Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

HIPERKOLESTEROL (Kolesterol Tinggi)


DI PUSKESMAS BARENG

DI SUSUN OLEH :
NAMA

: FITRATUL AULYA

NIM

: 201310300511062

KELOMPOK : 9

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016

LEMBAR PENGESAHAN

HIPERKOLESTEROL (Kolesterol Tinggi)


DI PUSKESMAS BARENG

Malang, 20 Mei 2016

Mengetahui,

Pembimbing Institusi

Pembimbing Lahan

HIPERKOLESTEROL

1. DEVINISI
Kolesterol adalah sterol terbanyak di dalam tubuh, bentuknya dapat sebagai
kolesterol bebas ataupun terikat pada asam lemak sebagai kolesterilester.Umumnya
kolesterol dalam darah dan limfe terlihat sebagai kolesterilester Sedangkan yang dalam
sel-sel darah otot, hepar, dan jaringan lain dalam bentuk bebas (Irawan dan Poestika,
1997 dalam Yudhasari, 2008).
Struktur kimia dasar kolesterol berupa steroid. Terdapat dalam jaringan dan
lipoprotein plasma dalam bentuk kolesterol bebas atau gabungan dari asam lemak rantai
panjang sebagai ester kolesteril. Senyawa kolesterol ini disintesis dalam banyak jaringan
dari asetil-Ko A dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui empedu sebagai garam
kolesterol atau empedu. Kolesterol adalah produk khas hasil metabolisme hewan
sehingga terdapat dalam semua bahan makanan yang berasal dari hewan, misalnya
kuning telur, otak, daging dan hati (Sulistyowati, 2006).
Menurut Rahayu (2005), kolesterol merupakan unsur penting dalam tubuh yang
diperlukan untuk mengatur proses kimiawi di dalam tubuh, tetapi kolesterol dalam
jumlah tinggi bisa menyebabkan terjadinya aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan
pembuluh darah). Jika aterosklerosis ini terjadi di pembuluh darah jantung, maka akan
menyebabkan penyakit jantung koroner. Penggumpalan darah yang bercampur dengan
lemak yang menempel di pembuluh darah akan menyebabkan serangan jantung. Rahayu
(2005) juga menyatakan, terdapat korelasi yang jelas antara penyakit aterosklerosis
arteria koroner dengan kadar kolesterol total dalam darah, yang terutama mencerminkan
kandungan kolesterol pada LDL (Kolesterol LDL).
Hiperkolesterolemia merupakan hasil dari meningkatnya produksi dan atau
meningkatnya penggunaan LDL (Low Density Lipoprotein). Hiperkolesterolemia dapat
merupakan hiperkolesterol familial atau dapat disebabkan karena konsumsi kolesterol
tinggi. Menurut Prawitasari dkk. (2011), hiperkolesterolemia familial (HF) merupakan
kelainan genetik tersering penyebab terjadinya penyakit jantung koroner/aterosklerosis.
Hiperkolesterol

terutama

fraksi

LDL,

adalah

faktor

terpenting

terbentuknya

aterosklerosis (Murwani dkk., 2006).


Proses aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat menyebabkan
terjadinya jantung koroner, apabila terjadi di pembuluh darah otak dapat menyebabkan
terjadinya stroke. HDL (High Density Lipoprotein) disebut juga kolesterol baik karena
mempunyai efek antiaterogenik yaitu mengangkut kolesterol bebas dari pembuluh darah

