Anda di halaman 1dari 23

Laporan Praktikum

OLEH,
NAMA
STAMBUK
KELOMPOK
ASISTEN

:
:
:
:

LISKA FAJARYANI
A 241 15 024
I (SATU)
CHRISTISON LUIST DAVID HORONIS

LABORATORIUM MEKANIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO, 2016

Lembar Koreksi
Nama

: LISKA FAJARYANI

Stambuk

: A 241 15 024

Kelompok

: I (Satu)

Asisten

: CHRISTISON LUIST DAVID HORONIS

Hari / Tanggal
Senin/ 31-10-2016

Koreksi
Perbaiki :
- Pk
- Ad
- Pembahasan
- Kesimpulan
- DP
Perbaiki :
- AD
- Pembahasan
- Ksp
- DP

Paraf

AC
AC

PERCOBAAN VI
ROTATIONAL INERTIA

I.

Tujuan
1. Menentukan besar inersia rotasi dari ring, disk, dan pulley alone.
2. Membandingkan nilai momen inersia menggunakan teoritikal dan
eksperimental.

II.

Alat dan Bahan


1. Ring 1 buah
2. Disk 1 buah
3. Pulley alone 1 buah
4. Tali
5. Mass and Hanger set
6. Statif
7. Rotational motion sensor
8. 850 universal interface
9. Software pasco capstone
10. Clipper digital
11. Neraca digital
12. Jangka sorong
13. Katrol

III.

Dasar Teori
Momen inersia merupakan besaran fisika yang analogi dengan massa

pada gerak lurus. Momen inersia dikenal pada gerak melingkar. Secara fisis,
momen inersia adalah tingkat kesulitan sebuah benda yang diam untuk diputar
atau tingkat kesulitan sebuah benda yang sedang berputar dihentikan.

Jadi, momen inersia itu adalah tingkat kesulitan sebuah benda diputar
ketika sedang diam, atau tingkat kesulitan benda yang sedang berputar untuk
dihentikan. Makin sulit sebuah benda diputar pada porosnya, maka makin
besar momen inersianya. Makin mudah sebuah benda diputar pada porosnya,
maka makin kecil momen inersianya.
Pada pembahasan mengenai Torsi, dijelaskan pengaruh torsi terhadap
gerakan benda yang berotasi. semakin besar torsi, semakin besar pengaruhnya
terhadap gerakan benda yang berotasi. dalam hal ini, semakin besar torsi,
semakin besar perubahan kecepatan sudut yang dialami benda. Perubahan
kecepatan sudut = percepatan sudut. Jadi kita bisa mengatakan bahwa torsi
sebanding alias berbanding lurus dengan percepatan sudut benda. Perlu
diketahui bahwa benda yang berotasi juga memiliki massa.
Dalam gerak lurus, massa berpengaruh terhadap gerakan benda. Massa
bisa diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk mempertahankan
kecepatan geraknya. Apabila benda sudah bergerak lurus dengan kecepatan
tertentu, benda sulit dihentikan jika massa benda itu besar. Sebuah truk
gandeng yang sedang bergerak lebih sulit dihentikan dibandingkan dengan
sebuah taxi. Sebaliknya jika benda sedang diam (kecepatan = 0), benda
tersebut juga sulit digerakan jika massanya besar. Misalnya jika kita
menendang bola tenis meja dan bola sepak dengan gaya yang sama, maka
tentu saja bola sepak akan bergerak lebih lambat.
Dalam gerak rotasi, massa benda tegar dikenal dengan julukan
Momen Inersia alias MI. Momen Inersia dalam Gerak Rotasi tuh mirip dengan
massa dalam gerak lurus. Kalau massa dalam gerak lurus menyatakan ukuran
kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan linear (kecepatan linear
= kecepatan gerak benda pada lintasan lurus), maka Momen Inersia dalam
gerak rotasi menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahankan
kecepatan sudut (kecepatan sudut = kecepatan gerak benda ketika melakukan

gerak rotasi. Disebut sudut karena dalam gerak rotasi, benda bergerak
mengitari sudut). Makin besar Momen inersia suatu benda, semakin sulit
membuat benda itu berputar alias berotasi. sebaliknya, benda yang berputar
juga sulit dihentikan jika momen inersianya besar.
Jadi pada kesempatan ini, terlebih dahulu kita tinjau Momen Inersia
sebuah partikel yang melakukan gerak rotasi. Hal ini dimaksudkan untuk
membantu kita memahami konsep momen inersia. Setelah membahas Momen
Inersia Partikel, kita akan berkenalan dengan momen inersia benda tegar. btw,
benda tegar itu memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam. Jadi untuk
membantu kita memahami momen Inersia benda-benda yang memiliki bentuk
dan ukuran yang berbeda-beda itu, terlebih dahulu kita pahami Momen Inersia
partikel. Bagaimanapun, setiap benda itu bisa dianggap terdiri dari partikelpartikel.
Sekarang mari kita tinjau sebuah partikel yang melakukan gerak rotasi.

