Anda di halaman 1dari 12

JURNAL PRAKTIKUM

INTERFACING KOMPUTER
JUDUL PERCOBAAN

: PORT PARALEL DENGAN


PENGENDALIAN BAHASA PASCAL

NAMA

: RIZKY KUMARA

NIM

: 130801015

KELOMPOK

: IV

ASISTEN

: IVAN ANGGIA SITOHANG

LABORATORIUM ELEKTRONIKA LANJUTAN


DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2016

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Porta paralel (Parallel port) adalah salah satu jenis soket pada komputer pribadi untuk
berkomunikasi dengan peralatan luar seperti pencetak model lama. Karena itu porta paralel
sering juga disebut porta pencetak. Perusahaan yang memperkenalkan porta ini adalah
Centronic, maka porta ini juga disebut dengan porta Centronics.
Kesederhanaan porta ini dari sisi pemrograman dan antarmuka dengan hardware membuat
porta ini sering digunakan untuk percobaan-percobaan sederhana dalam perancangan
peralatan elektronika.
Semua data, kontrol, dan status dari porta paralel berhubungan dengan register-register yang
ada di dalam komputer. Dengan mengakses langsung register-register tersebut, masukan dan
keluaran dari porta paralel dapat diatur.
Pada umumnya di komputer personal alamat dasar LPT1 adalah 0x378 (378 hexadecimal) dan
LPT2 adalah 0x278. Alamat dari ketiga register tersebut di atas dapat ditentukan dengan
menjumlahkan alamat dasar dari porta paralel dengan bilangan desimal tertentu. Misalnya kita
ingin mengakses register data dari porta paralel LPT1, alamat register datanya sama dengan
alamat dasar dari LPT1 yaitu 0x378. Sedangkan alamat register status sama dengan alamat
register dasar + 1 atau 0x379 dan alamat register kontrolnya sama dengan alamat register
dasar + 2 atau 0x37A. Hal tersebut berlaku juga pada LPT2.
Bahasa pascal merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang banyak digunakan oleh
mahasiswa di perguruan tinggi karena logikanya yang mudah untuk dimengerti. karena
merupakan bahasa tingkat tinggi, bahasa pascal tidak memerlukan pemahaman ekstra untuk
menerjemahkan bahasanya
Dalam percobaan kali ini kita akan mencoba mengakses port parallel dengan pengendalian
bahasa pascal sehingga penggunaannya menjadi lebih mudah. Penggunaan port parallel
dengan bahasa pascal membuat pencapaiannya menjadi lebih cepat dan lebih akurat
keluarannya.
I.2 Tujuan
1. Memahami interface port parallel dengan pengendalian dengan bahasa pascal

BAB II
LANDASAN TEORI
Komunikasi serial ialah pengiriman data secara serial (data dikirim satu persatu secara
berurutan), sehingga komunikasi serial jauh lebih lambat daripada komunikasi paralel.. Serial
port lebih sulit ditangani karena peralatan yang

dihubungkan ke serial port harus

berkomunikasi dengan menggunakan transmisi serial, sedang data di computer diolah secara
paralel. Oleh karena itu data dari dan ke serial port harus dikonversikan ke dan dari bentuk
paralel untuk bisa digunakan. Menggunakan hardware, hal ini bisa dilakukan oleh Universal
Asyncronous Receiver Transmimeter (UART), kelemahannya kita butuh software yang
menangani register UART yang cukup rumit dibanding pada parallel port.Kelebihan dari
komunikasi serial ialah panjang kabel jauh dibanding paralel, karena serial port mengirimkan
logika 1 dengan kisaran tegangan 3 V hingga 25 V dan logika 0 sebagai +3 Volt hingga
+25 V sehingga kehilangan daya karena panjangnya kabel bukan masalah utama. Bandingkan
dengan port paralel yang menggunakan level TTL berkisar dari 0 V untuk logika 0 dan +5
Volt untuk logika 1. Berikut contoh bentuk sinyal komunikasi serial . Umumnya sinyal serial
diawali dengan start bit, data bit dan sebagai pengecekan data menggunakan parity bit serta
ditutup dengan 2 stop bit. Level tengangan -3 V hingga +3 V dianggap sebagai undetermined
region.
Komunikasi melalui serial port adalah asinkron, yakni sinyal detak tidak dikirim
bersama dengan data. Setiap word disinkronkan dengan start bit, dan sebuah clock internal di
kedua sisi menjaga bagian data saat pewaktuan (timing). Hardware pada komunikasi serial
port dibagi menjadi 2 (dua ) kelompok yaitu Data Communication Equipment (DCE) dan
Data Terminal Equipment (DTE). Contoh dari DCE ialah modem, plotter, scanner dan lain
lain sedangkan contoh dari DTE ialah terminal di komputer. Spesifikasi elektronik dari serial
port merujuk pada Electronic Industry Association (EIA) : 1. Space (logika 0) ialah
tegangan antara + 3 hingga +25 V. 2. Mark (logika 1) ialah tegangan antara 3 hingga 25
V. 3. Daerah antara + 3V hingga 3V tidak didefinisikan /tidak terpakai 4. Tegangan open
circuit tidak boleh melebihi 25 V. 5. Arus hubungan singkat tidak boleh melebihi 500mA.
Berikut tampilan port serial DB9 yang umum digunakan
Konektor port serial terdiri dari 2 jenis, yaitu konektor 25 pin (DB25 dan 9 pin (DB9)
yang berpasangan (jantan dan betina).Bentuk dari konektor DB-25 sama persis dengan port
paralel.

