Anda di halaman 1dari 13

LABORATORIUM PERAWATAN DAN PERBAIKAN

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016

MODUL

: PRAKTEK GELAS

PEMBIMBING : Ir. Gatot Subiyanto, MT.

Tanggal Praktikum : 11 Mei 2016


Tanggal Penyerahan : 18 Mei 2016

Oleh :
Kelompok : I
Nama

: Ahmad Sukarya
Andhika Prayoga

(141411033)

Arina Nurul Hayati

(141411034)

Daniel Wijaya
Kelas

(141411032)

(141411035)

: 2B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kaca merupakan benda yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Kaca
banyak sekali di gunakan dalam sifat-fatnya yang khas, yaitu transparan, tahan
terhadap serangan kimia, efektif sebagai isolator listrik, dan mampu menahan
vacum. Tetapi kaca adalah bahan yang rapuh dan secara khas mempunyai kekuatan
kompresi lebih tinggi dari kekuatan tariknya.
Dari segi fisika kaca adalah zat cair yang sangat dingin dan tidak mempunyai
titik cair tertentu serta mempunyai viskositas cukup tinggi sehingga tidak megalami
kristalisasi. Hal ini terjadi karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling
berjauhan dan pendinginan (cooling) terjadi sangat cepat, sehingga partikel-partikel
silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.
Sedangkan dari segi kimia, kaca adalah gabungan berbagai oksida anorganik
yang tak mudah menguap, yang dihasilkan dari dekomposisisi dan peleburan
senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya sehingga
menghasilkan produk yang mengahasilkan struktur atom yang acak. Kaca adalah
pruduk yang mengalami vitrifikasi sempurna, atau setidak-tidaknya produk yang
mengandung amat sedikit bahan nonvitreo dalam keadaan suspensi.
Kaca atau gelas merupakan materi bening dan transparan (tembus pandang)
yang biasanya di hasilkan dari campuran silikonatau bahan silikon dioksida (SiO2),
yang secara kimia sama dengan kuarsa. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas
dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama
dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.

1.2

Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut.
1. Dapat melakukan dan mengerti bahwa pipa gelas dapat dipotong.
2. Dapat melakukan dan mengerti bahwa pipa gelas dapat dibengkokan.
3. Dapat melakukan dan mengerti cara meniup, menyambung, menarik dan bahwa
lubang dapat ditutup.

BAB II

LANDASAN TEORI
Salah satu upaya untuk menghasilkan produk reaksi bebas kontaminan adalah dengan
menggunakan reaktor dari gelas. Gelas merupakan gabungan dari bahan-bahan anorganik
non logam yang didinginkan menjadi kaku tanpa mengalami kristalisasi. Gelas juga
diikenal sebagai cairan yang kaku. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perubahan
struktur antara gelas cair dan gelas kaku. Selain dapat memiliki sifat yang transparan,
gelas juga tahan terhadap sejumlah zat kimia. Bahan pembentuk gelas yang utama adalah
kwarsa (SiO2). Sebagai bahan baku tambahan adalah CaCO 3 atau MgCO3 untuk
mempermudah peleburan dan Na3CO3 atau K2CO3 untuk menurunkan titik lebur. Kadangkadang ditambahkan pula NaNO3 atau Na2SO4 untuk membantu proses finning dan
oksidator. Selain itu, kadang-kadang ditambahkan oksida logam sebagai pewarna.
Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan
barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang
sangat halus dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan
di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat
kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau
dengan pemanasan.
Ada beberapa sifat gelas yang bisa dikatakan memiliki kelebihan dibanding dengan
material lainnya, antara lain:
a.
Sifat estetika atau keindahan
b. Sifat tembus pandang secara optik (transparan)
c. Sifat elastik
d. Sifat ketahanan terhadap zat/reaksi kimia
Namun kekurangan dari gelas adalah sifat nya yang getas dan mudah pecah.
Definisi Teknik
Gelas mempunyai beberapa definisi teknis yang tergantung dari proses pembentukan
gelas, struktur atom dan keadaan thermodinamisnya. Secara empiris:

Gelas adalah material non-organik hasil dari proses pendingan tanpa melalui proses
kristalisasi.
Definisi berdasarkan struktur:

Gelas adalah benda padat yang tidak mempunyai struktur seperti halnya keramik atau
logam.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa metode yang dapat

dilakukan untuk membuat gelas, yaitu:


a.

proses pendinginan dengan cepat

b.

