Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH AGROSTOLOGI

Ciri-Ciri Rumput dan Legum


Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agrostologi
Disusun Oleh
Kelas/Kelompok : D/04
Eris Eryawanti

200110150035

M Ayatullah Jauhari

200110150098

Muhammad J Ilyas

200110150177

Nur Fadillah

200110140178

Eka Elfrida Marbun

200110140180

Ahmad Zaman N

200110140182

Bilal Ahmad P K

200110140236

Ihsan Aldi Setiawan

200110150262

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2016

I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hijauan adalah semua jenis tanaman hijau yang dapat dikonsumsi oleh ternak
ruminansia, tidak meracuni tubuh ternak, dan zat gizinya dapat memenuhi kebutuhan hidup
ternak . Hijauan secara umum merupakan sumber energi utama bagi ternak ruminansia yang
berfungsi memelihara serta membangun tanah . Hampir 90% kebutuhan pokok ternak
ruminansia bersumber dari hijauan, sehingga ternak sering disebut sebagai mesin berbahan
baku hijauan yang menghasilkan daging dan susu.
Hijauan pakan terbagi kedalam dua kelompok besar, yaitu kelompok rumput/Graminae
dan kelompok legume/Leguminosae. Keanekaragaman hijauan pakan termasuk rumput dan
legume merupakan potensi yang telah disediakan alam untuk dimanfaatkan. Memaksimalkan
hijauan pakan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dilakukan berdasarkan acuan
kebutuhan di lapangan . Pengembangannya juga dilakukan dengan mengamati kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi peternakan.
Spesies hijauan pakan di dunia berjumlah ribuan bahkan jutaan . Pemilihan spesies
tanaman dalam pengembangan, budidaya, dan pemanfaatan hijauan pakan dilakukan
berdasarkan kualifikasi hijauan pakan. Kualifikasi tersebut terdiri atas kualitas adaptasi,
kualitas nutrisi, sifat tumbuh, dan produksi hijauannya .
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa nama latin dan nama local dari setiap jenis tanaman yang telah ditentukan?
2. Apa saja ciri morfologis dan daerah asal dari setiap jenis tanaman tersebut?
3. Bagaimana lingkungan tempat hidup yang cocok bagi berbagai jenis tanaman
tersebut?
4. Bagaimana produksi hijauan pada jenis-jenis tanaman tersebut?
5. Apa saja zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis tanaman tersebut?

II
PEMBAHASAN

2.1 Sorghum vulgare

Nama Latin

: Sorghum vulgare

Nama Lokal

: Tanaman sorgum

Ciri Morfologis

: Akar serabut, biji bulat, daun


seperti jagung

Daerah Asal

: Afrika dan Asia

Lingkungan yang Cocok

Tanah
Curah hujan
Ketinggian tempat
Iklim

Produksi Hijauan

: Di tanah yang tidak subur pun bisa di budidayakan


: 375 425 mm
: 1 500 m di atas permukaan laut di indonesia
: Tropis
: Biji sorgum untuk keperluan pakan dapat digunakan

sebagai pengganti jagung tanpa menurunkan berat daging ternak. Penggunaan biji
sorgum dalam ransum pakan ternak bersifat suplemen atau pengganti jagung. Daun
dan batang segar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternakBatang dan daun sorgum
dapat dimanfaatkan untuk membuat etanol.
Kandungan Zat Makanan : Bahan Pangan Kalori (332 kal) , Protein (11 g) Lemak
(3,30 g) Karbohidrat (73 g) Air (11,20 %) Serat (2,30 %) Ca (28 mg) P (287 mg) Fe
(4,4o mg) Sorgum Sumber (Beti, dkk. 1990)