Tabel Jenis Sinyal RS232 yang umum digunakan

Alamat Port dan IRQ

Alamat standar serial port adalah sebagaimana tampak dalam

Tabel 12.2. Hal ini masih dengan catatan bahwa mungkin ada komputer yang memiliki alamat
port dan IRQ yang berbeda dengan alarnat di bawah ini, misalnya pada komputer PS/2 yang
menggunakan Micro Channel Bus.

Tabel Alamat dan IRQ port serial Nama Alamat IRQ

COM 1 3F8 4 COM 2 2F8 3 COM 3 3E8 4 COM 4 2E8 3 Konverter Logika RS-232 Jika
peralatan yang kita gunakan menggunakan logika TTL maka sinyal serial port harus kita
konversikan dahulu ke pulsa TTL sebelum kita gunakan, dan sebaliknya sinyal dari peralatan
kita harus dikonversikan ke logika RS-232 sebelum di-inputkan ke serial port. Konverter yang
paling mudah digunakan adalah MAX
232. Di dalam IC ini terdapat Charge Pump yang akan membangkitkan +10 Volt dan -10
Volt dari sumber +5 Volt tunggal. Dalam IC DIP (Dual In-line Package) 16 pin (8 pin x 2
baris) ini terdapat 2 buah transmiter dan 2 receiver. Pemrograman Port Serial Komputer Port
serial sering digunakan untuk interfacing komputer dan mikrokontroler, karena kemampuan
jarak pengiriman data dibandingkan port paralel. Berikut contoh program assembly untuk
komunikasi serial antara 2 PC. Untuk komunikasi ini, anda cukup menghubungkan : 1. Pin
TxD ke pin RxD computer lain 2. Pin RXD dihubungkan ke pin TxD komputer lain 3. RTS
dan CTS dihubung singkat 4. DSR dan DTR dihubung singkat 5. GND dihubungkan ke GND
komputer lain
http://mktak.lecture.ub.ac.id/files/2010/02/Interfacing-serial.pdf
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik
komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan
suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.
Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana
yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis
langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Bahasa pemrograman adalah bahasa yang dapat diterjemahkan menjadi kumpulan perintahperintah dasar. Penerjemahan dilakukan oleh program komputer yang disebut kompilator.
Sintaks dari bahasa pemrograman lebih mudah dipahami oleh manusia daripada sintaks
perintah dasar. Namun tentu saja komputer hanya dapat melaksanakan perintah dasar itu.
Maka di sinilah peran penting kompilator sebagai perantara antara bahasa pemrograman
dengan perintah dasar.
Kegiatan membuat program komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman disebut
pemrograman komputer. Contoh bahasa pemrogaman adalah bahasa FORTRAN, COBOL,
BASIC, JAVA, C++, VISUAL BASIC.

