Anda di halaman 1dari 5

PROYEK BISNIS SOSIAL

Dosen : Hadi Cahyono, S.E.,M.M


Kelas : C
Nama Kelompok :
1.Deni Widiya Wati
(1011510022)
2.Febrianti R Sari
(1011510040)
3.Ahmad Bahrul M.
(1011510076)

UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN


INDONESIA
Proyek Bisnis Sosial, awalnya kami tidak memahami mata kuliah itu, gambaran pertaman
kami mengenai proyek bisnis sosial adalah seperti pengabdian kepada masyarakat,
perkuliahan dimulai pada pertemuan pertama, awalnnya pak hadi menerangkkan sedikit
proyek bisnis sosial itu dengan tugas yang akan diberikan pada pertemuan berikutnya, yaitu
kami diberikan tugas untuk mencari apa itu Grameen Bank, Bangladesh Rural Advancement
Committee (Brac), Ashoka, Microfinance, dari keempat konsep tersebut kami dapat
menyimpulkan bahwa ada masalah sosial yang harus diselesaikan, entah itu menyangkut
pekerjaan, penghidupan

sehari-hari sampai

permasalahan

kemiskinan

yang

harus

diselesaikan. Konsep terahir yang diberikan dari pak hadi kepada kami adalah food bank,
pikiran kami pertama adalah bank makanan, apa yang harus kami lakukan dengan konsep
tersebut, sedikit mencari cari makna dari konsep food bank , ternyata food bank adalah suatu
organisasi amal yang mendistribusikan makanan untuk orang-orang yang mengalami
kesulitan membeli makanan yang bertujuan untuk menghindari kelaparan kepada mereka
yang membutuhkan.
Pada pertemuan berikutnya membahas tentang Food Bank , dan kami diharapkan untuk
membuat Food Bank Gresik pertama kalinya yang akan dilakukan di gresik yaitu dikamus
Universitas

Internasional

Semen

Indonesia,

pembagian

kelompok

dimulai

kami

mendapatkann 4 orang dalam 1 kelompok dan saat itu ada 1 anggota kelompok kami yang
mengudurkan diri dari perkuliahan dengan alasan yang menurut kami tidak jelas, pada
konsep Food bank yang akan kami jalankan setiap kelompok harus mengumpulkan 5 juta
dalam satu semester, sebagai target utama yang di tentukan, dengan cara menjual berbagai
produk, uang tersebut akan di gunakan sebagai food bank gresikyang pada akhirnya 5juta
tersebut akan didonasiakan kepada mereka yang kurang mampu.
Deni, Sari dan Bahrul mulai memikirkan produk apa yang akan dijual dan labanya dapat
mencapai target yang telah ditentukan serta produk yang mudahterjual secara cepat dan
menghasilkan keuntungan yang besar pula,
Awalnya mulanya kelompok kami berfikir untuk menjual ice potong, tetapi sesuai dengan
pertimbangan yang matang dan kami tidak jadi menjual ice potong dikarenakan biaya yang
dikeluarkan cukup banyak dan resiko yang akan didapatkan cukup besar. Saat itu kami

mencoba untuk menjual Mie ndower di sekitar area kampus,Pada saat pertama kalinya kami
berjualan kami merasa malu, karena sebelumnya kami tidak pernah berjulan diarea kampus,
saat pertama berjualan adalah bahrul karena deni dan sari ada kelas saat itu mie ndower ,
awalnya pada minngu pertama sangat berpotensi, tapi pada minggu berikutnya penjualan
mulai menurun, entah apa alasannya, mungkin mereka mulai bosan dengan mie ndower ini,
dan kami tetap bertahan menjual mie dower dengan menitipkan mie ndower di area kantin
kampus

tetapi hari semakin hari mie dower tersebut mengalami penurunan penjualan.

Sebenarnya hari pertama dan kedua miendower yang kami jual adalah produk buatan milik
orang yang sudah banyak pelanggan namun beliau berjualan di daerah yang terpencil yaitu
gang di sebuah kampung. Karena banyak sekali konsumen terutama anak sekolah yang
berdatangan membelinya, akhirnya ide sari tertuang untuk memperbaiki kemasan dan
membuatkan brand untuk mie ndower. Hari pertama dan kedua berjualan memang laku keras
karena para mahasiswa senang mie pedas. Namun setelah itu, hari ketiga penjualan,
kelompokkami yang bernama deni mulai berpikir untuk membuat sendiri mie ndower agar
laba yang kami hasilkan meningkat. Entah mengapa hari ketiga dan seterusnyapenjualan mie
ndower mengalami penurunan drastis.
Selain kami berjualan di area kantin kami juga berjualan di bunderan GKB (gresik kota baru)
tetapi karena kami hanya menggunakan meja kecil saat berjualan dan tanpa menggunakan
banner yang jelas untuk memberitahu konsumen bahwa itu adalah produk baru kami maka
berjualan onthespot kami saat itu gagal dan kebanyakan pembeli itu dengan cara order atau
online sesuai pesanan akan kami antar untuk daerah Gresik sendiri, dengan di dampingi
minuman Djadoel, minuman tradisional yaitu temulawak, beras kencur, kunyit asam dan
pokak. Kami mulai menjualnya dikampus tapi sangat mengecewakan minuman kami salah
segmentasi, mahasiswa Uisi banyak yang tidak meyukai minuman tradisional itu, kami
bingung bagaimana kami mencapai target jika penjulan produk saja tidak berjalan sesuai
yang kami harapkan. Saat itu kami mulai memikirkan bagaimana produk kami dapat tetap
berjalan. Saat itu kami fokus pada satu Produk yaitu minuman Djadoel, bahrul sari dan deni
mulai mencari alternatif yang dapat dijadikan tempat penitipan minuman tersebut saat itu
bahrul mencoba menawarkan atau menitipkan ke warung-warung tetapi dibeberapa warung
tersebut sudah ada yang menjual atau dititipi oleh pengusaha lain. Dan akhirnya dari salah
satu anggota kami Sari memiliki Channel yang dapat bekerja sama untuk menjualkan
Minuman Djadoel kami , yaitu di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas, setiap hari
senin sapai jumat kami kebanjiran pesanan untuk minuman itu setiap harinya kami dapat

