Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

DOSEN PENGAMPU: WILDA SRIHASTUTY HANDAYANI PILIANG, S.Pd., M.Pd

DI SUSUN OLEH
NURFAZIRA

(150202022)

INDRI RAHAYU (150202042)

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
2016

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami
ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT
yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini.
Makalah ini berisikan tentang perkembangan Bahasa Indonesia.Kami menyadari makalah
yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat
membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih.
Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.

Pekanbaru, 12 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang ....................................................................................

1.2

Rumusan Masalah ...............................................................................

1.3

Tujuan .................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1

Hakikat Bahasa Indonesia...................................................................

2.2

Pengertian Bahasa indonesia...............................................................

2.3

Fungsi Bahasa Indonesia.

2.4

Kedudukan Bahasa Indonesia.........................................................

2.5

Perkembangan bahasa Indonesia.........................................................

BAB III PENUTUP


3.1

Kesimpulan .......................................................................................

3.2

Saran .................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai =nsure
perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas =nsure-unsur bunyi ucapan manusia dan
digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah
yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.
Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa
Indonesia dahulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis
yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku,
bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan
nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing.
Pada tahun 1928 bahasa melayu mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada tahun tersebut
para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaan menetapkan bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia, keputusan ini dicetuskan melalui sumpah pemuda.
Dan baru setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 18 Agustus Bahasa Indonesia
diakuisecaraYuridis.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Apakah hakikat bahasa Indonesia itu?


Apa fungsi bahasa Indonesia itu?
Apakah yang dimaksud fungsi bahasa Indonesia?

Bagaimana kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia?


5. Bagaimana Perkembangan Bahasa Indonesia

I.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian dan hakikat bahasa Indonesia.
2. Untuk mengetahui Fungsi serta Kedudukan Bahasa Indonesia
3. Untuk Mengetahui perkembangan bahasa Indonesia.
1
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Hakikat Bahasa Indonesia
Banyak ahli yang menjelaskan hakikat atau pengertian bahasa. Chaer memberikan ciriciri yang menunjukkan hakikat bahasa antara lain, bahwa bahasa itu sebuah sistem lambang,
berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi
Ahli lain yang mendefinisikan hakikat bahasa adalah Bloch & Trager yang dikutip oleh
Hasan Lubis, sebagai berikut :Language is a system of arbitrary vocal symbol(bahasa adalah
sebuah sistem lambang-lambang vokal yang bersifat arbitrer) Berdasarkan pendefinisian
tersebut, Lubis menandai empat hal yang menjadi ciri bahasa, yaitu sistem, artinya keteraturan,
dimulai dari bunyi-bunyi, fonem-fonem, morfem-morfem, kata-kata, dan kalimat-kalimat yang
semuanya mempunyai sistem atau aturan. Sistem bahasa yang disusun tersebut dilambangkan
dengan lambang bahasa yang memiliki makna. Vokal, dalam definisi yang disampaikan oleh
Lubis mengacu pada alat ucap, ia mengatakan bahwa bahasa adalah lambang-lambang yang
diucapkan dengan teratur. Sedangkan pengertian arbitrer ia jelaskan dengan istilah manasuka.
Semenara Prof, Anderson mengemukakan delapan prinsip dasar mengenai hakikat
bahasa:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bahasa adalah suatu system


Bahasa adalah vocal
Bahasa tersusun dari lambang-lambang mana suka
Setiap bahasa bersifat khas, unik
Bahasa dibangun dari kebiasaan-kebiasaan
Bahasa adalah alat komunikasi
Basasa berhubungan erat dengan budaya asalnya
Bahasa itu berubah-ubah.
H. Dauglas Brown, setelsh menelaah batasan bahasa dari enam sumber, membuat

rangkuman sebagai berikut:


1. Bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif
2. Bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbiter
2
3.
4.
5.
6.

Lambang tersebut terutama sekali bersifat vokal tetapi mungkin juga bersifat visual
Lambang itu mengandung makna konvensional
Bahasa dipergunakan sebagai alat komunikasi
Bahasa beroprasi dalam suatu masyarakat bahasa atau budaya