2.2 Zea mays


Nama Latin

: Zea mays ssp. Mays

Nama Lokal

: Jagung

Ciri Morfologis
: Tinggi rata-rata 2,0 sampai 2,5
m, Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga
ruas teratas sebelum rangkaian bunga jantan (malai), jagung
berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 80 cm
meskipun sebagian besar berada pada kisaran 20 cm, Batang jagung tegak dan mudah
terlihat, Batangnya beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.
Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung zat kayu (lignin), Daun jagung
merupakan daun sempurna, memiliki pelepah, tangkai, dan helai daun. Bentuknya
memanjang. Antara pelepah dan tangkai daun terdapat lidah-lidah (ligula), Susunan bunga
jagung adalah diklin: memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah dalam satu
tanaman (berumah satu atau monoecious). Bunga tersusun majemuk, bunga jantan tersusun
dalam bentuk malai
Daerah Asal

: Meksiko, Amerika Tengah

Lingkungan yang Cocok


: Jagung dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, asalkan
ketersediaan air dan hara tercukupi dan akar mampu tumbuh dengan baik. Perakaran jagung
tidak dalam, sehingga lapis olah tidak boleh terlalu keras. Kebutuhan hara jagung tinggi,
terutama terhadap nitrogen dan fosfor. Jagung menyukai tanah dengan kemasaman netral (pH
5 - 6,5). Penanaman jagung di tanah masam, seperti gambut dan podsolik merah kuning
(PMK), memerlukan pengapuran, pengatusan (drainasi) yang baik, serta kultivar yang
toleran. Tempat dengan curah hujan 85-200 mm per bulan, suhu udara 23-27C (ideal), dan
pH tanah 5,6-7,5 adalah tempat terbaik. Jenis tanah tidak terlalu penting, asalkan aerasi baik
dan ketersediaan air mencukupi. Air yang cukup pada fase pertumbuhan awal, dan fase
pembungaan serta pengisian biji adalah kritis bagi produksi jagung pipilan.
Produksi Hijauan
: Untuk unggas dapat diberikan dalam bentuk utuh (pakan
burung dara), dipecah (pakan burung pengicau), dihaluskan, sampai berbentuk bubuk.Saat ini
jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.Lebih dari itu, saripati jagung dapat
diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu
perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku
casing komputer yang siap dipasarkan
Kandungan Zat Makanan : Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada
pada endosperma. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering
biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin.
Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan
ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan
sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi
mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.
2.3 Arachis hypogaea

Nama Latin

: Arachis hypogaea

Nama Lokal

: Kacang tanah

Ciri Morfologi

: Untuk yang tipe tegak jenis Kacang ini

tumbuh lurus atau sedikit miring keatas, buahnya terdapat pada ruasruas dekat rumpun, umumnya pendek genjah dan kemasakan buahnya
serempak. Untuk tipe menjalar tumbuh kearah samping, batang utama berukuran
panjang, buah terdapat pada ruas-ruas yang berdekatan dengan tanah dan umnya berumur
panjang. Tipe menjalar lebih disukai karena memiliki potensi hasil lebih tinggi.
Daerah Asal

: Tanaman ini tumbuh di Benua Amerika, lebih tepatnya di

Brazillia
Lingkungan yang Cocok

: Jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. Curah

hujan yang sesuai dengan tanaman ini antara 800-1.300 mm/tahun. Ketinggian tempat yang
baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 mdpl. Dan
beriklim tropis.
Produksi Hijauan

: Tanaman Kacang tanah bisa dimanfaatkan untuk makanan

ternak, sedang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain. Di
Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri
pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran
minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya,
kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau
merupakan pupuk hijau.
Kandungan Zat Makanan : Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang
tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K,
lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi
dari daging, telur dan kacang soya. Lalu Kacang tanah mengandung Omega 3 yang
merupakan lemak tak jenuh ganda dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal.
Dalam 1 ons kacang tanah terdapat 18 gram Omega 3 dan 17 gram Omega 9.

