Anda di halaman 1dari 18

LEMBAR KOREKSI

PESAWAT ATWOOD

NAMA

: MAFIRANI SYAM

NO. STAMBUK

: A 241 14 020

KELOMPOK

: VII

ASISTEN

: NASAR

NO

HARI, TANGGAL

KOREKSI

PARAF

PERCOBAAN I
PESAWAT ATWOOD
I.

Tujuan
Untuk mempelajari hubungan antara gaya total, massa, dan percepatan seperti
yang dinyatakan pada Hukum II Newton

II.

Alat dan Bahan


1. Photogate/sistem katrol
2. Beban (50g, 10g, dan 5g)
3. Gantungan beban
4. Universal Table Clamp
5. Batang statif 60 cm
6. Multi Clamp
7. Tali
8. 850 Universal Interface
9. PASCO Capstone software

III. Dasar Teori


Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang sering digunakan untuk
mengamati hukum mekanika pada gerak yang dipercepat secara beraturan.
Sederhananya pesawat atwood tersusun atas 2 benda yang terhubung dengan seutas
kawat/tali. Bila kedua benda massanya sama, keduanya akan diam. Tapi bila salah
satu lebih besar (misal m1>m2). Maka kedua benda akan bergerak ke arah m1
dengan dipercepat. Gaya penariknya sesungguhnya adalah berat benda 1. Namun
karena banda 2 juga ditarik ke bawah (oleh gravitasi), maka gaya penarik resultannya
adalah berat benda 1 dikurangi berat benda 2. Berat benda 1 adalah m1.g dan berat
benda 2 adalah m2.g Gaya resultannya adalah (m2-m1).g Gaya ini menggerakkan
kedua benda. Sehingga, percepatan kedua benda adalah resultan gaya tersebut dibagi
jumlah massa kedua benda.
Pada mulanya orang berpendapat bahwa alamiah benda adalah diam. Supaya
benda itu bergerak maka harus terus menerus diberi gaya luar, baik berupa tarikan
maupun dorongan. Namun setelah Galileo mengadakan percobaan, pendapat ini
berubah sebutan. Hukum pertama Newton, Hukum Newton ini menunjukkan sifat
benda, yaitu sifat inersia, namun tak terdfinisi secara kuantitatif. Berdasarkan
eksperimen serta intuitif dari hukum Newton, yang mendefinisikan massa secara
kuantitatif serta memperlihatkan hubungan gaya dengan gerak benda secara
kuantitatif pula.
Salah satu kesimpulan dari hukum II Newronini adalah jika gayanya tetap
maka benda akan mengalami percepatan yang tetap pula, karenanya kita dapat
menurunkan persamaan gerak dalam bentuk yang lainnya. Lebih jauh lagi, jika kita
perhatikan ternyata mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat ini dikemukakan oleh
Newton dalam Hukum III Newton sebagai Aksi-Reaksi.
Bila sebuahbenda mengalami gerak rotasi melalui porosnya, ternyata pada
gerak ini akan berlaku persamaan gerak ekivalen dengan persamaan gerak linier.
Persamaan Gerak untuk Katrol

Bila suatu katrol hanya dapat berputar pada porosnya yang diam, maka
geraknya dapat dianalisa, sebagai berikut :