Bahasa pemrograman adalah suatu program khusus yang dibuat oleh suatu perusahaan
software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mengembangkan suatu aplikasi.
Bahasa pemrograman dibedakan menjadi :
1. Low Level Language (Bahasa Tingkat Rendah)
BABIV BAHASAPEMROGRAMANDANAPLIKASIVISUALBASIC6.0 91
Bahasa tingkat rendah adalah bahasa pemrograman yang berorientasi pada mesin. Contohnya
adalah bahasa assembly, bahasa tingkat rendah ini sangat sulit dipahami.
2. Middle Level Language (Bahasa Tingkat Rendah )
Bahasa Tingkat Menengah adalah bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan
gramatikal dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memiliki instruksiinstruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer. Contohnya adalah bahasa C.
3. High Level Language (Bahasa Tingkat Tinggi)
Bahasa tingkat tinggi adalah bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan
gramatikal dalam penulisan-penulisan pernyataan dan dapt dipahami secara langsung.
Contohnya adalah Pascal, Fortran, Cobol, Basic.
4. Object Oriented Language (Bahasa Berorientasi Objek)
Bahasa yang beorientasi pada objek, bahasa yang sangat popular saat ini. Bahasa
pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan,
dengan menggunakan bahasa pemrograman ini, pemrogram tidak harus menulis secara detail
semua pernyataan, tetapi cukup memasukkan kriteriakriteria yang dikehendaki saja.
Contohnya adalah Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C, Visual Basic dan lain-lain.
5. Compiller dan Interpreter
Source program yang telah ditulis dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi, tidak dapat
dimengerti oleh komputer, karena komputer hanya mengerti bahasa mesin. Source program
tersebut harus diterjemahkan ke dalam bahasa mesin terlebih dahulu.
Bahasa pemrograman adalah bahasa yang dapat diterjemahkan menjadi kumpulan perintahperintah dasar. Penerjemahan dilakukan oleh program komputer yang disebut kompilator.
Sintaks dari bahasa pemrograman lebih mudah dipahami oleh manusia daripada sintaks
perintah dasar. Namun tentu saja komputer hanya dapat melaksanakan perintah dasar itu.
Maka di sinilah peran penting kompilator sebagai perantara antara bahasa pemrograman
dengan perintah dasar.

Wimatra, Ayub.2008

Melalui antarmuka paralel data ditransmisikan dengan byte dalam kode paralel dari / ke
mikroprosesor, dan antara mikroprosesor dan memori. Umumnya, standar menentukan sebuah
bus 8-bit-data yang perangkat eksternal yang berbeda yang terhubung.

Diagram khas untuk perangkat transmisi data paralel mencakup kontrol mendaftar dan port
register (buffer). Data tersebut dimuat ke dalam buffer mendaftar dan register kontrol
memberikan arah aliran data - ke perangkat input / output. Pemilihan buffer register atau
perangkat I / O dibuat oleh decoder dikendalikan oleh bus alamat dan sinyal input / output.
Oleh karena itu hanya satu perangkat dapat dipilih pada suatu waktu. Sinyal dalam sistem
input / output pada transfer data kompleks DR (Data Ready) dan IDA (Informasi Data
Acknowledgement). Mereka mengendalikan transmisi data antara dua sistem Source
mengubah

nilai

data

di garis

masukan

dan setelah

waktu penundaan

singkat

menginformasikan Host bahwa data siap (sinyal DR). Host menerima data dan mengirimkan
sinyal (IDA) dengan polaritas positif. 8-bit hostDR Data
Centronics adalah antarmuka paralel standar yang dirancang untuk transmisi data dari sistem
mikroprosesor ke perangkat cetak (printer). transmisi data analog dengan yang dijelaskan di
atas, dan hanya berbeda dalam nilai-nilai aktif dari sinyal yang menanggapi tingkat rendah.
Model antarmuka sederhana Centronics berisi 7 atau 8 jalur data dan jalur sinyal dua kontrol:
STR - strobe data dan ACK - pengakuan untuk penerimaan data. Setiap baris sinyal memiliki
koneksi terbalik diri dan terhubung ke pin yang pasti dari konektor standar. . Organisasi
koneksi ditunjukkan pada Sinyal D0 - D7 pada komputer pribadi sesuai dengan pin 2, 3, ... 9,
dan sinyal STR dan ACK masing-masing sesuai dengan pin transmisi 1 dan 10. Data
dieksekusi dengan urutan sebagai berikut:
1. Sumber mengaktifkan data pada baris data feed D0 - D7.
2. Data nilai strobe STR diakui valid.
3. depan positif dari sinyal STR memulai host untuk penerimaan data (host berisi skema
logika).
4. Ketika tuan rumah siap penerimaan data baru, ia akan mengirimkan sinyal ACK. Setelah
depan positif ACK, sinyal STR baru dapat diproduksi.
Sistem sederhana ini transmisi data tidak termasuk terjadinya kesalahan, seperti tuan
switching-off, atau akhir kertas pada printer. Untuk memungkinkan transmisi data di acaraacara seperti itu, antarmuka Centronics harus diberi sinyal kontrol tambahan:
1. BUSY - sinyal dari tingkat tinggi dalam keadaan aktif. Hal ini menunjukkan bahwa data
tidak dapat diterima. Sinyal biasanya dihasilkan dalam sistem dengan masukan penyangga
ketika buffer penuh (pin 11).
2. PRIME - sinyal dari tingkat rendah dalam keadaan aktif. Ini berfungsi untuk
menginisialisasi skema logika host (pin 16).
3. PAPER AKHIR - sinyal output printer dari tingkat tinggi dalam keadaan aktif. Hal ini
menunjukkan akhir kertas atau tombol OFF posisi printer (pin 12).

