Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Akuntansi adalah sistem pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan
pelaporan akun-akun. Akuntansi Pemerintahan adalah sistem akuntansi yang diterapkan
di Lingkungan Pemerintah. Akuntansi Pemerintahan pada umumnya berbeda dengan
akuntansi komersial karena perbedaan basis akuntansi, perbedaan core business,
perbedaan Badan Akun Standar (BAS), dan perbedaan Laporan yang dihasilkan.
Sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara
dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, pemerintah
diwajibkan menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh atas pengakuan dan
pengukuran pendapatan dan belanja negara. Namun karena berbagai keterbatasan
pemerintah baru diwajibkan melaksanakan Akuntansi berbasis akrual pada Tahun
Anggaran 2015.
Adapun dua elemen yang terdapat dalam akuntansi berbasis akrual adalah beban
dan belanja. Pelaporan beban dalam Laporan Operasional merupakan hal yang baru
karena pada basis sebelumnya yaitu akuntansi berbasis kas menuju akrual tidak terdapat
pelaporan beban dalam laporan Operasional. Dengan adanya beban dan belanja maka
pengakuan terhadap dua akun ini juga dibedakan dimana beban diakui berdasarkan
timbulnya kewajiban sedangkan belanja diakui berdasarkan keluar/tidaknya uang dari kas
Negara. Dampak perbedaan pengakuan juga berakibat pada perbedaan pelaporan dimana
beban dilaporkan dalam Laporan Operasional sedangkan belanja dilaporkan dalam
Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Oleh karena itu diperlukan beberapa penyesuaian
pemahaman terhadap basis akuntansi akrual agar dapat memuluskan proses transisi basis
akuntansi.

1.2.

Perumusan Masalah

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 1

Berikut rumusan masalah dalam makalah akuntansi beban dan belanja ini :
1. Jelaskan definisi beban dan belanja?
2. Jelaskan klasifikasi beban dan belanja?
3. Bagaimana bentuk pengakuan beban dan belanja?
4. Bagaimana pengukuran beban dan belanja?
5. Bagaimana penilaian beban dan belanja?
6. Bagaimana penyajian dan pengungkapan beban dan belanja?
7. Bagaimana prosedur akuntansi belanja dan beban di SKPD?
8. Bagaimana prosedur akuntansi belanja dan beban di PPKD?
1.3.

Tujuan Penulisan
Berikut tujuan penulisan dalam makalah akuntansi beban dan belanja ini :
1. Memahami definisi beban dan belanja.
2. Memahami klasifikasi beban dan belanja.
3. Memahami bentuk pengakuan beban dan belanja.
4. Memahami pengukuran beban dan belanja.
5. Memahami penilaian beban dan belanja.
6. Memahami penyajian dan pengungkapan beban dan belanja.
7. Memahami prosedur akuntansi belanja dan beban di SKPD.
8. Memahami prosedur akuntansi belanja dan beban di PPKD.

BAB II

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 2

PEMBAHASAN
2.1.

Definisi Beban dan Belanja


Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, Laporan Realisasi Anggaran
(LRA) menyebutnya dengan belanja, sedangkan Laporan Operasional (LO) menyebut
dengan beban. LRA disusun dan disajikan dengan menggunakan anggaran berbasis kas,
sedangkan LO disajikan dengan prinsip akrual yang disusun untuk melengkapi pelaporan
dari siklus akuntansi berbasis akrual (full accrual accounting cycle).
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode
pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset
atau timbulnya kewajiban. Sedangkan beban adalah kewajiban pemerintah yang diakui
sebagai pengurang nilai kekayaan bersih.
Belanja merupakan semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara
Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran
bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
Ada beberapa perbedaan antara Beban dan Belanja, yaitu:

Beban

Belanja

o
a.

Diukur

b.

akuntansi akrual
Merupakan unsur pembentuk Laporan Merupakan

c.

Operasional (LO)
Menggunakan Kode Akun 9

2.2.

dan

diakui

dengan

basis Diukur dan diakui dengan basis akuntansi kas


unsur

pembentuk

Laporan

Realisasi Anggaran (LRA)


Menggunakan Kode Akun 5

Kalsifikasi Beban dan Belanja


Beban dan belanja diklasifikasi menurut:
a. Klasifikasi ekonomi untuk pemerintah daerah terdiri dari beban pegawai, beban
barang, beban bunga, beban subsidi, beban hibah, beban bantuan sosial, beban
penyusutan aset tetap/amortisasi, beban transfer, dan beban tak terduga
Pengakuan beban menurut klasifikasi ekonomi diatur dalam PSAP 12 tentang
Laporan Operasional. Klasifikasi ekonomi pada prinsipnya mengelompokkan
berdasarkan jenis beban. Berikut ini perbedaan klasifikasi beban pada Pemerintah
Pusat dengan beban pada Pemerintah Daerah:
b. Klasifikasi ekonomi adalah pengelompokkan belanja yang didasarkan pada jenis
belanja untuk melaksanakan suatu aktivitas. Klasifikasi ekonomi meliputi belanja

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 3

pegawai, belanja barang, belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan
belanja lain-lain. Klasifikasi ekonomi pada pemerintah daerah meliputi belanja
pegawai, belanja barang, belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial dan
belanja tak terduga.
Pengklasifikasian eko-nomi

bertujuan untuk kepentingan statistik, ketaatan

(compliance), pengendalian dan monitoring anggaran, dan analisis ekonomi.


Klasifikasi belanja menurut ekonomi dikelompokkan lagi menjadi belanja operasi,
belanja modal dan belanja lain-lain/tak terduga sebagaimana dijelaskan sebagai
berikut:
1) Belanja Operasi
Belanja operasi adalah belanja yang dikeluarkan dari kas umum negara
dalam rangka menyeleng-garakan kegiatan operasional (kegiatan sehari-hari)
pemerintah yang memberi manfaat jangka pendek. Klasifikasi belanja operasi
untuk pemerintah pusat terdiri dari:
Belanja Pegawai
Menurut PMK Nomor 112 Tahun 2012, belanja pegawai adalah:
kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang atau barang,
yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah dalam maupun luar
negeri baik kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan
pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS
dan/atau non-PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah
dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas fungsi unit organisasi
pemerintah, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentuk-an
modal dan/atau kegiatan yang mempunyai output dalam kategori
belanja barang. Belanja Pegawai ini terdiri dari belanja gaji dan
tunjangan, belanja honorarium/lembur/tunjangan khusus & belanja
pegawai transito, dan belanja kontribusi sosial.
Belanja barang
Belanja barang adalah pengeluaran untuk pembelian barang
dan/atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan/atau
jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan dan pengadaan
barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada
masyarakat/pemerintah daerah (pemda) termasuk transfer uang di luar

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 4

criteria belanja bantuan sosial serta belanja perjalanan. Dalam


pengertian belanja tersebut termasuk honorarium dan vakasi yang
diberikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan untuk menghasilkan
barang dan/atau jasa. Belanja barang ini terdiri dari belanja barang
(operasional dan non-operasional), belanja jasa, belanja pemeliharaan,
belanja perjalanan, belanja Badan Layanan Umum (BLU), serta
belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/pemda (PMK
Nomor 112 Tahun 2012). Belanja barang dapat dibedakan menjadi:
a) Belanja barang dan jasa
Belanja barang dan jasa merupakan pengeluaran yang
antara lain dilakukan untuk membiayai keper-luan kantor
sehari-hari, pengadaan barang yang habis pakai seperti alat
tulis kantor, pengadaan / penggantian inventaris kantor,
langganan daya dan jasa, lain-lain pengeluaran untuk
membiayai pekerjaan yang bersifat non-fisik dan secara
langsung menunjang tugas pokok dan fungsi kementerian /
lembaga, pengadaan inventaris kantor yang nilainya tidak
memenuhi batas minimal kapitalisasi yang diatur oleh
pemerintah pusat dan pengeluaran jasa non-fisik seperti
pengeluaran untuk biaya pelatihan dan penelitian.
b) Belanja pemeliharaan
Belanja pemeliharaan menurut buletin teknis nomor 04
adalah pengeluaran yang dimaksudkan untuk mempertahankan
aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi
normal tanpa memperhatikan besar kecilnya jumlah belanja.
Belanja pemeliharaan meliputi antara lain pemeli-haraan tanah,
pemeliharaan gedung dan bangunan kantor, rumah dinas,
kendaraan bermotor dinas, perbaikan peralatan dan sarana
gedung, jalan, jaringan irigasi, peralatan mesin, dan lain-lain
sarana yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
c) Belanja perjalanan dinas.