dan jaringan lain menuju hati, selanjutnya mengeluarkannya lewat empedu. Kadar LDL
yang tinggi cenderung disertai dengan kadar trigliserida yang tinggi pula, sedangkan
apabila kadar HDL tinggi maka kadar trigliserida cenderung rendah (Yudhasari, 2008).
2. ETIOLOGI
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hiperkolesterolemia. Bisa disebabkan
oleh faktor genetik seperti pada hiperkolesterolemia familial dan hiperkoleterolemia
poligenik, juga bisa disebabkan faktor sekunder akibat dari penyakit lain seperti diabetes
mellitus, sindroma nefrotik serta faktor kebiasaan diet lemak jenuh (saturated fat),
kegemukan dan kurang olahraga.
Beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan seseorang beresiko tinggi
menderita hiperkolesterolemia. beberapa faktor dapat dikurangi atau dihilangkan dengan
pengubahan gaya hidup, beberapa faktor sulit untuk diubah. tapi setidaknya pengurangan
faktor resiko harus dilakukan semaksimal mungkin. faktor resiko utama penyebab
tingginya kolesterol darah antara lain obesitas atau kegemukan, makanan tinggi asam
lemak dan lemak jenuh, biasanya makanan yg digoreng, makanan rendah serat, kurang
beraktifitas fisik, stress, merokok, tinggal di area dengan tingkat polusi tinggi (industri,
kota yg padat kendaraan bermotor), diabetes, underactive thyroid, dan polycystic ovary
syndrome.
1.
Hiperkolesterolemia Poligenik
Tipe ini merupakan hiperkolesterolemia yang paling sering ditemukan, merupakan
interaksi antara kelainan genetik yang multipel, nutrisi dan faktor-faktor lingkungan
lainnya serta memiliki lebih dari satu dasar metabolik. Penyakit ini biasanya tidak
disertai dengan xantoma.
2.
Hiperkolesterolemia Familial
Penyakit yang diturunkan ini terjadi akibatkan oleh adanya defek gen pada reseptor
LDL permukaan membran sel tubuh. Ketidakadaan reseptor ini menyebabkan hati
tidak bisa mengabsorpsi LDL. Karena mengganggap LDL tidak ada, hati kemudian
memproduksi VLDL yang banyak ke dalam plasma. Pada pasien dengan
Hiperkolesterolemia familial ditemukan kadar kolesterol total mencapai 600 sampai
1000 mg/dl atau 4 sampai 6 kali dari orang normal. Banyak pasien ini meninggal
sebelum berumur 20 tahun akibat infark miokard.
3.
Kebiasaan Diet lemak Jenuh, Kurang olahraga dan Kegemukan
Pada tubuh manusia, reseptor LDL menangkap LDL yang tidak teroksidasi dan
disimpan di dalam sel tubuh. Jika sudah berlebih, LDL tidak masuk ke dalam sel
kemudian dimetabolime di hepar untuk menjadi asam empedu dan diekskresikan

keluar. Pada proses patologi, oksidan LDL ditangkap oleh makrofag dan kemudian
menjadi sel busa dan menumpuk di dalam tubuh, tidak diekskresi dan apabila
menumpuk didalam pembuluh darah menimbulkan plak aterome dan lama-kelamaan
menjadi aterosklerosis.
Penelitian pada binatang yang ditingkatkan kadar serumnya menunjukkan
LDL memicu atrogenesis. Ada bentuk kelainan gen pada manusia yang menyebabkan
peningkatan LDL secara berat yang menimbulkan penyakit kardiovaskuler pada usia
muda. LDL menimbulkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri. LDL juga
menyebabkan rangsangan inflamasi dani inflamasi pada lesi aterogenik. Peningkatan
LDL berhubungan dengan semua tingkatan aterogenik yaitu disfungsi endotel,
pembentukan

dan

pertumbuhan

plak,

ketidakstabilan

plak

dan

thrombosis.Peningkatan LDL plasma menyebabkan retensi partikel LDL pada dinding


arteri meningkat, oksidasi LDL dan pengeluaran zat-zat mediator inflamasi . Terapi
terhadap peningkatan LDL menunjukkan fungsi endotel koroner menjadi normal.
Akibat Penyakit Lain
Berikut ini dislipidemia yang disebabkan oleh penyakit lain:
Tabel 3
Penyebab Hiperkolesterolemia yang disebabkan oleh penyakit
No.
Penyakit penyebab Kelainan lipid
1.
Diabetes mellitus (DM)
TG dan HDL
2.
Gagal ginjal kronis
TG
3.
Sindrom nefrotik
Kolesterol total
4.
Hipotiroidisme
Koleterol total
5.
Penyalahgunaan alcohol
TG
6.
Kholestasis
Kolesterol total
7.
Kehamilan
TG
8.
Obat-obatan (kontrasepsi oral, diuretic, beta bloker, kortikosteroid) TG dan
atau Kolesterol total , HDL
Keterangan:
TG = Trigliserida
HDL = High Density Lipoprotein
Meningkat
Menurun
Peningkatan prevalensi Diabetes seiring dengan peningkatan faktor risiko
yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi serat, tinggi
lemak, merokok, hiperkolesterol, hiperglikemia dan lain-lain. Prevalensi faktor risiko
DM dari 2001-2004 yaitu : obesitas dari 12,7% menjadi 18,3%. Hiperglikemia dari

