Anda di halaman 1dari 17

PROFIL KOTA CILEGON

A. SEJARAH SINGKAT KOTA CILEGON


Cilegon merupakan wilayah bekas Kewedanaan (Wilayah kerja pembantu
Bupati KDH Serang Wilayah Cilegon), yang meliputi 3 (tiga) Kecamatan
yaitu Cilegon, Bojonegara dan Pulomerak.
Berdasarkan Pasal 27 Ayat (4) UU No 5 tahun 1974 tentang Pokok Pokok
Pemerintahan di Daerah, Cilegon kiranya sudah memenuhi persyaratan
untuk dibentuk menjadi Kota Administratif. Melalui surat Bupati KDH
Serang No. 86/Sek/Bapp/VII/84 tentang usulan pembentukan administratif
Cilegon dan atas pertimbangan yang obyektif maka dikeluarkan Peraturan
Pemerintah No. 40 tahun 1986, tentang pembentukan Kota Administratif
Cilegon dengan luas wilayah 17.550 Ha yang meliputi 3 (tiga) wilayah
Kecamatan meliputi Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan 1 Perwakilan
kecamatan Cilegon di Cibeber, sedangkan kecamatan Bojonegara masuk
Wilayah kerja pembantu Bupati KDH Serang Wilayah Kramatwatu.
Berdasarkan PP No. 3 Tahun 1992 tertanggal 7 Februari 1992 tentang
Penetapan Perwakilan Kecamatan Cibeber, Kota Administratif Cilegon
bertambah menjadi 4 (empat) Kecamatan yaitu Pulomerak, Ciwandan,
Cilegon, dan Cibeber.
Dalam perkembangannya Kota Administratif Cilegon telah memperlihatkan
kemajuan yang pesat di berbagai bidang baik bidang Fisik, Sosial maupun
Ekonomi. Hal ini tidak saja memberikan dampak berupa kebutuhan
peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perlunya
dukungan kemampuan dan potensi wilayah untuk menyelenggarakan
otonomi daerah. Dengan ditetapkannya dan disahkannya UU No. 15 tahun
1999 tanggal 27 April 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah
Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, status Kota
Administratif Cilegon berubah menjadi Kotamadya Cilegon.
Berdasarkan Undang-undang No. 32 tentang pemerintahan daerah ,
Pemerintah Kota Cilegon telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda)
Nomor 7 tahun 2007 tentang pembentukan kelurahan di Kota Cilegon yang

menyatakan bahwa daerah Kota Cilegon memiliki 43 (Empatpuluh tiga)


Kelurahan dari 8 (delapan) Kecamatan, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan
Kecamatan

Ciwandan berjumlah 6 Kelurahan


Citangkil berjumlah 7 Kelurahan
Pulomerak berjumlah 4 Kelurahan
Purwakarta berjumlah 6 Kelurahan
Grogol berjumlah 4 Kelurahan
Cilegon berjumlah 5 Kelurahan
Jombang berjumlah 5 Kelurahan
Cibeber berjumlah 6 Kelurahan

B. KONDISI FISIK

1. Letak Geografis
Kota Cilegon merupakan kota otonomi yang secara yuridis dibentuk
berdasarkan UU No.15/1999. Sebagai kota yang berada di ujung barat
Pulau Jawa, Kota Cilegon merupakan pintu gerbang utama yang
menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera.

Secara geografis, Kota ini berada pada koordinat 5522460407


Lintang Selatandan 1055405 1060511 Bujur Timur, yang dibatasi
oleh :
Sebelah Barat
Sebelah Utara
Sebelah Timur

: Selat Sunda
: Kab. Serang
: Kab. Serang

Sebelah Selatan

: Kab. Serang

Dengan luas 175,5 Km2, Kota Cilegon dibagi ke dalam 8 (delapan)


kecamatan dan 43 kelurahan. Kota Cilegon memiliki iklim tropis dengan
temperatur berkisar antara 21,9C 33,5C dan curah hujan rata-rata
100 mm per bulan.
2. Penggunaan Lahan
Berdasarkan data Cilegon Dalam Angka 2013, luas penggunaan lahan
Kota Cilegon pada tahun 2012 sebagian besar wilayahnya digunakan
untuk pekarangan sebesar 29,07%, tegalan sebesar 21,57%, dan lainlain sebesar 21,62%. Penggunaan lahan tersebut didominasi oleh
Kecamatan Ciwandan, Grogol, dan Pulomerak, untuk lebih jelasnya lihat
pada tabel berikut ini.
Tabel ...

