Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN LANJUTAN

MENCIPTAKAN EKUITAS MEREK

Disusun Oleh :
Triwisnu Ronoprasetyo

(11408141047)

Muhammad Aqsath Faza

(14808144021)

Alfian Surya P

(14808141022)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Merek mengidentifikasikan sumber atau pembuat produk dan memungkingkan konsumen
(individual atau organisasi) untuk menuntut tanggung jawab atas kinerjannya kepada pabrikan
atau distributor tertentu. Konsumen dapat mengevaluasi produk yang samma secara berbeda
tergantung pada bagaimana pemerekan produk tersebut. Mereka belajar tentang merek melalui
pengalaman masa lalu dengan produk tersebut dan program pemasarannya, menemukan merek
mana yang memuaskan kebutuhan mereka dan mana yang tidak. Ketika hidup konsumen
menjadi semakin rumit, terburu buru dan kehabisan waktu, kemampuan merek untuk
menyederhanakan pengambilan keputusan dan mengurango resikp adalah sesuatu yang beharga.
Merek juga melakasanakan fungsi yang beharga bagi perusahaan, Pertama, merk
menyederhanakn penangan atau penulusuran produk. Merek membantu mengatur catatan
persedian dan catatn akuntansi. Merek juga menawarkan perlindungan hukum kepada
perusahaan untuk fitur fitur atau aspek unit produk. Nama merek dapat dilindungi melalui nama
dagang terdaftar, dengan dilindungi dengan hak paten.
Merek turut serta menandakan tingkat kualitas tertentu sehingga pembeli yang puas dapat
dengan mudah memilih produk kembali. Loyalitas merek memberikan tingkat permintaan yang
aman dan dapat diperkirakan bagi perusahaan dan mencipatak penghalang yang mempersulit
perusahaan lain untuk memasuki pasar.

2. RUMUSAN MASALAH
A. Apakah merek itu dan bagaimana penetapan merek bisa berhasil?
B. Apakah ekuitas merek itu?
C. Bagaimana ekuitas merek dibangun, diukur, dan dikelola?
D. Apa keputusan penting dalam mengembangkan strategi penetapan merek?

BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Ekuitas Merek


Ekuitas merek(brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan
jasa.Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir,merasa,dan bertindak dalam
hubungannya dengan merek,dan harga,pangsa pasar,dan profitasbilitas yang diberikan merek
bagi perusahaan.
Ada tiga bahan kunci ekuitas merek berbasis pelanggan akan muncul,yaitu:
1.

Perbedaan Respon Konsumen. Biasanya apabila tidak terdapat perbedaan,maka pada


intinya produk nama merek merupakan suatu komoditas atau versi generik dari produk.
Persaingan kemungkinan muncul akibat dari harga.

2.
dari

Pengetahuan konsumen tentang merek. Pengetahuan merek (brand knowledge) terdiri


semua pikiran, perasaan, citra, pengalaman, keyakinan, dan lain-lain yang berhubungan
dengan merek. Secara khusus merek harus menciptakan asosiasi merek yang kuat ,
menyenangkan, dan unik dengan pelanggan.

3.

Respons diferensial dari konsumen yang membentuk ekuitas merek tercermin dalam
persepsi,preferensi,dan perilaku yang berhubungan dengan semua aspek pemasaran
merek.
Merek yang lebih kuat menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
Tantangan bagi pemasar dalam membangun merek yang kuat adalah memastikan bahwa
pelanggan memiliki jenis pengalaman yang tepat dengan produk,jasa,dan program pemasaran
mereka untuk menciptakan pengetahuan merek yang diinginkan.Di dalam ekuitas merek juga
terdapat janji merek (brand promise) adalah visi pemasar tentang seperti apa merek seharusnya
dan apa yang harus dilaksanakan merek tersebut untuk konsumen.