Gambar diatas benda A berjarak r1 dari sumbu dan B berjarak r2 dari sumbu
rotasi. Kedua benda massanya sama, momen inersia benda B lebih besar
daripada momen inersia benda kedua. Momen inersia total adalah jumlah
antara momen inersia A dan B.

Misalnya momen inersia suatu silinder lebih besar dibandingkan


dengan momen inersia silinder lain yang berukuran lebih kecil karena pada
molekul-molekul pembentukannya tersebar pada tempat-tempat yang jauh
lebih jauh dari sumbu putarny

IV.

Prosedur Kerja
1. Mengatur bagian-bagian rotasi seperti yang di tunjukkan pada
gambar berikut. (Mengikatkan benang pada katrol sensor gerak
rotasi, kemudian mengulirkan benang agar turun melalui lubang
tepi dan melilit bagian tengah katrol).

2. Memasang sensor gerak rotasi ke interface.


3. Membuat grafik kecepatan sudut vs waktu di dalam PASCO
Capstone Sofware.
IV.1.
Perlakuan
A. Pengukuran untuk teoritis Rotasi Inersia
1. Mengukur massa ring dan disk menggunakan neraca ohauss.
2. Mengukur diameter dalam dan diameter luar ring.
3. Mengukur diameter disk.
B. Pengukuran untuk metode eksperimental
1. Menemukan percepatan ring dan disk.
a. masukan ring dan disk pada sensor gerak rotasi. Untuk
menemukan percepatan kombinasi ini, meletakkan beban
sekitar 20 gram lebih pada katrol dan mencatat kecepatan
sudut terhadap waktu pada grafik sebagai massa beban
yang jatuh ke meja.
b. Menggunakan tombol kurva fit pada grafik untuk
menemukan garis lurus yang paling sesuai dengan data.

Menggunakan mouse untuk memilih bagian dari grafik di


mana massa jatuh, sehingga garis akan di letakkan hanya
untuk bagian dari data.
c. Merekam percepatan sudut aparatur yang merupakan
kemiringan garis yang paling cocok.
d. Menghilangkan ring dan mengulangi langkah b dan c
dengan hanya menggunakan disk dan pulley alone pada
sensor gerak rotasi.
e. Menghilangkan disk dan mengulangi langkah b dan c
dengan hanya menggunakan pulley alone pada sensor
gerak rotasi.

V. Hasil Pengamatan
1. Kecepatan sudut dan waktu berdsarkan benda dan beban yang digunakan
(pegukuran untuk teoritikal)

Beban (Kg)
2,510-2
510-4

Benda

Kecepatan Sudut (rad/s)

Waktu (s)

Ring+disk+pulley alone
Disk + pulley alone
Pulley alone

22.17
46,26
71,22

3,520
1,600
0,880

2. Massa dan diameter dari ring, disk dan pulley alone (pengukuran untuk
ekperimental)

Massa (Kg)

Diameter (m)
Ring

Ring

Disk

Dalam

4,681 x

1,196 x

(R1)
5,350 x

10-1

10-1

10-2

Nst Neraca Ohauss : 1 x 10-4 Kg


Nst Jangka Sorong : 1 x 10-5 m
Jari-jari pulley alone : 2,616 10-2 m

3. Grafik untuk metode eksperimental

Luar (R2)

Disk

7,642 x

9,391 x

10-2

10-2

VI.

Analisa Data
1. Menghitung momen inersia pulley
A. Secara Eksperimen

w 22,17
=
=6,29 rad /s 2
t
3,50

=r.
2

= 2,66 x 10 . 6,29
= 1,64 10-1 m/ s

F = mg ma
= ( 5 10-4. 9,8 ) (
3

5 10-4. 2,95 10-1 )

= 4,9 x 10 1,475 x 10

3
= 4,75 x 10

= r.F
2
3
= 2,616 x 10 . 4,75 x 10
4
= 1,24 x 10 Nm

1,24 x 10
=
=1,97 x 103 kg m2

6,29

I=

2.Menghitung momen inersia disk


A.Secara Teoritis

I=

1
2
MR =
2

102
4,695 X

1
(1,196 X 101 )
2

4
2
= 1,32 x 10 Kg m

B.