Luas Penggunaan Lahan per


Kecamatan Tahun 2012

Grogol

Jombang

Cibeber

364

306

55

384

267

Pekarangan/lahan
buat
bangunan,halaman
sekitar dan lainnya
Tegal/kebun

852

584

800

541

818

389

406

712

104

917

448

401

504

388

134

889

Ladang/huma
Penggembalaaan
padang rumput
Rawa-rawa yang
tidak ditanami
Tambak
Kolam Empang
Lahan kering yang
sementara tidak
ditanami
Lahan yang
ditanami kayukayuan
Hutan Negara
Perkebunan
Lainnya
(Jalan,Sungai,Tandu
s)
Jumlah

35
-

250
-

179
-

5
5

3.78
5
469
5

1
1.26
3

5
312

3
-

2
171

74

2
3

2
90

5
10
1.91
3

2.88
4

235

394
22

45

357
95

67

231

5
184

751
5
3.76
3

5.1
85

2.2
98

1.9
86

1.5
24

2.3 915
38

1.1
55

2.1
49

17.5
50

4
5
6
7
8
9

10

11
12
13

Cilegon

Purwakar
ta

69

Lahan sawah

Citangkil
210

Ciwanda
n
81

N Jenis Penggunaan
o.
Lahan

Juml
ah

Pulomera
k

Luas Penggunaan Lahan per Kecamatan


(Ha)

1.73
6
5.10
2

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

C. KEPENDUDUKAN
Dari

tahun

ke

tahun

jumlah

penduduk

Kota

Cilegon

mengalami

pertambahan yang semakin besar. Jumlah Penduduk Kota Cilegon pada


tahun 2012 sebesar 392.341 jiwa, dengan komposisi 200.550 laki-laki dan
191.791 perempuan dengan tingkat kepadatan mencapai 2.235 jiwa/km2.
Jumlah penduduk terbanyak di Kota Cilegon terdapat di Kecamatan
Citangkil, yaitu sejumlah 68.696 jiwa, sedangkan penduduk terkecil

terdapat di Kecamatan Purwakarta, yaitu sebanyak 39.332 jiwa. Untuk


lebih jelasnya lihat pada tabel berikut ini.
Tabel ...
Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kota Cilegon per Kecamatan
Tahun 2012
N
o.

Kecamata
n

1
2
3
4
5
6
7

Ciwandan
Citangkil
Pulomerak
Purwakarta
Grogol
Cilegon
Jombang

Cibeber
Jumlah

(Km)
51,81
22,98
19,86
15,29
23,38
9,15
11,55

(jiwa)
44.689
68.696
44.155
39.332
40.767
41.390
63.069

(%)
11,39
17,51
11,25
10,02
10,39
10,55
16,08

Kepadatan
Penduduk
(jiwa/Km)
863
2.989
2.223
2.572
1.744
4.523
5.461

21,49
175,51

50.243
392.341

12,81
100

2.338
2.235

Luas

Jumlah Penduduk

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

Tabel ...
Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Cilegon Tahun 2012
N
o.

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8

Ciwandan
Citangkil
Pulomerak
Purwakarta
Grogol
Cilegon
Jombang
Cibeber
Jumlah

2011
44.084
67.319
43.878
39.144
39.910
40.688
62.137
48.744

2012
44.689
68.696
44.155
39.332
40.767
41.390
63.069
50.243

Laju
Perumbuhan
Penduduk Per
Tahun (%)
2011-2012
1,37
2,05
0,63
0,48
2,15
1,73
1,50
3,08

385.904

392.341

1,67

Jumlah Penduduk

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

D. PEREKONOMIAN
Produk Domestik Regional Bruto merupakan salah satu indikator yang
dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan perekonomian suatu
daerah. Tinggi rendahnya nilai PDRB yang dihasilkan suatu daerah
menggambarkan tinggi rendahnya tingkat perekonomian daerah tersebut.