Model Ekuitas Merek


Meskipun pemasar berpandangan serupa mengenai prinsip penetapan merek dasar,sejumlah
modal ekuitas merek menawarkan beberapa perspektif yang berbeda. Berikut adalah 4 model
dari model-model yang sudah diterima, yaitu:
A. .Penilai Aset Merek.
Dikembangkan oleh agen periklanan Young and Rubicam( Y&R). Ada lima komponen
atau pilar kunci dari ekuitas merek:
1. Diferensiasi mengukur tingkat sejauh mana merek dianggap berbeda dari merek
lainnya.
2. Energi mengukur arti momentum merek.

3. Relevansi mengukur cakupan daya tarik merek.


4. Harga diri mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati.
5.Pengetahuan mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.

Model Resonansi Merek


Model resonansi merek juga memandang pembangunan Merek sebagai sederet langkah yang
menapak naik, dari bawah ke atas :
a.

Memastikan teridentifikasinya merek oleh pelanggan dan memastikan asosiasi merek


dalam pikiran pelanggan dengan satu kelas produk atau kebutuhanmmm pelanggan
tertentu.

b.

Memastikan tertanamnya arti merek secara total dalam pikiran pelanggan dengan
mengaitkan sejumlah asosiasi merek yang nyata dan tidak nyata secara strategis.

c.

Mendapatkan respons pelanggan yang tepat dalam hubungannya dengan penilaian dan
perasaan terkait dengan merek

d.

Mengubah respons merek untuk menciptakan hubungan loyalitas yang intens dan aktif
antara pelanggan dan merek.

Terciptanya ekuitas merek yang signifikan mengharuskan kita mencapai puncak atau titik
tertinggi piramida merek,yang hanya terjadi jika kotak bangunan yang tepat terpasang pada
tempatnya.
1.

Keutamaan Merek adalah seberapa sering dan seberapa mudah pelanggan memikirkan
merek dalam berbagai situasi pembelian atau konsumsi.

2.

Kinerja Merek adalah seberapa baik produk atau jasa memenuhi kebutuhan fungsional
pelanggan

3.

Penilaian Merek adalah berfokus pada pendapat dan evaluasi pribadi pelanggan sendiri.

4.

Perasaan Merek adalah respons dan reaksi emosional pelanggan terhadap merek.

5.

Resonansi Merek adalah intensitas atau kedalaman ikatan psikologis yang dimiliki
pelanggan dengan merek, dan juga tingkat aktivitas yang dihasilkan oleh loyalitas.

Pembangunan Ekuitas Merek


Pemasar membangun ekuitas merek dengan menciptakan struktur pengetahuan merek yang
tepat untuk konsumen yang tepat. Proses ini bergantung pada semua kontak yang berhubungan
dengan merek baik dilakukan oleh pemasar maupun bukan. Meskipun demikian dari perspektif
manajemen pemasaran ada tiga kumpulan utama penggerak ekuitas merek adalah:

1.

Pilihan awal untuk elemen atau identitas merek yang membentuk merek (nama merek,
URL, logo, lambang, karakter, juru bicara, slogan, lagu, kemasan, dan papan iklan)

2.
yang

Produk dan jasa serta semua kegiatan pemasaran dan program pemasaran pendukung
menyertainya.

3.

Asosiasi lain yang diberikan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan
merek tersebut dengan beberapa entitas lain (orang, tempat, atau barang).

Memilih Elemen Merek


Elemen merek adalah alat pemberi nama dagang yang mengidentifikasikan dan
mendiferensiasikan merek. Sebagian besar merek kuat menerapkan berbagai elemen merek. Nike
mempunyai lambang swoosh yang unik, slogan just do it yang memberdayakan, dan nama
Nike diambil dari dewi kemenangan yang bersayap
Pemasar harus memilih elemen merek untuk membangun ekuitas merek sebanyak
mungkin. Uji kemampuan pembangunan merek dari elemen elemen ini adalah apa yang
dipikirkan atau dirasakan konsumen terhadap merek jika hanya elemen merek, misalnya
memperlihatkan asosiasi atau respons nilai tertentu.