7. Bahasa pada hakikatnya bersifat kemanusiaan, walaupunn mungkin tidak terbatas pada
manusia saja
8. Bahasa diperoleh semua orang atau bangsa dengan cara yang hamper bersamaan; bahasa
dan belajar bahasa mempunyai ciri-ciri kemestaan.
Beradasrkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat bahasa itu adalah
sebuah sistem yang terdiri atas subsistem-subsistem yang memiliki aturan tersendiri, sistem
bahasa tersebut dilambangkan dengan lambang bunyi bahasa yang memiliki makna dan bersifat
arbitrer yang berdasarkan konvensi masyarakat tutur (Speech Community). Selain itu, bahasa
bersifat produktif artinya dengan unsur yang terbatas dapat menghasilkan ujaran yang tidak
terbatas serta bahasa akan berubah seiring perkembangan zaman dan manusia karena bahasa
bersifat dinamis dan manusiawi atau hanya dimiliki dan dipakai atau digunakan oleh manusia.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu
memakai bahasa sebagai alat penyampai pesan, ide, gagasan dan pikirannya pada orang lain.
Wardhaugh mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia baik tertulis
maupun lisan. Dengan demikian, sangat jelas sebagai alat komunikasi, manusia memakai bahasa
sebagai jembatannya dan secara tidak langsung manusia telah menggunakan fungsi bahasa.
2.2 Pengertian Bahasa indonesia
Bahasa diciptakan sebagai alat komunikasi universal yang diharapkan dapat dimengerti oleh
setiap manusia untuk melakukan suatu interaksi sosial dengan manusia lainnya. Bahasa terdiri
atas kumpulan kata atau kalimat yang dari masing-masing susunan kata memiliki makna untuk
mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan seseorang.
Indonesia adalah suatu Negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau yang terbentang luas dari
sabang sampai marauke. Oleh karena itu Indonesia memiliki beragam bahasa yang berbeda dari
tiap-tiap daerah. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang digunakan oleh warga Negara
Indonesia dan sebagai bahasa persatuan antar warga.
3
2.3

Fungsi Bahasa Indonesia

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :


1. Lambang kebangsaan
2. Lambang identitas nasional
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya

4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial
budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai :
1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3. Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan
4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berbicara mengenai fungsi bahasa sebagai alat komunikasi manusia, beberapa ahli telah
menjabarkan fungsi-fungsi bahasa tersebut. Finocchinario yang dikutip oleh Lubis membagi lima
fungsi bahasa yaitu :
1.

Fungsi Personal, adalah kemampuan pembicara dalam hal pembicaraannya, misalnya

cinta, kesenangan, kekecewaan, kesusahan, kemarahan dan sebagainya.


2.
Fungsi Interpersonal, adalah kemampuan untuk membina dan menjalin hubungan kerja
dan hubungan sosial dengan orang lain, misalnya rasa simpati dan rasa senang atas keberhasilan
orang lain, kekhawatiran dan sebagainya.
3.
Fungsi Direktif, memungkinkan pembicara untuk mengajukan permintaan, saran,
membujuk, meyakinkan dan sebagainya.
4.
Fungsi referensial, yang berhubungan dengan kemampuan untuk menulis atau berbicara
tentang lingkungan kita yang terdekat dan juga mengenai bahasa itu sendiri
5.
Fungsi Imajinatif, kemampuan untuk dapat menyusun irama, sajak, cerita tertulis
maupun lisan

4
Sementara itu, Halliday yang dikutip Tarigan membagi fungsi bahasa ke dalam tujuh fungsi,
yaitu :
1. Fungsi Instrumental, melayani pengelolaan lingkungan, menyebabkan peristiwa-peristiwa
tertentu terjadi.
2. Fungsi regulasi, bertindak untuk mengawasi serta mengendalikan peristiwa-peristiwa.

