Anda di halaman 1dari 2

Kecemasan / Ansietas

A. Pengertian
1. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan
dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidak memiliki
objek yang spesifik. (Stuart, 1995)
2. Ansietas adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat
dibenarkan yang disertai gejala fifiologis, sedangkan pada gangguan ansietas
terkandung unsur penderitaan yang bermakna dan gangguan fungsi yang disebabkan
oleh kecemasan tersebut (David A. Tomb, 1993)
B. Tingkat Ansietas
1

Ansietas ringan: berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari,


individu sadar, lahan persepsi meningkat (mendengar, melihat, meraba, lebih dari
sebelumnya). Perlu untuk memotivasi belajar, pertumbuhan dan kreativitas.

3. Ansietas sedang: memungkinkan seseoang untuk memusatkan pada hal yang


penting dan mengesampingkan yang lain. Sehingga seseorang mengalami tidak
perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih banyak jika
diberi arahan lahan persepsi menyempit (melihat, mendengar, meraba menurun
daripada sebelumnya). Focus pada perhatian segera.
4. Ansietas berat: lahan persepsi sangat sempit, seorang hanya bisa memusatkan
perhatian pada sesuatu dengan detail. Semua prilaku ditujukan untuk menurunkan
ansietas.
5. Panik: kehilangan control, sorang yang mengalami panik tidak mampu melakukan
sesuatu walaupun dengan pengarahan.
C. Rentang respon

Respon Adaptif

Antisipasi

Respon Maladatif

Ringan

Sedang

Berat

Panik

D. Factor predisposisi
Menurut Stuart dan Laraia (1998: 177-181) terdapat beberapa teori yang dapat
menjelaskan ansietas, diantaranya :
1

Pandangan Psychoanalytic: ansietas adalah konflik emosional yang terjadi Antara 2


elemen kepribadian- id dan super ego. Id mewakili dorongan insting dan implus
primitive, sedangan superego mencerminkan hati nurasi seseorang dan dikendalikan
oleh norma-noma budaya seseorang. Ego atau aku berfungsi menengahi tuntutan
dari dua elemen yang bertentangan dan fungsi ansietas adalah mengingatkan ego
bahwa ada bahaya.

6. Pandangan Interpersonal: ansietas timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya
penerimaan

dan

penolakan

interpersonal.

Ansietas

berhubungan

dengan

perkembangan trauma, seperti perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan


kelemahan spesifik. Orang yang mengalami harga diri rendah terutama mudah
mengalami perkembangan ansietas yang berat.
7. Pandangan prilaku: ansietas merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang
mengganggu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pakar
prilaku menganggap sebagai dorongan belajar berdasarkan keinginan dari dalam
untuk menghindari kepedihan. Individu yang terbiasa dengan kehidupan dini
dihadapkan pada ketakutan berlebihan lebih sering menunjukkan ansietas dalam
kehidupan selanjutnya.
8. Kajian keluarga: ansietas merupakan hal yan biasa ditemui dalam keluarga. Ada
tumpang tindih dalam gangguan ansietas dan antara gangguan ansietas dengan
depresi.
9. Kajian biologis: otak mengandung reseptor khusus untuk benzodiazepine. Reseptor
ini membantu mengatur ansietas. Penghambat GABA juga berperan utama dalam
mekanisme biologis berhubungan dengan ansietas sebagaimana halnya dengan
endorphin. Ansietas mungkin disertai dengan gangguan fisik dan selanjutnya
menurunkan kapasitas seseorang untuk mengatasi stressor.