Kriteria Pilihan Elemen Merek, Ada enam kriteria utama untuk memilih elemen merek :
1.

Dapat dilihat, - Seberapa mudah elemen merek itu diingat dan dikenali?

2.

Berarti, - apakah, Apakah elemen merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang
berhubungan dengannya?

3.

Dapat disukai, - Seberapa menarik estetika elemen merek?

4.

Dapat distransfer, - Apakah elemen merek dapat digunakan untuk memperkenalkan


produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda?

5.

Dapat disesuaikan, - Apakah elemen merek dapat digunakan untuk memperkenalkan


produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda?

6.

Dapat dilindungi, - Seberapa mudah elemen merke itu dapat dilundingi secara hukum?

Mengembangkan elemen merek dapat memainkan sejumlah peran pembangunan merek.


Jika konsumen tidak memeriksa banyak informasi dalam mengambil keputusan produk merek,
elemen merek seharusnya mudah dikenali dan diingat serta bersifat deskriptif dan persuasif.
Keramahan dan daya tarik elemen merek juga dapat memainkan peran penting dalam kesadaran
dan asosiasi yang mengarah ke ekuitas merek

Merancang Kegiatan Pemasaran Holisitik


Pemasar Holistik menekankan tiga tema baru yang penting dalam merancang program
pemasaran pembangunan merek : Personalisasi, Integrasi, dan Internalisasi

1.

Pemasaran Personalisasi adalah tentang memastikan merek dan pemasrannya serelevan


mungkin dengan sebanyak mungkin pelanggan. Untuk beradaptasi dengan keinginan
pelanggan yang semakin besar akan personalisasi, pemasar menerapkan konsep seperti
pemasaran pengalaman, pemasaran satu satu, dan pemasaran izin. Dari sudut penetapan
merek, tujuan berbagai konsep ini adalah membuat konsumen terlibat secara lebih aktif
dengan merek

2.

Pemesaran Integrasi adalah tentang membaurkan dan menyesuaikan kegiatan pemasaran


untuk memaksimalkan efek individual dan kolektif mereka. Untuk mencapainya, pemasar
memerlukan beragam kegiatan pemasaran berbeda yang memperkuat janji merek.

3.

Penetapan Merek Internal adalah kegiatan dan proses yang membantu memberi informasi
menginspirasi karyawan. Penting bagi perusahaan jasa dan pengecer bahwa semua
karyawan mempunyai pemahaman yang mendalam dan terkini tentang merek dan
janjinya
Ketika karyawan peduli dan percaya terhadap merek, mereka termotivasi untuk bekerja
lebih keras dan merasakan loyalitas yang lebih besar kepada perusahaan .Beberapa prinsip
penting untuk penetapan merek internal :
1. Memilih saat yang tepat
2. Menghubungkan pemasaran internal dan eksternal
3. Menghidupkan merek bagi karyawan

Mengangkaat Asosiasi Sekunder


Asosiasi merek sekunder ini dapat menghubungkan merek dengan sumber sumber,
seperti perusahaan itu sendiri (melalui strategi penetapan merek), dengan Negara atau wilayah
geografis lain ( melalui identifikasi asal produk) dan dengan saluran distribusi (melalui strategi
saluran) begitu pula dengan merek lain (melalui bahan atau pemerekan bersama), karakter
(melalui lisensi), juru bicara (melalui pensponsoran), acara olahraga atau budaya (melalui
kegiatan sponsor), atau beberapa sumber pihak ketiga lain (melalui penghargaan atau ulasan)

