Anda di halaman 1dari 40

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY Y USIA 21 TAHUN GI P0000 Ab000

UK 42 43 MINGGU JANIN TUNGGAL HIDUP INTRAUTERIN


DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS DAU
KABUPATEN MALANG 2012

Januari 2012

Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas


Praktek Klinik Kebidanan II Semester V

Disusun oleh:
DEWI CITRA PURNITASARI
BOB009812

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG


PROGRAM D-III KEBIDANAN
2011/2012

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena dengan kasih dan karunia-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada Ny Y umur 21 tahun GI P0000 Ab000 usia
kehamilan 42 43 minggu janin tunggal hidup intrauterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif Di Puskesmas DAU Kabupaten Malang.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1. dr. Mulyohadi Sungkono, SpOG (K) selaku Pembina Yayasan STIKES
Kendedes Malang.
2. drg. Suharwati Selaku Ketua Yayasan STIKES Kendedes Malang.
3. Edi Murwani, Amd. Keb SPd, MMRS Ketua STIKES Kendedes Malang.
4. Indah Mauludiyah, SST. MPH Selaku Ketua Prodi Kebidanan STIKES
Kendedes Malang.
5. Nanik Qurrota Akyunin, SST, Selaku Dosen Pembimbing Akademik.
6. Sulistiani, Amd. Keb Selaku Pembimbing Klinik Di Puskesmas DAU
Kabupaten Malang.
7. Kedua Orang tua dan teman-teman serta pihak yang turut membantu dalam
menyelesaikan Askeb ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan asuhan
kebidanan ini karena keterbatasan kemampuan, waktu dan dana. Untuk itu,
penulis mohon maaf apabila dalam asuhan kebidanan ini banyak kekurangan dan
penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan asuhan kebidanan ini.

Malang, Januari 2012

Penulis

iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................. v
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................... 1
1.2.1. Tujuan Umum .............................................................. 1
1.2.2. Tujuan Khusus ............................................................. 1
1.3. Metode Penulisan .................................................................... 2
1.4. Sistematika Penulisan ............................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Konsep Persalinan ................................................................... 4
2.2. Tinjauan Teori Menejemen Varney .......................................... 8

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1. Pengkajian .............................................................................. 17
3.2. Identifikasi Masalah/ Diagnosa ................................................ 24
3.3. Antisipasi Masalah Potensial.................................................... 25
3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera ................................................. 25
3.5. Intervensi ................................................................................. 25
3.6. Implementasi .......................................................................... 27
3.7. Evaluasi ................................................................................... 28

BAB IV PEMBAHASAN .............................................................................. 34

V PENUTUP
5.1. Kesimpulan ................................................................................ 35
5.2. Saran

..................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA

iv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal.
Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan
keluarga menantikannya selama 9 bulan. Ketika persalinan dimulai. Peranan
ibu adalah untuk melahirkan bayinya. Peran petugas kesehatan adalah
memantau persalinan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi, disamping
itu bersama keluarga memberikan bantuan dan dukungan pada ibu bersalin.
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan
janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan
ketuban di dorong keluar melalui jalan lahir.
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin
yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan
dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa
komplikasi pada ibu maupun pada janin.
(Sarwono, 2002: 100)

1.2

Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum


Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny, Y GI P0000 Ab000
Uk 42-43 minggu janin tunggal hidup intra uterine diharapkan mahasiswa
mampu melaksanakan asuhan kebidanan dengan benar dan menyeluruh.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu memahami tinjauan teori sesuai dengan kasus yang
dibuat.
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah atau diagnosa yang
muncul dari pengkajian.
c. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada Ny. Y GI P0000
Ab000 Uk 42-43 minggu J/T/H/I dengan inpartu kala I fase aktif.

d. Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah potensial yang timbul dari


identifikasi masalah atau diagnosa.
e. Mahasiswa mampu mengembangkan rencana/intervensi pada masalah
yang muncul sesuai dengan rasional dan rencana tindakan yang ilmiah.
f. Mahasiswa dapat melakukan implementasi sesuai dengan rencana yang
sudah dilakukan.
g. Mahasiswa dapat mengevaluasi semua tindakan yang telah dilakukan.
h. Mahasiswa mampu mendokumentasikan asuhan kebidanan secara
menyeluruh.
1.3

Metode Penulisan
a. Wawancara
Mengadakan tanya jawab (anamnesa) langsung kepada wanita (klien)
yang bersangkutan tentang hal-hal yang berhubungan dengan latar
belakang masalah kesehatan klien, sehingga dapat memberikan
intervensi yang tepat sesuai dengan diagnosa dan masalah.
b. Observasi
Melakukan pengamatan secara langsung dan pemeriksaan fisik yang
meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.
c. Studi Dokumen
Dengan melihat rekomendik klien terhadap program pengobatan dan
perawatan melalui catatan medik atau catatan keperawatan.
d. Studi Kepustakaan
Dengan membaca dan mempelajari buku-buku referensi baik medis
maupun keperawatan yang berhubungan dengan masalah yang ditulis
serta dapat membandingkan antara teori dan praktek.

1.4

Sistematika Penulisan
BAB I

PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang, tujuan penulisan, teknik pengumpulan
data, dan sistematika penulisan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Berisi tentang teori persalinan, serta teori manajemen kebidanan.

BAB III TINJAUAN KASUS


Berisi tentang pengkajian data, identifikasi masalah dan diagnosa,
antisipasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera,
pengembangan rencana/intervensi, implementasi, evaluasi.
BAB IV PEMBAHASAN
Membahas ada tidaknya kesenjangan antara teori dan praktek di
lapangan.
BAB V PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep Persalinan

2.1.1 Pengertian
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang
dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
(Sarwono, 2002: 181)
Persalinan atau melahirkan anak adalah suatu peristiwa yang
sangat besar artinya sebab sangat mendalam kesannya.
(Christina, 1996)
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin
dan uri) yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau
dengan jalan lain.
(Rustam Mochtar, 1998: 91)
Beberapa istilah yang berhubungan dengan partus :
1. Menurut cara persalinan
Partus biasa (normal) disebut juga partus spontan alaah proses
lahirnya bayi pada letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri,
tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya
berlangsung kurang dari 24 jam.
2. Menurut umur kehamilan
Abortus (keguguran) adalah berhentinya kehamilan sebelum
janin dapat hidup (viabel) berat janin dibawah 1000 gram. Tuanya
kehamilah kurang dari 28 minggu.
Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada
kehamilan 27-36 minggu janin dapat hidup tetapi prematur, berat janin
antara 1000-2500 gram.
Partus post maturus adlaah persalinan yang terjadi 2 minggu
atau lebih dari waktu partus yang ditaksir, janin disebut post matur.
Partus presipitatus adalah partus yang berlangsung cepat,
mungkin di kamar mandi, diatas angkutan dan sebagainya.

Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan


untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi
sefalopelvik.
2.1.2 Tanda-Tanda Permulaan Persalinan
1. Lightening atau setting atau dropping yaitu kepala turun memasuki
pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multi gravida
tidak begitu kentara.
2. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.
3. Perasaan sakit perut dan pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi
lemah dari uterus kadang juga disebut false labor pains.
4. Perasaan sering atau susah karena kandung kencing masih tertekan
oleh bagian terbawah janin.
5. Cerviks menjadi lebar mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa
bercampur darah (blood show).
2.1.3 Tanda-Tanda Inpartu
1. Rasa sakit dan adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
2. Keluar lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan kecil
pada serviks.
3. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4. Pada pemeriksaan dalam : servik mendatar dan pembukaan telah ada.
2.1.4 Faktor-Faktor yang berperan dalam persalinan
1. Kekuatan mendorong janin keluar (power).

His

Kontraksi otot-otot dinding perut

Kontraksi diafragma

Ligamentos actron terutama ligamen rotundum

2. Faktor janin
3. Faktor jalan lahir
Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada
uterus, serviks, vagina dan dasar panggul.

2.1.5 Mekanisme Persalinan


Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan
lengkap
Kala II : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his
ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga
lahir.
Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam

Kala I
Dibagi menjadi 2 fase, yaitu:
1. Fase laten : dimana pembukaan serviks lambat sampai pembukaan
3 selama 7-8 jam.
2. Fase aktif : berlangsung kurang lebih 6 jam dibagi 3 sub fase,
yaitu:
-

Periode akselerasi : berlangsung 2 jam pembukaan menjadi 4


jam

Periode dilatasi maksimal : selama 2 jam pembukaan


berlangsung cepat menjadi 9 cm

Periode akselerasi : berlangsung lambat dala waktu 2 jam


pembukaan menjadi 10 cm/lengkap

Perbedaan fase-fase ini dijumpai pada primi gravida dan multi


Primi

Multi

Servik mendatar (effacement) dulu

Mendatar

baru dilatasi

bersamaan

Berlangsung 13-14 jam

dan

membuka

bisa

Berlangsung 6-7 jam


(Sinopsis Obstetri Jilid I)

Kala II
Pada kala pengeluaran janin, harus terkoordinir, kuat, cepat dan
lebih lama kira-kira panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot
dasar panggul secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan, karena

tekanan pada rectum ibu merasa ingin buang air besar dengan tanda
anus terbuka. Pada waktu his kepala janin kelihatan. Vulva membuka
dan perineum meregang dengan his mengedan yang terpimpin akan
lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II primi 1 - 2
jam pada multi 1 jam.

Kala III
Setelah bayi lahir kontraksi rahim istirahat sebentar, uterus
teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat dan berisi plasenta
yang menjadi tebal 2x sebelumnya beberapa saat kemudian timbul his
pelepasan dan pengeluaran uri, dalam waktu 5-10 menit seluruh
plasenta terlepas, terdorong dari atas simpisis/ fundus uteri. Seluruh
proses biasanya berlangsung 5-10 menit setelah bayi lahir pengeluaran
plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200cc.

Kala IV
Kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan uri lahir
untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan
post partum.
(Rustam Mochtar, 1998)

Perbedaan kala antara primi gravida dan multi gravida pada proses
persalinan.
Primi

Multi

Kala I

13 jam

7 jam

Kala II

1 jam

jam

Kala III

jam

jam

14 jam

7 jam

Lama persalinan

(Rustam Mochtar, 1998)

2.2

TINJAUAN MANAJEMEN VARNEY


Adalah
tanggungjawab

penerapan
dalam

fungsi

dan

kegiatan

pelayanan

pada

klien

yang

yang

menjadi

mempunyai

kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan selama masa hamil, bersalin,


nifas, bayi baru lahir dan KB.
I.

PENGKAJIAN
Dilakukan dengan mengumpulkan semua data baik data
subyektif maupun obyektif data subyektif disertai hari/tanggal dan
jam pada saat dilakukan pengkajian, tanggal masuk rumah sakit, jam
masuk rumah sakit, nomer register.
A. Data Subyektif
1. Biodata
a. Nama ibu dan suami
Nama ibu dan suami untuk mengenal, memanggil, dan
menghindari terjadinya kekeliruan (Cristina,2000:41)
b. Umur
Umur ibu menjadi faktor predisposisi dilakukannya suatu
tindakan
c. Suku Bangsa
Untuk mengetahui dari suku mana ibu berasal dan
menentukan cara pendekatan serta pemberian asuhan.
d. Agama
Ditanyakan

untuk

mengetahui

kemungkinan

pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien.


Dengan diketahuinya agama pasien akan memudahkan
bidan melakukan pendekatan didalam melaksanakan
asuhan kebidanan. (Depkes RI,2002:14)
e. Pendidikan
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebagai dasar
dalam memeberikan asuhan.
f. Pekerjaan

Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial


ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu/suami dapat
mempengaruhi kesehatan klien atau tidak.
g. Penghasilan
Untuk

mengetahui status ekonomi penderita dan

mengetahui pola kebiasaan yang dapat mempengaruhi


kesehatan klien.
h. Alamat
Untuk mengetahui tempat tinggal klien, dan menilai
apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatan.
2. Alasan Masuk Kamar Bersalin
Apa alasan ibu sehingga datang ke kamar bersalin
3. Keluhan Utama
Keluhan ibu yang dirasakan atau yang dialami pada waktu
menjelang persalinan, terdapat keluhan antara lain :
-

Ibu mengatakan

perutnya kenceng-kenceng semakin

lama semakin sering.