Berdasarkan penghitungan atas dasar harga berlaku, PDRB Kota Cilegon


pada 2012 tercatat sebesar 38.218,71 milyar rupiah atau meningkat 10,81
persen dari tahun 2011 yang sebesar 34.490,32 milyar rupiah. Sedangkan
menurut penghitungan atas dasar harga konstan 2000, PDRB Kota Cilegon
meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 6,82 persen.
Sumbangan terbesar terhadap pembentukan PDRB Kota Cilegon adalah
Sektor Industri pengolahan, yaitu sebesar 69,60 persen. Selanjutnya
disusul oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 13,96 persen
dan Sektor Listrik Gas dan Air Bersih sebesar 5.10 persen. Sementara itu
sektor lainnya memiliki kontribusi di bawah 5 persen.

Distribusi Persentase PDRB menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Cilegon
Tahun 2012

Tabel ....
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kota
Cilegon
Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 20112012
N

Lapangan Usaha

2011

2012

o.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan


Perikanan
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas dan Air Bersih
Bangunan
Perdagangan, Hotel dan Restoran
Pengangkutan dan Komunikasi
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan
Jasa-jasa
Jumlah

1,62

1,55

0,05
69,87
5,26
0,45
13,53
5,07
2,88
1,27
100,0
0

0,05
69,60
5,10
0,47
13,96
4,95
2,94
1,38
100,0
0

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

Tabel ...
Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kota Cilegon
Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 20112012
N
o.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Lapangan Usaha

2011

2012

Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan


Perikanan
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas dan Air Bersih
Bangunan
Perdagangan, Hotel dan Restoran
Pengangkutan dan Komunikasi
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan
Jasa-jasa
Jumlah

0,38

0,87

6,70
6,60
2,89
8,66
9,44
4,62
7,58
7,73
100,0
0

6,89
6,73
3,06
7,06
10,17
4,84
8,36
9,54
100,0
0

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

E. SARANA UMUM
1. Sarana Pendidikan
Sekolah adalah tempat didikan bagi anak anak. tujuan dari sekolah
adalah mengajar tentang mengajarkan anak untuk menjadi anak yang
mampu memajukan bangsa. Sekolah adalah sebuah lembaga yang
dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa juga mungkin memiliki akses dan
mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar
dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa

anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas,


sekolah kejuruan, perguruan tinggi mungkin tersedia setelah sekolah
menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu
bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta.
Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus
ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka;
keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, dan lain-lain, atau
sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau
berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya.
Berdasarkan data BPS tahun 2012, Kota Cilegon memiliki sarana
pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi. Jumlah total sarana
pendidikan yang tersedia di Kota Cilegon yaitu 336 unit, yang terdiri
dari 85 TK, 172 SD, 36 SLTP, 18 SMU, 15 SMK dan 10 Perguruan Tinggi.
Untuk lebih jelasnya lihat pada tabel berikut ini.
Tabel ...
Jumlah dan Jenis Sarana Pendidikan Kota Cilegon

No.