7,9% menjadi 11,3% dan hiperkolesterol dari 6,5% menjadi 12,9%. Diabetes
berpotensi menyebabkan hiperkolesterolemia dengan meningkatkan kadar kolesterol
LDL.
Sindrom nefrotik adalah sindroma klinis yang ditandai dengan adanya
proteinuria, hipoalbunemia, edema, dan hiperkolesterolemia. Patogenesis terjadinya
hiperkolesterolemia

adalah

kebocoran

pada

membrane

basalis

glomerulus

menyebabkan proteinuria sehingga terjadi hipoalbiminemia. Hipoalbuminemia


dikompensasi oleh hepar dengan memprodusksi kolesterol sehingga terjadi
hiperkolesterolemia. Terjadi hipoalbuminemia yang selanjutnya merangsang hepar
untuk memprodusksi kolesterol sehingga terjadi hiperkolesterolemi.
3. FAKTOR RESIKO
Faktor Resiko yang Dapat dimodifikasi

Tekanan darah tinggi


Merokok
Diabetes Mellitus
Penyakit jantung lain
Obesitas
Intake alkohol yang tinggi
Penggunaan obat-obatan ilegal
Usia

4. TANDA DAN GEJALA


Tanda dan gejala pada masa awalnya adalah kolesterol tinggi muncul tanpa gejala
apa pun. Karena ini screening awal melalui pemeriksaan lab secara rutin lebih baik
jika dilakukan. untuk tingkat lanjut, hiperkolesterolemia bisa menimbulkan gejala
penumpukan lemak pada tendon dan kulit (xanthoma), pembesaran hati dan limpa,
sakit pada perut akibat pankreatitis jika trigliserida tertumpuk pada pankreas
(umumnya saat level trigliserida di atas 800 mg/dL), sakit pada dada dan mungkin
serangan jantung akibat penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah yang
mengalirkan darah untuk jantung.
Tabel 1
o Klasifikasi dislipidemia menurut WHO
Fredrickson Klasifikasi dislipidemia
Peningkatan lipoprotein
I
Kilomikron
Iia
Hiperkolesterolemia LDL
Iib
Dislipidemia kombinasi
LDL + VLDL
III
Dislipidemia remnant VLDL remnant + kilomikron
IV
Dislipidemia endogen VLDL

Dislipidemia campuran

VLDL + kilomikron

Keterangan:
LDL = Low Density Lipoprotein
VLDL = Very Low Density Lipoprotein(Trigliserida)
Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol melebihi batas
normal (>240 mg/dl). Semakin lanjutnya usia risiko menderita hiperkolesterolemia
semakin besar. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian
hiperkolesterolemia, diantaranya jenis kelamin, pola makan, obesitas, kebiasaan olah
raga dan kebiasaan merokok terhadap hiperkolesterolemia pada lansia.

Tabel 2
Klasifikasi kadar lipid plasma (mg/dl)
No. Kadar Lipid Plasma
o Kolesterol total < 200
tinggi 240
o 2 LDL < 100
159

Yang diinginkan 200-239

Tinggi
Optimal 100 129

Batas tinggi 160 189

tinggi
o 3 HDL < 40

Mendekati optimal 130


Tinggi 190 Sangat

Rendah 60 Tinggi 4

Normal 150 199

Batas

Batas tinggi 200-499

Trigliserida < 150


Tinggi

500

Sangat tinggi.
5. PEMERIKSAAN PENUNJANG CVA
a) Terapi
Hiperkolesterolemia dapat dicegah dengan pengendalian berat badan,
meningkatkan aktivitas fisik (disarankan untuk secara teratur berolahraga
ringan selama 30 menit setiap harinya), dan pengaturan diet. Diutamakan
untuk banyak mengonsumsi makanan kaya serat.
1. Terapi non farmakologi
2. Terapi nutrisi medis
Diet tinggi lemak merupakan salah satu penyebab hiperkolesterolemia.
Makan makanan yang banyak mengandung trans fat dan saturated fat seperti
margarine/mentega, es krim, minyak kelapa dan lemak hewan dapat
meningkatkan kadar LDL dan menurunkan koleterol HDL. Maka harus
dikurangi sebanyak 7% perhari. Saturated fat dapat digantikan dengan