4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ditanyakan untuk mengetahui riwayat penyakit darah tinggi
mungkin sebelum hamil ibu sudah mempunyai tekanan
darah

tinggi

atau

darah

tinggi

yang

disebabkan

kehamilannya karna bisa memperburuk keadaan pada saat


persalinan.
5. Riwayat Kesehatan Sekarang
Untuk mengetahui apakah ibu sekarang masih menderita
penyakit darah tinggi atau penyakit lain yang dapat
mempengaruhi bisa mempengaruhi persalinannya.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan mengenai latar belakang keluarga terutama :
-

Anggota keluarga yang mempunyai penyakit tertentu


terutama penyakit menular seperti TBC, hepatitis.

Penyakit keluarga yang diturunkan seperti kencing


manis, tekanan darah tinggi, asma.

7. Riwayat Haid
Ditanyakan mengenai :
a. Menarche adalah terjadi haid yang pertama kali.
Menarche terjadi pada usia pubertas, yaitu sekitar 12-16
tahun.
b. Siklus haid pada setiap wanita tidak sama. Siklus haid
yang normal/ dianggap sebagia siklus adalah 28 hari,
tetapi siklus ini bisa maju sampai 3 hari atau mundur
sampai 3 hari. Panjang siklus haid yang biasa pada
wanita adalah 25-32 hari
c. Lamanya haid, biasanya antara 2-5 hari, ada yang 1-2
hari diikuti darah sedikit-sedikit dan ada yang sampai 7-8
hari pada wanita biasanya lama haid ini tetap
d. Banyaknya darah yang keluar dan konsistensinya encer
e. Disminore dapat terjadi pada saat menjelang menstruasi
atau pada saat menstruasi, dan pada saat setelah
menstruasi.
f. Hari pertama haid terakhir ditanyakan untuk mengetahui
usia kehamilan dan apakah tafsiran rersalinannya sudah
sesuai dengan keadaan klien. (Sarwono, 2007 : 103).
8. Riwayat Pernikahan
Ditanyakan tentang : Ibu menikah berpa kali, lamanya, umur
pertama kali menikah
a. Jika lama menikah 4 tahun tetapi belum hamil bisa
menyebabkan masalah pada kahamilannya pre eklamsi.
b. Lama menikah 2 tahun, sudah punya lebih dari 1 anak.
Bahanya perdarahan setelah bayi lahir karena kondisi ibu
masih lemah.

10

c. Umur pertama kali menikah < 18 tahun, pinggulnya


belum cukup pertumbuhan sehingga resiko pada waktu
melahirkan.
d. Jika hamil umur > 35 tahun bahanyanya bisa terjadi
hipertensi, pre eklamsi.
9. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu
-

Ditanyakan pada ibu yang pernah hamil


Apakah kehamilan yang dulu keadaannya biasa sampai
saat anak dilahirkan ataukah pernah mengalami kelainan.

Ditanyakan persalinan pada ibu tentang persalinan yang


pernah dialaminya.
Apakah persalinannya lancar, biasa atau tidak pernah
mengganggu keadaan umum ibu, apakah ibu tidak
pernah mengalami kelainan.

Dinyatakan keadaan masa nifas yang dulu-dulu


Apakah masa nifas yang lau itu dalam keadaan normal
ataukah ada kelainan.

10. Riwayat Kehamilan Sekarang


-

Untuk mengetahui keadaan ibu pada saat kehamilannya


apakah ibu periksa secara teratur atau tidak

11. Riwayat KB
Untuk menngetahui apakah ibu cocok menggunakan jenis
KB yang dipilihnya sesuai dengan keadaan dan umur ibu,
mulai kapan menggunakan KB dan kapan lepasnya.
12. Pola Kebiasaan Sehari-hari
Untuk mengetahui kesenjangan atau perbedan jauh tidaknya
kebiasaan antara dirumah dan di rumah sakit sehingga
menimbulkan masalah :
a. Nutrisi (untuk mengetahui pola dan porsi makan ibu
apakah menurun atau tetap).
b. Eliminasi (untuk mengetahui output ibu, seberapa yang
keluar apakah seimbang dengan yang masuk).

11

c. Aktifitas (untuk mengetahui apa saja yang dilakukan


ibu).
d. Kebiasaan (untuk mengetahui apakah kebiasaan ibu pada
dirinya sendiri).
e. Personal hygiene (untuk mengetahui tingkat kebersihan
pada dirinya sendiri).
13. Riwayat psikososial dan budaya
a. Psikososial : Untuk mengetahui apakah ibu menerima
kehamilan dan tindakan medis yang akan
dilakukan. Selain itu juga mengetahui
siapa saja yang nantinya merawat bayi
dan ibunya dirumah. Untuk mengetahui
hubunga ibu dengan lingkunga sekitar
(keluarga dan tetangga) dan dengan
petugas kesehatan dirumah sakit.
b. Budaya

: Untuk mengetahui kebiasaan ibu dalam


kepercayaan

yang

dijalani

ibu

dan

keluarga, untuk meluruskan apa bila ada


kebiasaan ibu yang kurang baik dalam
medis.
14. Pola spiritual
Untuk mengetahui kebiasaan ibu dan keluarga dalam
beribadah, untuk memudahkan petugas kesehatan dalam
pendekatan terapeutik.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
-

Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

Tanda-tanda vital :
Tekanan darah

: 90/60 - 130/90mmHg

Nadi

: 60 - 100 x/menit

12

Suhu

: 36,5 - 37,5 oC

Pernafasan

: 16 - 24 x/menit

2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
-

Kepala

: Bersih, rambut tidak bercat, tidak


tampak ketombe dan tidak tampak
kusam.

Wajah

: Ibu

tampak

cemar,

tampak

menyeringai pada saat kontraksi dan


untuk mengetahui muka pucat atau
tidak, odema/tidak, terdapat cloasma
gravidarum/tidak.
-

Mata

: Simetris/tidak,

konjungtiva

anemis/tidak, skera kuning/tidak.


-

Hidung

: Simetris, bersih, tidak ada polip,


tidak ada perdarahan yang keluar
dari hidung dan tidak ada sekret.

Mulut

: Bibir

tampak

pucat/tidak

sianosis/tidak
-

Telinga

: Simetris, bersih, tidak ada serumen,


tidak

terdapat

perdarahan

pada

telinga dan pendengaran baik.


