Anda di halaman 1dari 1

NORMALKAH LGBT ITU?

Setelah mengkaji dan menganalisis secara konprehensif berbagai pendapat yang


pro LGBT, saya dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Pro LGBT menginginkan keberadaan mereka diakui dan disamakan dengan
golongan heteroseksual di tengah kehidupan sosial. Alasannya: LGBT bukan
penyakit, penyimpangan, kelainan, dan pilihan/keinginan, melainkan sudah
menjadi ketetapan dan sifat alamiah yang dibawa sejak dalam kandungan. Karena
itu, LGBT tidak bisa disembuhkan dan tidak menular. Ketika dewasa, sifat itu
otomatis muncul dan menonjol dalam jiwa mereka, sebagaimana kaum
heteroseksual pada umumnya.
2. Atas dasar itu, mereka menganggap orientasi seksual mereka adalah normal,
meski tidak sama dengan orang kebanyakan. Ketika simpulan mereka ini
dikonfrontasikan dengan dalil-dalil agama yang melarang homoseksual, maka
mereka (terutama kalangan terpelajar dan ilmuan) berusaha membuat dalil dan
penafsiran baru terhadap dalil-dalil yang mereka anggap beku dan terlalu kaku itu.
3. Golongan homoseksual mengakui bahwa alat kelamin mereka masih bisa ereksi
dan ejakulasi jika dirangsang dengan benda atau alat apapun. Hanya saja, mereka
tidak bisa tertarik dan menyukai (mencintai) lawan jenisnya. Menurut ungkapan
Hasanudin Abdurakhman, jika kaum heteroseksual memasukan penis ke dalam
vagina untuk memperoleh kenikmatan seksual maka kaum homoseksual cuma
beda cara dan tempat dalam menerapkannya.
4. Menjawab argumen mereka di atas, maka saya katakan: Jika Anda kehausan,
dan hanya tersedia dua jenis air, yaitu air putih bersih yang tidak Anda sukai
baunya, dan air kotor yang membawa penyakit, namun sangat menggoda
aromanya, maka air mana yang akan Anda pilih?