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 5

Belanja

perjalanan

dinas

adalah

pengeluaran

yang

dilakukan untuk membiayai perjalanan dinas dalam rangka


pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Rencana pengeluaran
untuk perjalanan dinas yang tidak terkait langsung dengan
pembelian aset tetap/aset tidak berwujud, misalnya perjalanan
dinas untuk membeli barang persediaan, harus dianggarkan
sebagai belanja barang dalam DIPA. Selanjutnya, realisasi
belanja tersebut disajikan di LRA sebagai belanja barang dan
menambah nilai persediaan yang dibeli. Akan tetapi, rencana
pengeluaran untuk perjalanan dinas dalam rangka melakukan
transaksi pembelian asset tetap harus dianggarkan sebagai
belanja modal dalam DIPA, realisasinya disajikan di LRA
sebagai belanja modal dan menambah nilai aset tetap yang
dibeli.
Belanja bunga
Belanja bunga adalah pengeluaran pemerintah untuk pembayaran
bunga (interest) atas kewajiban penggunaan pokok utang (principal
outstanding) yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman jangka
pendek atau jangka panjang.
Belanja subsidi
Belanja subsidi adalah pengeluaran pemerintah yang diberikan
kepada

perusahaan/lembaga

yang

memproduksi,

menjual,

mengekspor, atau mengimpor barang dan jasa untuk memenuhi hajat


hidup orang banyak, dengan tujuan untuk membantu biaya produksi
mereka agar harga jual produk/jasa yang dihasilkan dapat dijangkau
oleh masyarakat. Perusahaan/lembaga yang dimaksud bisa berupa
BUMN/ BUMD maupun perusahaan swasta.
Belanja Hibah
Belanja Hibah adalah belanja pemerintah

dalam

bentuk

uang/barang atau jasa yang dapat diberikan kepada pemerintah negara


lain, organisasi internasional, pemerintah pusat/daerah, perusahaan
negara/daerah, kelompok masyarakat, atau organisasi kemasyarakatan
yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 6

wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus kecuali
ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan (Bultek 13: 23).
Belanja Bantuan sosial
Belanja Bantuan Sosial (Bultek 10:12) adalah transfer uang atau
barang yang diberikan oleh Pemerintah Pusat/Daerah kepada
masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko
sosial. Transfer uang/barang/jasa tersebut memiliki ketentuan sebagai
berikut
a) Dapat langsung diberikan kepada masyarakat dan/ atau
lembaga kemasyarakatan termasuk di dalamnya bantuan untuk
lembaga non-pemerintah bidang pendidikan dan keagamaan.
b) Bersifat sementara atau berkelanjutan.
c) Ditujukan untuk mendanai kegiatan rehabilitasi sosial,
perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial,
penanggulangan kemiskin-an dan penanggulangan bencana.
d) Bertujuan untuk meningkatkan taraf kesejah-teraan, kualitas,
kelangsungan hidup, dan memu-lihkan fungsi sosial dalam
rangka mencapai kemandirian sehingga terlepas dari risiko
sosial.
e) Diberikan dalam bentuk: bantuan langsung; penyediaan
aksesibilitas; dan/atau penguatan kelembagaan.
f) Risiko sosial menurut Bultek 10 adalah kejadian atau
peristiwa yang dapat menim-bulkan potensi

terjadinya

kerentanan sosial yang ditanggung oleh individu, keluarga,


kelompok dan/atau masyarakat sebagai dampak krisis sosial,
krisis ekonomi, krisis politik, fenomena alam dan bencana alam
yang jika tidak diberikan belanja bantuan sosial, masyarakat
akan semakin terpuruk dan tidak dapat hidup dalam kondisi
wajar.
2) Belanja modal
Menurut PSAP Nomor 02 Paragraf 37, belanja modal adalah pengeluaran
anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat
lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi antara lain belanja

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 7

modal untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan mesin;
jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tak berwujud.
Pengeluaran untuk Perolehan Awal Aset Tetap/Aset Tak Berwujud
Belanja Modal untuk perolehan aset tetap/aset tak berwujud meliputi
harga beli aset tetap/aset lainnya ditambah semua biaya lain yang
dikeluarkan sampai aset tetap/aset lainnya tersebut siap untuk
digunakan. Misalnya, biaya transportasi, biaya uji coba, biaya
perjalanan dinas dan biaya lainnya yang terkait dengan perolehan aset
tetap/aset tak berwujud. Biaya-biaya tersebut harus dianggarkan dalam
DIPA sebagai Belanja Modal. Agar rencana pembelian/ pembangunan
suatu aset tetap atau aset tak berwujud dapat dianggarkan dalam
Belanja Modal dan realisasi belanjanya juga dikategorikan sebagai
Belanja Modal, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
a) Pengeluaran tersebut mengakibatkan adanya perolehan aset
tetap atau aset tak berwujud sehingga menambah asset
pemerintah;
b) Pengeluaran tersebut melebihi batasan minimal kapitalisasi aset
yang telah ditetapkan oleh pemerintah;
c) Perolehan aset tersebut diniatkan untuk digunakan sendiri
bukan untuk dijual. Kapitalisasi adalah penentuan nilai
pembukuan terhadap semua pengeluaran untuk memperoleh
aset tetap/asset tak berwujud hingga siap pakai, untuk
meningkatkan kapasitas/efisiensi, dan atau memperpanjang
umur teknis aset.
Pengeluaran Setelah Perolehan Aset Tetap
Belanja untuk pengeluaran-pengeluaran sesudah perolehan aset
tetap dapat juga dimasukkan sebagai Belanja Modal, jika memenuhi
kriteria berikut:
a) Pengeluaran tersebut mengakibatkan bertambahnya masa
manfaat, kapasitas, kualitas dan volume aset yang telah
dimiliki.
b) Pengeluaran

tersebut

memenuhi

batasan

minimal

nilai

kapitalisasi aset tetap.


3) Belanja Lain-Lain/Tak Terduga

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 8

Menyimak PSAP Nomor 02 paragraf 38, belanja lain-lain adalah


pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak
diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial,
dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka
penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah.
c. Klasifikasi beban dan belanja berdasarkan organisasi adalah klasifikasi berdasarkan
unit organisasi pengguna anggaran. Untuk pemerintah daerah, belanja sekretariat
DPRD, belanja sekretariat daerah provinsi/kota/kabupaten, belanja dinas pemerintah
tingkat

provinsi/kota/kabupaten

dan

lembaga

teknis

daerah

tingkat

provinsi/kota/kabupaten.
Sedangkan, berdasarkan PSAP Nomor 12 tentang Laporan Operasional (LO),
beban hanya diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi, yang pada prinsipnya
mengelompokkan berdasarkan jenis beban. Berikut adalah klasifikasi beban dalam
LO menurut PSAP Nomor 12 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan
kewenangan atas beban tersebut:

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 9

Berikut adalah klasifikasi belanja dalam format APBD menurut Permendagri Nomor 13
Tahun 2006:

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 10

Berikut adalah klasifikasi belanja dalam LRA menurut PSAP Nomor 02 Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan kewenangan atas belanja tersebut:

*) Hibah dan bantuan sosial berupa uang merupakan kewenangan PPKD, sedangkan hibah
2.3.barang
Pengakuan
Beban
dan Belanja
dan jasa serta
bantuan
sosial berupa barang merupakan kewenangan SKPD.
Menurut PSAP Nomor 12 tentang akuntansi beban dalam Peraturan Pemerintah Nomor
71 Tahun 2010, beban diakui pada saat:
1) Timbulnya kewajiban
Saat timbulnya kewajiban adalah saat terjadinya peralihan hak dari pihak lain
ke pemerintah tanpa diikuti keluarnya kas dari kas umum daerah. Contohnya
tagihan rekening telepon dan rekening listrik seperti yang tertulis di atas.
2) Terjadinya konsumsi aset
Terjadinya konsumsi aset adalah saat pengeluaran kas kepada pihak lain yang
tidak didahului timbulnya kewajiban dan/atau konsumsi aset nonkas dalam
kegiatan operasional pemerintah.
3) Terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa
Terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa terjadi pada saat
penurunan

nilai

aset

bersangkutan/berlalunya

sehubungan
waktu.

dengan

Contohnya

adalah

penggunaan
penyusutan

aset
atau

amortisasi.

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 11

Menurut PSAP Nomor 02 tentang akuntansi belanja dalam Peraturan Pemerintah Nomor
71 Tahun 2010, belanja diakui pada saat:
1) Terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah untuk seluruh
transaksi di SKPD dan PPKD setelah dilakukan pengesahan definitif oleh
fungsi BUD untuk masing-masing transaksi yang terjadi di SKPD dan PPKD.
2) Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi
pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh
pengguna anggaran setelah diverifikasi oleh PPK-SKPD.
3) Dalam hal badan layanan umum, belanja diakui dengan mengacu pada
peraturan perundangan yang mengatur mengenai badan layanan umum.
Dalam rangka pencatatan atas pengakuan beban dapat menggunakan dua pendekatan
yaitu:
1) Metode pendekatan Beban Dimana setiap pembelian barang dan jasa akan
diakui/dicatat sebagai beban jika pembelian barang dan jasa itu dimaksud
untuk digunakan atau konsumsi segera mungkin.
2) Metode pendekatan Aset Dimana setiap pembelian barang dan jasa akan
diakui/dicatat sebagai persediaan jika pembelian barang dan jasa itu dimaksud
untuk digunakan dalam satu periode anggaran atau untuk sifatnya berjaga
jaga.
2.4.

