii

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul

Halaman

1. Ringkasan Siklus Urea............................................................................ 12

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul

Halaman

1.

Fiksasi Nitrogrn....................................................................................... 5

2.

Perubahan Ammonium............................................................................ 9

3.

Siklus Urea.............................................................................................. 13

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Lintas biosintetik menuju asam amino dan nukleotida sama-sama

memerlukan nitrogen, tetapi senyawa nitrogen yang dapat larut dan bermanfaat
bagi aktivitas biologik biasanya jarang terdapat di lingkungan alamiah. Karena
alasan ini, ammonia, asam amino, dan nukleotida dipergunakan secara ekonomis
oleh kebanyakan

organism,

terutama

karena senyawa-senyawa

tersebut

merupakan perkusor bagi asam nukleat dan proteinnya. Memang, kita telah
melihat bahwa asam amino bebas, purin, dan pirimidin, yang dibentuk selama
putaran metabolic, seringkali dihemat dan dipakai berulang-ulang.
Bentuk nitrogen yang paling banyak dijumpai terdapat di udara, yang
mengandung sampai empat per lima molekul nitrogen (N 2). Akan tetapi hanya
beberapa spesies saja yang dapat mengubah nitrogen atmosfer menjadi bentuk
nitrogen yang bermanfaat bagi orgaisme hidup, yang karenanya, menghemat dan
menggunakan kembali nitrogen yang tersedia secara biologik di dalam siklus
nitrogen yang sedemikian luas. Tahap pertama dalam siklus nitrogen adalah
dengan fiksasi nitrogen adalah fiksasi nitrogen atmosfer oleh organisme pengikat
nitrogen, menghasilkan ammonia. Amonia dapat dimanfaatkan oleh hampir
semua organisme hidup. Akan tetapi, terdapat beberapa bakteri tanah penting
yang memperoleh energinya dengan mengoksidasi amonia untuk membentuk
nitrit dan akhirnya nitrat. Karena organisme ini amat banyak dan aktif, hampir
semua amonia yang mencapai tanah, akhirnya teroksidasi menjadi nitrat, proses
ini dikenal sebagai nitrifikasi. Tanaman dan banyak bakteri segera mereduksi
nitrat kembali menjadi ammonia melalui nitrat reduktase; proses ini dikenal
sebagai denitrifikasi. Ammonia yang terbentuk dapat dibangaun menjadi asam
amino oleh tanaman, yang kemudian dipergunakan oleh hewan sebagai sumber
asam amino esensial dan nonesensial untuk membangun protein hewan. Pada
hewan yang telah mati, degradasi protein mikrobial mengembalikan amonia ke
tanah. Selanjutnya bakteri nitrifikasi mengubahnya menjadi nitrat (NO2-) dan

nitrat (NO3-) kembali. Sekarang marilah kita mengamati proses fiksasi nitrogen
yang penting bagi setiap bentuk kehidupan. Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen
digunakan dalam molekul klorofil, yang penting untuk fotosintesis dan
pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun atmosfer bumi merupakan sumber berlimpah
nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat digunakan oleh tanaman.
1.2

Tujuan
Tujuan dari disusunnya makalah mengenai metabolisme nitrogen dan

siklus urea adalah diantaranya sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui dan memahami Metabolisme Nitrogen


Untuk mengetahui dan memahami Siklus Nitrogen
Untuk mengetahui dan memahami Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen
Untuk mengetahui dan memahami Pengubahan NH4+ mejadi senyawa

5.

organik
Untuk mengetahui dan memahami Fungsi Dan Manfaat Nitrogen Dalam
Ekologi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Metabolisme Nitrogen
Istilah metabolisme, berasal dari bahasa Yunani, berarti perubahan atau

transformasi. Metabolisme juga merupakan proses-proses kimia yang terjadi di


dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis,
karena

metabolisme

terjadi

selalu

menggunakan

katalisator

enzim.

