Anda di halaman 1dari 10

1.

Uraikan dosis perlakuan pemupukan bibit sawit main nursery pada faktor I
dan Faktor 2.
Jawab:
Faktor 1 6 Taraf ( Pupuk NPK)

Faktor 2 5 Taraf ( Kieserit )

P0 = 0gr

K0 = 0gr

P1 = 2,5gr

K1 = 2,5gr

P2 = 5gr

K2 = 5gr

P3 = 7,5gr

K3 = 7,5gr

P4 = 10gr

K4 = 10gr

P5 = 12,5gr

2. Apa kegunaan NPK untuk bibit kelapa sawit?


Jawab:
Adapun beberapa kegunaan Pupuk NPK untuk bibit kelapa sawit
adalahan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit
agar tidak kerdil, memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama dan
penyakit, untuk meningkatkan kesuburan daun, batang dan perakaran
bibit kelapa sawit (Susanto,et,al.2005)
3. Bagaimana membuat media tanam yang digunakan untuk main nursery
sebelum persiapan replanting (Pre-Nursery) dan perlakuan yang dilakukan
dalam percobaan.
Jawab:
Media tanam bibit menggunakan topsoil yang memiliki struktur
remah atau gembur. Jika terpaksa, gunakan topsoil yang berupa tanah
liat.Namun, media tersebut perlu dicampur dengan pasir kasar dengan
perbandingan 3:2. Pencampuran media tanah dengan fosfat sangat
dianjurkan (Sunarko,2009)
4. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada media tanam di polybag saat
persiapan, transplanting bibit umur pre nursery ke main nursery.
Jawab:

Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum


transplanting dari PN untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah

yang stabil.
Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat

berdiri tegak dan silindris


Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah
dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut sehingga
ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm dari bibir polybag
(Susmawati. 2014)

5. Rekomendasi pemupukan bibit kelapa sawit oleh Pusat Penelitian Kelapa


Sawit PPKS dalam bentuk tabel.
Jawab:
Rekomendasi pemupukan bibit kelapa sawit di main nursery (gram/bibit)
Umur (Mingg
u Ke14
15
16
17
18
20
22
24
26
28
30
32
34
36
38
40
42
44
46
48
50
52
(PPKS. 2008)

Pupuk N-PK-Mg
(15-14-6-4)
2,5
2,5
5,0
5,0
7,5
7,5
10,0
10,0

Pupuk N-PK-Mg
(12-12-17-2)

10,0
10,0
10,0
10,0
15,0
15,0
15,0
15,0
20,0
20,0
20,0
20,0
25,0
25,0

6. Ciri-Ciri kelapa sawit pada umur 3,4,5 bulan.

Kieserite

5,0
5,0
7,5
7,5
10,0
10,0
10,0

Jawab:
Standar pertumbuhan bibit kelapa sawit berdasarkan umur dari tanaman
kelapa sawit dapat kita lihat dalam tabel
Umur (bulan)

Jumlah Pelepah
(helai)
3
3,4
4
4,5
5
5,5
6
8,5
7
10,5
8
11,5
9
13,5
10
15,5
11
16,5
12
18,5
(Direktorat Jenderal Perkebunan. 2009)

Tinggi Bibit
(cm)
20,0
25,0
32,0
35,9
52,2
64,3
88,3
101,9
126,0
126,0

Diameter Batang
(cm)
1,3
1,5
1,7
1,8
2,7
3,6
4,5
5,5
6,0
6,0

7. Apa yang dimaksud dengan pembibitan single stage dan double stage.
Jawab:
Single stage : Penanaman kecambah dilakukan langsung di pembibitan
utama, Double stage: Penanaman kecambah dilakukan dua tahap, di
polybag kecil (Pre nursery ) dan kemudian dipindahkan ke polybag besar
(Main nursery).Pre nursery selama 3 bulan, Main nursery 9-12 bulan.
(Susmawati. 2014)
8. Ciri-Ciri beberapa bentuk bibit normal dan abnormal, jelaskan dengan
gambar.
Jawab:

Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh


lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya

Bibit flat top, Faktor genetik, daun yang baru tumbuh dengan
ukuran yang makin pendek dari daun tua, sehigga tajuk bibit
terlihat rata

Short internode, Jarak antara anak daun pada tulang pelepah


(rakhis) terlihat dekat dan bentuk pelepah tampak pendek

Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak
sempit dan tergulung sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga
bentuknya seperti jarum

Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu
seluruhnya atau tidak pecah

(Rubianti, E. 2009)
9. Hama yg sering mengganggu bibit di main nursery, tindakan yg dilakukan,
sebutkan insektisida serta dosis yg digunakan.
Jawab:
- Adoretus compressus
Serangga ini adalah penyerang di malam hari sehingga
pengendalian yang efektif dapat dicapai jika pestisida diaplikasikan
pada malam hari.Penyemprotan daun dengan deltamethrin (3-5
ml/10 l air), fipronil (1-2 ml/l air), cyhalothrin (4-5 ml/10 l air) atau
-

carbosulfan (1-2 ml/l air).