1
2
3
4
5
6
7
8

TK

Kecamatan

Ciwandan
Citangkil
Pulomerak
Purwakarta
Grogol
Cilegon
Jombang
Cibeber
Jumlah

N
3
1
2
2
1
1
2
2
14

S
4
10
7
10
6
8
17
9
71

SD

SLTP

N
S N S
19 1
2
2
24 1
1
4
22 1
3
2
16 6
4
14 1
1
1
12 3
2
1
24 6
1
6
18 4
2
4
14 23 12 24
9

SMU
N
1
1
1
1
1
5

S
4
2
2
2
3
1
3

SMK
N
1
1
1
1
4

S
1
3
1
4
2
11

Pergur
uan
Tinggi
Swasta
3
5
2
10

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

2. Sarana Kesehatan
Sarana

kesehatan

merupakan

tempat

yang

digunakanuntuk

menyelenggarakan upaya kesehatan. Sarana kesehatan berfungsi


memberikan

pelayanankesehatan

kepada

masyarakat,

sehingga

memilikiperan yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan

derajat

kesehatan

masyarakat

sekaligusuntuk

mengendalikan

pertumbuhan penduduk.
Di Kota Cilegon, sarana kesehatan yang tersedia ada sekitar 635 unit,
yang meliputi 5 Rumah Sakit, 7 RSIA/Bersalin, 8 Puskesmas, 9
Puskesmas Pembantu, 52 Balai Pengobatan, 8 Puskesmas Keliling, 358
Posyandu, 4 Pos Obat Desa, 7 Pondok Bersalin, 15 Pos Kesehatan Desa,
42

Praktek Dokter, dan 120 Praktek Bidan. Untuk lebih jelasnya lihat

pada tabel berikut ini.

Desa Pos Kesehatan

Praktek Dokter

Praktek Bidan

14

15

1
1
1

1
2
1

2
1
3
1

5
7
3
5

15

42

14
12
13
19
12
0

53

37

1
2
1

1
1
1
1

2
7
14
10

1
1
1
1

52

41
37
43
46
35
8

1
1

1
1

1
2
-

1
2
2

1
1

Pengobatan

Puskesmas

RSIA

1
2

RS

Pondok Bersalin

Pos Obat Desa

Posyandu

Keliling Puskesmas

20
13

1
-

5
6
7
8

5
5

40
61

1
2
3
4

3
2

1
1

N Kecamat
o.
an

Ciwandan
Citangkil
Pulomera
k
Purwakart
a
Grogol
Cilegon
Jombang
Cibeber
Jumlah

Balai

Pembantu Puskesmas

Tabel ...
Jumlah dan Jenis Sarana Kesehatan Kota Cilegon

2
4

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

3. Sarana Peribadatan
Sarana peribadatan merupakan sarana kehidupan untuk mengisi
kebutuhan rohani yang perlu disediakan di lingkungan perumahan yang
direncanakan selain sesuai peraturan yang ditetapkan, juga sesuai
dengan

keputusan

masyarakat

yang

bersangkutan.

Oleh

karena

berbagai macam agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat


penghuni yang bersangkutan, maka kepastian tentang jenis dan jumlah
fasilitas peribadatan yang akan dibangun baru dapat dipastikan setelah
lingkungan perumahan dihuni selama beberapa waktu.

Di Kota Cilegon, sarana peribadatan yang tersedia ada sekitar 785 unit,
yang meliputi 378 Masjid, 78 Mushalla, dan 329 Langgar. Untuk lebih
jelasnya lihat pada tabel berikut ini.

Tabel ...
Jumlah dan Jenis Sarana Peribadatan Kota Cilegon
No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Kecamatan
Ciwandan
Citangkil
Pulomerak
Purwakarta
Grogol
Cilegon
Jombang
Cibeber
Jumlah

Masjid
65
73
49
33
45
32
38
43
378

Mushal Langga
Gereja
la
r
44
79
14
48
2
10
7
37
1
33
11
60
43
18
78
329
0

Vihara
0

Sumber: Kota Cilegon Dalam Angka 2013

F. PRASARANA UMUM
1. Jalan

Panjang jaringan jalan Kota Cilegon mencapai 290 km. Berdasarkan


statusnya jaringan jalan tersebut:
a. Jalan Negara
Jalan Negara sepanjang 19,6 km, melintasi dalam wilayah
Kecamatan Cibeber, Cilegon dan Pulomerak.
b. Jalan Propinsi sepanjang 33,2 km, terbagi menjadi 2 lintasan,
yaitu :
Simpang Tiga-Sriwi yang melintasi Kecamatan Ciwandan
Pelabuhan Merak-PLTU Suralaya yang melintasi kecamatan
Pulomerak
c. Jalan Kota
Sepanjang 222,56 km yang melintasi seluruh wilayah-wilayah
kecamatan yang ada.
d. Jalan Tol
Jalan tol sepanjang 15 km yang melintasi di utara Kota dikenal
dengan Jalan Tol Jakarta-Merak.
Untuk kondisi modanya, Kota Cilegon hingga saat ini sudah memiliki 1
terminal regional, 3 terminal lokal, 2 terminal barang, dan 1 stasiun KA.
Berikut ini tabel yang menggambarkan karakteristik jalan di Kota
Cilegon :