-

Leher

: Ada pembesaran kelenjar limfe atau


tidak,

ada

pembesaran

tiroid/tidak.ada

kelenjar

pembesaran

vena

puting

susu

jugularus/tidak.
-

Payudara

: Sumetris/tidak,

menonjol/ tidak, ada hiperpigmentasi


pada areola mama/tidak.
-

Abdomen

: ada lika bekas operasi atau tidak,


tampak

13

striae

livida,

apakah

membesar

sesuai

dengan

umur

kehamilannya.
-

Genetalia

: Ada varises/tidak, ada/tidak cairan


yang abnormal.

Ekstermitas :
Atas

: Simetris/tidak, odema pada kedua


tangan/ sebagian, pucat pada kuku
jari/tidak.

Bawah

: Simetris/tidak, odema pada kedua


tangan/ sebagian, pucat pada kuku
jari/tidak.

b. Palpasi
-

Leher

: Ada pembesaran pada kelenjar limfe


atau tidak, kelenjar tiroid dan vena
jugularis/tidak.

Payudara

: Tidak teraba benjolan abnormal,


payudara teraba kenyal, tidak ada
nyeri tekan, keluar colostrum (Tim
PP-ASI 2001 : 17).

Abdomen
-

Leopold I

: TFU 32 cm, teraba lunak, tidak


melenting (bokong).

Leopold II : bagian kiri perut ibu teraba keras,


datar seperti papan (punggung).

Leopold III : bagian terdahlu teraba keras,


bulat melenting (kepala).

Leopold IV : teraba 3/5 bagian.

Ekstremitas : Apakah Oedema pada ekstremitas


atas dan bawah.

c. Auskultasi
-

Dada

: Paru-paru terdengar wheezing, dan


ronchi atau tidak.

14

Abdomen

d. Perkusi

II.

: DJJ + 12,11,11
: Ada reflek patela atau tidak.

IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA
Dx

: Ny Y usia 21 tahun GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43


minggu janin tunggal hidup intra uterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif.

Ds : -

Diperoleh dari informasi baik auto / allo amamnesis

Do : -

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran

Tanda-tanda vital :

: Composmentis

Tekanan darah

: 90/60 - 130/90mmHg

Nadi

: 60 - 100 x/menit

Suhu

: 36,5 - 37,5 oC

Pernafasan

: 16 - 24 x/menit

Abdomen

Leopold I

: TFU 32 cm, teraba lunak, tidak


melenting (bokong).

Leopold II

: bagian kiri perut ibu teraba keras,


datar seperti papan (punggung).

Leopold III

: bagian terdahlu teraba keras, bulat


melenting (kepala).

Leopold IV

: teraba 3/5 bagian.

Auskultasi : Djj (+) 11.12.11


VT

Vulva vagina

: lendir darah

Pembukaan

: 10 cm (lengkap)

Effeccement

: tidak teraba

Ketuban

: (-)

Bagian terdahulu

: kepala

Bagian terendah

: UUK jam 01.00 / 02.00

Penurunan hodge

: III

15

III.

Bagian bawah perut ibu tidak teraba bagian terkecil janin.

ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


Masalah Potensial yang mungkin terjadi salah satunya adalah
potensial
-

Ibu tidak kuat mengejan

Inertia uteri baik primer maupun sekunder menybabkan partus


lama

Haemorrhagia post partum : karena hypotonia / atonia uteri

Akibat-akibat pada ibu dan bayi karena partus lama / partus


kasep

IV.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Menentukan tindakan apa yang harus segera diambil untuk
mengantisipasi adanya masalah potensial.

V.

Intervensi
Melakukan pengembangan rencana sesuai dengan diagnosa, tujuan
dan kriteria hasil yang ingin dicapai.

VI. Implementasi
Dilaksanakan berdasarkan identifikasi perlunya tindakan segera, baik
tindakan intervensi, tindakan konsultasi, kolaborasi dengan dokter,
atau rujukan berdasarkan kondisi klien.

VII. Evaluasi
Dilakukan untuk merencanakan asuhan yang menyeluruh yang
ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya

16

BAB III
TINJAUAN KASUS

I.

PENGKAJIAN
Tanggal : 01 Januari 2012
Jam

: 10.30 WIB

A. Data Obyektif
1. Biodata
Nama

: Ny Y

Nama Suami : Tn B

Umur

: 21 tahun

Umur

: 21 tahun

Agama

: Kristen

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Suku

: Jawa

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Swasta

Penghasilan

: tidak terkaji

Penghasilan

: tidak terkaji

Alamat

: Sengkaling

Alamat

: Sengkaling

2. Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin melahirkan anaknya
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan perurnya terasa kenceng-kenceng
4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti
darah tinggi, kencing manis, astma, maupun penyakit menular seperti
TBC, penyakit kunging. Ibu tidak sedang menderita penyakit tumor,
kanker.
5. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurut seperti
darah tinggi, kencing manis, astma, maupun penyakit menular seperti
TBC, penyakit kuning. Ibu tidak sedang menderita penyakit tumor
dan kanker.

17

6. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit
menurun seperti darah tinggi, kencing manis, asma, maupun penyakit
menular seperti TBC, penyakit kuning. Dalam keluarga tidak ada
yang menderita penyakit tumor dan kanker.
7. Riwayat haid
Menarcher

: 12 tahun

Siklus

: 28 hari

Lama

: 6 hari

Jumlah

: hari 1-2 ganti 2 softek/hari, hari 3 dan seterusnya 1


softek/hari

Disminorrhoe

: tidak pernah nyeri haid

Fluor albus

: tidak ada

HPHT

: 16 Maret 2008

TP

: 23 Desember 2007

8. Riwayat Pernikahan
Menikah

: 1x

Lama menikah : 1 tahun


Usia ibu pertama menikah

: 19 tahun

Usia bapak pertama kali menikah : 20 tahun


9. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Hamil ini
10. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Sekarang
a. Riwayat Antenatal
Trimester I
-