a merupakan percepatan tangensial tepi katrol, percepatan ini sama dengan


percepatan tali penggantung yang dililitkan pada katrol tanpa slip.
Percepatan sistem berbanding lurus dengan gaya neto yang diterapkan dan
berbanding terbalik dengan massa sistem, seperti yang dinyatakan oleh Hukum II
Newton
a = Fnet/Msistem
Kesimpulan dari persamaan diatas yaitu arah percepatan benda sama
denganarah gaya yang bekerja pada benda tersebut. Besarnya percepatan
sebandingdengan gayanya. Jadi bila gayanya konstan, maka percepatan yang
timbul juga akan konstan Bila pada benda bekerja gaya, maka benda akanmengalami
percepatan, sebaliknya bila kenyataan dari pengamatan bendamengalami percepatan
maka tentu akan ada gaya yang menyebabkannya
Mesin Atwood terdiri dari dua massa yang berbeda dihubungkan oleh sebuah
tali tunggal yang melewati sebuah katrol tak bermassa dan gesekan ideal seperti pada
Gambar 1. Ketika lepas, benda yang lebih berat dipercepat ke bawah sedangkan
benda lebih ringan dipercepat ke atas .
Diagram benda bebas di bawah ini menunjukkan gaya yang bekerja pada
masing-masing massa. T adalah tegangan tali, diasumsikan sama untuk kedua massa.
Ini adalah asumsi yang baik selama itu adalah tali tunggal dan sistem katrol relatif
ringan. Dengan m1> m2, m1 adalah massa yang turun dan m2 adalah massa yang naik.
Besarnya percepatan, a, adalah sama untuk setiap massa, namun massa dipercepat

dalam arah yang berlawanan. Kita tentukan bahwa arah yang turun adalah positif.
Maka persamaan gerak untuk massa yang turun, m1 adalah
m1 g - T = m 1 a
Persamaan gerak untuk massa yang naik naik, m2 adalah
T - m2 g = m 2 a
Eliminasi T antara dua persamaan, menghasilkan:
(m1 - m2)g = (m1 + m2)a
Yang dapat diselesaikan untuk percepatan
a = (m1 - m2)g / (m1 + m2) = Fnet/Msistem

IV. Prosedur Kerja


1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada percobaan ini
2. Merangkai alat seperti gambar di bawah ini

3. Menghubungkan ujung kabel photogate ke input 850 Universal Interface yang


terhubung ke software PASCO
4. Menambahkan beban 55 gram pada gantungan pertama sebagai m1 dan 50
gram pada gantungan kedua sebagai m2
5. Meletakkan m1 di titik tertinggi
6. Melepaskan m1 bersamaan dengan menekan tombol RECORD pada PASCO
dan menekan tombol STOP ketika m1 menyentuh lantai
7. Menyimpan data dengan nama 60vs55
8. Menambahkan beban 5 gram pada gantungan pertama dan mengulangi langkah
4-5 dan menyimpan data dengan nama 65vs55
9. Mengulangi langkah 7 dan menyimpan data dengan nama 70vs55
10. Memasukkan data pada hasil pengamatan

V.

Hasil Pengamatan
Total

m2

(g)

(g)

60

55

115

0,43

0,32

65

55

120

10

0,82

0,70

70

55

125

15

1,18

1,03

55vs60

massa
(g)

m1-m2

Theory

m1

(g)

a
2

(m/s )

Exp.a
(m/s2)

55vs65

55vs70

VI. Analisa Data


Total massa (g)

60vs55
m 1 + m2

m1 m2 (g)

= 60 + 55

60vs55
m 1 - m2

= 115 g

65vs55
m 1 + m2

= 5g

= 65 + 55

65vs55
m 1 - m2

= 120 g

70vs55
m 1 + m2

= 65 55
= 10 g

= 70 + 55

= 60 55

70vs55
m 1 - m2

= 125 g

= 70 55
= 15 g

Theory a (m/s2)

