Anda di halaman 1dari 12

Sumber daya mineral merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui kembali (wasting

assets atau non renewable), dengan kata lain industri pertambangan merupakan industri tanpa
daur. Oleh karena itu industry pertambangan selalu berhadapan dengan keterbatasan, baik
lokasi, jenis, jumlah maupun mutu materialnya. Selain hal tersebut, industri pertambangan
berkewajiban memperhatikan keselamatan kerja dan menjaga kelestarian lingkungan hidup
serta mengembangkan masyarakat sekitar.
Beberapa faktor resiko yang dapat mempengaruhi usaha pertambangan adalah :
1.
2.
3.

Perubahan dalam sistem perpajakan.


Kebijaksanaan dalam lingkungan hidup.
Keadaan ekonomi yang buruk (peperangan, gejolak sosial, bencana alam, musim
kemarau dan kelaparan).
4. Harga endapan/logam yang rendah.
5. Keadaan politik yang tidak stabil.
Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi juga pertimbangan pemilik modal untuk melakukan
investasi di bidang pertambangan. Walaupun terdapat kesulitan masalah politik dan keuangan,
beberapa perusahaan pasti tetap menjajaki kesempatan invetasi di beberapa negara, misalnya di
Eropa Tengah dan Timur, di Amerika Latin (khususnya Bolivia, Chili, Peru dan Mexico) dan
Timur Tengah (khususnya Iran) dan di Asia. Afrika memiliki lebih dari 20% daratan dunia tetapi
hanya memanfaatkan 5% dari pertambangan dunia dan 4% pada eksplorasi.Investasi yang jauh
lebih jauh dipersulit oleh adanya konflik di beberapa negara. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, maka dalam mengelola sumber daya mineral diperlukan penerapan sistem
penambangan yang sesuai dan tepat, baik dari segi teknis maupun ekonomis agar perolehannya
optimal.
Suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan pencarian, penyelidikan,
penambangan, pengolahan, pemrosesan, penjualan mineral-mineral serta batuan yang memiliki
nilai ekonomis (berharga) disebut ilmu pertambangan.Tambang Terbuka adalah suatu metode
penambangan selain tambang bawah tanah dan tambang bawah air. Metode penambangan yang
segala kegiatan dan aktivitas penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan
permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar disebut
metode tambang terbuka. Sebagian besar tambang yang terdapat di Indonesia adalah tambang
terbuka yang mempunyai kontribusi besar untuk memproduksi emas, perak, tembaga, nikel,
aluminium,phospat, bijih besi, batubara dan hampir semua bahan galian C disertai bahan galian
industri dan lain-lain (lihat Tabel produksi bahan galian tambang Indonesia).
Beberapa ahli pertambangan telah melakukan klasifikasi metode penambangan terbuka dan
bawah tanah antara lain : Peele (1941), Young (1946), Lewis dan Clarck (1964). Dasar dari
pembagian metode ini adalah beberapa kombinasi subyektif dari spasial, geologi dan faktor
geoteknik. Sedangkan beberapa skema saat ini dikenalkan lebih kuantitatif atau memiliki
pendekatan sistem, tetapi menggunakan dasar pendekatan yang sama seperti Peele adalah
Morrison dan Russel (1973), Broshkov dan Wright (1973), Thomas (1978), Nicholas (1981) dan
Hamrin (1982). Untuk saat ini yang diperlukan adalah klasifikasi dari metode penambangan
yang mempunyai ciri : (H.L. Hartman, 1987).
1) Umum (dapat diaplikasi kesemua komoditi tambang, batubara dan non batubara).
2) Termasuk pada metode yang sedang berjalan dan menjanjikan sebuah metode baru yang
sedang dikembangkan tetapi belum dapat dibuktikan secara keseluruhan.
3) Mengenai perbedaan kelas metode yang besar dan biaya relatif.
Kategori yang digunakan oleh Hartman adalah:
1) Dapat diterima (acceptable) : tradisional atau baru
2) Lokal untuk tambang terbuka (atau tambang bawah tanah)

3) Kelas dan sub kelas


4) Metode
1.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TAMBANG TERBUKA
Pemilihan metode penambangan dilakukan berdasarkan pada metode yang dapat memberikan
keuntungan optimum dan bukan pada dangkal dalamnya letak endapan bahan galian tersebut,
serta mempunyai perolehan tambang (mining recovery) yang terbaik.
Keuntungan dari tambang terbuka antara lain :
1) Ongkos penambangan per ton atau per bcm endapan mineral/bijh lebih murah karena tidak
perlu adanya penyanggaan, ventilasi dan penerangan
2) Kondisi kerjanya baik, karena berhubungan langsung dengan udara luar dan sinar matahari.
3) Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa, sehingga produksi
bisa lebih besar.
4) Pemakaian bahan peledak bisa lebih efisien, leluasa dan hasilnya lebih baik, karena :
1.
2.