3. Fungsi Representasional, penggunaan bahasa untuk membuat pernyataan-pernyataan,


menyampaikan fakta-fakta dan pengetahuan, menjelaskan atau melaporkan atau dengan
kata lain menggambarkan realitas yang sebenarnya seperti yang dilihat seseorang.
4. Fungsi Interaksional, bertugas untuk menjamin serta memantapkan ketahanan dan
kelangsungan komunikasi sosial.
5. Fungsi Personal, memberi kesempatan pada seseorang pembicara untuk mengekspresikan
perasaan, emosi, pribadi, serta reaksi-reaksinya yang mendalam.
6. Fungsi Heuristik, melibatkan penggunaan bahasa untuk memperoleh ilmu pengetahuan,
mempelajari seluk-beluk lingkungan.
7. Fungsi Imajinatif, melayani penciptaan sistem-sistem atau gagasan-gagasan yang bersifat
imajinatif.
Dari paparan dua ahli di atas, pada dasarnya terdapat kesamaan dalam hal pembagian fungsi
bahasa sebagai alat komunikasi manusia, tetapi yang paling mendasar yang harus dikuasai oleh
manusia sebagai pengguna bahasa untuk kepentingan komunikasi dengan manusia yang lain
adalah fungsi interaksional (Halliday), atau interpersonal (Finocchinario) karena pada dasarnya
manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa bekerja sendiri dan memerlukan bantuan orang
lain serta selalu membutuhkan hidup bersama.
2.4 Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia meruapkan bahasa yang terpenting di negara kita. Pentingnya peranan
bahasa Indonesia antara lain bersumber pada ikrar ke-3 Sumpah Pemuda 1928 dan pasal 36 UUD
1945. Disamping itu ada beberapa alasan yang ikut mengangkat derajatnya. Hal ini akan dilihat
dari jumlah penutur, luas penyebaran,dan peranannya sebagai sarana ilmu, susastra, dan
ungkapan budaya lain yang dianggap bernilai.
5
Bila dihitung, jumlah penutur bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa pertama maupun
bahasa kedua, menduduki peringkat teratas. Pertambahan jumlah penutur ini akan terus
membesar yang disebabkan oleh arus urbanisasi, perkawinan antar suku semakin besarnya warga
negara asing yang tidak lagi merasa perlu menguasai bahasa leluhurnya, dan keputusan orang
tua masa kini, dari berbagai latar budaya yang ingin menjadikan anaknya penutur asli bahasa
Indonesia.

Luas penyebaran bahasa Indonesia, dibanding dengan bahasa-bahasa Nusantara, juga


menduduki kelas teratas. Ia dipakai sebagai bahasa setempat di pantai timur Sumatra, Riau,
Bangka, daerah pantai Kalimantan. Sebagai jenis kreol, bahasa ini dipakai di Manado, Ternate,
Ambon, Banda, Larantuka, dan Kupang. Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dipakai dari
Sabang sampai Merauke. Malahan, meskipun di kalangan terbatas, ia dipakai dan dipelajari di
Australia, Filipina, Jepang, Korea, Rusia, India, Ceko, Jerman, Prancis, Nerlandia, Inggris,
Amerika, sebagai bahasa asing. Ini masih ditambah lagi oleh bahasa Malaysia, bahasa Melayu di
Singapura dan Brunei, yang bila ditinjau dari sudut linguistik merupakan bahasa yang sama.
Ditinjau dari segi peranannya, bahasa Indonesia bukan saja sebagai bahasa susastraseperti halnya bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Minangkabau-tetapi lebih dari itu ia berperan
sebagai sarana utama, disamping bahasa asing di bidang ilmu, teknologi, dan peradaban modern
manusia Indonesia. Ini bisa kita saksikan dengan mudah dewasa ini.
2.5

Perkembangan bahasa Indonesia

Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai
terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904
Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi
ejaan Wilkinson.Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan kitab logat melayu (dimulai tahun
1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Mamoer dan Moehammad Taib Soetan
Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de
Volkslectuur (Komisi Bacaan Rakyat KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi
Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A.Rinkes, melancarkan
program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi
dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua
tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan.
6
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Tersebarnya bahasa daerah tertentu ke wilayah lain di wilayah Nusantara tentunya
memungkinkan terjadinya persaingan antarbahasa daerah tersebut. Hal ini perlu disikapi secara

serius oleh para pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah. Kalau dibiarkan pergesekan
antarbahasa daerah tersebut, dikhawatirkan akan menjadi pemicu disintegrasi bangsa. Apalagi
wilayah Indonesia memiliki banyak pulau dan memiliki banyak ragam budaya, hal ini tentunya
akan berimbas kepada persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mempersatukan bangsa yang
berbeda-beda budaya, salah satunya adalah dengan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu bangsa. Sampai saat ini, bahasa
Indonesia belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang
berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat
menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi efektif, berdampingan dan bersama-sama
dengan bahasa daerah yang ada di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai
aspek kehidupan dan kebudayaan. Hal ini pulalah yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai
sarana pertahanan bangsa.
3.2 SARAN
Sebagai warga negara yang berbudi luhur, hendaknya kita bisa melestarikan bahasa Indonesia
sebagai alat komunikasi melalui interaksi sosial dan menjaga lambang identitas kebanggaan
nasional dan sebagai pemersatu berbagai golongan sosial serta sebagai alat penghubung antar
budaya.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan dan Dendy Sugono. 2000. Politik Bahasa. Jakarta: Pusat Bahasa.
Finoza, Lamuddin. 2008. Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Non Jurusan. Cetakan ke-16,
revisi (3). Jakarta : Diksi Insan Mulia
Waridah, Ernawati. 2008. EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan. Jakarta. :KawanPustaka

Hs, Widiono. 2005. Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Di Peruruan Tinggi).
Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.