Keluhan : Ibu mengatakan sering pusing, mual, muntah dan


nafsu makan berkurang

Periksa : Ibu periksa hamil sebanyak 2x

Tempat periksa : Ibu memeriksakan kehamilannya di bidan

Penyuluhan

Therapy : vitamin, obat penambah darah, dan obat anti mual

: Gizi dan kebersihan diri

18

Trimester II
-

Keluhan : ibu mengatakan tidak mual dan nafsu maka


bertambah

Periksa

: Ibu periksa hamil sebanyak 2x dan ibu mulai


merasakan gerakan janin, dan ibu mendapat suntik
TT 1x pada usia kehamilan 2 bulan

Tempat pemeriksaan : Ibu memeriksakan kehamilan di bidan

Penyuluhan

: gizi dan kebersihan diri

Therapy

: vitamin dan obat penambah darah

Trimester III
-

Keluhan : Ibu mengatakan sering tenang

Periksa : Ibu periksa hamil sebanyak 3x

Tempat periksa :Ibu memeriksakan kehamilannya di bidan

Hasil

: Usia kehamilan 9 bulan Ibu menatakan perutnya

kenceng-kenceng dan semakin lama semakin sering. Dan


oleh keluarga dibawa ke Bidan untuk diperiksa. Waktu
diperiksa Ibu sudah pembukaan 5 cm.
11. Pola Kebiasaan Sehari-hari
Pola
Kebiasaan
Nutrisi

Saat di rumah

Saat di BPS

Trimester I

Ibu mengatakan mendapat

Ibu mengatakan makan 3x sehari makan 1x dengan komposisi


sedikit

tapi

sering

dengan nasi, sayur, lauk, minum 1

komposisi nasi, sayur, lauk pauk, gelas teh hangat


buah, minum + 5-6 gelas/hari
Trimester II
Ibu mengatakan makan 3x/hari
dengan komposisi nasi, sayur, lauk
pauk, buah, minum + 6-7 gelas/hari
Trimester III
Ibu mengatakan makan 3x/hari
dengan komposisi nasi, sayur, lauk
pauk, buah, ibu tidak pantang

19

makanan, minum + 6-7 gelas/hari


dan minum susu hamil 1 gelas/hari
Aktivitas

Setiap

hari

ibu

mengerjakan Ibu hanya tidur di tempat

pekerjaan rumah sendiri misalnya tidur karena perutnya terasa


mencuci,

memasak,

dan kenceng-kenceng

membersihkan rumah
Istirahat

Ibu tidur siang pukul 13.00-15.00 Ibu tidak dapat tidur karena
WIB (2 jam) tidur malam pukul sering

erbangun

saat

21.00-04.00 WIB (7 jam) jumlah perutnya mules


istirahat = 9 jam
Personal

Ibu mandi dan gosok gigi 2x/hari, Saat

hygiene

kramas 3x seminggu ganti baju mandi

dikaji pasien tidak

setiap selesai mandi, dan celana


dalam ganti jika basah atau kotor
Eliminasi

BAB + 1-2 x/hari (konsistensi Selama di BPS ibu masih


lunak, bau khas)

belum BAB BAK sering

BAK : + 5-6 x/hari (warna kuning terutama


jernih, bau khas)

saat

perut

kenceng-kenceng

Kebiasaan

Ibu tidak pernah merokok, tidak Ibu tidak pernah merokok,

merokok,

minum-minuman beralkohol dan tidak

minum-minuman

minum jamu tidak minum jamu

beralkohol dan tidak minum

dan minum-

jamu

minuman
keras

12. Data Psikososial, Budaya dan Spiritual


a. Psikologis
Ibu dan suami serta keluarga mengharapkan kelahiran anaknya.
b. Sosial
Ibu tinggal dengan suami dan ketiga anaknya. Hubungan diantara
mereka harmonis begitu juga dengan tetangga dan petugas
kesehatan.

20

c. Budaya
Ibu mengatakan dalam keluarga masih menganut budaya jawa
seperti slamatan 7 bulanan.
d. Spiritual
Ibu beragama Islam, dan selalu mengerjakan sholat lima waktu,
kadang-kadang ikut pengajian dikampungnya

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : baik
Kesadaran

: composmentis

Tekanan darah : 120/80 mmHg


Suhu

: 36 5oC

Nadi

: 80 x/menit

RR

: 20 x/menit

TB

: 150 cm

BB

: 56 kg

2. Pemeriksaan Fisik
a. Infeksi
Kepala

: bersih, kulit tidak berketombe, rambut warna


hitam, rambut tidak bercabang

Wajah

: tidak pucat, tidak oedema, wajah ibu tampak


menyeringai menahan sakit sambil memegangi
perutnya.

Mata

: simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak


ikterus

Hidung

: simetris, bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip

Telinga

: bersih, simetris, tidak ada serumen

Mulut

: bibir lembab, tidak ada stomatitis, lidah bersih,


tidak terdapat karies gigi

Leher

: tidak tampak pembesaran kelenjar thyroid dan


vena jugularis

21

Ketiak

: bersih, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak


ada asesoriasis mammae

Dada

: bersih, tidak ada retraksi, simetris

Payudara

: simetris,
menonjol,

membesar,

tegang,

hyperpigmentasi

putting

areola

susu

mammae,

terdapat pembesaran kelenjar montgomery.


Adboment

: membesar, membujur datar, terdapat linea alba,


linea nigra, tidak terdapat striae lividae dan striae
albicant, tidak terdapat bekas luka operasi

Genetalia

: bersih, membiru, tidak oedema, tidak ada varises,


penyebaran rambut pubis merata, tidak terdapat
condiloma acuminata, maupun condiloma talata,
tidak terdapat jahitan perineum.

Anus

: bersih, tidak terlihat haemoroid

Ekstremitas : atas : simetris, tidak oedema


bawah : simetris tidak oedema, tidak terlihat
varises
punggung

: simetris, tidak terdapat spina bifida.

b. Palpasi
Kepala

: tidak terdapat benjolan abnormal.