Pengukuran Beban dan Belanja


Beban diukur dan dicatat sebesar beban yang terjadi selama periode pelaporan.
Belanja diukur jumlah pengeluaran kas yang keluar dari Rekening Kas Umum Daerah
dan atau Rekening Bendahara Pengeluaran berdasarkan azas bruto.
1) Pengukuran Belanja
Belanja diukur berdasarkan nilai nominal bruto yang dikeluarkan dan tercantum
dalam dokumen sumber pengeluaran yang sah untuk pengeluaran dari Kas Negara,
yaitu surat perintah membayar (SPM)/SP2D; atau pengesahan oleh bendahara umum
negara

berupa

surat

pengesahan

hibah

langsung/surat

perintah

pembukuan/pengesahan (SPHL/SP3). Belanja langsung, termasuk di dalamnya


transfer keluar, dibukukan sebesar SPM-Ls/SP2d-Ls yang terbit. Belanja yang
menggunakan uang persediaan dibukukan sebesar SP2D-GU yang terbit atas belanja
tersebut. Transaksi belanja dalam mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 12

rupiah dengan menjabarkan mata uang asing tersebut menurut kurs tengah bank
sentral pada tanggal transaksi.
2) Pengukuran Beban
Beban dicatat sebesar kewajiban yang timbul, aset yang telah dikonsumsi, atau
penurunan manfaat atau potensi jasa yang terjadi.
a. Beban Pegawai
Beban pegawai dicatat sebesar nilai nominal yang terdapat dalam
dokumen sumber seperti Dokumen Kepegawaian, Daftar Gaji, peraturan
perundang-undangan, dan dokumen lain yang menjadi dasar pengeluaran
Negara kepada pegawai dimaksud.
b. Beban Persediaan
Beban persediaan dicatat sebesar persediaan yang dipakai. Jika persediaan
dicatat dengan menggunakan metode perpetual, maka pengukuran beban
persediaan dihitung berdasarkan catatan jumlah unit yang dipakai dikalikan
nilai per unit sesuai metode penilaian yang digunakan. Namun, pada akhir
tahun seharusnya dilakukan inventarisasi fisik untuk mencocokan nilai fisik
persediaan dengan catatannya. Apabila dari hasil inventarisasi tersebut
terdapat kekurangan jumlah persediaan, maka akan dibebankan sebagai beban
persediaan tahun berjalan. Namun jika terdapat kelebihan persediaan maka
akan mengurangi beban persediaan tahun berjalan. Jika pencatatan persediaan
dilakukan secara periodik, maka pengukuran beban persediaan dihitung
berdasarkan inventarisasi fisik, yaitu dengan cara saldo awal persediaan
ditambah pembelian atau perolehan persediaan dikurangi dengan saldo akhir
persediaan dikalikan nilai per unit sesuai dengan metode penilaian yang
digunakan.
c. Beban Jasa
Beban jasa dicatat sebesar nilai nominal yang tertera dalam dokumen
tagihan dari Pihak Ketiga sesuai ketentuan peraturan perundangundangan
yang telah mendapatkan persetujuan dari Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat
Pembuat Komitmen. Misalnya berdasarkan tagihan listrik. Misalnya, tagihan
listrik.
d. Pemeliharaan
Beban pemeliharaan dicatat sebesar nilai nominal yang tertera dalam
dokumen tagihan dari Pihak Ketiga sesuai ketentuan peraturan perundang

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 13

undangan yang telah mendapatkan persetujuan dari Kuasa Pengguna


Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen
e. Perjalanan Dinas
Beban perjalanan dinas dicatat sebesar nilai nominal yang tertera dalam
dokumen sumber, seperti bukti-bukti pembayaran perjalanan dinas atau
dokumen sumber lain yang telah mendapatkan persetujuan dari Kuasa
Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen.
f. Beban Bunga Utang
Beban bunga dicatat sebesar nilai bunga yang telah terjadi atau jatuh
tempo seiring dengan berjalannya waktu. Besaran beban bunga biasanya
diukur sebagai besaran persentase tertentu atas pokok utang serta periode
pembayaran bunga utang serta hal lain jika ada, sebagaimana dinyatakan
dalam perjanjian pemberian utang. Pada prinsipnya metode pengukuran
besaran pengenaan bunga biasanya tercakup pada pasal dalam naskah
perjanjian pemberian pinjaman untuk mencegah perselisihan dikemudian
hari.
g. Beban Subsidi
Beban subsidi dicatat sebesar nilai nominal sesuai dengan dokumen
tagihan yang diajukan pihak ketiga yang telah mendapatkan persetujuan dari
pejabat perbendaharaan.
h. Beban Hibah
Beban hibah dalam bentuk uang dicatat sebesar nilai nominal yang tertera
dalam nota perjanjian hibah. Beban hibah dalam bentuk barang/jasa dicatat
sebesar nilai wajar barang/jasa tersebut saat terjadinya transaksi.
i. Beban Bantuan Sosial
Beban bantuan sosial dicatat sebesar nilai nominal yang tertera dalam
dokumen keputusan pemberian bantuan sosial berupa uang atau dokumen
pengadaan barang/jasa oleh Pihak Ketiga.
j. Beban Lain-Lain
Beban lain-lain dicatat sebesar nilai nominal yang tertera dalam dokumen
tagihan yang tidak menghasilkan aset tetap/aset lainnya dan telah
mendapatkan persetujuan Pejabat Perbendaharaan.
k. Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Beban penyisihan piutang tak tertagih merupakan beban yang timbul
akibat adanya piutang yang mungkin tidak dapat ditagih. Beban penyisihan

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 14

piutang dihitung dan dicatat dengan menggunakan metode penyisihan piutang


menurut umur piutang (aging schedule).
l. Beban Penyusutan Aset Tetap
Beban penyusutan aset tetap merupakan beban yang timbul sehubungan
dengan penggunaan aset tetap yang mengakibatkan terjadinya penurunan nilai
aset tetap terkait.
m. Beban Amortisasi Aset Tak berwujud
Beban amortisasi aset tak berwujud merupakan beban yang timbul karena
berjalannya waktu terkait pemanfaatan aset tak berwujud.
2.5.

Penilaian Beban dan Belanja


Beban dinilai sebesar akumulasi beban yang terjadi selama satu periode pelaporan
dan disajikan pada laporan operasional sesuai dengan klasifikasi ekonomi (line item).
Belanja dinilai sebesar nilai tercatat dan disajikan pada laporan realisasi anggaran
berdasarkan belanja langsung dan tidak langsung.

2.6.

Penyajian dan Pengungkapan Beban dan Belanja


Belanja disajikan dan diungkapkan dalam Laporan Realisasi Anggaran menurut
jenis belanja dengan menggunakan nilai rupiah. Rincian lebih lanjut jenis belanja
diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan. Klasifikasi belanja menurut
organisasi disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran atau di Catatan atas Laporan
Keuangan. Klasifikasi belanja menurut fungsi disajikan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan. Transaksi belanja dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang
rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi.
Beban disajikan dalam laporan operasional entitas akuntansi/pelaporan menurut
klasifikasi jenis beban. Penjelasan secara sistematis mengenai rincian, analisis dan
informasi lainnya yang bersifat material harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan sehingga menghasilkan informasi yang andal dan relevan. Beban berdasarkan
klasifikasi organisasi dan klasifikasi lain yang dipersyaratkan menurut ketentuan
perundangan yang berlaku, disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Transaksi
beban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi.

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 15

Hal-hal yang harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan terkait
dengan beban adalah:
1) Rincian beban per SKPD.
2) Penjelasan atas unsur-unsur beban yang disajikan dalam laporan keuangan lembar
muka.
3) Informasi lainnya yang dianggap perlu.
Hal-hal yang perlu diungkapkan sehubungan dengan belanja, antara lain:
1) Rincian belanja per skpd.
2) Penjelasan atas unsur-unsur belanja yang disajikan dalam laporan keuangan lembar
muka.
3) Penjelasan sebab-sebab tidak terserapnya target realisasi belanja daerah.
4) Informasi lainnya yang dianggap perlu.
Belanja dan beban diklasifikasikan menurut
1) Klasifikasi ekonomi (jenis belanja dan jenis beban), organisasi, dan fungsi. Klasifikasi
ekonomi adalah pengelompokan belanja dan beban yang didasarkan pada jenis belanja
untuk melaksanakan suatu aktivitas.
2) Khusus untuk belanja, analisis mengenai hal-hal yang menyebabkan terjadinya selisih
antara anggaran dengan realisasinya sangat disarankan untuk diungkapkan pada
Catatan atas Laporan Keuangan
2.7.

