Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan - Minuman Kemasan Laminasi Tetrapack

Kemasan suatu produk pangan memiliki peran penting bagi produk tersebut. Kemasan
harus bisa membuat produk diminati, dipercaya, dan dapat memproduksikan produk tersebut.
Beberapa parameter penilaian kemasan antara lain:
The silent sales man/girl
Kemasan sebagai The silent sales man/girl berarti bahwa kemasan harus dapat
menyampaikan apa saja keunggulan dari produk tersebut, yang secara tidak langsung akan
memberikan jaminan atau membuat konsumen yakin untuk membeli produk tersebut. Kemasan
harus dapat memberikan penjelasan yang ingin disampaikan produsen mengenai produk tersebut
tanpa harus bertatap muka dengan konsumen. Secara tidak langsung kemasan menjadi media
komunikasi antara produsen dan konsumen. Pada produk minuman, kemasan yang baik harus
dapat memberikan informasi yang jelas mengenai produk yang dikemas, selain itu juga terdapat
nama produk yang jelas, komposisi, isi netto, nama pabrik yang memproduksi, kode produksi,
tanggal kadaluwarsa, petunjuk cara penggunaan dan penyimpanan, nilai gizi dan persyaratan
khusus. Informasi yang dicantumkan harus jelas, dan memberikan penjelasan kepada konsumen
sehingga hanya dengan melihat kemasan saja konsumen dapat memahami maksud yang ingin
disampaikan oleh produsen. Akan tetapi kemasan dinilai tidak baik, apabila informasi yang
disampaikan tidak jelas dan pesan yang tersirat tidak dapat tersampaikan dengan jelas (misalnya
karena pemilihan warna yang kurang tepat, tidak mencerminkan produk yang dikemas), hal
tersebut akan menurunkan minat konsumen terhadap produk tersebut.
Pesona produk
Desain kemasan suatu produk minuman harus dapat mempesona konsumen dengan
berbagai model kemasan yang menarik. Penataan desain kemasan yang baik akan lebih menarik
konsumen, dibandingkan dengan desain kemasan yang penataannya sembarangan dan terkesan
acak-acakan akan menurunkan minat konsumen. Desain kemasan yang teratur akan memberikan
kesan rapi dan membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli. Pada kemasan minuman,
konsumen lebih tertarik pada desain kemasan yang menarik tetapi tetap rapi. Kemasan yang
menarik selain dinilai dari penataan desain, bisa juga dinilai dari pemilihan warna kemasan yang
digunakan.

Memikat mata
Kemasan yang memikat mata berarti produk minuman tersebut mudah dilihat oleh mata
dalam waktu singkat. Hal ini penting, karena saat produk dipajang di etalase toko konsumen
tidak perlu repot-repot untuk mencermati produk yang menarik. Konsumen akan lebih mudah
fokus pada produk yang memikat mata. Faktor yang paling menentukan apakah produk memikat
mata atau tidak adalah warna. Warna merupakan faktor yang paling mudah dilihat dari
keseluruhan suatu desain kemasan. Selain itu bentuk kemasan yang unik juga dapat memikat
mata konsumen. Untuk kemasan minuman, kemasan yang memikat mata adalah kemasan dengan
komposisi warna yang seimbang dan bentuk yang menarik dan mudah digenggam.
Memikat pemakai
Kemasan produk minuman, selain memikat mata juga harus dapat memikat konsumen atau
pemakai. Untuk dapat memikat konsumen, kemasan produk pangan harus mudah diidentifikasi
dan dideteksi baik dari segi warna, bentuk, tulisan, dsb. Konsumen akan lebih mudah terpikat
pada kemasan yang unik dan pemilihan warnanya seimbang. Jika kemasan produk minuman
sudah memikat mata maka produk tersebut akan lebih memikat pemakai.
Penguat branding
Branding merupakan salah satu faktor penentu pemilihan suatu produk oleh konsumen.
Branding juga digunakan untuk menentukan sasaran pasar yang ingin dituju. Misalnya produk
susu bantal kebanyakan dikonsumsi oleh remaja dan anak-anak, sehingga desain kemasannya
lebih ditujukan ke minat anak-anak dan remaja. Kemudian keberadaan logo sertifikat halal dan
BPOM akan lebih meningkatkan brand dari produk yang dikemas, karena lebih memberikan
jaminan kepada konsumen dan cenderung lebih dipercaya akan produk yang dibelinya.
Kesimpulan
-

Desain kemasan harus dapat menggambarkan isi produk yang dikemas


Kemasan harus dapat memberikan informasi yang jelas kepada konsumen
Desain kemasan mampu mempengaruhi penerimaan konsumen.