unsaturated fat yang relatif kurang meningkatkan kadar LDL. Unsaturated


dibagi dua antara lain Multi Unsaturated Fatty Acid (MUFA) contohnya
minyak zaitun, alpokat dan Poli Unsaturated Fatty Acid (PUFA) contoh ikan.
Dengan perubahan pola makan, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam
darah sebesar 10-15% . Makan ikan yang banyak mengandung omega 3
dapat menurunkan kadar LDL. Begitu juga dengan mengkonsumsi protein
kedelai. Diet tinggi serat yang larut dalam air seperti oat dan buah/sayuran
20-30 gram sehari dapat menurunkan 5-15% kadar kolesterol total dan LDL.
Tabel 4
Komposisi makanan untuk hiperkolesterolemia menurut Perkeni 2004
No. Makanan
Asupan yang dianjurkan
1
Total lemak 20-25% dari kalori total
2
Lemak jenuh < 7 % dari kalori total
3
Lemak PUFA Sampai 10% dari kalori total
4
Lemak MUFA Sampai 10 % dari kalori total
5
Karbohidrat 60% dari kalori total (terutama karbohidrat kompleks)
6
Serat 30 gr perhari
7
Protein Sekitar 15% dari kalori total
8
Kolesterol
< 200 mg/hari
Tabel 5
Untuk di Rumah Sakit Dr.Soetomo menggunakan Diet B (Tjokroprawiro)
dengan komposisi:
No. Makanan
Asupan yang dianjurkan
1
Karbohidrat 68%
2
lemak kolesterol
< 300 mg/hari
3
lemak jenuh dan trans 5%
4
PUFA 5%
5
MUFA 10%
6
protein 12%
7
serat 25-35 gr/hari.
b) Aktivitas fisik
Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan berat badan.
Olahraga disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan penderita. Penurunan
10 % berat badan berarti menurunkan 30% lingkar perut yang mana terdapat
lemak sentral di sana. AHA merekomendasikan olahraga selama 30 menit
dengan aktivitas sedang 3-4 kali dalam seminggu
c) Menghindari rokok
Merokok berhubungan dengan proses metabolis yang berefek pada
lipoprotein termasuk didalamnya meningkatkan asam lemak bebas, glukosa

dan VLDL serta menurunkan HDL. Berhenti merokok berhubungan dengan


peningkatan rata-rata HDL 6-8 mg/dl.
d) Terapi farmakologis
Berikut ini obat- obatan yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah,
terdapat beberapa golongan obat, antara lain statin, resin, niasin, ezetimibe
dan asam lemak omega-3.
Tabel 6
Obat-obatan hipolipidemik
No. Obat Kolesterol LDL
Koleterol HDL
1
Statin 20-55% 5-15% 10-20%
2
Resin 15-30% 3-5%-/
3
Fibrat 10-15% 10-20% 35-50%
4
Niasin 10-25% 10-35% 25-50%
5
Ezetimibe
15-25% 3-5% 5-10%
6
Asam lemak Omega-35-10% 1-3% 20-30%
Tabel 7
Efek Obat hipolipidemik terhadap kadar lipid serum
No. Dislipidemia Obat pilihan
1
hiperkolesterolemia Statin/resin/kombinasi
2
Dislipidemia campuran
Statin/resin/kombinasi
3
Hipertrigliseridemia fibrat
4
Isolated low HDL
fibrat

Trigliserida

6. PENCEGAHAN
Menghentikan merokok
Mengurangi konsumsi kolesterol
Mempertahankan kadar gula normal
Latihan fisik (senam) secara teratu
Periksa tekanan darah
Lakukan latihan olahraga.
Konsumsi makanan yang bergizi
Kurangi makanan berlemak.
Jauhi alkohol.

Daftar Pustaka

1. Arza. 2009. Kenalan Dengan Hiperkolesterolemia. 21 Januari 2009. Diakses


dari www.wordpress.com 20 Oktober 2009, 19:46:49.
2. Halim, Herman. 2006. Mutasi reseptor LDL penyebab hiperkolesterolemia
Familier. Bagian biologi kedokteran fakultas kedokteran unika atrna jaya.
Majalah Kedokteran Damianus. Vo1.5. No. 3. September 2006.
3. Hiperkolesterolemia (Bagian1). Diakses dari Error! Hyperlink reference not
valid..
4. Hiperkolesterolemia (Bagian 2). Diakses dari Error! Hyperlink reference not
valid..

5. Hiperkolesterolemia (Kelebihan Kolesterol). 16 Juli 2008 Diakses dari

http://copeebreak.blogspot.com/search/label/healthly.
6. Hubungan merokok dengan risiko terjadinya hiperkolesterolemia pada pasien
kardiovaskuler. 2004. RS Panti Wilasa Citarum Semarang. Diakses dari
http://www.fkm.undip.ac.id/data/index.php?action=4&idx=2730.

Anda mungkin juga menyukai