proses polimerisasi
Peralatan gelas laboratorium merujuk pada berbagai peralatan laboratorium yang

terbuat dari kaca, yang digunakan dalam percobaan ilmiah, terutama dalam laboratorium
kimia dan biologi. Beberapa peralatan tersebut sekarang ada yang telah dibuat dari plastik,
namun peralatan kaca masih sering digunakan oleh karena sifat kaca yang inert,
transparan, dan tahan panas. Kaca borosilikat, dahulu dinamakan Pyrex, sering digunakan
karena sifatnya yang tahan dengan tegangan termal. Untuk beberapa aplikasi, kwarsa
digunakan oleh karena ia tahan panas dalam temperatur yang tinggi dan memiliki sifat
terawang di beberapa spektrum elektromagnetis. Di beberapa aplikasi, terutama pada botol
penyimpanan, gelas berwarna coklat tua biasanya digunakan untuk menghindarkan zat
yang disimpan dari cahaya luar. Peralatan yang terbuat dari material lainnya juga
digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya asam hidroflorida yang disimpan dalam
polietilena karena asam ini dapat melarutkan kaca.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat yang digunakan
No

Nama Alat

Gambar

Fungsi

.
1
Bahan utama pada
Tabung Oksigen
(kiri) dan Tabung

proses pembakaran

Gas LPG (kanan)

2
Sebagai bahan
Batang Gelas

yang akan
dibentuk menjadi
tabung reaksi,
pipet, dan pipa
bengkok

3
Pembakar

Alat pembakar

Bunsen

untuk membakar
gelas

4
Pisau Pemotong
Gelas

Untuk memotong
gelas

Persiapan alat dan bahan


Memotong dan mematahkan pipa gelas
Menyalakan alat burner
Membuat pipet
Membuat tabung reaksi
Membuat pipa bengkok
3.2 Langkah Kerja
Pemotongan Gelas
Membuat tanda batas pada pipa gelas yang akan dipotong dengan
cara menekan alat pemotong gelas pada pipa dan menggoreskannya
sehingga terbentuk goresan putih pada pipa
Patahkan gelas pada bagian yang terdapat goresan dengan
menekankan ibu jari sekeras mungkin sehingga pipa gelas akan
terpotong dengan simetris

Pembuatan Tabung Reaksi

Memanaskan bagian tengah pipa gelas (Sampai meleleh dan


terputus menjadi dua bagian)
Memanaskan salah satu bagian ujung pipa gelas (Sampai bagian
ujungnya meleleh dan tertutup)

Meniup ujung yang lain pipa gelas sampai terbentuk lengkungan


Pembuatan Pipet Tetessimetri pada ujung yang dipanaskan
Memotong pipa gelas menjadi 4 bagian

1 bagian dipanaskan pada burner tepat ditengah bagian untuk


dijadikan 2 pipet tetes (total 8 pipet tetes)
Tarik bagian tengah gelas yang lembek hingga putus
Bentuk gelas yang ditarik tadi akan membentuk pipet tetes
Potong ujung pipet gelas untuk memperindah bentuk dan lubang
pada ujung pipet tetes

Pembuatan Pipa Bengkok


Panaskan salah satu ujung pipa kecil sampai memerah dan mudah
dibentuk
Bengkokkan pipa sesuai keinginan dengan menarik perlahan pada
bagian yg lunak

BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1
n
o
1

Data Pengamatan
Gambar gelas

Nama gambar dan Ket gambar

Tabung Reaksi
A

D
A. Gambar Bagus : bagian bawah
tabung
berbentuk
setengah
lingkaran rapi.
B. Gambar agak Bagus : membentuk
setengah lingkaran pada ujung
tabung (agak penyok bagian
bawah).
C. Gambar tidak Bagus : tidak
membentuk setengah lingkaran
D. Gambar Bagus : tabung berbentuk
lingkaran pda ujung bawah
tabung dan permukaannya agak
halus.

2
Tabung Reaksi Gagal
Dalam pembentukannya menjadi tabung
tidak melakukan proses pembantukan
sisi bagian ujung. Sehingga bentuk pada
bagian ujung tabung tidak membentuk
lingkaran melainkan bentuk lain atau
lingkaran tak beraturan.

PIPET TETES
A. Bentuknya agak bagus : pada
bagian moncong pipet kurang
panjang dan batang pipetnya kecil
B. Bentuknya hampir bagus : batang
pipetnya panjang dan moncong
pada
pipet
mengalami
penyusutan pada saat pemanasan
sehingga pendek.
C. Bentuknya Bagus : batang pipetya

panjang dan mocong pipetnya


juga
panjang,
pada
saat
pemanasan gelas di biarkan
elastic dulu lalu di tarik perlahan
sampai pada batas tertentu.