Tabel ...
Karakteristik Jalan Di Kota Cilegon

Sumber: Buku Profil Kota Cilegon

2. Air Bersih
Pelayanan air bersih yang dilayani oleh PDAM belum sepenuhnya
melayani kebutuhan rumah tangga di kota Cilegon. Kebanyakan
masyarakat kota Cilegon masih menggunakan sumber air bawah tanah
dan air permukaan, sedangkan pelayanan air bersih yang dilayani oleh
PDAM yang menurut data tahun 2000, baru dapat melayani sebanyak
4.947 rumah tangga atau sebesar 7,1 % dari jumlah total rumah tangga
pada tahun 2000 yang sebanyak 69.620 rumah tangga.
Jumlah pelanggan air minum cilegon saat ini sebanyak 5241 saluran
yang secara rinci dijelaskan pada tabel dibawah ini.
Tabel ...
Jumlah Pengguna Air Bersih Menurut Jenis Bangunan
Kota Cilegon Tahun 2000

Sumber : PDAM cabang Cilegon tahun 2000

Penggunaan pelayanan air bersih yang dikelola oleh PDAM cabang


Cilegon masih didominasi oleh rumah tangga yang sebesar 94 % dari
total pelanggan yang tercatat pada PDAM cabang Cilegon.
Daerah yang terlayani oleh air bersih yang dikelola oleh PDAM Cilegon
baru meliputi wilayah Cilegon kota, kompleks bukit palem, Komplek
BBS, perumnas Cibeber, dan kompleks BPI Cilegon, sedangkan untuk
kawasan industri yang berada di pulomerak dan Ciwandan pelayanan
pengelolaan air bersihnya dikelola dengan bekerjasama dengan pihak
swasta.
Penduduk kota Cilegon umumnya menggunakan sumur baik itu sumur
pompa ataupun sumur gali. Jumlah penduduk yang menggunakannya
sebesar 57 % dari jumlah total penduduk kota Cilegon yaitu sebanyak
167499 jiwa. Penggunaan sarana air bersih penduduk kota Cilegon yang
menggunakan sumber air dari PDAM atau ledeng sebesar 12 % persen
atau sebanyak 36.630 jiwa. Jumlah total penduduk yang menggunakan
sarana air bersih adalah sebesar 204.950 jiwa atau sebesar 69 % dari
seluruh penduduk kota Cilegon dan sisanya yang sebesar 21% belum
menggunakan sarana air bersih.
Tabel ....
Penggunaan Air Bersih Penduduk Kota Cilegon Tahun 2000

Sumber: PDAM Kota Cilegon

3. Persampahan
Penanganan

sampah

perkotaan

Kota

Cilegon

belum

seluruhnya

ditangani oleh Pemda Kota Cilegon, namun secara umum pengelolaan


sampah untuk Kota Cilegon ditangani oleh Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Cilegon meliputi penyapuan jalan protokol, pertokoan
dan sebagian wilayah pemukiman.
a. Sistem Pengelolaan dan Pengangkutan Sampah

Sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah domestik Kota


Cilegon umumnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,
hanya kegiatan penyapuan dan pengumpulan sampah pasar,
jalan protokol dan saluran-saluran jalan protokol yang ditangani
oleh pihak Pemda Kota Cilegon melalui Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Umumnya lingkungan permukiman di Kota Cilegon
tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sementara /TPS,
kebanyakan sampah yang dihasilkan langsung dibakar atau
ditimbun dilokasi tanah kosong disekitar pemukiman mereka.
Belum

adanya

kesadaran

masyarakat

dalam

bidang

persampahan juga sangat berpengaruh terhadap pencemaran


tanah yang disebebkan oleh timbunan plastik dan limbah kering
lainnya yang sukar di urai oleh tanah.
Volume sampah yang ditangani di Kota Cilegon berdasarkan
sumbernya adalah:
1. Rumah Tangga