Sumber Sekunder Pengetahuan Merek

Mengukur Ekuitas Merek


Kekuatan merek terletak dalam pikiran konsumen dan cara merek mengubah respons
konsumen terhadap pemasaran, ada dua pendekatan dasar untuk mengukur ekuitas merek.
Pendekatan tidak langsung menilai sumber ekuitas merek yang potensial dengan mengidentifikas
dan melacak struktur pengetahuan merek konsumen. Pendekatan langsung menilai dampak
actual pengetahuan merek terhadapa respons konsumen pada berbagai aspek pemasaran
Kedua pendekatan umum ini saling melengkapi, dan pemasar dapat menerapkan
keduannya. Dengan kata lain, agar ekuitas merek dapat melaksanakan fungsi strategis yang
berguna dan memandu keputusan pemasaran, pemasar harus benar benar memahami sumber
ekuitas merk dan bagaimana sumber itu mempengaruhi hasil yang diharapkanm dan juga
bagaimana bila sumber sumber dan hasil ini berubah seiring berjalannya waktu.

Peniliaan Merek
Pemasar harus membedakan ekuitas merek dengan penilaian merek (brand valuation),
yaitu pekerjaan memperkirakan nilai keuangan total dari merek.

Mengelola Ekuitas Merek


Pengelolaan merek yang efektif membutuhkan tindakan pemasaran jangka panjang.
Karena respons pelanggan terhadap aktivitas pemasaran tergantung pada apa yang merkea
ketahui tentang sebuah merek, tindakan pemasaran jangka pendek, dengan mengubah
pengetahuan merek, sangat mempengaruhi peningkatan atau penurunan kesuksesan jangka
panjang tindakan pemasaran di masa depan.

Penguatan Merek
Sebagai aset perusahaan yang umurnya panjang, merek perlu dikelola dengan seksama
sehingga nilainya tidak terus menyusut. Ekuitas merek diperkuat oleh tindakan pemasaran yang
secara konsisten menyampaikan arti suatu merek dalam hal: (1) produk apa yang
direprensentasikan oleh merek, apa manfaat inti yang diberikan, dan kebutuhan apa yang
dipenuhi, dan juga (2) bagaimana merek membuat produk menjadi unggul, di mana asosiasi
merek yang kuat, yang disukai, dan unik harus berada pada pikiran konsumen.
Nivea merupakan salah satu merek terkuat di Eropa yang telah mengembangkan lingkup
mereka dari merek krim kulit menjadi perawatan kulit dan perawatan tubuh dengan cara
mendesain dan mengimplementasikan secara cermat perluasan merek yang memperkuat janji
merek Nivea yang ringan, lembut, dan merawat di arena yang lebih luas.
Satu bagian penting dari penguatan merek adalah menyediakan dukungan pemasaran
yang konsisten dalam jumlah dan jenisnya. Konsistensi ini tidak berarti semata-mata
keseragaman tanpa perubahan: banyak perubahan taktis mungkin diperlukan untuk
mempertahankan kekuatan dan arah strategis suatu merek. Namun, terkecuali terjadi perubahan
dalam lingkungan pemasaran, kita tidak terlalu perlu menyimpang dari positioning yang telah
berhasil. Ketika perubahan memang diperlukan, pemasar harus habis-habisan melindungi dan
mempertahankan sumber-sumber merek

Segmen Pasar
Analisis
Keuanganan

Pendorong
Permintaan

Penentuan
Tolok Ukur
Kompetitif

Laba tidak
Berwujud

Peran
Penetapan
Merek

Kekuatan
Merek

Laba
Merek

Nilai Merek (Nilai sekarang bersih dari laba merek masa depan)