2.4 Arachis pintoi


Nama Lokal

: Kacang hias/ Pinto peanut

Akar serabut memilki nodul


Batang Herbaceous & Stolon
Ciri Morfologis

Daun Tetrafoliate, bentuk oval. Lebar 1,5 cm dan


Panjang 3 cm.
Bunga Kupu-kupu, berukuran 12-17 mm

Daerah Asal

Amerika Selatan
Tanah lempung berpasir (Sandy loam)
Curah hujan > 1.000 mm / tahun
Ketinggian 500 m dpl
Iklim Sub tropis dan Tropis
Produksi Segar : 12-13 ton/tahun
Produksi Kering : 3-4 ton/tahun
Produktivitas pada naungan 55% lebih tinggi
dibanding produktivitas pada kondisi tanpa naungan
(435,4 vs 151,1 g/m2 untuk dataran rendah beriklim
basah dan 360,4 vs 302,1 g/m2 untuk dataran tinggi
beriklim kering).
Protein kasar 13-25%
Serat Kasar 30,6 %
Energi 54%
Kalsium 1,5%
Fosfor 0,2%
Tanin Rendah

Habitat

Produksi Hijauan

Kandungan zat makanan

2.5 Bauhinia malabarica


Nama Latin

: Bauhinia malabarica

Nama Lokal

: Bunga kupu-kupu, areuy

kukupu, kripi (Sunda), kendayakan kupu-kupu, benculuk,


tayuman (Jawa)
Ciri Morfologi

: Tanaman berjenis perdu

kecil, dengan bungan berwarna putih. Dikenal dengan bunga


kupu-kupu karena daunnya berbentuk seperti kupu-kupu.
Dilengkapi dengan polong berwarna dan berbentuk lonjong, berukuran sekitar 25 cm. Tiap
polong berisi 5-8 biji.
Daerah Asal

: Daratan Asia

Lingkungan yang Cocok

: Dapat hidup di daerah yang kering, tumbuh di hutan jati, di

daerah dengan musim kemarau yang keras, serta tanah yang miskin unsur hara terutama di
Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tumbuh di ketinggian 400 meter dpl, dan curah hujan 8001300 mm per tahun . Cocok di iklim tropis maupun subtropis.
Produksi Hijauan

: Leguminosa ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak

karena cukup palatabel khususnya untuk ruminansia besar. Pada domba pemberian daun ini
meningkatkan konsumsi makanan. Produksi bahan kering rata-rata 1-1,7 kg/pohon pada umur
2 tahun. Leuguminosa ini juga tahan pangkas
Kandungan Gizi

: Kandungan protein kasar 19 % dan mengandung cukup

banyak glukosa. Kegunaan tanaman ini selain produksi hijauan juga dari kulit batangnya
dicampur dedak atau rumput untuk menambah selera makan Kuda.

2.6 Cajanus cajan

Nama Latin

: Cajanus cajan

Nama Lokal

: yellow dahl (Inggris); pois

cajan (Perancis); straucherbse (Jerman); kacang kayu (Jawa)


, gude/kacang hitam
Ciri Morfologi

: Tumbuhan sebagai perdu

tegak, tinggi 1 - 2 m. Batang berkayu, bulat, beralur,


berbulu, hijau kecoklatan. Daun berkumpul tiga, bertangkai pendek. Helai daun bulat telur
sampai elips, tersebar, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya
hijau. Perbungaan majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk tandan, karangan bunga 15 - 30
cm, mahkota bentuk kupu-kupu, kuning. Buah polong pipih, panjang putih keabu-abuan,
kuning, coklat atau hitam, dengan 2-9 biji/polong.
Daerah Asal

: Daratan asia dan afrika

Lingkungan yang Cocok

: Dapat ditanam pada berbagai macam tekstur tanah, dari

berpasir hingga tanah liat tetapi memerlukan pengairan yang bebas. Tumbuh baik pada pH 57 tetapi dapat mentoleransi pH 4.58.4. Sensitive terhadap salinitas tinggi, Sangat toleran
terhadap kekeringan, mampu tumbuh lebih dari 6 bulan pada musim kering dengan curah
hujan <300>35C dengan kelembaban dan kesuburan tanah cukup, tetapi umumnya tumbuh
pada temperature 1830C. Dapat tumbuh di ketinggian tetapi pertumbuhan diperlambat oleh
temperature rendah.
Produksi Hijauan
dibudidayakan

sebagai

Cajanus

tanaman

cajan

pangan

(gude

atau

atau

digunakan

kacang

gude)

sebagai

di

pupuk

Jawa
hijau.