Nitrogen adalah senyawa yang tersebar luas di biosfir. Atmosfer bumi


mengandung sekitar 78% gas nitrogen. Nitrogen adalah komponen penting bagi
tumbuhan terdapat dalam banyak senyawa. Protein dan asam nukledit yang
biasanya diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus direduksi
oleh proses yang bergantung pada energi sebelum bergabung menjadi protein dan
senyawa lain dalam sel.
Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan berada dalam keadaan
dinamis mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur Nitrogen.
Meskipun nitrogen di udara mampu masuk keluar tubuh tumbuhan, tetapi tidak
ada enzim yang mampu menangkapnya. Kebanyakan Nitrogen yang masuk tubuh
tumbuhan telah mengalami reduksi oleh mikroba prokaryotic atau dalam bentuk
NO3- dan NH4+ dalam air hujan. Penambatan nitrogen dapat dilakukan secara
simbiotik atau non simbiotik antara tumbuhan tingkat tinggi dan mikroba.
Tumbuhan tinggi dapat menggunakan Nitrogen yang telah tereduksi tersebut. Bagi
tumbuhan lain yang tidak bersimbiosis dengan nitrogen , nitrogen diserap dalam
bentuk NO3- atau NH4+. Umumnya dalam bentuk NO3- karena NH4+ akan
dioksidasi

menjadi

NO3-

oleh

bakteri

nitrifikasi.

Konsep metabolisme yang akan dibahas dalam makalah ini difokuskan pada
metabolisme Nitrogen. Reduksi nitrat menjadi ammonium dan perubahan
ammonium menjadi senyawa organic yang terdapat pada tumbuhan.

2.1.1

Siklus Nitrogen
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu sekitar 78% dari udara.

Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil


akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga
dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.
Sebagian besar nitrogen yang terdapat di dalam organisme hidup berasal dari
penambatan (reduksi) oleh mikro organisme prokariot. Sebagian diantaranya
terdapat di akar tumbuhan tertentu atau dari pupuk hasil penambatan secara
industry. Sejumlah kecil nitrogen pindah dari atmosfer ke tanah sebagai NH4+
dan NO3- bersama air hujan dan diserap oleh akar. NH4+ ini berasala dari
pembakaran industry, aktivitas gunung berapi dan kebakaran hutan sedangkan
NO3- berasal dari oksidasi N2 oleh O2 atau ozon dengan bantuan kilat atau radiasi
ultraviolet,

sumber

lain

NO3-

adalah

samudera.

Penyerapan NO3- dan NH4+ oleh tumbuhan memungkinkan tumbuhan


untuk membentuk berbagai senyawa nitrogen terutama protein. Pupuk, tumbuhan
mati, mikroorganisme, serta hewan merupakan sumber penting nitrogen yang
dikembalikan ke tanah tapi sebagaian besar nitrogen tersebut tidak larut dan tidak
segera tersedia bagi tumbuhan. Pengubahan nitrogen organic menjadi NH4+ oleh
bakteri dan fungi tanah disebut Amnoifikasi yang dapat berlangsung oleh berbagai
macam mikroorganisme pada suhu dingin dan pada berbagai nilai ph. Selanjutnya
pada tanah yang hangat dan lembab dan ph sekitar netral NH 4+ akan dioksidasi
menjadi nitrit (NO2) dan NO3- dalam beberapa hari setelah pembentukkannya atau
penambahannya sebagai pupuk disebut dengan Nitrifikasi yang berguna dalam
menyediakan energi bagi kelangsungan hidup dan perkembangan mikroba
tersebut. Selain itu terdapat pula denitrifikasi yaitu suatu proses pembentukan N 2,
NO, N2O dan NO2 dari NO3- oleh bakteri aneorobik yang berlangsung di dalam
tanah yang penetrasi O2- nya terbatas, tergenang, padat dan daerah dekat
pemukiman tanah yang konsentrasi O2 nya rendah karena penggunaannya yang
cepat dalam oksidasi bahan organik. Tumbuhan kehilangan sejumlah kecil
nitrogen ke atmosfer sebagai NH3, N2O, NO2, dan NO terutama jika diberi pupuk
nitrogen dengan baik.