Secara Eksperimen
Menghitungn momen inersia disk + pulley

w 46,26
=
=28,91 rad / s2
t 1,600

a=r.
2
= 2,616 x 10 . 28,91
1
2
= 7,56 x 10
m/ s

F = mg ma

2
2
1
= (2,5 x 10 x 9,8 (2,5 x 10 x 8,49 x 10 )

= 2,27 N
= r.F
2
= 2,616 x 10 . 2,27
2
= 5,93 x 10 Nm

5,93 x 102
=
=2,05 x 103 kg m2

28,91

I =

Menghitung momen inersia disk


I disk = I disk + pulley alone I pulley alone
3
5
= 2,05 x 10 1,97 x 10
3

= 2,03 x 10 kg m

%Difference =

|eksperimentaltheoritical
|
theoritical

x 100 %
=

2,03 x 1031,32 x 104


1,32 x 102

= 99,78 %

3.Menghitung momen inersia ring


A.Secara teoritical
m(r 1+ r 2 2 )
1
I=

x 100 %

102
5,350 x 102 +7,642 x
= 1
( 4,681 x 101) [ ( 2 ) ]
2
3
= 6,82 x 10
kg.m2

B.Secara Eksperimen
=

w 22,17
=
=6,29 rad /s 2
t 3,520

a=r.
2
= 2,616 x 10 .6,29
1
2
= 1,64 x 10
m/ s

F= mg ma
2
2
1
= (25 x 10 x 9,8 (25 x 10 x 1,64 x 10 )

= 2,40 N
= r.F
2
= 2,616 x 10 . 2,40
2
= 6,27 x 10 Nm

I =

6,27 x 10
=
=9,96 x 103 kg m2

6,29

Menghitung momen inersia ring


I ring = I disk + pulley alone I pulley alone

3
5
= 9,96 x 10 1,97 x 10
3

= 9,94 x 10 kg m

%Difference =

|eksperimentaltheoritical
|
theoritical

x 100 %
=

9,94 x 103 6,82 x 103


6,82 x 103

x 100 %

= 99,006 %

VII.

Pembahasan
Momen inersia merupakan besaran fisika yang analogi dengan massa

pada gerak lurus. Momen inersia dikenal pada gerak melingkar. Secara fisis,
momen inersia adalah tingkat kesulitan sebuah benda yang diam untuk diputar
atau tingkat kesulitan sebuah benda yang sedang berputar dihentikan.
Pada percobaan ini kita menggunakan dua tujuan antara lain yaitu
menentukan besar inersia rotasi dari ring, disk dan pulley alone; dan
membandingkan nilai momen inersia dengan menggunakan dua metode yaitu
metode teoriticaldan metode eksperimental.
Pada percobaan ini alat dan bahan yang digunakan yaitu ring, disk, dan
pulley alone yang berfungsi sebagai benda tegar yang akan dihitung momen
inersianya; tali berfungsi sebagai penghubung antara beban dengan katrol dan
pulley; beban(mass set) digunakan sebagai benda yang memberikan gaya berat
pada sistem sehingga katrol dapat berputar; penggantung beban digunakan
untuk menggantung beban yang dimana penggantung beban ini telah
terhubung dengan tali, pada percobaan ini massa penggantung beban

diabaikan; sensor gerak rotasi yang berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi
gerak rotasi yang dilakukan oleh katrol yang outputnya di tunjukkan melalui
grafik pada software pasco capstone; 850 universal interface berfungsi sebagai
alat yang terhubung pada pasco dan sensor gerak rotasi melalui suatu kabel;
software pasco capstone berfungsi sebagai perekam dari data-data yang di
peroleh dari sensor gerak rotasi dan menginterpestasikan dalam bentuk kurva
grafik; neraca digital berfungsi sebagai alat untuk menimbang massa benda;
clipper digital (jangka sorong digital) berfungsi sebagai alat untuk mengukur
diameter suatu benda.
Adapun cara kerja pada percobaan ini yaitu, menyiapkan alat dan
bahan yang akan digunakan; kemudian merangkai alat seperti gambar pada
prosedur kerja; memasang sensor gerak rotasi ke interface; membuat grafik
kecepatan sudut vs waktu di dalam pasco capstone sofware; adapun cara kerja
untuk perlakuan dengan metode teoritis yaitu, mengukur massa ring dan disk
menggunakan neraca digital; mengukur diameter dalam dan diameter luar
ring; mengukur diameter disk. Kemudian pengukuran untuk metode
eksperimental yaitu agar menemukan percepatan ring dan disk. pertama kami
memasukan ring dan disk pada sensor gerak rotasi; kemudian meletakkan
beban sekitar 25 gram pada katrol dan mencatat kecepatan sudut terhadap
waktu pada grafik sebagai massa beban yang jatuh ke meja; kemudian
menggunakan tombol kurva fit pada grafik untuk menemukan garis lurus yang
paling sesuai dengan data. menggunakan mouse untuk memilih bagian dari
grafik di mana massa jatuh, sehingga garis akan di letakkan hanya untuk
bagian dari data; lalu merekam percepatan sudut yang merupakan kemiringan
garis yang paling cocok ; kemudian menghilangkan ring dan mengulangi
prosedur ini dengan hanya menggunakan disk pada sensor gerak rotasi.
Berdasarkan hasil pengamatan grafik hubungan antara kecepatan sudut
terhadap waktu. grafik ini menunjukkan besarnya percepatan angular dari
benda yang berotasi ini. Percepatan angular ini digunakan untuk menghitung
rotasi inersia, secara eksperimen. Dimana hubungan antara percepatan sudut