Keanekaragaman kultivar dan banyaknya cara yang dapat digunakan dalam sistem
penanamannya telah membuat gude populer di kalangan petani skala kecil. Cajanus cajan
merupakan major pulse crop di daerah semiarid tropic, dan telah digunakan berabad-abad
dalam intercropping system, dan merupakan sumber ideal untuk makanan hewan, bahan
pangan, dan bahan bakar (kayu bakar) di sistem agroforestry.
Kandungan Zat Makanan : 1,1.2% air, 14.8 protein kasar, 28.9 serat kasar, 39.9 ekstrak
N-bebas, 1.7 lemak, dan 3.5 abu. (Duke, 1981a)
2.7 Calliandra calothyrsus

Nama Latin

: Calliandra calothyrsus

Nama Lokal

: Kaliandra

Ciri Morfologi

: Semak /pohon kecil, tinggi 4

6 m, diameter batang berukuran 30 cm, kulit batang berwarna


coklat kehitaman. Daun majemuk menyirip ganda, berseling
dengan jarak antar ruas 1017 cm. Perbungaan terdiri dari beberapa atau banyak bunga,
bunga berkelompok di bagian ujung membentuk tandan berukuran 1030 cm. Tiap bunga
berwarna merah keunguan berukuran 46 cm. Buah kering, panjang 811 cm dan lebar 1
cm. Biji berjumlah 315, berbentuk elips dan pipih, berukuran 57 mm, berwarna coklat
kelam.
Daerah Asal

: Calliandra calothyrsus merupakan tumbuhan asli dari daerah

lembab di Amerika Tengah, yaitu dari Meksiko hingga ke barat-laut Panama.


Lingkungan yang Cocok

Ketinggian
: 01300 m dpl
Curah hujan tahunan
: 7003000 mm
Tanah
: Tipe tanah yang umumnya adalah cambisols, acrisols
dan nitosol. kondisi tanah berkisar antara subur dan relatif tidak subur, dan dari

tanah asam hingga agak basa.


Iklim
: Daerah yang curah hujannya berkisar antara 1000 dan 4000
mm, meskipun populasi tertentu terdapat di daerah yang curah hujan tahunannya
hanya 800 mm. Jenis ini terutama terdapat di daerah yang musim kemaraunya
berlangsung selama 2-4 bulan (dengan curah hujan kurang dari 50 mm per bulan).

Produksi Hijauan

: C. calothyrsus kaya protein, tetapi kandungan energi yang

dapat dicerna relatif rendah. Bagian yang dapatdimakan mengandung 20-25% protein mentah
sehingga sesuai sebagai tambahan protein bagi ternak yang makanan utamanya rumput atau
jenis makanan lain yang kualitas proteinnya rendah. Namun pemberiannya sebaiknya dibatasi
paling banyak 30-40% berat segar seluruh makanan, sebab jika lebih banyak, tidak akan
dimanfaatkan seluruhnya.
Kandungan Zat Makanan : Seluruh bagian tanaman kaliandra yang dapat dimakan ternak
memiliki kandungan protein kasar antara 20 25 %, sehingga sangat cocok sebagai pakan
tambahan bagi ternak ruminansia yang hanya diberi rumput saja (Paterson, 1996)
2.8 Calopogonium muconoides

Nama Latin

: Calopogonium muconoides

Nama Lokal

: Kalopo/Kacang Asu

Ciri Morfologis

: Tumbuhan yang tumbuh cepat

dengan menjalar, membelit atau melata. Panjang hingga


beberapa meter, membentuk sekumpulan daun yang tak
beraturan dengan ketebalan 30-50 cm, dengan batang padat
berrambut-rambut.Berdaun tiga, panjang tangkai daun hingga 16 cm. Daun berbentuk
menjorong, membundar telur atau mengetupat-membundar telur, bagian lateral menyerong,
kedua permukaan menggundul. Bunga tandan lampai, panjang hingga 20 cm, bunga dalam
fasikulum berjumlah 2-6, berwarna biru atau ungu. Polong memita-melonjong, lurus atau
melengkung, dengan rambut coklat kemerahan diantara biji, biji berjumlah 3-8. Biji
berbentuk persegi padat dengan panjang 2-3 mm, berwarna kekuningan atau coklat
kemerahan.
Daerah Asal