mengirim 40 hingga 60 minuman per kecamatan setiap hari jam 9-10 pagi, jadi kami sudah
mulai memahami segmentasi yang tepat untuk minuman kami, hari yang paling istimewa
adalah hari jumat ketika saatnya mereka senam permintaan minuman sangat bertamabah
ketika kami mengirim 40 minuman saat jam setengah 7 pagi, belum juga kami titipkan, para
ibu ibu dan bapak bapak berbondong bondong untuk membeli minuman kami, hingga kami
kembali 2x untuk menjual minuman kami, alhamdulillah sangat memuaskan, deni mulai
mencari channel untuk menambah profit penjulan minuman, alhamdulillah deni mendapatkan
channel yang salah satu dari warung tersebut adalah milik saudara deni sendiri dan mulai
menitipkan setiap hari kami juga menyuplai area warung warung yang berada di belakang
rumah sakit semen gresik untuk menyuplai minuman kami, kami tidak memiliki pendapatan
dari kecamatan gresik dan kecamatan kebomas saat hari sabtu dan minngu untuk itu sering
kami membuka open booth di daerah bundaran GKB untuk menutupi kekurangan laba
penjulan dan menyuplai pada 4 warung kopi, kami tidak menargetkan jumlah minuman yang
kami suplai pada setiap warung, kadang kami mengirim 20 minuman pada setiap warung
itupun tidak tentu harinya tapi yang pasti kami menyuplai pada hari sabtu dan minggu untuk
hari biasa kami juga menyuplai tapi tidak setiap hari diakrenakan kendala pada tempat
penyimpanan minuman di kulkas kami dan produksi minuman yang setiap hari. Deni mulai
mencoba untuk menjual produk lainya agar laba yang didapatkan bertambah, yaitu menjual
opak pedas dengan dititipkan diwarung orang tuanya dan Mie njedir meski keuntungan opak
pedas sedikit dibandingkan minuman ndajoel , setidaknya produk tersebut dapat menambah
dana yang kami kumpulkan,

untuk produk mie njedir penjialan sangat banyak karena

peminat mie njedir yang banyak dan brand produk yang sudah dikenal , memudahkan kami
menjual produk tersebut yang labanya 2x diatas produk produk kami lainya.
Sangat banyak kendala yang kami hadapi, bangun pagi dan mengantarkan minuman tidaklah
mudah tapi kami berusaha untuk mengalah dan membuang rasa malas kami untuk mengantar
minuman tersebut. kendala yang sangat sering kami hadapi adalah menyesuaikan antara
mengantar minuman dengan membagi waktu dengan jadwal kuliah, kadang kala ketiga
angota kami masuk pagi semua dan salah satu dari kami berusaha meluangkan sedikit waktu
untuk mengantar minuman, seringkali terlambat karena sebelum kuliah kami mengantar
minuman secara bergantian.
5 produk alternatif yang akan kami jual adalah
1. Kami jelas memilih produk minuman yaitu choco jellyco

Yaitu produk yang akan kami buat sendiri dengan kemasan yang telah kami buat
sebagai kemasan minuman djadoel, minuman ini terbuat dari coklat dengan isi an
jelly coklat sehingga minuman ini tidak hanya melepas dahaga namun juga menahan
lapar. Kami memilih untuk menggunakan produk minuman ini sebagai pengiring
penjualan minuman djadoel, karena konsumen akan mengalami fase bosan terhadap
produk jamu kami seperti beras kencur, kunyit asam ataupun temulawak. Dengan
minuman ini, konsumen bisa memilih apabila merasa bosan. Tidak hanya masalah
bosan, namun , minumancoklat juga lebih digemari semua kalangan dan segmentasi
lebih luas.
2. Produk kecantikan
Dengan komposisi kelompok yang memiliki personil perempuan lebih banyak maka
kami berpeluang untuk menjual barang berbau kecantikan seperti hal-nya lipstik.
Karena perempuan juga butuh untuk memperindah dan merias dirinya.
3. Choco bubble dan capcin
Kami akan menjadi supplaier untuk produk minuman yang sudah memiliki brand
terkenal ini dengan segmentasi mahasiswa UISI. Karena yang saya ketahui produk
gurin juga ramai diperbincangkan di kampus UISI, maka kami berani untuk memilih
dan menjual produk ini di kampus. Karena produk kami memiliki rasa coklat dengan
isi an bubble dan jelly yang lebih mantap untuk melepas dahaga.
4. Ceker Crispy
Dengan menikuti zaman yang serba pedas dan serba instan, kami akan menjual
cemilan ringan dari bahan ceker ayam yang kami keringkan dan kami jadikan ceker
crispy, kami akan menambah rasa rasa pedas pada setiap bungkus ceker crispy
sehingga kami memiliki banyak varian rasa, ada rasa balado pedas, pedas super atau
barbeque.
5. Coklat Mungil
Kami akan menjadi suplier untuk produk coklat ini, dimana ada pihak pihak yang
sudah berpengalaman dalam membuat olahan coklat untuk acara acara tertentu,
karena saat ini tidak hanya kue tart yang dijadikan simbol dari suatu acara, tapi coklat
mungil juga dapat digunakan untuk acara acara tertentu. Atau hanya sekedar di
gunakan untuk camilan dirumah.