4. DIPILIH - sinyal tingkat tinggi aktif. Hal ini menunjukkan bahwa tombol printer dalam
posisi ON. Alternatif sinyal ini Desel (pin 13).
5. FAULT - sinyal tingkat aktif rendah. Hal ini menunjukkan kedua ujung kertas, atau
perangkat dimatikan, atau kabel antarmuka tidak terhubung (pin 15).
6. SELECT - sinyal tingkat aktif rendah. Hal ini memungkinkan operasi printer (pin 17).
7. AUTO LF - sinyal tingkat aktif rendah. printer lolos ke baris baru setelah mencetak satu
saat (pin 14).
Controller tipe antarmuka Centronics termasuk data mendaftar, kontrol antarmuka mendaftar
dan register status. Register dikendalikan oleh sistem decoding yang merespon tiga alamat
(port) dari memori I / O di komputer - dua alamat untuk menulis dan membaca, dan satusatunya untuk membaca. Register data yang ditugaskan untuk menangani 378 (278 / 3BC) di /
O memori saya. Hal ini dapat diakses untuk membaca dan menulis. Mendaftar bit b7 b6 b5 b4
b3 b2 b1 b0 Signal D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Pin 9 8 7 6 5 4 3 2
Pada menulis perintah dari sistem bus, data yang akan ditransfer ke perangkat periferal dicatat
dalam register data. Kemudian data dikirim ke pin antarmuka yang relevan. Pada perintah
membaca dari sistem bus, data yang tercatat di alamat yang sama dibaca. Jika perangkat
periferal yang terhubung ke soket mampu transmisi data, dari yang mendaftar adalah mungkin
untuk membaca hasil dari "AND" operasi antara data register dan perangkat periferal. Kontrol
antarmuka daftar ditugaskan untuk mengatasi 37 (27 / 3) dalam memori I / O. register
bit dan korespondensi mereka untuk pin konektor ini yaitu l.
Diagram khas untuk perangkat transmisi data paralel mencakup kontrol mendaftar dan port
register (buffer). Data tersebut dimuat ke dalam buffer mendaftar dan register kontrol
memberikan arah aliran data - ke perangkat input / output. Pemilihan buffer register atau
perangkat I / O dibuat oleh decoder dikendalikan oleh bus alamat dan sinyal input / output.
Oleh karena itu hanya satu perangkat dapat dipilih pada suatu waktu. Sinyal dalam sistem
input / output pada transfer data kompleks DR (Data Ready) dan IDA (Informasi Data
Acknowledgement). Mereka mengendalikan transmisi data antara dua sistem Source
mengubah

nilai

data

di garis

masukan

dan setelah

waktu penundaan

singkat

menginformasikan Host bahwa data siap (sinyal DR). Host menerima data dan mengirimkan
sinyal (IDA) dengan polaritas positif. 8-bit hostDR Data
Controller tipe antarmuka Centronics termasuk data mendaftar, kontrol antarmuka mendaftar
dan register status. Register dikendalikan oleh sistem decoding yang merespon tiga alamat
(port) dari memori I / O di komputer - dua alamat untuk menulis dan membaca, dan satusatunya untuk membaca. Register data yang ditugaskan untuk menangani 378 (278 / 3BC) di /
O memori saya. Hal ini dapat diakses

(Raycho Todorov Ilarionov : 2013)

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 PERALATAN
3.2 KOMPONEN
3.2. PROSEDUR PERCOBAAN
A. Program mengeluarkan data ke port parallel
1.

Uses crt:
Begin
Port[$378]:=$ff;
Readln;
End

2.

Uses crt;
Begin
Port[$378]:$aa;
Readln;
End.

3. Ubah program diatas agar angka 67 desimal dikeluarkan ke port parallel


B. Program menggeser data kekiri
Uses crt;
Var i:integer;
Begin
Repeat
I=1;
Repeat
Port[$378]:=(i);
I:=i*2;
Delay(1000);
Until i=256;
Until keypressed;
End.