2.1.2

Proses dalam Daur Nitrogen

a.

Fiksasi
Fiksasi nitrogen merupakan proses yang menggabungkan nitrogen bebas

dengan unsur lain secara kimia yang disebut penambatan nitrogen. Salah satu
caranya adalah melalui kegiatan organisme bersimbiosis yang dapat mengubah
nitrogen dari atmosfer menjadi ammonia (kebalikan dari dentrifikasi)
Pemfiksasi N2 utama adalah bakteri tanah yang hidup bebas, Cyanobakteri
(ganggang hijau-biru) yang bebas hidup pada permukaan tanah atau dalam air.
Cyanobakteri yang bersimbiosis dengan jamur pada lumut kerak, pake, lumut hati,
lumut jantung, serta bakteri atau mikroba lain yang berasosiasi secara simbiosis
dengan akar, terutama tumbuhan polong=[olongan. Beberapa spesies tumbuhan
bukan polong-polongan yang melakukan fiksasi N2 pada akarnya telah
diidentifikasi. Walaupun N2 menempati 72 % dari volume udara yang
menyediakan nitrogen secara berlimpah, namun umumnya tumbuhan tidak dapat
memanfaatkan secara langsung. Hanya beberapa tumbuhan rendah dan beberapa
jenis bakteri yang mampu mengikat N2 sebagai sumber nitrogennya, yakni dari
kelompok algae dan bakteri zat lemas.
Bakteri-bakteri zat lemas (N2) sebagian hidup bebas, dan sebagian hidup
bersimbiosis dengan tumbuhan tertentu. Bakteri yang bebas, sebagian hidup
secara aerob (missal Azotobakter), dan anaerob (seperti Clostridium pasteurium).
Bahkan

ada

yang

autotrafik

yakni

melakukan

khemosintesis,

seperti

Rhodospirallum rubrum. Sedangkan bakteri yang bersimbion adalah Rhizobium


sp. Rhizobium bersimbion pada akar Leguminosae, yang meliputi 3 familia yakni
Papilionaceae (berbunga kupu-kupu), Caesalpindaceae (bunga berbendera) dan
Mimosaceae (berbunga bongkol). Secara ringkas reaksi fiksasi N 2 adalah sebagai
berikut:

Gambar 1. Fiksasi Nitrogen

Untuk reaksi tersebut dibutuhkan keterlibatan enzim-kompleks yakni nitrogenase,


yang melibatkan protein kompleks yakni Fe-Mo-protein dan Fe-protein. Selain
itu juga terlibat ATP, ion H+ dan elektron yang bersumber dari respirasi. Diduga
ATP berperan mengaktifkan kompleks Fe-protein.
b.

Asimilasi
Asimilasi merupakan penyerapan dan penggabungan dengan unsur lain

membentuk zat baru dengan sifat baru. Senyawa Nitrat (NO 3) diserap oleh
tumbuhan mengalami proses asimilasi menjadi bahan penyusun organ pada
tumbuhan sebagai produsen dikonsumsi oleh manusia dari hewan. Nitrogen pada
biomassa tumbuhan masuk ke dalam proses biokimia pada manusia dan hewan.
Jumlah relative NO3 dan nitrogen organik dalam xylem bergantung pada kondisi
lingkungan . jenis tumbuhan yang akarnya mampu mengasimilasi N, dalam cairan
Xylem dijumpai banyak asam amino, amide dan urine, tidak dijumpai NH 4+.
Sedangkan jika di dalam cairan xylem mengandung NO3 berarti akar tumbuhan
itu tidak mampu mengasimilasi NO3. Jika dalam lingkungan perakaran NO3
terdapat dalam jumlah besar, cairan xylem akan mengandung NO3 juga.
c.