Prosedur Akuntansi Beban Dan Belanja di SKPD


1) Pihak Pihak Terkait
Pihak pihak yang terkait dalam sistem akuntansi beban dan belanja antara lain
Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD) dan Bendahara Pengeluaran
SKPD.
a. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD)
Dalam sistem akuntansi Beban dan Belanja, PPK-SKPD melaksanakan
fungsi akuntansi SKPD, memiliki tugas sebagai berikut:
Mencatat transaksi/kejadian beban dan belanja berdasarkan bukti bukti
transaksi yang sah dan valid ke Buku Jurnal LRA dan Buku Jurnal LO dan
Neraca.
Melakukan posting jurnal-jurnal transaksi/kejadian beban dan belanja
kedalam Buku Besar masing masing rekening (rincian objek).
Menyusun Laporan Keuangan, yang terdiri dari Laporan Realisasi
Anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Neraca, Laporan Perubahan
Ekuitas (LPE) , dan Catatan atas Laporan keuangan

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 16

b. Bendahara Pengeluaran SKPD


Mencatat dan membukukan semua pengeluaran beban dan belanja
kedalam buku kas umum SKPD.
Membuat SPJ atas beban dan belanja.
2) Dokumen yang Digunakan
Berikut adalah klasifikasi beban dalam LO menurut PSAP Nomor 12 Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan kewenangan atas beban tersebut:
Uraian
BebanOperasi LO
Beban Pegawai
Beban Barang dan Jasa
BebanHibah
Beban Penyusutan dan Amortisasi
Beban Penyisihan Piutang
Beban Lain-Lain

Dokumen
Daftar Gaji/SP2D/Dokumen yang Dipersamakan
BAST/SP2D/Dokumenyang dipersamakan
NPHD/SP2D/Dokumenyang dipersamakan
Bukti memorial/dokumen yang Dipersamakan
Bukti memorial/dokumen yang Dipersamakan
SP2D/Dokumenyang dipersamakan

Berikut adalah klasifikasi belanja dalam format APBD menurut Permendagri Nomor
13 Tahun 2006:
Uraian

Dokumen

Belanja Tidak Langsung


Belanja Bantuan Keuangan Kepada
Provinsi/Kabupaten/KotaDan
Belanja Langsung

Surat Keputusan Kepala


Daerah/SP2D/Dokumen yangdipersamakan

Belanja pegawai
Belanja barang dan jasa

Daftar Honor/SP2D
Dipersamakan
BAST/SP2D/Dokumenyang
dipersamakan

Belanja modal

BAST/SP2D/Dokumenyang dipersamakan

Berikut adalah klasifikasi belanja dalam LRA menurut PSAP Nomor 02 Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan kewenangan atas belanja tersebut:
Uraian

Dokumen

BelanjaOperasi
Belanja Pegawai

Daftar Gaji/SP2D/Dokumen yang dipersamakan

BelanjaBarang

BAST/SP2D/Dokumenyang dipersamakan

Hibah(Uang, barangdanJasa)*)

NPHD/SP2D/Dokumenyang dipersamakan

Bantuan Sosial (uangdan barang)*)

Surat
Keputusan
Kepala
/SP2D/Dokumenyang dipersamakan

BelanjaModal

Daerah

BelanjaTanah

Sertifikat/BAST/SP2D/Dokumen yang Dipersamakan

Belanja PeralatandanMesin

BAST/SP2D/Dokumen yang dipersamakan

BelanjaGedungdanBangunan

BAST Pekerjaan/SP2D/Dokumen yang Dipersamakan

BelanjaJalan,Irigasi, danJaringan

BAST Pekerjaan/SP2D/Dokumen yang Dipersamakan

BelanjaAset tetaplainnya

BAST/SP2D/Dokumen yang dipersamakan

BelanjaAsetLainnya

BAST/SP2D/Dokumen yang dipersamakan

3) Jurnal Standar
a. Beban dan Belanja Pegawai
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 17

Beban dan Belanja pegawai yang pembayarannya melalui mekanisme LS


dimana pembayaran tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing
PNSD
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti

Kode
Rekening

Debit

Kredit

Uraian
Beban Gaji Pokok

XXX

XXX
XXX

XXX

XXX

XXX
RK-PPKD

Jurnal LRA
Tanggal

Nomor
Bukti

XXX

XXX

Kode
Rekening
XXX

Uraian
Belanja
Pokok

Debit
Gaji XXX

Kredit

XXX
XXX

Perubahan

SAL
Beban dan Belanja pegawai yang pembayarannya melalui mekanisme LS
dimana pembayaran ditransfer ke Bendahara Pengeluaran kemudian oleh
bendahara pengeluaran melakukan pembayaran ke masing-masing PNS
Jurnal LO dan Neraca
Tanggal
Nomor
Bukti

XXX

XX
X

Kode
Rekening
XXX
XXX
XXX
XXX

Uraian

Debit

Kas di Bendahara
Pengeluaran
RK PPKD
Beban Gaji Pokok
Kas
dibendahara
Pengeluar

XXX

Uraian

Debit

Kredit

XXX
XXX
XXX

Jurnal LRA
Tanggal

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

Page 18

XX

XXXXX

XXX
XXX

Belanja Gaji Pokok


Perubahan SAL

XXX
XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 1 Februari 2012 Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC melakukan
pembayaran atas Beban dan Belanja pegawai melalui mekanisme LS sebesar Rp 7.000.000
dimana pembayaran beban dan belanja langsung ditransfer ke rekening masing masing PNS.
Berdasarkan SP2D LS beban dan belanja pegawai, maka PPK-SKPD akan mencatat dalam
jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti
SP2D/Daftar
Gaji/Dokumen
yang
Dipersamakan
Jurnal LRA:
Tanggal
Nomor Bukti

Kode
Rekening
9.1.1.01.01

01/02/2012

3.1.3.01.01

Kode
Rekening
5.1.1.01.01

Uraian
Beban Gaji
Pokok
RK PPKD

Uraian

Debit

Kredit

7.000.000
7.000.000

Debit

Kredit

SP2D/Daftar
Belanja Gaji
7.000.000
01/02/2012 Gaji/Dokumen
Pokok
0.0.0.00.00
Perubahan
7.000.000
yang
SAL
Dipersamakan
Jika Beban dan Belanja pegawai pada tanggal yang sama yang mana pembayarannya
melalui mekanisme LS sebesar Rp 7.000.000 serta pembayaran ditransfer ke Rekening
Bendahara Pengeluaran kemudian oleh bendahara pengeluaran melakukan pembayaran
ke masing-masing PNS. Berdasarkan SP2D LS beban dan belanja pegawai, PPK-SKPD
akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:

Jurnal LO dan Neraca:


Tanggal
Nomor Bukti

Kode

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Uraian

Debit

Kredit

Page 19

01/02/2012

SP2D/Daftar
Gaji/Dokumen
yang
Dipersamakan

Rekening
1.1.1.02.01

3.1.3.01.01
9.1.1.01.01
1.1.1.02.01

Jurnal LRA:
Tanggal

01/02/2012

Nomor Bukti
SP2D/Daftar
Gaji/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
5.1.1.01.01
0.0.0.00.00

Kas di
Bendahara
Pengeluaran
RK PPKD
Beban Gaji
Pokok
Kas di
Bendahara
Pengeluaran

7.000.000

Uraian

Debit

Belanja Gaji
Pokok
Perubahan
SAL

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

7.000.000
7.000.000
7.000.000

Kredit

7.000.000
7.000.000

Page 20

Beban

dan

Belanja

pegawai

(misalnya

pembayaran

lembur)

yang

pembayarannya melalui mekanisme UP/GU/TU dimana pembayaran oleh


Bendahara Pengeluaran melakukan pembayaran ke masing-masing PNS
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
l
XXX
Jurnal LRA
Tanggal

XXX

XX
X
Nomor
Bukti

Kode
Rekenin
g
XXX
XXX

Uraian
Beban Uang
Lembur PNS
Kas Bendahara
Pengeluaran

Debit

Kode
Rekening

Uraian

Debit

XXX
XXX

Belanja Uang
Lembur PNS
Perubahan SAL

XXX

XXX

Kredit

XXX
XXX

Kredit

XXX

Contoh Transaksi
Pada Tanggal 5 Februari 2012 Beban dan Belanja pegawai (misalnya untuk pembayaran
lembur) SKPD Kabupaten ABC yang pembayarannya melalui mekanisme UP/GU/TU sebesar
Rp 3.000.000 serta pembayaran dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran ke masing-masing
PNS. Berdasarkan pembayaran tersebut PPK-SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal
sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti

05/02/2012

Daftar
Honor/SP2D/
Dokumen Lain

Jurnal LRA:
Tanggal
Nomor Bukti

05/02/2012

Daftar
Honor/SP2D/
Dokumen Lain

Kode
Rekening
9.1.1.07.01
1.1.1.02.01

Kode
Rekening
5.1.1.07.01
0.0.0.00.00

Uraian
Beban Uang
Lembur PNS
Kas di
Bendahara
Pengeluaran
Uraian
Belanja Uang
Lembur PNS
Perubahan

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit

Kredit

3.000.000
3.000.000

Debit

Kredit

3.000.000
3.000.000
Page 21

SAL
b. Beban dan Belanja Barang dan Jasa
Belanja Barang dan Jasa Pendekatan Beban
Dimana setiap pembelian barang dan jasa akan diakui/dicatat sebagai beban
jika pembelian barang dan jasa itu dimaksud untukdigunakan atau konsumsi
segera mungkin
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
l

Kode
Uraian
Debit
Kredi
Rekening
t
XX
Beban Persediaan ATK
XXX
XXX
XX
X
XX
Utang Belanja ATK
XXX
X
Kemudian dilakukan pembayaran melalui
mekanisme
SP2DLS
maka
jurnal
standar:
X
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
KodeRekenin
Uraia
Debi
Kredi
Bukti
l
g
n
t
t
XXX
Utang Belanja ATK
XX
XXX
XX
X
XXX
RK PPKD
XXX
X
Jurnal LRA
Nomor
Tangga
KodeRekenin
Uraia
Debi
Kredi
Bukti
l
g
n
t
t
XXX
BelanjaATK
XX
XXX
XX
X
XXX
Perubahan SAL
XXX
X
Atau kemudian dilakukan pembayaran melalui mekanisme SP2D UP/GU/TU maka jurnal
standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
l
XXX