C. Ubahlah data diatas untuk menggeser data kekanan


D. Kemudian buat program untuk menggeser data dari kiri kekanan selanjutnya dari
kanan kekiri (bolak balik)
E. Modifikasi program diatas agar data yang digeser terdiri dari 2 bit

DAFTAR PUSTAKA

http://mktak.lecture.ub.ac.id/files/2010/02/Interfacing-serial.pdf
Diakses pada :19 oktober 2016
Jam 09.00 WIB
Wimatra, Ayub.2008.Dasar Komputer.Medan : Civil Aviation Safety And Technics Academy
Of Medan
Halaman :90-91
Ilarionov, Raycho Todorov.2013.Computer Peripherals.Gabrovo: University publishing house
Vasil Aprilov
Halaman: 15-18

Medan, 2 November 2016


Asisten,

(IVAN ANGGIA SITOHANG)

Praktikan,

(RIZKY KUMARA)

TERJEMAHAN TEKS BOOK


Via parallel interface the data is transmitted by bytes in a parallel code from / to the
microprocessor, and between the microprocessor and the memory. Generally, the standard
specifies an 8-bit-data bus to which different external devices are connected.
The typical diagram for a parallel data transmission device includes a control register and a
register port (buffer). The data is loaded into a register buffer and the control register assigns
the direction of the data flow - to the input/output devices. The selection of a register buffer or
an I/O device is made by a decoder controlled by the address bus and the input/output signals.
Therefore only one device can be selected at a time. The signals in the input/output systems at
complex data transfer are DR (Data Ready) and IDA (Information for Data
Acknowledgement). They control the data transmission between the two systems The Source
transforms the data values at the input line and after a short time delay informs the Host that
the data is ready (signal DR). The Host accepts the data and sends a signal (IDA) with a
positive polarity. 8-bits of data hostDR
IDA
Centronics is a standard parallel interface designed for data transmission from a
microprocessor system to a printing device (printer). Data transmission is analogous to the
above described, and it differs only in the active values of the signals which respond to low
levels. The simplest Centronics interface model contains 7 or 8 data lines and two control
signal lines: STR data strobe and ACK acknowledgment for data acceptance. Each signal
line has its self- reverse connection and is connected to a definite pin of a standard connector.
The organization of connections is shown in. Signals D0 - D7 on a personal computer
correspond to pins 2, 3, ... 9, and signals STR and ACK respectively correspond to pins 1 and
10. Data transmission is executed in the following sequence:
1. The source activates the data on the data feed line D0 - D7.
2. Data strobe values STR are acknowledged valid.
3. The positive front of STR signal initiates the host for data acceptance (the host

contains a

logic scheme).
4. When the host is ready for a new data acceptance, it sends an ACK signal. After the
positive front of ACK, a new STR signal can be produced.
This simple system of data transmission excludes the occurrence of errors, like host
switching-off, or end of paper on the printer. In order to enable data transmission at such
events, the Centronics interface must be provided with additional control signals :

1. BUSY a signal of high level in an active state. It indicates that the data cannot be
accepted. The signal is usually generated in a system with a buffer input when the buffer is
filled up (pin 11).
2. PRIME a signal of low level in an active state. It serves for initializing the hosts logic
scheme (pin 16).
3. PAPER END printers output signal of high level in an active state. It indicates end of
paper or printers button OFF position (pin 12).
4. SELECTED a signal of high active level. It indicates that printers button is in ON
position. The alternative of this signal is DESEL (pin 13).
5. FAULT - a signal of low active level. It indicates either end of paper, or device switched
off, or interface cable not connected (pin 15).
6. SELECT - a signal of low active level. It allows printer operation (pin 17).
7. AUTO LF - a signal of low active level. The printer passes to a new line after printing the
current one (pin 14).
The controller of Centronics type interface includes a data register, an interface control
register and a status register. The registers are controlled by a decoding system that responds
to three addresses (ports) of the I/O memory in a computer two addresses for writing and
reading, and one only for reading.

The data register is assigned to address 378 (278/3BC) in

the I/O memory. It is accessible for reading and writing. Register bit b7 b6 b5 b4 b3 b2 b1 b0
Signal D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Pin 9 8 7 6 5 4 3 2
At the write command from the system bus, the data that will be transferred to the peripheral
device is recorded in the data register. Then the data is sent to the relevant interface pins. At
the read command from the system bus, the data recorded in the same address is read. If the
peripheral device connected to the socket is capable of data transmission, from that register it
is possible to read the result from the AND operation between the data of the register and
the peripheral device. The interface control register is assigned to address 37 (27/3) in
the I/O memory. the register bits and their correspondence to connectors pins.