60vs55

65vs55

a=

a=

a=

a=

a=

a=

a=

a=

a = 0,43 m/s2

a = 0,82 m/s2

70vs55
a=
a=
a=
a=
a = 1,18 m/s2

Exp. a (m/s2)
60vs55
dv

dt

65vs55
= v2 v1

= 1,02 0,17

= 0,58 m/s

= 0,85 m/s

= t2 t1

dt

= t2 t1

= 2,39 0,59

= 1,71 0,49

= 1,80 s

= 1,22 s

= 0,32 m/s2

= 0,70 m/s2

= v2 v1
= 1,28 0,23
= 1,05 m/s

dt

= v2 v1

= 0,74 0,16

70vs55
dv

dv

= t2 t1
= 1,52 0,50
= 1,02 s

= 1,03 m/s2

VII. Pembahasan
Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang sering digunakan untuk
mengamati hukum mekanika pada gerak yang dipercepat secara beraturan.
Sederhananya pesawat atwood tersusun atas 2 benda yang terhubung dengan seutas
kawat/tali. Bila kedua benda massanya sama, keduanya akan diam. Tapi bila salah
satu lebih besar (misal m1>m2). Maka kedua benda akan bergerak ke arah m1
dengan dipercepat. Gaya penariknya sesungguhnya adalah berat benda 1. Namun
karena banda 2 juga ditarik ke bawah (oleh gravitasi), maka gaya penarik resultannya
adalah berat benda 1 dikurangi berat benda 2. Berat benda 1 adalah m1.g dan berat
benda 2 adalah m2.g Gaya resultannya adalah (m2-m1).g Gaya ini menggerakkan
kedua benda. Sehingga, percepatan kedua benda adalah resultan gaya tersebut dibagi
jumlah massa kedua benda.
Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara gaya total,
massa, dan percepatan seperti yang dinyatakan pada Hukum II Newton. Adapun alat
dan bahan yang digunakan adalah photogate, sistem katrol, beban 50g, 10g, dan 5g,
gantungan beban bermassa 5 kg, universal table clamp, batang statif 60 cm, multi
clamp, tali, 850 Universal Interface, PASCO Capstone software. Photogate
digunakan sebagai tempat melekatkan katrol dan untuk mendeteksi gerakan katrol
pada percobaan ini yang dihubungkan ke software PASCO, katrol adalah suatu roda
dengan bagian berongga di sepanjang sisinya sebagai tempat tali dan untuk
meminimalisir gesekan, gantungan beban untuk meletakkan beban, universal table
clamp sebagai pengait batang statif yang dikaitkan dimeja, batang statif sebagai
penegak katrol, multi clamp sebagai penjepit batang yang terhubung dengan
photogate, 850 Universal Interface yang berhubungan dengan software PASCO
Capstone. Alat dihubungkan ke komputer yang berisi software PASCO untuk
memperoleh keluaran data berupa grafik sensor di layar komputer.
Prosedur kerja dari percobaan ini adalah dengan menambahkan 55 gram
massa pada gantungan pertama sedangkan gantungan yang lain memiliki massa 50
gram. Dan untuk perlakuan berikutnya, pada gantungan pertama ditambahkan 5 gram

beban dan gantungan lainnya tetap (tidak ada tambahan beban), begitupun untuk
perlakuan ketiga. Dengan catatan bahwa gantungan memiliki massa masing-masing
sebesar 5 g. Kemudian, massa yang lebih besar diletakkan di titik tertinggi (lebih
tinggi dari letak massa kedua). Dan melepaskannya bersamaan dengan menekan
tombol RECORD pada PASCO dan menekan tombol STOP ketika massa m1 (yang
lebih besar) terlah sampai di dasar. Dan pada software PASCO, dapat dilihat grafik
dari kecepatan linear benda terhadap waktu.
Adapun sifat fisis yang ditujukkan oleh kemiringan dari tiap grafik pada hasil
pengamatan adalah berubahnya kecepatan benda tersebut akibat beban yang jatuh
sehingga terciptanya kemiringan pada grafik. Hasil yang telah ditunjukan oleh
kemiringan dari grafik v terhadap t adalah percepatan a, sehingga satuan dari tingkat
kemiringan tersebut adalah m/s2.
Pada hasil pengamatan, untuk massa 60vs55 diperoleh kecepatan awal
sebesar 0,16 m/s pada waktu 0,59 s dan kecepatan akhir 0,74 m/s pada waktu 2,39 s.
Untuk massa 65vs55, kecepatan awal sebesar 0,17 m/s pada waktu 0,49 s dan
kecepatan akhir 1,02 m/s pada waktu 1,71 s. Dan untuk perlakuan massa 70vs55,
kecepatan awal yang diperoleh sebesar 0,23 m/s pada waktu 0,50 s dan kecepatan
akhir sebesar 1,28 m/s pada waktu 1,52 s.
Pada percobaan ini, katrol dianggap licin yang menyebabkan tali pada katrol
dapat meluncur. Tegangan dalam tali adalah serbasama, kerja total yang dilakukan
oleh tegangan tali adalah nol sehingga benda yang lebih ringan akan bergerak ke
atas, dan benda yang berat akan bergerak ke bawah.
Sehingga diperoleh besar percepatan untuk perlakuan pertama (60vs55)
berdasarkan Hukum II Newton yaitu 0,47 m/s2 sedangkan melalui percobaan ini,
percepatan dapat diketahui melalui rumus dv/dt sebesar 0,32 m/s2. Untuk perlakuan
kedua (65vs55), percepatan yang diperoleh melalui eksperimen sebesar 0,70 m/s2
dan berdasarkan teori sebesar 0,82 m/s2, dan untuk perlakuan ketiga (70vs55),
percepatan berdasarkan teori sebesar 1,28 m/s2 dan berdasarkan hasil eksperimen
sebesar 1,03 m/s2