: Amerika tropis dan Hindia Barat

Lingkungan yang Cocok

Kalopogonium dapat tumbuh mulai dari pantai hingga ketinggian 2000 m, tetapi dapat
beradaptasi dengan baik pada ketinggian 300-1500 m. Kacang ini cocok pada iklim
tropis lembab dengan curah hujan tahunan lebih dari 1250 mm. Kacang ini tahan
terhadap kekeringan tapi mungkin akan mati pada musim kering yang lama. Dapat
tumbuh dengan cepat pada semua tekstur tanah, walaupun dengan pH rendah antara
4.5-5.
Produksi Hijauan

: Tanaman ini biasanya ditanam untuk makanan hewan,

digunakan terutama sepanjang di akhir musim kering.


Kandungan Zat Makanan : Hijauan ini mengandung protein kasar sekitar 15% dengan
kandungan serat kasar yang cukup tinggi sekitar 35.20%.

2.9 Centrosema pubescens

Nama Latin

: Centrosema pubescens

Nama Lokal

: Sentro/Centro/Butterfly pea

Ciri Morfologis

Batangnya

tumbuh

menjalar,

memanjat dan melilit. Daun trifoliat berbentuk elips panjang 1-7


cm dan lebar 4,5 cm, ujungnya meruncing tajam dan berwarna
hijau. Panjang tangkai daun 5.5 cm. Bunga berbentuk kupu-kupu
berwarna violet keputih-putihan. Buah kering panjang 9-17 cm,
polong, pipih, ujung buah meruncing, mengandung 12-20 biji. Biji berbentuk kecil
memanjang, berwarna hijau pada waktu muda, kecoklat-coklatan setelah tua.
Daerah Asal

: Amerika Tengah dan Selatan

Lingkungan yang Cocok

Sentro

tumbuh di daerah tropika,

iklim

tropis-lembab,

ketinggian 600 900 m dpl, dan curah hujan 800- 1.500 mm. Tumbuh pada semua tipe tanah,
dari tanah pasir berhumus hingga tanah liat, optimal pada keasaman relative. Tahan musim
kemarau sekitar 3 4 bulan, melebihi itu akan mati. Toleran drainase buruk dan intoleran
suhu rendah < 15C.
Produksi Hijauan

: Sentro termasuk jenis legum yang ditanam untuk pakan ternak

dan potensial menghasilkan biji yang diperkirakan sekitar 340-680 kg/ha/tahun dan untuk
mendapatkan biji yang komersial dihasilkan sekitar 140180 kg/ ha/tahun, ini dikarenakan
pemasakan biji yang tidak seimbang atau tidak merata.
Kandungan Zat Makanan

: BK 88,99; PK 23,24; SK 8,8; Ekstrak Eter 3,32; Abu

9,14; BETN 55,5; Ca 1,22; K 1,85; P 0,54, Mg 0,3; Sodium 0,17; Zn 40,01; Fe 20,01; Oksalat
0,037; Filtat 0,48; Tannin 2,81; Energi Bruto 4354 (dalam %)

III
KESIMPULAN

Leguminosa merupakan salah satu hijauan sumber energi utama bagi ternak
ruminansia. Hampir 90% kebutuhan pokok ternak ruminansia bersumber dari hijauan,
sehingga ternak sering disebut sebagai mesin berbahan baku hijauan yang menghasilkan
daging dan susu. Di dalam leguminosa ini terkandung banyak zat makanan yang dapat
memenuhi nutrisi tubuh bagi ternak ruminansia.

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, Syamsudin. 2012. Hijauan Pakan Tropik. IPB Press. Bogor

Stewart, J. Mulawarman, J.M. Roshetko dan M.H. Powell. 2001. Produksi dan pemanfaatan
kaliandra (Calliandracalothyrsus): Pedoman lapang. International Centre for Research
in Agroforestry (ICRAF), Bogor, Indonesia dan Winrock International, Arkansas, AS.
63 halaman.