Anda di halaman 1dari 8

PAPER

TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE


(Pipe Envelope (PVC lilitan Ijuk))

Oleh :
Kelompok / Shift

: 2 / Shift B2

Anggota Kelompok

: Maharani Listiafitri

240110140084

Lia Genesya Sinuraya

240110140086

Javantasya Andrea A.

240110140089

Raka Rabean Alifazza

240110140093

Hari, Tanggal Praktikum

: Kamis, 19 Mei 2016

Waktu

: 08.00 10.00 WIB

Co. Ass

: 1. Rafli Amrullah
2. Rosullah A. Ihsan
3. Rusu Fitriyanti P.
4. Tanya Kurniawati

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

A. DASAR TEORI
Pipe Envelope (Proteksi Pipa)

Pipe Envelope atau juga disebut dengan proteksi pipa merupakan Pipe envelope
yang selanjutnya disebut sabgai filter, sangat berperan pada pemasangan drainase pipa
pada cistern drainase bawah permukaan (sub surfacedrainase system). Fungsi secara
fisik adalah untuk menghindarkan partikel tanah yang berupa sedimen ikut masuk
kedalam pipa melalui lubang perforasi yang dibuat pada dinding pipa hanya yang
berbentuk suspensi yang diperbolehkan turut dalam aliran air ke dalam pipa drainase.
Fungsi secara hidrolik adalah untuk menurunkan kehilangan tekanan pada saat air
memasuki lubang perforasi (entry loss). Ragam envelope yang digunakan sebagi filter
lebih ditentukan dari pemasangan dan ketersediaan bahan yang ada di lokasi
pemasangan dan ketersediaan bahan yang ada di lokasi pemasangan. Resistensi faktor
(a) dari pipa sangt diperlukan dalam menentukan jenis envelope yang dipilih/digunakan.
Karakteristik entry dari berbagai pipa dapat dibandingkan dengan menggunakan standar
resistensi faktor (a) untuk mengukur kehilangan pada entry (entry loss) dirumuskan
sebagai berikut :
he

= a x (Q/K)

Dimana :
he

= head loss pada entry

= resistensi faktor

= laju aliran ke dalam pipa per panjang pipa (m3/m hari)

= konduktivitas hidrolik bahan yang melindungi (envelope) pipa (m/hari)

Material Pipe Envelope


Material yang digunakan pada pipe envelope dimaksudkan untuk melindungi atau
memproteksi pipa drainase bawah tanah dari hampir semua benda permeabel yang
mungkin masuk ke dalam lubang pipa. Masuknya benda permeabel asing tersebut, jika
terjadi secara terus menerus, akan mengakibatkan tersumbatnya pipa drainase.
Berdasarkan teori Stuyt (2005), komposisi substansi yang biasa digunakan sebagai
material pipe envelope dikategorikan sebagai berikut:

1.

Granular Mineral Envelope


Mayoritas kategori ini terdiri dari pasir kasar, kerikil kecil, dan pecahan batu yang

sudah terdapat di area perencanaan drainase. Jika proses desain dan instalasi dilakukan
dengan baik dan benar, proteksi mineral granular ini dapat berfungsi sebagai proteksi
pipa, meninjau volumenya yang besar sehingga tidak akan masuk ke dalam pipa, juga
dapat menghambat masuknya tanah ke dalam pipa.

2.

Organic Envelope
Berupa bahan yang terbuat dari bahan organik dan dapat mengalami proses

pelapukan, seperti jerami, serpihan kayu, sabut kelapa, ijuk. Berdsarkan penelitian di
Amerika, bahan jerami akan melapuk sempurna, setelah 11 tahun. Proses pelapukam ini
dapat merangsang aktifitas mikrobiologi tanah, tetapi merupakan faktor terjadinya
penyumbatan pada pipa.

3.

Synthetic Envelope
Terbuat dari uraian bahan kimia, bahan ini tidak mengalami pelapukan dan tak akan

menjadi kesatuan dari tanah disekelilingnya, misalnys serat fiberglass, nylon dan
polypropylene. Serat fiberglass banyak disukai dan digunakan, tetapi harganya cukup
mahal (Munawwar, 2014).

Teknik Pemasangan Pipe Envelope


Metode pemasangan Pipe Envelope tentu perlu disesuaikan dengan segala kondisi
yang ada. Seperti kondisi tanah, kekuatan material pipe envelope, dan lain sebagainya
(Cavelaars,2013). Berikut merupakan teknik pemasangan pipe envelope yang umum
digunakan:
1.

Curah (bulk)
Material disebar secara lepas di lubang (trench), biasanya dibagian atas pipa

(hampir 75% envelope). Teknik curah biasa dilakukan dengan mesin. Teknik
pemasangan ini biasa digunakan untuk material mineral granular, seperti kerikil, tanah
lempung, sampah organik, dan sebagainya.

2.

Wrap
Biasa digunakan untuk pipa plastic corrugated. Teknik ini umum digunakan pada

pemasangan material organik maupun sistematis (buatan) pada pipa, bisa pula
merupakan campuran keduanya. Sehingga material membungkus pipa, mengelilingi
secara keseluruhan.

3.

Sebagai strip
Diletakan dibawah atau diatas pipa, menggunakan material organik atau sintetis.

Saat ini, banyak terjadi peralihan teknik pemasangan dari strip menjadi wrap.

B. HASIL PRAKTIKUM
Tabel 1. Spesifikasi Pipa Envelope
No.

Parameter

Keterangan

Pipa
1.

Jenis Pipa

PVC

2.

Panjang Pipa

49 cm

3.