XX
X

KodeRekenin
g
XXX
XXX

Uraian

Debit

Utang Belanja ATK


Kas di Bendahara
Pengeluaran

XXX

Uraian

Debi
t
XXX

Kredi
t
XXX

Jurnal LRA
Tangga
l
XXX

Nomor
Bukti
XX
X

KodeRekenin
g
XXX
XXX

Belanja ATK
Perubahan SAL

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredi
t
XXX

Page 22

Contoh Transaksi
Pada Tanggal 15 Februari 2012 SKPD Kabupaten ABC melakukan pembelian Barang dan jasa
yakni berupa ATK sebesar Rp 1.500.000 yang mana ATK tersebut akan segera digunakan pada
kegiatan. Pembelian ATK tersebut oleh Bendahara Pengeluaran belum dilakukan Pembayaran,
dan Barang dan jasa yang dibeli telah diterima oleh Penyimpan Barang/pengurus barang
dengan Berita Acara Serah Terima Barang dari Rekanan. Berdasarkan kejadian tersebut maka
PPK-SKPD akan melakukan jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

15/02/2012

BAST/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
9.1.2.01.01
2.1.5.02.01

Uraian

Debit

Beban
Persediaan ATK
Utang
Belanja ATK

1.500.000

Kredit

1.500.000

Pada tanggal 12 Maret 2012 Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC melakukan
pembayaran dengan mekanisme SP2D LS, dan pembayaran tersebut telah diterima oleh
Rekanan. Berdasarkan pembayaran tersebut PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam
jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

12/03/2012

SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

12/03/2012

Nomor Bukti
SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.02.01
3.1.3.01.01
Kode
Rekening
5.1.2.01.01
0.0.0.00.00

Uraian
Utang Belanja
ATK
RK PPKD
Uraian
Belanja ATK
Perubahan
SAL

Debit

Kredit

1.500.000
1.500.000
Debit

Kredit

1.500.000
1.500.000

Jika Pembayaran utang belanja oleh Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC
dilakukan dengan mekanisme SP2D UP/GU/TU berdasarkan pembayaran tersebut PPK
SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 23

Jurnal LO dan Neraca:


Tanggal

Nomor Bukti

12/03/2012

SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

12/03/2012

Kode
Rekening
2.1.5.02.01
1.1.1.02.01

Nomor Bukti

Kode
Rekening
5.1.2.01.01
0.0.0.00.00

SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Uraian
Utang Belanja
ATK
Kas di
Bendahara
Pengeluaran
Uraian
Belanja ATK
Perubahan
SAL

Debit

Kredit

1.500.000
1.500.000

Debit

Kredit

1.500.000
1.500.000

Pendekatan Aset
Dimana setiap pembelian barang dan jasa akan diakui/dicatat sebagai
persediaan jika pembelian barang dan jasa itu dimaksud untuk digunakan
dalam satu periode anggaran atau untuk sifatnya berjaga jaga
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
l

Kode
Uraian
Debit
Kredi
Rekening
t
XX
Persediaan ATK
XXX
X
XXX
XX
Utang Belanja
XX
XXX
X
ATK
X
Kemudian dilakukan pembayaran melalui mekanisme SP2D.LS maka jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
l
XXX

XX
X

Jurnal LRA
Tangga
l
XXX

Nomor
Bukti
XX
X

Kode
Rekening
XX
X
XX

Uraia
n

Debit

Utang Belanja ATK

XX
X

RK PPKD

Kredi
t
XXX

X
Kode
Rekening
XX
X
XX
X

Uraia
n
Belanja ATK
Perubahan SAL

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit
XX
X

Kredi
t
XXX
Page 24

Contoh Transasksi
Pada Tanggal 20 April 2012 SKPD Kabupaten ABC melakukan pembelian Barang dan
jasa berupa ATK sebesar Rp 7.000.000 yang mana ATK tersebut tidak langsung
digunakan/dikonsumsi secepatnya serta digunakan untuk satu periode anggaran atau
untuk sifatnya berjaga-jaga. Pembelian tersebut oleh Bendahara Pengeluaran belum
dilakukan Pembayaran serta Barang dan jasa berupa ATK yang dibeli telah diterima oleh
Penyimpan/Pengurus Barang dengan surat Berita Acara Serah Terima Barang dari
Rekanan. Berdasarkan kejadian tersebut maka PPK-SKPD akan melakukan pencatatan
dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

20/04/2012

BAST/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
1.1.7.01.01
2.1.5.02.01

Uraian

Debit

Persediaan ATK
Utang
Belanja ATK

7.000.000

Kredit

7.000.000

Pada Tanggal 10 Mei 2012 Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC melakukan
pembayaran dengan mekanisme SP2D LS, dan pembayaran tersebut telah diterima oleh
Rekanan. Berdasarkan pembayaran tersebut PPK SKPD akan melakukan pencatatan
dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

10/05/2012

SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

10/05/2012

Nomor Bukti
SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.02.01
3.1.3.01.01

Uraian
Utang Belanja
ATK
RK PPKD

Kode
Rekening
5.1.2.01.01
0.0.0.00.00

Uraian
Belanja ATK
Perubahan
SAL

Debit

Kredit

7.000.000
7.000.000
Debit

Kredit

7.000.000
7.000.000

c. Beban Hibah dan Bantuan Sosial

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 25

Beban hibah dan Bantuan Sosial dalam bentuk barang, pengakuannya pada saat
penanda tanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)/Surat Perjanjian
Bantuan

Sosial/ dokumen yang dipersamakan atau dapat juga pada saat

penyerahan kepada penerima hibah/bantuan sosial.Bebanhibah dan Bantuan


Sosial menggunakan dua metode pendekatan yaitu:
Pendekatan Beban
SKPD melakukan pembelian Barang dan

jasa

yang

akan

dihibahkan/diserahkan kepada pihak ketiga dan Barang dan jasa tersebut


telah diterima dari rekanan dengan Berita Acara Serah Terima dari Rekanan
ke SKPD dan akan tetapi belum dilakukan pembayaran, serta kemudian
barang tersebut langsung diserahkan ke penerima hibah bersamaan dengan
NPHD atau dokumen yang sah ditanda tangani maka jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomo
Tangga
r
l
XXX

Kode
Rekenin
g
XXX

XXX

Uraian
Beban Barang.... yang akan
diserahkan kpd Masyarakat

Debi
t
XX
X

Utang Belanja Barang ...


Yang akan diserahhkan
pada
pihak ketiga
Kemudian PPK SKPD melakukan pembayaran kepada rekanan dengan mekanisme
pencatatan atas pembayaran tersebut dengan jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomo
Tangga
KodeRekenin
Uraian
Debit
r
l
g
Utang Belanja Barang...
yang akan diserahhkan
XXX
XX
pada pihak ketiga
XXX
XXX
X
XXX
RKPPKD
XXX

Kredi
t

XXX
LS maka

Kredit

XXX

Jurnal LRA
Tangga
l

Nomo
r

XXX

XXX

KodeRekenin
g
XXX
XXX

Uraian
Belanja barang...
dihibahkan kepada
Masyarakat
PerubahanSAL

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit

Kredit

XX
X
XXX

Page 26

Contoh Transaksi
Pada Tanggal 1 Juni 2012 SKPD Kabupaten ABC melakukan pembelian Barang dan jasa
berupa Bangunan yang akan dihibahkan/diserahkan kepada pihak ketiga sebesar Rp
50.000.000, dan Barang tersebut telah diterima dengan Berita Acara Serah Terima dari
Rekanan ke SKPD dan belum dilakukan pembayaran, serta barang dan jasa tersebut langsung
diserahkan ke penerima hibah/penerima bansos bersamaan dengan NPHD/surat
perjanjian/atau dokumen yang dipersamakan ditanda tangani oleh kepala SKPD. Berdasarkan
kejadian tersebut maka PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti
BAST/NPHD/
Dokumen yang
dipersamakan

Kode
Rekening
9.1.2.20.01

Uraian

Debit

Kredit

Beban
Barang 50.000.000
Bangunan yang
akan diserahkan
kpd Masyarakat
2.1.5.02.06
Utang
50.000.000
01/06/2012
Belanja
Barang
Bangunan
yang akan
diserahkan
kpd
Masyarakat
Pada tanggal 1 Juli 2012 Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC melakukan
pembayaran kepada rekanan dengan mekanisme SP2D LS. Berdasarkan pembayaran SP2D
LS PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