Reduksi Nitrogen
Proses perdeuksian nitrat menjadi ammonium dapat terjadi dalam dua

reaksi yang berbeda yaitu yang dikatalis oleh nitrat reductase dan pengubahan
nitrit menjadi NH4+ yang dikatalis oleh nitrit reductase. Proses pengubahan
ammonium menjadi senyawa organik terbagi atas 5 reaksi antara lain glutamine
sintetase, glutamate sintase, asparagin sintetase, transaminase, PEP karboksilase.

2..1.3 Perubahan NH4+ menjadi Senyawa Organik


NH4+ (ammonium) yang diserap langsung dari tanah atu yang dihasilkan
oleh fiksasi N2 tidak pernah dijumpai tertimbun dalam tubuh tumbuhan.
Ammonium ini bersifat racun, mungkin menghambat pembentukan ATP dalam
kloroplas maupun dalam mitokndria. Ammonium ini segera ditangkap oleh asam
glutamat untuk menjadi glutamine dengan enzim glutamine sintetase, glutamin
direaksikan dengan asam keto glutarat menjadi 2 molekul asam glutamate.
Untuk reaksi ini juga diperlukan elektron yang bersal dari Fd (dalam kloroplas)
dan NADH atau NADPH2 dalam proplastida dari sel-sel non-fotosintetik. Salah
satu dari kedua glutamate yang terbentuk diperlukan untuk mempertahankan
reaksi 1, sedang glutamat yang kedua dapat berubah langsung menjadi protein
atau asam amino lain yang diperlukan untuk sintesis protein, klorofil, asam
nukleat dan lain-lain. Selain membentuk glutamate, glutamine dapat memberikan
gugus amide-nya kepada asam aspartat untuk menjadi asparagin yang dikatalis
oleh enzim asparagin sintetase. Glutamin dan asparagin menjadi senyawa nitrogen
organik pertama yang terbentuk, selanjutnya gugus NH2 dapat diberikan kepada
keto karboksilat, membentuk asam amino. Proses ini dinamakan transaminasi.

Dengan transaminasi berbagai asam amino dapat dibuat, tergantung pada

keto karboksilatnya.
Gambar 2. Perubahan ammonium menjadi beberapa senyawa organik
2.1.4

Fungsi dan Manfaat Nitrogen


Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai

proses kehidupan

dibumi.

Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantina
dimasukkan kedalam protein, protein adalah zat yang sangat dibutuhkan dalam

pertumbuhan. Nitrogen juga hadir di basis

pembentuk asam nukleat,

seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas.


Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul klorofil,
yang penting untuk fotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun atmosfer
bumi merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat
digunakan oleh tanaman. Pengolahan kimia atau fiksasi alami (melalui proses
konversi seperti yang dilakukan bakteri

rhizobium),

mengkonversi gas nitrogen menjadibentuk yang

diperlukan

dapat digunakan oleh

untuk

10

organisme hidup, oleh karena itu nitrogen menjadi komponen penting dari
produksi pangan. Kelimpahan atau kelangkaan dari bentuk "tetap" nitrogen,
(juga dikenalsebagai nitrogen reaktif), menentukan berapa banyak makanan
yang dapat tumbuh pada sebidang tanah.
2.2

Siklus Urea
Uraian metabolism asam amino telah diketahui bahwa NHdapat

dilepaskan dari asam amino melalui reaksi transaminasi, deaminasi, dan


dekarboksilasi. Pada reaksi transaminase gugus NH yang dilepaskan diterima
oleh asam keto, sehingga terbentuk asam amino baru dan asam keto lain.
Sedangkan pada reaksi deaminasi, gugus NH dilepaskan dalam bentuk ammonia
yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk urea dalam urine.
Amonia dengan kadar yang tinggi merupakan racun dalam tubuh manusia.
Hans Krebs dan Kurt Henseleit pada (1932) mengemukakan serangkaian
reaksi kimia tentang pembentukan urea. Mereka berpendapat bahwa urea
terbentuk dari ammonia dan karbondioksida melalui serangkain reaksi kima yang
berbentuk siklus, yang mereka namakan siklus urea. Pembentukan urea ini
terutama berlangsung dalam hati. Urea adalah suatu senyawa yang mudah larut
dalam air, bersifat netral, terdapat dalam urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh.
2.2.1

Tahapan Siklus Urea


Siklus Urea terdiri atas beberapa tahap kompleks. Gugus amino pertama

yang memasuki siklus urea muncul dalam bentuk ammonia bebas, oleh
deasimenasi oksidatif glutamate di dalam mitokondria sel hati. Reaksi ini
dikatalisis oleh glutamate dehidrogenase, yang memerlukan NAD+.
Glutamat- + NAD+ + H2O -ketoglutarat2- + NH4+ + NADH + H+
Reaksi dari siklus urea yaitu:
a.