Adanya bidang besar (free face) yang lebih banyak


Gas-gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan dapat dihembuskan angin dengan
cepat
5) Perolehan tambang (mining recovery) lebih besar, karena batas endapan dapat dilihat
dengan jelas.
6) Relatif lebih aman, karena adanya yang mungkin timbul terutama akibat kelongsoran.
7) Pengawasan dan pengamatan mutu bijih (grade control) lebih mudah.
Kerugian dari tambang terbuka antara lain :
1) Para pekerja langsung dipengaruhi oleh keadaan cuaca, dimana hujan yang lebat atau suhu
yang tinggi mengakibatkan efisiensi kerja menurun, sehingga hasil kerja juga menurun.
2) Kedalaman penggalian terbatas, karena semakin dalam penggalian akan semakin banyak
tanah penutup (overburden) yang harus digali.
3) Timbul masalah dalam mencari tempat pembuangan tanah yang jumlahnya cukup banyak.
4) Alat-alat mekanis letaknya menyebar.
5) Pencemaran lingkungan hidup relatif lebih besar.
1.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERALATAN DAN LINGKUNGAN
Pada dasarnya perkembangan teknologi peralatan tambang terbuka bertujuan untuk
mempermudah pengoperasian dalam arti agar lebih efisien, dan untuk memperbesar jumlah
produksi.
Perkembangan-perkembangan terbaru dari peralatan tambang terbukaantara lain :
1.
Bulldozer
Saat ini, kriteria pemilihan alat pada tambang terbuka lebih banyak dan lebih de
tail menyangkut :
1.
2.
3.

Ukuran dan berat


Kenyamanan bagi operator
Kapasitas dan ukuran blade

4.
5.
6.
1.

Penyediaan suku cadang yang cepat dan ekonomis


Harga
Sistem kerja mesin yang menghemat bahan bakar
Hydraulic excavator
1.
Pengontrolan yang diperbaharui (misalnya : dilengkapi dengan Mistral Ele
ctronic Control System)
2.
Pemilihan penggunaan boom (terdapat 3 pilihan) :
3.
Mass excavation
4.
Reach
5.
Variabel geometri
6.
Misalnya untuk dipper terdapat 7 pilihan yang dapat menggali hingga 15,7
m dan angkatan 18,82 m.
7.
Umur mesin yang lama
8.
Unjuk kerja yang baik dalam waktu edar
9.
Penanganan pekerjaan yang berat
10.
Kemudahan dalam service
11.
Ruang operator yang nyaman
12.
Perbaikan mesin :

Teknologi tinggi untuk unjuk kerja yang baik

Operasi yang berwawasan lingkungan (konsep litronic)

Otomatisasi sistem kontrol


1.
Wheel loader
Wheel loader sangat membantu untuk kuari karena fleksibilitasnya. Pengembangan wheel loader
antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Pengendalian secara elektronik


Sistem pengereman yang diperbaharui (tidak lagi gesekan)
Vital sign monitor (VSM) untuk memantau unjuk kerja wheel loader
Kemampuan untuk bekerja pada berbagai jenjang
Pengembangan sistem pengontrolan untuk meningkatkan efisiensi. Pengembanganpengembangan ini telah dilakukan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing perusahaan
pembuat alat-alat berat.
1.
Rope excavator
Pengembangan-pengembangan berikut dilakukan oleh masing-masing perusahaan alat-alat
berat dengan informasi timbal balik dengan perusahaan tambang :
1.
2.

Sistem elektronik yang canggih, menggantikan sistem elektronik yang lama (Santa Fe)
Meningkatkan kemampuan rata-rata pemuatan sejak dihidupkan (Syncrude Canada
Ltd.)
3. Optimasi bucket dan boom (maroko)
4. Pengembangan BWE (yang berwawasan lingkungan)
5. Truk
Pengembangan-pengembangannya antara lain :
1.
Pengaturan kemiringan dan letak titik berat untuk memperbaiki kestabilan (Caterpillar)
2. Penambahan kemampuan dan pengurangan penggantian suku cadang (Carter)
3. Penambahan pada Range Articulated (Caterpillar)
4. Perbaikan interior, elektronik dan pilihan sistem perhitungan pemuatan (Komatsu)
1.
In-Pit Crushing
Keuntungannya adalah mengurangi biaya pemindahan material dari lokasi ke pabrik
pengolahan. Perbandingan biaya dari metode pemuatan, penghancuran dan pengangkutan di
open pit dan kuari menunjukkan pengubahan sistem penggunaan truk ke system in-pit crushing
dan menggunakan konveyor sebagai alat angkut akan lebih menguntungkan untuk tambang
open cast besar (> 500.000 ton/hari).
1.
Conveying
Sistem konveyor bergerak merupakan konsep baru untuk pemindahan material dalam kuari dan
tambang open cast (Holywell, North Wales). Sistem Nordbergs Loko Link merupakan sistem

yang terdiri dari serangkaian konveyor. Bisa digunakan secara individual maupun bersama-sama
dengan panjang radius kerja maksimum 100 m dari pemuka kerja.
1.
Anchillary Equipment
Anchillary merupakan peralatan penghancur dengan menerapkan metode penghancuran
sekunder, sehingga secara berturut-turut biaya penghancuran dari atas ke bawah makin murah.
Tahap penghancurannya adalah :

