Anda di halaman 1dari 4

Prosess Industri Natrium Karbonat / Soda Ash atau Na2SO4

Natrium karbonat, Na CO dalam rumus molekul, juga dikenal sebagai soda ash
2

(bubuk), soda, dan abu alkali (tepung). Kata "soda" (dari bahasa Latin Tengah)
awalnya berasal dari tanaman tertentu yang tumbuh di rawa yang mengandunggaram,
ditemukan bahwa abu tanaman ini menghasilkan alkali berguna yaitu "abu soda.". Budidaya
tanaman untuk produksi soda abu mencapai puncaknya,terutama pembangunan di abad 18 di
Spanyol, tanaman ini diberi nama barrilla, dalam bahasa inggris adalah " Barilla. abu
dari rumput laut menghasilkan abu soda,dan pembakaran Kayu menghasilkan garam abu dan
bahan aktif kalium karbonat.
Proses untuk memperoleh natrium karbonat (soda ash) telah berubah secara signifikan dari
waktu ke waktu, pada awalnya diproduksi oleh pembakaran rumput laut yang kaya natrium.
Ketika gulma dibakar, natrium akan tertinggal di abu dalam bentuk natrium karbonat

Walaupun proses ini efektif, hal itu tidak dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah
besar. Proses pembuatan Natrium karbonat ada dua macam yaitu secara sintetik dan alami.
Secara sintetik terdiri atas proses Le Blanc dan Solvay sedangkan secara alami disebut
sebagai proses Natural. Adapun penjelasan mengenai proses pembuatan Natrium karbonat
(soda ash) sebagai berikut :
A. Proses Le Blanc

Proses pertama yang memungkinkan produksi dalam jumlah signifikan karbonat


natrium merupakan proses sintetis yang dikenal sebagai proses LeBlanc, yang dikembangkan
oleh ahli kimia Prancis Nicolas LeBlanc (1742-1806). Dalam proses ini, garam bereaksi
dengan asam sulfat untuk menghasilkan natrium sulfatdan asam klorida.

Natrium sulfat dipanaskan di hadapan batu kapur dan batubara dan campuran yang
dihasilkan mengandung kalsium sulfat dan natrium karbonat, yang kemudian diekstrak.

masalah yang signifikan dengan proses LeBlanc, termasuk biaya tinggi dan polusi yang
signifikan, terinspirasi seorang insinyur kimia Belgia bernamaErnest Solvay (1838-1922)
untuk mengembangkan proses yang lebih baik untuk membuat karbonat natrium.
Proses Le Blanc ini didasarkan atas pemanggangan salt cake (kerak garam) dengan
karbon dan gamping di dalam tanur putar dan sesudah itu mengeraskan hasilnya dengan air.
Produk kasar dari reaksi ini disebut black ash (abu hitam). Pengerasan dilakukan pada waktu
dingin, pada pengerasan ini berlangsung hidrolisis sebagian sulfida. Ini kemudian diubah lagi
menjadi karbonat melalui pengolahan dengan gas yang mengandung karbon dioksida yang
berasal dari tanur abu hitam. Larutan natrium karbonat yang dihasilkan, dipekatkan sehingga
menghasilkan Natrium karbonat yang kemudian dikeringkan atau dikalsinas
Reaksi :

B.

Proses Solvay
Proses Solvay menggunakan brine (NaCl), batu kapur (CaCO3), sebagai bahan baku dan
menggunakan ammonia sebagai reagen siklus. Adapun reaktor yang digunakan
adalah Packed tower. Natrium karbonat yang dihasilkan berupa light sodium
carbonat dan dense sodium carbonat sesuai dengan kebutuhan pabrik yang menggunakannya
Reaksi reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Proses Solvay sebagai contoh proses siklus dalam industri kimia (hijau = reaktan, hitam =
antara,
produk
=
merah).

Jika dibandingkan antara proses Le Blanc dan Solvay, maka proses Solvay lebih
menguntungkan dikarenakan proses Solvay berjalan pada suhu rendah, reaksi berjalan pada
fase cair-gas, konversi yang dihasilkan besar, dan Natrium yang dihasilkan lebih
berkualitas.By-product yang dihasilkan dari proses Solvay dapat dijual kembali.
C.

Proses Natural
Bahan baku yang digunakan pada proses natural ini adalah burkeite
crystal(Na2CO3.2Na2SO4) yang telah dipisahkan dari impuritasnya. Crude burkeite
crystal yang terdiri atas Li2NaPO4 dan Na2CO3.2Na2SO4 dipisahkan sedangkan filtratnya
dipekatkan menjadi Na2SO4.10H2O ( garam Glaubers ).Garam Glaubers disaring

meninggalkan mother liquor yang kaya akan Natrium karbonat. Kristal soda murni diperoleh
dengan didinginkan dalam tangki pendingin, kemudian disaring (filter) lalu masuk ke
pengering (dryer).
Reaksi keseluruhan :
Na2CO3.2Na2SO4 (s) Na2CO3 (s) + 2Na2SO4 (aq)
Dilihat dari ketersediaan bahan baku, proses Natural tidak mungkin dilakukan di Indonesia
karena bahan baku yaitu endapan trona tidak terdapat di Indonesia. Jadi proses yang mungkin
dilakukan di Indonesia adalah proses Le Blanc dan Solvay.
Berikut ini akan diuraikan keuntungan dan kerugian dari kedua proses di tinjau dari
kedua aspek tersebut : Tabel 1.3. Perbandingan aspek teknis dan ekonomis antara
proses Solvay dan Le Blanc
Proses leblanc
Aspek teknis
a. Proses
1. Bahan baku
2. Hasil samping
3. Kemurnian produk
4. Korosifitas bahan
b. Operasi
1. Tekanan
2. Suhu

Proses solvay

NaCl padat
H2SO4
CaS
96,8%

NaCl jenuh, batu


Kapur
CaCO3CaCl2
97%

Tinggi
Tinggi

4,5 atm70oC
Sedang

Aspek dampak lingkungan

Tinggi

Dengan membandingkan aspek-aspek tersebut maka dipilih proses yang lebih


menguntungkan secara komersial yaitu dengan proses Solvay.
Reaksinya adalah sebagai berikut :
1. Reaksi yang terjadi pada kiln:
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
CaO (s) + H2O (l) Ca(OH)2 (aq)

HR 298 = 42.596,60 kkal/kmol


HR 298 = -26.134,46 kkal/kmol

Reaksi yang terjadi dalam converter:


NaCl (s) + H2O(l) + NH3 (g) NH4OH (aq) + NaCl (aq) HR 298 = 262.513,02 kkal/kmol
Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
2 NH4OH + CO2 (NH4)2CO3 + H2O
(NH4)2CO3 + CO2 + H2O 2 NH4HCO3
2 NH4HCO3 + 2 NaCl 2 NaHCO3 + 2 NH4Cl

HR 298 = -2,674,95 kkal/kmol


HR298 = 34.981,13 kkal/kmol
HR 298 = -140.959,159 kkal/kmol

Reaktor yang digunakan adalah jenis reactor packed tower.


a. Reaksi yang terjadi dalam calciner :
2 NaHCO3 Na2CO3 + H2O + CO2
HR 298 = -3.501,764 kkal/kmol
Reaksi yang terjadi dalam ammonia still :
2 NHCl+Ca(OH)2 CaCl2 + 2NH3 + 2H2O
HR 298 = 135.983,52 kkal/kmol
Diposkan oleh Dwi Arif Sulistiono di 13.14
Kirimkan Ini lewat Email

http://chemist07.blogspot.com/2014/03/prosess-industri-natrium-karbonatsoda.html