01/07/2012

SP2D/Dokumen
yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.02.06

3.1.3.01.01

Uraian
Utang Belanja
Barang
Bangunan yang
akan diserahkan
kpd Masyarakat
RK PPKD

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit

Kredit

50.000.000

50.000.000
Page 27

Jurnal LRA:
Tanggal

01/07/2012

Nomor Bukti
SP2D/Dokume
n yang
Dipersamakan

Kode
Rekening
5.1.5.04.01

0.0.0.00.00

Pendekatan Aset
SKPD melakukan

Uraian

Debit

Belanja Barang
dihibahkan
Kepada
Kelompok
Masyarakat
Perubahan
SAL

50.000.000

pembelian

Barang

Kredit

50.000.000

dan

jasa

yang

akan

dihibahkan/diserahkan kepada pihak ketiga dan Barangdan jasa tersebut telah


diterima dari rekanan dengan Berita Acara Serah Terima dariRekanan ke
SKPD danakan tetapi belum dilakukan pembayaran, serta NPHD/Surat
Perjanjian Bantuan Sosial/Dokumen yang dipersamakan telah ditanda tangani
akan tetapi barang tersebut belum diserahkan ke penerima hibah.
Berdasarkan kejadian tersebut,maka jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
KodeRekening
Uraian
Debit
Kredi
l
t
Persediaan Barang yang akan
XXX
diberikan kpd Pihak ketiga
XXX
XXX
Utang Belanja
XXX
XXX
XXX
Barang...
Kemudian PPK SKPD melakukan pembayaran kepada rekanan dengan mekanisme LS maka
pencatatan atas pembayaran tersebut dengan jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Kode
Tanggal
Bukti
Rekening
Uraian
Debit
Kredi
XXX
Utang Belanja Brg ...
XXX
t
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 28

XXX

XXX

XXX

RKPPKD

XXX

Jurnal LRA
Tanggal
XXX

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

XXX

XXX
XXX

Uraian

Debit

Kredi
t

Belanja Hibah kpd


kelompok Masyarakat ...
XXX
Perubahan SAL

XXX

Contoh Transaksi
Pada Tanggal 15 Juni 2012 SKPD Kabupaten ABC melakukan pembelian Barang dan jasa
berupa bangunan yang akan dihibahkan/diserahkan kepada pihak ketiga sebesar Rp
50.000.000 dan Barang dan jasa tersebut telah diterima dengan Berita Acara Serah Terima dari
Rekanan ke SKPD dan belum dilakukan pembayaran. Serta NPHD/surat perjanjian/atau
dokumen yang dipersamakan telah ditanda tangani oleh kepala SKPD dan barang
hibah/bansos belum diserahkan kepada penerima hibah/bansos. Berdasarkan kejadian tersebut
maka PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti
BAST/NPHD/
Dokumen yang
dipersamakan

15/06/2012

Kode
Rekening
1.1.7.03.01

2.1.5.02.06

Uraian

Debit

Persediaan
Barang
Bangunan yang
akan diserahkan
kpd masyarakat
Utang
Belanja
Barang
Bangunan
yang akan
diserahkan
kpd
Masyarakat

50.000.000

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

50.000.000

Page 29

Pada tanggal 17 Juli 2012 Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten ABC melakukan
pembayaran kepada rekanan dengan mekanisme SP2D LS. Berdasarkan pembayaran SP2D
LS PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:

Jurnal LO dan Neraca:


Tanggal

17/07/2012

Nomor Bukti

SP2D

Kode
Rekening
2.1.5.02.06

3.1.3.01.01
Jurnal LRA:
Tanggal

17/07/2012

Nomor Bukti

Kode
Rekening
5.1.5.04.01

SP2D

0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Belanja
Barang
Bangunan yang
akan diserahkan
kpd Masyarakat
RK PPKD

50.000.000

Kredit

50.000.000

Uraian

Debit

Belanja Barang
dihibahkan
Kepada
Kelompok
Masyarakat
Perubahan
SAL

50.000.000

Kredit

50.000.000

d. Beban Penyusutan dan Amortisasi


Beban Penyusutan dan amortisasi adalah alokasi yang sistematis atas nilai aset
tetap yang dapat disusutkan (depreciableassets) selama masa manfaat aset yang
bersangkutan. Beban penyusutan SKPD jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Uraian
Beban Penyusutan.
Akm
Penyusutan

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit

Kredit

XXX
XXX

Page 30

Contoh Transaksi
SKPD melakukan perhitungan beban penyusutan semua aset tetap dan untuk tahun 2012
beban penyusutan sebagai berikut:
N Uraian
Masa
Tahun
Harga
Akum
Nilai
Beban
O.
Manfaa Peroleha Peroleha Penyusut
Buku
Penyusut
t
n
n
an s/d
2015
an Thn
(Tahun
2015
2015
)
1 Gedung
10
2012
50.000.0 5.000.000 45.000.0 5.000.000
00
00
Hasil perhitungan diatas PPK SKPD akan melakukan pencatatan dalam Jurnal sebagai
berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti
Kode
Uraian
Debit
Kredit
Rekening
9.1.7.01.04
Beban
5.000.000
Penyusutan Alat
angkutan darat
bermotor
31/12/2012
Memorial
1.3.7.01.04
Akumulasi
5.000.000
Penyusutan
Alat
angkutan
darat
bermotor
e. Beban Penyisihan Piutang
Beban penyisihan piutang adalah taksiran nilai piutang yang tidak dapat
diterima pembayarannya dimasa yang akan datang dari seseorang dan/atau
korporasi dan/atau entitas lain. Jurnal standar beban penyisihan piutang:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Uraian
Beban Penyisihan Piutang
..
Penyisihan
Piutang.

Debit

Kredit

XXX
XXX

Contoh Transaksi

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 31

Berdasarkan data piutang retribusi yang dikelola SKPD Kabupaten ABC dimana didapatkan
saldo piutang pajak sebesar Rp 250.000.000. Dari saldo piutang pajak PPK SKPD
menetapkan kualitas piutang retribusi. Adapun kualitas piutang pajak terdiri dari:
a. Lancar
b. Kurang Lancar
c. Ragu ragu
d. Macet

Adapun Perhitungan Penyisihan Piutang tahun 2012 sebagai berikut:


Uraian
Jumlah
Kualitas
% Taksiran
Tidak Tertagih
Piutang Pajak
150.000.000
Lancar
0,5%
Piutang Pajak
30.000.000
Kurang Lancar
10%
Piutang Pajak
50.000.000
Ragu-ragu
50%
Piutang Pajak
20.000.000
Macet
100%
JUMLAH

Penyisihan
Piutang
750.000
3.000.000
25.000.000
20.000.000
48.750.000

Berdasarkan perhitungan dengan pendekatan kualitas piutang maka didapatkan Beban


Penyisihan Piutang tahun 2012 sebesar Rp 48.750.000. PPK SKPD akan mencatat penyisihan
piutang dengan jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

31/12/2012

Memorial

Kode
Rekening
9.1.8.01.01

1.1.5.01.01

2.8.

Uraian
Beban
Penyisihan
Piutang Pajak
Penyisihan
Piutang
Pajak

Debit

Kredit

48.750.000

48.750.000

Prosedur Akuntansi Beban Dan Belanja Di PPKD


1) Pihak Terkait
a. PPK PPKD
PPK PPKD bertugas untuk melakukan administrasi termasuk menerbitkan
bukti memorial dan pencatatan akuntansi atas setiap transaksi yang terjadi
b. PPKD

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 32

PPKD mempunyai tugas memberikan otorisasi atas transaki beban yang


terjadiserta menyetujui penerbitan dokumen pencairan dana untuk membayar
beban yang terjadi.
c. BUD/Kuasa BUD
BUD/Kuasa BUD akan mempunyai tugas melakukan pembayaran atas beban
dari Kas di Kas Daerah yang dikelolanya.
2) Prosedur Akuntansi
Prosedur akuntansiuntuk pengakuan dan pencatatan beban yang dilakukan oleh
Bendahara Umum Daerah dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Bendahara Umum Daerah (BUD)/Kuasa Bendahara Umum Daerah (Kuasa
BUD) menerima dokumen tagihan dari pihak ketiga atau dokumen sumber
lainnya dan menyerahkan tembusannya kepada PPK PPKD.
b. PPK PPKD membuat dokumen akuntansi/bukti memorial berdasarkan
tembusan tagihan dari pihak ketiga atau dokumen sumber lainnya dari
BUD/Kuasa BUD.
c. Berdasarkan dokumen tersebut BUD/Kuasa BUD melakukan proses
penatausahaan sesuai dengan sistem dan prosedur penatausahaan
keuangan, kemudian menyerahkan tembusan dokumen pembayaran tersebut
kepada PPK PPKD.
d. PPK PPKD membuat dokumen akuntansi/bukti memorial berdasarkan
tembusan dokumen pembayaran dari BUD/Kuasa BUD.
e. PPK PPKD melakukan pencatatan akuntansi dalam buku jurnal berdasarkan
dokumen akuntansi.
f. PPK PPKD melakukan posting jurnal ke buku besar.
g. Berdasarkan saldo Buku Besar PPK PPKD menyusun Lapora Keuangan PPKD.
3) Dokumen Sumber
a. Surat Tagihan PihakKetiga
b. Bukti Pengeluaran Kas
c. Kuitansi/Bukti Pembayaran
d. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
e. Dokumen Perjanjian Utang
f. SuratTagihan dari Penerima Subsidi g.Naskah Perjanjian Hibah Daerah
g. Bukti Memorial
h. Nota Debit
i. Bukti akuntansi lainnya
4) Jurnal Standar
a. Beban dan Belanja Bunga
Pemerintah Daerah melakukan pembayaran bunga dengan mekanisme SP2D
LS berdasarkan pembayaran SP2D LS maka fungsi akuntansi akan
melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 33