Drilling & blasting

Drop ball

Talisher impact crusher


Faktor-faktor yang mempengaruhi metode ini adalah :

Perbedaan tipe batuan secara geologi, kimia dan komposisi fisik

Kecakapan operator dalam pelaksanaannya


Perlakuan buruk terhadap lingkungan sering terjadi pada lingkungan tambang (banyak di
negara-negara blok Timur). Untuk itu diperlukan suatu penelitian yang intensif mengenai teknik
reklamasi yang optimal telah menghasilkan kontribusi penting untuk pembangunan teknologi
restorasi tambang.
Pada tahap awal kesuksesan usaha restorasi tergantung dari :
1.
Pengontrolan tanah dan air
2. Interaksi kompleks dari iklim, kimia, bakteriologi dan gaya-gaya fisik
3. Pemadatan tanah sebagai akibat pergerakan dari alat-alat berat
4. Desain drainase
Reklamasi daerah tambang saat ini telah berkembang secara kreatif. Kecenderunganuntuk
mengembalikan keadaan tanah dengan menutupinya kembali dengan top soil dan menanaminya,
sekarang diganti dengan beragam cara yang imajinatif, seperti:
1.
2.
3.

Pembangunan perumahan dan industri taman


Fasilitas rekreasi seperti pemancingan, golf, dan lain-lain
Perubahan topografi secara drastis dapat memberikan prospek menarik untu k
pembangunan perkantoran dan pabrik
1.
DAFTAR BACAAN YANG DAPAT DIPELAJARI
Banyak buku-buku, jurnal-jurnal dan majalah-majalah yang membahas pertambangan dan
masalah sekitarnya di antaranya :
1)

Engineering & Mining Journal.

2)

Mining Magazine.

3)

Rock Product.

4)

Coal.

5)

Mining Engineering.

6)

Quarry Management.

7)

World Mining Equipment.

8)

Mining Annual Review.

9)

Pit & Quarry.

10) Mine & Quarry.

11) Mining Journal.


12) Financial Times.
Macam-Macam Tambang Terbuka :
Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1.
Tambang terbuka (surface mining)
2. Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining)
3. Tambang bawah air (underwater mining)
Pemilihan metode penambangan ini berdasarkan pada keuntungan terbesar yang akan
diperoleh, bukan berdasarkan letak dangkal atau dalamnya suatu endapan, serta mempunyai
perolehan tambang (mining recovery) yang terbaik.
1.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN SISTEM PENAMBANGAN
Aturan utama dari eksploitasi tambang adalah memilih suatu metoda penambangan yang paling
sesuai dengan karakteristik unik (alam, geologi, lingkungan dan sebagainya) dari endapan
mineral yang ditambang di dalam batas keamanan, teknologi dan ekonomi, untuk mencapai
ongkos yang rendah dan keuntungan yang maksimum (Morrison dan Russel, 1973 ; Boshkov dan
Wright, 1973).
1.

Karakteristik spasial dari endapan


1.
Ukuran (dimensi : tinggi atau tebal khusus)
2.
Bentuk (tabular, lentikular, massif, irregular)
3.
Attitude (inklinasi dan dip)
4.
Kedalaman (niiai : rata-rata dan ekstrim, nisbah pengupasan)
1.
Kondisi geologi dan hidrogeologi
1.
Mineralogi dan petrologi (sulfida vs oksida)
2.
Komposisi kimia (utama, mineral by product)
3.
Struktur endapan (lipatan, patahan, diskontinu, intrusi)
4.
Bidang lemah (kekar, retakan, belahan dalam mineral, rekahan dalam batubara)
5.
Keseragaman, alterasi, erosi
6.
Air tanah dan hidrologi
1.
Sifat-sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk bijih dan batuan
sekelilingnya
1.
Sifat elastik (kekuatan, modulus elastik, koefisien Poisson, dan lain-lain)
2.
Perilaku elastik atau visko elastik (flow, creep)
3.
Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
4.
Konsolidasi, kompaksi dan kompeten
5.
Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas
bawaan, lengas bebas)
6.
Konsiderasi ekonomi
Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa pengembalian dan
keuntungan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cadangan (tonase dan kadar)


Produksi
Umur tambang
Produktivitas
Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok
Faktor teknologi
1.
Perolehan tambang
2.
Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih)
3.
Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi
4.
Selektifitas metode untuk bijih dan waste
5.
Konsentrasi atau dispersi pekerjaan
6.
Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi

7.