Leher

: tidak teraba adanya pembesaran kelenjar Thyroid


maupun vene jugularis

Ketiak

: tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Payudara

: tidak teraba benjolan abnormal, tidak nyeri tekan,


ASI sudah keluar kanan dan kiri

Abdomen :
Leopold I :

TFU2 jari bawah prosesus xypoideus (32


cm) teraba bagian lunak, bulat, sedikit
melenceng (bokong)

Leopold II :

sebelah kiri teraba bagian luas, keras, datar


seperti papan
sebelah kanan teraba bagian-bagian kecil
janin
22

Leopold III : teraba bagian terdahulu keras melenting


(kepala) sudah masuk PAP
Leopold IV : bagian terdahulu masuk PAP 3/5 bagian dan
tidak dapat digoyangkan
His

: teratur dalam 10 menit 3x lamanya 30-40 detik

Ekstremitas : atas : simetris, tidak teraba benjolan abnormal


bawah : simetris, tidak varises, tidak oedema
c. Auskultasi
Dada
: tidak terdengan ronchi dan wheezing
Abdoment

: DJJ (+) 12-11-12 = 140x/mnt terdengar di bagian


bawah pusat sebelah kiri ibu.

d. Perkusi
Perut

: tidak kembung

Reflek patella : +/+

3. Tafsiran berat badan janin


(TFU-11) x 155 = berat badan janin dalam gram
(32-11) x 155 = 3255 gram

4. Periksa dalam
VT : jam 14.30
Vulva/vagina

: pengeluaran lendir bercampur barah

Pembukaan

: 5 cm

Efficement

: teraba lunak dan tipis efficement 75%

Ketuban

: (+) / utuh

Bagian terdahulu janin : teraba kepala


Bagian terendah
Penurunan

: ubun ubun kecil


: 3/5 bagian pada H II
tidak teraba bagian kecil janin

23

II.

IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA
Diagnosa : Ny Y usia 21 tahun GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43
minggu janin tunggal hidup intra uterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif.
Ds : -

Ibu mengatakan ingin melahirkan anaknya


Ibu mengatakan usia kehamilannya 9 bulan, perutnya kencengkenceng sejak pukul 01.00 WIB tanggal 4 januari 2008.
HPHT : 16-03-2008
TP

: 23-12-2007

Do : Keadaan Umum : Baik


Kesadaran

: Composmentis

TD

: 120/80 mmHg

: 84 x/menit

: 36 5oC

RR

: 20 x/menit

Palpasi

Abdomen

Leopold I :

TFU2 jari bawah prosesus xypoideus (32


cm) teraba bagian lunak, bulat, sedikit
melenceng (bokong)

Leopold II :

sebelah kiri teraba bagian luas, keras, datar


seperti papan
sebelah kanan teraba bagian-bagian kecil
janin

Leopold III : teraba bagian terdahulu keras melenting


(kepala) sudah masuk PAP
Leopold IV : bagian terdahulu masuk PAP 3/5 bagian dan
tidak dapat digoyangkan
His

: teratur dalam 10 menit 3x lamanya 30-40 detik

Auskultasi :
Abdoment

: DJJ (+) 12-11-12 = 140x/mnt terdengar di bagian


bawah pusat sebelah kiri ibu.

24

Periksa dalam
VT : jam 14.30
Vulva/vagina

: pengeluaran lendir bercampur barah

Pembukaan

: 5 cm

Efficement

: teraba lunak dan tipis efficement 75%

Ketuban

: (+) / utuh

Bagian terdahulu janin : teraba kepala


Bagian terendah

: ubun ubun kecil

Penurunan

: 3/5 bagian pada H II tidak teraba bagian


kecil janin

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


Potensial : Terjadi kala II lama
DS

:-

DO

Kriteria lama persalinan


Primi

Multi

Kala I

13 jam

7 jam

Kala II

1 jam

jam

Kala III

jam

jam

14 jam

7 jam

Lama persalinan

His

: >3x dalam 10 menit lamanya >40 detik adekuat.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


V.

INTERVENSI
Diangosa : Ny Y usia 21 tahun GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43
minggu janin tunggal hidup intra uterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif.
Tujuan :
Jangka pendek : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan slama 6 jam
diharapkan pembukaan lengkap

25

Jangka panjang : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama 24


jam diharapkan tidak terjadi komplikasi.

Kriteria hasil

Ibu ingin meneran

Ada dorongan ingin meneran, tekanan anus, perineum menonjol,


vulva dan spingterani membuka.

Pembukaan 10 cm

His dalam 10 menit lamanya 5x dalam 45 detik adekuat

Intervensi :
1. Beritahu ibu, suami serta keluarga bahwa ibu sudah akan memasuki
proses persalinan.
R/

Dengan

memberitahukan

ibu,

suami

dan

keluarga

dapat

mempersiapkan diri kebutuhan / keperluan untuk ibu dan bayi.


2. Anjurkan pada ibu untuk BAB.
R/ Mengosongkan rectum membantu penurunan bagian terendah janin
dan mencegah agar tidak BAB pada saat persalinan sehingga
menghindari infeksi nosokomial.
3. Kosongkan kandung kemih.
R/ Untuk mencegah terjadinya hambatan pada saat kepala janin akan
membuka canalis cervikalis.
4. Anjurkan pada ibu untuk miring ke kiri.
R/ Dengan miring ke kiri akan mengurangi penekanan pada vena cava
inferior dan mencegah hipoksia.

5. Berikan makan dan minum yang manis.


R/ Kalori yang cukup dapat digunakan sebagai tenaga, mengurangi,
dehidrasi, yang dapat mempengaruhi his.
6. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital, dalam pemantauan
partograf.
R/ Untuk mengetahui gejala-gejala kelainan secara dini, karena dalam
partograf terdapat batasan persalinan.

26

7. Ajari ibu meneran yang benar.


R/ Meneran yang benar seperti :nafas yang pendek dan cepat selama fase
aktif atau fase tansisi mencegah mengejan terlalu dini, dan karenanya
dapat mencegah laserasi atau edema servik/jalan lahir.
8. Ajari ibu posisi yang benar dalam meneran.
R/ Posisi ibu dalam meneran mempengaruhi proses persalinan.
Meningkatkan perfusi plasenta, dan mencegah sindrom hipotesif
telentang. Penelitian menunjukkan posisi ini dapat memperpendek
fase

persalinan

tanpa

meningkatkan

ketidaknyamanan

atau

menimbulkan efek merugiksn pada kesejahteraan janin.


9. Observasi tanda-tanda kala II
R/ Pemutaran anal ke arah luar dan penonjolan perineal terjadi saat
verteks janin turun, menendakan untuk kebutuhan untuk persiapan
kelahiran.
10. Pantau dan catat aktivitas uterus pada setiap kontraksi.
R/ Memberikan informasi/dokumentasi legal tentang kemajuan kontinu,
membantu pola kontraksi abnormal, memungkinkan pengkajian dan
intervensi segera.