Jurnal LO dan Neraca


Nomor
Tangga
Bukti
KodeRekening
Uraian
l
XXX
Beban Utang Bunga Pinjaman
XXX
XXX
Utang Bunga
XXX
Pinjaman

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Pemerintah Daerah melakukan pembayaran bunga dengan mekanisme SP2D


LS berdasarkan pembayaran SP2D LS maka fungsi akuntansi akan
melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Tanggal
XXX

Nomor
Bukti
XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

Uraian
Utang Bunga Pinjaman
Kas dikas daerah

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Debit

Kredi
t

Jurnal LRA
Tanggal

XXX
XXX

XXX

Uraian
Belanja Bunga Pinjaman

XXX

XXX

Perubahan SAL

XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 25 Mei 2012 Pemerintah Daerah mengadakan perjanjian Utang, dimana
Pemerintah Daerah berutang pada Lembaga keuangan Bank sebesar Rp 200.000.000. Didalam
klausal perjanjian utang dimana pemerintah daerah dikenakan bunga atas pinjaman serta
bunga yang harus dibayar per enam bulan dan bunga selama enam bulan sebesar Rp
5.000.000,00. Berdasarkan kejadian tersebut maka Fungsi Akuntansi akan membuat bukti
memorial terkait pengakuan beban bunga untuk diotorisasi oleh PPKD. Berdasarkan Bukti
memorial tersebut Fungsi Akuntansi akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti
Surat Perjanjian
utang/Dokumen
yang

Kode
Rekening
9.1.3.01.01

Uraian

Debit

Beban
bunga
utang pinjaman
kepada

5.000.000

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

Page 34

dipersamakan
25/05/2012
2.1.2.01.01

Lembaga
Keuangan Bank
Utang Bunga
kpd Lembaga
Keuangan
Bank

5.000.000

Pada tanggal 5 Juli 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan menerbitkan SP2D
LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 5.000.000 kepada lembaga keuangan
bank. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dalam
jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti

05/07/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.2.01.01

1.1.1.01.01
Jurnal LRA:
Tanggal
Nomor Bukti

05/07/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
5.1.3.01.01

0.0.0.00.00

Pemerintah

Uraian

Debit

Utang
Bunga
Kepada
Lembaga
Keuangan Bank
Kas di Kas
Daerah

5.000.000

Uraian

Debit

Bunga
Utang
Pinjaman
Kepada
Lembaga
Keuangan Bank
Perubahan
SAL

5.000.000

b. Beban dan Belanja Subsidi


Daerah
menerbitkan
Surat

Kredit

5.000.000

Kredit

5.000.000

Keputusan

Kepala

Daerah/Perjanjian/Dokumen yang dipersamakan tentang pemberian subsidi


kepada

entitas

lain.

Berdasarkan

Surat

Keputusan

Kepala

Daerah/Perjanjian/Dokuemn yang dipersamakan maka fungsi akuntansi akan


melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 35

Tangga
l

Nomor
Bukti

XXX

KodeRekening
XXX

Debit

Beban Subsidi Kepada BUMD

XXX

XXX

Uraian

XXX

Utang Belanja
Subsidi BUMD

Kredi
t
XXX

Kemudian Pemeritah Daerah melakukan pencairan subsidi dengan diterbitkan


SP2D LS dan dilakukan penyerahan kepada yang berhak menerima subsidi
berdasarkan kejadian tersebut fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan
dalam jurnal standar:

Jurnal LO dan Neraca


Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

Uraian
Utang Subsidi
Kas dikas daerah

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Debit

Kredi
t

Jurnal LRA
Tanggal

XXX
XXX

XXX

Uraian
Belanja Subsidi

XXX

XXX

Perubahan SAL

XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 13 Agustus 2012 Pemerintah Daerah menerbitkan Surat Keputusan Kepala
Daerah/Surat Perjanjian/Dokumen yang dipersamakan dimana Pemerintah Daerah akan
memberikan subsidi kepada Lembaga BPD sebesar Rp 100.000.000. Berdasarkan kejadian
tersebut maka Fungsi Akuntansi PPKD akan mencatat kedalam jurnal:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

13/08/2012

Surat Keputusan
Kepala Daerah/
Perjanjian/
Dokumen yang
dipersamakan

Kode
Rekening
9.1.4.01.02
2.1.5.04.02

Uraian

Debit

Beban Subsidi 100.000.000


kepada
Lembaga BPD
Utang
Belanja

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

100.000.000

Page 36

Subsidi
Lembaga
BPD
Pada tanggal 13 September 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan
menerbitkan SP2D LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 100.000.000 kepada
Lembaga BPD. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan
pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:

Jurnal LO dan Neraca:


Tanggal

Nomor Bukti

13/09/2012

Surat Keputusan
Kepala Daerah/
Perjanjian/
Dokumen yang
dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

13/09/2012

Nomor Bukti
Surat Keputusan
Kepala Daerah/
Perjanjian/
Dokumen yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.04.02
1.1.1.01.01

Kode
Rekening
5.1.3.01.02
0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Belanja 100.000.000


Subsidi
Lembaga BPD
Kas di Kas
Daerah
Uraian

Debit

Belanja Subsidi 100.000.000


Kepada
Lembaga BPD
Perubahan
SAL

Kredit

100.000.000

Kredit

100.000.000

c. Beban dan Belanja Hibah


Pemerintah Daerah menerbitkan SK tentang nama nama penerima hibah
daerah dan telah menandatangani NPHD /Dokumen yang dipersamakan
tentang pemberian hibah kepada kelompok masyarakat berdasarkan kejadian
tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dalam jurnal
standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
KodeRekening
l

Uraian

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit

Kredi
t
Page 37

XXX
XXX

Beban
hibah
kepada
masyarakat
Utang Belanja Lainlain

XXX

XXX

XXX
XXX

Kemudian Pemeritah Daerah melakukan pencairan bantuan hibah dengan


diterbitkan SP2D LS dan dilakukan penyerahan kepada yang berhak
menerima hibah dalam bentuk uang berdasarkan kejadian tersebut maka
fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Tanggal

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

XXX

XXX

XXX

Uraian
Utang Belanja Lain-lain
Kas dikas daerah

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Debit

Kredi
t

Jurnal LRA

XXX
XXX

Uraian

Belanja hibah kepada


XXX
masyarakat
Perubahan SAL

XXX

Contoh Transaksi
Pada Tanggal 27 September 2012 Pemerintah Daerah menerbitkan SK tentang nama-nama
penerima hibah daerah dan telah menandatangani NPHD/Dokumen yang dipersamakan
tentang pemberian hibah kepada kelompok masyarakat dalam bentuk uang. Nilai beban hibah
sebesar Rp 17.000.000. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan
pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

27/09/2012

NPHD/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
9.1.5.04.01
2.1.5.07.01

Uraian

Debit

Beban
Hibah
Kepada
Masyarakat
Utang
Belanja
Hibah

17.000.000

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

17.000.000

Page 38

Pada tanggal 10 Oktober 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan menerbitkan
SP2D LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 17.000.000 kepada penerima
hibah. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan
dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

10/10/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

Nomor Bukti

10/10/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.07.01
1.1.1.01.01

Kode
Rekening
5.1.4.06.02
0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Belanja
Hibah
Kas di Kas
Daerah

17.000.000

Uraian

Debit

Belanja Hibah
Kepada
Masyarakat
Perubahan
SAL

17.000.000

Kredit

17.000.000

Kredit

17.000.000

d. Beban dan Belanja Bantuan Sosial


Pemerintah Daerah mengeluarkan Surat Keputusan kepala daerah tentang
penerima bantuan sosial berupa uang serta menandatangani Surat Perjanjian
pemberian bantuan sosial dengan penerima bantuan sosial. Berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Daerah dan surat perjanjian pemberian bantuan sosial
maka fungsi akuntansi melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
KodeRekening
Uraian
l
XXX
Beban bantuan sosial kpd
organisasi kemasyarakat
XXX
Utang Belanja LainXXX
XXX
lain
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Page 39

Kemudian Pemeritah Daerah melakukan pencairan bantuan sosial dengan


diterbitkan SP2D LS dan dilakukan pembayaran kepada yang berhak
menerima bantuan sosial dalam bentuk uang berdasarkan kejadian tersebut
maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

XXX

Kode
Rekening
XXX
XXX

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

Uraian
Utang Belanja Lain-lain
Kas dikas daerah

Debit
XXX

Kredi
t
XXX

Debit

Kredi
t

Jurnal LRA
Tanggal

XXX
XXX

XXX
XXX

Uraian

Belanja bantuan sosial


XXX
kpd organisasi
masyarakatPerubahan SAL

XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 2 Juli 2012 Kepala Daerah mengeluarkan Surat Keputusan tentang penerima
bantuan sosial berupa uang kepada organisasi kemasyarakatan sebesar Rp 25.000.000. Kepala
Daerah telah ditandatangani Perjanjian pemberian bantuan sosial dengan penerima bantuan.
Berdasarkan bukti Surat Keputusan Kepala Daerah dan Surat perjanjian bantuan sosial atau
dokumen yang dipersamakan, maka Fungsi Akuntansi akan melakukan pencatatan dalam
jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal
Nomor Bukti