Faktor lingkungan
1.
Kontrol bawah tanah
2.
Penurunan permukaan tanah
3.
Kontrol atmosfir (ventilasi, kontrol kualitas, kontrol panas dan
kelembaban)
4.
Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment, kesehatan dan keselamatan,
kehidupan, kondisi permukiman)
Obyektif dasar di dalam pemilihan suatu metode penambangan suatu endapan mineral tertentu
adalah merancang suatu sistem eksploitasi yang paling cocok di bawah suatu lingkungan yang
aktual (Hamrin, 1982). Suatu model untuk pekerjaan persiapan (development) dan pemilihan
metoda penambangan oleh Folinsbee dan Clarke, 1981. Evaluasi rekayasa dapat dibagi menjadi 3
(tiga) tahap. Pada tahap pertama, studi konseptual, karakteristik fisik dan kuantitas output dari
sejumlah metoda penambangan, layouts dan sistem dinilai. Tahap kedua, studi rekayasa, konsep
sebelumnya dikuantifikasi dan dibandingkan, menghasilkan rancangan dan biaya yang tetap.
Tahap terakhir, studi rancangan detail, gambar-gambar dan spesifikasi untuk konstruksi untuk
metode yang diinginkan disiapkan. Hasil dari evaluasi ini adalah laporan rekayasa final yang
merupakan dasar dari keputusan investasi, pembelian peralatan dan jadwal konstruksi. Di dalam
semua hal pemilihan metode penambangan, suatu langkah terobosan yang pendek tidak
diperkenankan dan suatu penyelesaian optimal memerlukan modifikasi dari suatu metode yang
sudah ada.
1.
MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA
Yang dimaksud dengan tambang terbuka adalah metode penambangan yang segala kegiatannya
atau aktvitasnya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bu mi, dan tempat
kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.
1) Pengelompokkan Metode Tambang Terbuka Berdasarkan Jenis Endapan
Secara umum dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) metode :
1.
Open pit/open cast/open cut/open mine
2. Quarry
3. Strip Mine
4. Alluvial Mine
1.
a. Open pit/open cast/open cut
Metode ini biasanya diterapkan untuk menambang endapan-endapan bijih (ore). Secara umum
metode ini menggunakan siklus operasi penambangan yang konvensional, yaitu : pemecahan
batuan dengan pemboran dan peledakan, diikuti operasi penanganan material penggalian,
pemuatan dan pengangkutan.
Perbedaan antara open pit dengan open cut/open mine/open cast dicirikan oleh arah
penggalian/arah penambangan. Disebut open pit apabila penambangannya dilakukan dari
permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan bijih tersebut berada.
Disebut open cut/open atau cast/open mine apabila penggalian endapan bijih dilakukan pada
suatu lereng bukit. Jadi penerapan open pit atau open cut sangat tergantung pada letak atau
bentuk endapan bijih yang akan ditambang. Salah satu contoh metode open pit/open cast adalah
seperti yang diterapkan di PT. Freeport Indonesia dan PT. Kelian Equatorial Mining.
1.
b. Quarry
Perbedaan open pit dan open cast juga dilihat dari pemindahan tanah penutupnya. Pada open pit
tanah penutup dikupas dan dipindahkan ke suatu daerah pembuangan yang tidak ada endapan
di bawahnya, sedangkan pada open cast tanah penutup tidak dibuang ke daerah pembuangan,
tetapi dibuang ke daerah bekas tambang yang berbat asan.
Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang endapanendapan bahan galian industri atau mineral industri (Gambar 3.4). Berdasarkan letak endapan
yang digali atau arah penambangannya secara garis besar kuari dapat dibagi menjadi dua
golongan, yaitu :

1.

Side hill type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang
letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk bukit. Berdasarkan jalan masuk ke
pemuka penambangan dibedakan menjadi dua, yaitu :

Jalan masuk berbentuk spiral

Jalan masuk langsung


1.
Pit type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industr i yang
terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya (fron t) digali ke arah
bawah sehingga membuat cekungan (pit). Berdasarkan jalan masuk ke pemuka kerja,
memiliki tiga kemungkinan jalan masuk, yaitu :