TABUNG BENGKOK ATAU PIPA L


A

A. Bentuknya
agak
Bagus
:
lengkungan
sudah
radial
membentuk sudut 90 dan pada
sisi
luar
bengkokan
agak
mendatar.
B. Bentuk tidak Bagus : sudut tidak
radial dan sisi luar datar
C. Bentuk tidak Bagus : sudut tidak
membelok radial dan sisi luar
membentuk
lempengan
atau
datar
D. Bentuknya Bagus : terbentuk
belokan radial 90 sempurna dan
sisi luar tabung tetap bengok
membentuk pipa
TABUNG BENGKOK ATAU PIPA L
Bentuk Bagus,
Dalam kondisi yang baik, di bentuk
dengan cara memanaskan pada bagian
1/3 dari gelas. Lalu di panaskan sambil
di putar-putar agar panas yang di terima
sama pada setiap sisi gelas. Dan untuk
membentuk pola L. lekukan gelas yang
panas secara perlahan sambil di tiup dan
menutup di salah satu ujung gelas.

Gambar .1.1 Tipet Tetes, Tabung Reaksi dan Tabung


Bengkok

4.2 Pembahasan
pada praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan permentukan gelas. Gelas
yang di gunkan adalah gelas berbentuk tabung. Gelas tabung tersebut di bentuk
menjadi beberapa bentuk peralatan laboratorium teknik kimia, seperti tabung reaksi,
pipit tetes dan tabung belok (pipa L). sebelum melakukan pengerjaan, dilakukan
pemotongan gelas menggunkan alat pemotong putar.
Pembentukan tabung reaksi dilakukan dengan cara memanaskan pada bagian tengan
gelas yang dibentuk, sampai pada kondisi memuai. Setelahnya di lakukan
pengeratan atau meratakan bagian tabung yang berlebih. Membnetuk lingkaran
pada sisi ujung tabung sampai terlihat seperti tabung reaksi pada umumnya. Perlu di
perhatikan pada saat pembentukan bagian lingkaran sisi ujung tabung, pemanasan
secara menyeluruh atau sepenuhnya sehingga mudah di bentuk menjadi lingkaran.
Apabila tidak di lakukan maka ujungnya tidak akan terbentuk lingkaran
melainkan bentuk lain yang tidak beraturan.
Pembentukan pipet tetes dilakukan pada gelas ukuran yang lebih kecil. Pipet tetes
yang di inginkan tentunya memiliki bagian runcing pada ujungnya dan batangnya
besar. Hal ini dapat di peroleh dengan cara, memanaskan gelas sampai pada kondisi
melewati titid lelehnya dan gelas meleleh. Pada saat gelas meleleh di Tarik perlahan
sampai terbentuk muaian panjang gelas yang berlubang kecil. Kerat pada bagian
tengah dan perhalus ujung pipet tetes.
Pembentukan pipa L atau belok. Pemanasan yang di berikan tidak sampai melebehi
titih leleh dari gelas. Jika melebihi maka bentuk L tidak akan dapat di peroleh.
Pembentukannya di lakukan secara perlahan dengan memutar mutar bagian yang di

panasi pada gelas.. bagian yang di belokkan bagian dari gelas, sehingga akan
tampak L. untuk membentuk belokan yang radial dan tanpa merubah bentuk
diameter gelas. Pada saat pembentukan dilakukan sesekali peniupan untuk
memberikan bentuk atau efek belok radial pada gelas. Jangan telalu panas sebab
gelas akan sulit untuk di bentuk menjadi gelas belok bentuk L.
Pada percobaan ini juga selain di lakukan untuk membentuk gelas atau peralatan
kimia berbahan gelas. Juga dapat di fungsikan untuk memperbaiki keadaan perlatan
gelas yang rusak dengan cara pemotongan, pengelasan gelas dan penyambungan.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan dan Saran
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diperoleh simpulan sebagai
berikut.
1. Pastikan api yang digunakan untuk mengelas berwarna biru
2. Pengelasan gelas perlu dilakukan dengan hati-hati dan perlahan agar hasilnya
baik
3. Gunakan alat pengaman saat mengelas agar tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Gelas. http://id.wikipedia.org/wiki/Gelas (Diakses tanggal 3 Mei 2015)


Anonim.

2015.

Peralatan

Gelas

Laboratorium.

http://id.wikipedia.org/wiki/Peralatan_gelas_laboratorium (Diakses tanggal 3 Mei


2015)
Ratih, Nadia. 2014. Makalah Kaca. http://nadiaratih.blogspot.co.id/2014/03/makalahkaca.html (Diakses tanggal 3 Mei 2015)