02/07/2012

Surat Keputusan
Kepala
Daerah/Surat
Perjanjian/

Kode
Rekening
9.1.6.01.01

Uraian

Debit

Beban bantuan
sosial
kpd
organisasi sosial
masyarakatan

25.000.000

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Kredit

Page 40

dokumen yang
dipersamakan

2.1.5.08.01

Utang
Belanja
Bansos

25.000.000

Pada tanggal 31 Juli 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan menerbitkan
SP2D LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 25.000.000 kepada penerima
bantuan sosial. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan
pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

31/07/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Jurnal LRA:
Tanggal

Nomor Bukti

31/07/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.08.01
1.1.1.01.01

Kode
Rekening
5.1.4.06.02

0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Belanja
Bansos
Kas di Kas
Daerah

25.000.000

Uraian

Debit

Belanja bantuan
sosial
kpd
organisasi sosial
masyarakatan
Perubahan
SAL

25.000.000

Kredit

25.000.000

Kredit

25.000.000

e. Beban Transfer Bagi Hasil Pajak


Pemerintah Daerah mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang
Bagi Hasil Pajak Ke kabupaten/kota.Berdasarkan Surat Keputusan Kepala
Daerah tentang bagi hasil pajak kabupaten/kota maka fungsi akuntansi
melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tangga
Bukti
KodeRekening
Uraian
l
XXX
Beban Transfer Bagi Hasil
Pajak
XXX
Utang Transfer Bagi
XXX
XXX
Hasil Pajak
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Debit
XXX

Kredi
t
XXX
Page 41

Kemudian Pemeritah Daerah melakukan pencairan dana bagi hasil pajak ke


kabupaten/kotadengan diterbitkan SP2DLSdan dilakukanpembayaran kepada
kabupaten/kota berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan
melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

Kode
Rekening
XXX

XXX

Uraian
Utang Transfer Bagi Hasil
Pajak

XXX

Debit
XXX

Kas dikas daerah

Kredi
t
XXX

Jurnal LRA
Tanggal
XXX

Nomor
Bukti

Kode
Rekening

XXX

XXX
XXX

Uraian

Debit

Transfer Bagi Hasil


XXX
Perubahan SAL
Pajak

Kredi
t
XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 12 Oktober 2012 Pemerintah Daerah menerbitkan Surat Keputusan/Persetujuan
Kepala Daerah/Dokumen yang dipersamakan untuk beban transfer bagi hasil pajak kepada
entitas lain sebesar Rp 31.000.000,00. Berdasarkan kejadian tersebut maka Fungsi Akuntansi
akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

12/10/2012

Surat Keputusan
Kepala Daerah/
dokumen yang
dipersamakan

Kode
Rekening
9.2.1.01.01

2.1.6.04.01

Uraian

Debit

Beban transfer 31.0000.000


bagi hasil pajak
kepada
pemerintah
kabupaten
Utang
Transfer Bagi
Hasil Pajak

Kredit

31.000.000

Pada tanggal 23 Desember 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan


menerbitkan SP2D LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 31.000.000 kepada
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 42

penerima beban transfer bagi hasil pajak. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi
akuntansi akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti

23/12/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.6.04.01
1.1.1.01.01

Jurnal LRA:
Tanggal

23/12/2012

Nomor Bukti
SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
6.1.6.02.01
0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Transfer 31.0000.000


Bagi
Hasil
Pajak
Kas di Kas
Daerah
Uraian

Debit

Transfer Bagi
Hasil Pajak
Perubahan
SAL

31.000.000

Kredit

31.000.000

Kredit

31.000.000

f. Beban Transfer Bantuan Keuangan


Pemerintah Daerah mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang
bantuan keuangan. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang
bantuan keuangan maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dalam
jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Tangga
l
XXX

Nomor
Bukti

KodeRekening
XXX

XXX

XXX

Uraian
Beban
transfer
bantuan
keuangan ke kab/kota
Utang Transfer
Bantuan Keuangan

Debit
XXX

KemudianPemerintahDaerahmelakukanpencairandanabantuan

Kredi
t
XXX

keuangan

dengan diterbitkan SP2D LS dan dilakukan pembayaran kepada yang berhak

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 43

menerima berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan


melakukan pencatatan dalam jurnal standar:
Jurnal LO dan Neraca
Nomor
Tanggal
Bukti
XXX

Kode
Rekening
XXX

XXX

Uraian
Utang Transfer Bantuan
Keuangan

XXX

Debit
XXX

Kas dikas daerah

Kredi
t
XXX

Jurnal LRA
Tanggal

Nomor
Bukti

Kode
Rekening
XXX

XXX

XXX

Uraian
Transfer Bantuan
Keuangan ke Kab/Kota

XXX

Debit
XXX

Perubahan SAL

Kredi
t
XXX

Contoh Transaksi
Pada tanggal 11 Mei 2012 Pemerintah Daerah menerbitkan Surat Keputusan/Persetujuan
Kepala Daerah/Dokumen yang dipersamakan untuk beban transfer bantuan keuangan kepada
entitas lain sebesar Rp 33.500.000,00. Berdasarkan kejadian tersebut maka Fungsi Akuntansi
akan melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
Tanggal

Nomor Bukti
Surat Keputusan
Kepala Daerah/
dokumen yang
dipersamakan

Kode
Rekening
9.2.3.02.01

Uraian

Debit

Kredit

Beban transfer 33.500.000


bantuan
keuangan
ke
11/05/2012
kabupaten/kota
2.1.5.05.02
Utang
33.500.000
Transfer
Bantuan
Keuangan
Pada tanggal 29 Juli 2012 Pemerintah Daerah melakukan pencairan dengan menerbitkan
SP2D LS dan kemudian dilakukan pembayaran sebesar Rp 33.500.000,00 kepada penerima
beban transfer bantuan keuangan. Berdasarkan kejadian tersebut maka fungsi akuntansi akan
melakukan pencatatan dalam jurnal sebagai berikut:
Jurnal LO dan Neraca:
KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 44

Tanggal

Nomor Bukti

29/07/2012

SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
2.1.5.05.02
1.1.1.01.01

Jurnal LRA:
Tanggal

29/07/2012

Nomor Bukti
SP2D/dokumen
yang
dipersamakan

Kode
Rekening
5.1.7.02.01
0.0.0.00.00

Uraian

Debit

Utang Transfer
Bantuan
Keuangan
Kas di Kas
Daerah

33.500.000

Uraian

Debit

Bantuan
Keuangan
Kabupaten/Kota
Perubahan
SAL

33.500.000

Kredit

33.500.000

Kredit

33.500.000

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengertian konsep belanja dan beban merupakan sesuatu yang berbeda, menurut
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang diatur melalui PP 71 Tahun 2010 beban adalah
penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan
ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.
Sedangkan beban adalah kewajiban pemerintah yang diakui sebagai pengurang nilai
kekayaan bersih. Dan belanja menurut Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang diatur
melalui PP 71 Tahun 2010

merupakan semua pengeluaran oleh Bendahara Umum

Negara/Bendahara Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam


KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 45

periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali
oleh pemerintah.
Beban dan belanja dikalsifikasikan beradasarkan kalsifikasi ekonomi dan
berdasarkan organisasinya. Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya
konsumsi asset dan saat terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa. Dalam
rangka pengakuan beban tersebut maka beban dapat dicatat menggunakan metode
pendekatan beban dan asset. Sedangkan belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran
dari rekening kas umum daerah dan pengecualian terhadap pengeluaran melalaui
bendahara pengeluaran dan badan layanan umum.
Beban diukur dan dicatat sebesar beban yang terjadi selama periode pelaporan.
Belanja diukur jumlah pengeluaran kas yang keluar dari Rekening Kas Umum Daerah
dan atau Rekening Bendahara Pengeluaran berdasarkan azas bruto. Beban dinilai sebesar
akumulasi beban yang terjadi selama satu periode pelaporan dan disajikan pada laporan
operasional sesuai dengan klasifikasi ekonomi (line item). Belanja dinilai sebesar nilai
tercatat dan disajikan pada laporan realisasi anggaran berdasarkan belanja langsung dan
tidak langsung.
Belanja disajikan dan diungkapkan dalam Laporan Realisasi Anggaran menurut
jenis belanja dengan menggunakan nilai rupiah. Beban disajikan dalam laporan
operasional entitas akuntansi/pelaporan menurut klasifikasi jenis beban.
Daftar Pustaka
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah Berbasis Akrual tentang Beban dan Belanja
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan
Kurniawan, Pijar. 2011, Beban dan Belanja Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat,
http://sangpemungutcukai.blogspot.co.id/2016/03/beban-dan-belanja-dalam-laporan.html
(diakses 21 November 2016)

KELOMPOK 2A AKUNTANSI BEBAN DAN BELANJA

Page 46

Anda mungkin juga menyukai