Jalan masuk spiral

Jalan masuk langsung

Jalan masuk zig-zag


1.
c. Strip Mine
Yang dimaksud dengan strip mine adalah sistem tambang terbuka yang diterapkan untuk
menambang endapan-endapan sedimenter yang letaknya kurang lebih mendatar, misalnya
tambang batubara, tambang-tambang garam, dan lain-lain.
1.
d. Alluvial Mine
Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial,misalnya
tambang bijih timah, pasir besi, dan lain-lain. Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial
mine dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.
Tambang semprot (hydraulicking)
Sesuai dengan namanya, penggalian endapan pada tambang semprot dilakukan dengan
menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi dengan menggunakan alat penyemprot yang
dinamakan monitor atau water jet atau giant (Gambar 3.5). Kekuatan tekanan disesuaikan
dengan jenis material yang digali. Tekanan ini bisa sampai 10 atm. Syarat utama pemakaian cara
penambangan dengan tambang semprot adalah harus tersedia banyak air, baik untuk
penggaliannya maupun untuk pengolahannya.
1.
Penambangan dengan kapal keruk (dredging)
Cara penambangan ini digunakan bila endapan terletak di bawah permukaan air, misalnya di
lepas pantai, sungai, danau atau lembah yang tersedia banyak. Sistem penggalian dengan kapal
keruk dapat dibedakan menjadi tiga macam,yaitu
1.

Sistem tangga, yaitu pengerukannya dengan membuat atau membentuk tangga atau
jenjang.
2. Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga sampai pada kedalaman
tertentu, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk tangga
3. Sistem kombinasi, yaitu gabungan dari kedua sistem di atas. Berdasarkan dari tempat
kerjanya, maka penambangan kapal keruk dapat dibedakan menjadi kapal keruk darat dan
kapal keruk laut. Alat-alat yang dipakai pada penambangan kapal keruk berdasarkan alat
galinya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a) Multy bucket dredge, kapal keruk yang alat galinya berupa rangkaian mangkok (bucket)
b) Cutter suction dredge, alat galinya berupa pisau pemotong yang menyerupai mahkota.
c) Bucket wheel dredge, alat galinya dilengkapi dengan timba yang berputar (bucket wheel)
1.
Manual mining method
Cara penambangan ini sangat sederhana dengan menggunakan tenaga manusia hampir tidak
memakai alat mekanis. Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau oleh kontraktorkontraktor kecil. Biasanya endapan yang ditambang bentuknya:
a) Ukuran atau jumlah cadangannya kecil
b) Letaknya tersebar dan terpencil

c) Endapannya cukup kaya


Alat penambangan yang biasanya dipakai adalah:

1.

Pan / batel dulang


Racker (cradle)
Longtom
Sluice box
e. Pengelompokkan Metode Tambang Terbuka Berdasarkan Proses
Penambangannya

Sedangkan pengelompokkan yang lain berdasarkan pada proses penambangannya, berhubungan


dengan air atau tidak, yaitu :
1.
Metode ekstraksi secara mekanik
Penambangan endapan bijih, batubara atau batuan yang dilakukan dipermukaan dikenal sebagai
tambang terbuka. Jadi metoda ini prinsipnya berdasarkan pada permukaan. Metoda ekstraksi
mekanik yang menggunakan proses mekanik pada lingkungan yang kering dapat dibedakan
atas :

Open pit mining

Kuari

Open cast mining

Auger mining
Keempat metoda ini adalah penanggung jawab 90% dari produksi permukaan. Secara luas,
metoda open pit dan open cast menggunakan siklus operasi penambangan yang konvensional;
pemecahan batuan dengan pemboran dan peledakan, diikuti operasi penanganan material
penggalian, pemuatan dan pengangkutan.
Pada kuari dan auger, peledakan merupakan kegiatan yang selalu melekat bersamanya. Pada
open pit mining, tanah penutup dikupas dan ditransportasikan ke suatu daerah pembuangan
yang tidak ada endapan mineral di bawahnya, sedangkan open cast mining yang hampir sama
dengan metodanya dengan open pit mining, tetapi berbeda pada satu hal yaitu tanah penutup
tidak dibuang ke daerah pembuangan tetapi diangkut langsung ke daerah yang berbatasan dan
telah ditambang. Penambangan material disini terdiri dari penggalian dan pengangkutan
(=casting), yang pada umumnya dikombinasikan oleh suatu alat saja. Kuari hampir sama dengan
open pit, tetapi jenjang adalah pendek dan hampir vertikal. Meskipun kuari selama ini
diterapkan untuk bahan galian logam, namun lebih disukai bila membatasi kuari untuk operasi
batu berdimensi. Jadi batu gamping yang di-crusher dihasilkan oleh open pit mine sedangkan
batu gamping berdimensi dihasilkan oleh kuari.
Auger mining adalah sebuah metode penambangan untuk permukaan dengan dinding yang
tinggi atau penemuan singkapan (outcrop recovery) dari batubara dengan pemboran ataupun
penggalian bukaan ke dalam lapisan di antara lapisan penutup. Auger mining dilahirkan sebelum
1940-an adalah metode untuk mendapatkan batubara dari sisi kiri dinding tinggi setelah
penambangan permukaan secara konvensional. Penambangan batubara dengan auger bekerja
dengan prinsip skala besar drag bitrotary drill. Tanpa merusak batubara, auger mengekstraksi
dan menaikkan batubara dari lubang dengan memiringkan konveyor atau pemuatan dengan
menggunakan loader ke dalam truk. Penambangan dengan auger drilling merupakan salah satu
metode rotary drilling. Dimana tanah dibawa ke permukaan melalui pengaliran oleh alat auger.
Bekas lubang dibersihkan dan selalu satabil dalam formasi lepas walaupun tanpa pembilasan air
atau penggunaan semprotan air.
Diameter lubang yang besar pada tanah dan batuan yang tidak keras dapat dibor dengan cepat
dan biaya yang murah dengan auger drilling secara mekanis. Keuntungan menggunakan metode
ini adalah :
1.

