Anda di halaman 1dari 5

M

anajemen

Menganalisis
Perusahaan

ANISHA CHARISMA PERMATASARI


115030407111068

Memahami dinamika struktur dan kompetisi industri ( gunakan model


kompetitif Porter)

Semua orang yang melakukan usaha pasti mengetahui bahwa dinamika persaingan
dalam melakukan usaha tidak selamanya dalam putaran roda yang diatas yang menjadi
pemimpin pasar. Dalam kurun 30 tahun kemudian kita tidak mengetahui bagaimana
keadaan perusahaan yang telah dibangun akankah tetap berjalan atau bahkan hal buruk
sampai gulung tikar. Hal ini dianggap situasi yang berbahaya apabila mulai saat ini tidak
memperhatikan pesaingan atau perubahan yang dilakukan pesaing, karena hal ini dapat
mengakibatkan kehilangan konsumen. Misalnya telekomunikasi, telekomunikasi sebagai
wahana bagi pertukaran informasi akan semakin memeperhatikan aspek kualitas jasa.
Selain itu perkembangan di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari
isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Begitupun PT
Indonesian Satellite Corporation, Tbk.
Sebagai perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan jasa
telekomunikasi nasional. Indosat dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai kinerja
yang cukup baik dan terbukti dengan penghargaan Asia Money Awards 1996, SWA Best
CEO Awards 1997, dan beberapa penghargaan lainnya. Dalam mengatasi persaingan
yang ketat di antara perusahaan perusahaan telekomunkasi yang tingkat persaingannya
tidak lagi domestik, tetapi bersifat internasional. Sehingga untuk

memenangkan

persaingan tersebut, tentu diperlukan suatu strategi yang tepat dan penerapan yang baik.
Dengan begitu perlunya kekuatan dalam mempertahankan perusahaan. Menurut
Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy. Michael Porter telah
mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri,
calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman yang
ditimbulkan kekuatan tersebut

adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman

pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan / kekuatan


posisi tawar pemasok. Dalam analisis PT indosat hal hal tersebut diuraikan sebagai
berikut :
1

Ancaman Masuknya Pendatang Baru


Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang menarik, dinamik, dan
pelopor dalam ekspansi global. Di sisi lain secara tidak langsung telah membuktikan
bahwa sektor telekomunikasi merupakan sektor yang paling diminati oleh perusahaan

multinasional dalam rangka ekspansi dan globalisasi. Namun berdasarkan kebijakan


pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi sudah diatur sedemikian rupa sehingga
perusahaan perusahaan yang akan masuk dalam industri ini harus benar benar
yakin apabila hanya ragu ragu akan mengalami kesulitan, selain itu untuk masuk
dalam industri ini memerlukan modal yang besar kecuali perusahaan perusahaan
yang telah mapan. Dengan begitu kemungkinan kecil adanya pendatang baru untuk
memasuki industri ini.
2

Kekuatan tawar menawar pembeli


Jumlah pelanggan dari tahun ke tahun selalu meningkat hal ini hampir 75
persen orang di seluruh dunia memakai. Orang indonesia pada umumnya tidak
memiliki daya tawar cukup kuat terhadap telekomunikasi, karena tidak memiliki
pilihan sarana telekomunikasi yang hanya terbatas dalam pilihan tertentu dan kurang
bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Sehingga melihat hal tersebut potensi pasar
telekomunikasi cukup besar dari tahun ke tahun, apalagi indonesia merupakan negara
berkembang yang masih sangat banyak yang harus digarap

Kekuatan tawar menawar pemasok


Perusahaan telekomunikasi sekarang sudah memakai kabel serat optik baik
yang ada di darat maupaun yang ada di laut sehingga jaringan kabel lama ( tembaga )
sudah tidak memadai lagi baik untuk mengakomodasi data maupun informasi. Namun
kebutuhan kabel serat optik ini sebagian besar masih diimpor dari luar negeri sehingga
apabila nilai tukar mata uang dalam negeri melemah hal ini yang menjadi bumerang.
Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi indonesia tidak terlalu lemah karena
pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan.

