Anda di halaman 1dari 1

Clay merupakan batuan cap rock (batuan penutup) pada sistem geothermal yang

memiliki sifat berupa impermeabel. Dengan sifat clay yang impermeabel membuat
fluida pada reservoir panas bumi tidak dapat menuju ke permukaan. Namun pada saat
ekplorasi menggunakan MT, dengan sifat impermeabel yg dimiliki clay, dilakukan
pencarian anomali berupa nilai resistivitas rendah. Hal ini dikarenakan alterasi
hidrothermal panas bumi yang mempengarhui sifat resistivitas clay pada sistem panas
bumi. Untuk suhu pada cap rock, diperkirakan antara 70 dan 200 .
Sedangkan pada reservoir, nilai resistivitas yang didapat cukup rendah dibandingkan
cap rock. Hal ini dikarenakan suhu pada reservoir yang lebih tinggi dibandingkan
dengan suhu pada cap rock. Pada umumnya, sistem geothermal mengandung fluida
berkadar garam. Sehingga secara umum salinitas, alterasi clay dan temperatur tinggi
berasosiasi dengan aktivitas geothermal akan menghasilkan resistivits yang lebih
rendah secara keseluruhan. Anomali resistivitas rendah pada geothermal menjadi
target
utama
pada
eksplorasi
panas
bumi
(Excotyiesme,
2015).
http://dokumen.tips/documents/resistivity-geothermal.html#