Reaksi pada sintesis karbamoil fosfat


Amonia bebas yang terbentuk segera dipergunakan, bersama-sama dengan

karbon dioksida yang dihasilkan di dalam mitokondria oleh respirasi, untuk

11

membentuk karbamoil fosfat di dalam matriks, pada suatu reaksi yang


bergantung kepada ATP, yang dikatalisis oleh enzim karbamoil fosfat sintetase I.
Angka Romawi ini menunjukkan bentuk mitokondria enzim ini, untuk
membendakannya dari bentuk sitosolnya (II). Dalam reaksi pembentukan
karbamil fosfat ini, satu mol ammonia bereaksi dengan satu mol karbondioksida
dengan bantuan enzim karbamilfosfat sintetase. Reaksi ini membutuhkan energy,
karenanya reaksi ini melibatkan dua mol ATP yang diubah menjadi ADP.
Disamping itu sebagai kofaktor dibutuhkan Mg2+ dan N-asetil-glutamat.
CO2 + NH3 + 2ATP + H2O OPO-OO- + 2 ADP + Pi H2NCOMg2+ N-asetil
glutamat Karbamoil fosfat Go=-3,3 kkal/mol
Karbamoil fosfat sintetase I merupakan enzim pengatur, enzim ini
memerlukan N-asetilglutamat sebagai modulator positif atau perangsangnya.
Karbamoil fosfat merupakan senyawa berenergi

tinggi, molekul ini dapat

dipandang sebagai suatu pemberi gugus karbamoil yang telah diaktifkan.


Perhatikan bahwa gugus fosfat ujung dari dua molekul ATP dipergunakan untuk
membentuk satu molekul karbamoil fosfat (Strayer 1995).
b.

Reaksi pada pembentukan siturulin 11


Pada tahap selanjutnya dari siklus urea, karbamoil fosfat memberikan

gugus karbamoilnya kepada ornitin untuk membentuk sitrulin dan membebaskan


fosfatnya, dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh ornitin transkarbamoilase yang
terdapat pada bagian mitokondria sel hati, yakni enzim mitokondria yang
memerlukan Mg2+.
Karbamoil fosfat + ornitin sitrulin + Pi + H+
Sitrulin yang terbentuk sekarang meninggalkan mitokondria dan menuju
ke dalam sitosol sel hati. Gugus amino yang kedua sekarang datang dalam bentuk
L-aspartat, yang sebaliknya diberikan dari L-glutamat oleh kerja aspartat
transaminase.

12

Oksalasetat + L-glutamat L-aspartat + -ketoglutarat


L-Glutamat tentunya menerima gugus amino dari kebanyakan asam amino
umum lainnya oleh transaminasi menjadi -ketoglutarat. Pemindahan gugus
amino kedua ke sitrulin terjadi dengan reaksi pemadatan di antara gugus amino
aspartat dan karbon karbonil sitrulin dengan adanya ATP, untuk membentuk
agininosuksinat. Reaksi ini dikatalisa oleh arginosuksinat sintetase sitosol hati,
suatu enzim yang tergantung kepada Mg2+ (Faqih 2012).
c.