Dapat mencapai laju penetrasi yang tinggi

2.
3.
4.

Volume perusakan tinggi dalam waktu yang singkat


Tingkat polusi suara rendah
Tidak memerlukan medium pembilas untuk membersihkan kompresor ataupun pompa
pembilas.
Pengembangan dan persiapan daerah untuk auger mining adalah tugas yang mudah jika
dilakukan bersamaan dengan pemakaian metode open cast atau open pit. Setelah kondisi
dinding tinggi, auger drilling dapat ditempatkan pada lokasi. Kondisi endapan yang dapat
menggunakan metode ini berdasarkan Pfleider (1973) dan Anon (1979) adalah endapan yang
memiliki bentuk tabular dan berlapis, kemiringannya mendekati horisontal, keseragaman bijih
tinggi, kadar dapat sangat rendah dan kedalamannya dangkal (terbatas sampai ketinggian
dinding dimana auger ditempatkan). Semua aplikasi penambangan dengan menggunakan auger,
diterapkan pada dinding tinggi atau singkapan dari batubara di daerah pegunungan dan
dirangkaikan dengan metode penambangan open pit atau open cast
1.
Metode ekstraksi dengan air
Metoda ini berhubungan dengan air atau cairan untuk memperoleh mineral dari dalam bumi,
baik dengan aksi hidrolik maupun dengan serangan cairan. Masih sangat kurang pemakaiannya
pada tambang terbuka. Ada 2 (dua) jenis penambangan di dalam metoda ini yaitu placer mining
dan solution mining. Placer mining menggunakan air untuk menggali, mentransportasi dan
mengkonsentrasikan mineral-mineral berat. Solution mining adalah metoda yang membuat cair
mineral-mineral sehingga dapat ditransportasikan dengan menggunakan air atau cairan pelarut.
Placer mining terdiri dari hydraulicking dan dredging, sedangkan solution mining terdiri dari
borehole extraction dan leaching.i.
1.
Placer Mining : Hydraulicking
Secara geologi, suatu endapan placer adalah suatu konsentrasi mekanik dari mineral berat, yang
dapat menjadi suatu endapan bijih jika menguntungkan dari segi nilainya. Pada umumnya
endapan ini adalah emas, intan, timah (cassiterite), titanium (rutike), platina, tungsten
(sheelite), kromit, magnetit dan phospat. Placer diklasifikasikan oleh media sebagai aluvial
(continental detrital), eolian (angin), marin dan glacial. Dari segi lokasi, endapan ini
dikategorikan sebagai residual (aluvial), jenjang (samping bukit), stream (fluvial), pantai, buried
atau padang pasir. Kualitas yang berbeda dari endapan placer sehingga memungkinkan
dikategorikan sebagai ekstraksi aqueous adalah (Daily, 1968) :
1) Material di tempat memungkinkan terdesintegrasi oleh aksi tekanan air (atau aksi mekanik
ditambah hidrolik).
2) Ketersediaan supply air pada head yang diperlukan.
3) Ketersediaan ruang untuk penempatan waste.
4) Konsetrasi berat adalah mineral yang berharga, memungkinkan ke pengolahan mineral
sederhana.
5) Pada umumnya, gradient alamiah dan rendah sudah memungkinkan transportasi hidrolik
dari mineral.
6) Dapat mematuhi peraturan-peraturan lingkungan yang berhubungan dengan air dan
pembuangan waste.
7) Tinggi jenjang yang disemprot pada umumnya berkisar antara 5-15 m, tetapi dapat mencapai
60 m. (MORRISON dan RUSSELL, 1973).
1.
Placer Mining : Dredging
Dredging adalah mesin tambang menerus yang ditemukan pertama kali.
Dredging adalah penggalian bawah air dari endapan placer. Dredges dapat diklasifikasikan
sebagai berikut (Turner, 1975) :

1) Mekanik
Bucket line (endless chian of buckets revolving along ladder).
Bucket wheel suction (buckets discharge in suction pipeline).
Dripper (showel, grapple, or dragline mounted on barge).
2) Hidraulik

Suction (open intake suction line).