Berdasarkan analisa data tersebut, dapat dilihat adanya perbedaan besar


percepatan

berdasarkan

hasil

eksperimen

dan

berdasarkan

teori.

Tetapi,

perbedaannya tidak terlalu jauh. Adapun faktor yang menyebabkan perbedaan nilai
ini yaitu kurangnya ketelitian praktikan dalam penggunaan alat baik dalam
menempatkan benda maupun keharmonisan antara menekan tombol RECORD dan
melepaskan benda secara bersamaan

VIII. Kesimpulan

1. Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang sering digunakan untuk


mengamati hukum mekanika pada gerak yang dipercepat secara beraturan
Pesawat Atwood terdiri dari dua massa yang berbeda dihubungkan oleh
sebuah tali tunggal yang melewati sebuah katrol tak bermassa
2. Hukum II Newton menyatakan Setiap benda yang dikenai gaya maka akan
mengalami percepatanyang besarnya berbanding lurus dengan besarnya gaya
dan berbanding tebalikdengan besarnya massa benda.
3. Berdasarkan teori Hukum II Newton, diperoleh besar percepatan a yaitu;
a. Untuk perlakuan 60vs55 sebesar 0,43 m/s2
b. Untuk perlakuan 65vs55 sebesar 0,82 m/s2
c. Untuk perlakuan 70vs55 sebesar 1,18 m/s2
4. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh besar percepatan a yaitu;
a. Untuk perlakuan 60vs55 sebesar 0,32 m/s2
b. Untuk perlakuan 65vs55 sebesar 0,70 m/s2
c. Untuk perlakuan 70vs55 sebesar 1,03 m/s2

DAFTAR PUSTAKA
Amalia, Mia. 2014. Laporan Pesawat Atwood. https://www.scribd.com/doc/
216069304/Laporan-Pesawat-Atwood, diakses 09 Desember 2015 Pukul
22:06
Fitri, Fera. 2012. Jurnal Pesawat Atwood. https://www.academia.edu/9182722/
JURNAL_PESAWAT_ATWOOD, diakses 09 Desember 2015 Pukul 22:15
Tim Penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Mekanika. Palu: Universitas Tadulako

LAPORAN SEMENTARA
PESAWAT ATWOOD

I.

Waktu dan tempat

: Sabtu, 19 Desember 2015. Lab. Mekanika

II. Tujuan percobaan :


Untuk mempelajari hubungan antara gaya total, massa, dan percepatan seperti
yang dinyatakan pada Hukum II Newton

III. Hasil pengamatan

55vs60

55vs65

55vs70

Nama Nama kelompok VII :


1. Mafirani Syam
2. Gracia Youlanda
3. Nurasia B
4. Risky Eka Saputra
5. Weldis Sato

Asisten

Nasar