Apogonia expeditionis
Serangga ini adalah penyerang di malam hari sehingga
pengendalian yang efektif dapat dicapai jika pestisida diaplikasikan
pada malam hari.Penyemprotan daun dengan deltamethrin (3-5
ml/10 l air), fipronil (1-2 ml/l air), cyhalothrin (4-5 ml/10 l air) atau

carbosulfan (1-2 ml/l air).


Hypomeces squamosus

Penyemprotan daun dengan deltamethrin (3-5 ml/10 l air), fipronil


(1-2 ml/l air), cyhalothrin (4-5 ml/10 l air) atau carbosulfan (1-2
-

ml/l air).
Spodoptera litura
Pengutipan (hand-picking). Bacillus thuringiensis (BT) (seperti

Dipel, Thuricide)10 gram/20 l air + bahan pelekat.


Tetranychus piercei
Penyemprotan dengan sulfur telah memberikan basil baik, dengan
dosis 20 g/l pada pembibitan + 0.8ml sticker. Dapat juga digunakan

amitraz (2 ml/l air) atau propargite (2 ml/l air).


Valanga nigricornis
Penyemprotan dengan tepung Metarhizium yang berasal dari
belalang terinfeksi sebanyak 2 g per liter air memberikan hasil
yang baik Insektisida kimia seperti fipronil (1-2 ml/l air) dan
carbosulfan (1-2 ml/l air) merupakan insektisida yang efektif
(Kalshoven,1981)

10. Penyakit yg sering dijumpai di Pembibitan Main Nursery, uraikan gejala


serangan tersebut dengan gambar dan tindakan apa yang dilakukan, sebutkan
fungisida dan digunakan.
Jawab:
Penyakit Antracnose (Early leaf disease)

Serangan penyakit ini umumnya terjadi pada bibit yang masih berada

di

pre-nursery, dimana daunnya masih bersatu. Gejala awal mula-mula


tampak bercak kecil hialin. Bercak dengan cepat berubah warna menjadi
coklat tua dan membesar. Pada bagian luar bercak dikelilingi dengan halo
berwarna kuning sehingga tampak jelas batas antara jaringan yang

terinfeksi dengan yang sehat. Jamur penyebabnya adalah Botryodiplodia


theobromae, Colletotrichum gloeosporoides (Gloeosporium sp. atau
Glomerella sp.), dan Melanconium sp. Pengendalian dengan cara
menyemprotkan pestisida Daconil atau Nustar 400 EC konsentrasi 0.2 % ,
rotasi penyemprotan 5 7 hari sampai serangan terkendali (Hill,1983).
Penyakit Curvularia (Leaf spot disease)

Serangan penyakit ini umumnya terjadi pada bibit yang sudah dipindahkan
ke large polybag. Gejala serangan ditunjukkan oleh adanya bercak yang
berbentuk oval dan agak cekung bila dilihat dari permukaan daun sebelah
atas.Warna bercak adalah agak coklat tua dengan batas tegas dikelilingi
oleh halo berwarna kuning. Panjang bercak biasanya tidak lebih dari 78 mm.Curvularia, dengan spot atau luka coklat dengan batas kuning atau
orange. Gunakan pestisida Captan 50WP 0.4%; Dithane M45 0.2% dan
Actidione 4.2 EC 0.025%, rotasi penyemprotan 7 10 hari, jika serangan
parah, lakukan segera pengafkiran dan bakar agar tidak menular
(Djudawi.2006)
11. Berapa kebutuhan air yang dibutuhkan untuk penyiraman bibit polybag di
main nursery dan bila kondisi kemarau atau hujan bagaimana.
Jawab:
-

disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 selesai selambat Bibit

lambatnya jam 11.00, sore jam 16.00 selesai


Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih
basah maka penyiraman hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan

pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore bibit tidak perlu
-

disiram.
Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr
(Sunarko. 2007)