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 2 Januari 2012
Jam

: 17.00 WIB

Diagnosa : Ny Y usia 21 tahun GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43


minggu janin tunggal hidup intra uterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif.
IMPLEMENTASI
1. Memberitahu ibu, suami serta keluarga bahwa ibu sudah akan memasuki
proses persalinan.
2. Menganjurkan pada ibu untuk BAB.
3. mengobservasi kandung kencing, bila Ibu masih kuat jalan dianjurkan
untuk buang air kecil sendiri.
4. Menganjurkan pada ibu untuk miring ke kiri

27

5. makan porsi satu piring dengan komposisi nasi, ikan, dan sayur-sayuran
dan minum satu gelas teh hangat.
6. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital, dalam pemantauan
partograf.

TD

: 120/80 mmHg

: 84 x/menit

: 36 5oC

RR

: 20 x/menit

CHBP

: -

Cort (+) 12-11-12 frekuensi = 140 x/mnt

His (+) 3x dalam 10 menit lamanya 45 detik

Tidak ada penyusupan (molase)

Ketuban pecah spontan (jernih, bau khas)

7. Mengajari ibu meneran yang benar saat ada kontraksi dan his yang
adekuat. Dengan bernafas menjadi lebih cepat (tiupan nafas pndek dan
cepat)
8. Ajari ibu posisi yang benar dalam meneran, seperti posisi setengah
duduk dan punggung disangga oleh suami.
9. Mengobservasi tanda-tanda kala II :

Anus membuka

Perineum menonjol

Vulva membuka

Tiap ada his ibu ingin meneran (his yang adekuat).

10. Memantau dan mencatat aktivitas uterus pada setiap kontraksi


11.
VII. EVALUASI
Tanggal : 02-01-2012
Jam

: 17.40 WIB

Diagnosa : Ny Y usia 21 tahun GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43


minggu janin tunggal hidup intra uterin letak kepala dengan
inpartu kala I fase aktif.
S : Ibu mengatakan ingin meneran

28

O :
Vulva/vagina

: pengeluaran lendir bercampur barah

Pembukaan

: 10 cm

Efficement

: efficement 100% portio tidak teraba.

Ketuban

: (-) / jernih dan bau khas

Bagian terdahulu janin

: teraba kepala

Bagian terendah

: ubun ubun kecil

Penurunan

: 4/5

bagian pada H III

tidak teraba

bagian kecil janin


A : Ny Y GI P0000 Ab000 Usia Kehamilan 42-43 minggu janin tunggal
hidup intra uterin letak kepala dengan kala II
P :
1. Jelaskan pada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap.
2. Anjurkan pada suami atau keluarga untuk memberikan dukungan
pada ibu.
3. Persiapan alat dalam persalinan
4. Pimpin Ibu meneran
5. Pertolongan persalinan
I

:
1. Menjelaskan pada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap
2. Menganjurkan pada suami atau keluarga untuk memberikan
dukungan pada ibu.
3. Persiapan alat :
Alat steril :
Bak instrumen
Handskoon 2 pasang
cocher
2 klem arteri
Gunting talpus
Gunting epsiotomi
Tali pusat
Kasa steril
Spuit 3cc berisi oksitoksin 10 UI
29

Non steril :
Oksitoksin 10 UI
Metergin
Bengkok
Tutup kepala
Clemek
Masker
Sepatu boot
Larutan klorin 0,5 %
Air DTT
Anderpet
Handuk
Pakaian bayi
Pakaian ibu
Softek
Jarik 2 buah
Tempat sampah medis dan non medis.
4. Saat his mempunyai dorongan kuat untuk meneran, dianjurkan
meneran dengan posisi setengah duduk, punggung disangga oleh
suami. Saat kepala janin terlihat divulva dengan diameter 5-6 cm,
memasang handuk bersih diatas perut ibu. Penolong mengambil
kain bersih melipat sepertiga bagian dan meletakkanya dibawah
bokong ibu, membuka tutup partus set, kemudian memakai sarung
tangan DTT. Saat sub-occiput tampak di bawah simfisis, tangan
kanan melindungi perineum dengan di alasi lipatan handuk di
bawah bokong ibu, sementara tangan kiri menahan puncak kepala
agar tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat saat kepala lahir
(meminta ibu untuk tidak meneran dengan bernafas panjang).
5.

Langkah-langkah :

Setelah kepala di depan vulva diameter 5-6 cm, pertahankan


perineum dengan kain bersih. Jika jika kepala lahir seluruhnya.
Penolong penolong mengenakan kasa/kain bersih untuk

30

membersihkan muka janin dari lendir darah, penolong


memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher janin dan
sambil menuggu sambil kepala janin selesai melakukan putar
paksi luar secara spontan. Setelah kepala janin menghadap paha
ibu, tempatkan kedua tangan (telapak) biparietal kepala janin,
arahkan secara hati-hati ke arah bawah sampai bahu depan
anterior lahir kemudian arahkan secara hati-hati ke atas sampai
bahu belakang posterior lahir. Setelah bahu lhir, tangan kanan
menyangga kepala, posisi leher dan bahu janin bagian posterior
dengan posisi ibu jari pada leher (bagian bawah kepala) dan ke
empat jari pada bahu dan dada atau punggung janin, sementara
tangan kiri memegang lengan dari bahu janin bagian anterior.

Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri


punggung ke arah bokong dan tungkai bawah janin untuk
memegang tungkai bawah (selipkan jari telunjuk tangan kiri
diantara ke dua lutut janin).

Setelah seluruh badan bayi lahir pengang bayi bertumpu pada


lengan sedemikian rupa sehingga bayi menghadap ke penolong.
Nilai bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah
dari badan, bayi segera dikeringkan, dibungkus dan
dihangatkan kecuali bagian tali pusat.

Tali pusat dijepit dengan menggunakan klem kira-kira 3 cm


dari umbilikus bayi, melakukan urutan tali pusat ke arah ibu
dan memasang klem ke dua 2cm dari klem pertama dam
memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri
dengan perlindungan jari-jari tangan kiri, tali pusat di potong.

Memeriksa FU untuk memastikan kehamilan tunggal.