Tingkat
Diskonto
Merek

Revitalisasi Merek
Perubahan selera dan preferensi konsumen, kemunculan pesaing baru atau teknologi
baru, atau semua perkembangan dalam lingkungan pemasaran dapat mempengaruhi peruntungan
merek. Hampir di semua kategori produk, merek yang dulu terkenal dan dikagumi seperti Smith
Corona, Zenith, dan TWA mengalami masa-masa sulit atau bahkan lenyap. Tetapi, sejumlah
merek berhasil muncul kembali dengan mengesankan dalam tahun-tahun terakhir, dengan
berhasilnya pemasar meniupkan nafas baru dalam waralaba pelanggan mereka. Seringkali hal
pertama yang harus dilakukan dalam merevitalisasi merek adalah memahami sumber-sumber apa
dari ekuitas merek yang bisa dipakai sebagai awal langkah. Apakah asosiasi negatif mulai dikaitkaitkan dengan merek? Kadang-kadang program pemasaran aktual menjadi sumber masalah,
karena program itu gagal menghantarkan janji merek.
Merencanakan Strategi Penetapan Merek
Strategi penetapan merek (branding strategy) perusahaan mencerminkan jumlah dan
jenis baik elemen merek maupun unik yang diterapkan perusahaan pada produk yang dijualnya.
Memutuskan cara menetapkan merek produk baru merupakan hal yang sangat penting. Ketika
perusahaan memperkenalkan sebuah produk baru, perusahaan mempunyai tiga pilihan utama:
1. Perusahaan dapat mengembangkan elemen merek baru untuk produk baru.
2. Perusahaan dapat menerapkan beberapa elemen mereknya yang sudah ada
3. Perusahaan dapat menggunakan kombinasi elemen merek baru yang ada
Ketika perusahaan menggunakan merek yang sudah mapan untuk memperkenalkan
sebuah produk baru, produk itu disebut perluasan merek (brand extension).
Perluasan merek dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori umum sebagai berikut:
1.

Perluasan Lini
Dalam perlusan lini, merek induk digunakan untuk memberi merek pada produk baru
yang membidik segmen pasar baru dalam kategori produk yang sekarang ini dilayani
oleh produk induk, seperti melalui cita rasa baru, bentuk, warna baru, unsur yang

2.

ditambahkan, dan ukuran kemasan yang baru.


Perluasan Kategori
Dalam perluasan kategori, merek induk digunakan untuk memasuki satu kategori
produk yang berbeda dari produk yang sekarang dilayani merek induk, seperti jam
Swiss Army. Bauran merek merupakan perangkat lini merek yang disediakan penjual

khusus bagi pembeli. Produk berlisensi adalah produk yang nama mereknya telah
dilisensikan kepada pengusaha pabrik lain secara aktual membuat produk itu.
Keputusan Penentuan Merek
Keputusan strategi penentuan merek yang pertama adalah perlu mengembangkan nama
merek produk. Penentuan merek merupakan satu dorongan kuat bahwa segala sesuatu
berlangsung tanpa penentuan merek. Komoditas merupakan produk yang begitu mendasar,
sehingga tidak dapat didiferensiasikan secara fisik dalam pikiran konsumen.
Empat strategi umum yang sering digunakan perusahaan dalam memutuskan pemberian merek
produk atau jasa, sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Nama Individual.
Nama Keluarga Selimut.
Nama Keluarga Terpisah Untuk Semua Produk.
Nama Korporat Digabungkan Dengan Nama Produk Individual.

Perluasan Merek (Brand Extension)


Dengan mengakui bahwa salah satu aset paling bernilai adalah merek, banyak
perusahaan memutuskan untuk mengungkit aset dengan memperkenalkan sejumlah produk baru
dalam beberapa nama merek yang paling kuat. Kebanyakan produk baru sesungguhnya adalah
perluasan lini.
a. Keunggulan Perluasan Merek
Dua keuntungan utama dari perluasan merek adalah bahwa mereka dapat
memfasilitasi penerimaan produk baru dan memberikan umpan balik positif kepada
merek induk dan perusahaan. Keuntungan Perluasan Merek yaitu :
1. Meningkatkan peluang keberhasilan produk baru.
2. Memberikan umpan balik positif terhadap merek dan perusahaan induk.
b. Kekurangan Perluasan Merek
Pada sisi lain, perluasan lini bisa menyebabkan nama merek tidak terlalu kuat
teridentifikasi dengan produk manapun. Ries dan Trout menyebut ini jebakan perluasan
lini. Pencairan merek terjadi ketika konsumen tidak lagi mengasosiasikan merek dengan
produk yang spesifik atau produk yang sangat serupa, dan mulai tidak terlalu banyak
berpikir tentang merek.
Jika sebuah perusahaan meluncurkan perluasan yang dianggap tidak tepat oleh
konsumen, mereka bisa mempertanyakan intregritas dan persaingan merek. Berbagai

perluasan lini bisa membingungakan dan mungkin bahkan mengecewakan konsumen.