: 94 m3/hari

2. Pasar

: 47 m3/hari

3. Tempat perdagangan

: 24 m3/hari

4. Industri

: 12 m3/hari

5. Perkantoran

: 9 m3/hari

6. Rumah Sakit

: 5 m3/hari

7. Pelabuhan, Stasiun, Ka.Bandara

: 10 m3/hari

8. Terminal

: 9 m3/hari

9. Penyapuan Jalan

: 17 m3/hari

10. Lain-lain

: 9 m3/hari

Jumlah

: 236 m3/hari

b. Sarana Persampahan Kota Cilegon


Tabel ...
Data Kondisi Sarana Persampahan

Sumber: PDAM Kota Cilegon

c. Pembuangan Akhir Sampah


Tempat pembuangan akhir sampah kota Cilegon terletak di Desa
Bagedung Kecamatan Cilegon. Luas TPA Bagedung yang sebesar
2,5

Ha

merupakan

daerah

yang

berupa

jurang

yang

kemiringannya 20% dan kedalamannya 20 m. Saat ini ketinggian


sampah sudah mencapai ketinggian 15 meter, hampir mencapai
ketinggian maksimum yang sebesar 20 m.
4. Drainase
Dengan curah hujan sebesar 1.722 mm/tahun, beberapa wilayah di Kota
Cilegon berpotensi terjadi genangan. Adapun genangan yang terjadi di
Kota Cilegon pada bulan Januari bisa dipastikan terjadi di beberapa
daerah di bawah ini:
a. Genangan air depan Gedung DPRD dan Polres Cilegon setinggi 0,5 m
b. Genangan air di Perumahan Taman Raya Cilegon setinggi 0,5 m
c. Genangan air di Perumahan Komplek Panggung Rawi Indah Kec.
Jombang
d. Genangan air disekitar Perumahan Taman Golf Asri Desa Ramanuju
Kec. Purwakarta
e. Genangan air di Desa Taman Sari Kec. Pulumerak setinggi 0,50 m
f. Tiga Desa di Kecamatan Ciwandan yaitu Desa Tegal Ratu, Desa
Kepuh dan Desa Randa Kari setinggi 1 m
g. Genangan air di gerbang Tol Cilegon Barat (Grogol)
h. Genangan air di lampu Merah Diklat KS
i. Genangan air di gorong-gorong Jalan Grogol
Mengenai lama genangan, diperkirakan sekitar 5 jam.
Berikut ini, data mengenai panjang saluran drainase berserta
kondisinya yang terdapat di Kota Cilegon :
Tabel ....
Kondisi Dan Panjang Saluran Drainase Kota Cilegon

5. Sanitasi
Pengelolaan air limbah di Kota Cilegon dilakukan secara individual pada
masingmasing rumah tangga. Adapun sistem yang digunakan adalah
on-site system (setempat). Pada umumnya pembuang limbah yang
beraal dari WC/jamban yang menggunakan sarana pembuangan milik
pribadi atau umum, seperti dibuang ke tangki septik dengan bidang
resapan atau dibuang ke cubluk. Limbah cair yang berasal dari kamar
mandi, tempat cuci umum dan dapur. Pada umumnya pembuangan
limbah cairnya disalurkan ke parit atau saluran-saluran drainase, sungai
atau dibuang ke permukaan tanah.
Tabel ....
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas
Tempat Buang Air Besar Di Kota Cilegon

Rumah tangga yang menggunakan WC sendiri sebesar 79,37%,


seterusnya adalah WC bersama sebesar 6,98%. Hal ini mencerminkan
tingkat

kesadaran

masyarakat

untuk

menjaga

kesehatan

dan

kebersihan lingkungan semakin meningkat, meskipun masih terdapat


rumah tangga yang tidak mempunyai fasilitas buang air besar.