dengan momen inersia yaitu berbanding terbalik dan berbanding lurus dengan
torsi.
Pada hasil perhitungan analisa data, dimana perbedaan antara hasil dari
perhitungan teoritis san melalui metode eksperimen. secara metode teoritis
hasil pengukuran momen inersia pulley allone yaitu 2,33 10 -6 kg.m2, untuk
momen inersia disk yaitu 1,32 10-4 kg.m2. Dan untuk momen inersia ring
yaitu 6,82 10-3 kg.m2. secara eksperimen dimana momen inersia untuk ring
yaitu 1,97 10-5 kg.m2, untuk momen inersia disk yaitu 2,03 10 -3 kg.m2.
Untuk presentase secara berturut-turut yaitu %difference 745%, 99,797% dan
99,006%
+

VIII.

KESIMPULAN
1. Momen inersia adalah tingkat kesulitan sebuah benda diputar
ketika sedang diam, atau tingkat kesulitan benda yang sedang
berputar untuk dihentikan. makin sulit sebuah benda diputar pada
porosnya, maka makin besar momen inersianya. makin mudah
sebuah benda diputar pada porosnya, maka makin kecil momen
inersianya.
2. Rumus yang digunakan untuk menghitung momen inersia yaitu
secara teori
Untuk ring

1
I R= M ( R21 + R22 )
2
Untuk disk
1
2
I D= M R
2
secara ekperimen
=

= r
f = m (g-)
=rF

I=
Nilai dari hasil perhitungan analisa data yaitu
Momen inersia secara teoritis
Ring
Disk

: 6,82 10-3 kg.m2


: 1,32 10-4 kg.m2

Momen inersia secara eksperimen


Ring

: 1,97 10-5 kg.m2

Disk
: 2,03 10-3 kg.m2
disk + pulley = 2,05 10-3 kg.m2
ring + disk + pulley = 9,94 10-3 kg.m2

Perbandingan presentase secara berturut-turut yaitu 745%,


99,797% dan 99,009%

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2013). Momen Inersia [online]. termuat dalam


http://id.m.wikipedia.org/wiki/Momen_inersia. (Diakses Sabtu, 29 Oktober
2015, pukul 15.30 WITA).
Halliday and Resnick.1996.Fisika Edisi Ke Tiga Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Tim Penyusun.2016.Penuntun Praktikum Mekanika.FKIP.Palu : Universitas
tadulako

LAPORAN SEMENTARA

PERCOBAAN VI
MOMENT INERSIA

I.
II.

Hari/Tanggal
: Jumat, 28 Oktober 2016
Tujuan
:
1. Menentukan besar inersia rotasi dari ring, disk, dan pulley alone.
2. Membandingkan nilai momen inersia menggunakan teoritikal dan
eksperimental.

III.

Hasil pengamatan

1. Kecepatan sudut dan waktu berdsarkan benda dan beban yang digunakan
(pegukuran untuk teoritikal)
Beban (Kg)
2,510-2
510-4

Benda

Kecepatan Sudut (rad/s)

Waktu (s)

Ring+disk+pulley alone
Disk + pulley alone
Pulley alone

22.17
46,26
71,22

3,520
1,600
0,880

2. Massa dan diameter dari ring, disk dan pulley alone (pengukuran untuk
ekperimental)
Massa (Kg)

Diameter (m)
Ring

Disk

Dalam

4,681 x

1,196 x

(D1)
5,350 x

10-1

10-1

10-2

Ring

Nst Neraca Ohauss


Nst Jangka Sorong

: 1 x 10-4 Kg
: 1 x 10-5 m

Luar (D2)

Disk

7,642 x

9,391 x

10-2

10-2

Nama kelompok 1
1.
2.
3.
4.

SANDI PRATAMA
(A 241 15 060)
LISKA FAJARYANI
(A 241 15 024)
IKHSAN ALFAUZI
(A 241 15 094)
SAMSAWATI
(A 241 15 109)

Palu, 28 Oktober 2016

Koordinator Kelas

NENGAH NITRIANI
HORONIS

Asisten Praktikum

CHRISTISON LUIST DAVID