Versi prodak mana yang tepat bagi mereka? Akibatnya, mereka bisa menolak perluasan
baru karena kegemaran untuk mencoba dan benar atas versi-versi yang memenuhi
semua tujuannya (all-purpose). Skenario paling buruk menyangkut perluasan merek
bukan hanya kegagalan, melainkan juga merek itu bisa menghancurkan citra merek induk
dalam proses.
c. Karakteristik Sukses
Perluasan produk baru yang potensial untuk sebuah merek harus dinilai seberapa
efektifnya produk mengangkat ekuitas merek yang sudah ada dari merek induk sampai ke
produk baru, dan juga seberapa efektifnya perluasan, pada gilirannya, menyumbang pada
ekuitas merek. Pertimbangan paling penting pada perluasan adalah adanya kecocokan
dalam pikiran konsumen. Konsumen mungkin melihat basis kecocokan untuk perluasan
dalam banyak hal seperti atribut fisik yang lazim, situasi penggunaan, dan tipe pengguna.
Satu kesalahan umum dalam mengevaluasi peluang perluasan adalah gagal
memperhitungkan semua struktur pengetahuan merek konsumen. Sering para pemasar keliru
berfokus pada satu atau mungkin beberapa asosiasi merek seperti basis potensial kecocokan
dan mengabaikan yang lain, atau mungkin lebih penting adalah asosiasi dalam proses.
Portofolio Merek
Portofolio Merek (Brand Portofolio) adalah kumpulan semua merek dan lini merek yang
ditawarkan oleh perusahaan khusus untuk penjualan kepada pembeli dalam satu kategori khusus.
Merek-merek berbeda bisa dirancang dan dipasarkan untuk menarik berbagai segmen pasar,
semua merek memiliki batasan, sebuah merek hanya dapat direntangkan sejauh batasan itu.
Multi merek sering perlu mengejar segmen multi pasar. Beberapa alasan lain untuk
memperkenalkan multi merek dalam sebuah kategori adalah:
1.
2.
3.
4.

Meningkatkan kehadiran di rak dan ketergantungan pengecer di toko.


Menarik konsumen pencari keragaman yang mungkin dapat beralih ke merek lain.
Meningkatkan kompetisi internal dalam perusahaan.
Mencapai skala ekonomis dalam iklan, penjualan, perdagangan, dan distribusi fisik.

Peran khusus merek sebagai bagian dari portofolio:

Flanker

Flanker atau merek penyerang atau fighter diposisikan pada merek pesaing,
sehingga merek utama yang lebih penting (dan lebih mampu menghasilkan laba) dapat
mempertahankan penentuan posisi yang mereka inginkan. Dalam merancang merekmerek penyerang ini, pemasar harus menggunakan satu lini yang bagus. Merek
penyerang tidak boleh begitu menarik sehingga mengalihkan penjualan merek-merek

atau rujukan sebanding mereka yang berharga lebih tinggi.


Cash Cow (Sapi Perah)
Beberapa merek mungkin dipertahankan keberadaanya meskipun penjualan
mengecil karena merek-merek tersebut masih mampu mempertahankan cukup banyak
pelanggan dan profitabilitas mereka yang hampir tanpa dukungan pemasaran. Merek
sapi perah dapat secara efektif diperah dengan mendapatkan keuntungan dan

penampungan mereka atas ekuitas merek yang ada.