Cutter head (evcaration by rotating cutter on suction line).


1.
Solution Mining : Borehole Extraction
Bila produksi bijih konvensional menjadi lebih sulit dan lebih mahal, maka daya tarik solution
mining sebagai metoda eksploitasi meningkat. Solution mining adal ah salah satu metode
eksatrasi aqueous dimana mineral diperoleh biasanya dite mpat dengan dilarutkan, dicairkan,
diluluhkan atau slurrying meskipun beberapa persiapan ata u eksploitasi di bawah tanah, tetapi
hampir semua operasi dilakukan di permukaan .Pada borehole mining (lihat Gambar 3.13 dan
Gambar 3.14), air diinjeksi melalui lubang bor ke dalam formasi mineral yang kemudian
dilarutkan, dicairkan atau slu rries menjadi mineral berharga dan dipompakan ke permukaan
melalui lubang bor. K adang-kadang suatu reagen ditambahkan ke air, yang membentuk leaching
kimia.
Contoh mineral yang dpat dieksploitasi dengan borehole mining adalah evaporites (garam,
potash, dan trona dengan dissolusi, belerang dengan melting (frasch proc ess), phospat, kaolin,
oil sand, batubara, gilsonite, uranium dengan slurrying ( percobaan) dan uranium dan liquite
dengan leaching kimia.
1.
Solution Mining : Leaching
Leaching adalah ekstraksi kimia dari metal atau mineral dari ikata n suatu cadangan bijih sebaik
dari material yang telah digali dan ditambang (Schlitt, 1982). Proses pada dasarnya adalah
kimiawi tetapi dapat juga proses bakteri (beberapa bakteri beraksi sebagai katalis untuk
mempercepat reaksi pada leaching sulfida). Jika ekstraksi dilakukan di tempat mineral tersebut
maka dinamakan leaching insitu, dan bila dilakukan di tempat penimbunan disebut leaching
timbunan (heap leaching) yang dan termasuk kategori metoda penambangan sekunder. Leaching
pada saat ini adalah proses kombinasi, karena ditambahkan pada ekstraksi, hal itu dilengkapi
benefication dalam tahap awal dari pengolahan mineral (Lastra dan Chase, 1984). Akibatnya,
biaya produksi cenderung relatif lebih rendah daripada metode penambangan konvensional.
Sebagai perbandingan (Bhappu, 1982), menunjukkan untuk tambang tembaga, biaya produksi
total yang diperkirakan untuk metoda open pit sekitar US$ 5,00US$ 6,80/ton sedangkan
leaching insitu sekitar US$ 3,60US$ 4,40/ton.
Aplikasi dari leaching insitu sejauh ini dibatasi pada tembaga dari uranium, den gan emas dan
perak dengan leaching timbunan. Studi percobaan mengindikasikan bah wa banyak logam
seperti mangan, emas-perak, aluminium, dan cobalt-nikel, adalah kandidat utama untuk
leaching insitu (Porter et. al., 1982). Leaching insitu dar i lignite juga sedang diteliti (Sadler dan
Huang, 1981).
1.
MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA BATUBARA
Pengelompokan jenis-jenis tambang terbuka batubara didasarkan pada letak endapan, dan alatalat mekanis yang dipergunakan. Teknik penambangan pada umumnya dipengaruhi oleh kondisi
geologi dan topografi daerah yang akan ditambang.
Jenis-jenis tambang terbuka batubara dibagi menjadi :
1.
Contour mining
Contour mining cocok diterapkan untuk endapan batubara yang tersingkap di lerengpegunungan
atau bukit.Cara penambangannya diawali dengan pengupasan tanah penutup (overburden) di
daerah singkapan di sepanjang lereng mengikuti garis ketinggian (kontur), kemudian diikuti
dengan penambangan endapan batubaranya. Penambangan dilanjutkan ke arah tebing sampai
dicapai batas endapan yang masih ekonomis bila ditambang. Karena keterbatasan daerah yang