Memberitahu ibu akan disuntik (oksitoksin 10 UI) secara IM
pada bagian luar paha kanan 1/3 atas, pastikan jarum tidak
mengenai pembuluh darah dengan cara melakukan aspirasi.

Setelah ada tanda-tanda pelepasan plasenta, seperti semburan


darah tiba-tiba, tali pusat memanjang, uterus membulat.

31

Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10cm


dari vulva.

Meletakkan tangan kiri di ats symphisis menahan bagian bawah


uterus, sementara tangan kanan memegang tali pusat.

Saat uterus berkontraksi, tali pusat diregangkan dengan tangan


kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati
ke arah dorsokranial.

Jika dengan peregangan tali pusat terkendali, tali pusat terlihat


bertambah panjang dan terasa adanya pelepasan plasenta,
meminya ibu untuk sedikit meneran. Sementara tangan kanan
merengankan tali pusat ke arah bawah kemudian keatas sesuai
dengan jalan lahir hingga tali pusat tampak di vulva.

Setelah plasenta tampak di vulva, lahirkan plasenta dengan


hati-hati, memegang plasenta dengan ke dua tangan dan
melakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran
plasenta dan mencegah robekan selaput ketuban.

Setelah plasenta lahir seluruhnya, lakukan masase pada FU


sirkuler menggunakan palmar 4 jari tangan kiri, hingga
kontraksi uterus baik.

Sambil melakukan masase dengan tangan kiri, tangan kanan


memeriksa plasenta untuk memastikan bahwa seluruh
kotiledon dan selaput ketuban lahir lengkap INVERSIO
LATERALIS tali pusat terpilin, panjang tali pusat 50 cm,
tebal 2 cm, lebar 20x15 cm, konsistensi kenyal, bentuk bulat
dan tetap rata, berat uri 300 gram.

Melakukan pemeriksaan pada perineum dan pada introitus


vagina, adanya robekan, dan memeriksa kontaksi uterus dan
perdarahan.

Kala I

: 6 jam

Kala II

Kala III

15 menit
5 menit +
6 jam 20 menit

32

CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal : 2 Januari 2012


Jam
Ds

: (2 jam post partum)


: Ibu mengatakan sudah lega bisa melahirkan dengan selamat dan ibu
merasakan perutnya sedikit mules

Do

: wajah ibu tampak gembira/ceria


K/U

: baik

Kesadaran

: composmentis

Nadi

: 80x/menit

RR

: 20 x/menit

Suhu

: 365 oC

Tensi : 120/80 mmHg


TFU
A

: 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, perdarahan 100 cc

: Timbul masalah baru gangguan rasa nyaman sehubungan dengan proses


involusi

Jelaskan pada ibu penyebab perut terasa mules

Jelaskan pada ibu cara mengatasinya

Jelaskan pada ibu untuk segera melakukan mobilisasi jalan-jalan

:
Jam

18.15
18.30
18.45
19.00
19.30
20.00

Tensi

Nadi

Suhu

FU

110/70
mmHg
110/70
mmHg
110/70
mmHg

80
x/mnt
80
x/mnt
80
x/mnt

365oC

Setinggi
pusat
Setinggi
pusat
Setinggi
pusat

120/80
mmHg

80
x/mnt

120/80
mmHg
120/80
mmHg

80
x/mnt
80
x/mnt

367oC
-

2 jari bawah
pusat
2 jari bawah
pusat
2 jari bawah
pusat

33

Kontraksi

Kandung
kemih

Perdarahan

baik

kosong

100cc

baik

kosong

baik

kosong

baik

kosong

50 cc

baik

100 cc

50 cc

baik

kosong

BAB IV
PEMBAHASAN

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri)


yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan
lain (Rustam Mochtar, 1997: 91)
Tujuan asuhan persalinan ialah memberikan asuhan yang memadai selama
persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan aman,
dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan sayang bayi.
Pembahasan

merupakan

analisa

penulis

mengenai

ada

tidaknya

kesenjangan antara teori yang ada didala media pustaka dengan pengamatan
secara langsung terhadap suatu kasus yang dialami oleh seorang klien. Setelah
dilakukan asuhan kebidanan pada Ny Y GI P0000 Ab000 Uk 42-43 minggu
J/T/H/I dengan inpartu kala I fase aktif, penulis tidak menemukan adanya
kesenjangan antara teori dengan tinjauan kasus di lapangan.
Berdasarkan teori Varney penulis juga melakukan pengumpulan data
dengan cara melakukan anamnesa atau pengkajian dilanjutkan dengan identifikasi
masalah/diagnosa, masalah potensil yang memerlukan penanganan khusus
(segera) yang diterapkan seperti intervensi, implementasi dan evaluasi baik dari
tindakan yang telah dilaksanakan.

34

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal,
persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun
ke dalam jalan lahir, kelahiran adalah dimana janin dan ketuban di dorong
keluar melalui jalan lahir
Persalinan dibagi dalam 4 kata, yaitu:
-

Kala I

: dimulai saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap


(10cm) proses ini terbagi dalam 2 fase, fase laten (7 jam)
serviks membuka sampai 8 cm dan fase aktif (7 jam)
serviks dari 3-10 cm kontraksi lebih kuat dan sering selama
fase aktif

Kala II

: dimulai dari pembukaan lengkap (10cm) sampai bayi lahir


proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam
pada multi

Kala III

: dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta,


yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.

Kala IV

: dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama


post partum

5.2

Saran
Asuhan persalinan ialah memberikan asuhan yang memadai selama
persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan
aman, dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan sayang anak, untuk itu
diharapkan :
a. Kepada petugas agar tetap mempertahankan untuk melakukan tindakan
therapeutik pada klien sehingga terjalin hubungan yang baik.
b. Pada klien diharapkan dapat menjaga personal hygiene sehingga tidak
menimbulkan komplikasi.

35

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Bari Syaifudin 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan


Maternal dan Neonatal, Jakarta : YBP.SP
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Ilmu Kebidanan, Jakarta: YBP.SP
Rustam Mochtar. 1997. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC
Sulaiman. 1973. Obstetri Fisiologi Bandung : Fakultas Kedokteran UNPAD
Manuaba, 1998. Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

36

Anda mungkin juga menyukai