Tingkat Pemasukan Yang Murah
Peran merek yang berharga relatif murah dalam portofolio merek sering bisa
menarik pelanggan kepada waralaba merek. Para pengecer suka menonjolkan para
pembangun lalu lintas ini, karena mereka mengangkat pelanggan memperdagangkan

merek yang berharga lebih tinggi.


Gengsi Tingkat Tinggi
Sering kali peran dari merek yang berharga realtif tinggi dalam keluarga merek adalah
menambah gengsi dan kredibilitas kepada keseluruhan portofolio.

Ekuitas Pelanggan
Ekuitas

Pelanggan

merupakan

konsep

pelengkap

untuk

ekuitas

merek yang

merefleksikan jumlah dari nilai-nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek.
Terakhir kita dapat menghubungkan ekuitas merek dengan salah satu konsep pemasaran penting
lainnya, Ekuitas Pelanggan (customer equity). Tujuan manajemen hubungan pelanggan (CRM)
adalah menghasilkan ekuitas yang tinggi. Meskipun kita dapat menghitungnya dengan cara
berbeda, salah satu definisi ekuitas pelanggan adalah jumlah dari nilai-nilai seumur hidup
seluruh pelanggan. Nilai seumur hidup pelanggan dipengaruhi oleh pertimbangan pendapatan
dan biaya yang berhubungan dengan akuisisi pelanggan, retensi, dan penjualan silang.

Akuisisi dipengaruhi oleh sejumlah prospek, probabilitas akuisisi dari suatu prosepek, dan

pengeluaran akuisisi per prospek


Retensi dipengaruhi oleh tingkat retensi dan tingkat pengeluaran retensi.

Pengeluaran tambahan merupakan fungsi dari efisiensi penjualan tambahan, jumlah


penawaran penjualan tambahan yang diberikan pada pelanggan yang ada, dan tingkat
respons terhadap penawaran baru.
Ekuitas merek cenderung berfokus pada isu-isu strategis dalam mengelola dan

menciptakan serta meningkatkan kesadaran dan citra merek dengan pelanggan. Ekuitas
pelanggan memberikan panduan praktis untuk aktivitas-aktivitas pemasaran yang spesifik.
Ekuitas merek dan ekuitas pelanggan sama-sama penting. Tidak ada merek tanpa
pelanggan dan tidak ada pelanggan tanpa merek. Merek berguna sebagai umpan yang
digunakan pengecer serta pedagang perantara untuk menarik pelanggan yang mereka ambil
nilainya. Pelanggan berguna sebagai mesin keuntungan nyata bagi mereka untuk menguangkan
nilai merek mereka.
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Dari apa yang telah kami uraikan diatas maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Dari pembahasan materi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ekuitas merek (brand equity)
adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam
cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dengan merek dan juga
harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan. Ekuitas merek
berbasis pelanggan (customer-based brand equity) adalah pengaruh diferensial yang dimiliki
pengetahuan merek atas respons konsumen terhadap pemasaran merek tersebut. Sebuah merek
mempunyai ekuitas merek berbasis pelanggan yang positif ketika konsumen bereaksi lebih
positif terhadap produk dan cara produk itu dipasarkan ketika merek tersebut teridentifikasi.
Merek juga memiliki peran tersendiri yang berharga bagi perusahaan, yaitu:
1. Merek menyederhanakan penanganan atau penelusuran produk.
2. Merek membantu mengatur catatan persediaan dan catatan akuntansi.
3. Merek juga menawarkan perlindungan hukum kepada perusahaan untuk fitur-fitur atau
aspek unik dari produk itu sendiri.
Selain peran merek bagi perusahaan dapat pula disimpulkan bahwa ada keunggulan dan
kekurangan darai perluasan merek yaitu:

1. Keunggulan perluasan merek


Mereka dapat memfasilitasi penerimaan produk baru dan memberikan umpan balik
positif kepada merek induk dan perusahaan
2. Kekurangan dari perluasan merek
Perluasan lini dapat menyebabkan nama merek tidak terlalu kuat terindentifikasi dengan
produk manapun.