Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gagal jantung didefinisikan sebagai kondisi dimana jantung tidak lagi
dapat memompakan cukup darah ke jaringan tubuh. Keadaan ini dapat timbul
dengan atau tanpa penyakit jantung. Gangguan fungsi jantung dapat berupa
gangguan

fungsi

diastolik

atau

sistolik,

gangguan

irama

jantung,

atau

ketidaksesuaian preload dan afterload. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian


pada pasien.
Setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal karena Penyakit Tidak
Menular (PTM) (63% dari seluruh kematian). Lebih dari 9 juta kematian yang
disebabkan oleh penyakit tidak menular terjadi sebelum usia 60 tahun, dan 90% dari
kematian dini tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Secara global PTM penyebab kematian nomor satu setiap tahunnya adalah penyakit
kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan
fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti:Penyakit Jantung Koroner, Penyakit
Gagal jantung atau Payah Jantung, Hipertensi dan Stroke. Pada tahun 2008
diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler.
Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun dan seharusnya
dapat dicegah. Kematian dini yang disebabkan oleh penyakit jantungterjadi
berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi sampai dengan 42% terjadi di
negara berpenghasilan rendah.1
Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan
utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit ini menjadi penyebab nomor
satu kematian di dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2008 diperkirakan sebanyak 17,3
juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 3 juta kematian

tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun. Terjadinya kematian dini yang disebabkan
oleh penyakit jantung berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42%
terjadi di negara berpenghasilan rendah. Kematian yang disebabkan oleh penyakit
jantung pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan
akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030.2
Di Indonesia penyakit jantung dan pembuluh darah ini terus meningkat dan
akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi bagi
keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Prevalensi penyakit jantung koroner di
Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5%. Sedangkan
berdasarkan diagnosis dokter gejala sebesar 1,5%. Sementara itu, prevalensi penyakit
gagal jantung di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0.13%.2
Kejadian gagal jantung akan semakin meningkat di masa depan karena
semakin bertambahnya usia harapan hidup dan berkembangnya terapi penanganan
infark

miokard mengakibatkan

perbaikan

harapan

hidup

penderita dengan

penurunan fungsi jantung.3


Gagal jantung susah dikenali secara klinis, karena beragamnya keadaan
klinis serta tidak spesifik serta hanya sedikit tanda tanda klinis pada tahap awal
penyakit. Perkembangan terkini memungkinkan untuk mengenali gagal jantung
secara dini serta perkembangan pengobatan yang memeperbaiki gejala klinis,
kualitas hidup, penurunan angka perawatan, memperlambat progresifitas penyakit
dan meningkatkan kelangsungan hidup.3