Diameter Dalam (ID)

7,7 cm

4.

Diameter Luar (OD)

8 cm

5.

Bentuk Lubang

Lingkaran

6.

Diameter Lubang Perforasi

0,8 cm

Tabel 2. Spesifikasi Pipa Envelope


Spesifikasi

Ukuran (mm)

Diameter Pipa

80

Panjang Pipa

490

Tebal Pipa

1,5

Ukuran Lubang Perforasi

Jarak Antar Lubang

40

Tabel 2. Kelebihan dan Kekurangan Pipe Envelope


Kelebihan

Kekurangan

Sederhana, tahan terhadap asam dan

Ada kontaminan yang mungkin saja

garam air laut, pipa dan ijuk tahan lama

terbawa, rajin memeriksa saringannya.

hingga ratusan bahkan ribuan tahun lebih.

Pengikat belum tentu kuat.

memiliki ukuran yang dapat disesuaikan


dan mudah ditangani serta diatur ukuran
lubangnya.
Biaya instalansi relatif murah.

C. SKEMA

Gambar 1. Sketsa Pipa

Gambar 2. Pipa berlilit Ijuk

D. PEMBAHASAN
Bahan yang digunakan adalah pipa PVC dan Ijuk. Pipa PVC atau pipa Polyvinyl
Chloride, UPVC atau Unpolyvinyl Chloride, Panjang pipa PVC atau UPVC 4 meter,
mulai dari diameter , , 1, 1 , 1 , 2, 2,1/2, 3, 4 dan 6.
Serat ijuk merupakan serat alam yang mungkin hanya sebagian orang mengetahui
kalau

serat

ini

sangat

lah

istimewa

di

banding

dengan

serat

lainya,

Ijuk (duk, injuk) adalah serabut hitam dan keras pelindung pangkal pelepah daun enau
atau aren (Arenga pinnata), Aren yang merupakan tumbuhan penghasil ijuk tumbuh di
seluruh daratan Indonesia dengan sangat baik, terutama di ketinggian 400 sampai denga
1000 meter di atas permukaan laut, Indonesia kaya dengan pohon aren, tapi sayang
untuk ijuk belum sepenuhnya dapat manfaatkan, masih sangat banyak ijuk yang dibakar
oleh para petani. atau di biarkan tanpa di manfaatkan, tulisan saya ini setidaknya untuk
memperkenalkan beberapa keistimewaan serat ijuk yang bisa kita manfaatkan. Di
samping penggunaan nya untuk sapu, sikat, tali, atap, saringan ijuk, juga sangat
banyak keistimewaan dari serat ijuk adalah:
1. Tahan lama hingga ratusan bahkan ribuan tahun lebih
2. Tahan terhadap asam dan garam air laut. Serat ijuk merupakan salah satu serat
yang tahan terhadap asam dan garam air laut, salah satu bentuk pengolahan dari
serat ijuk adalah tali ijuk, tali ijuk ini tidak lapuk oleh asam dan garam airlaut,
oleh karana itu sudah sejak lama nenek moyang kita menggunakan tali ijuk ini
untuk berbagai pengikat, lebih banyak di pakai untuk pengikatan bambu baik itu
di darat maupun di dalam air.
3. Mencegah penembusan rayap tanah dan menyebabkan kematian yang tinggi,
hingga 100%
4. Sebagai perisai radiasi nuklir.
Pipa yang ditutupi dengan ijuk tujuan utamanya untuk proses penjernihan air dari
zat pengotor atau untuk memperoleh air yang kualitasnya memenuhi standar persyaratan
kualitas air seperti untuk menghilangkan gas-gas terlarut, menghilangkan rasa yang
tidak enak, membasmi bakteri patogen yang sangat berbahaya, mengelolah agar air
dapat digunakan untuk rumah tangga dan industri dan memperkecil sifat air yang

menyebabkan terjadinya endapan dan korosif pada pipa atau saluran air lainnya. Proses
penyaringan air menggunakan pipa yang dilapisi ijuk merupakan saringan air sederhana.
Selain itu penggunaan pipa sebagai saluran drainase mudah untuk diatur panjangnya
serta ukurannya. Berbeda dengan bambu yang memiliki ukuran yang berbeda-beda dan
sulit untuk diatur. Meskipun pipa pvc memiliki ketebalan yang jauh lebih kecil daripada
bambu namun memiliki daya tahan lama dikarenakan tidak membusuk. Selain itu
ukuran pipa yang relatif lebih tipis menyebabkan efensiensi dalam penggunaan lahan
drainase dibawah tanah. Lubang-lubang yang dapat dibuat pun bisa disesuaikan dengan
kebutuhan. Selain itu ijuk yang sebagai penyaringnya disusun sedemikian rupa bahkan
seperti dikepang, sehingga tidak dibutuhkannya pengikat penyaring tersebut. Namun,
jika lilitan dari ijuk ini tidak cukup kuat maka khawatir dapat tergeser oleh gesekan
tanah sehingga lubang-lubang drainasenya tidak tertutup maksimal dan dapat
menyebabkan sedimentasi, oleh karena itu dibutuhkan kontrol pada pipa.

DAFTAR PUSTAKA

Cavelaars, J.C. 2013. Materials for Pipe Drainage System. International Institute for
Land Reclamation and Improvement. Wageningen.
Munawwar, Supian, dkk. 2014. Laporan Praktikum Plambing dan Drainase. Politeknik
Negeri Bandung. Bandung.
Stuyt, Dierickx. 2005. Materials for Subsurface Land Drainage Systems. Food and
Agriculture Organization of The United Nations. Rome.