bisa digali, maka daerah menjadi sempit tetapi panjang sehingga memerlukan alat-alat yang
mudah berpindah-pindah. Umur tambang biasanya pendek.Menurut Robert Meyers, contour
mining dibagi menjadi beberapa metode, antara lain: :
1.
Conventional contour mining
Pada metode ini, penggalian awal dibuat sepanjang sisi bukit pada daerah dimana batubara
tersingkap. Pemberaian lapisan tanah penutup dilakukan dengan peledakandan pemboran atau
menggunakan dozer dan ripper serta alat muat front end leader, kemudian langsung didorong
dan ditimbun di daerah lereng yang lebih rendah . Pengupasan dengan contour stripping akan
menghasilkan jalur operasi yang bergelombang, memanjang dan menerus mengelilingi seluruh
sisi bukit.
1.
Block-cut contour mining
Pada cara ini daerah penambangan dibagi menjadi blok-blok penambangan yang bertujuan
untuk mengurangi timbunan tanah buangan pada saat pengupasan tanah penutup di sekitar
lereng. Pada tahap awal blok 1 digali sampai batas tebing (highwall) yang diijinkan tingginya.
Tanah penutup tersebut ditimbun sementara, batubaranya kemudian diambil. Setelah itu lapisan
blok 2 digali kira-kira setengahnya dan ditimbun di blok 1. Sementara batubara blok 2 siap digali,
maka lapisan tanah penutup blok 3 digali dan berlanjut ke siklus penggalian blok 2 dan
menimbun tanah buangan pada blok awal.
Pada saat blok 1 sudah ditimbun dan diratakan kembali, maka lapisan tanah penutup blok 4
dipidahkan ke blok 2 setelah batubara pada blok 3 tersingkap semua. Lapisan tanah penutup
blok 5 dipindahkan ke blok 3, kemudian lapisan tanah penutup blok 6 dipindahkan ke blok 4 dan
seterusnya sampai selesai (Gambar 3.17). Penggalian beruturan ini akan mengurangi jumlah
lapisan tanah penutup yang harus diangkut untuk menutup final pit.c.
1.
Haulback contour mining
Metode haulback ini merupakan modifikasi dari konsep block-cut, yang memerlukan suatu jenis
angkutan overburden, bukannya langsung menimbunnya. Jadi metode ini membutuhkan
perencanaan dan operasi yang teliti untuk bisa menangani batubara dan overburden secara
efektif.
Ada tiga jenis perlatan yang sering digunakan, yaitu :

Truk atau front-end loader

Scrapers

Kombinasi dari scrapers dan truk


1.
Box-cut contour mining
Pada metode box-cut contour mining ini (Gambar 3.20) lapisan tanah penutup y ang sudah
digali, ditimbun pada daerah yang sudah rata di sepanjang garis singka pan hingga membentuk
suatu tanggul-tanggul yang rendah yang akan membantu menyan gga porsi terbesar dari tanah
timbunan.
1.
Mountaintop removal method
Metode mountaintop removal method ini (Gambar 3.21) dikenal dan berkembang cepat,
khususnya di Kentucky Timur (Amerika Serikat). Dengan metode ini lapisan tanah penutup
dapat terkupas seluruhnya, sehingga memungkinkan perolehan batubara 100%.
1.
Area mining method
Metode ini diterapkan untuk menambang endapan batubara yang dekat permukaan pada daerah
mendatar sampai agak landai. Penambangannya dimulai dari singkapan batubara yang
mempunyai lapisan dan tanah penutup dangkal dilanjutkan ke yang lebih tebal sampai batas pit.
Terdapat tiga cara penambangan area mining method, yaitu :

Conventional area mining method

Pada cara ini, penggalian dimulai pada daerah penambangan awal sehingga penggalian lapisan
tanah penutup dan penimbunannya tidak terlalu mengganggu lingkungan. Kemudian lapisan
tanah penutup ini ditimbun di belakang daerah yang sudah ditambang

Area mining with stripping shovel


Cara ini digunakan untuk batubara yang terletak 1015 m di bawah permukaan tanah.
Penambangan dimulai dengan membuat bukaan berbentuk segi empat. Lapisan tanah penutup
ditimbun sejajar dengan arah penggalian, pada daerah yang sedang ditambang. Penggalian
sejajar ini dilakukan sampai seluruh endapan tergali

Block area mining


Cara ini hampir sama dengan conventional area mining method, tetapi daerah penambangan
dibagi menjadi beberapa blok penambangan. Cara ini terbatas untuk endapan batubara dengan
tebal lapisan tanah penutup maksimum 12 m. Blok penggalian awal dibuat dengan bulldozer.
Tanah hasil penggalian kemudian didorong pada daerah yang berdekatan dengan daerah
penggalian.
1.
Open pit Method
Metode ini digunakan untuk endapan batubara yang memiliki kemiringan (dip) yang besar dan
curam. Endapan batubara harus tebal bila lapisan tanah penutupnya cukup tebal.

Lapisan miring
Cara ini dapat diterapkan pada lapisan batubara yang terdiri dari satu lapisan (single seam) atau
lebih (multiple seam). Pada cara ini lapisan tanah penutup yang telah dapat ditimbun di kedua
sisi pada masing-masing pengupasan.

Lapisan tebal
Pada cara ini penambangan dimulai dengan melakukan pengupasan tanah penutup dan
penimbunan dilakukan pada daerah yang sudah ditambang. Sebelum dimulai, harus tersedia
dahulu daerah singkapan yang cukup untuk dijadikan daerah penimbunan pada operasi
berikutnya (Gambar 3.26). Pada cara ini, baik pada pengupasan tanah penutup maupun
penggalian batubaranya, digunakan sistem jenjang (benching system).