Ancaman dari barang atau jasa pengganti


Telekomunikasi merupakan wahana yang menghubungkan manusia satu
dengan lainnya. Sesuai dengan fungsinya sesungguhnya ada beberapa jasa pengganti
yang dapat mengambil alih fungsi tersebut dari jasa telekomunikasi antara lain : jasa
transportasi, jasa pos, jasa internet, jasa pers. Namun dengan segala kelebihan dan
kelemahannya maka pelanggan akan tetap menggunakan jasa telekomunikasi dalam
hal kecepatan dan kemudahan berkomunikasi.

Persaingan diantara perusahaan yang ada


Kondisi industri telekomunikasi Indonesia dipengaruhi oleh aturan mengenai
struktur dan bentuk kerjasama antara perusahaan swasta dan BUMN, aturan tersebut
menerangkan perusahaan swsta dapat menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar

melalui kerjasama patungan, kerjasama operasi, dan kontrak manajemen dengan PT


Telkom dan PT Indosat.
Hal hal inilah yang menjadi kekuatan agar suatu perusahaan dapat selalu bersaing dengan
yang lain. Seorang usahawan diharapkan kritis dan faham mengenai kekuatan strategi
tersebut. dinamika perlu diperhatikan dalam persaingan itu sendiri agar tidak menjadi
sebuaH boomerang. Dinamika tidak hanya terjadi dalam bentuk pergeseran persaingan
namun terjadinya perubahan struktur dan unsur-unsur yang manjadi penyebab terjadinya
dinamika tersebut. Misalnya saja PT indosat merubah segala struktur kepemimpinan dan
selalu mengeluarkan produk produk baru.

Memahami bisnis, perusahaan dan nilai industri (gunakan rantai nilai


Porter)
Beberapa waktu lalu, manajemen merasa cukup hanya dengan memfokuskan
perhatian pada pembuatan rantai pada pembuatan rantai nilai perusahaan. Namun,
sekarang manajemen mulai menyadari adanya keuntungan tambahan yang dapat
dicapai dengan menghubungkan rantai nilai satu perusahaan dengan nilai perusahaan.
Perusahaan perusahaan yang berpartisipasi dinamakan patner bisnis. Menurut porter
perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif dengan menciptakan rantai nilai (
value chain ). Rantai ini dapat membantu perusahaan untuk terfokus pada rencana
strategi yang dipilih dan berusaha untuk meraih keunggulan kompetitif. Analisis Value
Chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk.
Rantai nilai produk merupakan aktifitas yang berawal dari bahan mentah sampai
dengan penanganan purna jual. Dalam perusahaan harus menciptakan suatu nilai
dengan melakukan aktivitas aktivitas yang disebut sebagai aktivitas aktivitas nilai
aktivitas pokok terdiri dari pengumpulan logistik, untuk mendapatkan bahan mentah
dan persediaan lainnya dari penyuplai; perasional, yang mengubah bahan baku
menjadi barang jadi: penyebaran logistik, yaitu transportasi dan distribusi produk
kepada pelanggan; pemasaran dan penjualan yang mengetahui kebutuhan pelanggan
dan menerima pesanan; pelayanan untuk memelihara hubungan baik dengan para
pelanggan setelah transaksi jual beli. Sedangkan perusahaan perusahaan yang saling
berinteraksi dan terorganisasi menjadi satu dinamakan sebagai patner bisnis jadi bisnis
merupakan hal yang menjadi produk dari suatu perusahaan. untuk menciptakan
keunggulan kompetitif dan jaringan yang terbentuk dari hubungan terorganisasi ini

dinamakan sistem nilai industri, oleh sebab itu nilai ini harus ada untuk menjaga
hubungan antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya, dan untuk mencari
keunggulan yang kompetitif.