Anda di halaman 1dari 6

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG

2016

Check Pondasi Tebal Pelat Terhadap Tegangan Geser Pons :


Tegangan geser pons terhadap pondasi telapak ditentukan dengan 2 metode :
1. Tegangan Geser ( Pons ) Satu Arah
2. Tegangan Geser ( Pons ) Dua Arah
Check Tegangan Pons Satu Arah
Digunakan untuk pondasi telapak yang panjang dan sempit. Gaya Tarik diagonal beton pada
penampang kritis ( sejarak d ).
Diketahui Data Geometris :
-

Fc ( Mutu Beton )
= 22 MPa = 22 N/mm2
qnetto ( Daya Dukung Aman ) = 0,17837 N/mm2
d ( Tebal Pelat Pondasi )
= 200 mm
d ( Tebal Efektif Pelat )
= 200 mm 75 mm =125 mm
B dan H/Df
= 2000 mm dan 2000 mm

C=(d/2)

= 200 mm/2 = 100 mm

Mencari Nilai bo ( Keliling dari Penampang Kritis )


bo
= 2 . ( hkolom + d ) + 2 .( bkolom + d )
= 2 .( 400 mm + 300 mm ) + 2 .( 400 mm + 300 mm )
= 2100 mm = 2,1 m
Mencari Nilai Vu ( Tegangan Geser Ultimit )
Vu

= qnetto . Bpondasi (

H pondasi
2

- c d ) ( Terzaghi 1983 )

=0,17837 N/mm2 . 2100 mm (

2000 mm
2

100 mm
2

125 mm )

= 290298,38 N = 29,0298 KN
Mencari Nilai Vc ( Tegangan Geser Control )
1
. fc . bo . d
Vc
= 6
=

1
. 22 N /mm2 .21 00 mm .125 mm
6

= 205205,70 N = 205,2057 KN
Mencari Kontrol Vu . Vc
Ferdinand Michael Leven Pasaribu
12 101 124

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG

123

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG


2016

29,2984 KN 0,75 . 205,2057 KN


29,2984 KN 134,644 KN ( Aman Terhadap Geser Pons pada satu Arah )
Check Tegangan Pons Dua Arah
Biasanya digunakan untuk pondasi telapak segi empat ( Bujur Sangkar ) biasa, besarnya
kapasitas geser beton pada keruntuhan geser dua arah ( geser pons ) dari pondasi telapak
Diketahui Geometris :
max

= 19,832 T/m2 = 198,32 KN/m2

min

= 15,842 T/m2 = 158,42 KN/m2

Mencari qo ( Tegangan Pada Lengan ) ( Tegangan Pondasi )


qo
= 0,5 ( max + min )
= 0,5 (198,32 KN/m2 + 158,42 KN/m2 )
= 178,371 KN/m2
Mencari q2 ( Tegangan x Jarak d/2 dari muka Kolom )

'

q2

= qmin +

x +hkolom+
B

d
2

qmaks qmin )

0,8 m+0 , 4 m+
= 158,42 KN/m2 +

0.125 m
2

2m

(198,32 KN/m2 158,42 KN/m2 )

= 183,608 KN/m2
Mencari Nilai Vu ( Tegangan Geser Ult1imit )
Vu

{(

{(

qmaks + q B pond
2
2

198 ,32

} {( ) (

q2 +q o
b
hkolom +d ) ( kolom+d )
2
2

) } {(

KN
KN
+178 , 371 2
2
m
m
2

KN
KN
+158 , 4 2 2
2
2
m
m (2 m)
2
2

Ferdinand Michael Leven Pasaribu


12 101 124

183 ,608

)}

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG

124

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG


2016

( 0,4 m+0, 125 m) (

0,4 m+0,125 m
)
2

= 178,37 KN/m2 - 2,6185 KN/m2 0,13781 m


= 175,6137 KN/m2
Mencari Nilai Vc ( Tegangan Geser Control )
Vc

1
. fc .bo .d
= 3
=

( Pons 2 Arah )

Luas Bidang geser

1
. 2 2 N /mm2 . 21 00 mm .125 mm
3

= 410411,379 N = 410,4114 KN

Kolom

Mencari Kontrol Vu . Vc

175,6137 KN 0,75 . 410,4114 KN


175,6137 KN 410,4114 KN

( Aman Terhadap Geser Pons pada Dua Arah )

Pu

h
x
d

Retak Miring
d

Ferdinand Michael Leven Pasaribu


12 101 124

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL


GEDUNG
ds

125

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG


2016

Lokasi Retak yang diakibatkan oleh punching shear

d/2

d/2

Gambar :Tegangan Geser Pons satu arah

Pu

h
x

x
d/2

d/2

Retak Miring
d
ds

Retak Miring
Ferdinand Michael Leven Pasaribu
12 101 124

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG

126

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG


2016

Gambar : Tegangan Geser Pons dua arah

Pu

Gambar : Keruntuhan Beton Pondasi Akibat Punching Shear

Keruntuhan beton pondasi


punching
shear
Ferdinand Michael Leven Akibat
Pasaribu
PERENCANAAN
BANGUNAN SIPIL GEDUNG
12 101 124

127

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG


2016

* Kesimpulan : Tidak terjadi retakan seperti gambar diatas untuk perhitungan pondasi yang telah
direncanakan karena syarat telah terpenuhi bahwa Vu .Vc.

280
0

622 - 200

300
0

Ferdinand Michael Leven Pasaribu


12 101 124

PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL GEDUNG

128