12. Untuk mendukung keberhasilan penanaman kelapa sawit diperlukan adanya


bibit yang bermutu baik, sebutkan spesifikasi varietas bibit kelapa sawit yang
saudara tanam.
Jawab:
Untuk menjamin kualitas bibit kelapa sawit, maka sebaiknya yang dipilih
adalah bibit kelapa sawit yang bersertifikat.
Pemilihan Benih Kepala Sawit ( Umur 0 1 Bulan )
Pemilihan benih ini baik dalam bentuk perkecambahan maupun dalam
bentuk masih belum percangkangan hal ini dapat dilihat sebagai berikut :

Benih memiliki tenera yang sangat ideal

Benih memiliki perbijian dengan tempurung yang relatif kecil.

Benih dura unggulan, memiliki biji yang tebal dan percangkangan yang
tebal.

Perkecambahan yang baik, memiliki tunas bersih, normal dan panjang


perakaran mencapai 1-2 cm bahkan lebih.

Benih berwarna hitam mengkilap, dilapisi dengan urat urat kasar


berwarna kecoklatan muda, berbentuk lonjong memanjang.

Bebas terhadap jamur, maupun tidak abnormal

Pertumbuhan tunas dan perakaran normal

Pemilihan Benih Kecil Kelapa Sawit ( Umur 3 -4 Bulan )


Pemilihan benih maupun bibit kelapa sawit yang sudah berumur 3-4 bulan
yang berkualitas memiliki tanda ciri sebagai berikut :

Memiliki beberapa helai daun muda hingga tua mengkilap.

Memiliki percabangan besar dan duri tajam yang tampak normal.

Memiliki perbatangan besar dan kuat menopang daun.

Perakaran bibit kuat, dengan kedalaman mencapi 3-4 cm bahkan lebih.

Pertumbuhan normal, dan tidak adanya kecacatan.

Tidak dalam terserang hama maupun penyakit.

Pemlihan Bibit Besar/ Siap Tanam Lahan ( Umur 6 Bulan 1 Tahunan )


Pemlihan bibit besar dan siap tanam ini, sangat mudah dilakukan karena
sudah tampak jelas berdasarkan fisiologisnya hal ini dapat ditandai
dengan cara sebagi berikut :

Memiliki daun yang sudah banyak dan berwarna hijau pekat.

Memiliki pelepah yang sangat besar dan kuat berwarna hijau muda
maupun tua.

Memiliki batang dan bonggol yang besar serta kuat dan kokoh.

Tidak abnormal dan dalam terserang hama dan penyakit.

Tingkat pertumbuhan jauh lebih cepat.

(Lubis,1992)

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2009. Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010
Kelapa Sawit. Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian.
Jakarta. 57 hal.

Djudawi, S.D. 2006. Pedoman Pengendalian OPT Tanaman Kelapa Sawit


(Elais guineensisJacq).Direktorat Jenderal Perkebunan.Jakarta.51 hal.
Hill, Dennis S. 1983. Agricultural insect pests of the tropics and their control.
Cambridge University Press..746.p.
Kalshoven, L.G.E. 1981. Pest of Crop in Indonesia. P.T.Ichtiar Baru van Hoeve,
Jakarta. P.85.
Lubis, A,U. 1992.Kelapa sawit (Elais guineensisJacq.) di Indonesia. Pusat
Penelitian Perkebunan,Marihat-Bandar Kuala.435 hal.
PPKS, 2008.Teknologi Kultur Teknis Dan Pengelolaan Kelapa Sawit. Pusat .
Penelitian Kelapa Sawit, Medan
Rubianti, E. 2009.Pedoman identifikasi organism pengganggu tumbuhan (OPT)
perkebunan.Direktorat
Perlindungan
Perkebunan,
Departemen
Pertanian.109 hal.
Sunarko.2007. Petunjuk Praktis Pengolahan dan Budidaya Kelapa Sawit. Jakarta.
Agromedia Pustaka.
Sunarko. 2009. Budidaya dan Pengolahan Kebun Kelapa Sawit dengan Sistem
Kemitraan. Jakarta. Agromedia Pustaka.
Susanto, A., Sudarto, P., dan Roletha Y. Purba.2005.pengolahan Kelapa Sawit
Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. 19 hal.
Susmawati.2014. Pupuk Daun dan Aplikasinya untuk Tanaman. Artikel Pertanian
Balai Basar Pelatihan Pertanian. Binuang Kalimantan Selatan. Badan
Penyuluhan dan