Reaksi pada asam argininosuksinat 12


Siturulin

bereaksi

dengan

asam

aspartat

membentuk

asam

argininosuksinat. Reaksi ini berlangsung dengan bantuan enzim argininosuksinat


sintese. Dalam reaksi tersebut ATP merupakan sumber energy dengan jalan
melepaskan gugus fosfat dan berubah menjadi AMP (Faqih 2012).
Sitrulin + aspartat + ATP argininosuksinat + AMP + PPi + H+
2.2.2

Proses Siklus Urea


Tabel 1. Ringkasan Siklus Urea

Langkah

Reaktan (bahan)

Produk (hasil)

Dikatalisis
oleh

Lokasi

NH3 + HCO3- + 2ATP

Carbamoyl phosphate +
2ADP + Pi

CPS1

Mitokondria

Carbamoyl phosphate +
ornithin

Citrulline + Pi

OTC

Mitokondria

Citrulline + aspartate
+ATP

Argininosuccinate +
AMP + PPi

ASS

Sitoplasma

argininosuccinate

Arg + fumarate

ASL

Sitoplasma

Arg + H2O

Ornithine + urea

ARG1

Sitoplasma

13

Gambar 3. Siklus Urea


Reaksi secara keseluruhan dari siklus urea adalah :
NH3 + CO2 + aspartat + 3 ATP + 2 H2O urea + fumarat + 2 ADP + 2 Pi +
AMP + PPi (pirofosfat)
Karena fumarat diperoleh dari menghilangkan NH3 pada aspartat (step 3 dan 4
pada tabel) dan PP i + H2O 2 Pi, maka persamaan reaksi kimianya dapat
disederhanakan menjadi :
2 NH3 + CO2 + 3 ATP + H2O urea + 2 ADP + 4 Pi + AMP

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Nitrogen merupakan komponen penting pada protein dan asam nukleat

yang biasanya diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus
reduksi oleh proses yang bergantung pada energi, sebelum bergantung menjadi
protein dan senyawa lain dalam sel. Nitrogen merupakan salah satu unsur makro
esensial yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman menggunakan nitrogen dalam
proses pembentukan DNA, RNA, maupun protein sebagai pembangun jaringan
tubuh tumbuhan. Nitrogen dapat diserap tanaman dalam bentuk nitrat dan
amonium. Amonium adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang tidak dapat
diakumulasikan dalam jaringan tumbuhan dalam jangka waktu yang lama
Senyawa ini dapat menghambat produksi ATP. Gejala defisiensi nitrogen adalah
tanaman tumbuh kerdil dan daunnya menjadi kekuningan (klorosis).
Proses pereduksian nitrat menjadi amonium dapat terjadi dalam dua reaksi
yang berbeda yaitu yang dikatalis oleh nitrat reduktase dan pengubahan nitrit
menjadi NH4+ yang dikatalis oleh nitrit reduktase. Proses pengubahan amonium
menjadi senyawa organik terbagi atas 5 reaksi antara lain glutamine sintetase,
glutamat sintase, asparagin sintetase, transaminase, PEP karboksilase.
3.2
Saran
Makalah yang telah disusun oleh kelompok 4, dalam pembuatannya kami
sadari jika masih terdapat banyak kekurangan baik dalam format maupun sajian
yang disampaikan. Untuk itu, alangkah lebih baik apabila terdapat masukan dan
kritik mengenai hasil kerja kami agar pada kesempatan selanjutnya kami bisa
lebih baik lagi.

14

DAFTAR PUSTAKA
Harjowigeno, S. 1993. Ilmu Tanah. Akademi Presindo. Jakarta.
Hery Indranada. 1994. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Kanisius. Jakarta
Lehningler, A.L. 1987. Dasar-dasar Biokimia. Jilid II. Erlangga : Surabaya.
Strayer, L. 1995. Biochemistry. W.H freeman and Company : New York.
Champbell, Reece Mitchell. 1999. Biologi Edisi Kelima (Terjemahan).
Penerbit Erlangga. Jakarta.
Dwidjoseputro, D.1998. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Penerbit. Pt. Gramedia.
Jakarta.
http://www.edubio.info/2014/03/siklus-urea-pengubahan-amonia-menjadi.html
(Diakses pada Senin 21 November 2016 pukul 22.34 WIB)

15